cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research on Mathematics Eduacation (JARME)
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 26557762     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) ISSN: 2655-7762 (online) diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2020)" : 10 Documents clear
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN STRATEGI METAKOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN BELAJAR Muhammad Taufiq Syarifudin; AA Gde Somatanaya; Redi Hermanto
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i1.1307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning(PBL) dengan strategi metakognitif terhadap kemampuan berpikir kritis matematis dan kemandirian belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan populasi adalah seluruh peserta didik kelas X IIS MAN 1 Tasikmalaya dan sampel diambil secara acak,  yaitu kelas X IIS 5 sebagai kelas eksperimen I dengan model PBL dengan strategi metakognitif dan kelas X IIS 4 sebagai kelas eksperimen II dengan model PBL. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan melakukan tes kemampuan berpikir kritis matematis dan penyebaran angket kemandirian belajar dimana instrumen yang digunakan adalah instrumen tes dan angket. Berdasarkan hasil pengelolaan, analisis data dan pengujian hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa: (1) pengaruh model PBL dengan strategi metakognitif terhadap kemampuan berpikir kritis matematis sama dengan pengaruh model PBL terhadap kemampuan berpikir kritis matematis, (2) pengaruh model PBL dengan strategi metakognitif terhadap kemandirian belajar sama dengan pengaruh model PBL terhadap kemandirian belajar.  
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KELANCARAN PROSEDURAL MATEMATIS Siti Rohyati; Dian Permana Putri; Fuad Nasir
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i1.1149

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya kemampuan kelancaran prosedural matematis dalam meningkatkan kompetensi matematika siswa, untuk dapat memahami atau bahkan memecahkan masalah matematis. Hasil observasi dan wawancara menujukkan  kemampuan kelancaran prosedural matematis yang dimiliki siswa dari  kelas masih rendah. Empat siswa SMA Negeri 1 Subang mengatakan bahwa mereka kesulitan dalam memahami soal dan menentukan daerah himpunan dari grafik yang digambarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model PBL terhadap kemampuan kelancaran prosedural matematis dan perbedaan kemampuan kelancaran prosedural matematis antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model PBL dengan model konvensional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental bentuk nonequivalent control group design. Dari  penelitian ini diperoleh besar pengaruh model PBL terhadap kemampuan kelancaran prosedural matematis sebesar , sedangkan  pengaruh dari faktor yang lain seperti suasana kelas yang kondusif dan jam pelajaran. Rata-rata nilai posttest kelas kontrol yang didapat adalah  sedangkan rata-rata nilai posttest kelas eksperimen adalah . Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan model PBL terhadap kemampuan kelancaran prosedural matematis. Besar pengaruh model PBL terhadap kemampuan kelancaran prosedural matematis sebesar , sedangkan  dipengaruhi oleh faktor yang lain seperti, suasana kelas yang kondusif dan jam pelajaran. Terdapat perbedaan kemampuan kelancaran prosedural matematis antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model PBL dengan model konvensional. Kata Kunci: Model PBL, Kelancaran Prosedural Matematis
PENDIDIKAN INKLUSIF BERBANTUAN HURUF LEMURIAN PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS SINDROM ASPERGER Yayat Hidayat; Dedi Muhtadi; Nurasiah Nurasiah
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i1.1170

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan kasus Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) sebagai penyandang Asperger Syndrom bernama Andre siswa kelas XII IPS di salah satu SMAN Kota Tasikmalaya yang terobsesi dengan peradaban nenek moyang bangsa Indonesia (Bangsa Lemurian). Tujuan penelitian yaitu: (1) mengetahui kekurangan dan kelebihan yang dialami penyandang Asperger’s Syndrom, (2) mengetahui kebutuhan penyandang Asperger’s Syndrom, (3) membuat alternatif solusi baik berupa model pembelajaran ataupun media bantu pembelajaran, dan (4) meningkatkan minat dan hasil belajar matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan desain penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara: observasi, wawancara, studi dokumentasi dan tes hasil belajar. Data penelitian diperoleh dari beberapa narasumber, yaitu: Siswa bernama Andre, beberapa orang guru termasuk guru BP, keluarga dan teman sekelas Andre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) subjek mengalami permasalahan pada rendahnya minat baca pelajaran matematika, (2) subjek memiliki minat baca yang tinggi pada peradaban bangsa lemurian dan menguasai tulisan huruf lemurian, (3) subjek membutuhkan kesempatan penggunaan tulisan huruf Lemurian dalam menulis pelajaran, (4) pengembangan bahan ajar berbasis ethno Lemurian dapat mempermudah memahami materi, dan (5) adanya peningkatan minat baca dan hasil belajar yang signifikan dilihat dari nilai rata-rata ulangan.
KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIK PESERTA DIDIK UNDERACHIEVER DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PROGRAM LINEAR Miftahul Jannah; Supratman Supratman; Dedi Muhtadi
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i1.1297

