cover
Contact Name
Alvi Nur Yudistira
Contact Email
maz.wie@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jppik.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan
ISSN : 19786514     EISSN : 26848651     DOI : -
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan kelautan menerima artikel yang memuat hasil penelitian dalam bidang perikanan dalam arti luas. Topik yang dapat dipublikasikan melalui jurnal ini antara lain : penyuluhan perikanan; pemberdayaan masyarakat perikanan; konservasi dan sumberdaya perikanan; sosial dan ekonomi perikanan; budidaya perikanan; pengolahan ikan; pemanfaatan sumberdaya perikanan; penangkapan ikan.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2025)" : 5 Documents clear
Pengendalian Mutu Produk Sate Bandeng (Chanos chanos) di UMKM Rizky Banten Siregar, Resmi Rumenta; Octikharisma, Aliffia Yusti; Sayuti, Muhammad
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i1.521

Abstract

Sate bandeng merupakan salah satu bentuk diversifikasi olahan ikan bandeng yang berasal dari Banten. Selama proses produksi, ditemukan dua jenis kecacatan pada produk tersebut yaitu daun terbuka dan kepala terputus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi proses pengolahan, menentukan kandungan gizi sate bandeng dan untuk mengevaluasi jenis kecacatan yang paling sering terjadi dan batas kendali terhadap jenis kecacatan. Metode yang digunakan yakni deskriptif komparatif dan kuantitatif dengan menggunakan SPSS, di antaranya flowchart, checksheet, diagram pareto, histogram, dan peta kontrol. Berdasarkan hasil penelitian nilai organoleptik bahan baku didapatkan nilai 7 dan untuk nilai sensori pada produk akhir 7-8 yang sudah sesuai dengan standar. Sate bandeng yang dihasilkan mengandung 2.81% kadar abu, 29.58% kadar protein, 2.19% kadar lemak, dan 64.82% kadar air. Total kecacatan yang paling sering terjadi yaitu kepala putus sebanyak 230 ekor dengan persentase 69.27% dan daun terbuka sebanyak 102 ekor dengan persentase 30.72%. Faktor utama penyebab kerusakan adalah kurangnya keahlian karyawan atau pekerja. Dengan demikian diperlukan pelatihan bagi karyawan terkait prosedur dan tata cara pengolahan yang baik dan benar.
Penyuluhan Pentingnya Mengendalikan Mutu Perikanan untuk Meningkatkan Daya Saing di BKIPM Jakarta II Viola, Ilva; Junianto, Junianto
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i1.522

Abstract

Industri perikanan menghadapi tantangan besar dalam beberapa tahun terakhir, termasuk persaingan yang ketat, penurunan harga, dan tuntutan konsumen akan produk perikanan berkualitas tinggi. Mengendalikan mutu perikanan menjadi krusial untuk meningkatkan daya saing dan mempertahankan posisi industri di pasar global. Pengendalian mutu perikanan melibatkan pengawasan dari bahan baku hingga produk akhir, memastikan bahwa standar kualitas yang tinggi terpenuhi untuk memenuhi harapan konsumen. Penyuluhan ini bertujuan menilai efektivitas penyuluhan dalam pengendalian mutu produk perikanan, dengan ukuran keberhasilan yang diukur melalui peningkatan kepatuhan terhadap regulasi mutu serta dilakukan uji organoleptik untuk melihat mutu produk perikanan. Pengumpulan data diperoleh dari hasil wawancara 30 pelaku usaha perikanan yang terdaftar di wilayah kerja BKIPM Jakarta II dan studi pustaka. Penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan tentang pengendalian mutu perikanan yang dilakukan oleh BKIPM Jakarta II telah berperan penting dalam meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia dengan memperkuat kepatuhan terhadap standar mutu. Meski demikian, upaya ini perlu terus ditingkatkan serta diperluas agar dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha di berbagai daerah di Indonesia.
Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan Batu Bangka Sebelum dan Sesudah Pergub NTB No. 32 Tahun 2018 Santika, Lora; Asmayadi, Asmayadi; Abdurachman, Muhammad Haikal
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i1.544

