cover
Contact Name
Syarif Rizalia
Contact Email
syarif.rizal.albar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
syarif.rizal.albar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-MUNZIR
ISSN : 19794894     EISSN : 2620326X     DOI : -
Journal Al- Munzir (p-ISSN: 1979-4894; e-ISSN: 2620-326X) is a journal that publishes scientific papers, articles in the form of thought study and research results. Al-Munzir received articles from academics, researchers, journalists and national and international students in the fields of communication science, Islamic broadcasting communications, da'wah science, Journalism, Public Relations, and Islamic Counseling Counseling. Articles published in the journal Al-Munzir include the results of scientific research, scientific article reviews, and responses or criticisms of previous studies that already exist. Al Munzir's journal is published twice a year by Ushuluddin Adab Faculty and IAIN Kendari Da'wah.
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
RELIGIUSITAS ISLAM DAN KEBAHAGIAAN (Sebuah Telaah dengan Perspektif Psikologi) Ros Mayasari
Al-MUNZIR No 2 (2014): Vol. 7 No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.93 KB) | DOI: 10.31332/am.v7i2.281

Abstract

Abstrak: Psikologi menjelaskan kebahagiaan dengan duapendekatan yang berbeda yaitu tercapainya kepuasaanhidup secara subyektif dan tercapainya kualitas hidupyang bermakna. Di sisi lain Islam sebagai sebuah agamamenjadi kerangka kerja untuk pencarian tujuan danmakna hidup. Religiusitas sebagai pengikatan diriseseorang terhadap Sang Khalik beserta ajaran-Nyamembawa manusia kepada kebahagiaan.Artikel ini bertujuan untuk mengeskplorasi hubungankonsep kebahagiaan/kesejahteraan dalam psikologidengan religiusitas Islam. Religiusitas Islam bisa sajaberkontribusi secara langsung terhadap kebahagiaanseseorang atau secara tidak langsung melalui pemberianmakna dan tujuan hidup manusia. Religiusitas Islamtampak lebih dekat dengan konsep kesejahteraanpsikologis yang menekankan kebahagiaan terhadapadanya hidup yang bermakna (meaning life).Kata Kunci: kebahagiaan, religiusitas, kesejahteraanpsikologis
Tradisi Katoba: Model Penanaman Nilai-Nilai Islam Pada Anak Masyarakat Muna La Ode Sahidin; Hasriany Amin
Al-MUNZIR No 2 (2018): Vol. 11 No.2 November 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.32 KB) | DOI: 10.31332/am.v11i2.1122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model penanaman nilai-nilai Islam pada masyarakat Muna. Selain itu penelitian ini bertujuan menemukan nilai-nilai agama yang ada dalam ritual katoba pada masyarakat Muna. Anak-anak yang berusia 7-12 tahun setelah melakukan khitan harus diikuti dengan ritual katoba. Masyarakat Muna menjadikan ritual katoba sebagai bentuk legitimasi adat untuk menanamkan nilai-nilai agama. Masyarakat Muna memiliki pemahaman bahwa seorang anak tidak diperkenankan untuk belajar ngaji sebelum dikhitan. Khitan dasar seorang anak untuk memulai belajar agama. Pemahaman seperti itu, seorang anak yang sudah dikhitan kemudian diiukti dengan ritual katoba. Pada konteks inilah ritual katoba dijadikan sebagai bentuk legitimasi anak untuk menanamkan nilai-nilai agama. Nilai-nilai yang ada dalam tuturan ritual katoba adalah nilai-nilai ketuhanan, nilai ketaatan untuk beribadah kepada Tuhan. Kata kunci: Model, Ritual, Katoba, Nilai-Nilai, Islam, Muna.
UJI KEMAHIRAN BERBAHASA INDONESIA MELALUI SASTRA RAKYAT Siti Fauziah M.
Al-MUNZIR No 1 (2015): VOL 8 NO.1 MEI 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.615 KB) | DOI: 10.31332/am.v8i1.769

