cover
Contact Name
Suciati
Contact Email
psuciati@ecampus.ut.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp-ut@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 14111942     EISSN : 24433586     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Terbuka. Jurnal ini memuat artikel yang ditulis berdasarkan hasil penelitian dan analisis konseptual mencakup berbagai dimensi pendidikan, seperti kurikulum, pembelajaran, evaluasi, manajemen, kualitas Pendidikan, dan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi, dalam berbagai jenjang pendidikan dan modus penyampaian pembelajaran
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
MENCARI FILOSOFI DI DUNIA KONTEMPORER DAN DI LINGKUNGAN AKADEMIS: SEBUAH OPINI Dodi Sukmayadi
Jurnal Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2010)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v11i2.563.2010

Abstract

This paper posits an opinion that the state of philosophy in contemporary world including in academic milieu is quiet unsatisfying in terms of how it is formulated and perceived. Though only lightly touched here and there, similar situation happens in Indonesia. Philosophy has been notoriously accused of corrupting young generations, of continuously irritating establishments, or at best leaves the world unchanged. Con-sidering that even music, for example, which satisfies only a few human sense, could have such enormous effect to human life, philosophy which claims to cover all traces of human existence could basically do something much much more, rather than simply uninfluencial or harming humanity. By elucidating initial and a little further meaning of philosophy, this paper try to build a foundation for such claim. In between such elucidation, it is briefly mentioned certain reasons why philosophy has been, is and will exist as long as human being exist. All in all, however, this article is only a beginning or at least the first part to explain the existensial nature of philosophy. A further article is needed to expound that.
PROFIL KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI SD NEGERI Triyono, Triyono
Jurnal Pendidikan Vol 15 No 2 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the results of peer and student assessment of the performance of physical education teachers (Penjas) Elementary School in Purworejo, Banyuurip and Kutoarjo associated with pedagogical, professional, personal and social. This article only discusses the pedagogical competence of the physical education teacher. The study design was a survey with data collection by distributing questionnaires to colleagues and students. The population is the entire physical education teacher at the elementary school in the area Purworejo, Banyuurip and Kutoarjo with a sample of 200 teachers were taken by random sampling technique. Questionnaires were returned as many as 164 copies. The collected data were then analyzed by using percentages to facilitate exposure and describe in narrative. The results showed that most of the peers judge that pedagogical competence of teachers in elementary schools in Region Penjas Purworejo, Banyuurip and Kutoarjo is good (88%) or very good (29.2%). While students assess their pedagogical competence Penjas teachers with excellent 33.9%, 16.8% good and 14.8% is good enough. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penilaian teman sejawat dan siswa terhadap kinerja guru pendidikan jasmani (Penjas) SD Negeri di Kabupaten Purworejo, Banyuurip dan Kutoarjo terkait dengan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial. Artikel ini hanya membahas kompetensi pedagogik dari guru penjas. Desain penelitian adalah survey dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada teman sejawat dan siswa. Populasi adalah seluruh guru penjas di SD di Wilayah Purworejo, Banyuurip dan Kutoarjo dengan sampel sebanyak 200 guru yang diambil dengan teknik random sampling. Kuesioner yang kembali sebanyak 164 eksemplar. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik persentase untuk memudahkan pemaparan dan mendeskripsikannya secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir sebagian besar teman sejawat menilai bahwa kompetensi pedagogik guru Penjas di SD di Wilayah Purworejo, Banyuurip dan Kutoarjo sudah baik (88%) atau sangat baik (29,2%). Siswa menilai kompetensi pedagogik guru Penjas mereka dengan sangat baik 33,9%, baik 16,8% dan cukup baik 14,8 %.
PENGARUH METODE PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP MOTIVASI, KESIAPAN DAN HASIL BELAJAR Dina Martha Fitri; Srihartati P Pandi
Jurnal Pendidikan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.125 KB) | DOI: 10.33830/jp.v19i1.141.2018

