cover
Contact Name
Yeny Sulistyowati
Contact Email
yeny.sulistyowati@urindo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbik@urindo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
ISSN : 16936868     EISSN : 2622948X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan (JBIK) dengan E-ISSN :2622-948X diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Respati Indonesia, Jakarta, Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan ini terbit dua kali setiap tahun, yakni pada bulan Juni dan bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 308 Documents
HUBUNGAN FAKTOR EKSTERNAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA TINGKAT III PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN KARAWANG POLTEKKES KEMENKES BANDUNG TAHUN 2014 Eka Kartika; Darnialis Darwis
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 5, No 2 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.481 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v5i2.125

Abstract

Kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi serta tuntutan masyarakat yang semakin kritis terhadap pelayanan kebidanan yang diberikan oleh bidan memberikan konsekuensi kepada lulusan pendidikan bidan untuk meningkatkan hard skill, soft skill dan pengetahuannya serta bertindak sesuai kompetensi dan kewenangannya. Pada Prodi DIII Kebidanan Karawang Poltekkes Kemenkes Bandung diperoleh data bahwa mahasiswa tingkat III yang mempunyai indeks prestasi komulatif diatas 2,75 sebanyak 25,68% dan mahasiswa yang mempunyai indeks prestasi kumulatif di bawah 2,75 yaitu sebanyak 73,52%. Tujuan umum dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan factor eksternal terhadap prestasi belajar mahasiswa tingkat III Program Studi DIII Kebidanan Karawang Poltekkes Kemenkes Bandung Tahun 2014.Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan total populasi, pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa kebidanan tingkat III semester V Prodi DIII Kebidanan Karawang Poltekkes Kemenkes Bandung. Sampel penelitian ini diambil secara total sebanyak 68 mahasiswa. Setelah dilakukan uji statistik dinyatakan bahwa ada hubungan bermakna antara lingkungan fisik kampus (p=0,034) dengan prestasi belajar mahasiswa, sedangkan dukungan orang tua (p=0,716) tidak ada hubungan yang bermakna dengan prestasi belajar mahasiswa tingkat III Prodi DIII Kebidanan Karawang Poltekkes Kemenkes Bandung.Dari hasil penelitian ini disarankan kepada akademi untuk lebih memperhatikan fasilitas belajar mahasiswa sehingga minat belajar dan motivasi belajar mahasiswa dapat ditingkatkan sehingga prestasi belajarnya dapat lebih baik. Kata Kunci     : Prestasi belajar, lingkungan fisik kampus, dukungan orang tua
Perilaku Merokok pada Mahasiswa di Universitas Respati Indonesia Laila Ulfa; Samingan .; Suwarto .
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 7, No 1 (2017): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.991 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v7i1.209

Abstract

Merokok merupakan perilaku yang berbahaya bagi kesehatan, karena dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perokok, tetapi juga bagi orang yang menghisap asapnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi perilaku merokok pada mahasiswa di Universitas Respati Indonesia. Rancangan penelitian kualitatif dengan pendekatan rapid survey assessment. Informan adalah mahasiswa yang merokok berjumlah 5 orang dan 3 orang informan kunci yaitu pengurus organisasi kemahasiswaan (Badan Eksekutif Mahasiswa/BEM) universitas. Informan dipilih secara purposive sampling. Pengambilan data dengan wawancara mendalam, focus group discussion dan observasi.  Hasil penelitian menunjukkan faktor yang melatarbelakangi mahasiswa merokok adalah pengaruh teman, kurang dukungan orangtua, harga rokok terjangkau, dan belum ada peraturan yang tegas tentang larangan merokok di kampus.  Sebagian besar informan  memiliki pengetahuan yang baik, persepsi yang positif, namun  belum bisa berhenti merokok dikarenakan faktor tersebut di atas. Disarankan  agar adanya  peraturan atau larangan  merokok di kampus  yang dikeluarkan oleh pihak rektorat. Kata Kunci           :  Perilaku merokok, Dukungan Orang Tua, Pengaruh Teman, Harga Rokok, Peraturan 
FENOMENA TERGESERNYA PROFESI BIDAN DI LAHAN PEKERJAAN (STUDI PROSES BELAJAR & BEKERJA DI PRODI D-IV BIDAN PENDIDIK) Santi Agustina; Fitria Sari; Miftahul Jannah; Kusmayra Ambarwati
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.056 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v7i2.43

