cover
Contact Name
Rinto Hasiholan Hutapea
Contact Email
rintohutapea81@gmail.com
Phone
+6281310083870
Journal Mail Official
jurnaljireh19@gmail.com
Editorial Address
Jl. Untung Surapati, Gang Kincir, RT/RW: 011/005, Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH)
ISSN : 26851393     EISSN : 26851466     DOI : 10.37364
Jurnal JIREH: Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian analisis kritis dan aplikasi teori di bidang keberagamaan, kewujudan, dan kemanusiaan. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember" : 23 Documents clear
Strategi Manajemen Keuangan Gereja Kalimantan Evangelis Dalam Bentuk Badan Usaha Darnita, Cristi Devi; Triadi, Defri; Gobel, Della Gita Van
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.99

Abstract

Financial management in religious organizations such as churches needs to be independent of church operational funds without relying on congregational offerings. The purpose of this study is to analyze the church's financial management strategy in managing its assets as an investment that generates funds for church management, especially in the Gereja Kalimantan Evangelis. The method used is a qualitative exploration with the techniques of observation, interviews, and documentation studies. This study analyzes the financial management strategy process namely strategy formulation, development of vision and mission, identification of opportunities and threats managing church assets at GKE Resort Tewah by building swallow nests and market blocks. The investment strategy results by managing church assets can fund all church operations and become a financially independent church without depending on congregational offerings. Manajemen keuangan pada organisasi keagamaan seperti gereja perlu menuju kemandirian dana operasional gereja tanpa bergantung pada persembahan jemaat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi manajemen keuangan gereja dalam mengelola aset yang dimiliki sebagai suatu investasi yang menghasil dana untuk pengelolaan gereja, khususnya di Gereja Kalimantan Evangelis. Metode yang digunakan adalah kualitatif eksplorasi dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini berupa analisis proses strategi manejemen keuangan yaitu perumusan strategi, mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi peluang dan ancaman. Bentuk penerapan strategi keuangan dengan mengelola aset gereja di GKE Resort Tewah dengan membangun sarang burung walet dan blok pasar. Hasil dari strategi investasi dengan mengelola aset gereja dapat mendanai seluruh operasional gereja dan dapat menjadi gereja yang mandiri secara keuangan tanpa bergantung kepada persembahan jemaat.
Motivasi Belajar Mahasiswa Melalui Gaya Mengajar Dosen Di Era Pandemi Purba, Paskah Parlaungan; Melati, Ester
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.105

Abstract

This study aims to confirm the influence of lecturers' teaching styles on student learning motivation at the Basom Theological College batam. This study used quantitative methods with a sample of 30 students. The findings of the study revealed that the teaching style of lecturers at STT Basom Batam affects student learning motivation. This is shown by the data that if th ≥ tt, then there is a significant Influence of Lecturer Teaching Style (X) on the Learning Motivation of STT Basom (Y) students. From the table it is known that tt = 1.697 and from the calculations obtained 2.696 at a significance level of 5% with N = 30. Thus, th > tt, meaning that there is a significant influence of the lecturer's teaching style on the learning motivation of STT Basom Batam students. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi pengaruh gaya mengajar dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa di Sekolah Tinggi Teologi Basom Batam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel mahasiswa sebanyak 30 orang mahasiswa. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa gaya mengajar dosen di STT Basom Batam mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa. Hal ini ditunjukkan dengan data bahwa jika th ≥ tt, maka terdapat Pengaruh Gaya Mengajar Dosen (X) yang signifikan terhadap Motivasi Belajar mahasiswa STT Basom (Y). Dari tabel diketahui tt = 1,697 dan dari perhitungan diperoleh 2, 696 pada taraf signifikansi 5% dengan N = 30. Dengan demikian, th > tt, artinya terdapat pengaruh yang signifikan gaya mengajar dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa STT Basom Batam.
Teologi Anak Menurut John Calvin dan Signifikansinya Bagi Kekristenan Masa Kini Siska, Yuk Fran; Intan, Benyamin F
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.106

