cover
Contact Name
Suciati
Contact Email
psuciati@ecampus.ut.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp-ut@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 14111942     EISSN : 24433586     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Terbuka. Jurnal ini memuat artikel yang ditulis berdasarkan hasil penelitian dan analisis konseptual mencakup berbagai dimensi pendidikan, seperti kurikulum, pembelajaran, evaluasi, manajemen, kualitas Pendidikan, dan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi, dalam berbagai jenjang pendidikan dan modus penyampaian pembelajaran
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
EKSPERIMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS MODIFIKASI PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN VERBAL Herlina Herlina
Jurnal Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.361 KB) | DOI: 10.33830/jp.v16i1.293.2015

Abstract

The purpose of this study was to compare the learning achievement using cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions with cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions modification of guided discovery in terms of verbal abality. Based on the results of the study concluded that (1) based on a model of learning, the mathematics achievement of students who use cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions as good with mathematics achievement of students who use cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions modifications guided discovery, both on students who have the high verbal skills, medium and low, (2) base on terms of verbal skills, mathematics achievement of students who have high verbal ability is better than mathematics achievement of students who have medium and low verbal ability, and mathematics achievement of students have medium verbal skillsbetter than mathematics achievement of students have the ability low verbal skills. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan prestasi belajar yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions modifikasi penemuan terbimbing ditinjau dari kemamuan verbal. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) berdasarkan model pembelajaran, prestasi belajar matematika peserta didik yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions sama baiknya dengan prestasi belajar matematika peserta didik yang dikenai model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions modifikasi penemuan terbimbing, baik pada peserta didik yang memiliki kemampuan verbal tinggi, sedang dan rendah, (2) ditinjau dari kemampuan verbal, peserta didik yang memiliki kemampuan verbal tinggi lebih baik daripada peserta didik yang memiliki kemampuan verbal sedang dan rendah, dan peserta didik yang memiliki kemampuan verbal sedang lebih baik daripada peserta didik yang memiliki kemampuan verbal rendah.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIK DAN PRESTASI BELAJAR MATERI BANGUN DATAR SEGIEMPAT BAGI SISWA KELAS VII-A SMP NEGERI 2 PATEAN SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2013 Mustakim Mustakim
Jurnal Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1284.566 KB) | DOI: 10.33830/jp.v16i1.294.2015

Abstract

Berdasarkan pengalaman peneliti mengajar di kelas VII khususnya VII-A SMP Negeri 2 Patean, selama ini guru jarang melakukan variasi pada pembelajaran di kelas dan kurang memberikan tantangan kepada siswa bahkan belum pernah menerapkan Pembelajaran pemecahan masalah dengan pendekatan saintifik. Permasalahan dalam penelitian ini, apakah pembelajaran Pemecahan Masalah dengan Pendekatan Saintifik dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematik dan prestasi belajar siswa pada materi bangun datar segiempat bagi siswa kelas VII-A.Untuk membahas permasalahan di atas, maka dilakukan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara, dan tes akhir siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Patean yang berjumlah 25 siswa dengan komposisi 13 siswa putra dan 12 siswa putri. Indikator dalam penelitian ini adalah (1) Kemampuan berpikir kreatif matematik siswa rata-rata minimal pada kategori cukup kreatif, (2) Sekurang-kurangnya lebih dari 75% siswa kemampuan berpikir kreatif matematik siswanya termasuk kategori cukup kreatif, (3) Prestasi belajar siswa rata-rata mencapai batas minimal KKM yaitu 70, (4) Sekurang-kurangnya lebih dari 75% siswa prestasi belajarnya mencapai batas minimal KKM yaitu 70. Pada kondisi awal (pra-siklus) kemampuan berpikir kreatif matematik siswa dengan level sangat kreatif 0 siswa (0%), kreatif 2 siswa (8%), cukup kreatif 6 siswa (24%), kurang kreatif 8 siswa (32%), dan tidak kreatif 9 siswa (36%). Pada siklus I terjadi peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa level sangat kreatif 1 siswa (4%), kreatif 7 siswa (28%), cukup kreatif 9 siswa (36%), kurang kreatif 5 siswa (20%), dan tidak kreatif 3 siswa (12%). Pada siklus II lebih meningkat, siswa dengan kemampuan berpikir kreatif matematik level sangat kreatif 2 siswa (8%), level kreatif 9 siswa (36%), cukup kreatif 9 siswa (36%), kurang kreatif 3 siswa (12%), dan tidak kreatif 2 siswa (8%). Pada Siklus II banyak siswa dengan kemampuan berpikir kreatif matematika minimal level cukup kreatif ada 20 siswa (80%). Pada kondisi awal (pra-siklus) nilai tertinggi prestasi belajar siswa 80, nilai terendah 40, rata-rata nilai 60, dan ketuntasan klasikal 32% atau hanya 8 siswa yang mampu mencapai nilai di atas KKM 70. Pada Siklus I, nilai tertinggi prestasi belajar siswa 90, nilai terendah 45, dengan rata-rata nilai 68, dan ketuntasan klasikal 68% atau hanya 17 siswa yang mampu mencapai nilai di atas KKM 70. Sehingga masih ada 8 siswa atau 32% yang nilai prestasi belajarnya di bawah KKM. Pada siklus II meningkat menjadi nilai tertinggi prestasi belajar siswa 95, nilai terendah 50, dengan rata-rata nilai 75, dan ketuntasan klasikal 80% atau 20 siswa telah mampu mencapai nilai di atas KKM 70 namun masih ada 5 siswa atau 20% yang nilai prestasi belajarnya di bawah KKM. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa penerapan Pembelajaran Pemecahan Masalah dengan Pendekatan Saintifik dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematik dan prestasi belajar siswa.
PENDIDIKAN ETIKA UNTUK ANAK JALANAN DI KOTA MADIUN Mamik Sumarmi; Sulistiyono Sulistiyono
Jurnal Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.3 KB) | DOI: 10.33830/jp.v16i1.301.2015

