cover
Contact Name
Fauziah Hanum Nur Adriyani
Contact Email
fauziahhanum@uhb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fauziahhanum@uhb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Viva Medika: Jurnal Kesehatan, Kebidanan dan Keperawatan
ISSN : 19791034     EISSN : 26561034     DOI : -
Core Subject : Health,
Viva Medika Is a journal that publishes articles or research results relating to health, nursing and midwifery issues. Viva Medika is published by Harapan Bangsa University twice a year (September and February). The mission of the Journal of Viva Medika is to disseminate and discuss scientific writings on midwifery, nursing, and various issues within the scope of health problems. This journal is intended as a medium of communication for lecturers and people who have attention to health, obstetrics, nursing.
Arjuna Subject : -
Articles 571 Documents
STUDI KASUS HAMIL PALSU (PSEUDOCYESIS) Linda Yanti
Viva Medika Vol 10 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.012 KB) | DOI: 10.35960/vm.v10i2.360

Abstract

Kehamilan palsu atau False pregnancy atau pseudocyesis, adalah suatu kondisi yang terjadi dimana seorang wanita merasa hamil padahal secara medis tidak hamil sama sekali. Kehamilan palsu (pseudocyesis) berasal dari bahasa greek yang terdiri dari pseues yang berarti salah/ palsu dan kata kyesis yang berarti kehamilan (Shibab, 2008). Kasus kehamilan palsu atau False pregnancy atau pseudocyesis terjadi pada 6 dari 22000 kehamilan, dan sering terjadi pada wanita usia 20– 40 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikas kehamilan palsu atau pseudocyesis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain yang digunakan adalah fenomenologis. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang mengalami kehamilan palsu (pseudocyesis) menggunakan tehnik acidental sampling, dan diadapatkan 5 partisipan. Dalam penelitian ini setelah semua data terkumpul lalu dibuat transkrip dalam program Nvivo untuk selanjutnya dilakukan analisa, pengkategorian- pengkategorian yang selanjutnya akan menghasilkan tema- tema dan dibuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan berusia 20- 40 tahun, merupakan kehamilan yang dituggu dan pada umumnya pengalaman yang dipeoleh berdasarkan hasil wawancara adalah merasa dirinya hamil, perutnya membesar, senang, ingin hamil, tidak menstruasi dan berat badannya naik. Kata Kunci: Karakteristik, Pengalaman, Hamil Palsu (Pseudocyesis)
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU TERHADAP PIJAT BAYI DI KELURAHAN SIDANEGARA WILAYAH KERJA PUSKESMAS CILACAP TENGAH I TAHUN 2017 TRI BUDIARTI; Sohimah Sohimah; Izza Musyarofah
Viva Medika Vol 10 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.077 KB) | DOI: 10.35960/vm.v10i2.362

Abstract

Growth and development of a baby when at the age of 0-11 month or known golden period is depending on their parent. One of stimulation good growth and development of a baby with baby massage which a lot of benefits. Sidanegara is one of region in Cilacap, Central Java which has 397 of baby with baby massage to care the baby. So that baby massage have many benefit, their parent must have knowledge and attitude to baby massage. The purpose of this studi to know correlation knowledge with attitude of mother’s baby to baby massage in Sidanegara region in Central Cilacap I year 2017. This research is analytic survey with cross sectional desain, which sample is all mother’s baby in Sidanegara 2017 taken with cluster random sampling by 88 responden. The information knowledge and attitude taken with quisioner and the next analized with chi square. The result most of the knowledge is less to baby massage by 41 mother’s baby (46,6%) and most of attitude is support to baby massage by 82 mother’s baby (93,2%). Analized chi square knowledge and attitude with p-value is 0,461. There is no correlation knowledge with attitude of mother’s baby to baby massage. Keywords : Knowledge, Attitude, Mother’s Baby, Baby Massage.
KARAKTERISTIK PENDERITA HIV/AIDS DI KLINIK VCT RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CILACAP TAHUN 2013-2016 Susanti Susanti
Viva Medika Vol 10 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.464 KB) | DOI: 10.35960/vm.v10i2.363