Abstract

Children are the future of a society and the future of the church. Awareness of the importance of children to society and the church needs to be based on biblical concepts of nature of child and childhood. This is necessary because of the emergence of deviant attitudes towards children as a result of extreme understanding between children as sinners or children as innocent and pure individuals. One of them is the abuse of discipline and punishment and the underestimation of the possibility of crimes committed by children. Therefore, this article descriptively through literature study tries to retell the efforts of a reformer named John Calvin who has introduced the biblical concept of child and childhood with a balance between the sinful side and the precious side of a child in Geneva. Calvin's understanding and experience can set an example for a balanced view of children and childhood and help today's Christianity to carry out the responsibilities it should take for children in the family, church and society. Anak-anak adalah masa depan dari sebuah masyarakat dan hari depan gereja. Kesadaran akan pentingnya anak-anak bagi masyarakat dan gereja perlu didasari oleh konsep yang biblikal mengenai natur dan masa kanak-kanak. Hal ini diperlukan karena timbulnya sikap-sikap yang menyimpang terhadap anak-anak sebagai hasil dari pemahaman yang ekstrem antara anak-anak sebagai manusia berdosa ataupun anak-anak sebagai pribadi yang polos dan murni. Salah satunya adalah penyalahgunaan disiplin dan hukuman serta penyepelean adanya kemungkinan kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak. Oleh sebab itu, artikel ini secara deskriptif melalui studi pustaka berusaha menceritakan kembali usaha seorang reformator bernama John Calvin yang telah memperkenalkan konsep anak dan masa kanak-kanak yang biblikal dengan seimbang antara sisi berdosa dan sisi berharga seorang anak di Jenewa. Pemahaman dan pengalaman Calvin dapat memberikan contoh bagi cara pandang yang seimbang terhadap anak-anak dan masa kanak-kanak serta menolong Kekristenan masa kini untuk mengerjakan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan bagi anak-anak di dalam keluarga, gereja dan masyarakat.
Revolusi Konseling Karakter Bagi Peserta Didik Menghadapi Tantangan Abad 21 Santoso, Joko; Pujiono, Andreas; Sihotang, Srymaya
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.78

Abstract

Moral degradation in generations in the 21st century is a challenge and a complex problem that must be immediately addressed by educational institutions. Character counseling guidance for students is a solution to answer the needs of these problems. Educators as implementers of educational tasks can restore character counseling guidance to meet the needs of students in responding to and dealing with shifts in socio-cultural values ​​that affect a character. This research paper uses a descriptive qualitative approach to describe educators designing character education patterns and strategies for counseling guidance approaches that are appropriate to the needs of the times and right on target. The educational counseling guidance revolution can be pursued by designing Strengthening Character Education which is: Faithful, Morals and Integrity. While the Strategic Approach: Thinking Critically, Be Optimistic, and Act Creatively. Degradasi moral pada generasi di abad 21 menjadi tantangan dan masalah kompleks yang harus segera ditangani oleh lembaga pendidikan. Bimbingan konseling karakter terhadap peserta didik merupakan solusi untuk menjawab kebutuhan persoalan tersebut. Para pendidik selaku pelaksana tugas pendidikan dapat melakukan restorasi bimbingan konseling karakter guna memenuhi kebutuhan peserta didik dalam menyingkapi dan mengadapi pergeseran nilai-nilai social budaya yang berpengaruh pada karakter. Penelitian naskah ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan para pendidik merancang pola pendidikan karakter dan strategi pendekatan bimbingan konseling yang sesuai dengan kebutuhan zaman dan tepat pada sasaran. Revolusi bimbingan konseling pendidikan dapat ditempuh dengan merancang Penguatan Pendidikan Karakter yang: Bertaqwa, Bermoral dan Berintegritas. Sedangkan Pendekatan Strategi: Berpikir Kritis, Bersikap Optimis, dan Bertindak Kreatif.
The Lost of Gospel in The Church and Evangelism in the World: The Deadly Scream and the Answers Lumintang, Stevri P.N. Indra
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.116

