cover
Contact Name
Ratna Hidayati
Contact Email
ilkeskh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ratnahidayati1971@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL ILKES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
ISSN : 20871287     EISSN : 25499408     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ILKES fokus pada penelitian bidang kesehatan dengan cakupan bidang ilmu Keperawatan, Kebidanan dan Gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
Peran Ketua Tim Dengan Kinerja Perawat Pelaksana Dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan Ritanalis, Theresia; Maryani, Lidya; Sinaga, Herwinda
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i1.313

Abstract

Abstract The quality of nursing services is strongly influenced by the process, role and function of nursing service management in this case the role is owned by the team leader. Meanwhile, the performance of implementing nurses in documenting nursing care is an integral part of efforts to improve the quality of nursing services. This study aims to determine the relationship between the role of the team leader and the performance of implementing nurses in documenting nursing care in the inpatient room of St. Antonius Hospital Pontianak. The research method in this study is a type of quantitative research descriptive correlation design with a cross-sectional approach. Subjects in the study were 105 nurses using total sampling technique so that the sample was as much as the population. Data collection using a team leader role questionnaire and nurse performance in documenting nursing care that has been tested for validity and reliability. The results showed that most of the respondents stated the role of the team leader and the performance of executive nurses in documenting nursing care in the good category. And based on the results of statistical analysis using the Fisher Excact test obtained a value of p = 0.002 where p <α (0.005) which means Ho is rejected Ha accepted. The conclusion is that there is a significant relationship between the role of the team leader and the performance of the executive nurse in documenting nursing care. Suggestions are submitted so that in the future the management, especially the nursing field, can create a work program to improve skills and leadership (Leadership) for team leaders through nursing leadership workshops (leadership nursing), with specific activities namely skills and leadership in the process of documenting nursing care
Gambaran Perilaku Perawat dalam Melakukan Kepatuhan Pemilahan Sampah Medis Melia, Stephanie; Sinaga, Anni; Yulianti, Fransiska
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i1.321

Abstract

According to the World Health Organization (WHO) report in 2014, the non-compliance of healthcare workers in managing medical waste, especially sharps, has had serious consequences. More than 66,000 healthcare workers were infected with Hepatitis B, 16,000 with Hepatitis C, and 200-5000 with HIV. In Indonesia, the Ministry of Health in 2020 reported that only 42.64% of healthcare workers complied with medical waste management standards in 2019. Non-compliance in the segregation of medical waste can pose a threat to the environment, patient safety, and healthcare workers.This research aims to evaluate the compliance behavior of nurses in the segregation of medical waste at St. Antonius Pontianak Hospital. The research method is quantitative with a descriptive approach. The study population includes 228 nurses in the inpatient ward of St. Antonius Pontianak Hospital. A sample of 107 nurses was selected using cluster random sampling. The research instrument is a questionnaire that has been validated and tested for reliability. The research results show that the majority of nurses have good knowledge (93%) and a positive attitude (91%) towards the segregation of medical waste. Additionally, 80% of nurses demonstrated good compliance behavior in the practice of medical waste segregation. In conclusion, the majority of nurses at St. Antonius Pontianak Hospital have good knowledge, attitude, and compliance behavior in medical waste segregation. A recommendation that can be made is the need for regular supervision schedules to ensure nurse compliance in the proper management of medical waste. This is crucial for maintaining patient safety, healthcare worker safety, and a healthy work environment.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja Perawat di Instalasi Gawat Darurat dan Ruang Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Sari, Diana; Sari, Nurhalina; Aryawati, Wayan; Riyanti, Riyanti
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v14i2.298

Abstract

Perawat dalam menjalankan tugasnya menghadapi berbagai hal yang bisa memicu terjadinya stres. Situasi yang dapat mencetus terjadinya stres kerja adalah seperti beban kerja perawat yang tinggi, tanggung jawab yang sangat tinggi terhadap keselamatan manusia, dan harus maksimal dalam melayani pasien. Stres pada perawat sangat perlu diperhatikan, karena apabila seorang perawat mengalami stres yang tinggi akan berdampak pada kualitas pelayanannya. Tujuan penelitian diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan stress kerja perawat di Instalasi Gawat Darurat Dan Ruang Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2023. Desain penelitian analitik kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian seluruh perawat pelaksana di IGD dan Ruang Bedah RSUDAM pada bulan September 2022 sebanyak 79 orang. Teknik sampel menggunakan Total Populasi sebanyak 79 orang. Pengolahan data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ada hubungan yang bermakna antara umur (p-value = 0,001, OR = 5,937), jenis kelamin (p-value = 0,003, OR = 4,571), pendidikan (p-value = 0,019, OR = 3,303), lama kerja (p-value = 0,001, OR = 5,353) dan beban kerja (p-value = 0,000, OR = 15,429) dengan stres kerja perawat di IGD dan Ruang Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Saran perlu telaah kebutuhan tenaga untuk menentukan kebutuhan tenaga perawat. Sehingga beban kerja yang diemban oleh perawat akan berkurang dan akan menurunkan tingkat stres para perawat. Pada akhirnya akan meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan kepada pasien di IGD dan Ruang Bedah RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung.
Citra Tubuh Dengan Gangguan Makan Binge Eating Disorder Pada Remaja Putri Usia 16-18 Tahun Puspita, Berliana; Estiningtyas, Dian
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i1.355

