cover
Contact Name
Septyanto Kurniawan
Contact Email
s_yan_k@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sipilummetro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
TAPAK (Teknologi Aplikasi Konstruksi) : Jurnal Program Studi Teknik Sipil
ISSN : 20892098     EISSN : 25486209     DOI : -
Core Subject : Engineering,
TAPAK ISSN: 2548-6209 (Electronic) & ISSN: 2089-2098 (Print) adalah jurnal peer-review yang menerbitkan artikel ilmiah dari disiplin ilmu teknik sipil, yang mencakup bidang studi : • Bahan bangunan dan bangunan, • Mekanika dan fisika struktural, • Rekayasa geoteknik, • Rekayasa jalan dan jembatan, • Rekayasa dan ekonomi perkotaan, • Konstruksi teknologi, ekonomi dan manajemen, • Teknologi informasi dalam konstruksi, • Proteksi kebakaran, thermoinsulation dan renovasi bangunan, • Keamanan tenaga kerja dalam konstruksi.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2017): November 2017" : 10 Documents clear
PENENTUAN JARAK ANTAR STASIUN HUJAN DENGAN METODE KAGAN RODDA DI DAS KEDUNGLARANGAN KABUPATEN PASURUAN PROVINSI JAWA TIMUR Eri Prawati; Very Dermawan
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2017): November 2017
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v7i1.664

Abstract

Kualitas dari data dasar yang akan digunakan untuk suatu analisa sungai tergantung dari seberapa jauh pos hidrologi yang ada, dapat memantau karakteristik hidrologi dalam suatu daerah aliran sungai tersebut. Berapa jumlah pos hidrologi yang perlu ditempatkan dalam suatu DAS untuk memantau karakteristik hidrologi secara akurat dan benar. Permasalahannya adalah apakah jumlah pos-pos yang tersedia yang ada saat ini dalam suatu daerah aliran sungai sudah memadai, apakah jumlah dan lokasinya dapat memantau karakteristik hidrologi daerah tersebut. Adalah tidak mungkin dan diperlukan suatu biaya yang sangat mahal jika jumlah pos hidrologi sangat banyak. Dalam kondisi dimana jumlah pos terlalu banyak maka untuk melakukan analisa hidrologi kadang-kadang timbul masalah, pos mana yang akan digunakan apakah seluruhnya atau sebagian saja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara stasiun hujan eksisting dan stasiun hujan menggunakan metode Kagan Rodda. Stasiun hujan eksisting mempunyai 16 stasiun hujan, setelah menggunakan metode Kagan Rodda menjadi 13 stasiun hujan dengan kesalahan relatif 1,977 %.Kata kunci: jarak, stasiun hujan, Kagan Rodda
PEMETAAN POTENSI MATERIAL UNTUK MENUNJANG PEMELIHARAAN RUAS JALAN DONGI-DONGI (BATAS KABUPATEN SIGI) – KASIGUNCU KABUPATEN POSO Suratnan Tahir
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2017): November 2017
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v7i1.659

