cover
Contact Name
Syarif Rizalia
Contact Email
syarif.rizal.albar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
syarif.rizal.albar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-MUNZIR
ISSN : 19794894     EISSN : 2620326X     DOI : -
Journal Al- Munzir (p-ISSN: 1979-4894; e-ISSN: 2620-326X) is a journal that publishes scientific papers, articles in the form of thought study and research results. Al-Munzir received articles from academics, researchers, journalists and national and international students in the fields of communication science, Islamic broadcasting communications, da'wah science, Journalism, Public Relations, and Islamic Counseling Counseling. Articles published in the journal Al-Munzir include the results of scientific research, scientific article reviews, and responses or criticisms of previous studies that already exist. Al Munzir's journal is published twice a year by Ushuluddin Adab Faculty and IAIN Kendari Da'wah.
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Nilai-Nilai Dakwah Dalam Film Adit Dan Sopo Jarwo Episode 4 Di MNC TV (Studi Terhadap Mahasiswa Pecinta Film Di IAIN KENDARI) Rahmawati Rahmawati; Muragmi Gazali
Al-MUNZIR No 1 (2019): Vol. 12 No.1 Mei 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.632 KB) | DOI: 10.31332/am.v12i1.1324

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Nilai-Nilai Dakwah dalam Film Adit dan Sopo Jarwo Episode 4 Di MNC TV (Studi terhadap Mahasiswa Pecinta Film  di  IAIN  KENDARI).  Penelitian  ini  bertujuan  Untuk  mengetahui gambaran  film  animasi  “Adit  dan  Sopo Jarwo” pada episode 4  dan  untuk mengetahui nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam film animasi “Adit dan Sopo Jarwo” pada episode 4Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini pada dasarnya bersifat kualitatif–interpretatif  Dengan  fokus  penelitian  pada  nilai-nilai  dakwah melalui film Animasi “Adit dan Sopo Jarwo” yang tayang setiap harinya di media televisi MNCTV, yang dinilai peneliti mendekati makna yang mencerminkan sikap atau perilaku bahkan perkataan  menyeru atau mengajak kepada kebaikan yang dilakukan setiap karakter dalam film Animasi Adit dan Sopo Jarwo.Nilai-nilai   dakwah   yang   didapatkan   setelah   wawancara   dengan beberapa mahasiswa, terdapat 5 nilai-nilai dakwah yaitu nilai kesabaran, nilai keikhlasan, nilai kewajiban, nilai ketaatan dan nilai akhlak. Kemudian dilihat dari segi dampak dakwah, pendapat mereka tentang dampak dakwah dalam film Adit dan Sopo Jarwo sangat baik karna didalam film animasi ini dampak yang mereka dapatkan adalah bahwasannya kita harus meminta izin sebelum meminjam atau mengunakan barang orang lain.
Representasi Kecantikan Dalam Iklan Slimmewhite (Studi Wacana Sara Mills) Nadia Faidatun Nasiha; Ari Yunaldi
Al-MUNZIR No 1 (2019): Vol. 12 No.1 Mei 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.458 KB) | DOI: 10.31332/am.v12i1.1326

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tentang representasi cantik melalui iklan SlimmeWhite yang diproduksi di Malaysia. Iklan yang berdurasi kurang lebih tiga menit tersebut, menggambarkan seorang laki-laki yang diketahui sebagai suami melakukan tindakan KDRT kepada istrinya, dikarenakan sang istri yang dianggap tidak mampu berhias diri. Metodelogi penelitian yang digunakan adalah analisis wacana Sara Mills. Sara Mills sendiri merupakan salah tokoh analisis wacana yang fokus pada kajian feminisme, sehingga sangat relevan jika dikaji kedalam pembahasan. Hasil penelitian sendiri menunjukkan bahwa iklan SlimmeWhite adalah salah satu bentuk kegagalan sebuah industri barang atau produk, yaitu menjadikan perempuan sebagai sosok yang lemah, dan harus pandai dalam berhias diri. Kata Kunci : Representasi, Sara Mills, Iklan, SlimmeWhite Ads
Fenomena (Gegar Budaya) Pada Mahasiswa Perantauan Di Universitas Muslim Indonesia Hadawiah Hadawiah
Al-MUNZIR No 1 (2019): Vol. 12 No.1 Mei 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.189 KB) | DOI: 10.31332/am.v12i1.1310