Abstract

Latar Belakang: Seiring dengan masa pubertas dan perjalanan menuju akhir masa remaja, banyak remaja putri mengalami peningkatan lemak tubuh serta kenaikan berat badan. Untuk mencapai berat badan yang diinginkan dan bentuk tubuh ideal, mereka sering menggunakan beragam metode seperti mengubah pola makan, rajin berolahraga, melakukan perawatan tubuh, bahkan sampai mengonsumsi pil diet. Namun, praktek-praktek tidak sehat ini seringkali menjadi pemicu gangguan makan yang serius. Gangguan makan yang kronis dapat mengakibatkan penderita menderita sakit kronis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara citra tubuh yang negatif dan gangguan makan pada remaja putri.Subjek dan Metode: Penelitian ini adalah sebuah penelitian observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan di beberapa Sekolah Menengah Atas di Kota Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada rentang waktu bulan Juli hingga Agustus 2022. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah gangguan makan, sedangkan variabel independennya adalah citra tubuh negatif. Instrumen penelitian menggunakan Kuisioner Multidimensional Body Self-Relation Questionnaire Appearance Scale (MBSRQ-AS) untuk mengukur kepuasan terhadap citra tubuh dan Eating Disorder Diagnostic Scale (EDDS) untuk menilai gangguan makan. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara citra tubuh negatif dan gangguan makan jenis binge eating disorder (p=0.004).Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa citra tubuh negatif memiliki pengaruh terhadap timbulnya gangguan makan.
Pisang Cavendish Efektif Menurunkan Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester 1 Hidayati, Ratna
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v14i2.341

Abstract

Emesis gravidarum sering dialami lebih dari 70% ibu hami trimester-1. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan nutrisi, dehidrasi, kelemahan, penurunan berat badan, serta ketidakseimbangan elektrolit. Pisang Cavendish mengandung vitamin B6 dan asam folat dapat menetralkan asam lambung dan memperbaiki fungsi pencernaan. Tujuan penelitian ini mengetahui efektifitas pisang cavendish terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1. Desain penelitian pre-eksperimen, populasi 35 responden, purposive sampling dengan sampel 25 responden. Variabel independen pisang cavendish dan variabel dependen emesis gravidarum. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis dengan wicoxon match pairs test. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan pisang cavendish responden mengeluh emesis di pagi saja (3 - 4 x) sebesar 44%, emesis pagi saja (< 3 x) dan pagi - malam (<4 x) masing-masing 24% serta emesis pagi (4 - 5 x) sebesar 2 %. Sedangkan setelah diberikan pisang cavendish, 36% responden mengeluh emesis di pagi saja (< 3 x), 28% sudah tidak mengeluhkan emesis lagi, 24% emesis di pagi saja (3 - 4 x), 12% emesis pagi - malam (< 4 x), serta 0% yang mengeluh emesis pagi - malam (4 - 5 x). Hasil analisis didapatkan nilai pValue sebesar 0,003 (nilai a = 0,05) yang artinya ada pengaruh mengkonsumsi pisang cavendish terhadap emesis gravidarum. Pisang cavendish efektif menurunkan emesis gravidarum mengingat kandungan yang dimiliki vitamin B6 dapat mengatasi mual muntah dengan cara mengubah protein menjadi asam amino yang dapat diabsorbsi secara efektif dan membantu mengubah karbohidrat menjadi energi. Disarankan ibu hamil trimester-1 mengkonsumsi pisang cavendish dalam mengatasi mual muntah dan mencegah dampak emesis.
Depresi Postpartum: Studi Retrospektif dengan Menganalisis Dukungan Suami Saat Persalinan Gayatri, Ni Luh Putu; Parwati, Ni Wayan Manik; Dwiyanti, Ni Kadek Neza; Haryati, Ni Putu Sri
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v14i2.291