Abstract

The aim of inventory the factors of street children and identify appropriate handling by ethics education. Survey method of data collecting technique is by questioner and limited interview. Data were analyzed by descriptive qualitative. The result showed that the dominant factor of street children are economic and parental education low levels and their job street musician, construction waiter, pedicab driver and casual laborers. Right now street children work as the rental canvas shelters, deliverying drink and foods singing in door to door in their vilages, and in the bus. Their income per day is about Rp20.000 just for their need, such as, to pay the play station, buy cigarettes, eat, and alcohols drink.Based on the result of the study showed that 100% of street children agree to behave good ethics, such as, maintain their good health, maintain their ethics in the street, when they work, execute commands with good faith, instill their self confidence, avoid malicious behavior, stealing, hurting others, and fight. Tujuan penelitian ini adalah menginventarisasi faktor adanya anak jalanan (anjal) dan mengidentifikasi bentuk penanganannya melalui pendidikan etika. Metodenya survei, teknik pengumpulan data dengan angket dan wawancara terbatas. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor dominan adanya anak jalanan adalah faktor ekonomi dan pendidikan orang tua yang rendah, pekerjaannya sebagai pengamen, kuli bangunan, tukang becak dan pekerja serabutan. Sekarang, anak jalanan ada yang bekerja di persewaan terop, mengantarkan makanan itik, mengamen di kampung dan di Bus. Penghasilan sekitar Rp.20.000 per hari untuk kebutuhan sendiri, seperti; biaya main playstation, membeli rokok, membeli miras, dan makan. Penanganan dengan pengarahan, mengisi angket. Hasilnya 100% anjal setuju melakukan etika yang baik misalnya menjaga kesehatan, etika waktu mengamen, waktu di jalan, waktu di tempat kerja, dan yang berkaitan dengan agama menanamkan kepercayaan diri menghindari perilaku jahat, mencuri, menyakiti orang lain, dan berkelahi.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR MODULAR UNTUK PENDIDIKAN ANAK BERBAKAT Benny A. Pribadi; Asnah Said; Surachman Dimyati
Jurnal Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3674.771 KB) | DOI: 10.33830/jp.v16i1.303.2015

