cover
Contact Name
M. Taufiq Rahman
Contact Email
fikrakoe@uinsgd.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fikrakoe@uinsgd.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial
ISSN : -     EISSN : 26155028     DOI : -
Core Subject : Social,
TEMALI is an open-access and peer-reviewed journal published by the Department of Sociology of the Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. The objective of the journal is to promote the sharing of knowledge and understanding of the social development issues. This journal covers cross-cutting issues on social development studies in the perspectives of religion, education, law, politics, psychology, sociology, anthropology, culture, religion, etc.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Museums and Agenda of the Civilization Dialogue: A Functional Approach Ahmad Farid Abdul Jalal; Rahimin Affandi Abdul Rahim; Awang Pawi Awang Azman; Ahnaf Wafi Alias
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 3, No 2 (2020): TEMALI Vol. 3 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v3i2.9513

Abstract

Artikel ini menganalisis peran museum sebagai perantara budaya dalam dialog peradaban. Seperti kita ketahui bahwa ada perjalanan penting dalam sejarah Malaysia pada umumnya setelah berinteraksi dengan pendudukan Inggris. Kajian literature ini menegaskan kembali peran museum sebagai harta karun budaya dalam kehidupan sosial saat ini. Adapun contoh kasus museum sebagai mediator dialog antar peradaban dalam tulisan ini adalah Museum Pahang. Di museum ini ditemukan berbagai obyek atau aktivitas yang mendukung dialog antar peradaban tersebut.
Ecological Restructuring in Bandung Smart City Agenda Ute Lies Siti Khadijah; Edwin Rizal; Dian Wardiana Sjuchro
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 4, No 1 (2021): TEMALI Vol. 4 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v4i1.11284

Abstract

Layaknya kota-kota lain di Indonesia, Bandung punya rencana smart city bernama Bandung Technopolis. Ini adalah strategi inovasi pembangunan perkotaan tematik baru untuk menjadikan Bandung semakin maju sebagai kota canggih yang dapat melayani penduduknya dan kota pariwisata terkemuka di Indonesia. Namun, tata kota yang canggih ini juga menimbulkan masalah ekologi manusia. Diperlukan lahan yang cukup untuk pelaksanaannya. Studi ini menemukan daya tarik antara manfaat ekonomi, perubahan sosial, dan penataan lingkungan yang melibatkan warga dan pemerintah kota Bandung melalui metode kualitatif.
Social Disruption of Child Educational Development in a Rural Area of Bandung Regency Rully Khairul Anwar; Elnovani Lusiana
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 3, No 2 (2020): TEMALI Vol. 3 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v3i2.9413

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi, faktor penyebab dan pandangan orang tua terhadap pendidikan anaknya sehingga banyak anak sekolah yang putus sekolah. Penelitian ini dilakukan di Desa Sukamanah Kecamatan Paseh Kabupaten Bandung sebuah kawasan pertanian di pinggiran Kota Bandung. Secara umum penelitian ini didasarkan pada metode deskriptif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan keluarga petani di Desa Sukamanah sangat rendah baik dari segi sosial ekonomi, pendidikan dan lain-lain. Faktor penyebab anak putus sekolah di masyarakat Desa Sukamanah antara lain faktor ekonomi; faktor rendahnya minat melanjutkan sekolah; faktor kurangnya kesadaran dan perhatian orang tua, faktor kurangnya sarana prasarana sekolah, dan faktor budaya. Adapun pandangan orang tua terhadap pendidikan anaknya sangat beragam, dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan dan status sosial ekonomi dan budaya di sekitar mereka. Demi kemajuan bangsa, Pemerintah di sini harus terus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi anak putus sekolah.
Pengaruh Faktor Sosio Demografis terhadap Lama Mencari Kerja bagi Tenaga Kerja Terdidik di Provinsi Sumatera Selatan Nidatri Mutiah Zatzah; Bambang Suprihatin; Zunaidah Zunaidah
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 4, No 1 (2021): TEMALI Vol. 4 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v4i1.10713

