cover
Contact Name
Suciati
Contact Email
psuciati@ecampus.ut.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp-ut@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 14111942     EISSN : 24433586     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Terbuka. Jurnal ini memuat artikel yang ditulis berdasarkan hasil penelitian dan analisis konseptual mencakup berbagai dimensi pendidikan, seperti kurikulum, pembelajaran, evaluasi, manajemen, kualitas Pendidikan, dan pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi, dalam berbagai jenjang pendidikan dan modus penyampaian pembelajaran
Arjuna Subject : -
Articles 267 Documents
FAKTOR PENYEBAB ANAK PUTUS SEKOLAH Abdul Hakim
Jurnal Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v21i2.907.2020

Abstract

To improve the quality of human resources, the development of the education sector is very important.. Therefore, the Indonesian government has established a 12-year compulsory education program to create quality human resources. However, education participation at the secondary level needs to be increased, and the dropout rate needs to be controlled. This study uses secondary data from the March 2019 National Socio-Economic Survey (Susenas) to identify variables that affect the dropout rate for students ages 7 to 18 years in Aceh. In addition, the purpose of this study is to determine the probability of school dropouts by certain characteristics. The analysis used is logistic regression, which is a method that explains the relationship between the dichotomous response variable and a set of categorical explanatory variables. The result shows that the six variables selected were able to explain the variation of dropouts with a significance level of 5 percent. These variables are the education of household head, Kartu Indonesia Pintar/Program Indonesia Pintar (KIP/PIP) ownership, household size, working children, poverty, and urban-rural classification. The most dominant independent variable is ownership of KIP/PIP. Pembangunan di bidang pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalamm eningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan program wajib belajar 12 tahun agar tercipta SDM yang berkualitas. Namun, partisipasi sekolah pada tingkat sekolah menengah perlu ditingkatkan agar angka putus sekolah dapat ditekan. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Aceh menggunakan data Susenas Maret 2019 dengan tujuan mengidentifikasi variabel yang mempengaruhi angka putus sekolah pada usia 7–18 tahun. Selain itu, dapat juga untuk mengetahui probabilitas anak putus sekolah dengan karakteristik tertentu. Analisis yang digunakan adalah regresi logistik, yaitu suatu metode yang menerangkan hubungan antara variabel respon dikotomi dan satu set variabel penjelas katagori. Enam variabel yang dipilih mampu menjelaskan variasi anak putus sekolah dengan tingkat signifikan 5%. Variabel tersebut adalah pendidikan kepala rumah tangga, kepemilikan KIP/PIP, jumlah anggota rumah tangga, anak yang bekerja, kemiskinan, dan daerah tempat tinggal. Variabel yang paling dominan adalah kepemilikan KIP/PIP.
HUBUNGAN LINGKUNGAN KELUARGA, INTERAKSI TEMAN SEBAYA DAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN HASIL BELAJAR SISWA Nurul Fadhilah; Andi Muhammad Akram Mukhlis
Jurnal Pendidikan Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v22i1.940.2021

Abstract

This research aims to explain the correlation of family environment, peer interaction and emotional intelligence with Biology learning outcomes of science students grade XI in senior high school of Bulukumba District. This research is an ex-post facto, with a sampel of 263 students grade XI in senior high school of Bulukumba regency. Data collection uses questionnaire and student test result. The data was analyzed using descriptive statistic and inferential statistic analysis (path analysis). The result showed that the students in general has a condusive family environment, a good peer interaction, and a high level of emotional intelligence. Family environment and peer interaction were directly related and significant with emotional intelligence. Family environment, peer interaction, and emotional intelligence were directly related and significant with Biology learning outcomes. Family environment and peer interaction were indirectly related with Biology learning outcomes and significant through emotional intelligence. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga, interaksi teman sebaya dan kecerdasan emosional terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri di Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto, dengan siswa sebagai sampel sebanyak 263. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data hasil belajar biologi siswa. Data dianalisis dengan menggunakan statistika deskriptif dan statistika inferensial yakni analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar biologi siswa dalam kategori sedang, dengan kondisi lingkungan keluarga pada kategori kondusif, interaksi teman sebaya pada kategori sangat tinggi, dan kecerdasan emosional pada kategori tinggi. Lingkungan keluarga dan interaksi teman sebaya berhubungan langsung dan signifikan dengan kecerdasan emosional. Lingkungan keluarga, interaksi teman sebaya, dan kecerdasan emosional berhubungan langsung dan signifikan dengan hasil belajar Biologi. Lingkungan keluarga dan interaksi teman sebaya berhubungan tidak langsung dan signifikan dengan hasil belajar Biologi melalui kecerdasan emosional.
DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU BULLYING Wahyu Bagja Sulfemi; Okti Yasita
Jurnal Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v21i2.951.2020

