cover
Contact Name
Yeny Sulistyowati
Contact Email
yeny.sulistyowati@urindo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbik@urindo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
ISSN : 16936868     EISSN : 2622948X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan (JBIK) dengan E-ISSN :2622-948X diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Juni dan bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
Pengaruh Tindakan Perawatan Luka Terhadap Proses Penyembuhan Luka Ulkus Diabetikum pada Pasien DM di Puskesmas Kota Rantauprapat Eva Haryana Elisa Panjaitan
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v11i1.1210

Abstract

Diabetes mellitus is a serious problem and continues to grow globally. Diabetes mellitus sufferers who experienced injuries to their feet really need proper wound care techniques to avoid amputation. . The study aimed to determine the effect of wound care measures on the healing process of diabetic ulcer wounds in diabetes mellitus (DM) patients at the Rantau Prapat city health center. This study used a qualitative descriptive research design conducted with an interview approach. There were 6 informants consisting of 2 informants with diabetic ulcer wounds, 4 health workers. Data analysis used a qualitative descriptive analysis. From the results of the study was known that knowledge of how wound care is still low, the attitude of informants is afraid and worried so that they are not disciplined in coming to the health center according to the predetermined schedule, as well as education and also health facilities greatly influence the act of treating wound with conventionally and with care modern wounds.
Pengaruh Coronavirus Disease 2019 Terhadap Jenis Kelamin dan Manifestasi Neurologi : Systematic Review Ali Fendi; Rohman Azzam; Mustikasari Mustikasari
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v11i1.1343

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini menjadi permasalahan dunia yang serius dengan jumlah kasusnya yang selalu mengalami peningkatan setiap harinya. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh infeksi coronavirus disease 2019 terhadap jenis kelamin dan manifestasi neurologis. Metode: systematic review dengan mengumpulkan penelitian dari tahun 2019-2020 menggunakan database google scholar dan pubmed dengan kata kunci Coronavirus disease 2019 dan manifestasi neurologis sehingga diperoleh Hasil: 576 artikel/jurnal. Dilakukan seleksi sesuai kriteria inklusi maka diperoleh 22 artikel/jurnal. Laki-laki lebih banyak terinfeksi Covid-19 daripada perempuan. Manifestasi neurologis yang ditemukan adalah gangguan sistem saraf pusat (pusing, sakit kepala, gangguan kesadaran, penyakit serebrovaskular akut, kejang dan ataksia), gangguan sistem saraf tepi (Gangguan penciuman, perasa dan gangguan penglihatan) dan cedera otot rangka (Syndrome Guillane Barre (SGB)). Kesimpulan: infeksi coronavirus disease 2019 lebih banyak diderita laki-laki daripada perempuan dengan 3 manifestasi neurologis : gangguan sistem saraf pusat, gangguan sistem saraf tepi dan gangguan cedera otot. Oleh karena itu untuk memutus rantai infeksi agar selalu menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kata Kunci : Coronavirus disease 2019 dan manifestasi Neurologis.
Penerapan Program Edukasi Perawatan Kaki (3STEPFUN) Dalam Meningkatkan Perilaku Merawat Kaki Untuk Pencegahan Ulkus Diabetikum Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Aliansi Rumah Sakit Islam Jakarta Tahun 2019 Umi Kalsum; Syaefunnuril Anwar H; Astrid Astrid; Jumari Jumari
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v10i2.1067