Abstract

The postpartum period is a vulnerable period which can cause psychological disorders. One of them is postpartum depression. Generally, postpartum depression happened 13%. One of the social supports which influence during labor is husband support. However, not all of husband can give these supports. The objective is To determine the correlation between husband support during labor and postpartum depression incidence on postpartum mother. This study employed analytical correlation design. It was analyzed by using Spearman Correlation Test to determine the correlation with retrospective approach by using questionnaire. The data were collected by using total sampling technique in April- May 2023. There were 54 postpartum mothers recruited as the samples starting day 7-42 days in the working area of Public Health Center I South Denpasar. The result of spearman correlation test showed there was no correlation between husband support during labor and postpartum depression (p-value = 0,137 > 0,05). It showed 11% of mothers had risk of postpartum depression caused by less of husband support during labor. Depression incidence is not only influenced by internal factors but also external factor such as husband support. Husband support is not only needed during labor, but also it can be done everyday during postpartum. It is very important to reduce postpartum depression. Keywords: Experience, Postpartum Mother, Husband Support, Postpartum Depression
Pengetahuan Tentang HIV/AIDS Dengan Sikap Voluntarry Councelling and Testing (VCT) pada Ibu Rumah Tangga Susilawati, Dewi; Chadaryanti, Diyah
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i1.351

Abstract

Ibu rumah tangga menjadi salah satu kelompok yang beresiko tertular HIV/AIDS. Berdasarkan laporan eksekutif perkembangan HIV/AIDS dan penyakit infeksi menular seksual (PIMS) triwulan III tahun 2022 jumlah AIDS pada ibu rumah tangga sebanyak 18.848 orang. Penurunan layanan tes HIV menyebabkan penyebaran HIV/AIDS sulit dikendalikan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan sikap VCT pada ibu rumah tangga. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penleitian yaitu ibu rumah tangga yang berjumlah 75 orang, adapun sampel dalam penelitian berjumlah 60 orang yang dikumpulkan menggunakan kuisioner dengan teknik Accidental Sampling. Hasil analisis statistik dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pvalue = 0,035 dan nilai OR didapat 3,677. Disimpulkan ada hubungan antara pengetahuan HIV/AIDS dengan sikap VCT. Ibu rumah tangga yang memiliki pengetahuan kurang tentang HIV/AIDS beresiko 3,677 kali memiliki sikap negatif pada VCT.
Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pasien Human Immunodeficiency Virus Mengkonsumsi Anti Retroviral di Rumah Sakit Umum Bethesda Serukam Rahim, Rika; Manan, Srihesty; Prasetyo, Yunus Adi
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v14i2.299

Abstract

Tujuan utama pemberian Anti retroviral (ARV) adalah untuk mencegah morbiditas dan mortalitas yang berhubungan dengan Human Immunodeficieny Virus (HIV). Tujuan ini dapat dicapai melalui pemberian terapi ARV yang efektif sehingga kadar viral load tidak terdeteksi. Inisiasi ARV dini terbukti bermanfaat untuk pencegahan, bermanfaat secara klinis, meningkatkan harapan hidup dan menurunkan insidens infeksi terkait HIV dalam populasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kepatuhan Pasien HIV dalam mengkonsumsi ARV di Rumah Sakit Umum Bethesda Serukam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik korelasi dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 53 responden, pengambilan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada responden. Hasil penelitian menunjukkan belum seluruhnya responden memiliki kepatuhan tinggi mengkonsumsi ARV, dimana hampir setengahnya dari responden memiliki kepatuhan sedang mengkonsumsi ARV, yaitu 18 (33,96%) dan masih ada sebagian kecil dari responden yang memiliki kepatuhan rendah mengkonsumsi ARV, yaitu 10 (18,86%), tetapi hampir seluruhnya responden memiliki pengetahuan baik 42 (79,24%), hampir seluruhnya responden mendapat dukungan yang baik dari keluarga, yaitu sebanyak 44 (83,01%) dan seluruh reseponden 53 (100%) mendapat dukungan yang baik dari tenaga kesehatan. Hasil uji statistik dari masing-masing faktor diperoleh nilai p=>0.005. Simpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara faktor-faktor (pengetahuan, dukungan keluarga dan dukungan tenaga kesehatan) dengan kepatuhan pasien HIV mengkosumsi ARV di Rumah Sakit Umum Bethesda Serukam. Saran kepada tenaga kesehatan dapat terus berupaya mempertahankan dan meningkatkan kemampuan dalam memberikan dukungan dan pendampingan pada pasien HIV dan bagi peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan penelitian serupa dengan metode yang lebih baik, terutama dalam pemilihan kuesioner yang dapat menggali lebih banyak lagi informasi penting terkait layanan HIV.
Metode Role Playing Tentang Lifting And Moving Pada Kegawatdaruratan Terhadap Kemampuan Lifting And Moving Pada Masyarakat Sunaringtyas, Widyasih; Ishariani, Linda; Damayanti, Cindy
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v15i1.352

