cover
Contact Name
Mufarizuddin
Contact Email
jurnalpgsd.up@gmail.com
Phone
+6282165028412
Journal Mail Official
jurnalpgsd.up@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No 23 Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP)
ISSN : 2655710X     EISSN : 26556022     DOI : https://doi.org/10.31004/jrpp.v5i1.4136
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) is a National peer-reviewes journal dedicated to the exchange of research and thinking in all aspects of education, especially basic education. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) publishes research results relating to the theory and practice of teaching and learning, curriculum development, learning materials, learning models, learning methods and learning media in education.Journal of Review of Education and Teaching (JRPP) is published four times a year in March June September and December. As our commitment to the advancement of science and technology, Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) follows an open access policy that allows published articles to be available for free online without any subscription.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4,688 Documents
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING PADA MATERI INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN KELAS VII SMP Natalia Kristiani Lase; Rahma Krisnawati Lase
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v3i2.1693

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi belum digunakannya bahan ajar berupa Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dalam pelaksanaan proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Gunungsitoli Selatan. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan akan LKPD, maka dilakukan pengembangan sebuah LKPD berbasis problem based learning untuk pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKPD IPA kelas VII SMP berbasis problem based learning pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan yang layak digunakan dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Isntrumen yang digunakan dalam penilaian untuk mengetahui kelayakan LKPD berupa angket validasi untuk validator ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain, angket respon peserta didik dan tes hasil belajar. Analisis data diperoleh dengan mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif dari setiap validator, dan peserta didik. Temuan penelitian ini berupa bahan ajar LKPD berbasis problem based learning untuk pembelajaran IPA. Kriteria yang didapat yaitu sangat layak dengan persentase 100% berdasarkan penilaian ahli materi, 100% berdasarkan penilaian ahli bahasa dan 95% berdasarkan penilaian ahli desain. Respon peserta didik mendapat kriteria sangat praktis dengan pencapaian 99%. Efektifitas berada pada kriteria sangat tinggi yaitu 96%. Maka, dapat disimpulkan bahwa LKPD yang dikembangkan sangat layak sebagai bahan ajar IPA.
KAJIAN LITERATUR KETERAMPILAN BERBICARA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL EXPLICIT INSTRUCTION PESERTA DIDIK DISEKOLAH DASAR Wahyuni Yasmin; Mufarizuddin Mufarizuddin; Ramdhan Witarsa
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v3i2.1223

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian studi pustaka (library research) yang berjudul “ kajian literatur keterampilan berbicara dengan menggunakan model explicit instruction peserta didik disekolah dasar”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan literatur tentang keterampilan berbicara dengan menggunakan model explicit instruction peserta didik disekolah dasar. Metode penelitian ini adalah metode penelitian kajian litaratur yang mengkaji keterampilan berbicara dengan menggunakan model explicit instruction. Penelitian ini didasari dengan sulitnya mencari data lapangan dikerenakan sekolah yang tutup karena pandemi covid 19 yang melanda kita semua. Subjek penelitian ini adalah 15 artikel yang diterbitkan dijurnal nasional dalam waktu 5 tahun terakhir. Artikel keterampilan berbicara terdiri dari 7 artikel, model explicit instruction terdiri dari 8 artikel. Dari hasil kajian literatur diperoleh 46,6% merupakan keterampilan berbicara. Kemudian 53,5% merupakan model explicit instruction. Kebaruan penelitian yang didapat secara kajian literatur tentang keterampilan berbicara dan model explicit instruction sesuai dengan teori-teori yang disampaikan ahli-ahli sebelumnya. Dampak dan impak hasil penelitian menggunakan kajian literatur ini adalah bagi peneliti lainnya apabila ingin meneliti tentang keterampilan berbicara dan model explicit instruction bisa memperhatikan saran-saran yang telah diberikan peneliti.
PERSEPSI GURU TERHADAP PEMBELAJARAN DARING DI SEKOLAH DASAR NEGERI 018 LANGGINI BANGKINANG Muhammad Syahrul Rizal; Mufarizuddin Mufarizuddin
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 4 No. 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v4i1.1920

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan dalam memaparkan informasi terkait persepsi guru terhadap pembelajaran daring. Informasi didapatkan dari hasil wawancara yang dilakukan dengan enam orang informan yakninya tiga orang wali kelas rendah dan tiga orang wali kelas tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini mengatakan bahwa pembelajaran daring tidak cocok digunakan pada tingkat sekolah dasar. Karena pada dasarnya pembelajaran anak sekolah dasar masih berpusat kepada guru. Pembelajaran daring membuat tujuan pembelajaran tidak tersampaikan sepenuhnya kepada peserta didik. banyak Masih banyak guru yang kurang pemahaman dalam IPTEK apalagi guru lama, atau guru tradisional sehingga pembelajaran daring menjadi tidak menarik. Masih kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung seperti android dan kuota. Adapun dampak dan kendala yang dialami atau dirasakan oleh peserta didik kelas rendah dan kelas tinggi lebih kurang sama. Hal yang membedakannya di kelas rendah masih ada beberapa peserta didik yang masih belum bisa membaca dan menulis, sedangkan dikelas tinggi semua peserta didik sudah bisa membaca dan menulis
PERBEDAAN PENGETAHUAN SAINS ANTARA ANAK LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN USIA 5-6 TAHUN DI TK KECAMATAN MARPOYAN DAMAI KOTA PEKANBARU Melani Anugrah; Hukmi Hukmi; Febrialismanto Febrialismanto
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v3i2.1213

