cover
Contact Name
Yeny Sulistyowati
Contact Email
yeny.sulistyowati@urindo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbik@urindo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
ISSN : 16936868     EISSN : 2622948X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan (JBIK) dengan E-ISSN :2622-948X diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Juni dan bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
Determinan Perilaku Pacaran Yang Beresiko Pada Siswa di SMKS YP Darul Mukminin Jatinegara Jakarta Timur Tahun 2020 Mozha Desri Puji Atuti; Yeny Sulistyowati
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v11i2.1754

Abstract

Meningkatnya hubungan seksual sebagai salah satu penyebab masalah kesehatan reproduksi remaja Indonesia ditengarai akibat mudahnya mengakses informasi material seksual antara lain melalui internet. Hubungan seksual sebagai perilak berisiko saat ini dianggap biasa  oleh remaja yang berpacaran. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menemukan  62,7% remaja di Indonesia sudah.melakukan hubungan seksual. Remaja saat ini menganggap hubungan seksual merupakan hal yang biasa ketika berpacaran. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan menjelaskan determinan perilaku pacaran yang beresiko pada siswa di satu sekolah Islam di Jakarta. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, non eksperimental. Peneliti menggunakan metode survai analitik dengan rancangan cross sectional yang dilaksanakan bulan 02 Maret 2020 sampai 15 agustus 2020 penelitian dilaksanakan di SMKS YP Darul Mukminin Jatinegara. Popolasi dalam penelitian ini 221 siswa perhitungan besar sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin,sehingga total sempel 145, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data skunder dan data primer. Hasil penelitian ini menunjukan siswa di SMKS YP Darul Mukminin Jatinegara Jakarta timur tahun 2020 mendapatkan bahwa Sekitar siswa (24,8%) memiliki perilaku seksual berisiko dan Sekitar siswa (75,2%) memiliki perilaku seksual tidak berisiko. serta variabel yang mempunyai hubungan dengan perilaku seksual beresiko dari variable independen yaitu Pengetahuan, Jenis Kelamin, Tempat tinggal, Status pacaran dan pengaruh teman sebaya. Faktor yang paling dominan adalah teman sebaya dengan (P-value = 0,462; OR 2,6; CI (0,197 – 35,525) setelah dikontrol oleh variabel pengetahuan, Jenis kelamin, Status pacaran dan tempat tinggal. Kata Kunci           : Perilaku, Pacaran, Beresiko
Hubungan Kejadian Ispa Pada Anak Balita Menurut Aspek Individu dan Lingkungan Fisik Rumah di Desa Sukadanau Lilian Susanti Nova; Faika Rachmawati; Hendrik Edison Siahainenia
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v11i2.1490

Abstract

Latar belakang: Anak balita merupakan kelompok rentan terhadap kejadian ISPA, ada beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkan kejadian ISPA yaitu faktor individu dan lingkungan. Adanya industri baja ditengah permukiman menjadi resiko terjadinya kejadian ISPA pada anak balita di Desa Sukadanau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian ISPA pada anak balita dari faktor individu dan kondisi fisik rumah. Metode: Penelitian ini menggunakan studi Cross Sectional (potong lintang) dengan jumlah sampel 96 anak balita. Dilakukan wawancara pada ibu balita, dan pengukuran tinggi badan, berat badan pada anak balita. Pengukuran parameter kondisi lingkungan rumah yaitu luas ventilasi, luas bangunan. Hasil: Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dari delapan parameter yang diteliti, yang berhubungan dengan kejadian ISPA adalah pemberian ASI Eksklusif p value 0.020. Simpulan: Dari hasil penelitian direkomendasikan untuk orang tua dapat memberikan ASI Eksklusif sampai anak berusia 6 bulan.
Hubungan Pengetahuan Mahasiswi dan Dukungan Orang Tua Terhadap Minat Mahasiswi DIII Kebidanan Menjadi Relawan dalam Membantu Indonesia Menghadapi Covid-19 Rosa Susanti; Hainun Nisa
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v11i2.827