Abstract

The purpose of this research is to investigate the effect of problem based learning (PBL) method on motivation readiness and learning outcomes.The research employs quasi experimental design “On Group Pretest-Postest Design”. The total population is 70 students, and the samples selected is18 respondent. The sampling technique employed is non probability sampling. The results of analysis using Wilxocon Matched Pair indicates that there is significant influence of PBL on the dependent variables, with the p-value for learning motivation, p = 0,000, study readiness, p = 0,001 and learning outcomes p = 0,001. The findings confirm that problem based learning (PBL) method has significant effects on motivation study, readiness and learning outcomes, which implies that this methods can be employed for effective teaching learning. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh metode Problem Based Learning (PBL) terhadap motivasi, kesiapan dan hasil belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen (quasi eksperimental design) dengan rancangan “One Group Pretest-Posttes Design”. Jumlah populasi 70 mahasiswa dan sampel yang diambil sebanyak 18 responden. Teknik pengambilan sample dengan Non probability Sampling jenis purposive sampling. Hasil pengolahan data uji Wilcoxon Matched Pair menyatakan bahwa terdapat pengaruh dengan nilai p-value dari masing-masing variabel yaitu motivasi belajar p =0,000, kesiapan belajar p = 0,001 dan hasil belajar p = 0,001. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwaterdapat pengaruh signifikan penggunaan metode problem based learning (PBL) terhadap motivasi, kesiapan dan hasil. Dengan demikian metode problem based learning ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam upaya menghasilkan pembelajaran yang efektif.
RUANG BACA VIRTUAL (RBV) DAN BAHAN AJAR (BA) DIGITAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN JARAK JAUH Herwati Dwi Utami; Yanti Hermawati
Jurnal Pendidikan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.382 KB) | DOI: 10.33830/jp.v19i1.143.2018

Abstract

Virtual Reading Room (RBV) and Digital Learning Materials (BA Digital) are forms of learning service provided by Universitas Terbuka (UT). RBV and BA digital are digitizations of the Main Material Book (BMP) developed to help students read modules through the internet network. The existence of RBV and BA digital is expected to assist the students learning process, independently, even for students living in remote area. This study describes the benefits, as well as the limitations of RBV and BA digital according to students perspective from 17 regional office (UPBJJ-UT) in Indonesia and overseas. This study is written using quantitative descriptive approach. The findings shows that 99% of respondents are aware of the existence of RBV and BA digital. Half of the respondents are aware of these two digital teaching materials from UT's website. The 53% respondents studied RBV and BA digital for less than 30 minutes, and more than sixty percent of the respondents accessed and used it during the tutorials. Ruang Baca Virtual (RBV) dan BA digital merupakan salah satu bentuk layanan belajar yang disediakan oleh Universitas Terbuka (UT). RBV dan BA digital merupakan digitalisasi dari Buku Materi Pokok (BMP) yang dikembangkan untuk membantu mahasiswa membaca modul melalui jaringan internet. Dengan adanya RBV dan BA digital diharapkan dapat membantu proses pembelajaran secara mandiri dan jarak jauh bagi mahasiswa UT. Artikel ini akan memaparkan tentang manfaat RBV dan BA digital dalam perspektif mahasiswa pada 17 UPBJJ-UT (Indonesia dan Luar Negri), sehingga dapat diketahui kelebihan dan kelemahannya. Artikel ini ditulis berdasarkan hasil penelitian dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan data yang yang diperoleh diketahui bahwa 99% responden telah mengetahui adanya RBV dan BA digital. Setengah dari jumlah responden mengetahui kedua bahan ajar digital tersebut dari laman website UT. Sebanyak 53% responden mempelajari RBV dan BA digital selama kurang dari 30 menit, dan lebih dari 60 persen responden mengaksesnya saat tutorial.
STUDI KASUS PERSEPSI DAN KOMITMEN GURU TERHADAP AKREDITASI SEKOLAH XYZ DI DEPOK, JAWA BARAT Vallyrina Trysia
Jurnal Pendidikan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.268 KB) | DOI: 10.33830/jp.v19i1.146.2018

