cover
Contact Name
Basri
Contact Email
unasman.lppm@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
basri05@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 24428884     EISSN : 25414542     DOI : -
Core Subject : Health,
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar. Terbit berkala enam bulan sekali (Semester). Sebagai wahana komunikasi insan akademik dalam bidang Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
Efektivitas Senam Hamil Dan Yoga Hamil Terhadap Penurunan Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III Di Puskesmas Pekkabata Lina Fitriani
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2018): J-Kesmas Volume 4, Nomor 2, Nopember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v4i2.246

Abstract

Nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III terjadi karena perubahan hormonal yang menimbulkan perubahan pada jaringan lunak penyangga dan penghubung sehingga menurunnya elastisitas dan fleksibilitas otot. Prevalensi nyeri punggung bawah pada kehamilan dilaporkan bervariasi dari 50% di Inggris dan Skandinavia serta 70% di Australia. Berdasarkan laporan Profil Data Kesehatan Indonesia tahun 2015 terdapat 5.298.285 orang ibu hamil di Indonesia, di wilayah Provinsi Jawa Tengah jumlahnya ada 314.492 orang, di wilayah kota Semarang 53.734 orang ibu hamil mengalami nyeri punggung bawah. Dari 50 ibu hamil trimester III yang ada di Puskesmas Pekkabata, ada 30 orang ibu hamil yang mengalami nyeri punggung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas senam hamil dan yoga hamil dalam menurunkan keluhan nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III serta untuk mengetahui perbandingan efektivitas dari keduanya. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi eksperimen dengan rancangan penelitian two grup pre test - post test yang berupaya untuk menganalisis efektivitas senam hamil dan yoga hamil terhadap penurunan nyeri punggung bawah. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Pekkabata pada bulan Januari - Desember. Penilaian dilakukan dengan cara mengkaji tingkat nyeri punggung bawah ibu hamil sebelum dan sesudah dilakukan senam hamil atau yoga hamil. Banyaknya sampel dalam penelitian ini adalah 20 responden.
Faktor Determinan Yang Mempengaruhi Terjadinya Gizi Kurang Pada Balita Di Kabupaten Polewali Mandar Fredy Akbar K
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2018): J-Kesmas Volume 4, Nomor 2, Nopember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v4i2.251

Abstract

Status gizi kurang dan gizi buruk memberi konstribusi terhadap angka kematian balita, dimana angka kematian balita (AKABA) yang tertinggi di Indonesia adalah Sulawesi Barat yaitu 96 per 1.000 kelahiran hidup (Kemenkes 2014). Dinas kesehatan Kabupaten Polewali Mandar melaporkan selama tahun 2015 balita yang mengalami gizi kurang sebanyak 1.186 balita kasus pada laki-laki sebanyak 590 balita dan kasus pada perempuan sebanyak 596 balita dan Puskesmas yang paling tinggi angka gizi  kurangnya yaitu Puskesmas Pambusuang sebesar 143 balita. Gizi menjadi bagian yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, Apabila seorang anak terkena difisiensi gizi maka kemungkinan besar anak akan mudah terkena infeksi Oleh karena itu diperlukan suatu identifikasi melalui penelitian dengan tujuan untuk mengetahui apakah pendidikan, pemberian makan, dan pendapatan mempengaruhi terjadinya gizi kurang pada balita agar kita dapat keluar dari masalah gizi. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan Purposive Sampling yang memenuhi kriteria penelitian sebanyak 80 orang. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan rendah berpengaruh terhadap terjadinya gizi kurang dimana nilai X2 hitung > X2 tabel (4,406 > 3,841), Pemberian makan Ibu yang kurang berpengaruh terhadap terjadinya gizi kurang pada balita hal ini dibuktikan dengan hasil uji statistik nilai X2 hitung > X2 tabel (21,607 > 3,841), Sedangkan berdasarkan hasil penelitian Pendapatan keluarga tidak berpengaruh terhadap terjadinya gizi kurang pada balita hal ini terlihat dari hasil uji statistik  nilai X2 hitung < X2 tabel (1,667 < 3,841).
Gambaran Penggunaan Alat Pelindung Diri Tenaga Outsourcing Distribusi Di PT PLN (Persero) Rayon Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Sukmawati Sukmawati; Andriyani Andriyani
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2018): J-Kesmas Volume 4, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan salah satu cara untuk menghindari bahaya kecelakaan. APD adalah seperangkat alat kerja yang digunakan oleh tenaga kerja untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya dari adanya kemungkinan potensi bahaya untuk kecelakaan kerja. APD tidaklah secara sempurna dapat melindungi tubuh tetapi akan mengurangi tingkat keparahan kecelakaan yang terjadi. Meskipun telah menggunakan alat pelindung diri usaha pencegahan secara teknis adalah yang paling utama oleh karena itu manfaat yang pokok pada penggunaan APD yaitu untuk menghindari dan mengurangi terjadinya kecelakaan atau gangguan kesehatan tenaga kerja yang membawa implikasi yang positif bagi karyawan dan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan penggunaan APD Tenaga Outsourcing Distribusi di PT.PLN (Persero) Rayon Wonomulyo Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar.Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan desain penelitian kuantitatif.Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 32 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dalam bentuk distribusi frekuensi persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 93,8% memiliki pengetahuan cukup dan yang memiliki pengetahuan yang kurang sebesar 6,2% pada tenaga outsourcing distribusi di PT.PLN (Persero) Rayon Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar dan yang memiliki sikap negatif dalam penggunaan APD pada tenaga distribusi sebesar 15,6%, yang memiliki sikap positif sebesar 84,4% dan yang melakukan tindakan kurang baik sebesar 9,4%, yang melakukan tindakan yang baik sebesar 90,6%Sebaiknya tetap meningkatkan aplikasi pengetahuan yang telah ada melalui pelatihan APD pada tenaga kerja dan tetap menanamkan kesadaran untuk selalu menggunakan APD.
Faktor Yang Mempengaruhi Keaktifan Lansia Dalam Kegiatan Posbindu Di Kelurahan Madatte Di Wilayah Kabupaten Polewali Mandar Yuspitasari Yuspitasari
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2017): J-Kesmas Volume 3, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v3i1.161

