cover
Contact Name
Suciati
Contact Email
psuciati@ecampus.ut.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp-ut@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 14111942     EISSN : 24433586     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Terbuka. Jurnal ini memuat artikel yang ditulis berdasarkan hasil penelitian dan analisis konseptual mencakup berbagai dimensi pendidikan, seperti kurikulum, pembelajaran, evaluasi, manajemen, kualitas Pendidikan, dan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi, dalam berbagai jenjang pendidikan dan modus penyampaian pembelajaran
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA MAHASISWA BERBASIS HIGH ORDER THINKING SKILLS PADA MATAKULIAH MATEMATIKA DI UNIVERSITAS TERBUKA Tri Dyah Prastiti; Sri Tresnaningsih; Dina Thaib
Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.609 KB) | DOI: 10.33830/jp.v20i1.231.2019

Abstract

Mathematical thinking is divided into lower-order thinking skills (LOTS) and higher-order thinking skills (HOTS). The LOTS is consisted of recall thinking and basic thinking, while HOTS required a more complex thinking abilities such as critical thinking and creative thinking. This research is aimed to develop a valid, effective, and practical HOTS-based worksheet for S-1 PGSD students who took Mathematics course in Universitas Terbuka. The application of HOTS-based worksheet is expected to be able to improve students’ learning motivation, as well as their ability in thinking critically and creatively in solving mathematical problems. The research is a developmental research, and the obtained data were analyzed descriptively. The subjects of this research were 72 students of S-1 PGSD program Universitas Terbuka Surabaya who took Mathematics (PDGK4108) course. The results showed that the developed HOTS-based worksheet fulfils the validity, practical, and effective criteria to improve students’ learning motivation, which can be seen that 77% of students (56 students) felt encouraged and motivated to think critically and creatively, 72% of students (52 students) showed the ability to solve problem based questions. Furthermore, 78% of the students (41 students) achieved 75 out of 100 score or more. It can be concluded that the application of the developed HOTS-based worksheet is suitable in teaching Mathematics. Kemampuan berpikir dalam matematika dibagi atas kemampuan berpikir tingkat rendah (low order thinking skills disingkat LOTS) dan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skills disingkat HOTS). Berpikir yang tergolong LOTS meliputi berpikir memanggil (recall thinking), dan berpikir dasar (basic thinking),sedangkan yang tergolong HOTS meliputi berpikir kritis (critical thinking) dan berpikir kreatif (creative thinking). Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKM (lembar kerja mahasiswa) berbasis HOTS pada matakuliah Matematika di program S-1 PGSD UT yang valid, efektif dan praktis. Pendekatan tutorial dengan menggunakan LKM HOTS ini, diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal-soal matematika sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan (developmental research) dan deskriptif. Subjek penelitian sebanyak 72 mahasiswa program S1 PGSD UPBJJ UT Surabaya yang mengambil mata kuliah Matematika (PDGK4108). Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKM berbasis HOTS yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis danefektif, untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa, ditunjukkan oleh 77% (56 mahasiswa) yang merasa tertantang dan termotivasi untuk berpikir tingkat tinggi (kritis, dan kreatif), 72% (52 mahasiswa) mampu menyelesaikan soal-soal yang bersifat pemecahan masalah, dan dari mahasiswa yang mampu tersebut ada sebanyak 78 % (41 mahasiswa) mendapat nilai lebih dari atau sama 75 dari skor maksimal 100. Penelitian ini menyimpulkan bahwa LKM bebasis HOTS yang dikembangkan cocok untuk diaplikasikan dalam pengajaran matematika.
PERANAN MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS Wahyu Bagja Sulfemi; Nova Mayasari
Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.37 KB) | DOI: 10.33830/jp.v20i1.235.2019

