cover
Contact Name
Syarif Rizalia
Contact Email
syarif.rizal.albar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
syarif.rizal.albar@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-MUNZIR
ISSN : 19794894     EISSN : 2620326X     DOI : -
Journal Al- Munzir (p-ISSN: 1979-4894; e-ISSN: 2620-326X) is a journal that publishes scientific papers, articles in the form of thought study and research results. Al-Munzir received articles from academics, researchers, journalists and national and international students in the fields of communication science, Islamic broadcasting communications, da'wah science, Journalism, Public Relations, and Islamic Counseling Counseling. Articles published in the journal Al-Munzir include the results of scientific research, scientific article reviews, and responses or criticisms of previous studies that already exist. Al Munzir's journal is published twice a year by Ushuluddin Adab Faculty and IAIN Kendari Da'wah.
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
AGAMA DAN KONTRIBUSINYA DALAM MEMECAHKAN PROBLEMA SOSIAL Fatira Wahidah
Al-MUNZIR No 1 (2015): VOL 8 NO.1 MEI 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.862 KB) | DOI: 10.31332/am.v8i1.762

Abstract

Visi dan misi agama Islam itu adalah untuk keselamatan manusia di dunia dan akhirat, bahkan umat Islam yang dilukiskan dalam al-Qur’an surah Ali ‘Imran ayat 110 sebagai khaera ummah umat yang terbaik. Namun pada kenyataannya masih sangat jauh dari gambaran ideal yang diinginkan.Umat Islam tampaknya belum mampu menunjukkan bahwa mereka adalah umat terbaik. Kerahmatan Islam belum mampu diwujudkan oleh umat Islam di tengah umat Islam sendiri, apalagi bagi alam.Dalam bidang sosial, Islam menjadi seolah tidak kelihatan, bahkan pada gilirannya nanti boleh jadi akan sirna ditelan arus sekularisasi.Karena itu, umat Islam perlu membenahi sikap dan pemahaman keislaman mereka, bahwa Islam tidak hanya mengajarkan umatnya untuk memiliki kesalehan individu, tetapi juga kesalehan sosial. Islam tidak hanya dilaksanakan dalam ranah individu, tetapi juga dalam ranah sosial, bahkan semua aspek kehidupan. Pelaksanaan Islam dalam semua aspek kehidupanlah yang akan mewujudkan komunitas muslim sebagai umat terbaik, menjadi rahmat bagi alam. Kata Kunci: agama, problema sosial
PENDIDIKAN ISLAM YANG BERKUALITAS Aminudin Aminudin
Al-MUNZIR No 1 (2014): Vol. 7 No. 1 Mei 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.681 KB) | DOI: 10.31332/am.v7i1.267

Abstract

Abstrak: Pendidikan Islam adalah pendidikan yangberdasarkan al-Qur’an, al-Hadits dan akal. Penggunaandasar ini haruslah berurutan, al-Qur’an terlebih dahuludijadikan sebagai sumber dari segala sumber, bila tidakada atau tidak jelas di dalam al-Qur’an maka harus dicaridalam al-Hadits, bila tidak juga jelas atau tidak ada didalam al-Hadits barulah digunakan akal (pemikiran),tetapi temuan akal itu tidak boleh bertentangan denganjiwa al-Qur’an dan atau al-Hadits.Untuk mengukur berhasil tidaknya strategi tersebut dapatdilihat melalui berbagai indikator berikut: Secaraakademik lulusan pendidikan dapat melanjutkan kejenjang pendidikan yang lebih tinggi, secara moral,lulusan pendidikan tersebut dapat menunjukkan tanggungjawab dan kepeduliannya kepada masyarakat sekitarnya;secara individual, lulusan pendidikan tersebut semakinmeningkat ketakwaannya, yaitu manusia yangmelaksanakan segala perintah Allah dan menjauhilarangan-Nya; secara sosial, lulusan pendidikan tersebutdapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan masyarakatsekitarnya; dan secara kultural, ia mampumenginterpretasikan ajaran agamanya sesuai denganlingkungan sosialnya. Dengan kata lain dimensi kognitifintelektual,afektif-emosional, dan psikomotorik-praktiskultural dapat terbina secara seimbang.Kata Kunci: Pendidikan Islam
Jurnalisme Media Baru dan Delusi Pembebasan Muhammad Aswan Zanynu
Al-MUNZIR No 1 (2018): Vol. 11 No.1 Mei 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.887 KB) | DOI: 10.31332/am.v11i1.920

