cover
Contact Name
M. Taufiq Rahman
Contact Email
fikrakoe@uinsgd.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fikrakoe@uinsgd.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial
ISSN : -     EISSN : 26155028     DOI : -
Core Subject : Social,
TEMALI is an open-access and peer-reviewed journal published by the Department of Sociology of the Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. The objective of the journal is to promote the sharing of knowledge and understanding of the social development issues. This journal covers cross-cutting issues on social development studies in the perspectives of religion, education, law, politics, psychology, sociology, anthropology, culture, religion, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Keberagamaan Napi di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Kota Bandung Husnul Koimah; Yeni Huriani
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 4, No 2 (2021): TEMALI Vol. 4 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v4i2.13054

Abstract

This study discusses the religious behavior of female prisoners in the Class IIA Women's Penitentiary in Bandung City. Through qualitative methods with data collection by observation and interviews, this research answers how the religious behavior of female prisoners when in prison. This religious behavior is seen in three aspects: the form of thought, the form of action, and the form of fellowship. This study found that prisoners believe that their presence in prison is the right place to cleanse themselves with religious messages. In religious behavior, the prisoners think fully believe in each God, scriptures, prophets, angels, and their religious doctrines, especially Islam and Christianity. In the form of actions, the coaching program provided by prisons is quite effective in increasing religious behavior through ‘shalihah’ pesantren activities, iqra classes, tausiyah, and worship services. The program is beneficial for prisoners in forming a more responsible character. Finally, religious behavior in fellowship is a complementary form of religious forms of thought and action. Through this form of fellowship, inmates are more stable when socializing with fellow inmates and prison officers.
Makna Sosial dalam Nilai-nilai Budaya Sunda pada Lakon Wayang Golek Ki Dalang Wisnu Sunarya M. Asfahani Sauky; Bukhori Bukhori
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 4, No 2 (2021): TEMALI Vol. 4 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v4i2.12722

Abstract

This research is focused Social Meanings in Sundanese Cultural Values in the Wayang Golek Play, Ki Dalang Wisnu Sunarya, especially the Sundanese people are famous for their people who are soméah (friendly), handap asor (courtesy of others), silih asih (loving each other), silih asuh (protecting each other), and silih asah (mutually improving oneself). The aim is to find out Sundanese social meanings and cultural values conveyed through the puppet show. This paper uses a descriptive method. The data source used is primary data from direct interviews of people related to the puppet show. Meanwhile, the researcher gets secondary data from diaries, supporting books, documents, and other reading sources. The data analysis technique used triangulation through data reduction, data display, data conclusions. The puppet performances are both a viewing medium and a guidance medium—shows and guides based on cultural elements. The application of the Sundanese cultural values of silih asih, silih asuh, and silih asah is indirectly felt by the people who watch it, which cannot be separated from the characters or puppeteers who play the storyline of the puppet performances. Ki Dalang Wisnu Sunarya reflects the meaning of Sundanese cultural values, where the skill of a puppeteer can be proven when the puppet story has entered the content section of the guidance, such as the message of good teachings that are always conveyed. 
Construction of Community Empowerment in A Mountainous Tourism Site Rahmatika Desiana; Evi Novianti; Ute Lies Siti Khadijah
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 4, No 2 (2021): TEMALI Vol. 4 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v4i2.13776