Abstract

Classroom Action Research was carried out to explain the impact of value clarification technique to improve elementary student learning motivation, interest and achievement in social studies. This technique was in two cycles, involving29students, 10 male and and 19 female. The theme discusses was the important family events. The results of pre-cycle learning activities were obtained with a mean grade of 56,38, there are 10 students (34,48%) who achieved the minimum score of mastery. The observationreveals that students who are courageo us and are able to answer the teacher's questions correctly are 9 people or 31,03%. The data from Cycle 1 indicates a better result, with the class average of 68,28, and 17students or 58,62% achieved the minimum score of mastery. The observation also shows an increase of students whowere able to answer the teacher's questions correctly, which is 16 students or 55,17%. The Cycle 2 activity which used Value Clarification Technique (VCT), suplemented audio visual media obtains a better result with a mean of 86,72, and 27 students (93,10 %) who achieved the minimum score of mastery. The observation also shows a better percentage, 26 people or 89.66% who are capable of answering teacher questions correctly. It can be concluded thatValue Clarification Technique (VCT) using audio visual media can improve student motivation and learning achievement. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini mempunyai tujuan menganalisis penggunaan model value clarification technique untuk meningkatkan motivasi, minat, dan hasil Belajar IPS siswa Sekolah Dasar. Kegiatan pembelajaran Prasiklus menghasilkan rerata kelas 56,38, dengan peserta didik yang tuntas sebayak 10 atau 34,48%. Hasil pengamatan menunjukkan siswa yang memiliki keberanian dan mampu jawab pertanyaan guru dengan benar baru 9 orang atau 31,03%. Dari Kegiatan Siklus 1 diperolehrerata kelas 68,28, dengan peserta didik yang tuntas sebayak 17 orang atau 58,62%. Hasil pengamatan menunjukkan siswa yang memiliki keberanian dan mampu menjawab pertanyaan guru dengan benar meningkat, mencapai 16 orang atau 55,17%. Kegiatan Siklus 2 yang menggunakan Value Clarification Technique (VCT) dengan berbantuan media audio visual diperoleh hasil rerata kelas 86,72 dengan peserta didik yang tuntas sebayak 27 orang peserta didik atau 93,10 Hasil pengamatan menunjukkan siswa yang memiliki keberanian dan mampu jawab pertanyaan guru dengan benar mencapai 26 orang atau 89,66%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Menggunakan Value Clarification Technique (VCT) berbantuan audio visual meningkatkan motivasi peserta didik dalam proses belajar dan hasil belajarnya.
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DITINJAU DARI TINGKAT KECEMASAN MATEMATIKA DAN JENDER Endang Wahyuningrum; Disti Pratiwi; Sandra Sukmaning Adji
Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.028 KB) | DOI: 10.33830/jp.v20i1.239.2019

Abstract

The purpose of this study was to describe the creative thinking skills of junior high school students based on mathematics anxiety and gender. Aspects of creative thinking skills used in this study are fluency, flexibility, and novelty. This research is a qualitative descriptive study. The instruments used were open-ended questions consisting of algebra and geometry questions, mathematics anxiety questionnaires, and interview guidelines. The study was conducted in class IX E of SMPI Al Azhar 12 Rawamangun Jakarta. The subject of this study consisted of four students, they are male student with low mathematics anxiety, female student with low mathematics anxiety, male student with medium mathematics anxiety, and female student with medium mathematics anxiety.The results of the mathematics anxiety questionnaire showed that none of the students in class IX E had high math anxiety. There are differences in the fulfillment of aspects of creative thinking in terms of differences in mathematics anxiety and gender levels. Students with low math anxiety fulfill aspects of fluency, flexibility, and novelty in algebra and geometry questions. Students with medium math anxiety fulfill aspects of fluency and flexibility both in algebra and geometry questions. Female students fulfill aspects of fluency, flexibility, and novelty both in algebra and geometry questions. Male students fulfill aspects of fluency and flexibility in algebra questions, while in geometry questions the aspects that are fulfilled are fluency, flexibility, and novelty.
MEMBANGKITKAN KOMPETENSI IR 4.0. PADA GURU SEKOLAH DASAR MELALUI PELATIHAN SINGKAT PEMANFAATAN DIGITAL Astri Dwi Jayanti S.
Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.542 KB) | DOI: 10.33830/jp.v20i2.256.2019