Abstract

Artikel ini berangkat dari premis tentang teknologi internet yang memungkinkan jurnalisme daring (online) di media baru mengembangkan diri dan memberi pencerahan yang lebih baik dari yang dapat dilakukan oleh media konvensional (media lama). Dengan asetnya berupa pranala atau hipertaut (hypertext), kemampuan interaktif, dan format pesan multimedia, jurnalisme daring dipercaya mampu untuk mengemban fungsi tersebut. Asumsi yang berakar dari perspektif determinisme teknologi ini didukung oleh begitu banyak keunggulan teknis yang dimiliki media baru. Ungkapan yang terkenal dari Marshall McLuhan “we shape our tools, and thereafter our tools shape us” seolah telah menjadi sebuah postulat. Penerapan teknologi dilihat sebagai sesuatu yang tak dapat dinegosiasikan. Ilmuwan seperti Lelia Green bahkan mengakui, sedikit intelektual yang mendebat asumsi ini. Studi makro yang dilakukan oleh Steensen (2011) dan sebuah riset mikro yang dilakukan oleh Zanynu (2017) mengoreksi premis tersebut. Piranti yang menjadi keunggulan media baru belum sepenuhnya secara optimal digunakan dalam praktik jurnalisme daring. Sejumlah penelitian yang dipetakan oleh Steensen menunjukkan bahwa pranala jenis relatif (relative links) yang lebih sering digunakan. Sementara dua jenis pranala lainnya (target dan eksternal), jarang dan nyaris tidak pernah dipakai. Studi tentang interaksi yang ditawarkan oleh media daring yang lebih menunjukkan optimalisasi, khususnya yang terkait dengan interaksi antarmanusia. Adapun piranti multimedia adalah aset jurnalisme daring yang paling sedikit dikembangkan. Penelitian yang dilakukan Zanynu juga mengindikasikan tidak optimalnya situs berita dalam menyajikan ragam konten memori tentang Soeharto dalam peringatan sewindu wafatnya. Padahal praktik jurnalisme komputasi di media baru setidaknya dapat memproses makna dengan cara yang relatif kontekstual. Andai optimalisasi ini berjalan, informasi yang relevan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan publik atas sejumlah isu. Kata kunci: Teknologi, Internet, Jurnalisme,Media Baru
COMPUTER MEDIATED COMMUNICATION (CMC),POLA BARU BERKOMUNIKASI Sri Hadijah Arnus
Al-MUNZIR No 2 (2015): VOL 8 NO.2 NOVEMBER 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.034 KB) | DOI: 10.31332/am.v8i2.744

Abstract

Computer Mediated Communication (CMC) muncul seiring perkembangan teknologi komunikasi dan internet yang sangat pesat. Cakupan dari CMC itu sendiri termasuk sistem obrolan (chatting), world wide web (www), sistem tekstual, grafis, fotografi, audio, dan video hyperlink, berbagi video seperti Youtube dan sistem jejaring sosial dan sistem pencarian pertemanan seperti facebook dan lain sebagainya.Pola CMC menimbulkan pergeseran pola komunikasi dalam masyarakat, dari pola komunikasi yang dahulu dilakukan secara tatap muka (face to face), kini dapat dilakukan melalui media jejaring sosial. Pergeseran serupa juga terjadi pada komunikasi massa dimana media massa tradisional seperti televisi dan surat kabar, mulai ditinggalkan seiring dengan perkembangan media sosial dan situs berita online, dimana masyarakat dapat memperoleh berita teraktual dengan cepat, mudah, dan dapat diakses kapan dan dimana saja. Pola CMC tentu membawa dampak positif dan negatif pada masyarakat baik sosial, ekonomi, maupun dampak psikologis. Mengatasi dampak negatif dari pola CMC berpulang kepada individu penggunanya untuk lebih bijak dalam penggunaan pola CMC tersebut. Kata Kunci: Computer Mediated Communication (CMC), Komunikasi
Video Musik Sabyan Gambus “Atouna El Toufoule” Studi Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Erna Kurniawati
Al-MUNZIR No 1 (2019): Vol. 12 No.1 Mei 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.324 KB) | DOI: 10.31332/am.v12i1.1281

Abstract

AbstrakTujuan dari analisis ini adalah memberikan pemaknaan terhadap tanda-tanda yang ada pada video musik tersebut dengan menggunakan metode analisis semiotika Charles Sanders Pierce.Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari sumber internet dan yang ada pada video musik Atouna El Toufoule Sabyan gambus, menunjukan bahwa media ini mampu memberikan gambaran jelas mengenai peristiwa yang terjadi di Palestina, dengan berbagai gambar-gambar dalam video yang sudah mampu mewakili kesedihan yang dirasakan oleh masyarakat Palestina serta memiliki makna-makna yang bisa dipahami oleh masyarakat dengan cara melihat video ini. Meskipun dalam video ini hanya ingin menggambarkan kondisi-kondisi anak-anak yang ada di Palestina dengan tidak menampilkan sikap atau perlakuan kekerasan secara nyata yang dilakukan oleh negara Israel kepada Palestina, namun yang ditampilkan adalah pasca peperangan.Kata Kunci : Atouna El Toufoule, Charles Sanders peirce 
MODEL-MODEL TAFSIR DALAM AL-QUR’AN Nurfaidah Nurfaidah
Al-MUNZIR No 2 (2013): Vol. 6 No. 2 November 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.569 KB) | DOI: 10.31332/am.v6i2.258

