cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 885 Documents
Penguatan profil pelajar pancasila melalui pembiasaan Asmaul Husna dalam menumbuhkan sikap religius di SDN Sawah Besar 01 Semarang Ratih Wulan
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 5 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i5.18356

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pada kegiatan atau pembiasaan yang dilakukan di SD N Sawah Besar 01 Semarang adalah pembacaan Asmaul Husna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan profil pelajar Pancasila melalui pembiasaan Asmaul Husna dalam menumbuhkan sikap religious siswa SDN Sawah Besar 01 Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, subyek penelitian ini adalah siswa kelas kepala sekolah, guru kelas I sampai VI, dan peserta didik kelas I – VI di SDN Sawah Besar 01 Semarang. Teknik pengumpulan data menggunakan nontes, metode pengumpulana data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu; 1) Pengumpulan data, 2) Reduksi Data, 3) Display Data, dan 4) Penarikan Kesimpulan. Uji keabsahan data yang dilaksanakan adalah menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini adalah Pembiasaan asmaul husna mampu meningkatkan sikap religius peserta didik di SDN Sawah Besar 01 Semarang, siswa menjadi lebih bertaqwa kepada Allah SWT, mengingat dan mengenal-Nya lebih baik, terbiasa berdzikir, rajin solad, serta lebih disiplin dan teratur dalam waktu. Mereka yang dzikir hatinya akan lebih tenang, membaca Asmaul Husna juga dapat membangun etika dan kecerdasan spiritual yang berpengaruh pada semangat belajar siswa.Kata Kunci: Profil Pelajar Pancasila, Sikap Religius, Pembiasaan   
Analisis kebutuhan RPP bahasa Indonesia bermuatan literasi emosi untuk peserta didik SD Ani Hanipah; Seni Apriliya; Agnestasia Ramadhani Putri
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 5 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i5.18358

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi minimnya perangkat pembelajaran terutama RPP yang dapat memfasilitasi literasi emosi peserta didik. Salah satu pelajaran yang dapat menunjang penanaman literasi emosi adalah pelajaran bahasa Indonesia pada pembelajaran apresiasi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan kebutuhan RPP bahasa Indonesia bermuatan literasi emosi untuk peserta didik SD. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan Kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2023 di tiga SD Negeri kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru belum memahami literasi emosi dengan baik dan belum pernah merancang RPP bermuatan literasi emosi terutama dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Dengan demikian, disimpulkan bahwa belum tersedia RPP bahasa Indonesia bermuatan literasi emosi untuk peserta didik di SD. Implikasinya perlu dikembangkan RPP bahasa Indonesia bermuatan literasi emosi. Rekomendasi yang diberikan guru terhadap RPP bahasa Indonesia bermuatan literasi emosi yaitu memuat komponen RPP sesuai Permendikbud no 81A tahun 2013 dan Permendiknas no 41 tahun 2017 serta memuat komponen literasi emosi.
Analisis relevansi project based learning dalam pembelajaran materi jenis-jenis usaha ekonomi kelompok dan keragaman sosial budaya di kelas V A SDN Bugangan 03 Muhammad Syaifuddin
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 5 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i5.18359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi model PjBL pada materi jenis usaha ekonomi kelompok dan keragaman social budaya di kelas VA SDN Bugangan 03. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, subyek penelitian ini adalah guru kelas VA dan siswa kelas VA sebanyak 27 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu; 1) Pengumpulan data, 2) Kondensasi Data, 3) Display Data, dan 4) Penarikan Kesimpulan. Uji keabsahan data yang dilaksanakan adalah menggunakan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini bahwa model Project Based Learning memiliki relevansi dengan materi jenis suaha ekonomi kelompok dan keragaman sosial budaya, terbukti dari hasil wawancara guru dan siswa kelas V A SDN Bugangan 03 bahwa sebagian besar siswa merasa cocok dengan pembelajaran yang dilaksanakan. Selain itu, PjBL ini dianggap pembelajaran yang menyenangkan dan menantang sehingga mampu meningkatkan hasil belajarm daya pikir tingkat tinggi, dan kreativitas siswa dalam pembuatan proyek berupa kliping. Siswa juga nampak antusias dalam mengikuti pembelajaran dengan mengeksplorasi proyek yang harus diselesaikan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati
Penerapan problem based learning dengan bantuan media canva untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di Kelas V A SDN Bugangan 03 Amir Udin
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 5 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i5.18360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan mengajar guru dan meningkatan  hasil belajar Peserta didik pada pembelajaran IPA melalui penerapan model problem based learning berbantuan media canva di kelas V SDN Bugangan 03. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing tiap siklusnya terdiri dari 1 pertemuan. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan Peserta didik kelas V SDN Bugangan 03 yang terdiri dari 28 Peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan terdapat peningkatan hasil belajar IPA Peserta didik. Di peroleh hasil pada siklus I sebesar 54% menjadi 79% pada siklus II. Keterampilan guru dalam mengelola kelas menglami peningkatan pada siklus I sebesar 67% menjadi 92% pada siklus II. Kesimpulannya penerapan model Problem Based Learning dengan media canva dapat meningkatkan hasil belajar IPA Peserta didik kelas V SDN Bugangan 03 dan keterampilan mengajar guru.
Pengembangan modul pembelajaran IPA sekolah dasar berbasis higher order thinking skills (HOTS) Nurani Hadnistia Darmawan; Hilman - Hilmawan; Lulu Ilmaknun Prihan
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.18609