Abstract

Posbindu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) yang dibentuk oleh masyarakat berdasarkan inisiatif dan kebutuhan masyarakat itusendiri, khususnya untuk pembinaan para orang tua baik yang akan memasuki masa lansia maupun yang sudah memasuki lansia. Keberhasilan Posbindu dipengaruhioleh keaktifan lansia untuk datang dan serta pemeriksaan kesehatan secara rutin, dengan meningkatnya jumlah lansia dalam kegiatan Posbindu maka akan menguranggi angka kesakitan dan kematian lansia. Namunpermasalahan yang terjadi adalah masih banyak lansia yang kurang termotivasi dalam kegiatan Posbindu .Persentase kader aktif secara nasional adalah 73,2% dan angka drop out lansia sekitar 26,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan lansia dalam kegiatan posbindu di kelurahan madatte. Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan desain observasional (cross sectional analitik). Populasi penelian ini adalah lansia yang bertempat tinggal di Kelurahan madatte sebanyak 204 lansia (Wanita 106 lansia dan laki-laki 98 lansia) dan sampel sebanyak 41 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan,dukungan keluarga, sikap dan keaktifan lansia. Instrument yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan analisis univariat dan bivariate dengan menggunakan uji Chi-square dengan α = 0,05. Dari hasil analisis bivariate ada variable berhubungan dan tidak berhubungan dengan keaktifan lansia dalam kegiatan posbindu. Berdasarkan pengetahuan diperoleh p = 1.307 > α 0,05,dukungan keluarga diperoleh p = 0.027 < α = 0,05, sikap diperoleh p = 1.836 > α = 0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan pengetahuan dan sikap dengan keaktifan lansia dalam kegiatan posbindu dan terdapat dukungan keluarga dengan keaktifan lansia dalam kegiatan posbindu.
Faktor Risiko Kejadian Kanker Serviks Di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Musfirah Musfirah
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2018): J-Kesmas Volume 4, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v4i1.231