Abstract

(Kemendikbud) mengundang mahasiswa tingkat akhir di fakultas-fakultas bidang kesehatan untuk menjadi relawan yang secara sukarela turut berperan mencegah penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19). Menjadi seorang relawan merupakan tindakan kemanusiaan yang sangat nyata. Banyak kalangan yang tertarik untuk menjadi relawan, baik itu para anak muda yang belum menamatkan pendidikan atau para orang dewasa yang sudah sukses.metode penelitian ini metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif karena penelitian ini bertujuan memperoleh informasi Pengaruh Pengetahuan Dan Dukungan Orang Tua Terhadap Minat Mahasiswa Menjadi Relawan Dalam Membantu Indonesia Menghadapi Covid-19 secara studi cross sectional, dengan respnden mahasiswi Tingkat Akhir DIII kebidanan Fakultas Kesehatan Universits MH. Thamrin dan STIKes Medistra Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan signifikan antara dukungan orang tuan dengan Minat Mahasiswa Menjadi Relawan Dalam Membantu Indonesia Menghadapi Covid-19 denga p=0.000
Hubungan Nilai Hematokrit Terhadap Jumlah Trombosit Pada Pasien Anak Penderita Demam Berdarah Dengue di RSU Universitas Kristen Indonesia Sabarina Elfrida Manik; Yolanda Dwi Ramadhan
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v11i2.1180

Abstract

Demam dengue atau adalah penyakit demam virus akut yang sering disertai dengan gejala sakit kepala, mual, ruam. Demam Berdarah Dengue (DBD) ini merupakan penyakit menular yang di sebabkan oleh virus dengue. Virus ini menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk aedes aegypti yang mentransmisikan virus dengue bersama air liurnya. ). Infeksi dengue dapat memberikan gejala klinis dari ringan sampai berat bahkan dapat menimbulkan kematian.Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara jumlah trombosit dengan penderita demam berdarah dengue  pada pasien anak. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit UKI denga jumlah pasien sebanyak 50 orang. Data yang di ambil merupakan data sekunder dari instalasi rekam medik adalah nilai hematokrit dan jumlah trombosit. Data tersebut di uji menggunakan uji spearman.Hasil penelitian Dari hasil penelitian didapatkan rata-rata hematokrit pada pasien DBD anak yaitu 35,970 sel/mm3 dan rata-rata trombosit pada pasien DBD anak yaitu 102,16 sel/mm3. Dari hasil tersebut didaptkan hasil yang signifikan signifikan antara hasil pemeriksaan hematokrit dan trombosit pada suspek demam berdarah dengue pada anak dengan nilai r = 0,735 (p = 0,00). Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antar nilai hematokrit dan jumlah trombosit. 
Analisis Pengaruh Berbagi Ruangan Tidur Terhadap Gejala Tb Pada Kontak Serumah Penderita Meithyra Melviana Simatupang; Sri Tjahjani Budi Utami; Ema Hermawati
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v9i2.450

Abstract

Mycobacterium tuberculosis dikeluarkan penderita pada saat batuk, bersin bahkan ketika berbicara. Durasi dan frekuensi pajanan merupakan faktor penting pada transmisi penyakit tuberkulosis, terutama pada ruangan tertutup. Oleh sebab itu, orang yang paling rentan tertular adalah kontak serumah penderita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko berbagi ruangan tidur dengan penderita terhadap adanya gejala TB pada kontak serumah penderita. Studi ini kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan mewawancarai 73 penderita TB serta kontak serumahnya dan observasi kondisi lingkungan rumah. Hasil analisis menunjukkan bahwa kontak serumah mengalami gejala TB jika berbagi ruangan tidur dengan penderita. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh tingkat kepadatan hunian <9m2 dan jenis lantai yang tidak kedap air. Untuk mencegah penularan TB pada kontak serumah penderita, disarankan untuk menghilangkan kebiasaan tidur dalam ruangan yang sama dengan penderita dan menjaga sirkulasi udara untuk mengurangi kontaminasi bakteri TB di dalam rumah.
Determinan Perilaku Konsumsi Makanan Siap Saji (Fast Food) Pada Siswa di SMA Negeri X Jakarta Timur Tahun 2020 Samingan Samingan; Zalita Azwalika; Octaviani Octaviani
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v11i2.1829