Abstract

Ulkus diabetik merupakan komplikasi diabetes mellitus yang menjadi ancaman dan tantangan secara global di dunia dikarenakan perawatan untuk ulkus kaki diabetik ini sangatlah rumit dan mahal. Selain itu tingkat kekambuhan diperkirakan terjadi sekitar 40% hingga 65% kasus diabetes dalam lima tahun pertama pasien menderita diabetes mellitus. Dampak lanjutan dari kejadian ulkus kaki diabetikum ini adalah terjadinya kematian dan amputasi. Tujuan pelaksanaan tindakan ini adalah untuk menerapkan salah satu metode pencegahan terjadinya ulkus diabetikum yaitu perawatan kaki secara mandiri oleh pasien penderita diabetes mellitus dengan pemberian intervensi pendidikan perawatan kaki yang berbasis teori self-efficacy (3STEPFUN) dan mengevaluasi perilaku pasien dalam melakukan perawatan kaki secara mandiri (Foot Self Care). Intervensi ini di lakukan satu kali pada minggu pertama dan akan di pantau pelaksanaan perawatan kaki mandiri pada minggu kedua dan di evaluasi pada minggu ke empat mengenai kondisi kaki pasien diabetes mellitus tersebut. Sampel yang di gunakan berjumlahh 30 sampel. Hasil dari penerapan intervensi di dapatkan data perilaku perawatan kaki responden di rumah sebagian besar baik yaitu melakukan perawatan kaki di rumah dengan baik dan rutin di lakukan di rumah sebanyak 28 responden (93.4 %). Dan resiko terjadinya ulser pada minggu ke-4 di bandingkan pada minggu ke-1 meningkat menjadi kategori sedang sebanyak 2 responden (6.6 %) dan meningkat menjadi kategori tinggi sebanyak 1 responden (3.4 %). Dari hasil tersebut Perawat di harapkan dapat meningkatkan komunikasi efektif dengan pasien dan keluarga sehingga dapat meningkatan frekuensi dan kualitas promotive kesehatan mengenai penyakit diabetes mellitis terutama pencegahan komplikasi diabetes mellitus Kata kunci: Edukasi, Perawatan Kaki Sendiri, Ulkus Diabetikum, Diabetes Mellitus Tipe 2
Hubungan Fasilitas Sanitasi dan Kelembaban Udara dengan Indeks Populasi Lalat di Pusat Jajanan Serba Ikan (Pujaseri) Pelabuhan Muara Angke Jakarta Tahun 2020 Setiana ana ana; Laila Ulfa
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v11i1.934

Abstract

Kantin merupakan tempat yang sangat potensial tercemar oleh lingkungan sekitarnya salah satunya adalah oleh lalat. Sehingga kantin memerlukan sanitasi dasar yang harus dijaga kebersihannya agar dapat mencegah datangnya vektor penyakit seperti lalat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fasilitas sanitasi dan kelembaban udara dengan indeks populasi lalat di Pusat Jajanan Serba Ikan (Pujaseri) Pelabuhan Muara Angke Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 34 kantin dan makanan jajanan di Pelabuhan Muara Angke, dalam penelitian ini tidak dilakukan pengambilan sampel karena menggunakan total dari populasi yaitu seluruh kantin dan makanan jajanan di Pelabuhan Muara Angke. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Chi Square (x2) dengan nilai α=5%. Penelitian menunjukan ada hubungan yang signifikan antara saluran air limbah, tempat sampah dan tempat mencuci peralatan dengan indeks populasi lalat Sedangkan penyediaan air bersih, tempat cuci tangan dan kelembaban tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan indeks populasi lalat. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu pentingnya memperhatikan kondisi fasilitas sanitasi terutama tempat sampah, saluran air limbah dan tempat mencuci peralatan untuk mencegah datangnya lalat. Saran bagi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Wilayah Kerja Pelabuhan Muara Angke dapat dapat memberikan arahan dan masukan kepada para penanggungjawab kantin dan makanan jajanan agar menjaga sanitasi kantin dan makanan jajanan.
Analisa Kadar Vitamin D 25 (OH) Total Pada Pasien Usia 10–19 Tahun Yang Melakukan Pemeriksaan di Prodia Kelapa Gading-Jakarta Enny Khotimah; Leli Rahayu
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v10i2.1039