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan pengetahuan sains antara anak laki-laki dan perempuan usia 5-6 tahun di TK Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di TK Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru dilakukan di 6 lembaga TK yaitu TK Shandy Putra Telkom, TK Muhajadah, TK Ibadah, TK Lawiyah, TK Al-Khairat dan TK Inayah berjumlah 158 orang anak yang terdiri dari 81 anak laki-laki dan 77 anak perempuan. Analisis data dilakukan dengan Korelasi Product Moment. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Pengetahuan sains anak laki-laki usia 5-6 tahun di TK Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru berada pada kategori berkembang sesuai harapan (BSH) dengan rata-rata pengetahuan sains yaitu 60,03, Pengetahuan sains anak perempuan usia 5-6 tahun di TK Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru berada pada kategori berkembang sangat baik (BSB) dengan rata-rata pengetahuan sains yaitu 65,57dan terdapat perbedaan pengetahuan sains antara anak laki-laki dan perempuan usia 5-6 tahun di TK Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Pengetahuan sains anak perempuan lebih baik dari pengetahuan sains anak laki-laki.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI VIDEO CHEEZ DI SEKOLAH DASAR Ali Masran Daulay
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v3i2.1533

Abstract

Penelitian ini bertujuan dalam pengembangan media pembelajaran berbasis video Cheez di Sekolah Dasar. Serta ingin mengetahui bagaimana respon para peserta didik terhadap aplikasi Cheez ini. Dapat dinamakan aplikasi gemilang, yang dimana video musik, menari, lipsync dan hal-hal lain yang ada di aplikasi sosial video juga disertakan di dalam Cheez. Selain fitur yang banyak, salah satu bagian terbaik Cheez adalah kemampuannya untuk menghasilkan uang. Pengguna bisa mendapatkan penghasilan yang lumayan jika video yang mereka buat mendapatkan cukup banyak like, penonton dan komentar. Luar biasanya lagi, Cheez juga memberikan kompensasi kepada penonton jika mereka menonton, mengomentari dan membagikan video ke orang lain. Ini menjadi salah satu aplikasi sangat luar biasa, yang tidak hanya memberi keuntungan kepada kreator saja, namun juga penonton biasa.
MERAJUT SEBAGAI KEGIATAN BARU UNTUK TERAPI MENGURANGI KECEMASAN SELAMA MASA PANDEMI COVID Dewi Rahmawaty; Nadiroh Nadiroh; Achmad Husen; Agung Purwanto
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 4 No. 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v4i1.1853

Abstract

Pandemi covid yang melanda dunia sejak 2019 dan mengakibatkan banyak wilayah memutuskan lockdown untuk mengurangi penyebaran virus serta memaksa masyarakat dunia untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru terutama melakukan berbagai aktifitas dari rumah. Sesaat setelah pandemi mereda menjadi kehidupan baru atau dikenal new normal, dikutip dari media Indonesia tanggal 12 Oktober 2020 bahwa kasus gangguan jiwa di Indonesia meningkat selama Pandemi terjadi, banyaknya pemutusan hubungan kerja menjadi salah satu penyebab peningkatan kasus tersebut. Para ibu dengan keadaan suami yang ter PHK meningkat cemasnya dari sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menggambarkan kecemasan juga untuk melihat penurunan kecemasan dengan terapi merajut pada ibu dengan suami terdampak PHK karena Pandemi Covid. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling, Pemberian terapi merajut dapat mengurangi kecemasan pada Siswa siswi SMK dengan menunjukan perubahan tingkat kecemasan sebelum dan sesudah kegiatan. Tingkat keberhasilan dari kegiatan merajut juga dipengaruhi oleh adanya kesadaran pada masing masing subyek untuk konsisten menjalankan aktivitas terapi.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN WINDOW SHOPPING DI TK IBNU SINA KOTA PEKANBARU Nofita Nofita; Zulkifli Zulkifli; Rita Kurnia
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 3 No. 1 (2020): Volume 3 Nomor 1 Juni 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v3i1.870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berbicara anak usia 4-5 tahun di TK Ibnu Sina Kota Pekanbaru. Metode penelitian ini penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini berjumlah 13 anak usia 4-5 tahun di TK Ibnu Sina Kota Pekanbaru. Hasil penelitian ini adalah secara umum kemampuan berbicara anak usia 4-5 tahun di TK Ibnu Sina termasuk kategori rendah. Artinya,kemampuan berbicara anak-anak di TK Ibnu Sina masih ada yang kurang jelas dananak juga memilikikepercayaan diri yang kurang saat disuruh kedepan.Penerapan model pembelajaran window shopping ini menggunakan media-media yang membuat anak tertarik dalam kemampuan berbicara seperti maket kelompok tentang rekreasi, presentasi hasil karya kelompok, bercerita tentang hasil karya didepan kelas.Kemampuan berbicara anak sangat dapat ditingkatkan dengan model pembelajaran window shopping ini termasuk pembelajaran yang baru bagi anak dan memiliki tingkatan yang baik setiap siklusnyaDalam pengujian hipotesis dapat dilihat peningkatannya yang diperoleh dari setiap siklusnya. Dimana peningkatan kemampuan berbicara yang diperoleh dari sebelum dilakukan tindakan ke siklus 1 sangat meningkat sebesar 55,81% sedangkat peningkatan kemampuan berbicara dari siklus I ke siklus II sebesar 40.06% dan secara keselurahan peningkatan kemampuan berbicara anak dari data awal ke siklus II sebesar 82.41%.
An Analysis of Students’ Inhibition Level on Synchronous Class Using Video Conferencing Karina Alya Rohmadi; Lilia Indriani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v3i2.1360

