cover
Contact Name
Yeny Sulistyowati
Contact Email
yeny.sulistyowati@urindo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbik@urindo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
ISSN : 16936868     EISSN : 2622948X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan (JBIK) dengan E-ISSN :2622-948X diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Juni dan bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
Pengaruh Total Abdominal Histerektomi (Tah) Terhadap Dyspareunia Dan Seksualitas Pada Pasangan Suami Istri Barkah Wulandari
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v10i1.835

Abstract

Total Abdominal Histerektomi (TAH) merupakan ancaman bagi seorang wanita karena hilangnya fungsi reproduksi dan fungsi seksual akibat pengangkatan uterus dan serviks (Briedite et al, 2014). Hal ini dihubungkan dengan fungsi rahim yang berperan dalam kontraksi selama fase orgasm dan pengangkatan serviks menyebabkan anatomi vagina menjadi pendek yang mempengaruhi gejala dyspareunia (nyeri selama koitus dan berhubungan seksual) dan sensasi yang berubah selama koitus (Jacquia et al, 2014). Penelitian ini untuk mengungkapkan temuan mengenai pengaruh TAH atas indikasi benign terhadap dyspareunia dan seksualitas pasangan suami istri. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pendekatan cross secsional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 31 orang wanita post TAH. Terdapat hubungan positif dyspareunia dengan kepuasan seksual  p=0,009 (p<0,05). Koefisien korelasi positif, semakin tinggi skor dyspareunia maka semakin tinggi kepuasan seksual dengan keeratan kategori sedang 0,462 (0,400-0,599). Usia, lama TAH, usia pernikahan, jumlah anak, pendidikan dan pekerjaan tidak ada hubungannya dengan kejadian dyspareunia dan kepuasan seksual. Tingkatan dyspareunia yang dirasakan oleh responden setelah TAH sebagian besar berada pada kategori dyspareunia ringan (64,5%). Tingkatan dyspareunia ringan terjadi di kedua kelompok yaitu subjek yang ada perbaikan seksual (66,7%) maupun subjek merasakan ada penurunan seksual (57,1%). Tidak ada hubungan antara dyspareunia dengan kejadian TAH (P>0.05). Hanya saja terdapat hubungan antara dyspareunia dengan kepuasan seksual.
Pelaksanaan Program Keping Emas Pada Ibu Hamil Kekurangan Energi Kalori dan Anemia Di Desa Kronjo Tahun 2019 M. Ikhsan Akbar; Yani Sandra Rinaningsih; Retno Ekawaty; Ni Made Padma Batiari; Irfan Abdussalam; Exkuwin Suharyanto; Deasy Widiana; Yeny Sulistyowati
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v10i1.866

Abstract

Anemia dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil adalah kasus penting pada kehamilan. Data World Health Organization (WHO) secara global, prevalensi anemia pada ibu hamil diseluruh dunia adalah sebesar  41.8%. Kebanyakan anemia dalam kehamilan di sebabkan oleh defisiensi besi, pendarahan akut dan ketidakseimbangan asupan gizi. Penelitian juga menunjukkan bahwa proses tumbuh kembang janin dipengaruhi oleh kondisi fisik dan kesehatan ibu waktu remaja dan akan menjadi ibu. Dengan demikian upaya untuk mencegah gangguan tumbuh kembang janin sampai menjadi kanak kanak usia 2 tahun difokuskan pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara deskriptif faktor risiko Ibu hamil pada pelaksanaan program Keping Emas di Desa Kronjo Tahun 2019. Pada penelitian menggunakan data sekunder dari pengukuran haemoglobin (Hb) dan lingkar lengan atas (LILA) Ibu hamil risiko tinggi di Desa Kronjo dalam Program Keping Emas tahun 2019. Total sampel pada penelitian ini sebanyak 18 reponden ibu hamil risiko tinggi. Teknik pengambilan sampling yang digunakan adalah total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ecara keseluruhan gambaran karakteristik umur ibu hamil berisiko tinggi yang terlibat dalam pelaksanaan Program Keping Emas di Desa Kronjo Tahun 2019 terdapat pada kelompok umur dewasa (26-35 tahun). Terdapat sebanyak 8 orang (44,4%) ibu hamil risiko tinggi anemia dan 5 orang  (27,8%) ibu hamil berisiko tinggi KEK pada pelaksanaan bulan pertama (September 2019), serta terdapat terdapat 5 orang (27,8%) yang mempunyai status anemia dan KEK berdasarkan indikator kadar Hb dan LILA.
Pemenuhan Gizi Tahanan Wanita Hamil Pada Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Pondok Bambu (Fulfillment of Pregnant Women's Prisoners Nutrition At Pondok Bambu State Class IIA Detention House) Nellya Ketaren
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v10i1.750