Abstract

Jalur Dongi - dongi – Kasiguncu adalah satu-satunya jalan alternatif yang menghubungkan Kota Palu sebagai pusat kegiatan nasional dan beberapa kabupaten di wilayahTimur Sulawesi Tengah yang memerlukan proses pemeliharaan yang berkelanjutan untuk dapat menjamin akses ke transportasi darat jika jalan Parigi – Poso terputus. Untuk menjamin terlaksananya kegiatan pemeliharaan yang diperlukan sumber daya materi mampu memasok kebutuhan untuk pemeliharaan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan sumber daya material untuk kebutuhan pemeliharaan jalan melalui pemetaan bahan potensial berdasarkan kondisi jaringan jalan yang akan dilayani di ruas jalan Dongi - dongi (PerbatasanSigi) –Kasiguncu Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasi lapangan,pengukuran langsung pada quarry untuk mengidentifikasi deposit material penelusuran data pengujian material pada UPT Pengujian Bahan Dinas Bina Marga Daerah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mengetahui mutu material yang selama ini telah diuji dan digunakan dilokasi. Untuk mengkonfirmasi hasil yang diperoleh, dilakukan survey wawancara kepada pengawas dan pengamat jalan. Data yang diperoleh dikompilasi dengan bantuan Microsoft Excel untuk menghitung daya dukung quarry, kebutuhan material dan distribusi material pada ruas-ruas jalan yang ditinjau. Hasil perhitungan digambarkan dalam bentuk peta potensi dan strip map untuk mengetahui seksi jalan yang dapat dipasok oleh masing-masing quarry dengan kriteria jarak angkut kondisi medan jalan kerja. Hasil observasi lapangan telah memperoleh 9 potensi quarry sepanjang ruas-ruas jalan diantara Dongi-dongi – Kasiguncu. Dari 9 potensi quarry, terdapat 3 quarry yang dapat digunakan sebagai material konstruksi untuk semua lapisan perkerasan jalan standar dan mampu menjamin pasokan material yang memenuhi syarat teknis dan berada pada lokasi yang dapat dimanfaatkan. Quarry yang dimaksud adalah Q1 di Km 54 +000 Sungai Sopu Hilir dengan cadangan material 240.000 m3 dan daya dukung 45,29 Km, Q8 di Km 193+ 000 Km dan Q9 di Km 199 + 000 Sungai Puna yang terletak 900 m dari Ujung Ruas, dengan cadangan material yang sama 1.080.000 m3 atau dengan daya dukung 139,75 Km. Untuk kebutuhan terbatas, material dapat di peroleh di Km 103 Quarry Sungai Lairiang, di Sungai Maholo Km 124+000, Sungai Hae Kilometer 150+000. Terdapat 3 quarry tidak direkomendasikan sebab terdapat dalam Kawasan Taman Nasional Lore-Lindu yakni; Q2 di Km 83+000 Sopu Hulu dan Q3 di Km 95+700 Sungai Lairiang Sedoa dan Q7 di Km 164+000 quarry Gunung Sanginora yang tidak memenuhi syarat teknis.Kata kunci : Pemetaan, Sumber Daya Material, Pemeliharaan Jalan, Ruas Dongi-dongi-Kasiguncu
ANALISA PENGUJIAN DYNAMIC CONE PENETROMETER (DCP) UNTUK DAYA DUKUNG TANAH PADA PERKERASAN JALAN OVERLAY (Studi Kasus: Ruas Jalan Metro – Tanjungkari STA 7+000 s/d STA 8+000) Masykur Masykur; Septyanto Kurniawan
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2017): November 2017
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v7i1.660

Abstract

Perkerasan jalan ada tiga jenis yaitu perkerasan lentur, perkerasan kaku dan pekerasan komposit yaitu kombinasi dari perkerasan lentur dengan perkerasan kaku. Konstruksi perkerasan jalan lentur (fleksibel pavement), yaitu suatu susunan konstruksi perkerasan yang lapisan atas beraspal serta bahan berbutir yang terletak dibawahnya.Perencanaan berada di Ruas Jalan Metro–Tanjungkari, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Perencanaan ini meliputi survey lalu lintas dan mengetahui California Bearing Ratio (CBR) tanah dasar. Tujuan dari perencanaan ini adalah mempelajari dan memahami dalam merencanakan perkerasan lentur (fleksibel pavement) dengan mengacu pada Metode Analisa Komponen Bina Marga.Untuk merencanakan lapis perkerasan lentur (flexible Pavement) dibutuhkan data-data primer dan data-data sekunder. Data tersebut terdiri dari kondisi existing jalan, LHR dan CBR tanah dasar. Sedangkan hasil pengelolahan dan perhitungan hasil penelitian dilapangan diperoleh susunan perkerasan jalan yaitu laston (overlay) 4 cm, lapis AC–BC 10 cm, lapis macadam 15 cm dan telford 20 cm.Kata kunci: Anlis DCP Terhadap DDT Jalan Overlay.
ANALISA DAYA DUKUNG TANAH (DDT) PADA SUB GRADE/TANAH DASAR (Studi Kasus Ruas Jalan Ki Hajar Dewantara, 38 B Banjar Rejo Lampung Timur-Batas Kota Metro) Amran, Yusuf; Surandono, Agus
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2017): November 2017
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v7i1.569

