cover
Contact Name
Basri
Contact Email
unasman.lppm@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
basri05@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 24428884     EISSN : 25414542     DOI : -
Core Subject : Health,
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar. Terbit berkala enam bulan sekali (Semester). Sebagai wahana komunikasi insan akademik dalam bidang Kesehatan Masyarakat dan Kesehatan Lingkungan.
Arjuna Subject : -
Articles 141 Documents
Gambaran Perilaku Masyarakat Adat Karampuang Dalam Mencari Pengobatan Dukun (Ma’sanro) Dian Mirza Togobu
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2018): J-Kesmas Volume 4, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v4i1.232

Abstract

Metode pengobatan berkembang sesuai dengan perkembangan dunia pemikiran dan kebudayaan manusia. Pemahaman masyarakat terhadap hal-hal yang dipercayai secara turun-temurun merupakan bagian dari kearifan lokal yang sulit untuk dilepaskan. Hingga pemahaman magis yang irasional terhadap pengobatan melalui dukun sangat dipercayai oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi tentang gambaran perilaku masyarakat adat Karampuang mengenai pengobatan dukun (ma’sanro) Desa Tompobulu Kecamatan Bulupoddo Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan. Jenis penelitian digunakan Kualitatif agar bisa mendapatkan data yang lengkap dan mendalam dimana informasi diperoleh dengan pendekatan Fenomenologi. Hasil penelitan diperoleh bahwa dalam lingkup faktor predisposisi yaitu pengetahuan informan tentang pengobatan sanro masih dalam tingkat tahu dan sedikitnya hanya sampai memahami dimana informan hanya mampu menyebutkan apa saja yang pernah mereka dengar, lihat, dan rasakan tanpa mampu menjelaskan secara mendalam tentang pengobatan tersebut. Sikap informan tentang pengobatan ma’sanro  menunjukkkan sikap menerima dengan adanya pengobatan sanro (dukun) karena sikap positif yang dilakukan dukun kepada masyarakatnya, sikap menerima dengan rasa senang dan puas akan pelayanan sanro (dukun) yang terbilang murah meriah, terjangkau dan lebih cepat memberikan pertolongan. Nilai dan adat istiadat yang mengeratkan tradisi warisan nenek moyang mereka. Faktor pendukung yang berupa sarana dan prasarana harus lebih ditingkatkan lagi alat dan pelayanannya, sedangkan dari faktor pendorong yang merupakan tokoh masyarakat, tokoh agama dan petugas kesehatan agar lebih memperhatikan masyarakatnya dan sering memberikan pengawasan dan penyuluhan masalah bahaya bagi kesehatan, karena mereka merupakan contoh nyata untuk masyarakat jadikan refrensi dalam berperilaku sehat.
PENGEMBANGAN KEBIJAKAN BEHAVIOR SANITATION CULTURE PADA MASYARAKAT DESA CRANGGANG KUDUS David Laksamana Caesar David Laksamana Caesar
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2019): J-kesmas Volume 5, Nomor 2, November 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v5i2.514

Abstract

Masalah lingkungan hidup masih muncul dan belum bisa teratasi dengan baik saat ini, salah satunya sanitasi lingkungan yang meliputi pengelolaan sampah, pengelolaan limbah, penyediaan air bersih, dan penyediaan jamban. Perilaku menjadi salah satu factor yang mempengaruhi cakupan sanitasi lingkungan di suatu daerah. Perilaku yang secara terus menerus dilakukan akan menjadi budaya di masyarakat. Apabila perilakunya baik maka akan menjadi budaya yang positif, dan sebaliknya apabila perilakunya buruk maka akan menjadi budaya negatif dimasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku dan budaya sanitasi lingkungan di Desa Cranggang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan jumlah informan 7 orang. Instrument penelitian menggunakan panduan wawancara, alat perekam, dan kamera. Metode analisis menggunakan thematic content analysis. Perilaku sanitasi masyarakat cukup baik, hanya pada aspek pengelolaan sampah saja yang masih kurang baik. Masyarakat belum mengetahui adanya peraturan daerah tentang pengelolaan sampah, namun masyarakat punya kemauan untuk mewujudkan peraturan desa tersebut sehingga berubah perilaku sanitasi lingkunganya. Harapan masyarakat agar tersedia tempat pengelolaan sampah sementara di tingkat desa, sehingga pengelolaan sampah masyarakat bisa dikelola dengan baik.
Hubungan Penyakit Infeksi Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Anreapi Kabupaten Polewali Mandar Sri Nengsi
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 1 (2017): J-Kesmas Volume 3, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v3i1.163