Abstract

Abstrak: Kehadiran al-Quran sebagai sumber hukumdalam Islam telah menjadi konsensus umat Islam sebagaimukjizat yang memberikan petunjuk kepada NabiMuhammad Saw, ia diturunkan untuk menjadi pelita danpetunjuk bagi manusia dalam menghadapi persoalankehidupannya di masa kini dan masa yang akan datang.Al-Quran sebagai pedoman bagi manusia, menjadisumber kebenaran yang mutlak. Nabi Muhammad Saw.diutus dengan kewenangan menjelaskan danmenyampaikan prinsip-prinsip dan ajaran-ajaran yangada di dalamnya karena itu kebenaran al-Quran sebagairujukan di atur dalam per undang-undangan bagimanusia tidak disanksikan lagi, namun untuk memahamimakna yang terkandung didalamnya, al-Quran haruslahsenantiasa dibaca dan dikaji dengan sungguh-sungguhkarena ia bukanlah kitab yang mudah dipahami.Itulah sebabnya maka seiring dengan perjalanan waktu,ilmu tafsir terus berkembang dan jumlah kitab-kitabtafsir terus bertambah dengan beraneka corak. Dan paraulama tafsir belakangan kemudian memilih kitab-kitabtafsir berdasarkan metode penulisan ke dalam empatmacam metode tafsir yaitu tahlili, ijmali, muqarin danmaudhu’i.Kata Kunci: model-model tafsir
KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR FAKULTAS USHULUDDIN, ADAB DAN DAKWAH IAIN KENDARI AMRI AMRI
Al-MUNZIR No 2 (2017): VOL 10 NO.2 NOVEMBER 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.853 KB) | DOI: 10.31332/am.v10i2.806

Abstract

Tulisan ini akan membahas tentang kemampuan membaca Al-Qur’an  pada mahasiswa program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kendari khususnya mahasiswa angkatan III. Penulis akan memaparkan kemampuan mahasiswa dalam mengetaui makhraj huruf hijāiyyah (tempat keluar huruf hijāiyyah), sehingga tidak salah dalam membaca Al-Qur’an. Selain makhraj huruf hijāiyyah yang harus diketahui oleh setiap muslim, maka madd, nūn mati atau tanwīn ( ـً , ـٍ , ـٌ ), mīm mati, qalqalah, lafẓuljalālah, rā’dan sebagainya yang berkaitan dengan bacaan Al-Qur’an. Berdasarkan hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Kendari yang memiliki kemampuan mengucapkan ayat-ayat Al-Qur’an secara benar berdasarkan dengan kaedah ilmu tajwid, seperti: kaedah makhraj huruf hijāiyyah, madd, nūn mati dan tanwīn, mīm mati, qalqalah, lafẓuljalālah dan rā’. Responden merupakan penghafal Al-Qur’an Akan tetapi, walaupun mereka dapat mengucapkan ayat-ayat Al-Qur’an secara benar sesuai dengan kaedah ilmu tajwid yang disebutkan di atas, namun mereka  tidak dapat menjelaskan tentang makhraj masing-masing huruf hijāiyyah baik yang ada padanannya dengan huruf bahasa Indonesia maupun yang tidak ada padanannya dengan huruf bahasa Indonesia.   Kata Kunci: Al-Quran, Program tudi ilmu al-qur’an dan tafsir 
PENGARUH POLA ASUH DALAM MEMBENTUK KETERAMPILAN SOSIAL ANAK Hadi Machmud
Al-MUNZIR No 1 (2013): Vol. 6 No.1 Mei 2013
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.864 KB) | DOI: 10.31332/am.v6i1.239

