cover
Contact Name
Ratna Hidayati
Contact Email
ilkeskh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ratnahidayati1971@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL ILKES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
ISSN : 20871287     EISSN : 25499408     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ILKES fokus pada penelitian bidang kesehatan dengan cakupan bidang ilmu Keperawatan, Kebidanan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
Hubungan Pengetahuan, Sikap dan Peran Teman Sebaya dengan Perilaku Seksual Remaja di SMPN 176 Jakarta Barat Sri, Nina; Yanni, Novi
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i2.377

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku seksual adalah kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi yang berdampak pada sikap dan perilaku remaja tersebut. Pengetahuan dan sikap remaja dipengaruhi oleh lingkungan sekitar, salah satunya adalah interaksi dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan peran teman sebaya dengan perilaku seksual remaja di SMPN 176 Jakarta Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi dalam penitian adalah siswa-siswi berusia 13-16 tahun berjumlah 61 Responden yang seluruhnya dijadikan sebagai sampel penelitian dengan pengambilan sampel menggunakan teknik clustering sampling. Data primer digunakan dalam penelitian yang dikumpulkan menggunakan kuisioner dan dianalisis menggunakan Chi-Square. Hasil analisis data didapat bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (Pvalue=0,027; Odds Ratio=1,656) dan peran teman sebaya (Pvalue=0,000; Odds Ratio=13,546) dengan perilaku seksual remaja. Sedangkan sikap tidak berhubungan dengan perilaku seksual remaja (Pvalue=0,642). Diharapkan semua siswa di SMPN 176 Jakarta dapat mempertahankan sikap yang baik dengan terus memperbarui informasi tentang perilaku seksual melalui media massa dan seminar yang ada.
Hubungan Mobilisasi Dini Dengan Penyembuhan Luka Post Operasi Apendiktomi Di Rumah Sakit Islam Purwokerto Darmawan, Wisnu Dwi; Wibowo, Tophan Heri; Susanto, Amin
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i2.370

Abstract

Background: One of the factors that influences the wound healing process due to appendectomy is early mobilization. Early mobilization has the effect of improving and facilitating blood circulation so that the supply of nutrients to the wound tissue can be adequate and the healing process will be faster. Objective: This study aims to determine the relationship between early mobilization and post-appendectomy wound healing at Purwokerto Islamic Hospital. Method: This research uses a non-experimental quantitative method with a descriptive correlation design. The approach used is cross sectional with non-probability sampling techniques. The data analysis test used in this research is the Spearman rank rho correlation test. Results: The results of this study indicate that early mobilization and wound healing in post-appendectomy patients at the RSU at Purwokerto Islamic Hospital, most of the early mobilization was adequate, 10 respondents (50%) with post-appendectomy patients' wound healing good, 12 respondents (60%). The results of the Spearman Rank test show that the p-value (0.000) < α 0.05, which means that H0 is rejected and Ha is accepted. The correlation coefficient test value = 0.845, so it was found that there was a relationship between early mobilization and post-appendectomy wound healing at the Purwokerto Islamic Hospital. Conclusion: There is a relationship between early mobilization and post-appendectomy wound healing at Purwokerto Islamic Hospital with a p-value of 0.000 and correlation coefficient = 0.845.
Hubungan Antara Kesehatan Fisik dan Mental dengan Perkembangan Personal pada Remaja Madrasah Tsanawiyah di Jawa Barat Shabrina, Adzkia Bunga; Carsiwan, Carsiwan; Tarigan, Beltasar
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i2.379

