cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalhumanus@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat Pusat Kajian Humaniora Gedung Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang, Sumatera Barat, Indonesia 25131
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora
ISSN : 14108062     EISSN : 25283936     DOI : https://doi.org/10.24036/humanus.v21i2
Core Subject : Humanities, Art,
Humanus: Jurnal ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora (P-ISSN 1410-8062, E-ISSN 2528-3936) is an international journal devoted to the publication of original papers published by Center for Humanities Studies of FBS Universitas Negeri Padang. It is a peer-reviewed and open access journal of humanity studies, including linguistics, literature, philosophy, and cultural studies. Humanus accept manuscript in English, Indonesian, and Malay.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2017)" : 10 Documents clear
PLOT IN A COLLECTION OF SHORT STORIES “SAKINAH BERSAMAMU” WRITTEN BY ASMA NADIA WITH FEMINIMISM ANALYSIS Noermanzah Noe Noermanzah
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.356 KB) | DOI: 10.24036/jh.v16i1.7015

Abstract

PLOT DALAM KUMPULAN CERPEN SAKINAH BERSAMAMU KARYA ASMA NADIA DENGAN ANALISIS FEMINIMISMEAbstractThis study aims to obtain an understanding about the plot in a collection of short stories "Sakinah Bersamamu" by Asma Nadia. This study used a qualitative approach assisted by analysis of feminism. Documentation and observation are used in the data collection technique. Research data are in the forms of plot, stage of plot, and a form of conflict, and the form of completion in a collection of short stories "Sakinah Bersamamu" by Asma Nadia. The results of research isthe plot in the short story collection Sakinah Bersamamu by Asma Nadia, they generally have two forms: the form of plot forward and plot backward, with the stages of starting point with a simple introduction, conflict, recognition of conflict, complication, denouement, and resolution. Forms of conflicts in the collection of short stories in the form of inner conflict and the solution is in the form of closed and open. Plot presented by Asma Nadia in a collection of short stories "Sakinah Bersamamu" is able to bring the event-by-event of problems about the conflict in the household, ranging from problems in social life, the problems of the family, especially the husband, and the problems of the past.Keyword: plots, the short story collection, feminisme analysis AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman tentang plot dalam kumpulan cerpen ”Sakinah Bersamamu” karya Asma Nadia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan dibantu analisis feminisme. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan observasi. Data penelitian berupa bentuk plot, tahapan plot, dan bentuk konflik, dan bentuk penyelesaian dalam kumpulan cerpen ”Sakinah Bersamamu” karya Asma Nadia. Hasil penelitian yaitu plot dalam kumpulan cerpen Sakinah Bersamamu karya Asma Nadia, secara umum memilik dua bentuk yaitu berbentuk plot maju dan berbentuk plot mundur, dengan tahapan dimulai dengan pengenalan sederhana, konflik, pengenalan penyebab konflik, komplikasi, peleraian, dan penyelesaian. Bentuk konflik dalam kumpulan cerpen berupa konflik batin dan penyelesaiannya berbentuk tertutup dan terbuka. Plot yang dihadirkan oleh Asma Nadia dalam kumpulan cerpen “Sakinah Bersamamu” mampu menghadirkan peristiwa demi peristiwa tentang permasalahan dalam rumah tangga, mulai dari permasalahan dalam kehidupan sosial, permasalahan dari dalam keluarga terutama suami, dan permasalahan dari masa lalu.Kata kunci: plot, kumpulan cerpen, analisis feminisme
INDONESIAN YOUTH’S PERSPECTIVE TOWARDS LGBT Yam - Saroh; Mei Relawati
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.278 KB) | DOI: 10.24036/jh.v16i1.7323