Abstract

Salah satu kebutuhan wanita dalam kondisi hamil adalah pemenuhan gizi untuk dirinya dan bayi yang sedang dikandung. Hal ini penting agar bayi yang sedang dikandung dalam kondisi sehat dan pertumbuhan bayi dapat berjalan dengan baik. Termasuk narapidana yang tengah mengandung dan harus menjalani masa pidana di dalam Lapas/Rutan. Terbatasnya ruang gerak narapidana karena harus menyelesaikan masa pidananya, menjadi salah satu kendala narapidana hamil dalam memenuhi asupan nutrisi selama proses kehamilan. Narapidana hamil yang berada di dalam Lapas/Rutan harus mendapatkan gizi yang cukup hal ini didukung dalam sepuluh hak narapidana menyebutkan bahwa narapidana berhak mendapatkan pelayanan kesehatan serta makanan yang layak. Akan tetapi pada kenyataannya, makanan yang diberikan kepada narapidana wanita hamil dan tidak hamil tidak dibedakan dan tidak ada makanan tambahan yang diberikan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang mana lebih cenderung menganalisa terkait pemenuhan asupan nutrisi yang dibutuhkan dan harus diberikan kepada narapidana selama masa kehamilan. Karena selama proses kehamilan, tubuh wanita akan sangat rentan akan penyakit,bila gizi tidak tercukupi maka akan beresiko pada janin dan proses melahirkan nanti. Hal ini dilakukan guna mencegah adanya permasalahan kesehatan bagi narapidana yang berada di rutan. Tujuan penelitian ini untuk menyampaikan bahwa narapidana wanita hamil perlu mendapatkan nutrisi tambahan guna proses kehamilan dan kelahiran yang berjalan lancar. Hasil dari penelitian ini akan menjadi masukan terhadap pelaksanaan perawatan yang dilakukan di Rumah Tahanan Negara Pondok Bambu terhadap narapidana wanita hamil. Kata kunci: Gizi,Narapidana, Hamil.
Kandungan Hexadecanoic Acid, Ethyl Ester pada Nigela Sativa untuk Prediksi Apoptosis pada Sel HeLa Kusmayra Ambarwati; Miftahul Jannah; Asyifa Robiatul Adawiyah
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v10i1.860

Abstract

Antioksidan dan herbal adalah  zat yang dapat mencegah terjadinya kanker serviks. Angka kejadian kanker serviks di Indonesia masih tinggi. Setiap hari muncul 40-45 kasus baru, yang berarti 20-25 orang meninggal akibat kanker serviks di Indonesia. Penelitian terdahulu membuktikan terdapat tumbuhan, buah – buahan dan biji – bijian yang mengandung antioksidan tinggi dan dipercaya dapat mencegah dan mengurangi kesakitan akibat kanker serviks. Selain itu banyak herbal yang juga ditemukan di Indonesia yang diketahui memiliki efek pada sel kanker. Salah satunya yang dapat ditemukan di Indonesia adalah Jinten Hitam (Nigela Sativa). Saat ini masyarakat belum banyak yang memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia yang diduga dapat mencegah kanker serviks ini. Studi ini merupakan penelitian awal untuk membahas mengenai kandungan Hexadecanoic Acid, Ethyl Ester pada Jinten Hitam untuk nantinya dapat digunakan sebagai prediksi apoptosis pada sel HeLa.Kata Kunci : Buah Tin, Sel Hela, Hexadecanoic Acid
Dampak Pernikahan Dini Pada Kesehatan Reproduksi Dan Mental Perempuan (Studi Kasus Di Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu) Lezi Yovita Sari; Desi Aulia Umami; Darmawansyah Darmawansyah
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v10i1.735