Abstract

Tradisi bercerita sudah ada pada zaman prasejarah, sejak manusia belum mengenal tradisi menulis (niraksara). Tradisi ini dianggap sebagai media untuk menyampaikan ilmu dan pengetahuan lokal bagi komunitas sosial pemilik cerita itu. Pada konteks global saat ini, tradisi bercerita pun masih menjadi primadona sebagai bahan yang ampuh untuk mendidik dan menghibur. Pada konteks pembelajaran dan evaluasi bahasa lisan dan tulisan, sastra rakyat dapat dijadikan bahan uji kemahiran berbahasa yang aplikatif dan meyenangkan. Sastra rakyat dapat dijadikan wacana lisan dan tulis (reading teks) agar ditafsir dan dipahami dalam ujian kemahiran berbahasa, terutama pada seksi mendengar dan membaca.Tulisan ini mendeskripsikan sastra rakyat sebagai suatu strategi dalam menyajikan wacana yang menyenangkan, mendidik, dan menguji kemahiran berbahasa seseorang. Usaha ini dapat dianggap sebagai upaya dokumentasi dan preservasi khazanah budaya lokal dan kesinambungannya dalam wacana budaya global. Sastra rakyat dapat menjadi alternatif lain dalam menyusun wacana uji kemahiran berbahasa karena di dalamnya terkandung ilmu pengetahuan dan nilai-nilai budaya masyarakat etnik nusantara. Minimal, sastra rakyat dapat menjadi bahan uji kemahiran berbahasa Indonesia (UKBI) pada tingkat daerah tempat sastra rakyat itu berasal.    Kata Kunci: Uji kemahiran berbahasa Indonesia, sastra rakya
PENGARUH KETERAMPILAN SOSIAL DAN EFIKASI DIRI SOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS Ros Mayasari
Al-MUNZIR No 1 (2014): Vol. 7 No. 1 Mei 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.609 KB) | DOI: 10.31332/am.v7i1.272

Abstract

Abstrak: Kebahagiaan adalah sesuatu yang didambakansetiap individu. Banyak cabang ilmu yang mempelajarikebahagiaan, salah satunya adalah psikologi. Para ahlipsikologi lalu menggunakan konstruk well being ataukesejahteraan. Hubungan social yang baik menjadi salahsatu unsure penting dalam pembentukan kesejahteraanpsikologis. Seseorang baru dapat membangun hubungansocial yang positif memerlukan kemampuan atauketerampilan sosial. Keterampilan sosial ini berhubungantentang kemampuan mengawali dan mempertahankanhubungan dengan cara yang efektif. Kedua adalah efikasidiri sosial yaitu keyakinan bahwa seseorang mampumemanfaatkan keterampilan sosialnya dalam berintraksisocial. Individu tidak cukup hanya memiliki keterampilansocial tetapi juga harus yakin dapat memanfaatkannyadalm situasi sosial. Kedua hal ini diperoleh dari hasilbelajar seseorang dengan lingkungannya.Kata Kunci : kesejahteraan psikologis, keterampilansocial, social self efficacy
SOSIAL KONTROL DAN MEDIA BARU ASWAN ASWAN
Al-MUNZIR No 2 (2016): VOL.9. NO. 2 NOVEMBER 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.839 KB) | DOI: 10.31332/am.v9i2.787

Abstract

Studi ini bertujuan untuk melihat produksi teks dalam media jejaring sosial oleh Mahasiswa Makassar dalam melakukan kontrol sosial terhadap kebijakan publik. (1) Bagaimana ekspresi tekstual, ekspresi visual, dalam situs jejaring sosial Facebook diproduksi dan mampu menggalang partisipasi publik dalam melakukan kontrol sosial? (2) Apa yang menciptakan kemampuan ekspresi tekstual, ekspresi visual, menjadi sebuah kekuatan yang mampu mensubversi tatanan sosial? Penelitian ini bertipe deskriptif, peneliti berusaha untuk mendeskripsikan berbagai produksi ekspresi di dalam Facebook yang berkaitan dengan kebijakan publik. Penelitian ini menemukan berbagai ekspresi tekstual dan ekspresi visual para Facebookers, mereka tidak hanya melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintahan yang timpang, tetapi juga menyimpangkan berbagai makna secara berlebihan. Tampilnya kinerja buruk pemerintah dengan berbagai pewajahan, bentuk, dan karakter menjadi warna-warni citra yang disuguhkan facebookers. Kata Kunci : Kontrol, Sosial, Media
KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN LITERAL DAN INTERPRETATIF MELALUI PENDEKATAN KONSTRUKTIVISME Sitti Fauziah Muis
Al-MUNZIR No 2 (2013): Vol. 6 No. 2 November 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.171 KB) | DOI: 10.31332/am.v6i2.263

