cover
Contact Name
Soni Samsu Rizal
Contact Email
soni.samsurizal@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
alauladtarbiyah@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Tarbiyah al-Aulad : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
ISSN : 25494651     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Tarbiyah al-Aulad : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, print ISSN : 2549-4651 adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat. Jurnal ini menjadi media untuk menyebarkan gagasan dan temuan ilmiah di bidang pendidikan anak usia dini.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2016): Februari 2016" : 7 Documents clear
MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM MENURUT AZYUMARDI AZRA Yati Rohayati; Indrawati Noor Kamila; Ujang Endang
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.923 KB)

Abstract

Pendidikan dalam Islam mempunyai kedudukan yang penting. Islam yang memiliki sifat universal dan kosmopolit dan merambah ke ranah kehidupan apapun, termasuk dalam ranah pendidikan. Ranah pendidikan di zaman sekarang ini, sangat berkembang pesat ditambah lagi dengan teknologi-teknologi yang semakin canggih. Kondisi ini sangat menarik bagi penulis untuk dikaji lebih mendalam agar dapat membantu memberikan solusi untuk pembaharuan pendidikan Islam agar lebih maju dan berkembang sesuai dengan hakikat agama Islam. Setelah melakukan analisis data, penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) menurut Azra konsep pendidikan Islam menyangkut tiga hal penting: (a) tujuan pendidikan Islam; (b) kurikulum pendidikan Islam; (c) demokratisasi pendidikan Islam. ; 2) modernisasi pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra berkaitan dengan: (a) Input dari masyarakat ke dalam sistem pendidikan. a) Ideologis-normatif; b) Mobilisasi politik; c) Mobilisasi ekonomi; d) Mobilisasi social; e) Mobilisasi kultur. (b) Output bagi masyarakat. a) Perubahan sistem nilai; b) Output politik; c) Output ekonomi; d) Output social; dan e) Output kultural. 3) relevansi pemikiran Azra tentang modernisasi pendidikan Islam dengan pendidikan nasional bahwa pendidikan agama Islam adalah kurikulum wajib bagi yang harus diberikan. Jika pendidikan agama Islam tidak diberikan, berarti tujuan pendidikan nasional tidak akan pernah tercapai secara maksimal.
KONSEP PROFESIONALISME GURU MENURUT ALQURAN SURAT AL-BAQARAH AYAT 247 (Studi Analisis terhadap Tafsir Ibnu Katsir) Nia Nuraida; Lilis Nurteti
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.934 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran guru bagi pendidikan. Baik buruknya pendidikan tergantung bagaimana seorang guru bisa memanifestasikan dan mengaplikasikan sumbangsihnya ke dalam lembaga formal maupun nonformal. Pada kenyataannya, profesi guru pada saat ini masih banyak dibicarakan orang, atau masih saja dipertanyakan orang, baik di kalangan para pakar pendidikan maupun di luar pakar pendidikan.. Hal ini sangat menarik penulis untuk mengetahui lebih dalam tentang konsep yang harus dimiliki oleh guru sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode content analysis, karena penelitian ini menganalisis interpretasi Ismail bin Katsir terhadap Alquran surat al-Baqarah ayat 247 dalam tafsir Ibnu Katsir. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Data-data yang terkumpul lalu dianalisis dengan pemprosesan satuan, kategorisasi, dan penafsiran data. Hasil dari penelitian tentang konsep profesionalisme guru menurut Alquran surat al-Baqarah ayat 247 dalam tafsir Ibnu Katsir adalah sebagai berikut: a) seorang guru harus kuat secara fisik, sehingga mampu mengajar peserta didik dengan sempurna; b) seorang guru harus benar-benar berpengetahuan luas, kuat dalam mengkaji, dan memiliki pemahaman mendalam; c) seorang guru harus meningkatkan dalam menjaga kesehatan tubuhnya, seorang guru harus mengembangkan kemampuan dan keterampilan fisiknya menuju pada pencapaian tubuh yang kuat atau fit; d) seorang guru harus bertakwa kepada Allah. Supaya dapat menumbuhkan karakter rendah hati dan optimistik. Kesimpulannya adalah seorang guru itu hendaklah memiliki sifat-sifat sebagai berikut: a) Kekuatan fisik; b) Ilmu pengetahuan yang luas; c) Kesehatan jasmani dan rohani; d) Bertakwa kepada Allah.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN SOSIAL PERSPEKTIF ‘ABDULLAH NĀṢIH ‘ULWĀN DAN RELEVANSINYA TERHADAP TUJUAN PENIDIKAN NASIONAL Eulis Cici Nurunnisa; Husni Husni
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.923 KB)