Abstract

Descriptive quantitative analytic with a cross-sectional approach was used in this study. This research was conducted at SMA Taruna Andhiga Bogor City, amounting to 110 people with a sample size of 86 people by random sampling. The background of this research is the rampant bullying behavior in Bogor City where 30% to 40% of students are victims of bullying. Based on the results of data analysis, it is known that there are 36 people or (41.9) negative peer social support, and 50 people or (58.1%) provide positive support. There were 45 people (52.3%) who behaved bullying and 41 people (47.7%) did not behave bullying. There is a significant relationship between social support from friends and bullying behavior with a risk of 0.258 times compared to those who do not have social support. Deskriptif analitis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang digunakan dalam kajian ini. Penelitian ini dilakukan di SMA Taruna Andhiga Kota Bogor yang terdiri dari 110 orang dengan jumlah sampel sebanyak 86 orang secara random sampling. Latar belakang dari studi ini adalah maraknya perilaku bullying di Kota Bogor dimana 30% sampai 40% pelajar menjadi korban bullying. Berdasarkan analisi data diketahui terdapat 36 orang atau (41.9) dukungan sosial teman sebaya negatif dan 50 orang atau (58.1%) memberikan dukungan positif. Terdapat 45 orang (52,3%) berperilaku bullying dan 41 orang (47,7%) tidak berperilaku bullying. Terdapat hubungan signifikan antara dukungan sosial teman dengan perilaku bullying dengan risiko pencegahan sebesar 0,258 kali lipat dibandingkan yang tidak mendapat dukungan sosial.
PEMANFAATAN KONTEN DIGITAL PUSAT SUMBER BELAJAR (PSB) PADA SEKOLAH RINTISAN PENERIMA BANTUAN PERANGKAT PSB Eni Susilawati Siswo wardoyo; Ai Sri Nurhayati; Kusnandar
Jurnal Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v21i2.954.2020

Abstract

Learning Resources Center (LRC) in schools provides a wide selection of learning resources to support learning activities and encourage effective learning so as to achieve learning goals. LRC assistance has been provided from 2016 to 2019, so a research is needed to determine its utilization in schools.This research aims to determine the description of the utilization of ICT tools to support the learning process, as well as obstacles encountered, and recommendations for solution in use of ICT tools and content of LRC for learning in schools. Research uses evaluation research using CIPP (context, input, process and product). The samples are headmasters, teachers, and education staff in schools receiving PSB assistance from Data Center and Information Technology (Pusdatin) Ministry of Education and Culture Education Center in the 2016 to 2019 which is spread in various regions of Indonesi. Data collection using online questionnaires, interviews, limited observation, and documentation. The results showed that:1) the forms of utilizing PSB digital content in schools vary including: most teachers present in front of the class using projectors with the lecture method and some have integrated with other learning models, forms of use are used as independent learning resources for students both individually and in groups or on scheduled;2) in general the availability of inovative teachers is quite adequate, as many as 31% of schools have more than 5 teachers who are able to make independent digital learning materials and 53% of schools have less than 5 teachers who are able to make independent digital learning materials; 3)some recommendations in an effort to improve the quality of utilizing PSB digital content and PSB assistance tools, namely the need: increasing the availability of ICT infrastructure, improving the quality of HR management of PSB, increasing the quality of applications and quantity of PSB digital content, and improving the quality of policy support. Pusat Sumber Belajar (PSB) di sekolah menyediakan berbagai macam pilihan sumber belajar untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan mendorong cara belajar yang efektif sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran. Bantuan PSB telah diberikan sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2019, sehingga perlu dilakukan kajian untuk mengetahui pemanfaatannya di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemanfaatan bantuan perangkat TIK untuk menunjang proses pembelajaran, serta kendala yang dihadapi, dan rekomendasi solusi dalam pemanfaatan bantuan perangkat TIK dan konten PSB untuk pembelajaran di sekolah penerima bantuan PSB. Penelitian menggunakan penelitian evaluasi dengan menggunakan model CIPP (context, input, process dan product). Sampel adalah kepala sekolah, guru-guru dan tenaga kependidikan pada sekolah penerima bantuan perangkat PSB dari Pusdatin Kemendikbud Tahun 2016 s/d. Tahun 2019 yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online, wawancara, observasi terbatas, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) bentuk pemanfaatan bantuan konten digital PSB di sekolah beragam diantaranya: sebagian besar guru menyajikan di depan kelas menggunakan projector dengan metode ceramah dan ada yang sudah mengintegrasikan dengan model pembelajaran lainnya, bentuk pemanfaatan digunakan sebagai sumber belajar mandiri bagi siswa baik individu maupun kelompok atau secara terjadwal; 2)pada umumnya ketersediaan guru penggerak cukup memadai, sebanyak 31% sekolah memiliki lebih dari 5 orang guru yang mampu membuat bahan belajar digital mandiri dan 53% sekolah memiliki kurang dari 5 orang guru yang mampu membuat bahan belajar digital mandiri; 3) beberapa rekomendasi dalam upaya peningkatan kualitas pemanfaatan konten digital PSB dan perangkat bantuan PSB yaitu perlunya: peningkatan ketersediaan sarana prasarana TIK, peningkatan kualitas SDM pengelola PSB, peningkatan kualitas aplikasi dan kuantitas konten digital PSB, serta peningkatan kualitas dukungan kebijakan.
APERSEPSI PEMBELAJARAN MELALUI STAND-UP COMEDY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA DENGAN METODE CERAMAH DI STKIP PGRI PONOROGO Rizki Mustikasari Nugroho; Ratri Harida
Jurnal Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v21i2.960.2020