Abstract

Penelitian ini menyelidiki kondisi dampak positif dan negatif pembangunan Objek Wisata Badega terhadap perubahan sosial. Penelitian ini menggunakan teori perubahaan sosial Talcott Parsons dengan menganalogikan perubahan sosial pada masyarakat seperti halnya pertumbuhan pada mahluk hidup. Komponen utama pada pemikiran Parsons adalah adanya proses diferensiasi. Parsons berasumsi bahwa setiap masyarakat tersusun dari sekumpulan subsistem yang berbeda bedasarkan makna fungsionalnya bagi masyarakat yang lebih luas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif di mana informan dalam penelitian ini adalah pengelola, masyarakat, pedagang dan wisatawan di sekitar lokasi pariwisata. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dokumentasi, dan studi pustaka. Para penulis menggunakan metode deskriptif analisis dengan cara pengumpulan data, pengelompokan data, penyusunan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kondisi masyarakat yang sebelum dibangunnya objek wisata Badega sebagai petani dan buruh bangunan, kini beralih menjadi pedagang dan pengelola objek wisata. Peran pembangunan objek wisata Badega untuk mewadahi potensi mayarakat dalam memenuhi kebutuhan pasar pariwisata. Pembangunan objek wisata Badega menimbulkan dampak positif yaitu membuat masyarakat merasa terlibat dalam pembangunan, membuka lapangan pekerjaan dan menambah daya beli masyarakat; sementara dampak negatif yaitu pencemaran lingkungan dan meningkatkan kejahatan. Kajian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengambil kebijakan untuk membuat program pemberdayaan masyarakat yang diperlukan guna keterlibatan yang aktif dari masyarakat tersebut, agar pembangunan kepariwisataan dapat berkembang dengan cara saling membantu antar unsur masyarakat dan pemerintah.
Strategi Bumdes dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Sidokepung, Sidoarjo Ridho Tri Winisudo; Fransiscus Xaverius Sri Sadewo
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 4, No 2 (2021): TEMALI Vol. 4 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v4i2.12467

Abstract

BUMDes is a social entity that pays attention to the interests of community welfare by providing social services from the BUMDes institution itself. This research will discuss the strategy of BUMDes in improving the welfare of the people of Sidokepung Village. The purpose of this research is to see how the BUMDes strategy of Sidokepung Village is in carrying out their activities to launch their vision and mission for the welfare of the village community and improve the village economy with a business run by BUMDes. This study uses a qualitative descriptive approach. This research uses W.W. Rostow as a theory of development. These study results are BUMDes, namely savings and loans and selling basic foodstuffs at low prices. It is a strategy for BUMDes to increase the independent entrepreneurship of the Sidokepung Village community with this assistance. However, those who know are the lack village resource potential and community awareness. Therefore, another strategy is needed: socialization with the community to create quality human resources to innovate with minimal village resources and facts on technology to provide extensive information about the BUMDes.
Religious and Ethnic Prejudice as Problems for Creating Social Harmony in West Java Dody S. Truna; Tatang Zakaria
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 5, No 1 (2022): TEMALI Vol. 5 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v5i1.13803

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk membahas faktor yang melatarbelakangi terjadinya prasangka agama dan etnis khususnya oleh kelompok agama dan suku mayoritas di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kajian dokumen. Penelitian ini diperoleh temuan bahwa prasangka agama dan etnis di Jawa Barat dilakukan oleh segelintir orang dari kelompok mayoritas Islam dan suku Sunda terhadap kelompok minoritas Katolik dan etnis lain non-pribumi. Latar belakang terjadinya prasangka agama diawali oleh faktor individual pemeluk agama yang melahirkan sentimen anti agama non-mayoritas dan didukung fanatisme atas klaim kebenaran agama sendiri. Akibatnya, prasangka agama bergeser pada sentimen anti entis atau kesukuan karena kekhawatiran kaum mayoritas atas dominasi sumber daya terbatas oleh minoritas seperti politik dan ekonomi. Selain itu, dinamika politik nasional juga turut mempengaruhi tingginya diskriminasi agama dan etnis khususnya akibat polarisasi masyarakat di media sosial. Namun demikian, suku Sunda sebagai etnis mayoritas di Jawa Barat memiliki falsafah hidup kuat sebagai modal sosial proses integrasi sosial yakni silih asih, silih asah, silih asuh. Falsafah hidup ini merupakan bagian dari proses kampanye moderasi beragama dengan memanifestasikan salah satu indikator moderasi, mengadopsi budaya lokal dalam kehidupan keberagamaan. Alhasil, upaya perwujudan harmoni sosial untuk pencegahan disintegrasi bangsa menemukan solusi tepat. Mengadaptasi budaya-budaya lokal khas suku bangsa dalam kehidupan beragama selama tidak melanggar ajaran agama mesti dilakukan untuk masa depan Indonesia.
Changes in Social Behavior of Children Who Watch the Soap Opera of Bond of Love Rochan Banua; Abdul Rafi Azhar
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 5, No 1 (2022): TEMALI Vol. 5 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v5i1.14727