Abstract

Tindakan yang dilakukan pertama kali pada korban kecelakaan adalah suatu hal yang sangat penting dalam upaya penyelamatan hidup. Suatu bentuk pertolongan yang paling sering dilakukan oleh masyarakat adalah dengan cara memindahkan dan mengangkat korban yang mana tindakan ini sangat beresiko jika terjadi kesalahan dalam penanganan. Metode role playing merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kemampuan lifting and moving. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode role playing tentang lifting and moving pada kegawatdaruratan terhadap kemampuan lifting and moving pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental Design dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design yaitu serupa dengan pretest-posttest Group Design. Populasi 45 responden dengan menggunakan purposive sampling didapatkan besar sampel 44 responden dengan 2 kelompok yaitu 22 responden kelompok intervensi dan 22 responden kelompok kontrol. Tehnik tersebut dilakukan selama 45 menit dan dua kali pemberian. Analisis dengan Uji Paired T Test dan Independent T-Test. Hasil analisis data menggunakan Uji Paired T-Test pada kelompok perlakuan P value 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh metode role playing tentang lifting and moving terhadap kemampuan lifting and moving pada masyarakat, sedangkan kelompok kontrol P value 0,162 > 0,05 artinya tanpa adanya intervensi tidak efektif. Hasil Uji Independent T-Test, posttest kelompok perlakuan dan kelompok kontrol P value 0,000 < 0,05, artinya ada perbedaan hasil posttest kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Metode role playing memberikan informasi yang menarik dan mudah diingat masyarakat sehingga dapat meningkatkan ketrampilan seseorang. Setelah menerima informasi yang di dapat, masyarakat diharapkan dapat menerapkan pertolongan pertama kecelakaan dengan benar.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Self Management Behavior Pada Penderita Hipertensi Primer Lestari, Ni Kadek Yuni; Saraswati, Ni Luh Gede Intan
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35966/ilkes.v14i2.293

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko ketiga terbesar yang menyebabkan kematian dini karena dapat memicu terjadinya gagal jantung kongestif serta penyakit cerebrovaskuler. Kejadian mortalitas dan morbiditas hipertensi dapat diturunkan dengan cara mengontrol tekanan darah dan merupakan indikator utama self management behaviour (SMB.) Faktor-faktor yang mempengaruhi self management behaviour meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pengetahuan, self efficacy serta dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi self management behavior pada penderita hipertensi di Puskesmas Ubud 1. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 87 orang. Hasil penelitian didapatkan mayoritas responden berumur 56-65 tahun sebanyak 48 orang (55%), mayoritas responden berjenis kelamin perempuan sebanyak 51 orang (58,6%), mayoritas responden memiliki pendidikan terakhir SMA sebanyak 43 orang (49,44%), mayoritas responden bekerja sebagai wiraswasta sebanyak 24 orang (27,6%), rata-rata lama menderita hipertensi adalah 7 tahun. Hasil identifikasi tingkat pengetahuan pada penderita hipertensi didapatkan responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 68 orang (78,2%), responden yang memiliki self efficacy cukup sebanyak 51 orang (58,6%), sebanyak 56 orang (64,4%) memiliki dukungan keluarga kategori baik, sebanyak 72 orang (82,8%) memiliki self management behavior dalam kategori baik. Hasil analisis menggunakan rhank spearman hubungan tingkat pengetahuan dengan SMB didapatkan p value sebesar 0,026 (<0,05) berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan self management behavior. Hubungan dukungan keluarga dengan SMB didapatkan p value sebesar 0,009 (<0,05), berarti ada hubungan antara dukungan keluarga dengan SMB pada pasien hipertensi. Hubungan self efficacy dengan self management behavior p value sebesar 0,208 (>0,05), hasil ini menunjukkan tidak ada hubungan antara self efficacy dengan SMB pada penderita hipertensi. Self management behaviour yang dilakukan secara efektif bermanfaat untuk meningkatkan kepuasan pasien dalam menjalani hidup, menurunkan biaya perawatan, meningkatkan rasa percaya diri, kemandirian pasien, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Perlu upaya yang berkelanjutan dalam meningkatkan self management behavior pada penderita hipertensi dengan memberikan edukasi serta pemantauan secara berkala melalui program yang ada di Puskesmas Ubud 1. Kata kunci: Self Management Behaviour, Hipertensi