cover
Contact Name
Sri Sugiarsi, SKM, M.Kes
Contact Email
sri.sugiarsi14@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalmiki@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI)
ISSN : 2337585X     EISSN : 23376007     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) diterbitkan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (APTIRMIKI) bekerjasama dengan Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia(PORMIKI). JMIKI diterbitkan 2 kali dalam satu tahun ( Maret dan Oktober). Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian (original) tentang Rekam Medis dan Manjemen Informasi Kesehatan, terutama dalam studi manajemen informasi kesehatan, Klasifikasi Kodifikasi Penyakit dan Tindakan, Sistem Informasi Kesehatan, Teknologi Informasi Kesehatan, Manajemen Mutu Informasi Kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 336 Documents
FAKTOR PENYEBAB PENDING CLAIM RANAP JKN DENGAN FISHBONE DIAGRAM DI RSUP DR KARIADI Listiyawati Sahir; Rossalina Adi Wijayanti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i2.480

Abstract

 Pembiayaan kesehatan di rumah sakit diperoleh dari pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan melakukan purifikasi dan verifikasi berkas klaim. Berkas klaim yang dinyatakan tidak lengkap oleh BPJS Kesehatan, menyebabkan pending claim yang berdampak keterlambatan pembayaran klaim. Berdasarkan studi pendahuluan di RSUP Dr Kariadi ditemukan permasalahan penyelenggaraan klaim JKN yakni pending claim 3,67%. Penelitian dilakukan bertujuan menganalisis faktor penyebab pending claim rawat inap JKN di RSUP Dr Kariadi dengan fishbone diagram. Jenis penelitian adalah kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, brainstorming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab pending claim, meliputi : faktor man terkait ketidaktelitian petugas menyebabkan ketidakakuratan koding 1,26%, kesalahan input data klaim 0,01%, ketidaklengkapan informasi pendukung diagnosis dan tindakan pada resume medis 0,31%. Faktor material menyebabkan berkas tidak lengkap 0,10%. Faktor machine berasal dari gangguan sistem aplikasi Jasa Raharja 0,21%, serta faktor method karena perbedaan persepsi antara koder dan verifikator BPJS Kesehatan terhadap kaidah koding dan regulasi klaim 0,83%. Akar penyebab masalah adalah kurangnya waktu penyelesaian klaim, gangguan sistem Jasa Raharja, kurangnya filter dalam memenuhi kelengkapan syarat berkas klaim. Upaya perbaikan yaitu koordinasi antar instansi terkait penyelesaian perbedaan persepsi coder RS dan verifikator BPJS Kesehatan serta gangguan sistem Jasa Raharja,  percepatan RME pada seluruh berkas klaim yang dipersyaratkan untuk mencegah pengembalian berkas klaim tidak lengkap.  
Kepuasan Pasien BPJS Rawat Jalan Terhadap Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas: Literature Review Alfina Candra Listiani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i2.404

Abstract

Ketidakpuasan pasien BPJS rawat jalan terdapat pada 5 dimensi pelayanan, ketidakpuasan pasien dapat mempengaruhi loyalitas pasien sehingga mengakibatkan menurunnya kunjungan dan rasa kepercayaan pasien terhadap fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kepuasan pasien BPJS rawat jalan terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas berdasarkan 5 dimensi pelayanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Literature Review dengan menganalisis 16 artikel dari Google Scholar, Portal Garuda, dan OneSearch by Perpusnas. Hasil penelitian 6 dari 16 literature atau 37,5% menunjukkan kepuasan pasien dimensi bukti fisik (tangible) ≥ 90%,  8 dari 16 literature atau 50% yang menunjukkan kepuasan pasien dimensi kehandalan (reliability) ≥ 90%, 7 dari 16 literature atau 43,75% yang menunjukkan kepuasan pasien dimensi daya tanggap (responsiveness) ≥ 90%, 7 dari 16 literature atau 43,75% yang menunjukkan kepuasan pasien dimensi jaminan (assurance) ≥ 90%, 8 dari 16 literature atau 50% yang menunjukkan kepuasan pasien dimensi empati (empathy) ≥ 90%.
Tinjauan Aspek Ergonomi Lingkungan Pada Ruang Rekam Medis Puskesmas Tanah Merah M. Afif Rijal Husni; - Nurhasanah
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i2.468