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Jumlah bidan dan mahasiswa bidan saat ini meningkat cukup besar. Peningkatan jumlah mahasiswa bidan yang ada saat ini lebih dari 25% seluruh mahasiswa kesehatan. Akan tetapi hal ini tidak diikuti dengan penurunan jumlah angka kematian ibu yang signifikan. Selain itu, diketahui juga terdapat lulusan bidan yang bekerja tidak sesuai dengan bidang kebidanan maupun kesehatan.Hal ini menimbulkan keperihatinan tersendiri bagi profesi bidan khususnya dan dunia kesehatan pada umumnya. Perlu ada kajian lebih jauh untuk mengevaluasi akan fenomena ini serta rencana tindakan intervensi yang tepat bagi para siswa bidan, seperti mengetahui minat dan bakat mereka, rencana kerja, kepuasan proses studi dan lain – lain.Tujuan: Studi ini dilakukan untuk mengetahui minat, rencana bekerja, kepuasan belajar, kepuasan bekerja bagi mahasiswa program studi DIV Bidan Pendidik sebagai langkah awal untuk pengkajian data untuk melakukan langkah intervensi dan advokasi yang sesuai dengan kode etik kebidanan. Selain itu juga, untuk mengetahui hubungan kepuasan dalam belajar dan kepuasan di tempat kerja dengan kemungkinan keluar dari tempat kerja atau bekerja di bidang selain kesehatan.Metode: Studi dilakukan dengan pendekatan crossectional . Hasil studi menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki minat, kepuasan belajar dan kepuasan bekerja  yang baik. Sebagian besar memiliki rencana bekerja di bidang kesehatan seperti Rumah Sakit, Klinik dan BPM.Hasil:Secara statistik  tidak ada hubungan antara minat belajar  dengan rencana bekerja  dengan kepuasan bekerja dan kemungkinan berhenti bekerja.Kesimpulan: Penulis menyimpulkan bahwa ada kondisi khusus yang lain seperti semakin minimnya lahan pekerjaan dan rendahnya gaji bidan, yang memungkinkan terjadinya hal ini. Saran:Dianjurkan untuk studi lanjut agar dapat melakukan penelitian dengan tambahan variabel lain yang belum dikaji. Kata Kunci : Bidan , minat, kepuasan belajar, berhenti bekerja. 
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA KLIEN GAGAL JANTUNG DI RUANG RAWAT INAP Erlin Ifadah; Apri Sunadi
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 5, No 1 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.489 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v5i1.116

Abstract

Gagal jantung adalah kegagalan pompa jantung yang dimanifestasikan dengan  pernafasan yang cepat, sesak pada saat beraktivitas, paroxysmal nocturnal dyspnea, orthopnea dan adanya edema perifer atau edema paru. Hal ini menyebabkan tingginya mortalitas dan morbiditas serta seringnya klien gagal jantung berulangkali keluar masuk rumah sakit. Pemenuhan kebutuhan pada klien gagal jantung bukan hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan fisik atau psikologik, tetapi juga pemenuhan kebutuhan spiritualnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan spiritual klien gagal jantung di rawat inap yang meliputi faktor fungsi keluarga, kegiatan keagamaan, derajat gagal jantung, kecemasan dan depresi. Desain penelitian  Cross Sectional dengan uji statistik Chi Square  dilakukan untuk melihat hubungan  tersebut. Pemodelan regresi logistik ganda digunakan untuk menentukan faktor yang paling berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara fungsi keluarga (OR=5,700 dan nilai p =0,001), kegiatan keagamaan (OR=5,750 dan nilai p=0,001), derajat gagal jantung (OR 4,167 dan nilai p= 0,016) dan depresi (OR=3,692 dan nilai p= 0,011) dengan pemenuhan kebutuhan spiritual klien gagal jantung. Fungsi keluarga merupakan faktor dominan yang paling berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan spiritual. Simpulan fungsi keluarga mempunyai peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan spiritual klien gagal jantung. Saran keluarga harus dilibatkan pada setiap asuhan keperawatan yang akan diberikan pada klien gagal jantung.Kata kunci : gagal jantung, klien gagal jantung, rawat inap, fungsi keluarga.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN TENTANG PENTINGNYA VAKSINASI MENINGITIS Ade Fidia; Tamri .
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2016): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.371 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v6i1.163