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan penalaran matematik peserta didik underachiever dalam menyelesaikan masalah program linear. Peserta didik underachiever adalah peserta didik yang memiliki IQ tinggi, tetapi memiliki prestasi belajar rendah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini mendeskripsikan kemampuan penalaran matematik peserta didik underachiever dan penyebab dari underachievement tersebut. Subjek penelitian sebanyak 2 orang dipilih secara porposive sampling berdasarkan pertimbangan hasil tes IQ dan prestasi belajar peserta didik. Pengumpulan data yang digunakan berupa tes kemampuan penalaran matematik dan wawancara dengan teknik think aloud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjek1 hanya dapat menarik kesimpulan dari pertanyaan dan memeriksa kesahihan argumen. Sedangkan Subjek2 dapat menarik kesimpulan, menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap kebenaran solusi, menarik kesimpulan dari pernyataan, memeriksa kesahihan suatu argumen, dan menemukan pola atau sifat dari gejala matematik untuk membuat generalisasi.  
ANALISIS KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN Evi Latifatus Sirri; Nani Ratnaningsih; Eva Mulyani
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i1.1306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal kemampuan berpikir reflektif matematis ditinjau dari tipe kepribadian dan faktor penyebabnya. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan think aloud. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes kemampuan berpikir reflektif, kuesioner tipe kepribadian dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini yaitu empat peserta didik dari kelas VIII-2 yang memiliki tipe kepribadian guardian, artisan, idealis, dan rasional. Teknik analisis data menggunakan teknik Miles and Huberman. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh simpulan bahwa subjek tipe idealis dan guardian mengalami kesulitan dalam menjelaskan istilah konsep bangun datar, melakukan kegiatan perhitungan dan menyatakan suatu prinsip atau rumus bangun datar, serta kesulitan dalam menyelesaikan masalah verbal. Subjek tipe idealis mengalami kesulitan dalam mengelompokkan objek, subjek tipe rasional dan artisan meliputi sulit dalam menyimpulkan informasi dari suatu konsep yang diberikan, melakukan perhitungan, menyatakan dan menempatkan suatu prinsip atau rumus bangun datar, serta kesulitan dalam menyelesaikan masalah verbal. Subjek tipe rasional mengalami kesulitan dalam melakukan perhitungan dan menempatkan prinsip. Faktor penyebab kesulitan pada subjek tipe idealis dan rasional meliputi faktor internal yaitu kurangnya pemahaman subjek terhadap materi bangun datar segi empat, ketidakmampuan melakukan perhitungan, kurangnya motivasi dari diri sendiri untuk belajar matematika. Sedangkan faktor eksternalnya yaitu kurangnya motivasi di lingkungan pertemanan, lingkungan tempat tinggal yang kurang kondusif dan minimnya buku penunjang kegiatan pembelajaran. Selanjutnya subjek dengan tipe guardian dan artisan meliputi faktor internal yaitu kurangnya pemahaman subjek terhadap materi bangun datar, sedangkan faktor eksternalnya yaitu lingkungan tempat tinggal yang kurang kondusif.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL BRAIN BASED LEARNING Hilda Nurjanah; Nia Justniani
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i1.789

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, sehingga diperlukan upaya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui alternatif pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan model brain based learning dibandingkan dengan yang menggunakan pembelajaran konvensional, dan bagaimana sikap siswa terhadap pembelajaran matematika melalui model brain based learning. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan The Static Group Pretest-Posttest Design dan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan menggunakan model brain based learning lebih baik daripada menggunakan pembelajaran konvensional, dan adanya sikap positif siswa terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan model brain based learning.
INTERAKSI ANTARA PEMBELAJARAN DAN PENGETAHUAN TERHADAP ABSTRAKSI MATEMATIS SISWA SMP Warsito Warsito; Hairul Saleh; Sukirwan Sukirwan
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i1.1333

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki abstraksi matematis siswa berdasarkan interaksi pembelajaran matematika dan pengetahuan awal matematis (PAM). Pembelajaran matematika yang diterapkan terdiri dari pembelajaran matematika realistik melalui matematisasi progresif (PMR-MP) dan pembelajaran matematika biasa (PMB).  Sedangkan pengetahuan awal matematis yang diteliti terdiri dari PAM level tinggi, sedang, dan level rendah. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan desain non equavalen kontrol grup. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN di Kota Tangerang dan sampel yang digunakan adalah SMPN 2 Kota Tangerang sebagai Peringkat Sekolah (PS) level sedang dan SMPN 16 Kota Tangerang sebagai PS level rendah yang masing-masing PS diambil dua kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen yang gunakan adalah tes abstraksi matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) tidak ada interaksi antara pembelajaran (PMR-MP, PMB) dan PAM terhadap pencapaian abstraksi matematis; 2) ada interaksi antara pembelajaran (PMR-MP, PMB) dan PAM terhadap peningkatan abstraksi matematis.
PROSES BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA Mega Herlinda; Nurfadilah Siregar
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i1.1416