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan  Untuk mendeskripsikan penyebab yang melatar belakangi proses terjadinya culture shock pada mahasiswa perantauan di Makassar, (2) Untuk mendeskripsikan dampak culture shock pada mahasiswa perantauan di Universitas Muslim Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa faktor yang mendorong mahasiswa untuk merantau adalah: faktor pendidikan, faktor ekonomi, dan faktor budaya. Kelima key informan memiliki harapan atau ekspektasi ketika akan melakukan perantauan serta motif untuk berkuliah dan menggapai cita-cita, hal ini juga termasuk ke dalam fase kegembiraan. Proses interaksi yang dialami oleh mahasiswa Buton,Bima dan Papua di perantauan diakibatkan adanya fase kekecewaan yang dimana terlihat banyaknya perbedaan antara kampung halaman dan kota perantauan sehingga memicu terjadinya penyesuaian terhadap hal-hal yang baru di perantauan sehingga adanya pertukaran makna, persepsi dan perspektif, sehingga hal ini termasuk ke dalam fase awal resolusi. Untuk mengatasi gegar budaya, ketiga key informan mengisi kegiatan sehari-hari dengan mengikuti organisasi maupun komunitas di dalam dan luar kampus. Kata Kunci : Gegar Budaya, Mahasiswa Perantauan, Universitas Muslim Indonesia
Manajemen Dakwah Lembaga Dakwah Kampus Unit Pengkajian Mahasiswa Islam (LDK-UPMI) IAIN Kendari Samsu Samsu; Mansur Mansur
Al-MUNZIR No 1 (2019): Vol. 12 No.1 Mei 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.268 KB) | DOI: 10.31332/am.v12i1.1325

Abstract

AbstrakDakwah merupakan kewajiban individu setiap muslim yang menjadikan para mahasiswa merasa terpanggil untuk mengambil bagian di dalamnya. Mereka mewadahi diri dalam LDK UPMI IAIN Kendari. Mereka mengelola dakwah mereka secara baik sesuai dengan psinsip-prinsip dasar manajemen moderen. Lembaga dakwah kampus ini secara aktif melakukan regenerasi dan pembinaan insan-insan pengemban dakwah sehingga regenerasi dapat tercipta secara berkelanjutan. Lembaga dakwah kampus merupakan organ kemahasiswaan yang mendapat support dana dari institusi. Pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana menajemen dakwah LDK-UPMI IAIN Kendari. Data penelitian ini dikumpulkan memlalui observasi dan wawancara dan dokumentasi. Temuan penelitian ini adalah bahwa manajemen dakwah LDK UPMI IAIN Kendari telah sepenuhnya berjalan sesuai konsep dan peinsip dasar manajemen Yakni : a. Adanya perencanaan Dakwah; b. pengorganisasian dakwah; c. pergerakan dakwah d. pengawasan dakwah. Kata kunci : Lembaga Dakwah Kampus, Manajemen, Kendari.
MOTIVASI DALAM KONTEKS HUMAN RELATIONS Mudzhira Nur Amrullah
Al-MUNZIR No 1 (2015): VOL 8 NO.1 MEI 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.444 KB) | DOI: 10.31332/am.v8i1.766

Abstract

A well motivated employee, will provide a greater contribution to the effectiveness of the organization. If an employee is well  motivated, he/she  will show a government that is effective and it is the key to success for a leader in building companies/institutions/government he leads. There are five important things to consider in terms of human relations to increase employee motivation to achieve organizational goals, among others: 1) availability of feedback and effective listening process, 2) the existence of sincerity in implementing the tasks as his responsibility, 3) understanding the needs of subordinate employees, 4) use time appropriately and effectively, 5) using appropriate communication channels. At first glance, human relations seems to be an ordinary matter and easy to do, but actually it is not. Human relations is a dynamic thing and can not be separated from the human factor. The working relationship between superiors and subordinates in communicating duties and responsibilities or delegation of authority would be very difficult to perform if it is not accompanied by a good process of human relations. Whether we realize it or not, human relations can give positive effects on a person's motivation to work. Unapproppriate techniques which an employer used in communicating with subordinates (vertical communication) will result in decreased motivation of subordinates. This can happen because the motivation is closely linked with the implications received as a result of a communication. Key Words : Motivasi, komunikasi, human relations.
ISRA’ILIYAT DALAM TAFSIR AL-THABARI BASRI MAHMUD
Al-MUNZIR No 2 (2015): VOL 8 NO.2 NOVEMBER 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.388 KB) | DOI: 10.31332/am.v8i2.742