Abstract

Masalah gizi di Indonesia yang terbanyak meliputi gizi kurang atau yang mencakup susunan hidangan yang tidak seimbang maupun konsumsi keseluruhan yang tidak mencukupi kebutuhan badan. Anak balita (1-5 tahun) merupakan kelompok umur yang paling sering menderita akibat kurang gizi (KEP) atau termasuk salah satu kelompok masyarakat yang rentan gizi. Masalah gizi kurang dan gizi buruk kembali ditemukan pada awal 2013. Hasil penelitian tentang status gizi dan penyakit infeksi juga pernah dilakukan Puskesmas Anreapi dari tahun 2014 sampai dengan tahun 2015, yang mempunyai prevalensi gizi kurang dijelaskan pemantauan pada Wilayah Kerja Puskesmas Anreapi dari 5 desa pantauan. Desa Duampanua menjadi sasaran paling tinggi rentang akan bahaya gizi kurang terlihat dari pantauan sasarannya berdampak serius terhadap generasi mendatang. Anak yang menderita gizi kurang akan mengalami gangguan pertumbuha fisik dan perkembangan mental. Gangguan pertumbuhan diartikan sebagai ketidakmampuan untuk mencapai tinggi badan tertentu sesuai dengan umumnya, gangguan pertumbuhan juga merupakan akibat dari gangguan yang terjadi pada masalah gizi balita Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa posyandu masih berfungsi dengan baik dan masih dimanfaatkan, namun banyak ibu yang kurang berminat untuk menimbang berat badan anak dikarenakan bebagai alasan seperti ibu sibuk dengan pekerjaannya, malas, pemberian informasi yang kurang jelas .( Puskesmas Anreapi 2015) Melihat hasil penelitian tersebut, maka disarankan kepada ibu hendaknya lebih memperhatikan asupan makanan yang sesuai dan sangat dibutuhkan balita. Pendapatan yang dihasilkan lebih disarankan kepada kebutuhan pokok khususnya status gizi anak balita, dan kepada Pemerintah selaku pemegang kebijakan hendaknya pendidikan harus ditinggikan dan Puskesmas lebih meningkatkan informasi melalui penyuluhan.
PELAKSANAAN PROGRAM PENANGGULANGAN DIARE DI PUSKESMAS MATAKALI Hariani Hariani; Ramlah Ramlah
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 1 (2019): J-Kesmas Volume 5, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v5i1.307

Abstract

Diare adalah buang air besar dengan konsistensi cair sebanyak 3 kali atau lebih dalam satu hari). Dua kriteria penting harus ada yaitu buang air besar cair dan sering,  jadi misalnya buang air besar sehari tiga kali tapi tidak cair, maka tidak bisa disebut daire. Upaya pencegahan yang dilakukan  oleh pihak Puskesmas Matakali untuk mengatasi peningkatan kasus diare yaitu penyehatan lingkungan dan penyuluhan yang dilakukan  di setiap umur baik balita sampai dengan lansia dengan menggunanakan alat seperti poster, leaflet, lembar balik penyuluhan dan memberikan pelatihan kepada kader posyandu sedangakan penyehatan lingkungan yang dilakukan oleh petugas kesling yaitu memeriksa kantin sehat disekolah, memeriksa air bersih di masyarakat, penyuluhan dengan pengelolaan sampah yang baik dan mengawasi kepemilikan jamban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program penanggulangan diare di Puskesmas Matakali dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan  fenomenologi. Informan penelitian berjumlah 4 orang yaitu Kepala Puskesmas, P2p diare, Sanitarian dan masyarakat yang terkena kasus diare. Analisis data yaitu reduksi data, tampilan data dan kesimpulan gambar/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program penanggulangan diare dilaksanakan,  hambatan yang didapatkan yaitu adanya rangkap jabatan oleh petugas diare, kurangnya alat penyuluhan, kurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pencegahan  diare dan masyarakat yang menganggap penyakit diare tidak terlalu bahaya serta masih percaya dengan kebiasaan-kebiasaan terdahulu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peran dari tenaga kesehatan sangat dibutuhkan agar program diare dapat berjalan secara optimal, rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan seperti pengolahan sampah dan penggunaan jamban yang masih belum menyeluruh.
STUDI KUALITATIF ANALISIS IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN ANTENATAL CARE 10 TERPADU PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BUNGUS KOTA PADANG TAHUN 2019 Dessy Elvira Dessy Elvira
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2019): J-kesmas Volume 5, Nomor 2, November 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v5i2.520