Abstract

Ergonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang penerapan penyesuaian pekerjaan dan lingkungan pada manusia untuk mencapai produktivitas dan efesien yang setinggi-tingginya (Kuswana, 2016). Pencahayaan ruang rekam medis Puskesmas Tanah Merah tidak merata diseluruh ruangan dan kelembapan ruang rekam medis masih belum memenuhi standar yaitu 80,5% dari standar kelembapan maksimal yaitu 60%. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah kepala rekam medis dan petugas rekam medis. Objek yang digunakan adalah ruang rekam medis. Cara pengumpulan data denganobservasi dan wawancara. Untuk analisa data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian, pencahayaan pada ruang penyimpanan dokumen rekam medis di Puskesmas Tanah Merah berkisar antara 277-280 lux akan tetapi tidak merata diseluruh ruangan sedangkan ruang pendaftaran pasien berkisar antara 101-103 lux, suhu ruang rekam medis yaitu 28℃, kelembapan ruang rekam medis yaitu 80,5 % sehinga termasuk lembap dan kebisingan ruang penyimpanan dokumen rekam medis berkisar antara 45-50 dBA sedangkan ruang pendaftaran pasien berkisar antara 50-58,8 dBA. Hal tersebut mempengaruhi produktivitas serta  kinerja dari petugas itu sendiri. Berdasarkan hasil penelitian adapun solusi dan saran yang diusulkan yaitu, diharapkan membenahi pencahayaan ruang rekam medis agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan disarankan menyediakan alat pengukur pencahayaan, suhu, kelembapan, dan kebisingan ruangan.
Analisis Prediksi Kunjungan Pasien Dengan Metode Autoregresiive Integrated Moving Average di Rumah Sakit Ibu dan Anak Putri Surabaya Muh Zul Azhri Rustam; Nuke Amalia; Maya Ayu Riestiyowati
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v10i2.441

Abstract

Hospitals as health care facilities are needed not only in the service sector but also in the need for recording and documenting the results of examinations, treatment, actions, and other services that have been provided to patients which are recorded in medical record documents. every patient who receives medical services at the hospital will receive a medical record document to document his medical history. The increase in patient visits is sometimes not in line with the readiness of the hospital in fulfilling the facilities and supporting service tools. The study aimed to predict the number of patient visits. The type of research used is quantitative research and the sampling technique used is total sampling by looking at the data of the last 5 years of visits in the medical record unit and the analysis used is the ARIMA method in predicting visit data. Prediction results from patient visits for the next two years tend to fluctuate quite a lot with a total of 5163 patient visits in outpatients, with a Mean Absolute Percentage Error (MAPE) value of 19% with the ARIMA model (2,1,2) which means that the prediction of visits patients can be quite accurate and reliable. So that in the future the hospital must be able to improve the facilities and quality of its services. So that the service process for visiting patients can be served effectively and efficiently.Keywords: Prediction, Patient Visit, ARIMA
Model Penerimaan Teknologi Telemedicine Pada Masa Pandemi COVID-19 Rika Andriani
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i1.505

Abstract

Telemedicine merupakan pelayanan kesehatan jarak jauh melalui pemanfaatan teknologi informasi untuk memberikan konsultasi dan perawatan pasien. Layanan telemedicine dapat menghemat waktu, biaya, dan efektivitas pelayanan kesehatan. Tantangan terbesar pemanfaatan telemedicine adalah tingkat adopsi yang masih rendah. Studi pendahuluan di Kabupaten Sukoharjo menunjukkan hanya 27% responden yang pernah menggunakan telemedicine. Studi ini bertujuan menganalisis faktor yang mempengaruhi pemanfaatan layanan telemedicine sehingga tingkat adopsi telemedicine dapat ditingkatkan.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional survey. Sampel penelitian adalah 82 pengguna telemedicine yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling.  Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survey secara daring menggunakan Google Form.Hasil uji statistik menunjukkan kebiasaan (p value = 0,403), harapan usaha (p value = 0,083), pengaruh sosial (p value = 0,060), kondisi fasilitas sosial (p value = 0,188), dan literasi e-Health (p value = 0,061) tidak berpengaruh terhadap intensi penggunaan. Variabel lain yang meliputi harapan kinerja (p value = 0,037) dan inovasi pribadi (p value = 0,000) berpengaruh terhadap intensi penggunaan.
Peranan Telenursing Untuk Meningkatkan Mutu dalam Pelayanan Keperawatan Dian Kumala Sari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i1.408