Abstract

Salah satu fokus perhatian pemerintah di bidang kesehatan masyarakat yang cukup menonjol saat ini adalah upaya untuk memutus rantai penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan AIDS. AIDS adalah sindroma berkurangnya daya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. AIDS merupakan salah satu penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) yang sangat ditakuti karena pertambahan kasusnya sangat cepat dan dapat dipastikan akan membawa kematian bagi penderitanya sebab sampai sekarang belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkannya. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan menggunakan desain case series. Penelitian ini dilaksanakan di klinik VCT RSUD Cilacap. Populasi penelitian ini adalah seluruh data penderita HIV/AIDS di Klinik VCT RSUD Cilacap tahun 2010 –2016. Hasil penelitian Karakteristik penderita HIV/AIDS di Klinik VCT RSUD Cilacap berdasarkan umur terbanyak pada umur 25-49 tahun sebesar 74%, berdasarkan jenis kelamin laki – laki sebesar 58.6%, berdasarkan status perkawinan didapatkan data terbanyak pada kategori sudah menikah sebesar 67.1%, berdasarkan transmisi penularannya terbanyak adalah melalui lain – lain sebesar 40.1%, ibu hamil penderita HIV/AIDS terbanyak pada tahun 2016 tebanyak 40.47%.
HUBUNGAN PERSEPSI PERILAKU CARING PEMBIMBING KLINIK DENGAN PERILAKU CARING MAHASISWA KEPERAWATAN STIKES HARAPAN BANGSA PURWOKERTO Tri Sumarni; Reni Dwi Setyaningsih
Viva Medika Vol 10 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.464 KB) | DOI: 10.35960/vm.v10i2.364

Abstract

Perilaku caring merupakan inti dari profesi keperawatan dan dianggap sebagai indikator penting dan dasar bagi pendidikan keperawatan yang berkualitas. Pembentukan dan pemeliharaan perilaku caring penting untuk dibentuk saat pembelajaran di bangku perkuliahan. Faktor yang mempengaruhi konsep diri mahasiswa adalah role model dari perilaku caring. Interaksi caring antara mahasiswa dengan dosen/ pembimbing klinik menjadi dasar caring ke pasien. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan persepsi perilaku caring pembimbing klinik dengan perilaku caring mahasiswa keperawatan. Jenis penelitian ini adalah observasi kuantitatif dengan desain cross sectional dengan menggunakan sampel sebanyak 306 mahasiswa Keperawatan yang sudah pernah menjalani praktik klinik keperawatan di rumah sakit. Pengambilan sampel dengan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis univariat dilakukan dengan menyajikan hasil penelitian tiap variabel dengan tekstular, tabular dan grafikal. Analisis bivariat untuk menguji hipotesis antara variabel bebas dan terikat dengan spearman. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata untuk perilaku caring adalah 112,9 dengan standar deviasi (SD) 13,91 untuk persepsi tentang caring pembimbing klinik adalah 82,79 dengan SD 12,86. Persepsi perilaku caring pembimbing klinik tidak berhubungan dengan perilaku caring mahasiswa (p value 0,633). Keywords: Persepsi, Perilaku Caring Mahasiswa Keperawatan, Pembimbing Klinik
PENGARUH PEMBERIAN KONSELING FARMASIS DENGAN ALAT BANTU TERHADAP KEPATUHAN DAN OUTCOME KLINIK PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 ANGGOTA PROLANIS DI PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA Peppy Octaviani
Viva Medika Vol 10 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.436 KB) | DOI: 10.35960/vm.v10i2.370

Abstract

Konseling merupakan suatu bentuk intervensi farmasis dalam penggunaan obat terbukti dapat meningkatkan kepatuhan penggunaan obat serta mengoptimalkan hasil terapi. Jumlah responden dalam penelitian ini berjumlah 149 orang terbagi menjadi 74 pasien kelompok kontrol dan 75 pasien kelompok intervensi. Penelitian dilakukan di Puskesmas Purwokerto Utara selama bulan Juni hingga Agustus 2017. Karakteristik pasien didominasi umur diatas 45 tahun serta tingkat pendidikan rendah (SD danSMP), menengah (SMA) dan tinggi (diplomasi dan sarjana). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian konseling farmasis terhadap tingkat kepatuhan penggunaan obat serta hasil terapi pasien DM tipe 2 di puskesmas, terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan dan hasil terapi, serta terdapat hubungan antara sosiodemografi yaitu umur dan tingkat kepatuhan dengan nilai p<0,05. Kata Kunci: Konseling, Kepatuhan, Diabetes Mellitus, Puskesmas
HUBUNGAN KETEPATAN WAKTU KONSUMSI TABLET BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL TM III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PRINGSEWU LAMPUNG Apri Sulistianingsih; Desi Ari Madiyanti
Viva Medika Vol 10 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.413 KB) | DOI: 10.35960/vm.v10i2.371