Abstract

School accreditation from the government is an evaluation that must be passed by every unit of education in Indonesia based on the standards set by the Badan Akreditasi Nasional/Madrasah. School accreditation is not just a requirement that must be met just for formality, but it is an effort to improve school quality. However, the large number of administrative documents that must be completed by schools for accreditation plus the number of teachers’ workloads resulted in teachers viewing school accreditation as an additional work burden. The purpose of this research is to analyze teacher's perception and commitment to the accreditation of XYZ School in Depok, West Java as well as obstacles experienced during accreditation. This is the focus of research because teachers' perceptions and commitments are keys to realize a smooth accreditation process with satisfactory results. This research use qualitative descriptive approach. Data collection was done by interview method to two school principals and 12 teachers of XYZ School, supported by questionnaire. The results showed that teachers' perceptions of school accreditation is fairly good, but commitment to accreditation were moderate. The constraints experienced by teachers in accreditation were also considered moderate. Akreditasi sekolah dari pemerintah merupakan evaluasi yang harus dilalui tiap satuan pendidikan di Indonesia berdasarkan standar yang ditetapkan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah. Akreditasi sekolah ini bukanlah sekedar persyaratan yang harus dipenuhi tanpa tujuan, tetapi merupakan suatu upaya meningkatkan kualitas sekolah. Di sisi lain, banyaknya dokumen administratif yang harus dilengkapi sekolah untuk akreditasi ditambah banyaknya load kerja guru mengakibatkan guru memandang akreditasi sekolah hanya sebagai beban pekerjaan tambahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi dan komitmen guru, terhadap akreditasi Sekolah XYZ di Depok, Jawa Barat beserta kendala yang dialami selama akreditasi. Hal ini menjadi fokus penelitian dikarenakan persepsi dan komitmen guru menjadi kunci yang sangat penting bagi pihak Sekolah XYZ untuk mewujudkan proses akreditasi yang lancar dengan hasil yang memuaskan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara kepada 2 orang kepala sekolah dan 12 orang guru Sekolah XYZ yang didukung dengan kuesioner. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi guru terhadap akreditasi sekolah termasuk cukup baik, tetapi dan komitmen guru tergolong sedang. Sedangkan kendala yang dialami guru dalam akreditasi juga dinilai sedang.
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI PELAYANAN PUBLIK (PUBLIC SERVICE MOTIVATION) GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI KECAMATAN PARUNGKUDA - SUKABUMI Suanah Suanah; Gorky Sembiring; Yufiarti Yufiarti
Jurnal Pendidikan Vol. 19 No. 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.915 KB) | DOI: 10.33830/jp.v19i1.148.2018

