cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
Pengaruh Kesesuaian Tugas Teknologi Terhadap Kinerja Individu Dalam Menggunakan E-Medical Record System Di Instalasi Rawat Jalan RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto Ragil Mustikasari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v9i2.327

Abstract

Penelitian Pengaruh Kesesuaian Tugas Teknologi Terhadap Kinerja Individu Dalam Menggunakan E-Medical Record System di Instalasi Rawat Jalan RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto merupakan penelitian yang berfokus pada kesesuaian tugas teknologi dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kinerja individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara faktor kesesuaian teknologi terhadap tugas (Task Technology Fit) dengan kinerja (Performance) sehingga dapat memberikan masukan bagi rumah sakit dalam mengembangkan teknologi informasinya di kemudian hari. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif analitik. Pengumpulan data melalui observasi dan penyebaran kuesioner kepada 26 responden, instrumen yang digunakan adalah IBM SPSS Statistic versi 22.0 serta uji hipotesis yang digunakan analisis regresi linier dan analisis jalur. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa kesesuaian tugas teknologi berpengaruh terhadap kinerja individu karyawan di Instalasi Rawat Jalan RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto serta pengujian jalur menunjukkan bahwa melalui jalur tidak langsung yakni melalui teknologi informasi yang sesuai dengan tugas-tugas individu yang ditingkatkan penggunaannya akan memberikan hasil kinerja individu karyawan yang lebih baik.
Penentu Penyebab Kematian Di RSUD Panembahan Senopati Bantul : Miscoding Berdampak Pada Laporan Statistik Kematian laili rahmatul ilmi; Zakharias Purbobinuko
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.253

Abstract

Formulir keterangan penyebab kematian yang dibuat dokter berisikan runtutan penyebab penyakit yang menyebabkan pasien meninggal. Penentuan penyebab dasar kematian atau underlying cause of death (UCOD) menggunakan tata cara atau rule yang telah distandarkan oleh WHO (World Health Organization). Informasi UCOD yang tepat dapat mendukung para pengambil keputusan dan kebijakan serta mengoptimalkan layanan kesehatan, namun informasi tersebut banyak yang tidak akurat sehingga berpengaruh pada laporan kematian. Untuk menilai kualitas UCOD di RSUD Panembahan Senopati Bantul, peneliti mengklasifikasikan menjadi 5 bagian, diantaranya: tidak tepat, pemilihan UCOD yang tidak spesifik. Terdapat multiple kondisi yang tidak berkaitan dilaporkan dalam satu baris, rangkaian yang tidak masuk akal, dan dilaporkan satu kondisi saja. Pengambilan data dengan membuka rekam medis pasien dan menganalisis sebanyak 120 surat keterangan kematian selama periode tahun 2018. Hasil analisis kualitas UCOD diperoleh kasus yang runtutannya tidak mungkin sebesar 46 (38%), UCOD tidak tepat 39 (33%), Terdapat multiple kondisi yang tidak berkaitan dilaporkan dalam satu baris 15 (13%), terdapat satu kondisi yang dilaporkan saja sebesar 12 (10%) dan UCOD tidak spesifik 8 (7%). Dari surat keterangan kematian digolongkan berdasarkan kelompok ICD-10 sebanyak 55 diagnosis yang dilaporkan sebagai UCOD. Penggolongan diagnosis tertinggi sebagai UCOD pada kelompok Certain infectious and parasitic diseases sebanyak 10 diagnosis (18%), penggolongan berdasarkan Sign, symtoms, Abnormal Finding sebanyak 9 diagnosis (16%) dan kelompok Diseases of the circulatory system sebesar 8 (15%). Dari laporan diagnosis sebanyak 374 tersebut yang memenuhi kategori coding tepat (55) dan tidak tepat (311).Hasil wawancara dengan petugas coding dalam penentuan UCOD belum mengacu pada kaidah ICD-10, hal ini disebabkan minimnya pemahaman dalam penentuan UCOD dan pemilihan rule yang tepat sehingga dapat berpengaruh pada kualitas data pada lapora kematian.
Analisis Ketidaklengkapan Pengisian Lembar Informed Consent Pasien Bedah di Rumah Sakit Tk. III dr. Reksodiwiryo Padang Dewi Oktavia
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.246

