cover
Contact Name
Yeny Sulistyowati
Contact Email
yeny.sulistyowati@urindo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbik@urindo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
ISSN : 16936868     EISSN : 2622948X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan (JBIK) dengan E-ISSN :2622-948X diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Juni dan bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Penggunaan Metode Kotrasepsi Suntik di Praktek Mandiri Bidan (PMB) Nurhayati, Gunung Putri, Kabupaten Bogor Setyaningrum, Djamus Kalimah
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 13, No 4 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v13i4.3795

Abstract

Tingkat pertumbuhan penduduk di negara berkembang umumnya mencapai lebih dari 2%, termasuk Indonesia (BPS, 2020).  Kontrasepsi lewat suntikan paling banyak digunakan  perempuan muda di Indonesia yaitu sebesar 66,49%, diikuti kontrasepsi pil pada peringkat kedua (15,55%), dan implan (8,85%).Selanjutnya, 7,08% menggunakan AKDR dan masing-masing 1,41% dan 1,19% menggunakan sistem kalender atau pantang berkala dan kondom  pria atau karet KB sebagai alat kontrasepsi. (Annur, 2022). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi suntik di Praktek Mandiri Bidan Nurhayati, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Tahun 2022.,Penelitian ini menggunakan  rancangan cross Sectional, dengan sampel berjumlah 146 responden. Hasil penelitian disajikan secara univariate, dan dianalisis secara bivariate menggunakan chi square,  dan multivariate menggunakan regresi logistik berganda. Variabel-variabel umur, pendidikan, paritas, pengetahuan, sikap, ketersediaan alat kontrasepsi dan informasi media massa berhubungan bermaksna dengan pemilihan kontrasepsi suntik. Sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah status pernikahan (p= 0,139) dan harga  pelayanan kontrasepsi suntik (p=0,140).Kata kunci : Kontrasepsi suntik, Akseptor KB
Deskripsi Pencahayaan di Fasilitas Pelayanan Puskesmas Peudada Bireun Zia, Ulhaq Muhammad; Dwinata, Halim Amanda; Mahlia, Ulfa; Dea, Natasya; Nadila, Amna; Safrida, Safrida; Malindawati, Malindawati
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 14, No 3 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v14i3.4004

Abstract

Salah satu penggunaan energi listrik yang menempati urutan kedua setelah sistem pendingin udara yaitu sistem pencahayaan. Sistem pencahayaan berguna agar dapat melakukan segala aktifitas baik di luar atau di dalam ruangan terutama di malam hari. Oleh sebab itu sangat diperlukan pencahayaan yang baik dan sesuai dengan standart Kemenkes, sehingga segala aktifitas dan seluruh peralatan yang akan digunakan akan terlihat dengan baik dan jelas. Pencahayaan yang baik dan sesuai standar juga akan memberikan dampak nyaman, aman dan sehat bagi mata pengguna ruangan. Adapun objek penelitian ini dilakukan pada gedung Puskesmas Peudada Bireun yang bertujuan untuk menghitung kuat penerangan pada tiap ruang kerja dan untuk menghitung jumlah titik lampu yang diperlukan pada tiap-tiap ruangan sesuai dengan standart Kemenkes. Perhitungan dengan menggunakan formula matematis sesuai dengan standart Kemenkes dengan tingkat pencahayaan minimum yang telah ditentukan untuk setiap ruangan pada Rumah Sakit yaitu sebesar 200 sampai 300 lux. Hasilnya didapatkan bahwa nilai kuat penerangan tertinggi sebesar 1721,6 lux terdapat pada Ruang Aula Puskesmas, sedangkan nilai kuat penerangan terendah yaitu sebesar 51 lux terdapat pada Ruang Aula Puskesmas. Jumlah titik lampu yang diperoleh pada Ruang Aula Puskesmas sebanyak 16 titik, pada Ruang Admin sebanyak 4 titik, pada UGD (A) sebanyak 4 titik, UGD (B) sebanyak 3 titik, UGD (C) sebanyak 7 titik, dan Ruang UGD (D) sebanyak 2 titik. Nilai kuat penerangan tersebut sudah sesuai dari nilai kuat penerangan yang direkomendasikan yaitu 200 sampai 300 lux. Kata Kunci : Puskesmas, Pencahayaan, Ruang Aula, Ruang Admin, UGD
Analisis Faktor-Faktor Kepatuhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Pekerja Bekisting Aluminium Formwork System (Alform) Perusahaan PT. PP (Persero) Tbk. Jakarta Barat Mulyono, Mulyono; Kridawati, Atik; Laksyana, Dessy
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 14, No 3 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v14i3.3466