Abstract

This study was an experimental study with two sample groups to examine the use of stand-up comedy in learning aperceptions to increase student’s learning motivation using lecture method. The lecture method is the most widely used by lecturers to deliver the material, but this method often makes students bored and less motivated in learning. Students’ learning motivation must be built since the beginning of the class using aperceptions. Some researchers suggest that jokes and funny stories can increase students' motivation to learn. Stand-up comedy is humor performed by a monologue performer. This humor is favored by young people including students. This experimental study involved 40 students in two groups; control and experiment. The finding showed that learning aperception through stand-up comedy model in lecture method can significantly improved students’ learning motivation. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan dua kelompok sampel yang menguji penggunaan stand-up comedy dalam apersepsi pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dengan metode ceramah. Metode pembelajaran ceramah adalah metode yang paling banyak digunakan oleh dosen untuk menyampaikan materi perkuliahan, tetapi metode ini seringkali membuat mahasiswa menjadi jenuh dan kurang termotivasi dalam belajar. Motivasi belajar mahasiswa harus dibangun sejak dosen melakukan apersepsi di kelas. Beberapa peneliti mengemukakan bahwa joke dan cerita lucu dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Stand-up comedy adalah bentuk humor oleh satu orang penampil menggunakan monolog. Humor gaya ini saat ini sedang banyak diminati oleh kaum muda termasuk mahasiswa. Penelitian dalam bentuk eksperimen ini melibatkan 40 mahasiswa dalam 2 kelompok, kontrol dan eksperimen. menggunakan model stand-up comedy untuk menyampaikan pesan pembelajaran di dalam kela Temuan menunjukkan bahwa apersepsi pembelajaran melalui stand-up comedy dalam metode ceramah secara signifikan dapat meningkatkan minat belajar mahasiswa.
PERSEPSI KINERJA GURU, DITINJAU DARI PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI, PERSON-ORGANIZATION FIT, DAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR Fenny Soeprijadi; Niko Sudibjo
Jurnal Pendidikan Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v22i1.965.2021