Abstract

The purpose of this study is to measure the extent to which teachers and education personnel have the motivation of public services and to determine the factors that become obstacles and drivers for teachers and education personnel to implement values ​​in the motivation of public services. The sample of respondents was determined as many as 22 people who were distributed into 6 schools. Data collection methods were carried out by direct observation in schools, interviews with respondents and through field surveys with questionnaires. Data processing using SPSS software and statistical analysis is done by testing the research hypothesis to examine the relationship between variables and solve research problems. The results of the study are based on hypothesis testing, namely that there is an effect of mentality on service motivation while performance has no effect on service motivation. Simultaneously mentality and performance affect the motivation of public services by 62.0%. The factor that is driving the implementation of values ​​in the motivation of public services is the level of teacher education, personality, dedication, ability and discipline, while the inhibiting factor comes from internal factors that come from within the teacher itself. Guru dan tenaga kependidikan sebagai penyelenggara pendidikan bagi masyarakat mempunyai norma, etika dan peraturan yang mendasari perilaku mereka. Dalam praktek, masyarakat dapat melihat perilaku guru yang beragam, ada yang secara konsisten melaksanakan tugas-tugas pendidikan dengan bertanggungjawab dan berkualitas, namun ada pula yang melenceng dari norma sebagai pendidik. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengukur sejauh mana guru dan tenaga kependidikan memiliki motivasi layanan publik dan untuk menentukan faktor yang menjadi penghambat dan pendorong bagi guru dan tenaga kependidikan untuk melaksanakan nilai-nilai dalam motivasi layanan publik. Sampel responden ditentukan sebanyak 22 orang yang terdistribusi ke dalam 6 sekolah. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan pengamatan langsung di sekolah, wawancara dengan responden dan melalui survei lapangan dengan kuesioner. Pengolahan data menggunakan software SPSS dan analisis statistik dilakukan dengan menguji hipotesis penelitian untuk mengkaji hubungan antara variabel dan memecahkan permasalahan penelitian. Hasil penelitian berdasarkan pengujian hipotesa yaitu terdapat pengaruh mentalitas terhadap motivasi pelayanan sedangkan kinerja tidak terdapat pengaruhterhadap motivasi pelayanan. Secara simultan mentalitas dan kinerja berpengaruh terhadap motivasi layanan publik sebesar 62,0 %. Faktor yang menjadi pendorong untuk melaksanakan nilai-nilai dalam motivasi layanan publik yaitu tingkat pendidikan guru, kepribadian, dedikasi, kemampuan dan kedisiplinan, sedangkan faktor penghambat berasal dari faktor internal yang berasal dari dalam guru itu sendiri.
EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH: STUDI KASUS PADA SEKOLAH INTERNASIONAL X DI BALI Jeanny Novita Sidupa
Jurnal Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.29 KB) | DOI: 10.33830/jp.v19i2.168.2018

Abstract

Improving the educational quality can be done not only through improvements on instructional process such as curriculum, learning methods, the quality of teachers or educational facilities but also through principal leadership as the principal is directly related to the implementation of the school program. Data collection techniques used was interview, and documentation. The survey method is carried out only as an affirmation and supporting data. The research was conducted using qualitative descriptive approach. Moreover, to assure the validity of research, the data was tested through triangulation method. Based on the research findings, it was concluded that the hindrances on the effectiveness of principal leaders was caused by the absence of superintendents’ support in providing organizational structure, system and program which focused on school’s vision and mission. That being said, it was suggested that superintendent as a policy maker to put an effort to develop coordination and collaboration with all the stake holders as it will establish the school’s direction and foster a strong commitment in meeting those goals. Kualitas mutu sumber daya manusia salah satunya ditentukan oleh kualitas mutu pendidikan.Untuk meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya dapat dilakukan melalui perbaikan proses pembelajaran seperti kurikulum, metode pembelajaran, perbaikan kualitas guru atau sarana pendidikan tetapi juga melalui kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan sekolah karena kepala sekolah berhubungan langsung dengan pelaksanaan program sekolah. Penelitian ini membahas mengenai pelaksanaan kepemimpinan kepala sekolah X di pulau Bali. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan pengamatan wawancara, dan dokumentasi. Metode survey dilakukan hanya sebagai penegasan dan data pendukung. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian dan kesimpulan. Pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa kendala-kendala yang dihadapi kepala sekolah dalam menjalankan kepemimpinannya adalah kurangnya dukungan dari pihak yayasan sekolah dalam menciptakan standar, sistem dan program yang berorientasi pada visi, misi dan tujuan sekolah. Untuk itu yayasan sebagai pembuat kebijakan hendaknya melakukan koordinasi dan kolaborasi yang baik dengan seluruh warga sekolah sehingga dapat menentukkan arah kebijakan dan menumbuhkan komitmen yang kuat dalam pemenuhan tujuan sekolah.
PENGEMBANGAN KREATIVITAS INOVATIF MELALUI PEMBELAJARAN DIGITAL Suciati Suciati
Jurnal Pendidikan Vol. 19 No. 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.473 KB) | DOI: 10.33830/jp.v19i2.181.2018