Abstract

Kanker serviks masih menjadi problem kesehatan bagi masyarakat indonesia,karena kanker ini masih merupakan keganasan yang paling banyak pada wanita. Di Indonesia terjadi peningkatan penyakit kanker serviks dan menjadi salah satu penyebab kematian pada usia produktif. Untuk mengetahui faktor terjadinya peningkatan penyakit kanker serviks telah dilakukan penelitian dengan rancangan Case Control Study terhadap penderita kanker serviks. Sampel diambil pada penderita yang datang berobat dan rawat inap bulan Maret-April di RSUP.Dr.Wahidin Sudirohusodo yang berjumlah 174 pasien.Data primer dikumpulkan dengan teknik menggunakan koesioner. Data dianalisis secara Univariat, Bivariat dan Multivariat.Hasil uji statistik meunjukkan bahwa usia pertama kawin (OR=2,473), paritas (OR=1,971), hygiene rendah (OR=0,665), penggunaan kontrasepsi oral (OR=2,161). Terdapat hubungan yang signifikan anatara 2 faktor yang menentukan kejadian kanker serviks yaitu usia pertama kawin (OR=2,473) dan penggunaan kontrasepsi oral (OR = 2,161) dan status suami merokok (OR=1,243). Berdasarkan variabel multivariat melalui uji Regresi Logistik Ganda menunjukkan adanya penggunaan kontrasepsi oral merupakan faktor yang paling berisiko terjadinya serviks. Berdasarkan hasil penelitian ini maka usia pertama kawin perlu mendapatkan perhatian dengan memberikan standar umur >20 tahun sebelum melangsungkan perkawinan dan penggunaan kontrasepsi oral yang melalui pengawasan dan pengontrolan yang baik seperti tidak terlalu lama menggunakan alat kontrasepsi dan mencari yang aman seperti melakukan tutup kandungan.
Gambaran Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Pada Bank Sampah Ukm Mandiri Di Rw 002 Kelurahan Tamamaung Kecamatan Panakkukang Kota Makassar Andi Ismawati
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 2 (2016): J-Kesmas Volume 2, Nomor 2, Nopember 2016
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v2i2.156

Abstract

Bank Sampah merupakan salah satu metode yang efektif untuk menanggulangi sampah dan juga dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, tindakan, mobilisasi (bentuk kegiatan dan keuntungan Bank sampah) dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah pada Bank Sampah.Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan pendekatan deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 377 KK dengan responden sebanyak 194 KK yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan masyarakat dikategorikan baik (90,8%), tingkatan sikap (75,3%), tingkatan tindakan masyarakat yang merupakan nasabah Bank Sampah dikategorikan baik (100%) dan yang bukan merupakan nasabah Bank Sampah juga dikategorikan baik. Dengan tingkat mobilisasi masyarakat (bentuk kegiatan dan Manfaat Bank Sampah) pada tingkatan baik (50%) dan tingkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan bank sampah dikategorikan kurang (51,5%). Diharapkan seluruh pihak baik dari petugas Kelurahan Tamamaung, pengurus dan pengelola Bank Sampah UKM Mandiri untuk dapat memberikan penyuluhan, sosialisasi mengenai pengelolaan bank sampah agar partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Bank Sampah dapat meningkat.
Faktor Yang Mendorong Pencapaian K4 Kunjungan Ibu Hamil Di Puskesmas Anreapi Kabupaten Polewali Mandar Nur Rahmatia; Muh. Anwar; Sukmawati Sukmawati
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2018): J-Kesmas Volume 4, Nomor 2, Nopember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v4i2.254

Abstract

Kehamilan merupakan proses alamia yang di alami oleh setiap wanita. Lama kehamilan sampai atrem adalah 280 sampai 300 hari atau 39-40 minggu, sehingga selamamasa tersebut ibu hamil memerlukan pengawasan yang tepat. Janin dalam kandungan berkembang seiring usia kehamilan, maka apabila tidak dilakukan pengawasan bisa menyebabkan masalah, baik dalam kehamilan, persalinan dan nifasnya, bisa juga mengakibatkan kematian ibu dan bayi. Jenis  penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan subjek penelitiannya adalah informan biasa sebanyak tujuh, informan kunci sebanyak dua orang penentuan sampel dipilih secara purposive sampling yaitu sampel diambil bukan tergantung pada populasi melainkan disesuaikan dengan tujuan penelitian.Hasil penelitian dari 7 responden menunjukkan bahwa kunjungan ibu hamil ke Puskesmas Anreapi, keluarga sangat mendukung jika melakukan pemeriksaan kehamilan namun ada juga  ibu hamil yang biasa melakukan pemeriksakan kehamilannya jika ada keluhan-keluhan yang di rasakan oleh ibu hamil tersebut. Disimpulkan bahwa sebagian besar keluarga mendukung untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dan di puskesmas Anreapi itu sudah mencapai target kunjungan K4 ibu hamil 
Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Otot Dan Tulang Pada Pekerja Pemintalan Tali Di Dusun Lambe Desa Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar Nur Indah Fajriany; Maarifah Dahlan
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2018): J-Kesmas Volume 4, Nomor 2, Nopember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v4i2.250