Abstract

Kelengkapan pengisian lembar Informed Concent, diperoleh sebesar 66,3%. Artinya, angka kelengkapan pengisian lembar Informed Consent rekam medis belum mencapai standar pelayanan minimal rekam medis di rumah sakit yakni sebesar 100%. Hal ini disebabkan karena :Petugas rekam medis (Man) secara kuantitas masih kurang, pengembangan sumber daya manusia/tenaga berupa pelatihan belum pernah dilakukan, serta sistem reward dan punishment tidak ada. SOP penyelenggaraan rekam medis tersedia di intalasi rekam medis, namun belum disosialisasikan kepada semua petugas rekam medis dan tenaga medis yang ada sehingga penyelenggaraannya belum sepenuhnya sesuai dengan SOP. Kendala proses pencatatan sering terjadi lupa dalam pengisian lembar informed consent.Analisis isi rekam medis dalam penyelenggaraan sistem pelayanan rekam medis Rumah Sakit Tk.III dr. Reksodiwiryo belum optimal.
PENGELOMPOKAN DIAGNOSIS DAN PROSEDUR BERDASARKAN ICD X DAN ICD IX DI RSI SITI RAHMAH PADANG Nurhasanah Nasution; Rahmi Septia Sari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.245

Abstract

Sistem klasifikasi penyakit merupakan pengelompokan penyakit-penyakit yang sejenis dengan International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problem Tenth Revisions (ICD-10) untuk istilah penyakit dan masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Penerapan pengodean harus sesuai ICD-10 guna mendapatkan kode yang akurat karena hasilnya digunakan untuk mengindeks pencatatan penyakit,. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelompokkan diagnosis dan prosedur berdasarkan ICD X Dan ICD IX di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang Periode 01 Maret Sampai 31 Maret 2018. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan cara mengambil data dari abstraksi data pasien rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan diagnosis terbanyak didapat adalah Dengue Haemorragic Fever (DHF) dengan kode ICD X A91 sebanyak tujuh pasien dan prosedur terbanyak didapat Chemoterapy dengan kode ICD IX 99.25 sebanyak 5 pasien dengan diagnosis kanker yang berbeda. Kesimpulan: Diagnosis DHF mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. 
Optimalisasi Penggunaan Ms Excel Terhadap Kepekaan Data Informasi Kesehatan di Posyandu Evina Widianawati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.261

Abstract

Tumbuh kembang balita perlu dimonitoring untuk mencegah balita gizi kurang, stunting dan berbagai gangguan pertumbuhan balita yang lainnya. Ms Excel dapat dijadikan sebagai alat monitoring tumbuh kembang balita oleh kader Posyandu sehingga pencatatan, penyimpanan dan pengolahan data informasi kesehatan akan lebih mudah, akurat & analitis. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi penggunaan Ms Excel dan pengaruhnya terhadap kepekaan informasi kesehatan pada kader Posyandu. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitaif. Populasi yaitu kader posyandu dan wakil masyarakat di Desa Kedungori kecamatan Dempet Demak sebanyak 36 orang. Variabel penelitian antara lain : Kendala Penggunaan Ms Excel (X), Implementasi Penggunaan Ms Excel (Y), Kepekaan Informasi Kesehatan (Z). Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif untuk variabel X, dan analisis regresi linier untuk variabel Y dan Z. Hasil penelitian menunjukkan kader Posyandu masih belum menggunakan Ms Excel dikarenakan tidak bisa menggunakan Excel dan implementasi penggunaan Ms Excel berpengaruh terhadap kepekaan data informasi kesehatan.
Perancangan Instrumen Audit Pengkodean Klinis di Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati Kholida Syiah Nasution; Hosizah Hosizah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.255