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan materi pembelajaran modular yang dapat digunakan sebagai model untuk mendukung program pendidikan untuk siswa berbakat. Penelitian dan pendekatan pembangunan, dikeemukakan oleh Borg, Gall dan Gall (2007), digunakan untuk mengembangkan materi. Borg, Gall dan Gall menyarankan untuk menerapkan sepuluh langkah dari Dick, Carey dan Carey (2010) model untuk mengembangkan bahan ajar. Sepuluh langkah tersebut meliputi: (1) mengidentifikasi tujuan isntructional; (2) melakukan analisis instruksional: (3) mengidentifikasi perilaku entri; (4) menulis tujuan performace; (5) mengembangkan kriteria referensi tes; (6) mengembangkan strategi pembelajaran; (7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran; (8) mengembangkan dan melakukan evaluasi formatif; (9) merevisi instruksi; (10) mengembangkan dan melakukan evaluasi sumatif. Kesepuluh langkah ini digunakan untuk mengembangkan pendekatan modular bahan ajar yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru dan pendidik dalam merancang program pembelajaran untuk anak-anak berbakat.
PROFIL KINERJA GURU PENDIDIKAN JASMANI SD NEGERI (PENILAIAN TEMAN SEJAWAT DAN SISWA TERHADAP KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PENJAS SD DI UPT PURWOREJO, BANYUURIP, DAN KUTOARJO) Triyono Triyono
Jurnal Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4467.187 KB) | DOI: 10.33830/jp.v16i1.324.2015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penilaian teman sejawat dan siswa terhadap kinerja guru pendidikan jasmani (Penjas) SD Negeri di Kabupaten Purworejo, Banyuurip dan Kutoarjo terkait dengan kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial. Artikel ini hanya membahas kompetensi pedagogik dari guru penjas tersebut. Desain penelitian adalah survey dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada teman sejawat dan siswa. Populasi adalah seluruh guru penjas di SD di Wilayah Purworejo, Banyuurip dan Kutoarjo dengan sampel sebanyak 200 guru yang diambil dengan teknik random sampling. Penelitian dilakukan mulai tanggal 31 Maret 2012 sampai dengan akhir Oktober 2012. Kuesioner yang kembali sebanyak 164 eksemplar. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik persentase untuk memudahkan pemaparan dan mendeskripsikannya secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir sebagian besar teman sejawat menilai bahwa kompetensi pedagogik guru Penjas di SD di Wilayah Purworejo, Banyuurip dan Kutoarjo sudah baik (88%) atau sangat baik (29,2%). Sedangkan siswa menilai kompetensi pedagogik guru Penjas mereka dengan sangat baik 33,9%, baik 16,8% dan cukup baik 14,8 %. Rekomendasi berdasarkan hasil penelitian ini adalah bahwa guru Penjas di SD di Wilayah Purworejo, Banyuurip, dan Kutoarjo harus terus meningkatkan kemampuannya dalam segala hal terutama kompetensi pedagogiknya karena penilaian siswa masih belum optimal.
PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Lis Setiawati
Jurnal Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.708 KB) | DOI: 10.33830/jp.v16i1.336.2015

Abstract

Indonesia memiliki tokoh pendidikan yang kehebatannya tidak kalah dengan tokoh-tokoh dunia lainnya yaitu Ki Hajar Dewantara. Beliau menjelaskan bahwa pendidikan adalah sebuah upaya dalam meningkatkan tumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter, pikiran, intelek) dari tubuh anak, sehingga kehidupan anak didik selaras dengan dunianya. Sedangkan pembelajaran didefinisikan oleh Knowles sebagai cara pengorganisasian peserta didik untuk mencapai tujuan.Budi pekerti secara operasional merupakan suatu perilaku positif yang dilakukan melalui kebiasaan yang akan terbentuk menjadi karakter seseorang/peserta didik. Berdasarkan dua definisi tersebut tampak bahwa pendidikan, pembelajaran, budi pekerti/karakter merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisah satu dengan lainnya. Perilaku positif yang harus dilatihkan kepada peserta didik terdiri atas banyak aspek yang satu diantaranya adalah cara berbicara. Dengan demikian, melatih kemampuan berbicara yang mengandung perilaku positif menjadi kewajiban guru mata pelajaran bahasa (Bahasa Indonesia). Keterampilan berbahasa pun tidak dapat dilatihkan secara terpisah antarsatu keterampilan dengan keterampilan berbahasa yang lain. Sebagai guru yang profesional, menyusun strategi pembelajaran bahasa Indonesia yang selalu terkait dengan pendidikan karakter tidak lagi menjadi suatu beban. Sastra adalah gambaran kehidupan manusia. Sastra menjadi media yang tepat di dalam menanamkan karakter positif bagi peserta didik. Melalui guru bahasa Indonesia yang profesional akan terbentuk sebuah generasi muda yang memiliki budi pekerti luhur atau berkarakter kuat.
UPAYA MENINGKATKAN KEBERANIAN SISWA BERTANYA DAN PRESTASI BELAJAR DENGAN PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) BERBANTUAN MEDIA Mustakim Mustakim; Solikhin Solikhin
Jurnal Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.986 KB) | DOI: 10.33830/jp.v16i2.337.2015