Abstract

Makanan siap saji (fastfood) merupakan hidangan praktis dan gampang dalam pengolahannya dengan mengandung tinggi lemak, tinggi garam tetapi rendah serat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi makanan siap saji pada siswa di SMA Negeri X Jakarta Tahun 2019. Penelitian ini meggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Total populasi dalam penelitian ini adalah 500 responden dan total sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 226 responden. Hasil dalam penelitian ini  adalah terdapat hubungan antara pengaruh teman sebaya (nilai p= 0,000), uang saku (nilai p=0,000) dan dukungan orang tua (nilai p= 0,027) dengan perilaku konsumsi makanan siap sa ji (fast food) pada siswa di SMA Negeri X Jakarta Tahun 2019.  Disimpulkan ada hubungan antara pengaruh teman sebaya, uang saku, dukungan orang tua dengan perilaku konsumsi makanan siap saji. Maka disarankan perlu dilakukan sosialisasi kepada orang tua siswa di sekolah untuk mengontrol uang saku dan selalu membawa bekal untuk siswa kesekolah, serta diadakan kegiatan penyuluhan kesehatan bagi siswa tentang mengkonsumsi makanan siap saji dan makanan yang sehat dengan gizi seimbang. Kata Kunci : Makanan siap saji, Perilaku, Siswa.
Determinan Status Gizi Kurang Pada Balita Di Puskesmas Belawan Kota Medan Duma Jerriyah Harahap; Zuraidah Nasution; Aida Fitria
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v9i2.511

Abstract

Introduction: According to the observation on nutritional status in Indonesia in 2017, underweight status in balita (below five year-old children) per age was 17.8%. Objective: The study was to find out the determinants nutritional deficiency status in balita in balita at Belawan Puskesmas, Medan, in 2018. Method: The research used mixed method with sequential explanatory and quantitative approach and case-control design. The samples were 24 balita who were 12-24 month-old in the case group and 24 balita in the control group. The data were gathered by conducting in-depth interview with 5 informants. Result: OR-values of infection = 5.32, history of breastfeeding with exclusive breast milk =6.333, and family income = 9.308, the number of family members = 4.200, women’s knowledge of nutritional deficiency = 6.333, and eating habit = 7.286. Eating habit was the determinant factor at Exp (β) = 11.400. Qualitative approach indicated that the variables of care pattern of feeding and health care in balita and husbands’ role were the determinants of nutritional deficiency status in balita. Conclusion: Eating habit, care pattern of feeding and health care, and husbands’ role were the determinants of nutritional deficiency in balita. Keywords: Nutritional deficiency status, balita  
Pengaruh Personal Hygiene Terhadap Terjadinya Penyakit Kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Sukatani Kabupaten Purwakarta Tahun 2020 Zaelani Ahmad; Anna Sunita; Sri Utami
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v11i2.1389

Abstract

Indonesia is ranked third in leprosy cases number. Leprosy causes damage to skin, nerves, limbs and eyes. Personal hygiene affects healing success, and about 70% heal itself (determinate). This study aims to determine effect of personal hygiene on leprosy incidence in Sukatani Public Health Center, Purwakarta Regency, 2020. This study used quantitative method with case control design. Data collection techniques using questionnaire. Sample were 116 respondents with ratio 1:3, consist of 29 cases and 87 controls. Sampling technique was based on leprosy cases list at Health Center. Control is closest neighbor. Multivariate analysis using binary logistic regression test. Results showed that there was significant relationship between work type (p=0.023), knowledge (p=0.007), contact history (p=0.000), house’s physical condition (p=0.001), clean water sources (p=0.005), humidity (p=0.006), and room temperature (p=0.028). There is effect of personal hygiene (p = 0.003), with an OR of 4.295 (95% CI: 1.708 - 10.803), meaning that respondents who have poor personal hygiene risked 4.295 times for leprosy compared to respondents who have good personal hygiene, after being controlled by contact history, knowledge, room humidity, house’s physical condition, and working type. It is recommended to improve population personal hygiene through health promotion regarding knowledge of leprosy, as well as the provision of clean water sources.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK DI PUSKESMAS LARANGAN UTARA KOTA TANGERANG TAHUN 2021 Agustina Yuniarti Teti; Miftahul Jannah
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v12i1.2042