Abstract

Laporan tahunan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Bandara Soekarno Hatta pada tahun 2014 diketahui jumlah jamaah umroh divaksinasi meningitis sebanyak 322.308 orang namun terdapat 401 ICV tidak valid, karena masih rendahnya tingkat pengetahuan jamaah umroh dan travel biro perjalanan akan pentingnya vaksinasi meningitis.    Dari asil wawancara yang dilakukan penulis terhadap 20 jamaah umroh di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Bandara Soekarno Hatta  pada 01 juli 2015, 5 orang jamaah  menjawab  tidak pernah mendengar tentang  vaksinasi meningitis dan mereka menyatakan bahwa vaksinasi meningitis merupakan salah satu persyaratan  untuk memperoleh visa haji.  Sebagian jamaah umroh belum mengetahui pentingnya  vaksinasi meningitis untuk melindungi jamaah umroh dari penularan penyakit meningitis dan untuk mencegah penularan meningitis kepada keluarga di tanah air. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional,menggunakan kuesioner. Sampel 100 jamaah umroh yang melakukan vaksinasi meningitis meningokokus di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I  Bandara Soekarno Hatta bulan Agustus 2015, data primer dan sekunder dengan analisis data univariat dan bivariat.Hasil faktor-faktor yang berhubungan bermakna dengan pengetahuan  vaksinasi meningitis yaitu umur dengan nilai p value 0.008,OR 3.289; pendidikan nilai p value 0.019,OR 2.859; pekerjaan nilai p value 0.025, nilai OR 2.753; sumber informasi nilai p value 0.005,OR 3.600; frekuensi informasi nilai p value 0.018,  OR 3.000 . Kesimpulan  >50% memiliki pengetahuan  rendah tentang vaksinasi meningitis dan sebagian besar responden menyatakan tidak ada sumber informasi dan tidak pernah mendapatkan sumber informasi tentang vaksinasi meningitis. 7 variabel independen  6 variabel yang berhubungan yaitu usia ,pendidikan, pekerjaan, pendapatan, sumber informasi , dan frekuensi informasi. Jenis kelamin tidak berhubungan.  Kata Kunci:frekuensi informasi,pendapatan,pendidikan,pekerjaan, vaksinasi meningitis. 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DI KELURAHAN PULOGADUNG JAKARTA TIMUR TAHUN 2016 Dessy Denila; S Samingan
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.73 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v7i2.91

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang paling mempengaruhi paru-paru. Prevalensi penyakit TBC semakin meningkat, total kasus TBC yang tercatat di Puskesmas Kecamatan Pulogadung 4 tahun terakhir lebih banyak dibanding kelurahan lain yaitu tahun 2012 = 32 kasus, tahun 2013 = 45 kasus, tahun 2014 dan 2015 sebanyak 17 kasus. Hal ini terjadi karena upaya pencegahan penyakit tuberkulosis yang dilakukan warga belum maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap upaya pencegahan penyakit tuberkulosis. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, menggunakan teknik Cluster Sampling dengan analisis univariat, bivariat, dan uji  Chi- square, sert a sample penelitian adalah warga Kelurahan Pulogadung.  Hasil analisis univariat menunjukkan 49% responden memiliki  upaya pencegahan penyakit TBC kurang, 50% responden memiliki pengetahuan kurang terhadap upaya pencegahan penyakit TBC dan 51% responden memiliki sikap negatif terhadap upaya pencegahan penyakit TBC. Analisis bivariat   dengan   uji   Chi-square  pada α=0.05,   hasil   analisis didapatkan ada hubungan antara pengetahuan dengan upaya pencegahan penyakit TBC p value 0.000, OR 10,825, 95%CI 4,036-29,035, dan ada hubungan antara sikap masyarakat dengan upaya pencegahan penyakit TBC p value 0.009, OR 0,317,95%CI 0,140-0,717. Kesimpulan ada hubungan yang bermakna pengetahuan dan sikap dengan upaya pencegahan TBC. Saran tenaga kesehatan dapat lebih meningkatkan promosi kesehatan yang lebih baik lagi mengenai pentingnya melakukan upaya pencegahan penyakit TBC.      Kata Kunci : Tuberkulosis, Upaya Pencegahan Penyakit TBC, Pengetahuan, Sikap.
DAMPAK BULLYING PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI DKI JAKARTA DALAM PERSPEKTIF KESEHATAN JIWA Uswatun Chasanah; Thika Marliana; Dian Sulasmy
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 5, No 1 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.945 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v5i1.107