Abstract

Menurut laporan World Health Organization (WHO) tahun 2014. Angka Kematian Ibu (AKI) di dunia yaitu 289.000 jiwa. Upaya penurunan AKI sebagai program prioritas dalam pembangunan kesehatan dengan menggunakan asuhan  standar  minimal 10 Terpadu.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi standar pelayanan antenatal care 10 Terpadu dengan kualitas kesehatan ibu hamil  di wilayah kerja Puskesmas Bungus  Kota Padang tahun 2019.Metode penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Informan terdiri dari kepala Puskesmas, pemegang program KIA, Bidan Puskesmas dan ibu hamil.Hasil analisis input pelaksanaan ANC 10 terpadu menunjukkan untuk meningkatkan sumber daya manusia bidan sudah mengikuti pelatihan pelayanan antenatal 10 Terpadu, sarana yang dimiliki sudah lengkap dan berfungsi dengan baik. SOP pelayanan antenatal  sudah disesuaikan dengan standar pelayanan 10T dan mengalami pembaharuan setiap 3 tahun sekali. Perencanaan pelayanan antenatal 10 Terpadu dilakukan melalui loka karya mini tingkat Puskesmas dan melalui musyawarah dengan lintas sektoral. Hambatan implementasi pelayanan yaitu  kurang maksimalnya pelayanan dari Bidan di Puskesmas karena beban kerja  yab berlebih, jangkauan rumah penduduk yang jauh dari Puskesmas sementara ketersediaan waktu kunjungan dan pelayanan tidak mencukupi.  Disarankan agar pelatihan tentang pelayanan antenatal 10 Terpadu dilakukan secara berkala dan berkesinambungan sehingga semua Bidan Puskesmas dapat mengikuti pelatihan tersebut secara langsung.
FAKTOR YANG MEMENGARUHI PEMANFATAN JAMBAN KELUARGA DI DESA KARAMA KECAMATAN TINAMBUNG KABUPATEN POLEWALI MANDAR Taslim Taslim; Patmawati Patmawati
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3, No 2 (2017): J-Kesmas Volume 3, Nomor 2, Nopember 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v3i2.288

Abstract

Tingginya mengenai kurangnya pemanfaatan jamban keluarga di Desa Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten polewali Mandar di sebabkan karena faktor tradisi atau kebiasaan masyarakat Buang Air Besar di pantai, dan faktor pemahaman masih sangat rendah dan lingkungan yang sangat dekat dengan pingir pantai. Sehingga masyarakat yang ada di Desa Karama lebih membiasakan diri Buang Air Besar di pantai dari pada WC.Jenis penelitian ini adalah kaulitatif dengan wawancara mendalam (indepth interview) dengan penentuan sampel dipilih secara purposive sampling untuk menggali informasi lebih mendalam tentang pemamfaan jamban keluarga.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Ras (suku mandar) mengenai  jamban keluarga mereka sudah memunyai pengetahuan tetapi masih sangat rendah mengenai pemamfatan jamban keluarga,fungsi jamban dan dampak yang di timbulkan oleh kotoran. Tetapi dengan faktor tradisi atau kebiasaan mereka lebih memilih Buang Air Besar di pantai dari pada WC karena membuat mereka lebih nyaman.
Chlorinediffuser sebagai metode menurunkan total coliform Wai Sauq bantaran Sungai Mandar Patmawati Patmawati; Sukmawati Sukmawati
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2019): J-kesmas Volume 5, Nomor 2, November 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v5i2.518

Abstract

Masyarakat Polewali Mandar sebagian mengandalkan wai sauq untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehingga diperlukan metode untuk menghasilkan baku mutu air layak konsumsi.. Alat chlorine diffuser diharapkan dapat membantu menangangani masalah air bersih sehingga kejadian diare tidak mengalami kenaikan setiap tahunnya terjadi di bantaran Sungai Mandar. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui efektifits penggunaan metode chlorine diffuser  dalam menurunkan total coliform wai sauq yang dilakukan secara eksperimen berdasarkan pemberian dosis aplikasi waktu pengamatan pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Teknik analisis yang digunakan adalah hasil uji laboratorium perbandingan terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 32 tahun 2017 dan rujukan pemeriksaan sebelumnya oleh Badan Lingkungan Hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas wai sauq mengalami penurunan kualitas berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium yaitu pada pengamatan waktu kontak selama 1 jam jumlah bakteri total coliform mengalami penurunan. Untuk peningkatan kualitas wai sauq dapat dilakukan dengan menerapakan teknologi sederhana tepat guna yaitu chlorine diffuser yang sesuai dengan lingkungan perairan sungai..
Hubungan Intensitas Pencahayaan Dengan Kelelahan Mata Pada Pekerja Penjahit Di Kabupaten Polewali Mandar Jasna Jasna; Maarifah Dahlan
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 1 (2018): J-Kesmas Volume 4, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v4i1.235