Abstract

Iron deficiency anemia is the health problem in Indonesia, prevalence of anemia in pregnant still about 37,8%, this incident is still very high comparet from Malaysia and Singapore. Based on the result obtained for the pre survey in pringsewu anemia in pregnant women reach 44,4%. the purpose of this research, to determine the relationship the accuracy of an iron tablet consumption with incidence of anemia in Puskesmas Pringsewu. This type of research is carried out by analytic survey with cross sectional approach, sampling technique is random sampling. From sample that met the criteria obtained 95 pregnant women, from 95 pregnant woment 58 which taking iron tablet righ, and 37 not righ.and from 95 pregnant women the 67 people not experience anemia and the 28 people experience of anemia. Statistical test with chi square test obtained p value =0,000 less than α=0,005, The meaning there is determinan dringking accuracy relationship with incident anemia. With the value Odds Ratio = O.136.so, the prengnant women the right to comsume iron tablets have a risk 0,136 times smaller than the improrer taking iron tablet to anemic. The conclusion shows that pregnant women consume iron tablet has many appropriate as recommended by health professionals, thus for health workers counseling on iron tablets should still be submitted to the ANC pregnant women
PENGARUH 3 JAM PERTAMA PEMBERIAN ORALIT 200 TERHADAP LAMA PERAWATAN BAYI DENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI RINGAN-SEDANG Puji Indriyani; Yuniar Deddy Kurniawan
Viva Medika Vol 10 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.904 KB) | DOI: 10.35960/vm.v10i2.374

Abstract

Penanganan anak dengan diare telah ditetapkan oleh WHO yaitu dengan pemberian cairan rehidrasi oral atau yang disebut dengan oralit. Oralit yang telah direkomendasikan adalah oralit 200 dengan kandungan osmolaritas rendah yaitu 245 mOsm/L. Kapan dan berapa pemberian oralit yang harus diberikan belum banyak diketahui oleh masyarakat, sehingga anak yang dibawa ke rumah sakit sudah mengalami komplikasi dehidrasi baik dehidrasi ringan, sedang maupun berat. Pengaruh komplikasi yang terjadi dan penatalaksanaan yang kurang tepat tentunya akan berdampak pada lamanya perawatan anak di rumah sakit. Oleh karena itu penelitian ini ingin mengetahui pengaruh 3 jam pertama pemberian oralit 200 terhadap lamanya perawatan pada bayi dengan diare akut dehidrasi ringan- sedang. Penelitian ini dilakukan dengan pemberian oralit 200 selama 3 jam pertama pada bayi dengan diare akut dehidrasi ringan-sedang dan dibandingkan dengan kelompok kontrol yang sesuai standar dari rumah sakit yaitu dengan pemberian terapi infus melalui intrvena. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh 3 jam pertama pemberian oralit 200 terhadap lama perawatan anak usia 6-12 bulan dengan diare akut dengan dehidrasi ringan-sedang di RSUD Goeteng Tarunadibrata Purbalingga. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen post test only control group yang terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok pemberian 3 jamp pertama larutan oralit 200 (15 responden), dan kelompok kontrol dengan pemberian cairan infus langsung (15 responden). Hasil analisis uji statistik menunjukkan bahwa pengaruh 3 jam pemberian oralit 200 pada bayi dengan kelompok kontrol terhadap lama perawatan menunjukkan tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap lama perawatan dengan p value = 0,051 dengan α < 0,05, namun berdasarkan penghitungan rerata lama perawatan pada bayi dengan diare akut dehidrasi ringan-sedang yang diberikan oralit 200 pada 3 jam pertama perawatan adalah 2,67 hari dan pada kelompok kontrol rerata lama perawatan adalah 3,67 hari. Selisih satu hari perawatan dapat mengurangi jumlah biaya yang dikeluarkan orang tua.. Kata Kunci: Bayi, Diare akut dehidrasi ringan-sedang, oralit 200, lama perawatan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP HIPERTENSI PADA USIA PRODUKTIF DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUMANDA KECAMATAN PUGUNG KABUPATEN TANGGAMUS nur hasanah nur hasanah; eti ardiani ardiani
Viva Medika Vol 10 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.765 KB) | DOI: 10.35960/vm.v10i2.375