Abstract

The COVID-19 pandemic has successfully forced a global shutdown of several activities, including in educational sectors, and this has resulted a migration of universities with online learning as the educational media (Adedoyin & Soykan, 2020). However, the writer noticed that students are less responsive toward the lecturer’s words during the synchronous class using a videoconference. One of aspect that might create this situation is inhibition, which is sets of barricades to shield ones’ ego (Brown, 2000) or a temperamental proclivity to reveal caution, anxiety, or restraint in reaction to unfamiliar surroundings, objects, and circumstances (Kagan et all, 1988). Therefore the writer want to find out whether if the decreased intensity of students’ responsiveness is influenced by inhibition during the video conference classes. There were 33 students from Tidar University's English education department who participated in this study. The participants were received open-ended questionnaire adapted from Mohseni and Ameri (2010). The findings revealed that there are inhibition that students experienced during the learning process in IVC class. The most influencing factors are affective factors and the factors that come from classroom interaction, including the fear of language evaluation.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMPULKAN ISI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM CENTERED LEARNING SISWA KELAS VII SMPN 2 GUNUNGSITOLI UTARA Noveri Amal Jaya Harefa
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v3i2.1712

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu kemampuan siswa yang masih kurang dalam menyimpulkan isi teks laporan hasil observasi. Hal ini dipengaruhi oleh model pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajar masih monoton. Model Problem Centered Learning merupakan pembelajaran yang sangat potensial digunakan supaya permasalahan yang diberikan diselasaikan dalam kolaboratif group. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui peningkatan kemampuan siswa menyimpulkan laporan hasil observasi; dan (2) mengetahui aktivitas siswa dalam mengikuti proses. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama dua siklus. Hasil penelitian yaitu penilaian sikap spritual dan sosial pada siklus I masih predikat cukup, tetapi pada siklus II mencapai predikat baik. Hasil analisis data tes pengetahuan pada siklus I rata-rata nilai = 59,25 (predikat “kurang”), Nilai pengetahuan pada siklus II rata-rata = 85,35 (predikat “Sangat Baik”). Hasil analisis data observasi aktivitas siswa pada siklus I pertemuan pertama = rata-rata 47,21% dan pertemuan kedua 57,53% dan peretemuan ketiga= 63,48% (predikat “kurang”), dan siklus II pertemuan pertama= rata-rata 65,86% dan pertemuan kedua rata-rata 73,80% (predikat “cukup”) dan pertemuan ketiga= 80,15% predikat baik. Hasil observasi peneliti pada siklus I pertemuan pertama rata-rata 58,82% dan pertemuan kedua rata-rata 70,58% dan pertemuan ketiga= 76,47% predikat kurang, dan pada siklus II pertemuan pertama meningkat rata-rata 82,35% dan pada pertemuan kedua rata-rata 88,23% dan pertemuan ketiga= 94,11%.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM Unik Hanifah Salsabila; Rio Saputra; Imam Nur Qoyyum
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Desember 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v3i2.1302

Abstract

Perkembangan teknologi informasi ini tidak akan pernah berhenti, namun akan selalu berkembang setiap waktunya. Dengan begitu pembentukan karakter yang termasuk didalamnya berbicara tentang nilai, tata perilaku kehidupan antar sesama hidup tetap mencerminkan sebagai karakter yang baik sesuai dengan pendidikan islam. Karena hal ini memang harus diperhatiakn secara mendalam dan serius. Karena pendidikan islam inilah yang nantinya akan dasar ataupun pondasi dalam menjalani roda-roda kehidupan, tidak dipungkiri maraknya perkembangan teknologi informasi pada akhirnya banyak yang menggunakannya dalam kegiatan negatif oleh karenanya, sebagai generasi muda dalam menyikapi perkembangan teknologiharus dilakukan secara baik untuk kemudian bisa membentengi diri.

Page 10 of 469 | Total Record : 4688