Abstract

The digital age drives change in many sectors of life. In this age, correspondence between two continents happens immediately, and knowledge is exchanged and expended rapidly. Teachers as a focal figure in the realm of instruction are required to redress and even decipher these progressions as a methods for facilitating students to secure the 21st century capabilities. In any case, actually, a large number of teachers are hesitant to connect with these changes, particularly those related with the utilization of innovation in instruction and learning. In some developing countries, for example, Indonesia, a great deal of teachers are frustrated with the digital gap, less expertise in applying technology, limited supporting infrastructure, and students’ age variation. This article investigates the impact of short training on digital technology use in education to 29 primary teachers in Jakarta, Indonesia. The training course includes the introduction of the materials on digital learning, followed by assignment of looking for learning resources on the web, and an essay writing as the assessment to finish of the program. The observations and interviews with 7 respondents showed that the activity of the training improved the teachers’ digital literacy, especially in the utilization of technology in education. Era digital menyebabkan perubahan yang signifikan disetiap lini kehidupan. Pada masa ini komunikasi antar dua benua terjadi seketika, realitas dimodifikasi dan dikonsumsi secara cepat. Guru sebagai sosok sentral dalam dunia pendidikan dituntut untuk mengimbangi bahkan menerjemahkan perubahan tersebut sebagai sarana menghasilkan peserta didik yang memiliki kompetensi abad 21. Namun pada kenyataanya banyak guru yang segan bersinggungan dengan perubahan ini, khususnya yang berkaitan dengan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Di beberapa Negara berkembang seperti Indonesia banyak guru yang frustasi karena adanya jurang digital yakni kurang terampil dalam mangaplikasikan teknologi, terbatasnya sarana-prasarana yang mendukung, dan adanya perbedaan usia dengan para peserta didik. Artikel ini mengeksplorasi implikasi dari pelatihan dan pengembangan keterampilan menggunakan teknologi digital yang diberikan kepada 29 guru sekolah dasar di Jakarta, Indonesia. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari pada bulan Juni 2019, diawali dengan penyajian materi, praktik mencari sumber pembelajaran melalui internet kemudian dilanjutkan dengan pemberian evaluasi berupa soal uraian. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan 7 orang guru diketahui bahwa pelatihan yang diberikan berdayaguna dalam meningkatkan literasi digital guru untuk memanfaatkan teknologi dalam pendidikan.
PEMBELAJARAN TENTANG PERSENTASE DENGAN BATERAI HANDPHONE DI KELAS V SD NEGERI 119 PALEMBANG Chika Rahayu; Ratu Ilma Indra Putri
Jurnal Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.061 KB) | DOI: 10.33830/jp.v17i1.257.2016

Abstract

The purpose of this study to determine the extent to which students' understanding in percent material by using the context of mobile phone batteries. The subject of the research is the fourth grade students of SD N 119 Palembang 31 pupils and with different ability, the method in this research uses research design research method as the right tool to reach the goal, this research using realistic mathematics education approach. The results of this study indicate that 20% of students can solve the problem percent to gradually difficult, while 80% of students have not arrived at the problem with a difficult stage. From the research students are easier to understand the percent by using mobile phone battery as the context and modeling mathematics of the model bar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur sejauh mana pemahaman siswa dalam materi persen dengan menggunakan konteksbaterai handphone. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD N 119 Palembang sebanyak 31 siswa yang mempunyai kemampuan berbeda, metode mengenai penelitian ini menggunakan metode penelitian design research sebagai sarana yang tepat untuk mencapai tujuan, penelitian iini menggunakan pendekatan pendidikan matematika realistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 20% siswa bisa menyelesaikan persoalan persen sampai ketahap susah, sedangkan 80% siswa belum sampai pada penyelesaian soal dengan tahap susah. Dari penelitian tersebut siswa lebih mudah memahami persen dengan menggunakan baterai handphone sebagai konteks dan pemodelan matematika dari model bar.
STUDI DESKRIPTIF ANALISIS TERHADAP BIMBINGAN GURU DALAM MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP IPA DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD PADA PEMBELAJARAN IPA BERBANTUAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES Sri Handayani; Budiharto Budiharto; Triyoto Triyoto; Sumarno Sumarno
Jurnal Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.199 KB) | DOI: 10.33830/jp.v17i1.258.2016

