cover
Contact Name
Fredy Mardiyantoro
Contact Email
fredymardiyantoro@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
fredymardiyantoro@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
E-Prodenta Journal of Dentistry
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25974912     DOI : -
Core Subject : Health,
E-Prodenta Journal of Dentistry is a journal published by Faculty of Dentistry Universitas Brawijaya Malang. This journal is published periodically every six months. The E-Prodenta Journal of Dentistry presents the latest articles/manuscripts of knowledge, information and development on dental and oral health which are the results of research, review articles, and case reports to support the advancement of science, education, and practice of dentistry.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2022)" : 9 Documents clear
Pengaruh Pemberian Limbah Cair Tahu terhadap Jumlah Sel Osteoklas pada Tulang Alveolar Tikus Model Periodontitis Dini Rachmawati; Saiful Anwar
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.02.7

Abstract

Latar Belakang: Periodontitis adalah keradangan Jaringan pendukung gigi yang disebabkan oleh bakteri anaerobyang mengakibatkan kerusakan ligamen periodontal dan tulang alveolar. Obat antiinflamasi digunakan untuk penyakitperiodontal yaitu golongan non steroid. Adanya efek samping yang ditimbulkan obat antiinflamasi maka perlu alternatifyang lebih aman seperti limbah cair tahu. Limbah industri pembuatan tahu lebih banyak berupa cairan yang masihmengandung isoflavon sehingga dapat dimanfaatkan dalam menjaga kesehatan jaringan periodontal. Tujuan: Untukmengetahui pengaruh pemberian limbah cair tahu terhadap jumlah sel osteoklas pada jaringan periodontal tikus modelperiodontitis. Metode: Penelitian ini menggunakan tikus wistar dengan 5 kelompok yaitu: K-(tanpa perlakuan),K+(perlakuan bakteri Pg 0,03ml 3 hari sekali), KE-1(perlakuan bakteri Pg 0,03ml 3 hari sekali+limbah cair tahu6ml/KgBB), KE-2(perlakuan bakteri Pg 0,03ml 3 hari sekali+limbah cair tahu 12ml/KgBB), dan KE-3(perlakuan bakteriPg 0,03ml 3 hari sekali + limbah cair tahu 18ml/KgBB) dan setelah 28 hari dilakukan pengambilan tulang alveolar untukdibuat preparat HE. Pengamatan sel osteoklas dengan miskroskop cahaya dengan perbesaran 400x dan dengan 5lapang pandang. Hasil: Uji One way annova dan uji tukey HSD menunjukan adanya pengaruh pemberian limbah cairtahu terhadap jumlah sel osteoklas (p<0,05). Pada uji korelasi pearson menunjukan adanya hubungan yangberbanding terbalik antara dosis yang diberikan dengan jumlah sel osteoklas (p<0,05). Kesimpulan: Pemberianlimbah cair tahu berbagai dosis memiliki hubungan yang signifikan terhadap jumlah sel osteoklas pada tulang alveolartikus wistar dan dosis 18ml/KgBB memiliki kemampuan yang paling efektif untuk menekan jumlah sel osteoklas. Kata Kunci : Periodontitis, Anti Inflamasi, Isoflavon, Limbah Cair Tahu.
UJI TOKSISITAS LIMBAH CAIR TAHU TERHADAP HEPAR TIKUS WISTAR (Rattus Norvegicus) SEBAGAI NUTRASETIKAL: Indonesia Jilan Namira Kusteja; Dyah Nawang Palupi Pratamawari
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.02.2

Abstract

Latar Belakang: Limbah cair tahu merupakan limbah dengan kandungan isoflavon yang memilikipotensi sebagai nutrasetikal. Dalam pengembangannya, perlu dilakukan uji toksisitas untuk mengujikeamanan produk. Hepar merupakan salah satu organ yang berperan aktif dalam detoksifikasi.Tujuan: mengetahui keberadaan efek toksik limbah cair tahu terhadap hepar tikus wistar (Rattusnorvegicus) sebagai nutrasetikal. Metode: Penelitian ini menggunakan true experimental in vivo.Sampel berupa hewan coba tikus wistar jantan, dibagi menjadi 6 kelompok kontrol dan kelompokperlakuan yang dibedakan perdosis. Pemberian limbah cair tahu dilakukan selama 28 hari denganpenambahan 14 hari tanpa perlakuan untuk kelompok satelit. Melakukan analisis SGOT dan SGPT.Hasil: pengujian oneway ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada uji SGOTdan SGPT (p<0,05) Kesimpulan: Pemberian limbah cair tahu memberikan perbedaan signifikan diSGOT dan SGPT kelompok dosis 1 dan 3 satelit. Kata kunci: Uji toksisitas, limbah cair tahu, hepar, tikus wistar
PENGARUH SUSU TERHADAP KEKERASAN ENAMEL GIGI: STUDI LITERATUR Viranda Sutanti; Yuanita Lely Rachmawati; Lalita El Milla; Devi Cahaya Ningtyas
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.02.8