Abstract

Teachers’ performance will improve with the support of the school, compatibility between teacher as an individual with the values, goals, and characteristics of the organization. Teachers’ behavior will also contributes positively to improving performance.This study was aimed to determine the effect of perceived organizational support, person-organization fit, and organizational citizenship behavior on the performance of Kairos Gracia School teachers in West Jakarta. This research used quantitative approach and PLS-SEM method for data analysis. Data was collected by distributing questionnaires and analyzed descriptively and inferentially by conducting validity, reliability, and path analysis tests by using SmartPLS 3.2.9. software. The results showed that perceived organizational support did not have a direct positive influence on teachers performance, while person-organization fit and organizational citizenship behavior have a positive effect on performance. Perceived organization support would be positively influenced teachers’ performance when mediated by organizational citizenship behavior. Kinerja guru akan meningkat dengan adanya dukungan dari pihak sekolah, kecocokan antara guru sebagai individu dengan nilai, tujuan, dan karakteristik organisasi Perilaku guru juga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh persepsi dukungan organisasi, person-organization fit, dan organizational citizenship behavior terhadap kinerja guru Sekolah KARIOS GRACIA di Jakarta Barat. Penelitian ini. bersifat kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial untuk uji validitas, reliabilitas, dan analisis jalur dengan metode PLS-SEM melalui program SmartPLS 3.2.9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dukungan organisasi secara langsung tidak memiliki pengaruh positif terhadap kinerja guru. sedangkan person-organization fit dan organizational citizenship behavior berpengaruh positif terhadap kinerja. Persepsi dukungan organisasi akan memiliki pengaruh positif terhadap kinerja guru melalui variabel laten organizational citizenship behavior.
PENGEMBANGAN MUSEUM VIRTUAL REALITY BERBASIS INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Mohamad Alfarizi; Pujianto Yugopuspito
Jurnal Pendidikan Vol. 21 No. 2 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v21i2.974.2020

Abstract

The purpose of this research is to develop a virtual reality (VR) museum modules for a citizenship lesson at Tzu Chi Senior High School Jakarta, Grade 10. The module is about the Indonesian national integration within the Bhinneka Tunggal Ika Framework. This research started with the process of analyzing product specifications, attractiveness, and practicality as an inquiry-based learning activities. a module employing the research and development approach of Borg and Gall. Seventeen students were involved in the field test of the module. The data collection was conducted using observations, interviews, and questionnaires.The data was then analyzed qualitatively and quantitatively. This research shows that students consider the VR museum module as attractive, allowing interactivity between user, the content, and easy to use since it includes clear directions to explore. In conclusion, the VR museum as a learning media can be effectively used in citizenship lesson. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan modul museum virtual reality (VR) untuk pembelajaran Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas Tzu Chi Jakarta kelas 10. Modul tersebut membahas tentang integrasi bangsa Indonesia dalam Kerangka Bhinneka Tunggal Ika. Penelitian ini dimulai dengan proses menganalisis spesifikasi produk, daya tarik, dan kepraktisan sebagai kegiatan pembelajaran berbasis inkuiri. Modul dikembangkan yang menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan Borg dan Gall. Tujuh belas siswa dilibatkan dalam uji lapangan modul. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa menganggap modul museum VR menarik dan memungkinkan interaktivitas antara pengguna dan konten, siswa dapat dengan mudah menggunakannya karena adanya petunjuk arah yang jelas didalam kegiatan penjelajahan. Kesimpulannya, museum VR sebagai media pembelajaran dapat digunakan secara efektif dan dapat dijadikan sebagai media pembelajaran kewarganegaraan.
PENGARUH EFIKASI DIRI, MOTIVASI BELAJAR DAN MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR SPEAKING SISWA KELAS X Novilia Hardianti; Marlin P. Marpaung
Jurnal Pendidikan Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v22i1.976.2021

Abstract

The use of English in communication becomes important nowadays in facing the challenges of globalization. English is one of the school subjects that helps students in preparing their abilities to be part of global citizens. Speaking skills in English subject is one of way in preparing the students, meanwhile learn English also becomes one of the challenges for students. This quantitative research aimed to identify the influence of self efficacy, learning motivation and reading interest on speaking learning outcomes. Data collection uses questionnaires distributed to 76 grade X students and interview. The data were analyzed using multiple regression analysis. The finding shows that self-efficacy had positive influence on speaking learning outcomes. Learning motivation had a positive influence on learning outcomes of speaking, and reading interest had a positive influence on speaking learning outcomes. The R-Square value of the three variables indicates a silmutant strong influence on learning outcomes of speaking skills. Penggunaan bahasa Inggris dalam berkomunikasi dirasakan penting dalam menghadapai tantangan global sekarang ini, khususnya dalam dunia pendidikan, Bahasa Inggris menjadi salah satu matapelajaran untuk membekali kemampuan siswa menjadi bagian dari warga global. Keterampilan berbicara “speaking skill” dalam bahasa Inggris juga menjadi salah satu tantangan bagi para sisw. Penelitian ini bersifat kuantitatif untuk mengidentifikasi pengaruh efikasi diri, motivasi belajar dan minat baca terhadap hasil belajar speaking siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran tiga kuesioner kepada 76 siswa kelas X, dan wawancara kepada siswa, serta nilai hasil belajar speaking siswa. Data dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa efikasi diri, motivasi belajar, serta minat baca secara parsial berpengaruh positif terhadap hasil belajar speaking. Berdasarkan nilai R-Square, ketiga variabel tersebut secara simultan berpengaruh kuat terhadap hasil belajar speaking.
THE CHALLENGES OF SECONDARY LEVEL BUSINESS EDUCATION IN BANGLADESH MD. Meraz Ahmed; Harshita Aini Haroon; Fatimah Tambi; MD. Kamal Hossain
Jurnal Pendidikan Vol. 22 No. 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v22i1.1431.2021