Abstract

Di era globalisasi saat ini ketika kemajuan teknologi semakin pesat, orang-orang hidup dengan kemudahan. Dengan keadaan yang demikian maka akan kita temui orang-orang mulai kurang memperhatikan kehidupan sosialnya. Adapun orientasi pendidikan nasional cendrung melupakan pengembangan dimensi nilai (affective domain) telah merugikan peserta didik secara individual maupun kolektif, padahal nilai-nilai sosial adalah bagian penting dari kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan sosial dan relevansinya terhadap tujuan pendidikan nasional dengan mengkaji pemikiran ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwān. Setelah melakukan analisis data, maka diperoleh kesimpulan bahwa nilai-nilai pendidikan sosial menurut ‘Abdullah Nāṣih ‘Ulwān berpijak pada empat hal, yaitu: menanamkan mentalitas yang luhur, memperhatikan hak-hak orang lain, komitmen pada etika sosial secara umum, pengawasan kritik terhadap opini publik dan sosial berupa kewajiban melaksanakan adab bermasyarakat. Menanamkan mentalitas yang luhur nilai-nilai didalamnya berupa bagaimana meletakan nilai taqwa, persaudaraan, kasih sayang, memaafkan orang lain, keberanian. Kemudian dalam memperhatikan hak-hak orang lain maka yang harus diperhatikan adalah hak orang tua, hak kerabat, hak tetangga, hak guru, hak teman, hak orang yang lebih tua; sedangkan relevansi nilai-nilai pendidikan sosial menurut ‘Abdullah Nâṣih ‘Ulwân dengan Tujuan Pendidikan Nasional salahsatunya mengarahkan pentingnya pembentukan akhlakul karimah siswa dalam pergaulan di masyarakat yang berdasarkan prinsip ketakwaan. Selain itu individu harus diupayakan memperkaya budi pekerti. Jika dijabarkan tentunya yang dimaksud budi pekerti adalah akhlak yang baik tidak hanya untuk dirinya tapi jelas untuk sesamanya. Maka perwujudan akan budi pekerti itu adalah menanamkan nilai-nilai persaudaraan, kasih sayang, memaafkan orang lain, keberanian, memperhatikan hak-hak orang lain.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AL-QURAN SURAH AL-AN’AM AYAT 151-153 DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Analisis terhadap Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Az-Zuhaili) Sofia Ratna Awaliyah Fitri; Tanto Aljauharie Tantowie
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.934 KB)