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang variatifnya pemenuhan bahan ajar IPA berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kebutuhan awal bahan ajar berbentuk modul, mengembangkan modul, mengimplementasikan modul, dan mengetahui evaluasi hasil pengembangan modul pembelajaran IPA berbasis HOTS. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan desain ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implementation, and Evaluation). Pada tahap analyze ditemukan adanya kebutuhan modul IPA berbasis HOTS pada tema 7 kelas V. Pada tahap design dilakukan penyusunan kerangka modul IPA berdasarkan aturan Kemendikbud. Pada tahap develop dilakukan realisasi kerangka modul yang telah dibuat sehingga menjadi modul yang utuh, kemudian diuji validasi dan revisi. Tahap implementation dilakukan untuk mengimplementasikan modul dan melakukan uji efektivitas terbatas pada sepuluh siswa. Pada tahap evaluation dilakukan penilaian dan refleksi hasil pengembangan modul yang berdasar pada saran validator dan pengguna melalui angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran IPA sekolah dasar berbasis HOTS layak digunakan setelah adanya revisi minor dari para validator. Modul pembelajaran IPA sekolah dasar berbasis HOTS dapat digunakan oleh guru maupun siswa karena memuat materi yang sistematis sesuai kompetensi dasar. Selain itu terdapat materi, tugas, latihan, maupun penilaian. Produk modul tersebut juga dapat membimbing dan memotivasi siswa untuk belajar IPA secara mandiri.
Implementasi model Project Based Learning (PJBL) pada mata kuliah perencanaan pembelajaran dalam merancang modul ajar berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) Isna Amanaturrakhmah
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.18802

Abstract

AbstractThis study aims to guide students in designing teaching modules that support the achievement of higher order thinking skills (HOTS). The methode that used is Classroom Action Research (CAR). The research subjects are the students at 4th semester of primary school teacher education major at STKIP Pangeran Dharma Kusuma Segeran Juntinyuat Indramayu that consists of 35 students that determined by using purposive sampling method. The data collection techniques used were observation and documentation. Then the data were analyzed qualitatively. The results showed that students could carry out learning activities using the Project Based Learning (PjBL) model. 25 out of 35 research subjects succeeded in designing teaching modules based on Higher Order Thinking Skill (HOTS). 7 students develop modules with a scientific thinking skills orientation. 5 students succeeded in developing teaching modules with critical thinking skills orientation. 5 students succeeded in developing teaching modules oriented towards problem solving skills and 8 students succeeded in developing teaching modules oriented towards critical thinking skills. The implementation of the Project Based Learning (PjBL) model provides experiences in meaningful learning for students. In addition to gain theoretical insights, students also gain experience in developing a project of a HOTS-based teaching module. In the future students can develop their abilities in developing teaching modules in research/thesis as a final project. 
Articulate storyline dan powerpoint sebagai media pembelajaran inovatif berbasis ICT untuk meningkatkan keterampilan sosial Gilang Mas Ramadhan; M Furqon Alhadiq
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.19204

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan Modul interaktif pada materi masalah social di lingkungan setempat dalam rangka upaya untuk menstimulus peningkatan keterampilan social pada siswa. Penelitian ini menggunakan model penelitian menurut Plom, yang terdiri dari lima tahap utama, yaitu Prelimenary Investigations, Design, Realization/Contruction, Tes, Evaluation and Revision, dan Implementation. Instrumen penelitian terdiri dari: (1) lembar validasi modul berdasarkan ahli media, (2) ahli materi, (3) lembar validasi tes kemampuan pemahaman siswa, (5) angket respon siswa. Data kevalidan produk dianalisis dengan mengkonversikan skor menjadi data kualitatif dan hasil dari Preetes &Postes. Data kepraktisan terdiri dari data penilaian kepraktisan e-modul melalui angket respon siswa yang dianalisis dengan mengkonversikan skor menjadi data kualitatif skala lima, kemudian ditentukan ditentukan persentase jumlah kepraktisan berdasarkan penilaian absolut. Melalui proses pengembangan telah dihasilkan: (1) Modul interaktif pada materi masalah social di lingkungan setempat (2) instrument tes. Uji coba dilakukan pada kelas IV SD Negeri Nangela Sukabumi. Berdasarkan analisis data uji coba menunjukkan bahwa modul interaktif pada masalah social dilingkungan setemapat. Kriteria kevalidan terlihat dari hasil analisis modul yang memenuhi kriteria sangat valid berdasarkan ahli materi dengan persentase sebesesar 86% dan memenuhi kriteria valid berdasarkan ahli media dengan persentase sebesar 80%. Kriteria kepraktisan terlihat dari analisis respon siswa dengan persentase 85% dan telah memenuhi kriteria praktis. Kriteria keefektifan terlihat dari analisis uji N-Gain dari tes kemampuan pemahaman matematis siswa dimana hasil belajar siswa telah mencapai rata-rata nilai 80 atau berada diatas KKM 75 dengan skor Ngain 0,98 atau 98%
Penerapan permainan tradisonal oray-orayan meningkatkan keterampilan membaca aksara sunda siswa sekolah dasar Ardi Rudianto; Iis Nurasiah; Irna Khaleda Nurmeta
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.19205