Abstract

Science Learning on the V kelas of SD Magersari Rembang Magelang is still centered on teachers using lecture methods, teachers less involving students to experiment, teachers less understanding the meaning of process skill approach and low student understanding seen in learning outcomes from 33 students only 9 students or 27% complete of 24 students or 73% of students who have not finished yet. To overcome this, improvements are made with the guidance of the teacher in applying the Process Skills Approach to improve Student Learning Results on IPA. The purpose of this study is to describe: (1) Teacher planning in learning with process skill approach to improve students 'learning outcomes on light material and their properties. (2) Learning outcomes through process skills approach to improve students' learning outcomes of light materials and their properties. (3) Student learning outcomes in the process skills approach, in light materials and their properties. The subject of this study was the students of V class which amounted to 33 people. Implementation of PTK used includes four stages, namely: 1) planning, 2) implementation, 3) observation, and 4) reflection. Data collection technique used: test, observation sheet and field note. The completeness of student learning outcomes in cycle I was 4l%, increased in cycle 2 to 64% and increased again in cycle III to 82% above the expected target of 80%. The result of this research shows that application of process skill approach can improve the result of science learning. Suggestions for teachers in implementing learning should use innovative learning models, so that student learning outcomes will improve according to the situation and local environmental conditions. Pembelajaran IPA pada siwa kelas V SDN Magersari Rembang masih berpusat pada guru menggunakan metode ceramah, guru kurang melibatkan siswa melakukan percobaan, guru kurang memahami arti pendekatan keterampilan proses dan rendahnya pemahaman siswa terlihat pada hasil belajar dari 33 siswa hanya 9 siswa atau27% siswa yang tuntas dari 24 siswa atau 73% siswa yang belum tuntas.Untuk mengatasinya, dilakukan perbaikan dengan bimbingan guru dalam menerapkan Pendekatan Keterampilan Proses untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada IPA.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Perencanaan guru dalam pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi cahaya dan sifat-sifatnya. (2) Pelaksaanaan pembelajaran melalui pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi cahaya dan sifat-sifatnya. (3) Hasil belajar siswa dalam pendekatan keterampilan proses, pada materi cahaya dan sifat-sifatnya. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 33 orang. Pelaksanaan PTK yang digunakan meliputi empat tahapan, yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan: tes, lembar observasidan catatan lapangan. Ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 4l%, meningkat pada siklus 2 menjadi 64% dan meningkat kembali di siklusIII menjadi 82% diatas target yang diharapkan yaitu 80%. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa penerapan pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan hasil belajar IPA. Saran untuk gurudalam melaksanakan pembelajaran sebaiknya menggunakan model pembelajaran yang inovatif, sehingga hasil belajar siswa menjadi meningkat sesuai situasi dankondisi lingkungan setempat.
ANALISIS PENYELENGGARAAN & LAYANAN MATAKULIAH PRAKTEK UNTUK DAERAH 3T A.A Ketut Budiastra; Hanafi Hanafi; Ade Mardiana
Jurnal Pendidikan Vol. 20 No. 2 (2019)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.279 KB) | DOI: 10.33830/jp.v20i2.259.2019