Abstract

Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) pada proyek konstruksi merupakan bentuk upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan sejahtera, bebas dari kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta bebas pencemaran lingkungan menuju peningkatan produktivitas seperti yang tertera pada Undang-Undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah factor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan keselamatan kerja pada bekisting aluminium formwork system Perusahaan PT.PP (Persero)Tbk. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitif analitik dengan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel yang digunakan adalah menggunakan Teknik total sampling/sampling jenuh pada pekerja bekisting alumnium, sampel yang digunakan adalah seluruh populasi yang ada di bagian pekerjaan alumnium formwork system berjumlah 30 responden. Analisis menggunakan univariat, bivariat, dengan chi square dan multivariat menggunakan uji regresi logistic berganda. Hasil penelitian variabel yang berpengaruh dengan tingkat kepatuhan yaitu usia (p value =0,044 ; OR =8,333), Pelatihan K3 (pvalue = 0,011 ; OR = 7,800), peralatan dan pakaian kerja (p value = 0,004 ; OR = 10,833), pengetahuan K3 (p value = 0,001 ; OR=15,889) dan Hambatan Sisi Pekerja (p value = 0,010 ; OR = 8,067). Variabel yang dominan adalah pengetahuan K3 (OR=4,582). Maka dapat disimpulkan bahwa pekerja yang mempunyai kepatuhan tinggi sebesar 53,3% dan pekerja yang memiliki pengetahuan K3 tinggi memiliki tingkat kepatuhan 5 kali lebih besar dibandingkan pekerja dengan pengetahuan rendah. Sebaiknya perusahaan PT. PP (Persero)Tbk. perlu menerapkan kebijakan yang lebih tegas dengan sanki tanpa toleransi kepada pekerja yang tidak patuh Kata kunci: Tingkat Kepatuhan, Pekerja
Hubungan Riwayat Merokok dan Hipertensi Dengan Percutaneous Coronary Intervention Berulang Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner di RS Sentra Medika Cisalak Jamiatun, Jamiatun; Ifadah, Erlin; Kalsum, Umi; Sholiha, Nur; Hidayah, Nurul; Marliana, Thika
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 14, No 2 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v14i2.4450

Abstract

Penyakit jantung koroner menjadi ancaman serius bagi masyarakat karena merupakan salah satu penyakit dengan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pada tahun 2016, sebanyak 31% kematian global atau sekitar 17,9 juta orang meninggal disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat merokok dan riwayat hipertensi yang berhubungan dengan tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) berulang di RS Sentra Medika Cisalak, Jawa Barat. Metode Penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dengan sampel sebanyak 108 responden yang menggunakan pendekatan crossectional. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat berupa uji chi-square. Hasil penelitian Riwayat merokok jumlah (55,6%), riwayat hipertensi sebanyak (67,6%). Dari hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan riwayat merokok dengan tindakan percutaneous coronary intervention (PCI) berulang pada pasien penyakit jantung koroner dan tidak ada hubungan riwayat hipertensi dengan tindakan percutaneous coronary intervention (PCI) berulang pada pasien penyakit jantung koroner, Diharapkan perawat yang berdinas diruang High Cardiac Care Unit (HCCU) dapat melakukan upaya pencegahan dan pengendalian dengan memberikan Pendidikan kesehatan tentang perawatan pasca tindakan PCI. Kata Kunci : Percutaneous Coronary Intervention (PCI), Riwayat Merokok, Riwayat Hipertensi
Pemetaan Kasus Covid-19 dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Kabupaten Badung Provinsi Bali Tahun 2021 Devi, Ayu Meryasari
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v14i1.3113