Abstract

Masalah ketidakcukupan vitamin D mempengaruhi hampir 50% dari populasi di seluruh dunia di semua etnis dan kelompok umur serta mendapat perhatian dari beberapa negara di dunia saat ini, khususnya anak-anak usia remaja rentang usia 10 – 19 tahun.  Defisiensi vitamin D pada tubuh manusia bisa menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, kadar vitamin D 25(OH) total  <10 ng/mL menunjukkan difiesiensi vitamin D yang dapat menyebabkan Rickets (Anak-anak) dan Osteomalcia (Orang dewasa). Usia remaja penting melakukan pemeriksaan vitamin D sebagai deteksi dini pada masa pertumbuhan, karena pada usia remaja, massa dan kepadatan tulang belum maksimal.Penelitian  ini bertujuan untuk menganalisa status vitamin D 25 (OH) total pada usia remaja 10-19 tahun serta faktor prilaku  yang mempengaruhi. Data yang digunakan yaitu data sekunder dari sistem LIS Laboratorium Prodia Kelapa Gading pada bulan Januari 2017 sampai Mei 2020.Desain penelitian adalah deskriptif cross sectional menggunakan  356 orang responden menggunakan analisis univariat yang menggambarkan status vitamin D 25 (OH) total pada usia remaja 10-19 tahun.Hasil analisis menunjukkan defisiensi vitamin D 25 (OH) total (0-12 ng/mL) sebanyak 33 pasien (9.3%); insufisiensi (12.1-20.9 ng/mL) sebanyak 156 (43.8%) dan sufisiensi sebanyak 167 (46.9%). Dari hasil tersebut dapat menunjukkan bahwa status vitamin D pada anak usia remaja 10-19 tahun  perlu mendapat perhatian agar tidak terjadi peningkatan kasus defisiensi vitamin D di usia tersebut. Kata kunci : Status Vitamin D 25 (OH) total, Usia remaja 10-19 tahun ,Perilaku hidup tidak sehat usia remaja
Gambaran Kesesuaian Pola Makan, Aktivitas Fisik dan Waktu Istirahat Tenaga Kesehatan Kota Surabaya di Masa Pandemi COVID-19 Amelliya Nur Heriyana
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v11i1.1139

Abstract

AbstrakCoronavirus Disease (COVID-19) merupakan jenis virus yang baru ditemukan pada akhir tahun 2019 di Wuhan, China. Dalam waktu kurang dari satu bulan, COVID-19 telah menyebar hingga keluar China dan telah menginfeksi setidaknya 800 orang. Kemudian pada tanggal 11 Maret 2020, WHO menetapkan COVID-19 sebagai suatu kondisi pandemi. Tenaga kesehatan tergolong kelompok rentan untuk tertular COVID-19 dikarenakan kontak langsung dengan pasien COVID-19. Pemerintah telah mengeluarkan Pedoman Gizi Seimbang (PGS) di masa pandemi COVID-19 terkait pola makan, aktivitas fisik, dan waktu istirahat untuk menjaga daya tahan tubuh tenaga kesehatan maupun kelompok masyarakat lainnya . Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat pola makan, aktivitas fisik, dan waktu istirahat tenaga kesehatan Kota Surabaya di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini berupa penelitian survey deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 92 tenaga kesehatan di Kota Surabaya yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara online menggunakan alat berupa kuesioner dengan media google form selama ±1 bulan. Hasil survey menunjukkan bahwa dari 92 orang tenaga kesehatan, sebanyak 59 tenaga kesehatan (64,51%) telah dapat dikategorikan sesuai dengan pedoman gizi seimbang (PGS) sedangkan 33 orang lainnya termasuk dalam kategori tidak sesuai dengan PGS. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa telah lebih dari setengah tenaga keseatan memiliki pola makan, aktivitas fisik, dan waktu istirahat yang sesuai dengan PGS.Kata Kunci: COVID-19, pedoman gizi seimbang (PGS), tenaga kesehatan
Determinan Perilaku Ibu Hamil Melakukan Pemeriksaan Kehamilan (Antenatal Care) Pada Masa Pandemi Covid -19 Yenni Ariestanti; Titik Widayati; Yeny Sulistyowati
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v10i2.1107