Abstract

This qualitative descriptive study aimed to analyze the implementation of Professional Capability Strengthening (PKP) courses for undergraduate student teacher of Universitas Terbuka, living in the outermost, frontier, and disadvantaged (3T) areas in Indonesia. A sample of 65 students was selected using a purposive sampling technique from four regions, namely: Lampung, Serang, Bogor, and Mataram. A total of 8 tutors and 4 program coordinators were interviewed to triangulate the data. The results indicates that in general students are successful to complete PKP courses because they were class teachers. In addition, the support of tutors, peers, school principals, and heads of regional technical implementation units (UPTD) are important factors in facilitating the completion of student teachers’ course assignments. During the learning process students reported some diffculties, such as limited reference books, and lack of skills in making reports and operating computers, which needs to be addressed by the academic administration. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganisis penyelenggaraan dan layanan matakuliah praktek Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) untuk mahasiswa yang berada di daerah terluar, terdepan, tertinggal (3T). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa program S1 PGSD UT di wilayah 3T di wilayah UPBJJ-UT Lampung, Serang, Bogor, dan Mataram. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposif sampling sebanyak 65 orang di empat UPBJJ-UT tersebut. Sebagai data pembanding 8 orang tutor dan 4 orang koordinator program diwawancarai secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pada umumnya mahasiswa tidak mengalami kesulitan untuk mengikuti matakuliah PKP karena mereka adalah guru kelas. Di samping itu, dukungan tutor, teman sejawat, kepala sekolah, kepala unit pelaksana teknis daerah (UPTD) sangat membantu mahasiswa untuk menyelesaikan tugas-tugas perkuliahannya. Namun demikian, ada beberapa kendala yang dialami mahasiswa, antara lain terbatasnya buku rujukan yang dimiliki dan kurang terampil dalam membuat laporan dan mengoperasikan komputer. Kendala ini perlu mendapat perhatian dan pemecahan oleh pengelola akademik.
PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KONSTRUKTIVISME DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE TIME ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) PADA HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Suparman Suparman; Sri Hardjo; Kasni Astutik
Jurnal Pendidikan Vol. 17 No. 1 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.003 KB) | DOI: 10.33830/jp.v17i1.262.2016

Abstract

This research is a development research to describe the impact of constructivism-based learning with TAI type co-operative model of triangle material on student learning outcomes. Analysis of the data is based on (1) descriptive analysis of validator's on instructional devices, (2) average learners'activity during learning, (3) average learners' response to learning, (4) average observation ability (6) analysis of the effectiveness of constructivism-based learning with TAI-type cooperative model which includes: (a) comparation of learning result with the minimum mastery requirement using one sample t-test, (b) classical test, and (c) the influence of learners activity on learners' learning result using simple linear regression.The result shows that the validator's evaluation on learning tool is very good, whereas the other findings are as follows: the average of students' learning result is 78,87 higher than the minimum mastery requirement, which is 65, all students meet the minimum requirement for mastery, and the majority of students are active (with a mean of 4,01), the ability of teachers in managing learning in the category is very good (M = 4,07), the activities of learners in the learning process contributes 75,1 % to the learning result. Thus, it can be concluded thatconstructivism-based mathematics learning modelwith TAI type cooperative model is effective to produce better active learning and result. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan untuk mendeskripsikan dampak pembelajaran berbasis konstruktivisme dengan model kooperatif tipe TAI materi segitiga pada hasil belajar siswa. Analisis data yang digunakan: (1) analisis deskriptif hasil penelitian validator terhadap perangkat pembelajaran, (2) rata-rata aktivitas peserta didik selama pembelajaran, (3) rata-rata respon peserta didik terhadap pembelajaran, (4) rata-rata hasil pengamatan kemampuan guru mengelola pembelajaran, (5) analisis tes hasil belajar, (6) analisis efektivitas pembelajaran berbasis konstruktivisme dengan model kooperatif tipe TAI yang meliputi: (a) uji ketuntasan hasil belajar terhadap Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) menggunakan uji statistik t-test (one sample t-test), (b) uji ketuntasan klasikal, dan (c) uji pengaruh aktivitas peserta didik terhadap hasil belajar peserta didik menggunakan uji statistik regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penilaian validator terhadap perangkat pembelajaran sangat baik, dan temuan lain sebagai berikut: (1) rata-rata hasil belajar peserta didik sebesar 78,87 lebih dari KKM yaitu sebesar 65, (2) ketuntasan klasikal mencapai 100% , rata-rata aktivitas peserta didik pada kategori sangat aktif sebesar 4,01, respon peserta didik positif , rata-rata kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran pada kategori sangat baik sebesar 4,07, (3) aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran berpengaruh terhadap hasil belajar dengan kontribusi sebesar 75,1%. Dengan demikian perangkat pembelajaran matematika berbasis konstruktivisme dengan model kooperatif tipe TAI pada materi segitiga di kelas IV valid dan efektif.
PENGEMBANGAN MODEL ASESMEN KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA-GURU DI FKIP UNIVERSITAS TERBUKA Siti Julaeha; Amalia Sapriati
Jurnal Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.113 KB) | DOI: 10.33830/jp.v17i2.264.2016