Abstract

Kesehatan fisik dan mental merupakan kebutuhan dan dambaan semua manusia. Aktivitas sehari-hari tidak akan berjalan baik tanpa didukung dengan kesehatan yang baik. Untuk meraih kondisi kesehatan yang baik perlu usaha dan upaya yang harus dikerjakan oleh setiap individu. Usaha dan upaya meraih derajat kesehatan ini merupakan hal yang sangat penting bagi setiap orang yang wajib diperhatikan. Jika tidak, bisa jadi akan terserang berbagai penyakit. Perkembangan personal merupakan tahapan penting yang harus dilalui setiap individu. Perkembangan ini tahap demi tahap harus dilewati sesuai tugas perkembangan yang seharusnya. Jika tahapan perkembangan ini tidak dilewati sebagaimana mestinya maka akan terjadi kelainan psikologisnya. Perkembangan personal dibagi menjadi dua, yaitu perkembang personal psikologis dan perkembangan personal sosial. Tujuan penelitian ini ingin mengungkap hubungan antara kesehatan fisik dan mental dengan perkembangan personal remaja Madrasah Tsanawiyah di Jawa Barat. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Partisipan penelitian adalah siswa Madrasah Tsanawiyah di Jawa Barat. Jumlah responden 260 siswa dari 8 sekolah. Instrumen yang digunakan di adopsi dari instrument Sport Development Index (SDI) Mutohir dan Maksum (2007). Kusioner yang dijadikan sebagai kusioner penelitian yaitu 1) Kuesioner kesehatan fisik dan mental, dan 2) kuesioner perkembangan personal. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji korelasi person product moment (PPM) yang dibantu dengan SPSS. Hasil analisis menunjukan nilai koefisien korelasi sebesar 0,646 dan siginifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Simpulan terdapat hubungan yang signifikan antara Kesehatan fisik dan mental dengan perkembangan personal. Siswa yang memiliki kesehatan fisik dan kesehatan mental yang baik menunjukan perkembangan personal yang baik. Sebaliknya siswa yang memiliki kesehatan fisik dan kesehatan mental yang lemah menunjukan perkembangan personal yang lemah pula.
Study Diskriptif Resiko Jatuh Pada Lansia Kusnul, Zauhani; Nugroho, Christianto
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i2.369

Abstract

Abstrak Latar belakang: Jatuh didefinisikan sebagai kehilangan keseimbangan yang tidak disengaja sehingga menyebabkan seseorang secara tidak siap berada di lantai atau tanah. Jatuh pada lansia meningkat secara dramatis seiring bertambahnya usia dan merupakan penyebab utama cedera, kehilangan kemandirian dan kematian. Kejadian jatuh sering terjadi pada lansia, hal ini berhubungan dengan proses penuaan yang menyebabkan lansia mengalami penurunan berbagai fisiologis. Diantaranya penurunan fungsi sistem muskuloskeletal berupa penurunan kekuatan, elastisitas dan fleksibilitas otot, serta kecepatan waktu reaksi. Penurunan kekuatan otot selanjutnya akan menurunkan kemampuan mempertahankan keseimbangan tubuh lansia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan menggunakan metode diskriptif observasional yang dilaksnakan pada bulan April 2024 di panti sosial tresna werda Pare. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling, dengan kriteria inklusi lansia yang kooperatif, mampu mendengar dan melihat, mampu memahami dan mengikuti instruksi. Variabel penelitian ini meliputi ; kekuatan otot ekstremitas atas dan bawah, penurunan fungus kognitif, depresi dan penurunan kemampuan mobilitas. Hasil: Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kekuatan otot ekstremitas atas didapatkan hasil bahwa 21,6% lansia mengalami penurunan kekuatan otot, dan 59,5% lansia mengalami penurunan kekuatan otot ekstremitas bawah, mayoritas lansia mengalami penurunan fungsi kognitif, baik ringan, sedang maipun berat, resiko jatuh pada lansia menggunakan Tinetti Assesment Tool didapatkan bahwa semua lansia memiliki resiko jatuh dengan prosestase terbanyak adalah resiko tinggi (40,5%). Kesimpulan: Berdasar data hasil penelitian ini dapat ditarik Kesimpulan bahwa mayoritas lansia memiliki resiko untuk mengalami jatuh. Data studi pendahuluan ini dapat digunakan sebagai data awal perencanaan intervensi untuk mencegah dan menurunkan angka kejadian jatuh pada lansia. Kata kunci: lansia, resiko jatuh, kekuatan otot, kesembangan
Hubungan Konsumsi Sugar-Sweetened Beverages dan Aktivitas Fisik dengan Indeks Massa Tubuh pada Remaja Putri Aisyiyah, Suci Agnanni; Pratamaningtyas, Susanti; Sendra, Eny; Wijayanti, Lumastari Ajeng
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i2.363