Abstract

Class Action Research was motivated by a lack of courage and ask the students of class VII student achievement SMP 2 Patean Kendal especially Class VII-A. To overcome this problem researchers use a learning Think Pair Share (TPS) aided media quiz game Who's He (KSD). Formulation of the problem in this study were (1) Is the TPS-assisted learning media KSD game on triangular and quadrilateral material can increase the courage to ask students and student achievement class VII-A SMP Negeri 2 Patean Semester II Academic Year 2014/2015 ?; (2) Is the TPS-assisted learning media KSD game on triangular and quadrilateral material for students of classes VII-A SMP Negeri 2 Patean Semester II Academic Year 2014/2015 can achieve mastery programmed? To address the above problems, it is done classroom action research conducted in two (2) cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. Data collected through observation, interview and test. The subjects were students of class VII-A SMP Negeri 2 Patean Kendal totaling 27 students with a composition of 16 boys and 11 female student. The study was conducted in January to June 2015. The indicators in this study were (1) More than 75% of students courage students to ask bold minimal category; (2) The average value of student achievement of at least 75; (3) More than 75% of students reach the minimum learning achievement KKM is 75. The results showed that the students' courage to ask the brave minimal category increased 34%, from the initial conditions as much as 44% increased to 63% in the first cycle and 78% in Cycle II. The average value of student achievement has increased 23 from the average value of learning achievement in the initial conditions 59 to 72 in the first cycle and 82 in the second cycle. Likewise mastery learning has increased 41%, from the initial conditions of 37% rising to 67% in the first cycle and 78% in Cycle II. The conclusion of this Class Action Research is a learning Think Pair Share (TPS) game media aided KSD on triangular and quadrilateral material can increase the courage to ask students and student achievement class VII-A SMP Negeri 2 Patean Semester II Academic Year 2014/2015. Penelitian Tindakan Kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keberanian siswa bertanya dan prestasi belajar siswa kelas VII SMP Negeri 2 Patean Kendal terutama kelas VII-A. Untuk mengatasinya peneliti menggunakan pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan media permainan Kuis Siapa Dia (KSD). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apakah pembelajaran TPS berbantuan media permainan KSD pada materi segitiga dan segiempat dapat meningkatkan keberanian siswa bertanya dan prestasi belajar siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Patean Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015?; (2) Apakah pembelajaran TPS berbantuan media permainan KSD pada materi segitiga dan segiempat bagi siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Patean Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015 dapat mencapai ketuntasan yang diprogram? Untuk membahas permasalahan di atas, maka dilakukan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus, masing-masing terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi, wawancara, dan tes. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Patean Kendal yang berjumlah 27 siswa dengan komposisi 16 siswa putra dan 11 siswa putri. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Juni 2015. Indikator dalam penelitian ini adalah (1) Lebih dari 75% siswa keberanian siswa bertanya pada kategori minimal berani; (2) Rata-rata nilai prestasi belajar siswa minimal 75; (3) Lebih dari 75% siswa prestasi belajar mencapai batas minimal KKM yaitu 75. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberanian siswa bertanya dengan kategori minimal berani mengalami peningkatan 34%, dari kondisi awal sebanyak 44% meningkat menjadi 63% pada Siklus I dan 78% pada Siklus II. Rata-rata nilai prestasi belajar siswa mengalami peningkatan 23 dari rata-rata nilai prestasi belajar pada kondisi awal 59 menjadi 72 pada Siklus I dan 82 pada Siklus II. Demikian juga ketuntasan belajar mengalami peningkatan 41%, dari kondisi awal 37% meningkat menjadi 67% pada Siklus I dan 78% pada Siklus II. Kesimpulan dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah pembelajaran Think Pair Share (TPS) berbantuan media permainan KSD pada materi segitiga dan segiempat dapat meningkatkan keberanian siswa bertanya dan prestasi belajar siswa kelas VII-A SMP Negeri 2 Patean Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015.
PENGARUH POLA PENGASUHAN ORANGTUA DAN PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH TERHADAP TINGKAT KREATIVITAS ANAK PRASEKOLAH (4-5 TAHUN) Dian Novita; Muman Hendra Budiman
Jurnal Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.896 KB) | DOI: 10.33830/jp.v16i2.338.2015