Abstract

Pernikahan dini merupakan suatu pernikakan yang dilakukan oleh seseorang yang relatif muda. Umur yang relatif muda yang dimaksud adalah usia pubertas yaitu usia antara 10-19 tahun. Suatu daerah di Indonesia salah satunya Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, banyak terjadi pernikahan dini. masyarakat pribumi di sana masih menganut  suatu budaya yang sebenarnya secara tidak sadar dapat meningkatkan angka pernikahan dini yang berakibat pada dampak kesehatan fisik dan mental. Budaya tersebut adalah budaya selarian, budaya selarian adalah fenomena pernikahan paksa yang dilakukan oleh laki-laki untuk menculik perempuan supaya bisa dinikahinya dengan tanpa meminta restu dari orang tua perempuan. Adapun tujuan penelitian ini di lakukan untuk menggali informasi tentang kejadian dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi dan mental perempuan di Wilaya Kecamatan Ilir Talo Kabuaten Seluma Provinsi Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi fenomenologi , pengumpulan data penelitian ini menggunakan, observasi (pengamatan), wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), studi dokumentasi. Subyek penelitian sebanyak 17 orang yang melakukan pernikahan dini, dan obyek penelitiannya adalah dampak yang ditimbulkan pernikahan dini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyebab kejadian pernikahan di Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu yaitu hami di luar nikah, seks pranikah, kemauan sendiri, ekonomi, teman sebaya dan budaya selarian yang berkembang di wilaya tersebut, dampak yang di timbulkan terjadinya Anemia, panggul sempit, BBLR, Hipertensi, dan dampak lain yang di timbulkan tejadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Berdasarkan penelitian dapat di simpulkan bahwa kejadian pernikahan dini berdampak pada kesehatan reprosuksi perempuan.
Mitos Bunuh Diri di Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Faika Rachmawati; Tri Suratmi
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v10i1.761

Abstract

AbstrakBunuh diri adalah upaya seseorang yang lebih memilih kematian dari pada kehidupan dengan cara membunuh diri sendiri dengan sengaja. Gunungkidul merupakan daerah dengan kasus bunuh diri keempat tertinggi di Indonesia. Jumlah kasus bunuh diri pada tahun 2015-2017adalah 90 warga di berbagai wilayah, pada kelompok lanjut usia (lansia >60 tahun). Salah satu penyebab tindakan bunuh diri adalah mitos tentang Pulung Gantung yang diyakini oleh masyarakat setempat. Tujuan penulisan untuk menggali informasi mengenai fenomena bunuh diri di Gunungkidul dikaitkan dengan kebenaran mitos Pulung Gantung serta menganalisis penyebab terjadinya bunuh diri masyarakat Kabupaten Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (literature review) dengan obyek penelitian yang digali dari media online, jurnal, artikel di jurnal, dari media internet dan dilakukan analisis deskriptif. Hasil review menyebutkan bahwa pelaku tindakan bunuh diri terbanyak berjenis kelamin perempuan dengan rentang usia kelompok dewasa muda dan dewasa lanjut sebanyak 55%. Penyebab tindakan bunuh diri adalah depresi (43%), dipicu oleh sakit fisik menahun (26%), gangguan jiwa (6%), kesulitan ekonomi (5%), masalah keluarga (4%), dan tanpa keterangan (16%). Tetapi semuanya berujung pada satu masalah yaitu kemiskinan. Saran untuk mengurangi kasus bunuh diri antara lain; dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait pencegahan bunuh diri, dengan cara yang lebih komunikatif dengan warga. Dengan melibatkan tokoh agama dan kegiatan keagamaan, membentuk tim reaksicepat penanganan bunuh diri, respon cepat berasal dari informasi masyarakat sekitar sehingga dapat ditangani secara serius dan sedini mungkin. Partisipasi seluruh warga diperlukan untuk mengenali orang yang memiliki risiko bunuh diri, mendampingi dan menginformasikan ke pusat pelayanan kesehatan terdekat. Orang beresiko tinggi memiliki keinginan untuk melakukan bunuh diri adalah orang dengan sakit menahun, lanjut usia yang hidup sendiri, dan orang yang memiliki masalah ekonomi. Solusi promosi kesehatan yang tepat dapat mencegah masyarakat supaya masalah kejiwaan masyarakat Gunungkidul segera tertangani.Kata kunci: Bunuh diri, Gunungkidul, Pulung Gantung
Faktor Risiko Kejadian Diare Pada Balita Di Kota Padang Erick Zicof; Elva Idriani
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v10i2.1097