Abstract

Latar Belakang: Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dengan proporsi terbanyak di Indonesia, yangterjadi karena adanya proses demineralisasi. Proses demineralisasi dapat dicegah lebih lanjut menggunakan sususebagai agen antikariogenik sekaligus agen remineralisasi. Proses demineralisasi dan remineralisasi gigi dapatdideteksi melalui perubahan kekerasan enamel gigi. Tujuan: Mengetahui pengaruh susu terhadap kekerasanenamel gigi. Metode: Tinjauan literatur dengan pencarian melalui beberapa database elektronik berdasarkan katakunci yang telah ditetapkan, kemudian dilanjutkan dengan menyeleksi literatur dengan metode PRISMA. Hasil:Berdasarkan 10 artikel yang dianalisis dalam studi literatur ini, diketahui bahwa susu berpengaruh terhadapkekerasan enamel gigi dengan nilai peningkatan yang berbeda-beda. Jenis susu yang dapat digunakan sebagaiagen remineralisasi antara lain susu sapi, susu kambing, dan susu kerbau. Susu yang paling banyak terbukti dalammeningkatkan kekerasan enamel adalah susu sapi. Kesimpulan: Susu menjadi agen remineralisasi denganmeningkatkan kekerasan enamel gigi, tetapi kemampuan remineralisasi oleh susu ini tidak dapat mengembalikannilai kekerasan enamel awal sebelum terjadi demineralisasi. Kata Kunci: Susu, remineralisasi, kekerasan enamel gigi
HUBUNGAN KEDALAMAN KURVA SPEE DENGAN TINGKAT KEPARAHAN MALOKLUSI BERDASARKAN PEER ASSESSMENT RATING (PAR) INDEX: Indonesia Neny Roeswahjuni; Endah Damaryanti; Sari Kurniawati; Gabriela Stephanie Sumar
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.02.1

Abstract

Latar Belakang: Maloklusi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang cukup besar.Kurva spee yang datar merupakan salah satu syarat dari 6 kunci oklusi normal menurut Lawrence FAndrews dan kondisi maloklusi dapat dievaluasi dengan menggunakan indeks PAR. Tujuan: Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan kedalaman kurva spee dengan tingkat keparahan maloklusiberdasarkan indeks Peer Assessment Rating (PAR). Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan jenispenelitian analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan dalampenelitian ini adalah 49 model studi rahang atas dan rahang bawah mahasiswa preklinik FakultasKedokteran Gigi Universitas Brawijaya. Model studi yang dipilih adalah model studi dengan gigi permanenlengkap hingga molar kedua, kondisi model studi tidak pecah, retak, dan porus, dan tidak sedangmelakukan perawatan ortodonti saat dilakukan pencetakan model studi. Pengukuran dilakukan denganmembandingkan hasil kedalaman kurva spee dengan tingkat keparahan maloklusi berdasarkan indeks PAR.Hasil pengukuran kemudian dianalisa dengan menggunakan uji normalitas Saphiro Wilk, kemudiandilanjutkan dengan uji homogenitas Levene’s Test, dan uji korelasi Pearson, setelah itu dilakukan ujipengaruh dengan menggunakan uji regresi. Hasil: Hasil analisa data menggunakan uji korelasi pearsonterdapat korelasi yang positif,antara kedalaman kurva spee dengan tingkat keparahan maloklusiberdasarkan indeks Peer Assessment Rating dengan hasil sig<0.05. Didapatkan juga r hitung yang positif(r=0.606) artinya semakin tinggi kedalaman kurva spee maka indeks PAR juga semakin tinggi yangmenunjukkan maloklusi yang semakin parah. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kedalaman kurvaspee dengan tingkat keparahan maloklusi berdasarkan in Peer Asessment Rating (PAR). Kata Kunci: kurva spee, indeks Peer Asessment Rating, dan Maloklusi
Kesesuaian Diagnosis Radiografi Lesi Periapikal Radiolusen berbasis Smartphone oleh Dokter Gigi di Jember Indonesia Ananda Zaky Narendra; Swasthi Prasetyarini; Supriyadi -
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.02.3