Abstract

Tanah dasar sebagai pondasi perkerasan di samping harus mempunyai kekuatan atau daya dukung terhadap beban kendaraan, maka tanah dasar juga harus mempunyai stabilitas volume akibat pengaruh lingkungan terutama air. Tanah dasar yang mempunyai kekuatan dan stabilitas volume yang rendah akan mengakibatkan perkerasan mudah mengalami deformasi dan retak. Perkerasan yang dibangun pada tanah dasar yang lemah dan mudah dipengaruhi lingkungan akan mempunyai umur pelayanan yang pendek. Tanah dasar di ruas Jalan Ki Hajar Dewantara 38 B Banjar Rejo Lampung Timur perlu dilakukan analisa lebih lanjut karena terindikasi tanah lempung lunak. Ruas jalan tersebut adalah salah satu ruas jalan di Lampung Timur yang sering mengalami kerusakan walaupun telah dilakukan perbaikan perkerasan terutama pada musim hujan dan ketika mengalami kelebihan tonase kendaraan yang melewati jalan tersebut, hal ini adalah salah satu fenomena yang melatar belakangi dilakukannya analisis ini karena ruas jalan tersebut merupakan salah satu jalan penghubung antara Kota Metro-Kabupaten Lampung Timur yang dilalui kendaraan baik pribadi maupun kendaraan umum dengan tonase berukuran kecil sampai besar. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan data dan gambaran mengenai kondisi lapisan tanah dasar bawah permukaan jalan dan mendapatkan nilai Daya Dukung Tanah ditinjau dari nilai CBR tanah dasar serta usaha/cara yang dapat dilakukan guna meningkatkan Daya Dukung Tanah dasar pada lokasi penelitian. Dari hasil pengujian dan analisa terhadap sample-sample tanah dasar yang berasal dari lokasi penelitian yang diuji di laboratorium mekanika tanah meliputi pengujian kadar air tanah asli, berat jenis tanah, analisa saringan, atterberg limit, standard proctor dan CBR laboratorium, didapatkan data dan hasil sebagai berikut; berdasarkan nilai berat jenis tanah dan klasifikasi tanah, tanah dasar pada lokasi penelitian termasuk pada jenis tanah lempung organik, dengan nilai berat isi kering maksimum (γd Max.) dan OMC rata-rata dari 16 (enam belas) titik pengujian di lapangan adalah sebesar 1,30 gr/cm3 dan 9,49 % serta nilai CBR laboratorium rata-rata sebesar 2,66 %. Merujuk dari hasil yang diperoleh maka peneliti menyarankan/merekomendasikan dilakukannya perbaikan/stabilisasi tanah dasar di lokasi penelitian guna meningkatkan Daya Dukung Tanah dasar untuk peningkatan kualitas jalan pada lokasi penelitian (Ruas Jalan Ki Hajar Dewantara 38B Banjar Rejo Lampung Timur-Batas Kota Metro).Kata Kunci : Tanah Dasar, DDT, Lempung Organik.
ANALISA KERUSAKAN PERKERASAN JALAN DITINJAU DARI DAYA DUKUNG TANAH DAN VOLUME LALU LINTAS (Studi Kasus : Ruas Jalan Metro – Tanjung Kari di Kecamatan Sekampung Lampung Timur STA 10+600 s/d 11+600) Hadijah, Ida; Putra, Dian Nafi Surya
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2017): November 2017
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v7i1.661