Abstract

PERSPEKTIF ANAK MUDA TERHADAP LGBTAbstractThe LGBT community is a group of people who are engaged in same-sex sexual activity. Concerning about religion, Indonesian still consider LGBT as a sin, therefore, they do not approve same-sex marriage. However, this perspective has questioned now since in fact, some start to be open minded and accept LGBT’s existence, even few are involved in the LGBT communities. One of them is Gaya Nusantara, which is initiated by Indonesian gay lived in Surabaya. This community functions as a forum for Indonesian gay to share ideas and experience aims to actualize themselves. Regarding to this phenomenon, this study was arranged using a case study research which aimed to figure out the Indonesian youth’s perspective towards LGBT. The researchers used questionnaire as the instrument to get the data with 4 questions covered the perspective of the youth. The subject of the research was 100 hundred youth from 14 cities and towns in Indonesia. The significance of the study informed the LGBT phenomenon among the youth to Indonesian parents and teachers as someone who take responsibility in educating the children so that they are not influenced by this social phenomenon.Key word:LGBT, LGBT perspective, Indonesian youth’sperspective AbstrakKomunitas LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) adalah sekelompok orang yang terlibat dalam aktivitas seksual sesama jenis. Menyangkut soal agama, Indonesia masih menganggap LGBT sebagai sebuah dosa.Oleh karena itu, mereka tidak menyetujui pernikahan sesama jenis. Namun, perspektif ini saat ini masih dipertanyakan karena pada kenyataannya beberapa mulai berpikiran terbuka dan menerima keberadaan LGBT, bahkan ada beberapa yang terlibat dalam komunitas LGBT. Salah satunya adalah Gaya Nusantara yang digagas oleh gay Indonesia yang tinggal di Surabaya. Komunitas tersebut berfungsi sebagai forum bagi gay Indonesia untuk berbagi ide dan pengalaman yang bertujuan untuk mengaktualisasikan diri. Sehubungan dengan fenomena tersebut, studi ini diatur menggunakan penelitian studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui perspektif pemuda Indonesia terhadap LGBT. Peneliti menggunakan kuesioner sebagai instrumen untuk mendapatkan data dengan 4 pertanyaan tertutup tentang perspektif pemuda. Subjek penelitian adalah 100 ratus pemuda dari 14 kota besar dan kota kecil di Indonesia. Signifikansi penelitian menginformasikan fenomena LGBT di kalangan pemuda untuk orang tua dan guru Indonesia sebagai seseorang yang bertanggung jawab dalam mendidik anak-anak agar mereka tidak dipengaruhi oleh fenomena sosial ini.Kata kunci:LGBT,perspektif LGBT, perspektif pemuda Indonesia
REPRESENTATION OF JAPANESE POST-COLONIAL EXPERIENCE IN THE YEAR OF 1942-1945 BASED ON PRAMOEDYA ANANTA TOER’S NOVEL “PERBURUAN” Rifqia Kartika Ningrum; Herman J. Waluyo; Retno Winarni
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.499 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v16i1.7943