Abstract

This paper discusses challenges of secondary level business education in Bangladesh. In particular, it explores the challenges related to curriculum, pedagogy, infrastructure and assessment systems in school. We looked at the existing facilities in schools that teach business education, teaching strategies used in the classrooms as well as the perceptions of teachers and students towards business education.Using an online survey, data was collected from 101 respondents who are secondary level school teachers. Findings reveal that challenges are mainly related to curriculum, pedagogy, infrastructure, and assessment system. However, infrastructure and students’ attitude-related challenges are the greatest challenges. In addition, we find that most of the business studies classes are attended by more than 40 students, contributing to issues related to pedagogy, infrastructure and assessment. The study recommends that the present curriculum, infrastructure, and assessment procedure of business education at the secondary level need to be upgraded for effective secondary level business education in the country. Artikel ini membahas tantangan pendidikan bisnis tingkat menengah di Bangladesh. terkait dengan kurikulum, pedagogi, infrastruktur dan sistem penilaian di sekolah, khususnya dalam hal fasilitas sekolah untuk pendidikan bisnis, strategi pengajaran yang digunakan, serta persepsi guru dan siswa terhadap pendidikan bisnis. Metode yang digunakan survei online dari 101 guru sekolah menengah. Temuan mengungkapkan bahwa tantangan terutama terkait dengan kurikulum, pedagogi, infrastruktur, dan sistem penilaian. Namun, infrastruktur dan sikap siswa merupakan tantangan terbesar. Selain itu, jumlah siswa yang cukup besar, lebih dari 40 siswa, berkontribusi pada masalah yang berkaitan dengan pedagogi, infrastruktur, dan penilaian. Studi ini merekomendasikan bahwa kurikulum, infrastruktur, dan prosedur penilaian pendidikan bisnis di tingkat menengah perlu ditingkatkan efektivitasnya di negara tersebut.
CEMAS DAN RAGU LINTAS JURUSAN STUDI PADA SISWA KELAS XII MIPA LISTIOWATTY
Jurnal Pendidikan Vol. 22 No. 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/jp.v22i2.1516.2021

Abstract

Choosing a major that will be taken up in college can raise doubts and even anxiety for the final year high school students. Various factors trigger this doubt and anxiety, especially for choosing across majors. Crossing-major is the decision to choose a field of science to be pursued in higher education, which is different from the field of study at the high school level. This study was intended to describe the psychological dynamics of students who decided to cross majors. This study used a case study-based qualitative descriptive model. The case study was chosen so that this study obtained more detailed and in-depth data from the participants. The data collection techniques used observation and interviews. The results of the analysis indicate the existence of emotional aspects related to anxiety and doubt experienced by students when choosing a further education major, which is caused by parents, family environmental conditions, and the surrounding environment. Memilih jurusan yang akan ditempuh di perguruan tinggi dapat memunculkan keraguan bahkan kecemasan pada siswa tahun terakhir SMA. Ada berbagai faktor yang memicu keraguan dan kecemasan ini, khususnya bila memilih lintas jurusan. Lintas jurusan adalah keputusan memilih bidang ilmu yang akan ditekuni di perguruan tinggi, yang berbeda dengan bidang jurusan di tingkat SMA. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendiskripsikan dinamika psikologis siswa yang memutuskan untuk lintas jurusan. Penelitian ini menggunakan model deskriptif kualitatif berbasis studi kasus. Studi kasus dipilih agar penelitian ini mendapatkan data yang lebih rinci dan mendalam dari subyek partisipan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil analisa menunjukkan adanya aspek emosional berkaitan dengan kecemasan dan keraguan yang dialami siswa ketika memilih jurusan pendidikan lanjut, yang disebabkan sejumlah faktor yaitu orang tua, kondisi lingkungan keluarga dan pengaruh lingkungan sekitar.