Abstract

Preschoolers are creative people, unfortunately many parents and teachers are less aware or less can appreciate the creativity of children. They would want a child who is always obedient and do the things parents want or do the same things as other children. Services to early childhood education is a fundamental influence on the development of selanjunya child to adult. Hurlock (1991) says that the early years of a child's life is the basis which tends to persist and influence the attitudes and behavior of children throughout his life. At preschool age, children have the nature of imitation or copying of anything he had seen. This study aims to determine the effect characteristic of the individual and family characteristic to the creativity and parenting parents and the learning process at school on the level of creativity of kindergarten age children. The method used in this study was a cross sectional study. Guide TK Ananda Open University with a sample of 30 children. Data obtained through observation, interviews and documentation. From the research results can be seen that the gender and birth order of the child has no correlation with parenting styles applied to the elderly at home. Family characteristics did not correlate with their parenting styles on children, as well as the characteristics of the child with the child's creativity. There is a significant relationship between education fathers with children's creativity in the face of boredom, while also shown a significant relationship between the mother opinion in answering the questions in the children's play activities that can improve creativity. There is a significant correlation between parental care provided to the ability of a child's imagination, familiar surroundings, answering questions posed from child to improve the child's ability to experiment, creating new stimuli children so that children have the ability to overcome boredom. Anak prasekolah adalah individu yang kreatif, sayangnya banyak orang tua dan guru yang kurang menyadari atau kurang dapat menghargai kreativitas anak. Mereka lebih menginginkan anak yang selalu patuh dan melakukan hal-hal yang diinginkan orang tua atau melakukan hal-hal yang sama seperti anak lain. Layanan pendidikan kepada anak usia dini merupakan dasar yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak selanjunya hingga dewasa. Hurlock (1991) mengatakan bahwa tahun-tahun awal kehidupan anak merupakan dasar yang cenderung bertahan dan mempengaruhi sikap dan perilaku anak sepanjang hidupnya. Pada usia pra sekolah, anak mempunyai sifat imitasi atau meniru terhadap apapun yang telah dilihatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteritik individu dan karakteritik keluarga terhadap kreativitas dan pola asuh orang tua dan proses pembelajaran di sekolah terhadap tingkat kreativitas anak usia TK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional studi. Dilakukan di TK Ananda Universitas Terbuka dengan jumlah sampel 30 anak. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa jenis kelamin dan urutan kelahiran anak tidak memiliki korelasi dengan gaya pengasuhan yang diterapkan orang tua di rumah. Karakteristik keluarga tidak memiliki korelasi dengan gaya pengasuhan mereka terhadap anak, begitu juga anak dengan karakteristik anak terhadap kreativitas. Terdapat hubungan yang siginifikan antara pendidikan ayah dengan kreativitas anak dalam menghadapi rasa bosan, selain itu juga terlihat hubungan signifikan antara pendapat ibu dengan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan anak dalam kegiatan bermain yang dapat meningkatkan kreativitas. Terdapat hubungan signifikan antara pengasuhan yang diberikan orang tua terhadap kemampuan imajinasi anak, mengenal lingkungan sekitar, menjawab pertanyaan yang dilontarkan dari anak sehingga meningkatkan kemampuan anak untuk bereksperimen, menimbulkan rangsangan-rangsangan baru anak sehingga anak memliki kemampuan dalam mengatasi rasa bosan.
METODE PENGAJARAN DALAM PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP PADA SISWA SEKOLAH DASAR (STUDI PADA SEKOLAH ADIWIYATA DI DKI JAKARTA) Anisa Muslicha
Jurnal Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.134 KB) | DOI: 10.33830/jp.v16i2.342.2015