Abstract

Digital learning is a current mode of education today, triggered by the rapid development of information and communication technology in the era of Industrial Revolution 4.0. This mode of learning has the capacity to develop the potential and abilities of students, not only in knowledge but also in life skills, especially in terms of innovative creativity which is an important capital in the era of 21st Century. This article discusses the concept of digital learning, readiness for usage, and its role in developing students' innovative creativity. Pembelajaran digital merupakan modus pendidikan masa kini yang dipengaruhi oleh perkembangan pesat teknologi komunikasi dan informasi pada era Industrial Revolution 4.0. Modus ini mempunyai potensi untuk mengembangkan potensi dan kemampuan anak didik bukan saja dalam hal pengetahuan tetapi juga dalam life skills, khususnya dalam hal kreativitas inovatif yang menjadi modal penting dalam kehidupan era Abad 21. Artikel ini membahas tentang pengertian pembelajaran digital serta kesiapan untuk menggunakan, dan perannya dalam pengembangan kreativitas inovatif mahasiswa.
PENGARUH PEMAHAMAN NILAI DASAR ‘ANEKA’ TERHADAP PEMBENTUKAN SIKAP PESERTA LATSAR CPNS PADA BALAI DIKLAT KEUANGAN MALANG Achmat Subekan; Azwar Iskandar
Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.294 KB) | DOI: 10.33830/jp.v20i2.224.2019

Abstract

The purpose of this research is to know the effect of the understanding of five fundamental subjects of basic training on attitude of partisipants in conducting their task and function as public servant. The subjects are accountability, nationalism, public ethics, commitment to quality, and anti-corruption (ANEKA). This research also want to know which subject that have biggest effect on participant’s attitude. This research use random sampling technique and multiple regression analysis. Data was collected by questionnaire. This research find that the five subjects of training have positive and significant effect on participant’s attitude simultanously. In partially, each of five subjects have different effect (coefficient). Nationalism, public ethics, commitment to quality, and anti-corruption have positive and significant effect. While subject of accountability has negative effect, but not significant. The subject of commitment to quality gives the strongest effect on building and developing participant’s attitude as public servants. The recommendation, the five subjects are need tougth in basic training. Specially, for subject of accountability have to developed again so give positive and significant effect. The developing are about curriculum, substance of subject, and model or method lecturing used. Moreover, the subject of nationalism, public ethics, commitment to quality, and anti-corruption have to tought regularly. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman materi pembelajaran lima nilai dasar (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi) terhadap sikap peserta pelatihan dalam mengemban fungsi dan tugas. Selain itu, penelitian ini juga hendak mengetahui pemahaman materi dasar mana yang memberikan pengaruh terbesar terhadap sikap peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS. Dengan menggunakan teknik random sampling dan Regresi Linier Berganda melalui instrumen penelitian berupa kuesioner, penelitian ini menemukan bahwa pemahaman materi nilai dasar (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi) secara simultan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pembentukan sikap peserta Latsar. Sementara itu, secara parsial, kelimanya memiliki besaran pengaruh (koefisien) yang berbeda-beda. Di antara kelimanya, hanya pemahaman akan materi akuntabilitas yang memiliki pengaruh negatif, tetapi tidak signifikan, sedangkan empat variabel bebas lainnya memiliki pengaruh yang positif dan signifikan. Materi Komitmen Mutu memberikan pengaruh paling besar terhadap pembentukan dan penguatan sikap peserta dalam melaksanakan tugas/fungsi sebagai PNS. Rekomendasi yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah bahwa mata pelajaran Akuntabilitas perlu dilakukan perbaikan sehingga memberikan pengaruh yang positif dan signifikan dalam mendukung pembentukan dan penguatan sikap peserta Latsar. Perbaikan tersebut perlu dilakukan baik terhadap kurikulum, substansi materi, maupun model atau metode pembelajaran yang digunakannya. Selain itu, mata pelajaran nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan antikorupsi perlu dipertahankan dan terus dikembangkan model pembelajarannya sehingga dapat memberikan pengaruh yang lebih besar dalam membangun sikap peserta Latsar.
EVALUASI DIKLAT ASN MODEL KIRKPATRICK (STUDI KASUS PELATIHAN EFFECTIVE NEGOTIATION SKILL BALAI DIKLAT KEUANGAN MAKASSAR) Azwar Iskandar
Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.561 KB) | DOI: 10.33830/jp.v20i1.229.2019