Abstract

Dalam situasi pandemi COVID-19 ini, banyak pembatasan hampir ke semua layanan rutin  termasuk  pelayanan  kesehatan  maternal  dan  neonatal.  Seperti  ibu  hamil menjadi enggan ke puskesmas atau fasiltas pelayanan kesehatan lainnya karena takut tertular, adanya anjuran menunda pemeriksaan kehamilan dan kelas ibu hamil Kurangnya kunjungan ANC ini bisa menyebabkan bahaya bagi ibu maupun janin seperti terjadinya perdarahan saat masa kehamilan karena tidak terdeteksinya tanda bahaya.Tujuan penelitin ini adalah Menganalisis  Determinan yang berhubungan dengan perilaku ibu hamil dalam melaksanakan pemeriksaan kehamilan pada masa pandemi Covid 19 di BPM Bidan “R” tahun 2020. Penelitian ini dilakukan dengan metode Survey analitik menggunakan pendekatan cross sectional,sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan cara  Accidental Sampling  sejumlah 45 Ibu hamil trimester 3 yang melakukan ANC.Hasil penelitian mengunakan analisis Chi Square menunjukan nilai P<0,05 adalah terdapat hubungan yang siqnifikan antara perilaku ibu hamil melakukan ANC dengan Umur,Pendidikan, Pengetahuan, Sikap, dan Fasilitas Kesehatan, variabel yang tidak berhubungan adalah pekerjaan ibu serta Dukungan Suami.Pandemi Covid 19 tidak menghalangi ibu hamil melakukan Pemeriksaan Kehamilan secara rutin.Kata Kunci : Perilaku Ibu Hamil, ANC, Umur, pendidikan, pengetahuan,sikap dan Fasilitas kesehatan.
Determinan Kejadian Pre Eklampsia pada Ibu Bersalin di RSIA Dr. Djoko Pramono Karawang Jawa Barat Tahun 2019 Nurhayati Nurhayati
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v11i1.1347

Abstract

Preeklampsia adalah penyakit dengan tanda –tanda hipertensi, edema, dan proteinuria  yang  timbul  karena  kehamilan“.  “Penyakit  ini  umunya  terjadi  dalam triwulan  ke –3  kehamilan,  tetapi  dapat  terjadi  sebelumnya,  misalnya  pada  mola hidatidosa (Saifuddin, 2006) “. “Kejadian Pre eklampsia diperkirakan sebesar 3-10% dari seluruh kehamilan“. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan, didapatkan jumlah kasus PEB di RSIA dr. Djoko Pramono Karawang Jawa Barat Tahun 2019 sebanyak 8,27%. Tujuan Penelitian adalah Diketahui determinan kejadian Pre eklampsia pada ibu bersalin di RSIA dr. Djoko Pramono Karawang Jawa Barat Tahun 2019. Rancangan penelitian Cross Sectional, sampel dalam penelitian ini berjumlah 376 responden. Analisis dilakukan secara univariate, bivariate menggunakan chi square dan multivariate menggunakan regresi logistic ganda. Variabel yang berhubungan dengan kejadian Pre eklampsia pada ibu bersalin adalah usia (p=0,000), pendidikan (p=0,000), pekerjaan (p=0,009), riwayat hipertensi (p=0,000), riwayat DM (p=0,000) dan pemeriksaan ANC (p=0,000), sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah paritas (p=0,141). Variabel yang dominan berhubungan dengan kejadian BBLR pada ibu bersalin adalah pemeriksaan ANC dengan Odds ratio (OR) 15,6. “ Pihak Rumah Sakit Meningkatkan  pemeriksaan  kehamilan (antenatal  care) secara  berkala minimal 4 kali selama kurun kehamilan dan dimulai sejak umur kehamilan muda“.  “Ibu  hamil yang  memiliki faktor  risiko  pre eklampsia  harus cepat  dilaporkan,  dipantau  dan  dirujuk  pada  institusi  pelayanan  kesehatan yang lebih tinggi“ Kata Kunci          : Pre eklampsia, antenatal care
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Ketuban Pecah Dini (KPD) Pada Ibu Bersalin Di RS.Betha Medika Ratna Zamilah; Nani Aisyiyah; Ari Waluyo
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v10i2.1065