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis kerusakan jalan, faktor penyebabnya serta solusi untuk mengatasi kerusakan yang terjadi. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan data primer berupa hasil survei kerusakan jalan pada ruas Jalan Tanjung Kari – Metro adalah berlubang (rusak berat).Penelitian ini mengunakan sampel tanah dari lapangan dengan menggunakan alat Hand Bore Test (Bor Tangan) untuk mengambil tanah dan hasil survei Lalu Lintas di Ruas Jalan Tanjung Kari – Metro, Kecamatan Sekampung, Kabupaten Lampung Timur yang dilakukan pada tanggal 6 April 2017 sampai 26 April 2017.Berdasarkan hasil dari penelitian menyebutkan pada Ruas Jalan Tanjung Kari-Metro, kondisi jalan dalam kondisi rusak berat, pada hasil pengujian CBR (California Bearing Ratio) didapai nilai sebesar 3,77%, peningkatan pertumbuhan kendaraan sebesar 20,77% , diambil hari Senin 6 April 2017 dihari sibuk dengan total kendaran berat sebesar 315 kendaraan, melebihi standar untuk jalan Kolektor. Dari hasil tersebut menunjukan bahwa untuk mengatasi permasalahan tersebut salah satu cara atau metode yang dipergunakan memperbaiki kualitas tanah dasar (Subgrade) atau sebaiknya menggunakan konstruksi perkerasan kaku (Rigid Pavegment).Kata kunci: Perkerasan Jalan, CBR, Volume Lalu Lintas
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL DIPONEGORO SUDUT POLRES KOTA METRO Sriharyani, Leni; Hadijah, Ida
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2017): November 2017
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v7i1.656

Abstract

Arus lalu lintas yang melewati simpang bersinyal sudut Polres Kota Metro tergolong tinggi, baik kendaraan roda dua, kendaraan ringan, kendaraan berat dan kendaraan tidak bermotor. Pada jam puncak pagi, siang dan sore terlihat antrian kendaraan yang terkena lampu merah untuk pendekat selatan, panjangnya bisa melampaui simpang Jl. K.H. Ahmad Dahlan. Hal ini jelas mengganggu pergerakan kendaraan yang akan keluar masuk Jl. K.H. Ahmad Dahlan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja simpang bersinyal sudut Polres Kota Metro mencakup kapasitas, panjang antrian, kendaraan terhenti dan tundaan dengan menggunakan pendekatan MKJI 1997 serta memberikan alternatif solusi masukan atas pemecahan permasalahan pada simpang tersebut. Metoda yang digunakan adalah dengan melakukan pengumpulan data primer dan data sekunder, survey geometrik simpang, survey rambu dan marka jalan, survey volume lalu lintas, survey fase sinyal, waktu siklus dan waktu hijau. Dari hasil analisis yang telah dilakukan diketahui bahwa Kinerja simpang bersinyal Diponegoro sudut Polres Kota Metro tergolong buruk terutama pada jam sibuk sore. Tundaan rata-rata simpang sebesar 45,52 det/smp. Dari nilai tundaan tersebut maka tingkat pelayanan simpang termasuk dalam kategori E, dengan kondisi arus tidak stabil, volume lalu lintas mendekati kapasitas jalan dan kecepatan rendah, kepadatan lalu lintas tiggi, pengemudi mulai merasakan kemacetan durasi pendek. Alternatif solusinya adalah dengan merubah waktu hijau (green time) untuk keempat pendekat, yakni menjadi 21, 26, 17 dan 20 detik untuk pendekat utara, selatan, timur dan barat.Kata Kunci : Panjang Antrian, Simpang Bersinyal, Tundaan.
KAJIAN KARAKTERISTIK INFILTRASI SEDIMEN DI KAWASAN RAWAN BENCANA PADA DAS SUNGAI PUTIH PASCA ERUPSI GUNUNG MERAPI TAHUN 2010 Ikhsan, Jazaul; Harsanto, Puji; Sasongko, Danang
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2017): November 2017
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v7i1.662