Abstract

Industri pemintalan tali di Dusun Lambe Desa Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar merupakan industri rumah tangga yang dijalankan masyarakat di daerah tersebut sejak tahun 1969 dan bersifat informal. Dalam seharinya satu kelompok menghasilkan 10 rol tali. Dari hasil identifikasi awal dari 15 pekerja yang diwawancarai diketahui 10 pekerja yang mengalami keluhan otot dan tulang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan otot dan tulang pada pekerja pemintalan tali di Dusun Lambe Desa Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain cross sectional terhadap 40 pekerja sebagai sampel yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Analisis data dengan univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan bivariat dengan cross tabulasi kemudian diuji menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pekerja dengan umur ≥ 35 tahun lebih banyak mengalami keluhan otot dan tulang yaitu 47,5 % dengan nilai p value = 0,049, pekerja dengan lama kerja sehari yang tidak memenuhi syarat lebih banyak mengalami keluhan otot dan tulang yaitu 77,5 % dengan nilai p value = 0,003, dan pekerja dengan sikap tubuh duduk dalam bekerja lebih banyak mengalami keluhan otot dan tulang yaitu 65,0 % dengan nilai p value = 0,149.
GAMBARAN PENGETAHUAN PARAJI TENTANG PERAN PARAJI DALAM BERMITRA DENGAN BIDAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DTP RANCAEKEK KABUPATEN BANDUNG Damai Yanti Damai Yanti; Wida Nengsih Wida Nengsih
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2019): J-Kesmas Volume 5, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v5i1.301

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriftif untuk mengetahui gambaran pengetahuan paraji tentang peran paraji dalam bermitra dengan bidan di Wilayah Kerja Puskesmas DTP Rancaekek Kabupaten Bandung dengan sampel 28 orang, dimana teknik pengambilan sample secara total sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah univariat. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas DTP Rancaekek didapatkan hasilnya adalah lebih dari setengah responden berada dalam tingkat pengetahuan cukup yaitu 21 orang (75,0%), kurang dari setengah responden berada dalam pengetahuan kurang yaitu sebanyak 4 orang (14,3%), dan sebagian kecil responden berada dalam tingkat pengetahuan baik sebanyak 3 orang (10,7%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan paraji di Wilayah Kerja Puskesmas DTP Rancaekek berada pada kategori cukup, karena sebagian besar responden mengikuti pembinaan yang dilakukan oleh puskesmas secara rutin dan terus menerus.
Kejadian Hipertensi Di Puskesmas Pekkabata Kabupaten Polewali Mandar Andi Liliandirani
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2017): J-Kesmas Volume 3, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v3i1.162

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan survey melalui observaasi secara langsung dengan jumlah responden sebanyak 70 orang. Pengumpulan data di lakukan dengan cara wawancara, observasi selama penelitian, dan data sekunder dari puskesmas Pekkabata Kec Polewali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 70 responden yang merupakan pasien penderita hipertensi di puskesmas Pekkabata, terdapat 65 (93%) responden tidak terbiasaan berolaraga secara teratur, dan terdapat 39 (56%) responden memiliki kebiasaan mengomsumsi garam/makanan asin. Selain itu di peroleh hasil bahwa 61(87%) responden memiliki riwayat keluarga hipertensi. Dari hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa kebiasaan berolaraga merupakan factor yang dapat menyebabkan penyakit hipertensi. Selain itu, kebiasaan mengomsumsi makanan asin beresiko menderita hipertensi sebanyak 3,95% laki-laki di bandingkan orang yang tidak mempunyai kebiasaan mengomsumsi yang asin. Begitupun dengan riwayat keluraga, di mana seseorang yang memiliki keturunan hipertensi lebih beresiko dari pada orang yang tidak memiliki keturunan hipertensi disarankan adanya penyuluhan dari petugas puskesmas terhadap masyarakat tentang pentingnya melakukan olahraga secara rutin guna menghindari penyakit hipertensi, menghindari mengomsumsi makanan pencetus terjadinya hipertensi seperti makanan asin dan makanan mengandung lemak jenuh, lebih hati-hati bagi yang mempunyai riwayat keluraga dengan orang tua penderita penyakit hipertensi karena faktor resiko ini tidak bisa di modifikasi, hendaknya melakukan upaya pencegahan faktor risiko lain yang bisa di ubah.

Page 3 of 15 | Total Record : 141