Abstract

Abstrak: The results of reading literal and interpretatifunderstanding can be increased by using konstruktivisapproach. It can be seen on the process and the resultthat has been done. On the evaluating of reading literaland interpretatif understanding by using konstruktivismeapproach the students’ motivation is high, students’cooperation is active, self-learning is active, andstudents’ respond is very positive. On the evaluationprocess done by the students either cooperatively orindividually showed as the expected results.Kata kunci: peningkatan kemampuan, membaca literaldan interpretatif, pendekatan konstruktivisme
BAYT AL-MUQADDAS: PERSPEKTIF SEJARAH DAN SIYASAH MUH. IKHSAN
Al-MUNZIR No 2 (2017): VOL 10 NO.2 NOVEMBER 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.82 KB) | DOI: 10.31332/am.v10i2.811

Abstract

Jerusalem  atau Yerushaláyim (Yahudi-Hebrew) , dikenal juga sebagai al-Quds atau Baitul Maqdis (Arab-al-Sharif],  adalah The Holy Sanctuary yang merupakan kota tua penuh dengan cerita sejarah kontroversi dari sejak zaman purba hingga kini yang melibatkan 3 agama samawi besar di dunia yaitu: Yahudi, Nasrani dan Islam. Kontroversi ini berpusat pada satu titik di dalam kota Jerusalem yaitu: Kubah As Sakra atau Dome of Rock di dalam kawasan Masjidil Aqsa, yang mana di dalamnya terdapat batu besar.Dalam membicarakan kota Jerusalem atau Baitul Maqdis, tentu tak terlepas dari Masjidil Aqsa yang terdapat di dalamnya. Dalam keyakinan umat Islam, di Masjidil Aqsa inilah Rasulullah SAW melakukan Mi’raj ke Sidratul Muntaha. Menurut agama Nasrani, Jacob (Nabi Yakub) pernah tidur di batu besar, yang kini berada dalam Dome of Rock tersebut, dan bermimpi melihat tangga menuju langit. Agama Nasrani pun meyakini bahwa di batu itulah tempat Abraham (Nabi Ibrahim) mengurbankan anaknya yaitu Ishak—berbeda dengan yang kita yakini anak yang diqurbankan adalah Ismail dan tempatnya di Makah. Sementara menurut orang-orang Yahudi meyakini bahwa Luh-luh Nabi Musa—kitab Taurat yang asli—yang  dulu pernah hilang, berada tepat di bawah Dome of Rock. Bahkan, orang-orang Yahudi meyakini bahwa Jerusalem adalah tanah yang dijanjikan Tuhan untuk mereka yang dinyatakan melalui Nabi Musa, sehingga mereka meyakini bahwa mereka punya hak penuh atas tanah Jerusalem tersebut. Sementara bangsa Arab Palestina meyakini bahwa mereka adalah penduduk asli dari tanah ini sebelum Bani Israil (orang Yahudi) datang ke tanah ini. Hal inilah yang menjadikan pergolakan antara bangsa Arab Palestina dan bangsa Yahudi Israel hingga sekarang. Kata kunci: bayt al-maqdis, yahudi, islam, kota suci. 
PEMBELAJARAN KREATIF DALAM TINJAUAN BIMBINGAN & KONSELING Faizah Binti Awad
Al-MUNZIR No 2 (2013): Vol. 6 No. 2 November 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.564 KB) | DOI: 10.31332/am.v6i2.254