Abstract

Abstrak: Keterampilan sosial merupakan pengetahuan tentang perilaku manusia dan proses antarpribadi, kemampuan memahami perasaan, sikap, motivasi orang lain tentang apa yang dikatakan dan dilakukannya, dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan jelas dan efektif serta kemampuan membangun hubungan yang efektif dan kooperatif. Keterampilan sosial anak terbentuk sangat dipengaruhi oleh pola pengasuhan orang tua. Apa yang diperoleh dari orang tua akan menjadi pengalaman awal anak yang akan mempengaruhi kepribadian anak selanjutnya. Merujuk dari teori John Loke yaitu empirisme, bahwa manusia lahir bagikan kertas putih, akan menjadi apa anak tersebut dikemudian hari, akan sangat tergantung dari apa yang dituliskan di atasnya, artinya pengalaman apa yang didapatkan anak termasuk faktor pendidikan dan pola asuh orang tua menjadi bahan tulisan yang akan mewarnai kehidupan ataupun kualitas diri anak tersebut, dan yang paling mewarnai dari tulisan tersebut adalah tulisan yang pertama dilakukan oleh orang tuanya. Hal ini sejalan dengan pendapat Freud yang menyatakan bahwa kepribadian sebenarnya telah terbentuk pada akhir tahun kelima dan perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya merupakan penghalusan struktur dasar itu.Kata Kunci: pola asuh, keterampilan sosial
FACEBOOK SEBAGAI MEDIA DAKWAH AMINUDIN AMINUDIN
Al-MUNZIR No 1 (2017): VOL 10 NO.1 MEI 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.215 KB) | DOI: 10.31332/am.v10i1.796

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menyajikan  informasi tentang salah satu jaringan media sosial yang bisa digunakan oleh para da’i dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah yaitu facebook. Fasilitas tersebut merupakan suatu alternatif yang efektif  dalam upaya untuk menghubungkan antara individu yang satu dengan yang lain  agar terjalin hubungan silaturrahmi yang harmonis dan saling menguntungkan.Salah satu unsur yang sangat menunjang di dalam proses berlangsungnya dakwah yang dikenal pula dengan istilah media dakwah. Media dakwah, tidak cukup hanya mengandalkan media-media tradisional, seperti melalui ceramah-ceramah dan pengajian-pengajian yang masih menggunakan media komunikasi oral atau tutur. Penggunaan media-media komunikasi modern sesuai dengan taraf perkembangan daya pikir manusia harus dimanfaatkan sedemikian rupa, agar dakwah Islam lebih mengena sasaran dan tidak out of date. Diantaranya adalah facebook sebagai salah satu jaringan media sosial. Facebook sebagai salah satu media dakwah tidak dapat dipungkiri juga memiliki dampak positif dan negatif dalam menyampaikan dakwah. Diantara dampak positifnya adalah Dakwah via media facebook  merupakan alternatif dakwah selain dakwah melalui kontak langsung tatap muka dan dakwah dalam bentuk tulisan panjang selain dalam bentuk message dan status, juga dapat disampaikan lewat notes atau catatan dan gambar dalam photo. Adapun dampak negatifnya, diantaranya adalah Tulisan-tulisan bernada dakwah yang di postkan oleh status maupun notes atau catatan, biasanya komentarnya jarang dan efek dari proses dakwah via facebook ini kurang bisa diamati secara maksimal karena bersifat maya.Kata Kunci: Facebook dan Media Dakwah
BAHASA QURAISY SEBAGAI BAHASA PERSATUAN TIMUR TENGAH NASRI AKIB
Al-MUNZIR No 1 (2016): VOL.9. NO. 1 MEI 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.456 KB) | DOI: 10.31332/am.v9i1.780

Abstract

Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat kaya dan memiliki banyak dialek, salah satunya adalah dialek Quraisy, yang dalam kenyataannya memenangkan ‘pertarungan’ menjadi dialek persatuan bangsa Arab di Timur Tengah.Para pakar bahasa dari berbagai spesialis kepakaran khususnya ilmu linguistik, mengemukakan keunikan dan keistimewaan dialek Quraisy sehingga layak menjadi dialek persatuan bangsa Arab. Dialek atau bahasa Quraisy adalah bahasa yang sangat maju dibanding bahasa Arab lainnya karena telah digunakan dalam tradisi prosa, puisi, dan syair di kalangan pemuka bangsa Arab. Penggunaan kosakata, kaidah sintaksis dan morfologi dalam dialek ini pun sangat matang. Selain keistimewaan bahasa, suku Quraisy juga secara politik ekonomi sangat diuntungkan karena suku ini berdomisili di Makkah yang merupakan pusat peradaban Arab masa itu karena Ka’bah adalah daya tarik utama kedatangan orang Arab dari segala penjuru.Eksistensi dialek Quraisy selanjutnya semakin matang ketika Islam datang mengutus Rasul dari kalangan Quraisy sekaligus Al-Qur’an dan hadis-nya menggunakan bahasa tersebut. Bahasa Quraisy dengan demikian menunjukkan keunggulan dan kerasionalannya dengan perannya dalam menentukan hukum syariat dalam Islam dengan dinobatkannya sebagai bahasa wahyu. Kata Kunci: Quraisy, bahasa Arab, bahasa persatuan.