Abstract

Abstrak Bali menjadi salah satu provinsi yang berada pada urutan ke-10 pada penyakit covid-19 dan terkonfirmasi memiliki transmisi lokal yang cukup tinggi, khususnya pada Kabupaten Badung yang merupakan wilayah pariwisata di Bali. Oleh karena itu, diperlukan sistem informasi geografis untuk memonitoring jumlah penyebaran data penyakit yang disebabkan covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan persebaran pasien covid-19 dan tingkat klasifikasi kelas kasus covid-19 yang ada di wilayah Kabupaten Badung. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simple random sampling sebanyak 392 sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis Klasifikasi Spasial. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemetaan kasus covid-19 di Kabupaten Badung tahun 2021 diperoleh dengan mencari koordinat dari masing-masing kasus covid-19 di Kabupaten Badung, sehingga diperoleh gambar pemetaan kasus covid-19 yang terklasifikasi menjadi tinggi, sedang dan rendah. Hasil menunjukkan pada tahun 2022 penderita covid-19 di Kabupaten Badung menurun yaitu 10.372. Hasil juga menunjukkan bahwa pola sebaran kasus covid-19 di Kabupaten Badung tahun 2021 paling banyak tersebar di Kecamatan Kuta Utara jumlah kasus yang ada di Kecamatan Kuta Utara sebanyak 90 kasus covid-19. Sedangkan untuk pola sebaran terendah adalah Kecamatan Petang jumlah kasus yang ada sebanyak 28 kasus covid-19. Pada tahun 2022 Kecamatan Kuta yang memiliki pola persebaran tertinggi dengan jumlah keseluruhan 3.098 kasus covid-19. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi tingginya kasus covid-19 di Kabupaten Badung yaitu kepadatan penduduk, usia, jenis kelamin, riwayat merokok, obesitas, penyakit penyerta, berinteraksi langsung.Kata kunci: Covid-19, Badung, Sistem Informasi Geografis
Analisis Faktor Gizi pada Balita di Masa Pandemi Covid-19 di Posyandu Teratai Indah Bekasi Jannah, Miftahul; Sari, Fitria; Hasanah, Neneng
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 13, No 4 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v13i4.3777

Abstract

Gizi menjadi faktor utama yang berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia. Pertumbuhan anak balita yang pesat dan memerlukan perhatian, khususnya kondisi kesehatannya. Status gizi balita dipengaruhi masukan zat besi. Menjadi  faktor yang sangat mempengaruhi status gizi pada balita yaitu fakto ekonomi keluarga yang berimbas pada pola makan dan kecukupan gizi balita, salah satu penyakit gizi yang saat ini sedang naik kasusnya yaitu terdapat pada kelompok balita antara lain Obesitas,  Kurang Energi  Protein, GAKY, anemia dan KVA. Kesehatan dan asupan gizi yang baik sesuai dengan keperluan tubuhnya adalah salah satu kegiatan penangkalan terbaik untuk memecahkan munculnya masalah gizi pada saat ini. Pada penelitian berikut memiliki tujuan menganalisis status gizi balita pada masa pandemi Virus Covid 19, faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada masa pandemi Virus Covid 19, hubungan antara karakteristik ibu dengan status gizi balita, Mengetahui hubungan asupan makanan dengan status gizi balita. Studi ini  menggunakan pendekatan crossectional . Responden kali ini adalah ibu yang memiliki balita di Posyandu Teratai Indah yang bersedia mengisi kuesioner yang akan diedarkan, berjumlah 96 responden dengan analisis data yaitu univariat dan bivariat.  Secara statistik  tidak ada hubungan antara variable independen (usia, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, kebiasaaan pemberian makan dan kebiasaan pengasuhan anak) dengan variable dependen yaitu status gizi pada balita di posyandu Teratai indah .Penulis menyimpulkan bahwa masih banyaknya ibu yang belum mengetahui dan mengerti tentang gizi pada balita salah satunya tentang kebiasaaan pemberian makan kepada balitanya karena hasil pada vaibel tersebut menyatakan kebiasaan buruk yang diberikan ibu pada pemberian makanan kepada balitanya. Menghimbau kepada ibu untuk rajin membaca baik dari buku ataupun media sosial tentang gizi pada balita baik secara online ataupun offline ataupun dapat bertanya langsung kepada petugas Kesehatan serta mencari informasi di media sosial lainnya. Kata Kunci : status gizi, karakteristik ibu, asupan makanan 
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Instagram Tentang Anemia Terhadap Pengetahuan Remaja di SMAN 1 Pandeglang di SMAN 1 Pandeglang Tahun 2023 Agung, Kankan Ramadan; Fajri Hidayati Bunga, Dinda Nur; Simamora, Rotua Suriany
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 14, No 3 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v14i3.4042