Abstract

Riset ini bertujuan untuk mengenali bagaimana pola serta perubahan perilaku anak penonton sinetron Ikatan Cinta di RW 03 Kelurahan Kartini Kecamatan Sawahbesar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Riset ini menggunakan teori Pergantian Sikap S- O- R dari Carl Hovland yang di dalamnya memandang pergantian perilaku terjalin kala stimulus dalam suatu sinetron masuk kedalam diri seorang ataupun organisme yang setelah itu menciptakan suatu reaksi yang di rasakan oleh warga dekat serta keluarga dari anak ataupun organisme. Metode yang digunakan dalam riset ini merupakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menganalisis informasi yang didapat, setelah itu menguraikan dalam wujud narasi. Sumber informasi riset ini didapatkan lewat pengumpulan informasi primer dengan kanak-kanak penonton sinetron Ikatan Cinta. Tata cara pengumpulan informasi yang digunakan berbentuk wawancara, observasi, serta dokumentasi. Dan dilengkapi dengan informasi sekunder berbentuk buku yang relefan dengan tema riset. Bersumber pada hasil riset, pola sikap anak penonton Ikatan Cinta bersifat positif diawal menoton, namun sejak mereka nonton sinetron Ikatan Cinta terjadi  akibat negatif berbentuk peniruan sikap aktor serta menirukan sikap tersebut kedalam area mereka. Dan pergantian sikap dilihat berbentuk terdapatnya bullying antar kelompok.
Manifestation of Social Action System on The Gogopet Racing Circuit in Petir Village Indra Gunara Rochyat; Ahmad Fuad; Erina Wiyono
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 5, No 1 (2022): TEMALI Vol. 5 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v5i1.14279

Abstract

Penelitian dengan objek material yang membahas tentang fenomena keberlangsungan arena bermain yang terbentuk dan terpelihara pada sistem sosial di wilayah Desa Petir, Kabupaten Serang, Banten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mengungkap alasan masyarakat berperan dalam pelestariannya di balik manifestasi fenomena sirkuit karting di desa Petir (Gogopet) di daerah tersebut. Metode penelitian kualitatif diikuti dengan strategi penelitian fenomenologis yang akan digunakan dalam menemukan fenomena manusia dalam memahami, mengalami, menafsirkan, dan memproduksi objek sosialnya dan makna yang ditimbulkannya. Paradigma fakta sosial Emilie Durkheim digunakan sebagai cara untuk melihat konteks hakikat fenomena sosial dalam menghasilkan objek sosial ini. Pendekatan Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons menyertai metode pencarian sifat gejala tindakan komunitas pada sistem objek sosial, yaitu teori A.G.I.L. dari Parsons digunakan atas dasar tindakan aktor sebagai pisau bedah penelitiannya. Penelitian ini menghasilkan penjelasan mengenai keberlanjutan sirkuit balap Gogopet di desa Petir yang merupakan suatu keharusan, dimana terdapat keterkaitan timbal balik antara kebutuhan masyarakat desa dengan pemilik, dan dengan kewajiban pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dari komunitas.
The Levels of Student Readiness in Facing the World of Work in the 4.0 Industrial Revolution Era Vera Octavia
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 5, No 1 (2022): TEMALI Vol. 5 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v5i1.16074