Abstract

This research aims to explore the lost Gospel in worldwide churches, especially the evangelical churches in Indonesia and the loss of evangelism in the world. This research was stimulated by the influence of secularism and pragmatism in the church as a result of the change in worldview from the modern era to being postmodern. Based on content analysis research methods, analyzing specifically the contents of several major literatures, it was found that the Gospel and evangelism had indeed disappeared in many church organizations, including evangelical churches and schools of theology in Indonesia. Because of these churches tend to follow the world's mindset and standards, thus leaving the Gospel as the highest standard, as seen in their world-oriented and worldly-inclined way of life. Many churches are conforming to the world. In fact, the loss of the Gospel in the church and evangelization in the world is the biggest and most serious problem in the world, namely moral, mental and spiritual destruction and eternal destruction. For this reason, reformation of the Gospel and evangelism have become an important and urgent agenda, so that the church returns to its nature as a church, the sole agent of God's gospel in the world and returns to its main function, namely evangelizing the world. That is the only solution to the problems of the church and the world. This research is useful for theologians around the world to provide awareness and awareness for the church to carry out its function as the salt and light of the world through the Gospel and evangelism.
Memancarkan Pengajaran Makna ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ Berdasarkan Efesus 5:1-21 dalam Diri Orang Kristen Hutahaean, Hasahatan; Mau, Marthen; Amid, Markus; Moimau, Aprianus Ledrik
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.86

Abstract

In the past, Ephesians committed various sins. Therefore, the apostle Paul was chosen by God to preach the gospel to Ephesus to leave sin according to the teaching, 'It is dark to rise the light.' The phrase 'the dark rises of light' is an attitude that must be taken by god's people, namely those who believe in Jesus Christ, to distinguish their lives from the lives of others who still live in sin. Aim the research to find mean phrase of 'the dark rises of light'. This research uses qualitative methods with a literature and exposition approach to the text of the Bible. From the results of this study, it is hoped that God's people do not tend to sin because sin is a violation of God's law. The conclusion and implication of the results of this study are that the sinful acts committed by a man or God's people, both in hidden places and in the open places violate God's law. God will give eternal punishment to everyone who does not renounce his sin and does not want to live in the miraculous light of Christ. Dahulu orang-orang Efesus melakukan berbagai pelanggaran/dosa. Karena itu, rasul Paulus dipilih Allah agar memberitakan Injil ke Efesus supaya meninggalkan dosa sesuai pengajaran, ‘Habis gelap terbitlah terang.’ Frasa ‘habis gelap terbitlah terang’ merupakan sikap yang harus dilakukan oleh umat Tuhan, yakni yang beriman kepada Yesus Kristus, untuk membedakan kehidupannya dengan kehidupan orang lain yang masih tinggal di dalam dosa. Tujuan penelitian untuk menemukan makna dan pengajaran frasa ‘Habis gelap terbitlah terang.’ Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan dan eksposisi terhadap teks Alkitab. Dari hasil penelitian ini diharapkan umat Tuhan tidak memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa karena dosa adalah pelanggaran hukum Tuhan. Konklusi dan implikasi hasil penelitian ini ialah perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia atau umat Tuhan, baik di tempat-tempat tersembunyi maupun di tempat-tempat terbuka adalah melanggar hukum Tuhan. Tuhan akan memberi hukuman kekal kepada setiap orang yang tidak meninggalkan dosanya dan tidak menghendaki untuk hidup di dalam terang Kristus yang ajaib.
Makna Kebenaran dari Sudut Pandang Sang Pemazmur dalam Mazmur 111 Adisaputra, Dian Juli; Widodo, Priyantoro
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.87