Abstract

Abstrak: Pembelajaran kreatif terus dibahas sejakpembelajaran itu ada sebab bukan hal yang baru danbahkan dibutuhkan oleh semua pihak. Namun olehkarena pembelajaran selama ini hanya menitik beratkanpada aspek kognitif semata dan mengabaikan aspekafektif dan psikomotorik, sehingga pembelajaran yangbernuansa kreativitas terabaikan, semestinya ketigaaspek tersebut diupayakan berjalan secara simultan dankreatifitas mutlak merupakan bagian atau satu kesatuandengan pembelajaran itu sendiri. Karakteristik individuyang memiliki bakat kreatifitas adalah memiliki etoskerja tinggi, cepat dalam mengambil keputusan, berpikirfeleksibel, penuh ide, hasrat ingin tahu, cenderungmelakukan tugas-tugas yang berat dan sulit. Dalambimbingan konseling setiap individu atau peserta didikmemiliki potensi kreativitas yang dapat dikembangkanmelalui tiga pilar: orang tua, sekolah dan masyarakat.Ketiganya dituntut mampu menciptakan lingkunganyang dibutuhkan berupa: fleksibilitas dalam kesempatan,contoh yang positif, bimbingan dan dukungan, rasahumor, empati. Demikian pula bagi guru/konselordiharapkan mengedepankan prinsip-prinsip yaitu:understanding, acceptance, fleksibilitas, kepekaan dankeahlian yang dikemas dalam tiga proses layanan yakni,counseling itu sendiri, consulting, dan coordinating.Kata kunci: Pembelajaran kreatif, bimbingan konseling.
PENDEKATAN PRAGMATIK DALAM PENGAJARAN BAHASA SITI FAUZIAH
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.527 KB) | DOI: 10.31332/am.v10i1.801

Abstract

Pragmatik, sebagaimana yang diperbincangkan di Indonesia dewasa ini, dapat dibedakan atas dua hal yaitu pragmatik sebagai sesuatu yang diajarkan, dan pragmatik sebagai sesuatu yang mewarnai tindakan mengajar. Adapun tujuan kurikulum pengajaran pragmatik menurut Kurikulum 1984 ialah agar “siswa memiliki kemampuan berbahasa Indonesia sesuai dengan situasi dan tujuan berbahasa; tujuan kurikuler itu disusul dengan tujuan instruksional umum yang berbunyi sebagai berikut: “agar siswa memahami dan dapat menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan tata krama berbahasa secara tulisan atau lisan melalui berbagai media untuk berbagai fungsi bahasa. Pragmatik yang dimaksudkan sebagai bahan pengajaran bahasa atau yang disebut juga “fungsi komunikatif” lazimnya disajikan di dalam pengajaran bahasa asing. Setiap bahasa memiliki sejumlah fungsi komunikatif, dan didalam fungsi komunikatif itu terdapat utaraan seperti “menyatakan setuju”, “menyatakan tidak setuju”, “menyatakan penolakan terhadap ajakan “, “menyatakan ucapan terima kasih”.Kata Kunci: Pragmatik, Pendekatan, Pengajaran Bahasa
Dakwah Islam Melalui Ajaran Tasawuf Akhmad Sukardi
Al-MUNZIR No 1 (2015): VOL 8 NO.1 MEI 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.954 KB) | DOI: 10.31332/am.v8i1.728

Abstract

Dakwah adalah kewajiban bagi setiap muslim yang tujuannya adalah menyeruh manusia ke jalan Tuhannya. Dalam tradisi tasawuf ajarannya menginginkan agar manusia berada sedekat mungkin dengan Tuhan, seperti pada ajaran mahabbah, ma’rifah, fana dan baqa, Ittihad dan hulul serta ajaran wahda wal wujud. Tasawuf mengajak manusia untuk selalu berusaha membersihkan jasmani dan rohani. Proses pembersihan diri manusia dilakukan dengan mengeluarkan semua sifat yang tercelah, dan mengisi sifat yang terpuji. Titik berat dari ajaran tasawuf adalah pada tingkah laku manusia, maka tasawuf disebut juga sebagai ajaran akhlak atau moral dengan meniru sifat-sifat Tuhan.            Dakwah Islam melalui ajaran tasawuf cukup mudah diterima oleh masyarakat karena ajaranya mementingkan pembinaan moral yang penuh dengan kelembutan, kepedulian kepada sesama makhluk serta sesuai dengan kebutuhan jasmani, terutama rohani sehingga menjadi solusi dari problem yang dihadapi manusia dewasa ini. Kata Kunci: Dakwah, ajaran tasawuf