Abstract

 Isra’iliyat adalah cerita atau kisah yang bersumber dari Yahudi dan Nasrani, penafsiran yang tidak mempunyai dasar sama sekali baik berupa hadis- hadis dhaif dan maudu’, ta’wil yang bathil maupun hayalan-hayalan penafsir masa kini yang disusupkan masuk ke dalam tafsir. Ibnu Jarir al-Tabari, mengungkap dalam tafsirnya sebanyak 38.397 riwayat sebagai sumber penafsiran ma’sur yang disandarkan pada pendapat dan pandangan para sahabat dan tabiin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sejumlah riwayat yang dipaparkan Ibnu Jarir al-Tabari tersebut, terdapat pula riwayat-riwayat isra’iliyat sebagai salah satu sumber penafsiran yang ia gunakan, baik yang sejalan dengan kesucian agama Islam atau yang tidak sejalan dengan kesucian agama Islam maupun yang mauquf. Kata Kunci: isra’iliyat, Tafsir al-Thabari.
Dakwah Dalam Ajaran Tasawuf (Studi Pemikiran Al-gazali ) Rahmawati Rahmawati
Al-MUNZIR No 1 (2018): Vol. 11 No.1 Mei 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.488 KB) | DOI: 10.31332/am.v11i1.931

Abstract

Proses dakwah merupakan paduan dari perencanaan dalam mencapai suatu tujuan dakwah .Untuk mencapai tujuan tersebut kegiatan dakwah harus dapat dilakukan secara taktis, dengan melalui pendekatan yang berbeda beda dan sewaktu waktu tergantung pada situasi dan kondisi dimana dakwah dilaksanakan. Dakwah memerlukan pengorbanan tanpa mengharapkan imbalan dan hasil yang segera , tanpa putus asa . Individu yang melaksanakan dakwah akan mendapat kehidupan yang berkah dalam ridha Allah SWT serta akan menerima pahala yang berlipat ganda, karena dakwah merupakan amal terbaik yang dapat memunculkan potensi diri dan memelihara keimanan yang kita miliki. Salah satu tokoh sufi yang telah melakukan dakwah lewat tasawuf adalah Imam Algazali dia berhasil mengkompromikan antara syariat dan hakikat atau tasawuf menjadi bangunan baru yang cukup memuaskan kedua belah pihak, baik dari kalangan syar’i atau dan sufi. Beliau sanggup mengikat tasawuf dengan dalil wahyu baik ayat alquraan ataupun hadits nabi. Dalam perjalanan hidupnya Al gazali  merupakan pengembara ilmu dengan berbagai karya karyanya , dia juga dikenal sebagai ulama usul fiqhi dengan karyanya Al-Mustashfa dan sebagai tokoh filsafat dia juga mengkritik konsef berfikir para filosof  saat ini, ia menganggap ajaran pemikiran filsafat melewati batas . Olehnya itu beliau berinisiatif meluruskan dan menggagas tasawuf sebagai jembatan guna mendamaikan syariat dengan tasawuf  melalui karyanya ihya ulumuddin (the revival of religion sciences)Kata kunci  : Dakwah , Tasawuf Al-Gazali
PANDANGAN ISLAM TERHADAP SISTEM DEMOKRASI Hasan Basri
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.246 KB) | DOI: 10.31332/am.v6i1.230