Abstract

Pada pendidikan Islam, karakter merupakan salah satu bagian yang sangat diperhatikan dalam Al-Qur’an. Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam merupakan salah satu sarana pengembangan karakter. Oleh karena itu pengembangan pendidikan karakter yang sesuai dengan Al-Qur’an mutlak dilakukan. Di dalam Al-Qur’an ada begitu banyak nilai-nilai karakter yang dapat diacu dalam melaksanakan pendidikan Islam, yang mana nilai-nilai tersebut tentunya akan lebih relevan dan sejalan dengan tujuan pendidikan Islam. Q.S Al-An’am ayat 151-153 memiliki kandungan nilai-nilai karakter yang patut untuk digali dan dikembangkan lebih lanjut, karena itu penelitian ini diharapkan dapat menggali nilai-nilai karakter yang ada di dalamnya, dan mengimplementasikannya dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) tafsir dan kandungan Q.S.Al-An’am ayat 151-153 yang terdapat dalam tafsir al-Munir, 2) nilai pendidikan karakter dalam Q.S.Al-An’am ayat 151-153 yang terdapat dalam tafsir al-Munir, 3) implementasi nilai-nilai pendidikan karakter tersebut dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis isi (content analysis), karena penelitian ini menganalisis interpretasi Wahbah az-Zuhaili terhadap Q.S. Al-An’am ayat 151-153 dalam tafsir al-Munir. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Data-data yang terkumpul lalu dianalisis dengan pemrosesan satuan, kategorisasi, dan penafsiran data. Dari hasil penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa penelitian menunjukkan terdapat nilai-nilai pendidikan karakter dalam Q.S. Al-An’am ayat 151-153. Nilai-nilai tersebut adalah: takwa, kasih sayang, tanggung jawab, cinta damai, peduli sosial, dan adil. Nilai takwa yang terdapat pada karakter religius merupakan karakter yang kompleks. Tidak hanya sebatas penyembahan terhadap Allah, tetapi juga berimplikasi pada karakter yang lain. Nilai-nilai pendidikan karakter tersebut dapat diimplementasikan tidak hanya dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas, tetapi juga lewat lingkungan pendidikannya yaitu sekolah, serta pendidiknya. Dalam pendidikan karakter beberapa metode yang dapat dipakai antara lain metode targhib, kisah, pembiasaan,perintah, larangan, dialog (debat) dan qudwah
PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT SYEKH KHOLIL BANGKALAN Fanny Fauzy Hanifunni'am; Abdul Aziz
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.934 KB)

Abstract

Pendidikan akhlak merupakan bagian yang sangat penting dalam tujuan Pendidikan Nasional. Sebagaimana tercantum dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyatakan bahwa, “Tujuan Pendidikan Nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Pendidikan tidak hanya dibebani tugas mencerdaskan anak didik dari segi kognitif saja, akan tetapi kecerdasan dari segi afektif dan psikomotorik tugas harus diperhatikan. Dalam hal ini beban pendidikan yang berkaitan dengan kecerdasan afektif siswa adalah upaya membina moral (akhlak) peserta didik. Moral yang diharapkan adalah moral yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang disandarkan pada keyakinan beragama. Akan tetapi untuk mewujudkan hal tersebut dewasa ini tampaknya banyak kendala yang harus dihadapi. Dari tujuan penelitian ini: dapat digaris bawahi bahwa salah satu tujuan pendidikan akhlak menurut Syekh Kholil Bangkalan ini adalah untuk menjadikan peserta didik memiliki akhlak yang mulia, itu artinya diharapkan setelah peserta didik mengenyam pendidikan akan tercipta perubahan perilaku ke arah yang lebih baik sebagai cerminan tujuan pendidikan yang paling utama yaitu iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT SYAIKH TAQIYUDDIN AN-NABHANI DALAM BUKU NIDHAM AL-ISLAM Arifudin, Yadi Fahmi; Amini, Fadlilah Aisyah
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.923 KB)