Abstract

The degradation of environmental quality caused by human negligence, ignorance, lack of ethics/moral towards the environment. Environmental education is a significant subject to be taught to elementary students, to acquire knowledge, awareness and implement the environmentally-friendly-attitude and behavior.The aims of this study are (1) to analyze the effective teaching method on environmental education in Adiwiyata-achiever Primary Schools; and (2) to analyze the aspects on selecting the teaching method on environmental education. The method of this research is quantitative method with descriptive analysis. The study has conducted in Adiwiyata achiever schools, which are SDN Klender 22, SDN Benhil 12, SDN Menteng 02, and SDN Sungai Bambu 05. There are 46 respondents. The result shows that the effective teaching methods used by the Adiwiyata-achiever schools are lecture, discussion, and experiential methods. The selection of teaching method is based on the criteria of the objectives of the study, situation, and teacher itself. Penurunan kualitas lingkungan terjadi karena kelalaian, ketidaktahuan dan tiadanya etika serta/moral terhadap lingkungan. Pendidikan Lingkungan Hidup penting diajarkan pada murid SD, untuk memperoleh pengetahuan, kesadaran dan mempunyai sikap dan perilaku peduli lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis metode yang efektif dalam mengajarkan PLH di sekolah Adiwiyata; dan (2) menganalisis aspek dalam pemilihan metode pengajaran PLH di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian dilakukan di sekolah penerima Adiwiyata di DKI Jakarta yaitu SDN Klender 22, SDN Benhil 12, SDN Menteng 02, dan SDN Sungai Bambu 05. Responden berjumlah 46 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang digunakan oleh guru Sekolah Adiwiyata dalam mengajarkan PLH adalah metode ceramah, metode pengalaman langsung dan metode diskusi. Pemilihan metode mempertimbangkan tujuan pembelajaran, situasi dan aspek pengajar sendiri.
PEMANFAATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF ULAR TANGGA DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN TEMATIK DI KELAS III SD Aini Indriasih
Jurnal Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.545 KB) | DOI: 10.33830/jp.v16i2.343.2015

Abstract

Games as tools in education is one of the media-based simulation designed to stimulate the existing problems, in order to obtain the essence of science that can be used to solve the problem. This research was conducted with the purpose of implementing the thematic-based character education by utilizing the tools of educational games. The results of this study are expected to provide an alternative activity to play in learning process and cultivate children to skillfully handle the problem independently, encouraging teachers to be more creative in educating the children with media interest and in accordance with the children's development. This study used a quasi-experimental design. The data collection technique used was the test and observation guidelines. Implementation of research had been done in class III SD 02 Temulus in Distric of Kudus in central of Java. The research result showed that the activity of students in the learning was 84 which is very active. The result of learning process skills was 81, while learning completeness score was 88. The test results influenced the activity of the students’ learning as big as 0,684. There was still 0,352 of variance which was influenced by other variables. The influence of skills in the learning process of students to the students test scores was 0,616. It means, there are other variables which influence the test scores as big as 0,384. Comparative tests between pre-test and post-test (t test) was t = 12,2*, means that there was difference in learning outcomes before and after treatment. Alat permainan edukasi adalah salah satu media berbasis simulasi didesain untuk menstimulasikan permasalahan yang ada, sehingga diperoleh esensi ilmu yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menerapkan pendidikan karakter berbasis tematik dengan memanfaatkan alat permainan edukatif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan alternatif kegiatan bermain sambil belajar dan membudayakan anak untuk terampil mengatasi masalahnya secara mandiri, mendorong guru untuk dapat lebih kreatif membelajarkan anak dengan media yang menarik dan sesuai dengan perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen (eksperimen semu). Sedangkan teknik pengumpulan yang digunakan adalah tes dan pedoman observasi. Pelaksanaan penelitian dilakukan di kelas III SD02 TemulusKabupaten Kudus. Dari hasil penelitian diperoleh nilai keaktifan siswa dalam pembelajaran sebesar 84 dengan kriteria sangat aktif. Adapun nilai keterampilan proses dalam pembelajaran sebesar 81 dengan kriteria terampil, sedangkan ketuntasan belajar diperoleh skor 88. Dari hasil uji pengaruh keaktifan terhadap hasil belajar diperoleh skor 0,684 yang artinya masih ada pengaruh dari variabel lain sebesar 0,352. Sedangkan pengaruh keterampilan proses siswa dalam pembelajaran diperoleh skor 0,616 sehingga masih ada pengaruh variabel lain sebesar 0,384. Uji banding sebelum dan sesudah perlakukan (uji t) diperoleh nilai t = 12,2 < 0,05 dapat diartikan bahwa ada perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah perlakuan.