Abstract

This article was written based on research to produce a model and assessment system of teachers' teaching ability, which can be utilized by teacher education institutions, especially teacher distance education institusion. This research needs to consider the need for: (1) the development of teaching ability that can improve students' high thinking ability, (2) assessment model which is relevant to learning achievement, (3) the implementation of various and feasible assessments for students, and (4) application of learning achievement model and system by taking into account the spread of domicile of students who attend the distance education program. The data were collected through expert evaluation of teaching ability and teaching skills assessment models and focus group discussions with the academic staff involved in the implementation of assessment in distance education. The nature of the research is descriptive qualitative, supplemented with quantitative data. An assessment model for primary teaching ability resulted by the research, for effective implementation, stipulates the provision of: (1) class for practice and performance test and laboratory for practicum; (2) mentors/instructors, examiners, and IT staff with adequate quantity and quality; as well as (3) guidelines and procedures as reference of all parties involved in the implementation of the assessment. Artikel ini ditulis berdasarkan penelitian untuk menghasilkan model dan sistem asesmen kemampuan mengajar guru, yang dapat dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan guru, khususnya lembaga pendidikan guru jarak jauh. Penelitian ini dilakukan dengan mempertimbangkan perlunya: (1) pengembangan kemampuan mengajar yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, (2) model asesmen penilaian yang relevan dengan capaian pembelajaran, (3) pelaksanaan asesmen yang bervariasi dan feasible bagi mahasiswa, serta (4) penerapan model dan sistem asesmen capaian pembelajaran dengan mempertimbangkan ketersebaran domisili mahasiswa yang mengikuti pendidikan jarak jauh. Data dikumpulkan melalui evaluasi pakar terhadap rumusan kemampuan mengajar dan model asesmen kemampuan mengajar serta melalui focus group discussion dengan staf yang berkepentingan dengan pelaksanaan asesmen dalam pendidikan jarak jauh. Analisis data/informasi dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sesuai dengan jenis data yang dikumpulkan. Hasil penelitian menyatakan bahwa model hipotetik untuk asesmen kemampuan mengajar mahasiswa-guru Program S1 PGSD menuntut penyediaan: (1) kelas untuk praktik dan ujian praktik serta laboratorium untuk praktikum; (2) pembimbing/instruktur, penguji, dan staf IT dengan jumlah dan kualitas yang memadai; serta (3) pedoman/panduan dan prosedur sebagai acuan semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan penilaian.
KEGIATAN PENGEMBANGAN KEAKSARAAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DI TAMAN KANAK-KANAK Barokah Widuroyekti; Dwi Sambada; Tri Dyah Prastiti
Jurnal Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2016)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.124 KB) | DOI: 10.33830/jp.v17i2.266.2016