Abstract

This research was conducted with the aim of: (i) evaluating the trainees’s satisfaction on trainers and training performance; (ii) evaluating the implementation of training results in their work units; (iii) evaluating the impact of training on trainee’s and/or unit performance; and (iv) identifying the constraints that hinders the training results to support the improvement of alumni competency and performance. Kirkpatrick's Evaluation Model was employed, and data was collected using questionnaires and interviews as well as descriptive statistical analysis techniques. The findings reveals that; (i) the overall aspects of training implementation were considered ‘very good’ by the participants, even though did not yet meet their level of expectation. The teacher however, indicates that the overall aspects of training have been able to meet the expectations of participants; (ii) the Effective Negotiation Skills training improved alumni competency after returning to work. This can be seen from the average value of the total perceptions of alumni respondents related to changes in competence after participating in training as much as 8.34 (on a scale of 1-10). Paired sample t-test analysis also showed a significant influence indicating improvement of alumni competency, especially in negotiating with the stakeholders; (iii) the results of training significantly have positive impacts on trainee’s and/or unit performance. This can be seen from the average total of alumni perception on impacts of 4.12 (high) in scale of 1-5 where 1 is very low and 5 is very high) scale. Majority of alumni feel that its positive impacts indicated by increasing of negotiation capability to stakeholders; (iv) The biggest obstacle experienced by alumni in applying knowledge obtained from the training in the workplace is different language, culture, and character, which posed difficulty for them to negotiate and communicate work unit tasks and target performance. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (i) mengevaluasi kepuasan peserta diklat terhadap pengajar dan penyelenggaraan diklat; (ii) mengevaluasi implementasi hasil diklat setelah kembali ke unit kerja; (iii) mengevaluasi dampak hasil diklat dalam meningkatkan kinerja alumni diklat dan/atau unit kerja; dan (iv) mengidentifikasi kendala yang menghambat penerapan hasil pelatihan. Model Evaluasi Kirkpatrick digunakan dalam penelitian ini, dan data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara serta teknik analisis statistik deskriptif. Temuan mengungkapkan bahwa (i) keseluruhan aspek evaluasi penyelenggaraan dinilai oleh peserta dengan kategori Sangat Baik meskipun belum dapat memenuhi tingkat harapan dari peserta yang ditunjukkan dengan angka rata-rata di bawah 100%. Di sisi lain, keseluruhan aspek evaluasi pengajar telah dapat memenuhi harapan dari peserta; (ii) pelatihan mampu meningkatkan kompetensi alumni dalam mendukung pekerjaan alumni setelah kembali ke unit kerja. Hal ini terlihat dari nilai rata-rata total persepsi responden alumni terkait perubahan kompetensi setelah mengikuti diklat sebesar 8,34 (dari skala 1-10). Hasil uji-t berpasangan menunjukkan hal yang sama bahwa program pelatihanyang dilakukan berhasil dan memiliki pengaruh yang signifikan dalam peningkatan kompetensi alumni; (iii) hasil pelatihan memberikan dampak terhadap kinerja alumni dan/atau unit kerja alumni dengan nilai rata-rata tingkat dampak positif bagi kinerja individu dan/atau unit kerja dengan kategori tinggi; (iv) kendala terbesar yang dialami oleh alumni dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari pelatihan di tempat kerja adalah perbedaan bahasa, budaya, dan karakter, yang menimbulkan kesulitan ketika melakukan negosiasi dan komunikasi tentang tugas dan target kinerja unit.