Abstract

ABSTRACTIntroduction : Health services will continue to develop along with the development of information and communication technology. Health workers, especially for professional and quality services and can take advantage of information and communication technology, one of which is telenursing. Telenursing is the use of information technology remotely to reach patients in order to integrate conditions and interact with them using computers, audio and visual accessories and telephones.Objective : The purpose of this paper is to describe telenursing and focus on its benefits in health services.Methods : The method used in this study is to analyze several journals and then adjust it to the application of telenursing in practice 1000.Result : Utilization of information technology in telehealth services provides long-distance communication facilities and provides alarms to patients using mobile health technology applicationsABSTRAKPendahuluan : Pelayanan kesehatan akan terus berkembang seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Tenaga kesehatan khususnya keperawatan dituntut untuk memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas serta bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi salah satunya adalah telenursing. Telenursing merupakan penggunaan informasi teknologi dari jarak jauh untuk menjangkau pasien guna memantau kondisi dan berinteraksi dengan mereka menggunakan komputer, aksesor audio dan visual serta telepon.Tujuan : Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan telenursing dan berfokus pada manfaatnya dalam pelayanan kesehatan.Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menganalisis beberapa jurnal kemudian disesuaikan dengan penerapan telenursing dalam praktek keperawatan.Hasil : Pemanfaatan teknologi informasi dalam layanan telehealth memberikan fasilitas komunikasi jarak jauh dan memberikan alarm pada pasien dengan menggunakan aplikasi teknologi mobile healthKesimpulan : Telenursing harus dimanfaatkan secara tepat dan terpadu agar tujuan utama pemenuhan kesehatan masyarakat khususnya bagi mereka yang jauh dari pelayanan kesehatan dapat tercapai.
Klasifikasi Penyakit Tuberculosis (TB) Organ Paru Manusia Berdasarkan Citra Rontgen Thorax Menggunakan Metode Convolutional Neural Network (CNN) Aulia Rasyid; Lukman Heryawan
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i1.484

Abstract

Tuberculosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan dapat menyerang berbagai organ dalam tubuh manusia terutama paru-paru. Pemeriksaan diagnosis pada penyakit TB-paru dapat dilakukan dengan melihat keluhan atau gejala klinis pasien, pemeriksaan biakan, pemeriksaan mikroskopis, radiologi ataupun tuberculin test. Selama ini, paramedis mendiagnosis penderita TB tersebut hanya berdasarkan citra rontgen secara manual. Oleh karena itu, diperlukan adanya Artificial Intelligence (AI) untuk membantu dan mempermudah dokter dalam mengklasifikasi penyakit TB paru berdasarkan citra rontgen thorax.Penelitian ini merancang klasifikasi citra x ray penyakit tuberculosis berbasis Convolutional Neural Network (CNN) menggunakan arsitektur MobileNet. Dataset berupa citra X-ray paru yang akan digunakan sebagai masukan untuk proses pengolahan citra atau image processing. Tahapan pertama yaitu input berupa citra X-ray, selanjutnya dilakukan proses preprocessing citra (resizing, grayscale, contrast), dilanjutkan dengan proses segmentation (thresholding), dilanjutkan dengan proses augmentasi data, terakhir citra akan diklasifikasikan menjadi tiga kelas yaitu normal, TBR(tuberculosis bagian kanan), TBRL (tuberculosis bagian kanan dan kiri). Tuberculosis bagian kiri tidak masuk kedalam klasifikasi dikarenakan tuberculosis lebih cenderung terkena pada bagian kanan atau di kedua bagian.Dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap pengaruh citra ( tanpa image processing , preprocessing dan segmentation) , pengaruh batch size ,pengaruh variasi epoch, pengaruh augmentasi dan perbandingan terhadap performa klasifikasi. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukan optimizer terbaik yaitu Adam menggunakan preprocessing CLAHE pada epoch 50 batch size 32 dan menghasilkan nilai akurasi validasi sebesar accuracy sebesar 96.837%, precision 95%, recall 93%, F-1 score sebesar 93%,  dan loss sebesar 0.210.
Audit Informasi Klinis dengan Aturan Morbiditas di Puskesmas Kota Yogyakarta Riska Annisa
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i1.514