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis proses berpikir kritis peserta didik yang berkemampuan tinggi dalam memecahkan masalah matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dilengkapi wawancara tidak terstruktur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada tahap klarifikasi peserta didik belum memahami informasi dengan baik, sehingga di tahap selanjutnya tidak menuliskan informasi secara lengkap dan belum mampu mengerjakan soal dengan baik dan lengkap. Pada tahap asssemen peserta didik hanya menuliskan beberapa informasi yang relevan ataupun pertanyaan yang ada dalam soal dan juga belum memberikan alasan yang jelas bahwa informasi yang diperoleh relevan, tahap inferensi peserta didik tidak menuliskan ataupun menjelaskan secara detail ketika diwawancarai mengenai langkah-langkah penyelesaian yang digunakan namun dapat menjelaskan hubungan tiap informasi, dan tahap terakhir adalah tahap strategi di mana peserta didik belum mampu mengerjakan soal secara sistematis dan tidak sesuai dengan langkah yang dijelaskan pada saat wawancara karena pada klarifikasi peserta didik belum mampu memahami permasalahan dengan baik.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK PESERTA DIDIK BERDASARKAN TAKSONOMI STRUCTURE OF THE OBSERVED LEARNING OUTCOMES Aziz Zulhakim; Yeni Heryani
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i1.1298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematik peserta didik berdasarkan taksonomi Structure of The Observed Learning Outcomes (SOLO), serta kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif  deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui tes dan wawancara dengan teknik think aloud. Instrumen penelitian berupa soal tes kemampuan pemecahan masalah matematik. Pemilihan subjek penelitian berdasarkan purposive. Teknik analisis data meliputi tahap reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada langkah memahami, semua subjek dapat memahami masalah tetapi tidak tertulis secara lengkap dalam lembar jawaban. Pada langkah merencanakan strategi pemecahan masalah, S-1, S-2, S-3 dan S-4 dapat melakukannya dengan baik. S-1 dapat digolongkan ke dalam level unistructural. Pada langkah melaksanakan perhitungan S-2 melakukan perhitungan dengan konsep yang salah dan S-4 melakukan perhitungan dengan baik dan benar. S-2 dapat digolongkan ke dalam level multistructural. Sedangkan S-3 dapat digolongkan ke dalam level relational. Sedangkan pada langkah memeriksa kembali kebenaran hasil atau solusi S-4 sudah mampu memeriksa kembali hasil atau solusi yang diperoleh dilangkah sebelumnya, yaitu dengan cara atau konsep yang berbeda. S-4 dapat digolongkan ke dalam level extended abstrack. Kesulitan peserta didik pada level unistructural yaitu kesulitan konsep dan prinsip dan level multistructural dan relational mengalami kesulitan prinsip. Sedangkan level extended abstrack tidak mengalami kesulitan apapun.
ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN INDUKTIF MATEMATIK PESERTA DIDIK DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SILVER DAN HANSON Sofia Nida Khoerunnisa; Nani Ratnaningsih; Siska Ryane Muslim
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i1.1314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan penalaran induktif matematik peserta didik ditinjau dari gaya belajar mastery learning, gaya belajar self-expressive learning, gaya belajar interpersonal learning, dan gaya belajar understanding learning. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu angket gaya belajar, tes kemampuan penalaran induktif matematik, dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu peneliti sendiri (human instrument) sebagai instrumen utama dan instrumen bantu yakni lembar angket gaya belajar, soal tes kemampuan penalaran induktif matematik, dan pedoman wawancara. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 12 Tasikmalaya, subjek penelitian ini terdiri dari 4 peserta didik yang masing-masing gaya belajar mastery learning, self-expressive learning, interpersonal learning, dan understanding learning yang diambil dari kelas VIII-H. Data hasil penelitian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) mastery learning mampu penalaran transduktif, menggunakan pola hubungan, memperkirakan jawaban, memberi penjelasan, penalaran generalisasi, dan penalaran analogi, (2) self-expressive learning mampu penalaran transduktif, menggunakan pola hubungan, memperkirakan jawaban, memberi penjelasan, penalaran generalisasi, penalaran analogi, (3) interpersonal learning mampu penalaran transduktif, menggunakan pola hubungan, memberi penjelasan, penalaran analogi, tidak mampu memperkirakan jawaban, dan tidak mampu penalaran generalisasi, dan (4) understanding learning penalaran transduktif, menggunakan pola hubungan, penalaran generalisasi, penalaran analogi, tidak mampu memperkirakan jawaban, dan tidak mampu memberi penjelasan.

Page 1 of 1 | Total Record : 10