Abstract

Ketuban pecah dini dapat meningkatkan infeksi dan infeksi merupakan salah satu penyebab langsung kematian ibu. Di RS. Betha Medika terjadi peningkatan kejadian ketuban pecah dini dari tahun 2016 mencapai 13,28% kasus, sedangkan tahun 2017 mencapai 16,5% kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ketuban pecah dini (KPD) pada ibu bersalin.Penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian case control. Jumlah populasi untuk kelompok kasus 74 ibu bersalin dengan KPD dan 74 kelompok kontrol. Analisis statistik menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Variabel independen adalah umur, paritas, status pekerjaan dan kehamilan ganda. Sedangkan variabel dependen adalah ketuban pecah dini.Dari penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu bersalin mengalami ketuban pecah dini, memiliki usia yang berisiko, memiliki paritas yang banyak, dan ibu yang status pekerjaan nya bekerja. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada pengaruh umur terhadap ketuban pecah dini dengan p value 0,003, ada pengaruh paritas terhadap ketuban pecah dini dengan p value 0,001 dan ada pengaruh status pekerjaan terhadap ketuban pecah dini dengan p value 0,004.Terdapat pengaruh umur, paritas dan status pekerjaan terhadap kejadian ketuban pecah dini pada ibu bersalin. Dengan demikian diharapkan dapat dilakukan asuhan prakonsepsi dan deteksi dini faktor yang mempengaruhi ketuban pecah dini pada ibu hamil sangat penting untuk dilakukan dalam upaya pencegahan ketuban pecah dini. Kata Kunci             : Ketuban pecah dini, Umur, Paritas, Status PekerjaanKepustakaan         : 21 Buku, 5 Jurnal, 4 Situs (2001-2017)
Faktor Risiko Terjadinya Preeklamsia Ibu Bersalin Rismawati Rismawati; Soekidjo Notoatmodjo; Laila Ulfa
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v11i1.940

Abstract

Dinegara maju kejadian preeklamsia pertahun mencapai 2-5%. Tujuan umum penelitian ini adalah Mempelajari dan menjelaskan faktor risiko terjadinya preeklamsia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian case control. Populasi yang digunakan adalah seluruh ibu bersalin yang mengalami preeklamsia yaitu 1.896 dan ibu yang mengalami preeklamsia yaitu 272.  Jumlah sampel kontrol menggunakan perbandingan 1 : 1 yaitu kelompok kasus yang diambil dari data rekam medik dengan jumlah 272 ibu yang mengalami preeklamsia  : kelompok kontrol dengan jumlah sampel yang diambil dari data rekam medik yaitu 272 ibu bersalin dari 1896. Cara pengambilan sampel kontrol yaitu dengan sampel secara acak sederhana (simple random sampling) yang menggunakan software randomizer. Terdapat hubungan antara umur, paritas, pendidikan, riwayat preeklamsia dan riwayat hipertensi dengan kejadian preeklamsia. Pada hasil multivariat Variabel yang dominan berhubungan dengan preeklamsia adalah riwayat preeklamsia, ibu yang memiliki riwayat preeklamsia mempunyai peluang untuk mengalami kejadian preeklamsia sebesar 2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan ibu yang berada pada kelompok pasien yang tidak memiliki riwayat preeklamsia, setelah dikontrol oleh Umur, Paritas, Pendidikan dan riwayat hipertensi. Kesimpulan riwayat preeklamsia merupakan faktor penting terhadap terjadinya preeklamsia dan Ibu yang memiliki riwayat preeklamsia berpeluang besar untuk mengalami preeklamsia pada kehamilan selanjutnya.Kata Kunci              : Preeklamsia, Ibu Bersalin

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 3 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 2 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 4 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 3 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 2 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 4 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 3 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 2 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 4 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 3 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2017): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2016): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan More Issue