Abstract

Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada tahun 2010 yang lalu adalah salah satu letusan terbesar dalam sejarah Merapi, yang menghasilkan material dengan volume material yang mencapai 150 juta m3. Salah satu material yang paling dominan adalah abu vulkanik. Material ini memiliki sifat yang cepat mengeras dan sulit ditembus oleh air, baik dari atas maupun dari bawah permukaan, sehingga menyebabkan peresapan air ke dalam tanah (infiltrasi) menjadi terganggu. Kapasitas peresapan air ke dalam tanah (kapasitas infiltrasi) menentukan besarnya limpasan permukaan (surface run off). Oleh sebab itu diperlukan adanya studi untuk mengetahui nilai kadar air, kapadatan tanah lapangan, kapasitas infiltrasi, dan volume total air infiltrasi.Tulisan ini membahas tentang studi pengujian kepadatan tanah dengan menggunakan alat kerucut pasir (sand cone) dan pengambilan sampel tanah menggunakan silinder dengan diameter 10 cm dan tinggi 30 cm. Pengukuran laju infiltrasi digunakan double ring infiltrometer dengan ukuran diameter ring 55 cm dan 30 cm, dengan tinggi 27 cm. Studi dilakukan di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Merapi pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Putih. Titik-titik pengujian terbagi menjadi tiga lokasi yaitu KRB I, KRB II, dan KRB III, dalam satu titik dilakukan dua kali pengujian untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.Hasil studi diperoleh kesimpulan bahwa nilai kadar air pada KRB I sebesar 38,27 %, pada KRB II sebesar 22 %, pada KRB III sebesar 23.66 %. Nilai kepadatan tanah lapangan pada KRB I sebesar 8,82 kN/m3, pada KRB II sebesar 13,59 kN/m3, pada KRB III sebesar 11,84 kN/m3. Nilai kapasitas infiltrasi pada KRB I sebesar 63,356 cm/jam, pada KRB II sebesar 3,057 cm/jam, pada KRB III sebesar 27,046 cm/jam. Volume total air infiltrasi area 1m2 pada KRB I sebesar 0,6427 m3, pada KRB II sebesar 0,051 m3, pada KRB III sebesar 0,311 m3.Kata kunci: Infiltrasi, Kawasan Rawan Bencana, Merapi, Sedimen
PENGARUH KONDISI DRAINASE TERHADAP KERUSAKAN PERKERASAN JALAN LENTUR DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) Veti Novitasari; Dadang Iskandar
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2017): November 2017
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v7i1.657

Abstract

Kerusakan pada jalan pada perkerasan lentur sangat umum terjadi yang diakibatkan oleh banyak faktor, salah satu faktor kerusakan yaitu karena air yang bergantung pada keberadaan kondisi drainase. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh dari kondisi drainase terhadap kerusakan jalan lentur serta untuk menganalisis bentuk pengaruh yang dihasilkan dari masing-masing wilayah. Wilayah yang menjadi tinjauan adalah jalan Kota Metro yaitu Jalan Sudirman, Ahmad Yani, Sultan Sahrir, Kenanga, Soekarno Hatta dan Nasution. Dari hasil penelitian menggunakan Metode ANOVA didapatkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh kerusakan jalan yang diakibatkan oleh kondisi drainase dibuktikan dengan hasil Fhitung lebih besar daripada Ftabel yaitu 5,89 dan 6,81 pada seluruh wilayah yang menjadi tinjauan. Kerusakan terbesar diakibatkan oleh kondisi buruknya drainase dengan luas kerusakan mencapai 36 persen dari total kerusakan, kerusakan akibat kondisi drainase sedang mencapai 33 persen dari total kerusakan, kerusakan akibat tidak ada drainase mencapai 28 persen dari total kerusakan dan kerusakan akibat drainase baik mencapai 2,6 persen dari total kerusakan. Luasan yang dihasilkan oleh kondisi drainase buruk mencapai 324.73 meter2, kondisi drainase sedang mencapai 298.38 meter2, kondisi tidak ada drainase mencapai 251.2 meter2, dan kondisi drainase baik mencapai 23.82 meter2. Untuk luas kerusakan sebagian besar terpusat pada jenis kerusakan potholes kemudian diikuti dengan Alligator Cracking dan Patching.Kata Kunci : Drainase, Perkerasan, PCI.
ANALISIS KAPASITAS PARKIR KENDARAAN PADA RUMAH SAKIT UMUM MUHAMMADIYAH METRO Agus Surandono; Ardinal Putra Ariya
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2017): November 2017
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v7i1.663