Abstract

Mata dapat bekerja secara efektif menerima cahaya dengan rentang intensitas yang sangat lebar sekitar 10 milyar cahaya. Kelelahan mata timbul sebagai stress intensif pada fungsi-fungsi mata seperti terhadap otot-otot akomodasi pada pekerjaan yang perlu pengamatan secara teliti atau terhadap retina sebagai akibat ketidaktepatan kontras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata pada pekerja penjahit di Kabupaten Polewali Mandar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling dengan jumlah sampel 51 pekerja. Pengumpulan data dilakukan dengan penagambilan data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi square. Hasil dalam penelitian ini jumlah penjahit  pekerja 51, yang mengalami mata lelah ada 36 pekerja sedangkan yang tidak mengalami mata lelah 15 pekerja, sehingga penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata pada pekerja penjahit di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar dengan nilai p value = 0,019 < 0,05. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara intensitas pencahayaan dengan kelelahan mata pada pekerja penjahit di Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar. Disarakan kepala pasar setempat bekerja sama dengan pekerja penjahit untuk memberi penerangan diruang penjahit sesuai dengan standar cahaya minimal 100 lux.
PENGARUH EDUKASI GIZI TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEBIASAAN MAKAN PADA PESERTA PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI KELURAHAN PENGGILINGAN I ELOK JAKARTA TIMUR Septiani Septiani
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 5, No 2 (2019): J-kesmas Volume 5, Nomor 2, November 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v5i2.517

Abstract

bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling gizi terhadap pengetahuan dan kebiasaan makan (asupan energi, protein, lemak, karbohirat, dan serat). Design penelitian adalah pra-experimental with one group pre test and post test. Metode pengambilan sampel purposive sampling berjumlah 58 orang peserta prolanis Diabetes Mellitus Tipe 2. Instrumen dalam penelitian ini, yaitu form karakteristik responden, form pengetahuan, terapi farmakologi, form konseling gizi, dan kuesioner food recall 2x24 hours. Analisis penelitian yang digunakan yaitu McNemar test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh edukasi gizi terhadap pengetahuan dengan p=0,001 (p<0,005) dan kebiasaan makan (asupan protein dengan p=0,001, lemak dengan p=0,021, karbohidrat dengan p=0,003, dan serat dengan p=0,001) (p<0,005) responden. Namun tidak ada pengaruh edukasi terhadap asupan energi dengan p=0,648 (p>0,005) responden.
Gambaran Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Di Desa Padang Timur Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar Arfiah Arfiah; Patmawati Patmawati; Afriani Afriani
J-KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 4, No 2 (2018): J-Kesmas Volume 4, Nomor 2, Nopember 2018
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jkesmas.v4i2.253

Abstract

STBM adalah pendekatan dengan proses fasilitasi yang sederhana yang dapat merubah sikap lama, kewajiban sanitasi menjadi tanggung jawab masyarakat. Dengan satu kepercayaan bahwa kondisi bersih, nyaman dan sehat adalah kebutuhan alami manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pelaksanaan di Desa Padang Timur Kecamatan Campalagian Kabupaten Polewali Mandar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain kuantitatif. Populasi adalah semua kepala keluarga di Desa Padang Timur Kecamatan Campalagian sejumlah 385 kepala keluarga, pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 80 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan data sekunder dan data primer. Analisis data adalah analisis statistik deskriptif untuk melihat gambaran besaran persentase pelaksanaan terhadap STBM. Hasil penelitian menunjukkan gambaran pelaksanaan STBM pada pilar pertama stop buang air besar sembarangan yang terlaksana cukup 51 responden (63,8%), pilar kedua cuci tangan pakai sabun yang terlaksana cukup baik 46 responden (57,5%), pilar ketiga pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang terlaksana cukup baik 47 responden (58,8%), pilar keempat pengamanan sampah rumah tangga yang terlaksana cukup baik 21 responden (26,2%), dan pilar kelima pengamanan limbah cair rumah tangga kurang baik yang terlaksana 51 responden (63,8%).Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan STBM di Desa Padang Timur Kecamatan Campalagian masih kurang optimal dalam menjalankan program STBM.

Page 4 of 15 | Total Record : 141