Abstract

Hypertension can affect all ages including the age of production. There are 600 million people with hypertension worldwide or 1 in 3 adults suffering from hypertension. One of the causes is poor lifestyle such as rarely exercising, stress and unhealthy eating patterns. The purpose of the study to know the factors that affect the incidence of hypertension in productive age in the working area of ​​Puskesmas Sumanda. This research uses analytic survey method with cross sectional study approach. The population in this study is 642 people of productive age. Based on the sampling technique using purposive sampling, the sample of 87 respondents was obtained. This study used univariate, bivariate and multivariate analysis. The result of statistical test using chi square shows. The existence of relationship of age with incidence of hypertension at productive age (ρ value = 0,014): there is relation of sex with incidence of hypertension at productive age (ρ value = 0,004), there is relationship of sport behavior with hypertension occurrence at productive age (ρ value = 0,002) , there is a relationship of stress with the incidence of hypertension in the productive age (ρ value = 0.020). There is a relationship of sodium consumption with the incidence of hypertension at the productive age (ρ value = 0.010). There is no relationship of fat consumption with the incidence of hypertension in productive age (ρ value = 0.068). The result of multiple logistic regression test shows that sport factor has the most influential risk (POR = 17,73) with the happening of hypertension. Conclusion: Factors of age, sex, exercise behavior, stress, sodium consumption is a factor that affects the incidence of hypertension. Keywords: factors, hypetension, Productive age Reference: 43 (2010 - 2016)
HUBUNGAN JENIS KELAMIN DENGAN SIKAP TERHADAP SEKS BEBAS REMAJA Widyoningsih Widyoningsih; Sutarno Sutarno
Viva Medika Vol 10 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.611 KB) | DOI: 10.35960/vm.v10i2.384

Abstract

Dampak pergaulan bebas remaja mengantarkan pada kegiatan tuna sosial di masyarakat. Hasil penelitian Banun dan Setyorogo (2013) menyatakan bahwa 55,2% remaja memiliki perilaku berisiko seks bebas. Perilaku berisiko seks bebas ini dapat berdampak kepada Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). KTD pada remaja memiliki dampak yang sangat serius bagi remaja itu sendiri, berupa dampak biologis, psikologis maupun sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan jenis kelamin dengan sikap terhadap seks bebas. Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah remaja SMA dan SMK SR. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah cluster random sampling. Jumlah sampel 30 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa sikap remaja tentang seks bebas paling banyak berada pada kategori sikap positif 53% dan sikap negatif 47%. Sedangkan berdasarkan jenis kelamin diperoleh data: laki-laki 63% dan perempuan 37%. Analisis data menggunakan Chi square, ditemukan nilai α = 0,520. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan sikap terhadap perilaku seks bebas remaja.
HUBUNGAN FAKTOR DEMOGRAFI DAN PERILAKU SEKSUAL TERHADAP KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA WANITA PEKERJA SEKS Yuli Fitriasih; Yuli Fitriasih; Nurhalim Shahib; farid Husin
Viva Medika Vol 11 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.347 KB) | DOI: 10.35960/vm.v10i1.388

Abstract

Abstract Sexually transmitted infections are infections that can be spread through vaginal, anal or oral. Female sex workers particularly at risk for sexually transmitted infections. Preliminary studies in Cilacap district STI clinic in 2011 showed that the incidence of sexually transmitted infections is still quite high (60.81%). Complex causal factors cause the difficulty of breaking the chain of IMS. This study aims to analyze the relationship between demographic factors and high-risk sexual behavior of high risk on the incidence of sexually transmitted infections and the risk factors on the incidence of sexually transmitted infections in female sex workers. Analytic survey research through case-control study (case-control) with a total sampling on 70 female sex workers in brothels Slarang conducted during the month of November 2013. Questionnaire as a means of collecting research data. Univariate analysis to determine the frequency distribution of incidence of STIs. Bivariate analysis using contingency coefficient test. Multivariate analysis using logistic regression. The results showed that there is a significant association between the incidence of STIs in high- risk demographic factors with r value (0.239) and p-value (0.040), there is a significant association between the incidence of STIs in high- risk sexual behavior factors with values ​​of r (0.307; 0.230) and the p-value ( 0.007; 0.048) respectively. Multivariate analysis showed that condom use is not routine is that most risk factors on the incidence of sexually transmitted infections in female sex workers with OR value 5.835. Conclusions of the study: female sex workers who do not regularly use condoms have 5.835 times greater risk for sexually transmitted infections. A total of 65% the proportion of female sex workers suffer preventable sexually transmitted infection, if condom use. Keywords : female sex workers, demographic factors, sexual behavior factors, sexually transmitted infections