Abstract

Kota Metro saat ini menjadi salah satu kota di Provinsi Lampung yang sedang berkembang pesat. Sebagai salah satu tempat pelayanan kesehatan yang ada di kota Metro, Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Metro sudah tentu seharusnya memiliki fasilitas parkir yang memadai dan lebih tertata untuk menampung kendaraan pengunjung maupun karyawan rumah sakit serta untuk menunjang pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai akumulasi parkir, durasi parkir, kapasitas parkir, indeks parkir dan parking turn over pada Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Metro. Survei dilakukan selama 7 hari. Pengamatan dilakukan selama 16 jam yaitu pukul 06.00 – 22.00 WIB. Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Metro ini meliputi survei Cordon Count atau medirikan pos – pos pencatat terpisah, dimana masing – masing pos menghitung jumlah kendaraan yang datang dan meninggalkan area parkir setiap interval waktu tertentu. Selain itu dilakukan juga survei Patrol Survey yaitu dengan melakukan pencatatan langsung nomor polisi kendaraan yang masuk dan keluar dari lokasi pada waktu interval waktu tertentu.Dari hasil analisis terhadap kapasitas kendaraan parkir pada Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Metro selama satu minggu pengamatan diperoleh jumlah akumulasi parkir kendaraan terpadat. Untuk kendaraan roda empat sebesar 29 kendaraan sedangkan untuk kendaraan roda dua sebesar 87 kendaraan. Untuk satuan ruang parkir kendaraan yang ada saat ini ialah 43 kendaraan untuk kendaraan roda empat dan 150 kendaraan untuk kendaraan roda dua. Dari nilai akumulasi parkir kendaraan tersebut diatas dapat dilihat bahwa kapasitas parkir kendaraan roda empat dan kapasitas parkir kedaraan roda dua masih dapat menampung jumlah kendaraan yang ada.Kata Kunci : Satuan Ruang Parkir, Kapasitas Parkir, Rumah Sakit
KORELASI NILAI PAVEMENT CONDITION INDEX TERHADAP KERUSAKAN JALAN PADA PERKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN LIFE CYCLE COST ANALYSIS Septyanto Kurniawan; Dwi Indah Nurlita
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 7, No 1 (2017): November 2017
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v7i1.658

Abstract

Bertambahnya umur jalan menyebabkan menurunya kemampuan layan jalan. Studi kasus penelitian dilakukan di Jalan Sudirman-Jalan A.H. Nasution-Jalan Ahmad Yani-Jalan Sultan Syahrir dan Jalan Soekarno Hatta, karena ruas jalan tersebut merupakan jalan utama Kota Metro dan menjadi gerbang lalu lintas baik dari Bandar Lampung, Sukadana, Sekampung dan Metro Kibang. Pada lokasi penelitian volume lalulintas tinggi dan sering terjadi kerusakan jalan sehingga diperlukan penanganan dan pemeliharaan yang lebih intensif. Penilaian kondisi jalan menggunakan Pavement Condition Index untuk menentukan jenis pemeliharaan jalan yang akan dilakukan. Data kerusakan jalan dengan jenis pemeliharaan preventive treatment teridentifikasi 178 titik kerusakan, data tersebut akan digunakan untuk membuat skenario strategi pemeliharaan jalan.Skenario pertama memiliki umur treatment 6 tahun, strategi pemeliharaan jalan yang dilakukan yaitu treatment crack filling dan crack sealing, thin overlay dan overlay. Kemudian akan dihitung pengaruh tingkat suku bunga dan inflasi sebesar 12,32 % terhadap estimasi biaya pemeliharaan, selama life cycle 6 tahun diperoleh NPV total sebesar Rp 481.945.572,-. Ststrategi pemeliharaan jalan selanjutnya yaitu skenario dua akan dilakukan treatment berupa patching, seal coat, slurry seal, thin overlay dan overlay. Skeanrio dua memiliki umur treatment 7 tahun dan selama life cycle tersebut diperoleh NPV total sebesar Rp 931.140.290Dari umur treatment dan titik kerusakan yang sama akan diketahui potensi penghematan biaya dengan melakukan perbandingan terhadap overlay. Strategi pemeliharaan jalan skenario satu dan skenario dua berpotensi hemat biaya dengan setelah dilakukan perbandingan terhadap pemeliharaan overlay secara terus menerus. NPV total perbandingan skenario pertama terhadap overlay sebesar Rp 744.569.067,- dan NPV total perbandingan skenario dua terhadap overlay sebesar Rp 1.056.275.707,-.Kata kunci : Nilai PCI Pada Perkerasan Lentur Terhadap LCCA.

Page 1 of 1 | Total Record : 10