Abstract

Bullying yaitu suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang merasa lebih kuat terhadap seseorang yang lemah dan bermaksud untuk menyakiti yang bersifat fisik, verbal, atau psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak bullying pada mahasiswa keperawatan di Jakarta dalam perspektif  kesehatan jiwa. Penelitian ini menggunakan desain fenomenologi  dengan metode wawancara mendalam. Partisipan adalah mahasiswa keperawatan yang menjadi korban bullying yang diperoleh melalui purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa hasil rekaman wawancara dan catatan lapangan yang dianalisis dengan menerapkan tehnik Collaizi. Penelitian ini menghasilkan 5 tema. Hasil penelitian menggambarkan tentang perilaku bullying yang pernah dialami oleh partisipan diantaranya perilaku bullying yang nyata seperti aniaya fisik dan aniaya sosial. Perilaku bullying yang terselubung seperti aniaya psikologis dan aniaya verbal. Dampak yang dialami oleh partisipan meliputi dampak fisik, dampak psikologis, dan dampak sosial. Mekanisme koping yang digunakan oleh partisipan meliputi penyelesaian masalah berfokus pada diri sendiri dan penyelesaian masalah berfokus pada orang lain. Harapan partisipan meliputi harapan dari diri sendiri dan harapan terhadap lingkungan. Temuan penelitian bullying ini dapat dimanfaatkan oleh program studi, hendaknya dapat dimasukan kedalam kurikulum pembelajaran dan dikembangkan cara menyelesaikan dampak bullying pada mahasiswa.Kata kunci       : mahasiswa keperawatan , bullying,  dampak bullying.Daftar Pustaka: 58
HUBUNGAN STATUS GIZI BAYI TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF,PANJANG BADAN BAYI DAN PARITAS IBU DI PUSKESMAS PAGAR AGUNG KABUPATEN LAHAT TAHUN 2017 Eldira Ifada; Yenni Ariestanti
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 8, No 1 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.886 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v8i1.57

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan data Depkes tahun 2010 di Indonesia masih banyak bayi yang mengalami kekurangan gizi yaitu prevalensi bayi dengan status gizi kurang berdasarkan BB sebesar 13,0% (sekitar 3,6 juta). Status Gizi dipengaruhi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya asi ekslusif,pendidikan ibu,pekerjaan dan paritas.Tujuan Penelitian untuk melihat Hubungan Status Gizi Bayi terhadap Pemberian ASI Eksklusif, panjang badan bayi dan paritas Ibu  di Puskesmas Pagar Agung Kabupaten Lahat Tahun 2017.penelitian ini mengunakan  metode cross sectional.data diambil dari pengukuran panjang badan per umur dan kuisioner pada seluruh ibu yang memiliki bayi berusia ≥6-12bulan yang berada di PKM Pagar Agung Kabupaten Lahat sebanyak 86 responden,kemudian diuji dengan Chi SquareHasil analisis menunjukkan hubungan bermakna antara status gizi dengan pemberian asi eklusif dengan p0,000, OR 38,667; CI 95%  8,199-182,243; dengan panjang badan bayi p 0,000, OR 21,824;CI 95% 4,449- 105,857),Paritas bayi p 0,044, OR 2,951 , CI 95%1,137-7,660). Kesimpulan ada  hubungan yang signifikan antara Status Gizi bayi dengan pemberian Asi Eklusif, panjang badan bayi dan Paritas. Kata kunci                           : Status Gizi, ASI Eksklusif, Usia Bayi 
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA Jamiatun .; Irna Nursanti; Giri Widagdo
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 5, No 2 (2015): jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.207 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v5i2.130