Abstract

REPRESENTASI POSKOLONIAL MASA PENJAJAHAN JEPANG  TAHUN 1942-1945 DALAM NOVEL PERBURUAN  KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOERAbstractThis article is aimed to describe post-colonial forms which represented by the figures in the Pramoedya Ananta Toer’s novel Perburuan. This novel portrays about a character named Hardo who fought Japanese colonialism together with his two friends, Dipo and Karmin. However, their plan was failed to be implemented. It was making Hardo a Japanese fugitive. This novel is about the history of Japanese colonialism in Indonesia. Therefore, this novel can be studied with post-colonial theory. Type of this research is descriptive qualitative research using post-colonial approach. Researchers gathered the data by searching data in the novel that has relevance to the three formulations of the post-colonial theory that have been found. These three formulations include resistance, betrayal, and character’s self-doubt (ambivalence). The technique used in this article is content analysis. The research steps were determined the data source, collection the data, classification the data, and data analysis. Data analysis technique used was Miles and Huberman model that consists of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Through the representation of characters in the novel found the forms of resistance, betrayal, and characteristic’s self-doubts as forms of post-colonial representation.Key words : Representation, post-colonial analysis, novel          AbstrakArtikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk poskolonial yang direpresentasikan oleh tokoh-tokoh dalam novel Perburuan karya Pramoedya Ananta Toer. Novel Perburuan menggambarkan tentang kondisi penjajahan Jepang yang pernah terjadi di Indonesia antara tahun 1942-1945. Novel ini bercerita tentang seorang tokoh bernama Hardo yang melawan penjajahan Jepang bersama dua kawannya, Dipo dan Karmin. Namun, rencana tersebut gagal dilaksanakan sehingga menjadikan Hardo sebagai buronan Jepang. Novel ini mengandung sejarah penjajahan Jepang di Indonesia. Oleh karena itu, novel ini dapat dikaji dengan teori poskolonial. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan poskolonial. Cara kerjanya yaitu dengan mencari data dalam novel yang memiliki keterkaitan dengan tiga formulasi dari teori poskolonial yang telah ditemukan. Tiga formulasi tersebut meliputi usaha perlawanan, pengkhianatan, dan kebimbangan tokoh (ambivalensi). Teknik yang digunakan yaitu analisis isi. Langkah penelitiannya adalah menentukan sumber data, pengumpulan, pengklasifikasian, dan analisis data. Teknik analisis datanya menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, sajian data, dan penarikan simpulan. Melalui representasi tokoh dalam novel tersebut ditemukan bentuk-bentu perlawanan, pengkhianatan, dan kebimbangan tokoh sebagai bentuk representasi poskolonial.Kata Kunci: Representasi, analisis poskolonial, novel
MEANING AND FORM IN NURSERY RHYMES TRANSLATION Ikke Dewi Pratama
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.732 KB) | DOI: 10.24036/jh.v16i1.6655

Abstract

MAKNA DAN BENTUK DALAM PENERJEMAHAN LAGU-LAGU ANAK AbstractTranslating nursery rhymes is not an easy task. The problems of equivalence in meaning and form as well as in the harmony between the translated lyrics and the music are aspects that need to be considered by the translators. By considering nursery rhyme lyric as poetry text, this research analyzes the equivalence of meaning and form in nursery rhymes translation. This research focuses on five nursery rhymes. The meaning analysis was done by conducting particular procedures on translation quality assessment. Meanwhile, the analysis of the form was conducted by comparing the two versions of the nursery rhymes focusing on the sound values.  From the equivalence of meaning, the result shows that most nursery rhymes are translated less accurately. On the other hand, the finding of the equivalence in form shows that most of the auditory devices are deleted while most of the rhymes are shifted. This research is expected to give a contribution to song translation activities especially those involving children as the target listeners. Keywords: equivalence, accuracy, sound values, auditory devices, rhymes AbstrakMenerjemahkan lagu anak bukanlah hal yang mudah. Masalah kesepadanan makna dan bentuk, serta harmonisasi antara lirik terjemahan dan musik adalah aspek-aspek yang harus dipertimbangkan oleh penerjemah. Dengan mempertimbangkan lirik lagu anak sebagai teks puisi, penelitian ini menganalisis kesepadanan antara makna dan bentuk dalam terjemahan lagu anak. Dengan menggunakan teknik sampling, penelitian ini berfokus kepada lima lagu anak. Analisis makna dilakukan dengan prosedur penelitian kualitas terjemahan sedangkan analisis bentuk dilakukan dengan membandingkan dua versi lagu anak dengan fokus kepada sound values (bunyi). Analisis kesepadanan makna menunjukkan bahwa sebagian besar lagu anak diterjemahkan dengan kurang akurat. Dari segi bentuk, sebagian besar auditory devices dihapus sedangkan sebagian besar rima bergeser. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penerjemahan lagu khususnya yang melibatkan anak-anak sebagai pendengar sasaran. Kata kunci: kesepadanan, keakuratan, sound values, auditory devices, rima
PARENTAL ROLE AND NARCISSICM IN CONSTRUCTING SELF-IMAGE IN JOICE CAROL OATES’S SHORT STORY Yustin Sartika
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.383 KB) | DOI: 10.24036/jh.v16i1.6656