Abstract

Truth is a statement or act of a person that will not harm others or himself. The statement or act must have evidence that can support it and must be in accordance with the facts of the actual act. This writing uses the Literature Study method with a Biblical Book of Poetry approach, as for the results obtained from the meaning of truth according to the Psalmist's point of view in Psalm 111, namely every act that God has done is really great, God's work is also very great and lively with His justice which always forever and ever, God remembers his covenants, the works of his hands are righteousness and justice, holy and terrible is the name of God, and the beginning of wisdom is the fear of the Lord. In today's life, it is also hoped that you will always be grateful to God and surrender your life completely only to God, and remain a person who is always obedient to God, in any situation. Kebenaran merupakan suatu pernyataan atau perbuatan seseorang yang tidak akan merugikan orang lain maupun dirinya sendiri. Pernyataan atau perbuatan tersebut harus memiliki bukti yang dapat mendukung dan harus sesuai dengan fakta perbuatan yang sebenarnya. Penulisan ini menggunakan metode Studi Literatur dengan pendekatan Biblika Kitab Puisi, adapun hasil yang diperoleh dari makna kebenaran menurut sudut pandang Pemazmur dalam Mazmur 111 ini yaitu setiap perbuatan yang telah dilakukan Allah sungguh besar, pekerjaan Allah pun sangat agung dan bersemarak bersama keadilan-Nya yang selalu tetap dari dulu sampai selamanya, Allah mengingat setiap perjanjian-Nya, perbuatan tangan-Nya merupakan kebenaran dan keadilan, Kudus dan dahsyat selalu nama Allah, dan permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan. Dalam kehidupan saat ini juga diharapkan supaya tetap selalu bersyukur kepada Tuhan dan menyerahkan hidup ini sepenuhnya hanya di dalam Allah, serta tetap jadilah pribadi yang selalu taat kepada Allah, baik dalam situasi kondisi apapun itu.
Relevansi Ilmu Filsafat bagi Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pendidikan Agama Kristen Sidabutar, Hasudungan; Situmorang, Yehezkiel
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.88

Abstract

The concept of Christian theology departs from God as the ultimate reality but philosophy departs from the human mind which thinks critically, questions many things to their roots. This fact often makes many Christians today still have anti-philosophical attitudes, and this certainly has an impact on the development of Christian religious education. History has recorded that the birth of philosophers in the ancient Greek era emphasized how the beginnings of science developed. This happens because philosophy gave birth to a tradition of critical and logical thinking that breaks, liberates, guides and ultimately brings humans to enlightenment. The development of science cannot be separated from this philosophical tradition. The relevance of philosophy to the development of Christian religious education disciplines is if philosophy, first, the tradition of philosophy gets a portion in the practice of Christian religious education. Second, the practice of Christian religious education must provide space for freedom of thought. Third, the practice of Christian religious education is open and not exclusive. The discipline of philosophy should not be ignored, because it is a tool to describe the philosophical foundations of science, namely ontological, epistemological and axiological. Konsep teologi kristen yang berangkat dari Allah sebagai realitas utama namun sebaliknya filsafat berangkat dari pikiran manusia yang berpikir secara kritis, mempertanyakan banyak hal sampai keakar-akarnya. Kenyataan ini yang kerap menjadikan banyak orang kristen pada masa kini masih memiliki sifat anti terhadap filsafat, dan hal ini tentu berdampak pada perkembangan ilmu pendidikan agama Kristen. Sejarah telah mencatatkan bahwa kelahiran para filsuf pada era Yunani kuno menandaskan bagaimana awal mula ilmu pengetahuan berkembang. Hal ini terjadi karena filsafat melahirkan tradisi berpikir kritis dan logis yang mendobrak, membebas, membimbing dan pada akhirnya membawa manusia kepada pencerahan. Perkembangan ilmu pengetahuan tidak bisa dilepaskan dari tradisi filsafat ini. Relevansi filsafat terhadap pengembangan disiplin ilmu pengetahuan pendidikan agama Kristen apabila filsafat, Pertama, tradisi ilmu filsafat mendapatkan porsi dalam praktik ilmu pendidikan Agama Kristen. Kedua, praktik pendidikan agama Kristen harus memberi ruang kebebasan untuk berpikir. Ketiga, praktik ilmu pendidikan agama Kristen bersikap terbuka dan tidak eksklusif. Disiplin ilmu filsafat tidak boleh diabaikan, karena ia merupakan alat untuk menguraikan pondasi ilmu secara filosofis yaitu ontologis, epistemologis dan aksiologis.
Profesionalisme Guru Agama Kristen Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik Roseta, Roseta; Sirait, Junio Richson
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.98