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi campak menjadi strategi penting untuk mencegah kesakitan, kecacatan dan kematian, sehingga suatu hari terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya sakit ringan. Imunisasi yang diberikan pada bayi kurang dari 1 tahun merupakan hal yang sangat penting. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan pemberian imunisasi campak di Puskesmas Larangan Utara.Metode: Dalam penelitian ini peneliti menggunakan desain penelitian observasi dengan pendekatan cross sectional. Cross sectional adalah penelitian untuk mempelajari dinamika kolerasi antara faktor – faktor risiko dengan efek dengan cara pendekatan, obsevasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat.  Hasil: Penelitian uji statistik univariat menunjukkan bahwa distribusi responden yang diberikan imunisasi campak adalah sebanyak 129 responden (94,4%) sedangkan yang tidak diberikan imunisasi campak adalah sebanyak 7 responden (5,1%). Hasil bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pemberian imunisasi campak (p=0,031), ada hubungan antara umur dengan perilaku pemberian imunisasi campak (p=0,030), ada hubungan antara pendidikan dengan perilaku pemberian imunisasi campak (p=0,031), tidak ada hubungan antara pekerjaan dengan perilaku pemberian imunisasi campak (p=0,568).Saran: Hasil penelitian ini dapat menjadi wawasan bagi institusi pelayanan kesehatan untuk lebih meningkatkan strategi pemberian imunisasi campak pada bayi
Pengaruh Promosi Kesehatan Reproduksi terhadap Pengetahuan Remaja di SMA Santika Bambu Apus Jakarta Timur Izattul Azijah; Dewi Nawang Sari; Lina Herlina
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v12i1.1990

Abstract

Tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja adalah salah satu faktor yang  berpengaruh terhadap perilaku seksual remaja pranikah. Fenomena yang terjadi dalam satu dekade ini telah menunjukkan  perilaku seksual pranikah pada remaja diberbagai provinsi di Indonesia semakin bertambah dikarenakan kurangnya pengetahuan remaja mengetai tentang kesehatan reproduksi. Permasalahan yang terjadi pada remaja tersebut memberi dampak negative pada remaja seperti kehamilan, pernikahan pada usia muda serta tingkat aborsi yang cukup tinggi sehingga memberi dampak buruk terhadap kesehatan reproduksi remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Promosi Kesehatan Reproduksi terhadap tingkat pengetahuan Remaja. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-eksperimental one group pre and posttest design yang dengan responden sebanyak 35 sampel, pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan reproduksi pada remaja. Analisis penelitian ini menggunakan Paired Sample T-Tes. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan sebelum diberikan promosi kesehatan paling besar pada kategori baik sebesar 74% dan setelah diberikan promosi kesehatan tingkat pengetahuan responden paling besar pada kategori baik sebesar 83%. Analisis menunjukkan hasil nilai p=0,000 (p<0,05). Kesimpulannya terdapat pengaruh pemberian promosi kesehatan reproduksi kepada terhadap tingkat pengetahuan remaja. Pemberian promosi kesehatan reproduksi pada remaja dapat dilakukan secara berkelanjutan baik oleh pihak sekolah maupun Puskesmas terdekat sehingga pengetahuan remaja semakin bertambah dan perilaku mereka juga dapat sesuai dengan apa yang mereka pahami.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 3 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 2 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 4 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 3 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 2 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 4 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 3 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 2 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 4 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 3 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2017): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2016): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan More Issue