Abstract

Latar Belakang: Salah satu masalah dalam interpretasi dan diagnosis radiografi kedokteran gigi adalahketidaksesuaian diantara dokter gigi. Penggunaan smartphone diharapkan dapat membantu mengurangiketidaksesuaian diagnosis radiografi ini. Lesi atau kelainan periapikal adalah lesi pada tulang rahang yangpaling banyak ditemukan pada praktik kedokteran gigi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui kesesuaian radiodiagnosis lesi periapikal radiolusen berbasis smartphone oleh dokter gigi diKabupaten Jember, Indonesia. Metode: Penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional inimelibatkan 62 dokter gigi di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan 3 radiografi dengan lesiperiapikal radiolusen. Instrumen penelitian berupa form diagnosis radiografi. Form diagnosa radiografidibuat dalam google form dan dibagikan kepada responden melalui aplikasi WhatsApp atau email. Data yangdiperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaianradiograf pertama sebesar 75,8%, radiograf kedua sebesar 48,4%, dan radiograf ketiga sebesar 41,9%.Kesesuaian rata-rata diagnosis lesi periapikal radiolusen adalah 55,4%. Kesimpulan: Kesimpulan daripenelitian ini adalah kesesuaian radiodiagnosis lesi periapikal radiolusen berbasis smartphone sebesar55,4%. Kata kunci: kesesuaian, radiodiagnosis, lesi periapikal radiolusen, smartphone
Efek Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Asam Jawa (Tamarindus indica L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Prevotella intermedia Fatta Wijaya; Calvin Kurnia; Vinna Kurniawati Sugiaman
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.02.4

Abstract

Latar Belakang : Periodontitis merupakan penyakit inflamasi yang disebabkan oleh mikroorganisme, berkembangdari waktu ke waktu yang diawali dengan akumulasi plak gigi. Salah satu mikroorganisme yang memiliki hubungandalam terjadinya periodontitis adalah Prevotella intermedia, yang merupakan bakteri gram negatif yang seringdiisolasi pada plak gigi. Buah asam jawa (Tamarindus indica L.) mengandung metabolit sekunder yaitu senyawaflavonoid, tanin, saponin, alkaloid, triterpenoid, dan fenolik yang berperan sebagai antibakteri. Tujuan: Penelitianini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri buah asam jawa (Tamarindus indica L.) terhadap pertumbuhanbakteri Prevotella intermedia dengan mengukur Kadar Hambat Minimal (KHM) dan Kadar Bunuh Minimal (KBM).Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dilusi, sebanyak 10 perlakuan dengankonsentrasi 100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,13%, 1,56%, 0,78%, kontrol positif dengan chlorhexidineglukonat 0,2%, kontrol negatif menggunakan akuades. Hasil: Data dianalisis menggunakan uji statistik KruskallWallis sebagai pengganti uji statistik One way ANOVA karena tidak berdistribusi normal. Hal ini menunjukkan pvalue < 0,05 yang menunjukkan penurunan jumlah koloni bakteri Prevotella intermedia terhadap beberapakonsentrasi yang diuji. KHM terjadi pada konsentrasi 3,125% dan KBM pada konsentrasi 6,25%. Kesimpulan:Ekstrak etanol buah asam jawa (Tamarindus indica L.) memiliki efek sebahai antibakteri terhadap Prevotellaintermedia dengan KHM pada konsentrasi 3,125% dan KBM pada konsentrasi 6,25%. Kata Kunci: Asam Jawa, Antibakteri, Dilusi, Periodontitis, Prevotella intermedia
PELEPASAN ION NIKEL PADA KAWAT ORTODONTI STAINLESS STEEL DENGAN PERBEDAAN WAKTU PERENDAMAN SEDUHAN KOPI ARABIKA mutia amalia nasution; Erna Sulistyawati; Syarifah Sheila
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.02.5

Abstract

Latar Belakang : Korosi merupakan suatu peristiwa penurunan kualitas bahan logam karena adanyareaksi elektrokimia dengan lingkungan yang ditandai dengan pelepasan ion logam terutama ion nikeldan kromium. Proses korosi dapat dikurangi atau diperlambat salah satunya dengan caramenambahkan inhibitor. Kafein merupakan salah satu inhibitor yang berasal dari senyawa organik.Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan jumlah pelepasan ion nikel pada kawat ortodonti StainlessSteel yang direndam dalam saliva dan seduhan kopi arabika dengan waktu dan konsentrasi yangberbeda. Metode Penelitian: Penelitian ini mengunakan 25 kawat ortodonti stainless steel berbentukrectangle dengan ukuran 0,016 inci x 0,022 inci sepanjang 4 cm yang direndam dalam saliva buatanselama 2 minggu dan ditambahkan seduhan kopi arabika konsentrasi 20% dan 10% dengan waktutepat 4 jam dan 8 jam sebelum 2 minggu perendaman. Jumlah pelepasan ion Nikel dilakukan denganmenggunakan alat AAS (Atomic Absorption Spectroscopy). Hasil: Analisa data menggunakan uji oneway ANOVA menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara jumlah pelepasan ion nikel padakawat ortodonti setelah perendaman dalam seduhan kopi arabika. Kelompok dengan perendaman10% larutan kopi dengan waktu 8 jam perendaman menunjukkan hasil nilai pelepasan ion yangpaling kecil dibandingkan kelompok perlakuan lain. Kesimpulan; perendaman dalam seduhan kopiarabika dengan konsentrasi lebih rendah dan waktu perendaman yang lebih lama lebih efektifmenghambat jumlah pelepasan ion. Kata kunci: ion nikel, stainless steel, kopi arabika
Instrumen Pengukuran Literasi Kesehatan Oral Laksmi Vidjajanti; Diah Ayu Maharani; Herry Novrinda
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.02.9