Abstract

The prevalence of the problem of excess body mass index of adolescents with obesity category has increased worldwide over the past few decades including in Indonesia. Adolescent girls who consume sugar-sweetened beverages (SSB) with a frequency ≥ 1-6 times per week, and 81% do light physical activity. The purpose of the study was to determine the relationship between SSB consumption and physical activity with BMI in adolescent girls. Analytical research with a Cross-Sectional approach. Sampling was done by Proportionate Stratified Random Sampling, a sample of 90 adolescent girls at MAN 1 Kediri City. Data were collected using the BEVQ-15 and GPAQ questionnaires and analyzed with the Spearman Rank Test. Statistical tests showed p value = 0.000 < α (0.05) for the relationship between SSB consumption with BMI and p value = 0.005 < α (0.05) for the relationship between physical activity with BMI. SSB consumption and physical activity are associated with BMI. It is expected that young women maintain a normal body mass index by limiting the consumption of sugar-sweetened beverages, balancing the intake needs of nutrients in the body, and increasing physical activity.
Faktor Minat Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat Pada Wanita Usia Subur Di Wilayah Puskesmas Kediri Khasanah, Uswatun; Hardjito, Koekoeh; Cahyani, Desy Dwi; Widodo, Dyah Dwi
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i1.406

Abstract

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang banyak dialami oleh wanita di Indonesia, dengan jumlah kasus mencapai 36.633, atau 9,2% dari total 396.914 kasus kanker. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Kediri, tahun 2020 terdapat 9 orang yang menderita kanker serviks, sedangkan pada tahun 2019 jumlahnya tercatat 8 orang. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya angka pemeriksaan IVA pada wanita usia subur (WUS) adalah banyaknya WUS yang merasa takut dan malu untuk melakukan pemeriksaan IVA, sehingga mengurangi minat mereka untuk melakukannya. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian terdiri dari 571 Wanita Usia Subur (WUS), dengan sampel sebanyak 86 WUS yang dipilih menggunakan metode area random sampling setelah itu di simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, dan data dianalisis menggunakan Uji Chi Square dengan tingkat kesalahan p = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan dukungan suami dengan minat pemeriksaan IVA pada WUS (p = 0,016 dan p = 0,003). WUS dengan pengetahuan baik dan dukungan suami memiliki minat lebih tinggi terhadap pemeriksaan IVA dibandingkan yang memiliki pengetahuan kurang baik atau tidak mendapat dukungan suami. Namun, tidak terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan minat pemeriksaan IVA (p = 0,258). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan dan dukungan suami memengaruhi minat WUS untuk melakukan pemeriksaan IVA, dengan dukungan suami sebagai faktor yang paling dominan. Untuk meningkatkan partisipasi dalam pemeriksaan IVA, diperlukan edukasi yang lebih intensif bagi WUS dan melibatkan pasangan dalam program promosi kesehatan.
Pola Konsumsi Tuak Siwalan (Borassus flabellifer) dan Kaitannya dengan Status Gizi Pria Dewasa di Desa Sidorejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri Puspita, Berliana; Estiningtyas, Dian; Ayok, Lazarus
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 2 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i2.418