Abstract

Kualitas kode diagnosis sangat penting di bidang manajemen data klinis, penagihan biaya, dan hal lain yang berkaitan dengan asuhan pelayanan kesehatan. Sayangnya saat ini, masih sering ditemukan ketidaktepatan kode diagnosis yang dihasilkan oleh clinical coder. Untuk itu perlu dilakukan audit pengkodean klinis untuk dapat meningkatkan kualitas kode diagnosis. Beberapa Rumah Sakit di Indonesia belum pernah melakukan audit pengkodean klinis, dikarenakan belum tersedia instrumen yang dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan audit pengkodean klinis. Salah satu rumah sakit yang belum pernah melakukan audit pengkodean klinis adalah RSUP Fatmawati. Tujuan penelitian ini merancang instrumen audit pengkodean klinis di RSUP Fatmawati. Jenis penelitian Research & Development dengan menggunakan teknik Delphi untuk memvalidasi desain instumen audit pengkodean klinis. Subjek dari penelitian adalah Ahli clinical coder yang memiliki pengalaman minimal 5 tahun sebagai clinical coder dengan objek penelitian instrumen audit pengkodean klinis. Hasil teknik Delphi putaran 1, ketujuh elemen kualitas pengkodean dari instrumen audit disetujui oleh semua ahli clinical coder  dan digunakan pada kuisioner putaran 2. Hasil dari putaran 2 diketahui bahwa elemen kualitas pengkodean yang direkomendasikan untuk digunakan yaitu reliability, completeness, timeliness, accuracy, relevancy dan legibility. Elemen definition  tidak digunakan karena 60% ahli clinical coder memberikan skala 3 . Instrumen audit pengkodean klinis ini perlu dipertimbangkan untuk digunakan dalam pelaksanaan audit pengkodean klinis di fasilitas kesehatan. Namun, sebelumnya perlu diuji coba untuk pelaksanaannya.
Penerapan Balanced Scorecard di Rumah Sakit Indonesia: Systematic Review Avenia Dionisia Menna; Nauri Anggita Temesvari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.379

Abstract

A systematic review is a research method that summarizes primary research results to present facts that are more comprehensive and balanced. A balanced scorecard is a concept for measuring the performance of an organization with 4 (four) different perspectives, namely customer perspective, financial perspective, internal business perspective, and learning and growth perspective. The results of the initial article screening using the database literature on google scholar obtained 513 journals, science direct obtained 7 journals and GARUDA obtained 20 journals with the keywords "Balanced Scorecard AND Performance Measurement, OR Balanced Scorecard And Hospital Performance", there are 20 journal articles that discuss the application balanced scorecard as performance measurement in the hospital. Assessment of the quality of literature in this study is by using the SRQR and STROBE instruments. Samples obtained from 20 journal articles are 12 with the results of the research that the financial perspective performance calculation is in the "good" category with a percentage of 68.62%, on the customer perspective performance is in the "good" category with a percentage of 78.78%, the performance of the internal business process perspective is in the "good" category with a percentage of 71.66% and the performance of the learning and growth perspective is in the "good" category with a percentage of 62.5%. From the indicators measured in 4 (four) perspectives on the balanced scorecard, it is obtained that the indicators measured are not uniform or some indicators are not measured in other perspectives.Keywords:Balanced scorecard; Performance measurement; Systematic review;
Kualitas Sistem Informasi Self Check-In di RS PON Jakarta menggunakan Webqual4.0 Sri Kholifatun; Nanda Aula Rumana; Deasy Rosmala Dewi; Noor Yulia; Fitria Atmojowati; Yeni Safitri
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem self check-in dirancang khusus agar pasien dapat melakukan pencetakan SEP (Surat Egibilitas Pasien) secara mandiri. Persentase keberhasilan penggunaan self check-in telah mencapai 55,45%. Setiap pasien yang gagal melakukan check-in akan dialihkan ke pendaftaran manual. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang akan menjelaskan dan memberikan gambaran tentang hasil yang diperoleh secara lengkap tentang Kualitas Sistem Informasi self check-in di RS PON menggunakan Webqual 4.0 yang terdiri dari dimensi usability, information quality, dan interaction quality. Berdasarkan hasil didapatkan sistem self check-in dalam kategori 50% berkualitas baik dan 50% berkualitas tidak baik dengan persentase disetiap dimensi sebesar 50.7%, 64.7%,  dan 74%. Beberapa kendala dalam penggunaan sistem informasi self check-in adalah sistem yang digunakan tidak dapat melakukan sinkronisasi data dengan baik. Mulai dari kode tidak valid, NIK tidak valid, data tidak ditemukan, nama dokter yang tidak sesuai, berubahnya tanggal pemeriksaan dan tampilannya terlalu kecil.
Tingkat Kapabilitas Sistem Informasi Rekam Medis Pcare Dengan Framework Cobit 5 Studi Kasus Puskesmas 1 Denpasar Selatan Septa Malan Vergantana I Wayan
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.358