Abstract

Penyakit Diare merupakan penyakit endemis potensial Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering disertai dengan kematian di Indonesia. Penderita diare yang paling banyak terjadi pada kelompok  anak di balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian diare di Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan januari –  maret 2020. Sampel dipilih secara simple random sampling sebanyak 250 subjek di Kota Padang, menggunakan perbandingan 1:1 antara kelompok kasus dan kontrol. Variabel dependen adalah kejadian diare. Variabel independen adalah paparan informasi, jumlah anggota keluarga, perilaku pencegahan, pendapatan kelurga, modal sosial dan sanitasi lingkungan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi yang dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan paparan informasi yang kurang (OR=4.2; 95% CI= 2.6 sampai 7.4; p< 0.001), jumlah anggota keluarga > 4 orang (OR= 2.3; 95% CI= 1.1 sampai 3.5; p= 0.014), pendapatan keluarga yang rendah (OR= 5.2; 95% CI= 3.2 sampai 9.7; p< 0.001), perilaku pencegahan yang kurang (OR= 7.2; 95% CI= 4.3 sampai 13.2; p< 0.001) , modal sosial yang lemah (OR= 4.3; 95% CI= 2.78 sampai 8.0; p< 0.001) ,dan sanitasi lingkungan yang kurang baik (OR= 2.4; 95% CI= 1.4 sampai 3.9; p=0.001) mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap kejadian diare pada balita.  Faktor risiko paparan informasi, jumlah anggota keluarga, pendapatan keluarga, perilaku pencegahan, modal sosial dan sanitasi lingkungan mempunyai pengaruh terhadap kejadian diare pada balita.
Kronologis Kejadian Pre Eklampsia Yang Dikaitkan Dengan Penyebab Tidak Langsung Di Karawang Miftahul Jannah; Fitria Sari; Endang Siti Mawarni
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v10i2.1064

Abstract

Latar Belakang: Preeklampsia dan eklampsia merupakan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian khusus karena preeklampsia adalah penyebab kematian ibu hamil dan perinatal yang tinggi terutama di negara berkembang. Sampai saat ini preeklampsia dan eklampsia masih merupakan ”the disease of theories”, karena angka kejadian preeklampsia-eklampsia tetap tinggi dan mengakibatkan angka morbiditas dan mortilitas maternal yang tinggi. Data preeklampsia pada ibu bersalin di Puskesmas Pedes tahun 2014 mencapai 103 (7,1%), pada tahun 2015 terdapat penurunan kejadian preeklampsia mencapai 98 (6,8%), sedangkan tahun 2016 kejadian preeklampsia mencapai 134 (12,4%).Tujuan:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab dari kejadian pre eklampsia yang banyak terjadi kasus nya saat ini khusus nya dari faktor penyebab tidqk langsung seperti : riwayat penyakit ibu, riwayat penyakit keluarga, sosial ekonomi dan keteraturan ANCMetode: Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan Kohort Prospektif, Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester 3 yang menjadi pasien di Puskesmas Pedes Kab. Karawang dengan cara pengambilan sampel Purpossive samplingTerdapat 41 Responden yang termasuk kedalam kriteria inklusiHasil:Secara statistik  tidak ada hubungan antara variable independen (riwayat penyakit ibu, riwayat penyakit keluarga, sosial ekonomi, dukungan keluarga dan keteraturan ANC)  dengan variable dependen yaitu kejadian Pre Eklampsia pada ibu hamil.Kesimpulan: Sesuai dengan wawancara dengan petugas kesehatan setempat Penulis berpendapat bahwa kejadian Pre Eklampsia yang termasuk kedalam kategori penyakit tertinggi di Puskesmas Pedes mempunyai keterkaitan dengan keadaan lingkungan sekitar, yang dimana letak daerah ini sangat dekat dengan lautan, sehingga tingginya kadar garam didalam air yang dikonsumsi oleh masyarakat sekitar termasuk para ibu hamil.Saran: menghimbau kepada ibu hamil agar ibu hamil dapat memilih makanan yang dikonsumsi agar tidak terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung garam.Kata Kunci : Pre eklampsia, Periksa ANC, Riwayat Penyakit, Sosial ekonomi
Determinan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Rs Kencana Serang Banten Tahun 2019 Yuda Muhara Sari
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v11i1.1346