Abstract

Peraturan Gubernur (Pergub) NTB No. 32 Tahun 2018 menetapkan rencana aksi pengelolaan perikanan kerapu dan kakap di kawasan Teluk Saleh, meliputi pengaturan ukuran tangkapan dan alat tangkap yang diperbolehkan. Desa Batu Bangka, sebagai bagian dari Teluk Saleh, mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kondisi sosial ekonomi nelayan sebelum dan sesudah implementasi Pergub tersebut, dengan fokus pada tingkat kesejahteraan, pengetahuan masyarakat terhadap peraturan, dan dampaknya terhadap praktik perikanan. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan nonprobability sampling dan melibatkan 75 responden dari empat dusun. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan pemerintah desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan Batu Bangka umumnya berpendidikan rendah (setingkat Sekolah Dasar) dan tergolong nelayan kecil dengan kapal <10 GT. Tingkat pengetahuan masyarakat terkait aturan lokasi penangkapan, alat tangkap yang dilarang, dan spesies yang dilindungi mengalami peningkatan, namun pemahaman mengenai aturan spesifik kerapu dan kakap masih rendah. Kesejahteraan masyarakat berdasarkan indikator Core Welfare Indicator (CWI) berada pada kategori sedang dengan nilai 39,4%. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi Pergub No. 32 Tahun 2018 memerlukan penguatan sosialisasi agar dampaknya lebih optimal. 
Pengaruh Penggunaan Probiotik Terhadap Kualitas Air Kolam Budidaya Dan Pertumbuhan Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Maziyan, Intan Nabila; Zumar, Muhammad Rifqi; Bahri, Saiful; Tyastirin, Esti
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i1.531

Abstract

Ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) merupakan jenis ikan air tawar yang banyak dibudidaya di Indonesia karna memiliki keunggulan harga yang relatif murah, gizi tinggi dan pertumbuhan cepat. Kualitas air kolam budidaya sangat mempengaruhi keberhasilan budidaya ikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air kolam budidaya. ialah pH, suhu, dan  amonia. Semakin tinggi kadar bahan organik di dalamnya maka kualitas air kolam akan semakin menurun. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas air adalah menggunakan probiotik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan probiotik terhadap kualitas air dan pertumbuhan ikan lele sangkuriang pada media budidaya. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan, yaitu penambahan probiotik yakni probitik nitrobacter Yu Kaji Pondok Pesantren Baitus Surur Mojokerto, probiotik buatan sendiri, dan probiotik EM4, dan kontrol dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan dengan jumlah ikan sebanyak 10 ekor pada masing-masing kolam. Pengambilan data dilakukan setiap 2 minggu sekali selama 12 minggu. Data yang diamati meliputi berat, panjang, kelangsungan hidup dan parameter fisik lingkungan. Perlakuan yang tidak memenuhi SNI ada pada kolam kontrol dengan kadar pH 6,4 dan kolam probiotik yu kaji dengan kadar amonia 1,8 ppm. Nilai kelangsungan hidup ikan lele paling tinggi berada pada perlakuan probiotik buatan sendiri yaitu sebesar 83,33%. Nilai rerata pertumbuhan berat ikan lele paling baik dan seragam berdasarkan standar deviasi ada pada perlakuan probiotik buatan sendiri yaitu 60,36 gram + 4,91, sedangkan nilai rerata pertumbuhan + standar deviasi panjang ikan lele paling ada pada perlakuan probiotik buatan sendiri yaitu 18,74 cm + 0,24.
Kontribusi Budidaya Kerang Hijau Terhadap Pendapatan Nelayan Di Kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung Bama, Samsun Ari; Haryoto, Haryoto; Sarida, Munti
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v19i1.547

Abstract

Besar kecilnya kontribusi yang diberikan suatu kegiatan usaha menjadi tolak ukur keberhasilan atas kegiatan usaha untuk dijadikan pertimbangan dalam keberlanjutannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi budidaya kerang hijau terhadap pendapatan nelayan di Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung. Responden pada penelitian ini adalah seluruh populasi nelayan yang berbudidaya kerang hijau, sebanyak 47 orang dan 4 orang informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan survei, wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan budidaya kerang hijau mampu memberikan kontribusi yang tergolong sedang sebesar 41% dari total pendapatan nelayan. Pengembangan diversifikasi usaha melalui kombinasi budidaya kerang hijau dan penangkapan ikan penting untuk dikembangkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5