Abstract

Abstrak: Demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang berasaskan kedaulatan rakyat. Asas yang mendasarinya adalah pemisahan agama dari kehidupan (secular). Dalam demokrasi rakyatlah yang memegang kekuasaan tertinggi, baik untuk memilih aturan apa yang akan diterapkan, siapa penguasa yang akan berkuasa atas mereka maupun memilih apa yang dianggap bermanfaat bagi mereka. Sementara dalam Islam, kedaulatan atau kekuasaan tertinggi bukan di tangan rakyat, tetapi di tangan syara’. Islam menetapkan bahwa syara’ atau syariat yang bersumber dari Allah swt. merupakan aturan yang harus dijalankan oleh penguasa yang dipilih oleh rakyat. Syara’lah satu-satunya yang menentukan apa yang harus diterapkan, menetapkan baik-buruk, halal-haram, termasuk kriteria dan tata cara pemilihan penguasa.Dengan demikian, nyata bahwa demokrasi bertentangan dengan aqidah Islam. Karena itu, bagi umat Islam, demokrasi adalah sistem kufr, haram mengambil, menerapkan dan menyebarluaskannya.Kata kunci: demokrasi, kedaulatan rakyat.
INTERAKSI SOSIAL MUSLIM KEPADA NONMUSLIM Samsu Samsu
Al-MUNZIR No 2 (2015): VOL 8 NO.2 NOVEMBER 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.566 KB) | DOI: 10.31332/am.v8i2.758

Abstract

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik berdimensi kemasyarakatan antara individu atau kelompok dengan individu atau kelompok lain. Interaksi sosial antara umat Islam dengan umat nonmuslim dan sebaliknya tidaklah selalu berjalan mulus dan berlangsung harmonis. Konflik bercorak keagamaan masih terus terjadi, sesuatu yang kontraproduktif dengan nilai dan prinsip ajaran agama.Interaksi sosial umat Islam kepada nonmuslim diwujudkan dalam sikap saling menghargai dan menghormati yang didasarkan kepada nilai dan prinsip moralitas ajaran Islam berupa saling mengenal (memahami), kompromi, berbuat baik, berperilaku adil dan saling membantu, mematuhi aturan tertulis (dokumen), dan menjunjung tinggi persamaan, nilai dan prinsip tersebut direkomendasikan untuk menjadi perekat sosial dalam membangun kehidupan yang damai ditengah-tengah pergumulan hidup yang multiagama. Kata kunci: Interaksi sosial, muslim, nonmuslim.
Manajemen : Sejarah Dan Penerapannya Dalam Dakwah Hasan Basri
Al-MUNZIR Vol 12, No 2 (2019): November 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/am.v12i2.1480

Abstract

 Fokus pembicaraan dalam tulisan ini adalah posisi manajemen dalam pandangan Islam, baik pada aspek sejarah maupun prakteknya. Inti aktivitas manajemen sesungguhnya terletak pada upaya pengelolaan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Manajemen lebih bersifat seni mengelola dari pada ilmu. Dalam banyak literatur, manajemen dalam Islam kadang disebut al-idārah, al-tadbīr, al-niẓām, dan al-‘imārah. Dalam pengertian ini, manajemen lebih bersifat praktis dari pada teoretis. Secara praktis, manajemen telah dipraktekkan sejak Nabi Adam as. bersama keluarganya, dilanjutkan oleh para Nabi sesudahnya sampai datangnya Nabi Muhammad Saw., sebagai penyempurna Islam. Di zaman Islam, manajemen dipraktekkan dalam kerangka pelaksanaan Islam secara umum sebagai sistem kehidupan, pemerintahan dan pengembangan peradaban.  Tulisan ini merupakan ramuan dari berbagai literatur. Kajian ini menyajikan fakta historis kegemilangan Islam dalam sisi pengelolaan kehidupan kaum muslimin secara kolektif. Bentang panjang sejarah keemasan Islam membuktikan bahwa pengelolaan kehidupan kaum muslimin tertata sempurna termasuk dalam bidang pengelolaan dan manajemen dakwah.Dalam perspektif Islam, pengelolaan kerja sama apapun sebagai suatu kegiatan manajemen menempati posisi sebagai pengaturan aktivitas dan interaksi yang mesti terikat dengan ketentuan ajaran Islam. Ketentuan-ketentuan yang diisyaratkan oleh al-Qur’an terkait manajemen adalah berbasis pada aqidah Islam yang mengajarkan keterhubungan manusia dengan penciptanya ketika melakukan aktivitas apapun. Keterhubungan dengan Allah secara mutlak akan menghasilkan pribadi yang memiliki sikap moral dan integritas pribadi para pelaksana manajemen, mengutamakan ketulusan, keikhlasan, kejujuran, amanah, serta pelayanan yang cepat dan komunikatif. Penekanan pada adanya pribadi yang menjadikan Islam sebagai dasar aktivitasnya akan menjadikan manajemen kelembagaan apapun berjalan baik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.Kata kunci: Manajemen, Manajemen dalam Islam.