Abstract

POLA ASUH DAN NARSISME DALAM MENGKONSTRUKSI GAMBARAN DIRI DI CERITA JOICE CAROL OATES AbstractThis research attempts to find the parental role and narcissism in constructing self-image in Where Are You Going Where Have You Been by Joice Carol Oates. This research was qualitative. By using object relation theory, this research finds that less attachment and abandonment leads to depression. To avoid further rejection, self can split to different personalities. Unpleasant experience during maturing process produces low self-esteem. Narcissism works to soothe the anxiety on developing the self-image.Keywords: abandonment, depression, split personalityAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menemukan pola asuh orang tua dan narsisme dalam membangun gambaran diri dalam Where Are You Going Where Have You Been karya Joice Carol Oates. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dengan menggunakan teori hubungan objek, penelitian ini menemukan bahwa kurangnya kedekatan dan rasa penolakan memunculkan depresi. Untuk mencegah penolakan lebih lanjut, diri dapat terbagi menjadi karakter yang berbeda-beda. Pengalaman pendewasaan yang tidak menyenangkan dapat menyebabkan anak memiliki rasa penghargaan diri yang rendah. Narsisme bekerja untuk meredakan kegelisahan dalam mengembangkan diri.Kata kunci: penolakan, depresi, karakter ganda
ECRANISATION, FROM TEXTUAL TRADITION TO CINEMA: THE INFIDELITY AGAINST THE VALUES OF LITERARY WRITING? Istadiyantha Istadiyantha
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.692 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v16i1.7961

Abstract

EKRANISASI, DARI TRADISI TEKSTUAL KE SINEMA: KETIDAKSETIAAN TERHADAP NILAI-NILAI-NILAI DALAM SASTRA TULIS?AbstractEcranization is a wide-screening or transferring process of a novel into the movie. Ecranization can be a process of sifting or transferring or removing characteristics of a novel into a film.  This study is written descriptive-qualitatively based on data collected from the results of literature studies. The data include primary and secondary data. Primary data covers the novel of Ayat-Ayat Cinta published by PT Penerbit Republika-Basmala in 2005 which is also a material object, some quotes or dialogues in Ayat-Ayat Cinta (AAC) by Habiburahman El Shirazy and the AAC film directed by Hanung Bramantyo. The study found that despite the fact both the title of the film and the names of the main characters are the same as the novel, but the rides from novel to film have separated and distinguished the distinctive features of the media itself with their respective rides, novel vehicles and movie rides. We can neither expect the loyalty of a film to the novel as the source of the story because there will certainly occur changes following the nature of the media and their respective lovers. It is important to emphasize that in distinguishing how to enjoy two different mediums it is necessary to appreciate the works of literature to avoid disappointment because of the natural differences that must exist between the film and the novel.Keywords: Ayat-Ayat Cinta, difference, ecranization, film, novel, media AbstrakEkranisasi adalah proses pemutaran film layar lebar atau transfer sebuah karya novel ke dalam bentuk film. Ekranisasi merupakan proses penyaringan atau pemindahan karakteristik novel ke dalam sebuah film. Penelitian ini ditulis secara deskriptif-kualitatif berdasarkan data yang dikumpulkan dari hasil studi kepustakaan. Data meliputi data primer dan data sekunder. Data primer mencakup novel Ayat-Ayat Cinta yang diterbitkan oleh PT Penerbit Republika-Basmala pada tahun 2005 yang juga merupakan objek material, beberapa kutipan atau dialog dalam Ayat-Ayat Cinta (AAC) oleh Habiburahman El Shirazy dan film AAC yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Kajian ini menemukan bahwa kendati judul film dan nama-nama tokoh utama dalam film AAC sama dengan novelnya, namun wahana dari novel ke film telah memisahkan dan membedakan ciri khas media itu sendiri dengan wahana masing-masing. Terkait wahana yang harus diciptakan, kita memang tidak bisa mengharapkan kesetiaan film terhadap novel sebagai sumber ceritanya, karena pasti akan terjadi perubahan mengikuti sifat media dan pecinta karya sastra film tersebut. Penting untuk ditekankan bahwa dalam membedakan bagaimana menikmati dua media yang berbeda tersebut diperlukan apresiasi terhadap karya-karya sastra untuk menghindari kekecewaan karena perbedaan alamiah yang harus ada antara film dan novel.Kata Kunci: Ayat-Ayat Cinta, perbedaan, ekranisasi, film, novel, media
THE MEANING OF ALPHA FEMALE IN FEMALE LIBRARIAN: Building a Positive Image of Libraries through Female Librarians as Alpha Female Yunus Winoto; Tine Silvana Rachmawati
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.157 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v16i1.7344