Abstract

Latar belakang: Pengukuran literasi kesehatan individu dimaksudkan untuk mengevaluasi potensiresiko terhadap kesehatan umum maupun kesehatan oral. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui validitas dan reliabilitas berbagai instrumen untuk mengukur Literasi KesehatanOral yang ada saat ini.Metode: yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah Narrative review,yaitu suatu penelusuran literatur yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir yang menggunakanberbagai data base yang ada Pubmed, Springer, Proquest, Science Direct, Google Scholar, 24 literaturdigunakan dalam penelitian ini Hasil: Instrumen yang umum digunakan adalah: Rapid Estimate ofAdult Literacy in Dentistry-30 (REALD-30); Rapid Estimate of Adult Literacy in Dentistry-99 (REALD99); Test of Functional Health Literacy in Dentistry (ToFHLiD); dan Oral Health Literacy Instrument(OHLI), CMOK, Health Literacy in Dentistry (HeLD) dengan berbagai struktur serta menilaikemampuan dalam hal literasi. Kesimpulan: Berbagai instrumen pengukuran Literasi KesehatanOral yang telah dikembangkan, digunakan diberbagai negara dengan proses cross cultural adaptationdan digunakan pada beragam populasi dan berbagai kelompok usia, menunjukkan instrumen yangvalid dan reliabel. katakunci: kesehatan mulut; literasi kesehatan; adaptasi lintas budaya, reliabilitas, validitas
PENGARUH PENAMBAHAN HIDROKSIAPATIT KITOSAN PADA KEKERASAAN PERMUKAAN KOMPOSIT RESIN NANOHYBRIDPENGARUH PENAMBAHAN HIDROKSIAPATIT KITOSAN PADA KEKERASAAN PERMUKAAN KOMPOSIT RESIN NANOHYBRID Muhammad Chair Effendi Effendi; Areta Padmarini
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.02.6

Abstract

Latar belakang: Hidroksiapatit kitosan (HA/Cs) memiliki komposisi dan struktur kristal apatit yang menyerupaijaringan keras manusia seperti struktur gigi dan tulang. Hidroksiapatit kitosan (HA/Cs) mempunyai kelebihandan sering digunakan sebagai restorasi gigi karena ketahanan abrasi yang lebih baik. Objektif: Tujuanpenelitian ini untuk mengetahui perbedaan kekerasan resin komposit nanohibrid dengan resin kompositnanohibrid setelah penambahan HA/Cs. Metode: Sampel dikelompokkan menjadi 4 kelompok berbeda yaitukelompok kontrol resin komposit nanohybrid, dan kelompok resin komposit nanohybrid dengan penambahankitosan masing-masing sebesar 3%, 5%, dan 7% yang kemudian diuji dengan Vickers Microhardness Tester.Sampel juga diuji dengan XRD untuk melihat karakterisasi partikel kristal dan SEM-EDX untuk melihat morfologisampel dan mengidentifikasi unsur yang terkandung. Hasil: Hasil uji SEM menunjukkan ukuran rata-ratamorfologi komposit nanohybrid Ha/Cs adalah 1 µm, sedangkan hasil EDX rata-rata rasio Ca/P pada resinkomposit nanohibrid dengan penambahan kitosan hidroksiapatit adalah 2,53. Analisis data menggunakan ujiOne Way Anova menunjukkan nilai signifikansi p < 0.01, sehingga terdapat perbedaan kekerasan permukaanpada kelompok kontrol yang memiliki nilai 63,70 HV dan kelompok perlakuan dengan penambahan HA/Cssebanyak 3%, 5%, dan 7% yang memiliki nilai pada kelompok perlakuan berturut-turut adalah 78,15 HV, 80,9HV dan 83,57 HV. Kesimpulan: Penambahan HA/Cs pada bahan restorasi gigi komposit nanohybrid dapatmeningkatkan kekerasan permukaan bahan. Kata kunci: hidroksiapatit kitosan, komposit nanohibrid, komposit nanohibrid kitosan, kekerasan permukaan

Page 1 of 1 | Total Record : 9