Abstract

Puskesmas 1 Denpasar Selatan yang bergerak di bidang kesehatan bagi masyarakat di wilayahnya. Pelayanan kesehatan rekam medis pasien harus berjalan dengan baik yang didukung dengan sistem informasi rekam medis Pcare. Aplikasi PCare adalah sistem informasi rekam medis yang digunakan pada Puskesmas I Denpasar Selatan untuk mencatat rekam medis pasien dan memerlukan perhatian lebih dalam pengevaluasiannya. Penelitian Evaluasi tata kelola Sistem Informasi Rekam Medis PCare pada Puskesmas 1 Denpasar Selatan yang dilakukan berdasarkan kerangka kerja framework COBIT 5 (Control Objective for Information & Related Technology) dari ISACA 2012, yang dimodifikasi disesuaikan dengan kondisi di tempat penelitian. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Evaluasi tata kelola SIPKD dengan COBIT 5 menggunakan analisis PAM (Proses Assesment Model) sebagai acuan dalam penentuan atributnya, dengan hasil tingkat kapabilitas saat ini berada pada level 3 established process pada proses APO07 sebesar 90.03% largely achieved, dan BAI 02 sebesar 86 % fully achieved .
Kajian Optimisasi Anggaran Pengadaan Formulir Rekam Medis Rawat Jalan Rumah Sakit Totok Subianto
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i1.383

Abstract

Pengadaan formulir rekam medis rumah sakit memerlukan metode yang tepat karena menyangkut penggunaan anggaran. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan anggaran pengadaan formulir rekam medis rawat jalan rumah sakit selama 3 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan anggaran pengadaan formulir masih menggunakan metode kualitatif sehingga keakuratan dapat diragukan. Biaya satuan dan jumlah cenderung meningkat. Peramalan kebutuhan formulir rawat jalan tahun 2018 dengan Metode Least Square di hitung dari data Januari s/d Agustus 2018 dengan persamaan tren linier Y = 2,092 + 14,55X,  sehingga kebutuhan formulir tahun 2018 sejumlah 25.803 set. Kebutuhan formulir rawat jalan tahun 2019, 2020 dan 2021 dihitung dengan persamaan tren linier Y = 23,325 + 2,482X. Proyeksi tahun 2019 sejumlah 28.289 set, tahun 2020 sejumlah 30.771 set dan tahun 2021 sejumlah 33.253 set. Unit cost di hitung dengan asumsi inflasi APBN tahun 2018 sebesar 3,13%. Harga satuan hasil perhitungan tahun 2019 sebesar Rp 4.795,-, tahun 2020 sebesar Rp 4.945,- dan tahun 2021 sebesar Rp 5.100,-, sehingga kebutuhan anggaran tahun 2019 sejumlah Rp 135.662.173,-, tahun 2020 sejumlah Rp 152.196.899,- dan tahun 2021 sejumlah Rp 169.617.228,-. Disarankan agar perhitungan kebutuhan formulir dilakukan dengan metode statistik serta memanfaatkan data di bagian rekam medis.