Abstract

Pendidikan sejatinya adalah usaha sadar yang dilakukan untuk suatu perubahan ke arah yang lebih baik, berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, dan cakap, akan tetapi fakta menunjukan bahwa perilaku para pelajar yang merupakan produk dari pendidikan jauh dari apa yang diharapkan. Tujuan penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui pandangan Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani terhadap tujuan pendidikan Islam. 2). Untuk mengetahui pandangan Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani terhadap strategi pembelajaran pendidikan Islam. 3). Untuk mengetahui pandangan Syaikh Taqiyuddin An-Nabhani terhadap kurikulum pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi (content analysis). Metode analisis isi adalah teknik yang digunakan peneliti untuk mempelajari isi dokumen dan menemukan karakteristik pesan serta menarik suatu kesimpulan. Setelah penulis mengadakan penelitian dengan metode di atas, memperoleh hasil bahwa: 1). Tujuan pendidikan Islam menurut Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani adalah membentuk kepribadian Islam serta membekalinya dengan berbagai ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan. 2). Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani menyebutkan bahwa strategi pembelajaran pendidikan Islam yaitu bahwa kurikulum pendidikan hanya satu yaitu wajib berlandaskan akidah Islamiyah. Tidak boleh digunakan kurikulum selain kurikulum negara. Tidak ada larangan untuk mendirikan sekolah-sekolah swasta selama mengikuti kurikulum negara dan berdiri bedasarkan strategi pendidikan yang di dalamnya terealisasi politik dan tujuan pendidikan. Hanya saja pendidikan di sekolah itu tidak boleh bercampur baur antara laki-laki dengan perempuan baik di kalangan murid maupun guru. Juga tidak boleh dikhususkan untuk kelompok, agama, mazhab, ras atau warna kulit tertentu. 3). Menurut Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani kurikulum pendidikan wajib berlandaskan akidah Islamiyah. Mata pelajaran serta metodologi penyampaian pelajaran seluruhnya disusun tanpa adanya penyimpangan sedikikitpun dalam pendidikan dari asas tersebut.
KONSEP AKHLAK TERPUJI MENURUT PANDANGAN IMAM AL-GHAZALI DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI Iis Rodiah; M. Djaswidi Al Hamdani
Tarbiyat al-Aulad: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol 1 No 1 (2016): Februari 2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Ciamis Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.923 KB)

Abstract

Kata karakter diringkas sebagai perilaku, tetapi perilaku itu perlu dilakukan berkali-kali tidak cukup hanya sekali untuk melakukan perbuatan baik, atau hanya sesekali. Seseorang dapat disebutkan karakter tertentu ketika menampilkan dirinya didorong oleh motivasi yang kuat dan dilakukan tanpa banyak pertimbangan pemikiran pertimbangan pertama yang sering diulang, begitu berkesan sebagai keharusan untuk dilakukan. Jika tindakan itu dilakukan dengan sangat terpaksa bukanlah cerminan karakter. Secara historis, moralitas dapat memadukan perjalanan kehidupan manusia untuk dapat bertahan hidup di dunia ini dan akhirat. Mempelajari akhlak dapat membuka mata hati seseorang untuk mengetahui yang baik dan yang buruk. Namun, kenyataan menunjukkan penurunan nilai-nilai moral yang baru-baru ini terjadi pada sebagian besar orang baik di kalangan remaja, orang dewasa dan bahkan orang tua termasuk di antara siswa apakah mereka tinggal di daerah pedesaan dan perkotaan. Kondisi ini sangat menarik bagi penulis untuk membahas konsep pendidikam yang lebih halus dan relevansinya dengan pendidikan di era globalisasi. Banyak orang mengabaikan moral pembinaan, sedangkan masalah moral tidak dapat diremehkan, karena karakter adalah kunci untuk mengubah kesejahteraan individu, sosial, atau kesejahteraan dan kebahagiaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis isi (content analysis), yang awalnya digunakan dalam disiplin ilmu komunikasi dan dapat dimanfaatkan untuk penelitian normatif, seperti pendapat seseorang atau sekelompok orang tentang hukum suatu kasus. Secara khusus penelitian ini berkaitan dengan gaya pembelajar dalam kehidupan sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah, pertama, Imam al-Ghazali menekankan pada teladan mengajar dan kognitifistik. Selain itu, ia juga memakai pendekatan behavioristik sebagai salah satu pendekatan pendidikan yang dijalankan. Kedua, Imam al-Ghazali dalam konsep pendidikan moral, ia menguraikan behavioristik dengan pendekatan humanistik yang mengatakan bahwa pendidik harus memandang siswa sebagai manusia secara holistik dan mengahrgai mereka sebagai manusia. Ketiga, imam al-Ghazali Berpikir tentang konsep pendidikan moral tetap relevan sampai hari ini sebagaimana dibuktikan oleh banyak pendidik yang masih menggunakan konsepnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 7