Abstract

Teachers are educators, and it can be said that teachers are people who play a very important role in producing humans with good quality human resources for the country. The phenomena obtained from the teachers slapping and tearing students' books for not doing their assignments. The aims of this research are as follows: (1) what is meant by a professional teacher? (2) how is the character of Christian religious education teacher? (3) how is the competence of Christian religious education teacher? (4) how to shape the character of student? and (5) How is the professionalism of Christian religious educators to shape the characteristics of students? This research uses a qualitative method with a literature study approach. The results of the study are (1) Professional teachers are educators who do work as educators/teachers with high capacities who are the source of life. (2) Have the characters of Christ. (3) Have pedagogic, professional, social, and personality competencies. (4) An exemplary teacher. (5) a teacher who has the principle that students are gold, gems and diamonds that do not pay off. Guru merupakan tenaga pendidik, dan bisa dikatakan guru adalah orang yang sangat berperan dalam mengasilkan manusia dengan kualitas sumber daya manusia yang baik bagi negeri. Fenomena yang di dapatkan Guru menampar dan merobek buku murid hanya karena tidak mengerjakan tugas. Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Apakah yang dimaksud guru professional? (2) Bagaimana karakter guru pendidikan agama Kristen? (3) Bagaimana kompetensi guru pendidkan agama Kristen? (4) Bagaiman membentuk karakter peserta didik? dan (5) Bagaimana Profesionalisme tenaga pendidik agama kristen untuk membentuk karaktersitik peserta didik? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil dari penelitian adalah (1) Guru Profesional merupakan pendidik yang melakukan pekerjaan sebagai pendidik/pengajar dengan kapasitas tinggi yang menjadi sumber kehidupan. (2) Memiliki karakter Kristus. (3) Memiliki kompetensi pedagogic, profesional, sosial, dan kepribadian. (4) Guru yang menjadi teladan. (5) Guru yang memiliki prinsip bahwa peserta didik adalah emas, permata dan berlian yang tidak terbayar harganya.
Pendidikan Perempuan Pantekosta Sebagai Upaya Optimalisasi Peran Wanita Dalam Penatalayanan Gereja Runkat, Elsye Ribkah
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.101

Abstract

The fact show that there is still an understanding that women do not need to optimize themselves regarding the implementation of of the Christian faith, ethich and morality education as organism involved in church stewardship activities. Women deal mostly with consumption and are limited to housewives, a bad mirror of women among Pentecostal women. While Pentecostal women also seem to enjoy the condition without a role. This paper aims to provide a significant insight into the need for education for women to be optimal in their duties and role according to the Lord Jesus’ mandate for believers which is facilitated in church stewardship. This paper was preceded by the application of descriptive qualitative research methods to served as church pastors, housewives, and leaders of Pentecostal service oraganizations. Researchers obtain the reality that the Pentecostal Church does not understand gender. Pentecostal women who are the source of data in this research are the facts of the domination of Pentecostal male ego, as well as providing a strong indication of the importance of Pentecostal women’s education in the context of efforts to optimize the role of female congregation members in church stewardship as concrete events that require creative and transformative solutions. Fakta bahwa masih ada pemahaman perempuan tidak perlu mengoptimalisasi diri terkait implementasi nilai-nilai iman Kristen, edukasi etika dan moralitas sebagai organisme yang terlibat dalam kegiatan penatalayanan gereja. Perempuan hanyalah berurusan dengan konsumsi, sebatas ibu rumah tangga, merupakan cermin buruk perempuan di kalangan perempuan Pantekosta. Sementara perempuan Pantekosta pun seolah-olah menikmati kondisi tanpa peran. Tulisan ini bertujuan memberikan suatu wawasan signifikan tentang perlunya pendidikan bagi kaum perempuan untuk menjadi optimal dalam tugas dan perannya sesuai mandat Tuhan Yesus bagi orang percaya yang difasilitasi dalam penatalayanan gereja. Tulisan ini didahului penerapan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif pada beberapa perempuan yang berperan sebagai gembala jemaat, ibu rumah tangga, dan pemimpin wadah-wadah pelayanan Pantekosta. Peneliti memperoleh realita bahwa Gereja Pantekosta tidak mengerti perihal gender. Perempuan Pantekosta yang menjadi sumber data dalam riset ini adalah fakta dominasi keakuan laki-laki Pantekosta, sekaligus memberikan indikasi kuat pentingnya pendidikan perempuan Pantekosta dalam rangka upaya optimalisasi peran warga jemaat kategori wanita dalam penatalayanan gereja sebagai peristiwa kongkret yang membutuhkan solusi kreatif dan transformatif.

Page 1 of 3 | Total Record : 23