Abstract

Kepatuhan pembatasan asupan cairan merupakan salah satu permasalahan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa.Ketidakpatuhan dalam pembatasan asupan cairan pada pasien gagal ginjal kronis dapat menyebabkan kegagalan terapi sehingga menurunkan kualitas hidup pasien, meningkatkan angka mortalitas dan morbiditas.Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa di RSIJ Sukapura. Desain penelitian ini menggunakan desain survey analitik Cross Sectional studydengan jumlah sampel57 responden. Metode pengumpulan data dengan cara pengisian kuesioner dan pengukuran berat badan pada periode pre HD dan post HD. Analisis hasil penelitian menggunakan Chi-Square (bivariat) dengan α=0,05, didapatkan hasil penelitian terdapat hubungan yang bermakna antara kepatuhan dengan lama hemodialisa (p=0,039), kepatuhan dengan pengetahuan (p=0,028), kepatuhan dengan dukungan keluarga (p=0,013) dan berdasarkan pemodelan akhir analisa multivariat didapatkan hasil variabel yang paling berhubungan secara signifikan adalah dukungan keluarga dengan nilai OR 3,563 yang berarti responden yang mendapat dukungan keluarga baik memiliki peluang untuk patuh sebesar 3,563 kali dibandingkan dengan responden yang mendapat dukungan keluarga kurang baik. Saran untuk pelayanan keperawatan dalam memberikan health education perlu adanya penekanan yang lebih pada pengetahuan dan dukungan keluarga sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pasien gagal ginjal kronis dalam pembatasan asupan cairan. Kata kunci : kepatuhan pembatasan cairan, GGK, hemodialisa. 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG TERKAIT DENGAN KEPATUHAN DOKTER DALAM PEMBERIAN RESEP SESUAI DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT RUMAH TUGU IBU DEPOK TAHUN 2018 Said Rhamadon; Sumijatun Sumijatun; Ismail Sangaji
JURNAL BIDANG ILMU KESEHATAN Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.147 KB) | DOI: 10.52643/jbik.v8i2.285

Abstract

Kualitas layanan rumah sakit merupakan indikator yang menentukan citra rumah sakit yang akan menentukan kelangsungan rumah sakit baik sebagai lembaga pelayanan kesehatan atau sebagai bisnis jasa kesehatan. Angka Indikator Kualitas Standar Pelayanan Minimum Instalasi Minimal Rumah Sakit Tugu Ibu tentang Resep Penulisan menurut Formularium adalah Rumah Sakit 98,14%, masih belum mencapai target.Penelitian bertujuan untuk membuktikan adanya hubungan pengetahuan dengan kepatuhan dokter, hubungan sikap terhadap kepatuhan dokter, dan hubungan kepercayaan terhadap kepatuhan dokter. Selain itu, para peneliti ingin membuktikan hubungan antara pengetahuan, sikap dan keyakinan terhadap kepatuhan dokter dalam meresepkan penulisan menurut formularium rumah sakit.Penelitian ini merupakan metode deskriptif analitis, dengan populasi semua dokter yang berpraktik di rumah sakit Tugu Ibu. Data dikumpulkan dengan instrumen kuesioner dengan 27 pertanyaan, pada bulan Mei - Juli 2018.Jumlah responden adalah 51 orang, mayoritas di atas usia 56 tahun didominasi oleh pria, dokter spesialis pendidikan, dan masa kerja lebih dari 16 tahun. Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan kepatuhan dokter (α: 0,191), sikap memiliki hubungan yang kuat dengan kepatuhan dokter (α: 0,004), dan kepercayaan memiliki hubungan signifikan kepatuhan dokter (α: 0,021), sedangkan secara bersamaan ada hubungan yang signifikan antara Pengetahuan, Sikap dan Kepercayaan kepada dokter Kepatuhan dalam resep resep menurut formularium Rumah Sakit (α: 0,000).Disarankan kepada Rumah Sakit Tugu Ibu lebih meningkatkan fungsi komite medis dan komite farmasi dan terapi di Rumah Sakit Tugu Ibu. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Keyakinan, Kepatuhan, Formularium Rumah Sakit 

Page 3 of 31 | Total Record : 308


Filter by Year

2015 2025