Abstract

Budaya Sunda memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dari budaya lain. Aksara sunda merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang berasal dari suku sunda. Aksara sunda sudah dinyatakan sebagai aksara asli yang dilindungi kelangsungannya dan wajib untuk dilestarikan. Setiap siswa sekolah dasar harus sudah bisa membaca aksara sunda. Akan tetapi, banyak dari siswa sekolah dasar saat ini yang tidak mengetahui dan mengerti dengan aksara sunda, sehingga untuk mengenalakan dan melestarikan budaya tersebut di sekolah dasar diajarkan membaca aksara sunda. Aksara Sunda harus dipertahankan, untuk mempertahankan aksara sunda penulis melakukan penelitian untuk mengetahui apakah melalui penerapan permainan tradisonal oray-orayan dapat meningkatkatkan keterampilan membaca aksara sunda. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 3 Ciamhpar Kecamatan Kalibunder Kabupaten Sukabumi kepada 13 orang peserta didik kelas IV. Penelitian telah dilakukan 2 siklus dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur penelitian dimulai dengan perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah soal tes lisan membaca aksara ngalagena, lembar observasi siswa dan lembar obsevasi guru. Hasil dari penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan membaca aksara sunda ngalagena pada siswa kelas IV. Peningkatan dapat terlihat dari hasil tes lisan membaca aksara ngalagena pada aksara sunda di kegiatan prasiklus, siklus 1 dan siklus 2. Hal ini membuktikan bahwa permainan oray-orayan yang diterapkan dalam konsep pembelajaran membaca aksara sunda dapat meningkatkatkan kemampuan siswa dalam membaca akasara sunda. Dan bisa dimanfaatkan sebagai media belajar serta menggunakannya sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan dalam mengeksplorasi potensi yang dimilikinya.
Program ekstrakurikuler pramuka dalam upaya pengembangan karakter mandiri peserta didik di sekolah dasar Nurasiah Nurasiah; Solehuddin Solehuddin; Mamat Supriatna
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i4.19206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara analitis fakta lapangan tentang program ekstrakurikuler pramuka dalam upaya pengembangan karakter mandiri peserta didik di SDN Rengasdengklok Selatan VII. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengambilan Informan dilakukan sesuai dengan subjek permasalahan yang terkandung di dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, wali kelas VI, pembina pramuka dan siswa kelas VI. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Data di analisis dengan langkah-langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan crosscheck. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa program ekstrakurikuler pramuka yang dihasilkan berdasarkan hasil musyawarah gugusdepan.  Program ekstrakurikuler tersebut dilaksanakan melalui kegiatan latihan mingguan, perkemahan di gugusdepan dan kegiatan partisipasi kegiatan diluar gugusdepan baik yang berbentuk lomba maupun non lomba sehingga dapat dapat membentuk karakter mandiri yang sudah sampai pada tahap moral doing tetapi belum tercapai secara maksimal karena  belum semua siswa mempraktikkan nilai karakter mandiri tersebut  di dalam perilakunya sehari-hari, khususnya di sekolah.
Analisis media pembelajaran youtube terhadap keaktifan siswa dan minat belajar PKN di SD Negeri Jurugentong Shabrina Wijaya
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 6 No. 5 (2023)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v6i5.19494

Abstract

Abstrak Pesatnya perkembangan teknologi dan penggunaan internet yang luas, YouTube telah menjadi platform populer untuk berbagai jenis konten, termasuk video pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana YouTube dapat diintegrasikan secara efektif dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pengalaman belajar dalam Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang persepsi guru dan siswa mengenai penggunaan YouTube sebagai alat bantu mengajar. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru kelas V(A), observasi di kelas selama pembelajaran dengan bantuan YouTube, serta penyebaran kuesioner kepada siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YouTube secara signifikan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Selama pembelajaran berbasis YouTube, seluruh 28 siswa di kelas V(A) teramati aktif fokus pada konten video. Sifat interaktif YouTube memfasilitasi sesi tanya jawab yang efektif, mendorong partisipasi siswa dalam diskusi. Selain itu, integrasi YouTube dalam pembelajaran PKN meningkatkan minat belajar siswa. Dalam kuesioner, sebagian besar siswa menunjukkan preferensi positif terhadap penggunaan YouTube sebagai media pembelajaran, menunjukkan antusiasme dan semangat selama sesi pembelajaran berbasis video. Kata Kunci: Teknologi, Media Pembelajaran, Youtube , Keaktifan dan Minat Belajar