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) diartikan sebagai bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram”. ”Secara keseluruhan, diperkirakan 15% - 20% dari seluruh kelahiran di dunia mengalami berat badan lahir rendah, yang mewakili lebih dari 20 juta kelahiran per tahun” . ”Prevalensi BBLR di Indonesia dari tahun 2007 (11,5%) hingga tahun 2013 (10,2%) terjadi penurunan namun lambat dalam 7 tahun terakhir, sedangkan angka kejadian BBLR di RS Kencana Serang Banten Tahun 2019 sebesar 11,4%”. Tujuan penelitian ini adalah Diketahui Determinan kejadian BBLR di RS Kencana Serang Banten Tahun 2019. Rancangan penelitian Cross Sectional, sampel dalam penelitian ini berjumlah 179 responden. Analisis dilakukan secara univariate, bivariate menggunakan chi square dan multivariate menggunakan regresi logistic ganda. Variabel yang berhubungan dengan kejadian BBLR pada ibu bersalin adalah usia (p=0,000), pendidikan (p=0,000), pekerjaan (p=0,004) dan kunjungan ANC (p=0,000) sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah paritas (p=0,540). Variabel yang dominan berhubungan dengan kejadian BBLR pada ibu bersalin adalah kunjungan ANC dengan Odds ratio (OR) 18,4. ”Pihak Rumah Sakit mengoptimalkan pelayanan antenatal secara komprehensif, terpadu dan berkualitas agar adanya masalah kesehatan atau penyakit penyerta kehamilan dapat dideteksi dan ditangani secara dini”. Kata Kunci           : Bayi Berat Lahir Rendah, antenatal care
Analisis Objektif Pengetahuan Laboratorium Kesehatan Tentang Manfaat Alat Pelindung Diri di Laboratorium Universitas Respati Yogyakarta Naomi Suprayudha; Suwarto Suwarto; Yoseph Emanuel Pati
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v10i2.964

Abstract

Abstrak Latar Belakang:Dari studi pendahuluan yang dilakukan di laboratorium kesehatan Universitas Respati Yogyakarta, data atau informasi yang kami dapatkan sangat menjadi masalah sebab dari 5 petugas laboratorium/ laboran yang kami wawancarai, hanya 2 laboran yg rutin menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) disetiap kegiatan praktikum di laboratorium,Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk Kajian Analisis objektif pengetahuan petugas laboratoruim kesehatan tentang manfaat alat pelindung diri di laboratorium kesehatan Universitas Respati Yogyakarta.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif artinya adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasar pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia.Hasil Penelitian: Petugas laboran mempunyai pengetahuan yang cukup baik terhadap manfaat penggunaan alat pelindung diri yang terdapat dilaboratorium, secara keseluruhan petugas laboratorium memahami fungsi dari APD dan manfaatnya, penggunaan Alat pelindung diri belum terdapat secara khusus tentang standar pengunaan APD sesuai SOP yang berlaku, kepatuhan Petugas laboran tentang manfaat penggunaan alat pelindung diri sudah sesuai dengan tata tertib yang berlaku dilaboratorium, sarana dan prasana terkait pengunaan alat pelindung diri sudah cukup baik.Kesimpulan : Petugas laboran mempunyai pengetahuan yang cukup baik terhadap manfaat penggunaan alat pelindung diri yang terdapat dilaboratorium 

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 3 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 2 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 4 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 3 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 2 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 4 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 3 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 2 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 4 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 3 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2017): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2016): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan More Issue