Abstract

Latar belakang: Banyak sekali remaja memiliki gaya hidup menyimpang dari kesehatan yang remaja banyak jadikan kebiasaan pada saat ini, sehingga beresiko terkena anemia khususnya remaja putri karena setiap bulan remaja akan mengalami menstruasi. Anemia merupakan masalah kesehatan yang dialami oleh manyarakat dan banyak ditemukan di seluruh dunia, salah satunya negara berkembang seperti indonesia. Menurut WHO, kejadian remaja putri yang menderita anemia di Negara-negara berkembang sekitar 40-88%. Pendidikan kesehatan merupakan cara yang dapat digunakan untuk menambah pemahaman dan pengetahuan mengenai anemia. Pendidikan kesehatan yang akan dilakukan peneliti dalam peningkatan pengetahuan tentang anemia adalah melalui media instagram. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan remaja tentang anemia sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media Instagram SMAN 1 Pandeglang Tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan Pre-Eksperimen, atau penelitian yang memiliki perlakuan dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Peneliti ini untuk mengetahui apakah variable independent dapat memepengaruhi variable dependen. Populasi penelitian merupakan remaja putri di SMAN 1 Pandeglang menggunakan sampel Purposive sampling. Analisa yang diguanakan Uji-normalitas dan Uji-Paired T-test. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menggunakan Uji Paired T-Test sebelum diberikan pendidikan tingkat pengetahuan remaja dalam kategori kurang, sebanyak 11 responden dengan mean 7.46. Sedangkan sesudah diberikan tingkat pengetahuan remaja dalam kategori baik, 13 responden dengan mean 10.21 dan p value sebesar 0,00 (p value < 0,05). Kata kunci: Anemia, Pendidikan Kesehatan, Remaja
Perbedaan Pengaruh Media Audio Visual dan Audio Tentang Tablet FE Terhadap Perilaku Mengkonsumsi Tablet FE dan Hb Pada Remaja Putri Marwati, Marwati; Asyary, Al; S Maryam, Mary
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 14, No 2 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v14i2.4218

Abstract

Di negara berkembang, anemia ialah permasalahan masyarakat yang utama, karena asupan makanan yang buruk dari gizi besi. Prevalensi remaja putri di Indonesia yang minum Tablet FE usia 15-18 tahun 12,43%, dengan prevalensi DKI Jakarta yaitu 9,4%. Rencana Strategis (Renstra) 2015-2019 mencakup program pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja dengan target 30% remaja putri mendapatkan Tablet FE. Edukasi kesehatan tentang anemia sangat berarti bagi remaja putri, untuk dapat memberikan lebih banyak informasi tentang cara mencegah anemia. Riset ini bertujuan untuk menggali bagaimana efektifitas media audio visual dan audio tentang Tablet FE terhadap prilaku meminum tablet Fe dan Hb pada remaja putri. Jenis riset ini Quasi Eksperimental dan rancangan kelompok control. Sampel pada penelitian ini terdiri dari dua kelompok (audio visual dan audio) dengan jumlah responden 80 responden dari 331. Riset ini menunjukkan terdapat pengaruh media audio visual dan audio tentang Tablet FE terhadap pengetahuan (p = 0,021), sikap (p = 0,040), tindakan ditandai (p = 0,040), dan kadar hemoglobin (p = 0,030) Perbedaan rata-rata untuk pengetahuan sebesar 6,59 point, sikap yaitu 1,8 point, tindakan yaitu 1,07 point dan kadar hemoglobin yaitu 0,235 point. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual lebih efisien untuk mengubah prilaku tentang Tablet FE dan kadar hemoglobin. Diharapkan tenaga kesehatan dapat menggunakan media audio visual untuk upaya media edukasi kesehatan untuk mencegah anemia remaja. Kata Kunci: Media audio visual, Media audio , Prilaku, Kadar hemoglobin
Penerapan Protokol Kesehatan pada Kegiatan Pembersihan Diri (Melukad) di Pura Tirta Empul Cempaka, Pande Putu Ayu Rissa; Aswari, Ni Wayan Candra
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v14i1.2255