Abstract

Latar Belakang: Belum pernah dilakukan audit informasi klinis di puskesmas wilayah Kota Yogyakarta sehingga terdapat ketidaktepatan pemilihan diagnosis utama yang memengaruhi ketepatan kode diagnosis utama. Tujuan: Melakukan audit informasi klinis menggunakan aturan morbiditas untuk menganalisis ketepatan diagnosis utama dan kode diagnosis utama. Mengetahui perbedaan tingkat ketepatan kode diagnosis utama berkas rekam medis dan aplikasi elektronik rekam medis. Metode: Kuantitatif analitik cross sectional. Populasi penelitian adalah 10 besar kasus di 18 puskesmas dengan sampel 30 rekam medis setiap puskesmas. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Pengumpulan data dengan studi dokumentasi. Analisis data dengan uji mann withney. Hasil: Audit informasi klinis dari pemilihan diagnosis utama menghasilkan diagnosis utama tepat sebesar 74%, aturan morbiditas paling banyak digunakan yaitu MB2, ketepatan tertinggi pada MB5. Audit informasi klinis dari kode diagnosis utama menghasilkan kode diagnosis utama tertepat pada SIMPUS sebesar 52%, kategori ketepatan kode diagnosis utama terbanyak pada Kategori A. Nilai sig. < 0,05 pada BRM dibandingkan SIMPUS, BRM dibandingkan P-Care, SIMPUS dibandingkan P-Care, dan BRM dibandingkan aplikasi ERM. Kesimpulan: Audit informasi klinis menghasilkan perbandingan ketepatan kode diagnosis utama BRM < SIMPUS. Ketepatan kode diagnosis utama BRM < P-Care. Ketepatan kode diagnosis utama SIMPUS < P-Care. Ketepatan kode diagnosis utama BRM < aplikasi ERM.
Perancangan Sistem Informasi Autopsi Verbal Kematian Ibu Di Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis Maulani Agustina
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i1.443

Abstract

Pencatatan data penyebab kematian di kabupaten ciamis belum optimal. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengoptimasi pencatatan data kematian adalah autopsi verbal yaitu mewawancarai anggota keluarga mengenai tanda dan gejala yang muncul sebelum seseorang meninggal. Autopsi verbal yang  digunakan saat ini masih menggunakan pencatatan secara manual dengan menggunakan kertas sehingga data yang dikumpulkan rusak atau hilang. Selain itu di kabupaten ciamis belum terdapat sistem untuk mengolah data kematian yang telah dikumpulkan. Pengembangan sistem informasi autopsi verbal kematian ibu di dinas kesehatan kabupaten ciamis menggunakan metode extreme programming. Pengembangan dimulai dari tahapan perencanaan, desain, pengkodean, dan pengujian. Implementasi menghasilkan sistem informasi autopsi verbal berbasis web. Sistem ini digunakan untuk mencatat hasil autopsi verbal ke dalam sistem, memverifikasi data hasil autopsi verbal, mengelola data hasil autopsi verbal dan melihat informasi secara umum. Sistem yang telah dibuat diujikan menggunakan metode black-box  testing.
Visualisasi Data Mining Dalam Skrining Covid-19 Berskala Internal Pada Instansi Dengan Metode Classification Tree muhammad muslim; Syamsu Windarti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v11i1.486

Abstract

Penerapan skrining berskala internal pada suatu instansi merupakan masalah baru yang timbul dimasa pandemi covid-19 seperti sekarang. Digital skrining dilakukan guna mempermudah merekam mobilitas para pegawai suatu instansi, namun terkendala oleh data yang dihasilkan masih berbentuk data mentah atau meta-data. Maka dari itu dibutuhkan sebuah tools tambahan yang mampu memvisualkan data sesuai kebutuhan. Sehingga digunakan metode classification tree dengan data mining untuk memvisualkan data skrining. Adapun hasil yang didapatkan berupa rekap mobilitas pegawai instansi terkait riwayat perjalan baik menerapkan prokes ataupun tidak, didapatkan data perjalanan di daerah kota jogja, bantul, kulon progo dan sekitarnya.