Abstract

Revolusi Industri 4.0 merupakan fenomena yang mengintegrasikan antara teknologi cyber dan teknologi otomatisasi, maka untuk beradaptasi dengan perubahan ini, mahasiswa harus mempunyai keterampilan yang tidak dapat dilakukan oleh mesin. Misalnya, keterampilan untuk berpikir kritis, kreativitas, komunikasi serta kerjasama dengan orang lain, dengan memiliki berbagai keterampilan tersebut maka akan memudahkan para generasi milineal untuk beradaptasi dengan perubahan era revolusi industri ini. Dalam kajian ini ingin mengetahui tingkat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja di era revolusi industri 4.0 ini. Di sini, tingkat kesiapan ini dilihat dari keempat keterampilan yang dimiliki oleh mahasiswa. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode kuantitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan angket kepada mahasiswa FISIP UIN SGD Bandung Angkatan 2017, dan teknik pengambilan sampelnya dengan accidental sampling. Hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa 108 mahasiswa FISIP UIN memiliki kemampuan berpikir kritis yang baik, kemampuan kreativitas yang cukup, kemampuan komunikasi sangat baik dan kemampuan kerjasama yang baik. Diketahui juga bahwa 56,48% mahasiswa berada pada kategori siap, 40,74% berada pada kategori sangat siap dan hanya 2,78% berada pada kategori cukup siap. Jadi dilihat dari keempat kemampuan yang dimiliki 108 orang mahasiswa FISIP UIN, sebagian besar sudah siap dalam menghadapi dunia kerja era revolusi industri 4.0.
Causes and Impacts of Early Marriage: A Phenomenological Study in the Cimarel Hamlet Community, West Bandung Regency Rahimin Affandi Abdul Rahim; Rika Dilawati
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 5, No 1 (2022): TEMALI Vol. 5 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v5i1.16085

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan persepsi pernikahan dini, penyatuan dua insan yang salah satu atau keduanya berusia di bawah 18 tahun melalui pendekatan fenomenologis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi disertai wawancara mendalam yang didukung dengan pendekatan analisis dokumentasi induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di Dusun Cimarel, Bandung Barat memandang perlunya pernikahan dini pada anak perempuan berusia 15-16 tahun sebagai perjodohan, penghindaran sanksi sosial zina dan kehamilan di luar nikah, dan sebagai solusi ekonomis bagi orang tua untuk mengalihkan tanggung jawabnya. Lebih lanjut, penelitian ini menunjukkan bahwa perjodohan dan penghindaran percabulan merupakan motivasi yang signifikan untuk pernikahan dini. Selain itu, ditemukan pula bahwa pernikahan dini menimbulkan dampak yang merugikan bagi istri, suami, dan anak. Dampaknya terkait kasus komplikasi kehamilan bagi istri dan tekanan psikologis bagi suami. Dampak terhadap anak yang lahir dari pernikahan dini terutama kematian bayi yang baru lahir. Solusi yang ditawarkan untuk mendukung target pembangunan kependudukan dan penurunan angka pernikahan dini adalah dengan meningkatkan akses fasilitas dan informasi kesehatan bagi perempuan, serta mengatasi norma budaya dan sosial dengan membahas dampak pernikahan dini dengan tokoh sosial dan agama serta pemangku kepentingan.
Rethinking the Principle of Obedience to Eradicate Terrorist Women in Indonesia Alponso Munte; Desi Natalia
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 5, No 1 (2022): TEMALI Vol. 5 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v5i1.16473

Abstract

In society, there are symptoms of women as suicide bombers. This act of terror robs Human Rights. Here, acts of terror seem to be something banal. This paper aims to dissect what philosophy can relieve the symptoms of female terrorists. This study is a discourse analysis with a philosophical review of Hannah Arendt regarding the banality of crime and obedience. This paper finds that people at the grassroots level in Indonesia still think that the concept of obedience by putting aside critical thinking is a virtue and can also be a threat to humanity universally. From the existing discourse, the writer finds that the answer to this problem is awareness of citizenship compliance. This study contributes to the re-emergence of philosophy in social studies. The root of sociology itself is a philosophy that always invites back rationality in every decision and action.

Page 7 of 19 | Total Record : 184