Abstract

MAKNA DIRI ALPHA FEMALE PADA PUSTAKAWAN PEREMPUAN:Membangun Citra Positif Perpustakaan Melalui Kiprah Pustakawan Perempuan Sebagai Alpha FemaleAbstractThe profession of librarians is often associated with women. This can be justified if we refer to data and research results that have been done in several countries. However, many women who work in the library, this does not necessarily describe that library work is a simple and easy job. However, on the contrary, work in the field of library is increasingly complex and demands the competence and mastery of information technology. Moreover, the expectations of some users who demand a fast and quality service. Therefore to answer this problem required a female librarian who has the competence, intelligent and able to become a leader for his group and can show the characteristics as a professional. As for the description of people like this people call it with the term alpha female. With the birth of alpha female figures among female librarians is expected to change the positive image of librarians and library institutions. This is because the female alpha figure in the female librarian is a figure of women who are considered "perfect" are still rare today.Keywords: library, librarian, symbolic interaction, alpha female. AbstrakProfesi pustakawan kerapkali dikaitkan dengan kaum perempuan. Hal ini dapat dibenarkan jika kita merujuk pada data dan hasil riset yang telah dilakukan di beberapa negara. Namun demikian banyaknya kaum perempuan yang bekerja di perpustakaan, ini tidak serta merta menggambarkan bahwa pekerjaaan perpustakaan merupakan pekerjaan yang sederhana dan mudah.  Namun justru sebaliknya pekerjaaan di bidang perpustakaan saat ini semakin kompleks dan menuntut kompetensi dan penguasaan teknologi informasi. Apalagi harapan sebagian pengguna yang menuntut suatu pelayanan ayang cepat dan berkualitas. Oleh karena demikian untuk menjawab permasalahan ini diperlukan sosok pustakawan perempuan yang memiliki kompetensi, cerdas serta mampu menjadi pemimpin bagi kelompoknya dan bisa menunjukkan ciri-ciri sebagai seorang profesional. Adapun gambaran orang seperti ini orang menyebutnya dengan istilah alpha female. Dengan lahirnya sosok alpha female di kalangan pustakawan perempuan diharapkan mampu merubah citra yang positif terhadap pustakawan dan lembaga perpustakaan. Hal ini dikarenakan sosok alpha female pada diri pustakawan perempuan  merupakan sosok wanita yang dianggap “sempurna” yang masih jarang ditemukan saat ini.Kata Kunci : perpustakaan,  pustakawan, interaksi simbolik,  alpha female.
CODE-MIXING AND SWITCHING OF THE NOVEL KUKEJAR CINTA KE NEGERI CINA BY NINIT YUNIT Deri Rachmad Pratama; Sarwiji Suwandi; Nugraheni Eko Wardani
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.43 KB) | DOI: 10.24036/jh.v16i1.6665