Abstract

The continuous consumption of fermented beverages such as tuak may pose adverse health effects due to their alcohol content. These effects include impaired consciousness, weight gain, hypertension, reduced immune function, and an increased risk of various degenerative diseases such as cancer, cardiovascular disorders, respiratory problems, and liver dysfunction. This study aims to describe the consumption patterns of tuak siwalan (Borassus flabellifer) and the nutritional status of adult males in Sidorejo Village, Pare Subdistrict, Kediri Regency. This research employed a descriptive approach focusing on two primary variables: the level of tuak consumption and nutritional status. Data were collected using a systematically structured questionnaire. The analysis revealed that the majority of respondents (40.0%) reported low-frequency tuak consumption, while the most prevalent nutritional status was obesity, found in 42.2% of the participants. These findings are expected to serve as a basis for increasing public awareness—particularly among adult males—of the importance of reducing tuak consumption as a preventive effort to improve nutritional status and maintain overall health, given their strategic role in family resilience.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Pencegahan Postpartum Blues Terhadap Kesiapan Psikologis Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Ngasem Inti Maya, Laura Viva; Winarni, Sri; Rahmawati, Rahajeng Siti Nur; Pratamaningtyas, Susanti
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i1.424

Abstract

Postpartum blues merupakan gangguan emosional ringan yang sering terjadi pada ibu setelah melahirkan dan berdampak negatif terhadap kesehatan mental ibu, perkembangan anak, serta keharmonisan keluarga. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan sejak masa kehamilan adalah pemberian pendidikan kesehatan untuk meningkatkan kesiapan psikologis ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang pencegahan postpartum blues terhadap kesiapan psikologis ibu hamil. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Ngasem, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner kesiapan psikologis, dan intervensi dilakukan melalui penyuluhan dengan media e-book dan leaflet. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan terhadap kesiapan psikologis ibu hamil (p-value = 0,000). Dapat disimpulkan bahwa, pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan kesiapan psikologis ibu hamil sebagai upaya pencegahan postpartum blues. Intervensi edukatif ini dapat menjadi strategi penting dalam pelayanan antenatal untuk menekan risiko gangguan mental pascapersalinan.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Pada Ibu Post Partum Kurniasari, Siela; Ajeng, Lumastari; Titisari, Ira
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i1.395

Abstract

Background: Two thirds of infant deaths occur during the neonatal period. IMD can reduce the risk of infant death by 22%. However, the IMD in 2018 was 58.2%, which was not optimal. This research is to determine the factors related to the implementation of IMD Methods: a literature review with a Systematic Mapping Study approach obtained from the Google Scholar and PubMed databases. Results: The results of the review show that factors related to the implementation of IMD include the birth process, knowledge, level of education, family support and support from health workers. Conclusion: : The dominant factors related to IMD in postpartum mothers are the birth process and support from health workers. Limitations in the population of articles are that the bias is too large because the age of the baby is up to 24 months
Fomulasi PMT “Browntule” Brownis dengan Penambahan Tepung Tulang Ikan Lele terhadap Daya Terima dan Kandungan Calsium Suprihartini, Cucuk; Puspita, Theresia
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v16i1.415

Abstract

Utilization of catfish bone flourl in food products consumed by the community can help intake the body's daily calcium needs. One way to utilize catfish bone flour into a food product that is widely liked is brownies. This type of research is quasi-experimental. The variables studied were the formulation of brownies with the addition of catfish bone flour and the acceptability of brownies as PMT for toddlers in Darungan Village, Pare District. The results of the study showed that the color acceptability of all the treatments above was in the good category, the highest value was 98.67% in the control and P1 treatment. The aroma acceptability of all the treatments above was in the good category, the highest value was 94.67 in the control and P2. The texture acceptability of all the treatments above was in the good category, the highest value was 85.33% in the P1 treatment. The taste acceptability of all the treatments above was in the good category, the highest value was 94.67% in the P2 treatment. Browntule 5%, meets the claim requirements as a calcium source product for toddlers. Browntule 10% meets the claim requirements as a calcium source product for the general public and pregnant women. The intake level of toddlers given 5% browntule PMT was 100%