Abstract

Pandemi Covid-19 merupakan masalah kesehatan yang menjadi fokus utama yang perlu ditangani segera baik secara nasional dan global. Potensi tersebut perlu ditekan dengan melakukan upaya mitigasi dan pengendalian Covid-19 bagi masyarakat dengan memperhatikan aspek perlindungan kesehatan per individu serta melibatkan pengguna, pengelola, penyelenggara dan penanggung jawab tempat maupun fasilitas umum. Salah satu tempat fasilitas umum yang menjadi sasaran pelaksanaan protokol kesehatan adalah tempat ibadah. Menurut data Satgas Penanganan COVID-19, tempat ibadah merupakan tempat dengan jumlah kasus teguran ketiga terbanyak yaitu sebesar 383.179 dari total jumlah kasus teguran. Kegiatan ibadah sering kali melibatkan sejumlah orang yang menyebabkan terjadinya perkumpulan pada suatu lokasi. Hal tersebut menjadi potensi terjadinya risiko penularan COVID-19. Berdasarkan hal tersebut, penting untuk melakukan sebuah penelitian untuk melihat penerapan protokol kesehatan di tempat ibadah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan deskriptif dan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan penerapan protokol kesehatan sudah dijalankan oleh pihak pengelola, namun masih kurangnya pengetahuan dan pemahaman terkait COVID-19 oleh pengelola tempat ibadah dengan terbentuknya kebijakan yang kurang sesuai pada pelaksanaan kegiatan ibadah yaitu penggunaan masker pada saat kebiatan melukad (pembersihan diri). Masker yang basah dan tetap digunakan selama berkegiatan tentunya berbahaya bagi kesehatan. Bedasarkan hasil observasi masih kurangnya pengawasan serta skrining di pintu masuk tempat ibadah yang membuat penerapan protokol kesehatan di area ibadah masih longgar dilakukan oleh pengunjung.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif Pada Ibu Dosen di Universitas Gunadarma Kampus Depok Tahun 2022 Supyati, Supyati; Herman, Herman; Sulistyowati, Yeny
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 13, No 4 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jbik.v13i4.2806

Abstract

ASI eksklusif merupakan pemberian ASI secara murni sejak bayi lahir sampai usia 6 bulan. Berdasarkan observasi dilapangan bahwa cakupan ASI eksklusif di Universitas Gunadarma Kampus Depok masih rendah. Hasil observasi peneliti melalui wawancara kepada 10 ibu dosen bahwa dari 10 ibu dosen hanya 3 orang atau 3%  yang memberikan ASI eksklusif. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan usia, bidang ilmu, pengetahuan, sikap, paritas, dukunga keluarga dan dukungan fasilitas tempat kerja dengan pemberian ASI eksklusif di Universitas Gunadarma Kampus Depok. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan yaitu seluruh populasi yang memenuhi syarat sebanyak 65 responden. Teknik pengumpulan data yaitu dengan membagikan kuesioner yangg diisi oleh responden dan diberi waktu selama 15 menit. Sebelumnya dilakukan penjelasan tentang penelitian kepada responden sebelum persetujuan untuk dijadikan subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data  menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji  chi square serta analisis multivariat. Hasil penelitian berdasarkan anlisis univariat diketahui distribusi frekuensi dari variabel indipenden yaitu pemberian ASI eksklusif dan variabel dipenden yaitu usia ibu dosen, bidang ilmu, pengetahuan, paritas, sikap,  dukunga keluarga dan penggunaan fasilitas ditempat kerja. hasil penelitian berdasarkan analisis bivariat yaitu terdapat hubungan antara usia Ibu dosen, pengetahuan ibu dosen, paritas, sikap ibu dosen, dukungan keluarga dan penggunaan fasilitas ditempat kerja dnegan pemberian ASI eksklusif. Namun tidak terdapat hubungan antara bidang ilmu dengan pemberian ASI eksklusif.  Berdasarkan analisis multivariat terdapat faktor dominan yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif yaitu faktor sikap ibu dosen. Kesimpulan  bahwa semua faktor mempunyai hubungan yang positif kecuali faktor bidang ilmu tidak berhubungan postif dengan pemberian ASI eksklusif.Kata kunci : Pemberian, ASI,  dan Eksklusif

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 4 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 3 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 2 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 15, No 1 (2025): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 4 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 3 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 2 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 14, No 1 (2024): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 4 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 3 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 2 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 13, No 1 (2023): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 4 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 3 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 12, No 1 (2022): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 11, No 1 (2021): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2020): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 9, No 1 (2019): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 7, No 1 (2017): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1 (2016): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan More Issue