Abstract

CAMPUR DAN ALIH KODE DALAM NOVEL KUKEJAR CINTA KE NEGERI CINA KARYA NINIT YUNITAAbstractCode-mixing and code-switching cannot be avoided in a bilingual society. Besides in daily utterances, code-mixing and code-switching are also used in language literature. The use of code-mixing and code-switching in literature is certainly based on its contexts. This topic is essential to study because it really reflects what it is in a particular society rather than the use of the language in terms of its beauty. In addition, it is closely related to the social and cultural life as a form of language as the tool of communication. This study is aimed to describe and explain code-mixing and code-switching with the function in the novel Kukejar Cinta ke Negeri Cina written by Ninit Yunita. Data are collected by simak method. The data are validated by triangulation theory and analyzed by padan intralingual method that refers teknik hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP). The results of the study about code-mixing are outer code-mixing which are English, Mandarin, and Arabic languages and inner code-mixing which is Javanese language. The study result of code-switching is found externally that is the use of English, Mandarin, Indonesian, and Arabic. Keywords: code mixing, code switching, function, novel, Kukejar Cinta ke Negeri Cina  Abstrak Campur kode dan alih kode tidak akan bisa dihindari pada masyarakat dwibahasa. Selain dalam tuturan kehidupan sehari-hari juga digunakan dalam bahasa karya sastra. Penggunaan campur kode dan alih kode dalam karya sastra tentu berdasarkan konteks. Topik tersebut penting untuk dikaji karena sifatnya lebih nyata dalam merefleksikan apa yang ada pada masyarakat tertentu daripada penggunaan bahasa hanya dari segi keindahannya. Selain itu, erat kaitannya dengan kehidupan sosial budaya sebagai wujud bahasa untuk alat komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan campur kode dan alih kode serta fungsinya yang terdapat pada novel Kukejar Cinta ke Negeri Cina karya Ninit Yunita. Data tentang campur kode dan alih kode yang terdapat dalam novel ini didapatkan dengan metode simak, yaitu dengan cara mengidentifikasinya. Validasi data dilakukan dengan triangulasi teori. Data dianalisis dengan metode padan intralingual. Metode ini memiliki teknik hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP). Hasil kajian ini diperoleh campur kode yang sifatnya ke luar, yaitu menggunakan bahasa Inggris, Mandarin, dan Arab sebagai wujud campur kode. Selain itu, campur kode bersifat ke dalam dengan menggunakan bahasa Jawa. Alih kode yang ditemukan bersifat ekstern, yaitu menggunakan bahasa Inggris, Mandarin, Indonesia, dan Arab. Kata Kunci: campur kode, alih kode, fungsi, novel, kukejar cinta ke negeri cina
SUB’HAA Harisnal Hadi
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1500.597 KB) | DOI: 10.24036/humanus.v16i1.7383

Abstract

Sub'haaThe preparation of the artwork entitled "Subhaa", is inspired by the Minangkabau cultural phenomenon. This work focuses on the feelings of children who will be circumcised, the pressure and fear felt by the child who will be circumcised tilled in the form of Polymetrik art works. Circumcision or commonly called Basunaik by Minangkabau society is a Sunna that must be run boys of Islam; indirectly circumcision is also required for boys in Minangkabau. In the area of darek (mainland) khitan has its own ceremony, begins with a child who will be circumcised is brought to the bako house to change his clothes, then paraded around the village, after arriving at home circumcised will be held. In the evening there will be entertainment in the form of randai and bagurau saluang. This piece of music is in the form of a new composition. The performance focuses more on the composition of sound as a contextual meaning to be conveyed to the appreciator. This work is a little contrary to the aesthetics that have been awakened in the brain and soul of the arts in the Sendratasik Department of FBS Universitas Negeri Padang. But it cannot be denied that a new works will create its own aesthetic realm. Keywords: Basunaik, Artwork Music. Abstrak Penyusunan karya seni yang berjudul “Subhaa”, ini terinspirasi dari fenomena budaya Minangkabau. Karya ini menitik beratkan garapan pada perasaan anak yang akan dikhitan, tekanan dan ketakutan yang dirasakan oleh anak yang akan dikhitan digarap dalam bentuk penggarapan Polymetrik. Khitan atau biasa disebut Basunaik oleh masyarakat Minangkabau merupakan sunah yang harus dijalankan anak laki-laki Islam, secara tidak langsung khitan juga diwajibkan bagi anak laki-laki di Minangkabau. Di daerah darek (daratan) khitan memiliki upacara tersendiri, diawali dengan anak yang akan dikhitan dibawa ke rumah bako untuk mengganti baju, lalu diarak keliling kampung, setelah sampai di rumah baru diadakan khitan, malamnya diadakan hiburan berupa randai dan bagurau saluang. Karya musik ini berbentuk komposisi garapan baru. Penggarapan lebih menitik beratkan kepada penggarapan bunyi sebagai makna kontekstual yang akan disampaikan kepada apresiator. Karya ini memang sedikit bertolak belakang dengan estetika yang sudah terbangun dalam otak dan jiwa kalangan seni di jurusan pendidikan sendratasik FBS Universitas Negeri Padang. Namun tidak bisa dipungkiri sebuah karya garapan baru akan menciptakan ranah estetikanya sendiri.Kata Kunci: Basunaik, Karya seni Musik.
SCIENCE MAPPING BASED ON CO-WORD FOR STUDY OF INDONESIAN LITERATURE ARTICLE IN SCIENTIFIC JOURNAL Ellya Ratna; Malta Nelisa
Humanus: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu Humaniora Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Kajian Humaniora FBS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.6 KB) | DOI: 10.24036/jh.v16i1.6515