Abstract

The study was aimed to develop character-education-based literacy activities through the children active involvement ofliteracy practice in kindergarten. In particular, the aim is (1) the analysis of the needs and constraints to obtain baseline data; (2) designing and developing a guidebook for character-based literacy activities with the active involvement of children in the literacy practice in kindergarten. The study was carried out by using a development research approach. The research subjects consisted of 22 kindergarten teachers and childrens from three kindergarten institutions. The research location is three kindergartens in Jombang, namely: TK Pembina Gudo, TK Negeri Pembina Jombang, and TK Al Wardah Peterongan. Data were collected through observation, interviews, scrutiny of documents, materials selection, and material mapping. Data were analyzed with descriptive techniques. Test the validity of product development validation performed by two groups of product development validator, the validator group practitioners/teachers (V1) and validator expert (V2). The results showed that the literacy hear-speak on a kindergartner who stand out include the ability to: retell stories read, perform songs, and participate in the conversation. As the literacy skills to read and write show the emergence of capabilities: holding the book from the right side, turning the page on the right side; show interest in writing; and draw/scribble and can tell by the picture. The result of the development is the Activity Books for Literacy Development Character-Education-Based, as a handbook for teachers.An assessment of the validity of product developmentcarried out on four aspects, namely the aspects of substance, presentation, linguistic, and graphic design. Validity test results showed that the quality of the product development of products in general have met the quality of "good" and "excellent".Recommendations for kindergarten teachers to conduct literacy activities by including elements of character education in all of the planning component of literacy learning, includes the objective component, material and activities procedure. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kegiatan keaksaraan berbasis karakter melalui pelibatan aktif praktik keaksaraan anak TK. Secara khusus tujuannya adalah (1) analisis kebutuhan dan kendala untuk memperoleh data dasar; (2) mendesain dan mengembangkan buku panduan kegiatan keaksaraan berbasis karakter dengan pelibatan aktifanak dalam praktik keaksaraan di TK. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan penelitian pengembangan.Subyek penelitian terdiri atas 22 orang guru TK dan anak-anak TK yang berasal dari tiga lembaga TK. Lokasi penelitian adalah tiga TK di Kabupaten Jomban, yakni TK Pembina Kecamatan Gudo, TK Negeri Pembina Kecamatan Jombang, dan TK Al Wardah Kecamatan Peterongan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pencermatan dokumen, seleksi bahan, dan pemetaan materi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif. Uji validitas produk pengembangan dilakukan validasi produk pengembangan oleh dua kelompok validator, yakni kelompok validator praktisi/guru (V1) dan validator ahli (V2).Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi dengar-bicara pada anak TK yang menonjol meliputi kemampuan: menceritakan kembali cerita yang dibacakan, melakukan nyanyian, dan ikut serta dalam percakapan. Adapun kemampuan literasi baca-tulis menunjukkan kemunculan kemampuan: memegang buku dari sisi kanan, membalik halaman dari sisi kanan; menunjukkan ketertarikan terhadap tulisan; dan membuat gambar/coretan dan dapat bercerita dengan gambar tersebut. Hasil pengembangan adalah Buku Kegiatan untuk Pengembangan Keaksaraan Berbasis Pendidikan Karakter, sebagai buku panduan untuk guru. Penilaian terhadap validitas produk pengembangan dilakukan terhadap empat aspek, yakni aspek substansi, penyajian, kebahasaan, dan kegrafikan. Hasil uji validitas produk menunjukkan bahwa kualitas produk pengembangan secara umum telah memenuhi kualitas “baik” dan “sangat baik”. Rekomendasi bagi guru TK adalah melaksanakan kegiatan keaksaraan dengan cara memasukkan unsur-unsur pendidikan karakter pada semua komponen perencanaan pembelajaran keaksaraan, meliputi komponen tujuan, materi, dan prosedur kegiatan.