Abstract

PEMETAAN BERBASIS CO-WORD UNTUK KAJIAN ARTIKEL SASTRA INDONESIA DALAM JURNAL ILMIAHAbstractStudies in the field of Indonesian literature plays an important role in demonstrating what life style Indonesia's diverse society. From studies that have been done have not seen a picture whether the study of Indonesian literature has evolved over some period of time with the possibility of the emergence of new topics in the study of Indonesian literature. Research conducted with quantitative approach using bibliometric analysis which includes analysis of the subject, co-word analysis, cluster analysis, and multidimensional scalling. Data were collected by identifying the scientific articles in the field of Indonesian literature contained in published scientific journal in Indonesia from 2008—2012 through the Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) PDII LIPI. The results of this study indicate the following matters. First, the linkage of subjects in the field of Indonesian literature illustrated by the analysis group produced five cluster group. Each group describes the linkages between topics in a subject. Second, the development of the subject field map Indonesian literature for the years 2008—2012 shows five study groups in literature articles Indonesia, namely literary criticism, folklore, literary theory, history of literature, and philology. Most of the articles discuss various topics of literary theory in the study.Keywords: bibliometric; co-word analysis; multidimensional scalling  Abstrak Kajian di bidang sastra Indonesia berperan penting dalam memperlihatkan corak kehidupan masyarakat Indonesia yang beraneka ragam.Dari kajian-kajian yang telah dilakukan belum terlihat gambaran apakah kajian sastra Indonesia mengalami perkembangan dari beberapa kurun waktu dengan kemungkinan munculnya topik-topik baru dalam kajian sastra Indonesia.Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis bibliometrika yang mencakup analisis subjek, analisis co-word, analisis gugus, dan peta multidimensi. Data penelitian dikumpulkan dengan mengidentifikasi artikel-artikel ilmiah di bidang sastra Indonesia yang terdapat dalam jurnal ilmiah yang terbit di Indonesia dari tahun 2008—2012melalui Indonesian Scientific Journal Database (ISJD) PDII LIPI.Hasil penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut.Pertama, keterkaitan subjek dalam bidang sastra Indonesia digambarkan melalui analisis gugus yang menghasilkan lima kelompok gugus. Setiap gugus menggambarkan keterkaitan diantara topik-topik dalam suatu subjek. Kedua, peta perkembangan subjek bidang sastra Indonesia untuk tahun 2008—2012 memperlihatkan lima kelompok kajian artikel bidang sastra Indonesia, yaitu kritik sastra, folklore, teori sastra, sejarah sastra, dan filologi. Sebagian besar artikel membahas tentang teori sastra dalam berbagai topik kajian.Kata Kunci:bibliometrik; analisis co-word; peta multidimensi; sastra Indonesia

Page 1 of 1 | Total Record : 10