Abstract

The total workforce in South Sumatra Province is 4,123,669 people, who work 3,942,534 people, and those who are unemployed are 181,135 people if you look at the percentage of the unemployed workforce for the uneducated workforce is 27% while the educated workforce is unemployed by 73%. This study uses secondary data in the form of the 2017 National Labor Force Survey (Sakernas) South Sumatra Province and the use of multiple linear regression analysis (OLS). The results of the analysis of the research that had been conducted stated that the respondents had characteristics, namely that the majority were male at 74%, around 87.4% with a high school / vocational education level, and around 51.1% had work experience. The average respondent was 26.79 years old, had an income of 212 4029.59 rupiah,s and had a long time to look for work 17.31 months. The variables that were not related to the length of time looking for work were age, sex, and education. The variables that have a significant relationship with the length of time looking for work are work experience and income. Each work experience will increase the length of time to look for work in the respondents in South Sumatra Province by 5,132 months.
Potret Gerakan Sosial Keagamaan Negara Islam Indonesia Fillah Di Kabupaten Garut Budi Rahayu Diningrat
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 4, No 1 (2021): TEMALI Vol. 4 No. 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v4i1.11536

Abstract

The establishment of the Islamic State of Indonesia (NII) led by SM. Kartosoewiryo at the beginning of the independence period. In historical references, NII was declared a rebel movement, so the Government eradicated it with a military operation (posse operation), and its leader was executed on September 5, 1962. However, NII's struggle did not end just like that. After Kartosoewiryo, NII was divided into several factions, namely NII Fillah in Garut, led by Sensen Komara, whose existence until now. This study uses a descriptive qualitative approach, from written or oral information, people's behavior, and interpretations of the world around them. The purpose of this research is to understand the world of meaning symbolized in people's behavior. Using sociological analysis and historical analysis, the study found that NII Fillah, led by Sensen Komara, was a continuation of NII Kartosoewiryo after experiencing several leadership changes from Jaja Sudjadi Bakar Misbah. NII Fillah argues that the Islamic State is a political force to enforce Islamic law and is the only tariqah in implementing the system and regulation in the nation's life and state. The relationship between religion and state is an inseparable concept, that religion needs a state or a political entity so that religion can be perfectly applied. Fillah NII religious movements in Garut include; rejection of the election, raising the red and white flag of the star and moon, and converting from RI to NII without changing the existing structure.
The Role of Civil Society in the Public Sector in Indonesia Ahmad Syamsir
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 3, No 2 (2020): TEMALI Vol. 3 No. 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v3i2.9488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana konsep masyarakat sipil telah hidup di Indonesia. Dengan metode analisis isi, penelitian ini mencontohkan bagaimana konsep masyarakat sipil ini dapat diimplementasikan dalam sektor publik. Dengan upaya tersebut ditemukan bahwa di Indonesia masyarakat harus lebih proaktif melakukan perubahan, karena memang pihak pemerintah dengan berbagai birokrasinya seringkali menghadapi kendala-kendala praktis baik yang bersifat alamiah ataupun karena memang tidak dilaksanakan dengan baik oleh para petinggi yang membuat suatu kebijakan. Di sini masyarakat sipil harus turun menangani nasibnya sendiri. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna untuk membantu meningkatkan program pemberdayaan masyarakat terutama dari segi pemikiran, sehingga dapat meluruskan implementasi dari berbagai kebijakan publik dalam prakteknya di masyarakat. Informasi dari kajian ini dapat bermanfaat bagi pemerintah, baik pemerintahan pusat, daerah maupun pemerintahan desa untuk ditindaklanjuti berkaitan dengan sikap dan pola pikir masyarakat yang semakin hari semakin kritis, sehingga masyarakat tidak menjadi ‘oposisi’ tetapi jadi ‘partner’ dalam pembangunan.
The Responses of the Community to Gunung Padang as a Location for Religious Tourism M. Yusuf Wibisono; Nanang Rustandi
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 4, No 2 (2021): TEMALI Vol. 4 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v4i2.12794

Abstract

Penelitian ini berawal dari munculnya sebuah masyarakat lokal dalam menjalankan keagamaan dan kebudayaannya disandingkan dengan beradaan situs. Keberadaan situs Gunung Padang yang semakin dikenal luas, berdampak pada masyarakat seputar situs. Masyarakat yang memegang teguh pada agama dan adat istiadat mengalami perubahan, seiring dengan munculnya berbagai persepsi atas keberadaan situs, hingga muncul berbagai cerita mitos. Fokus penelitian mengungkap bagaimana keagamaan masyarakat yang berada di seputar situs Gunung Padang. Bagaimana persepsi masyarakat seputar Gunung Padang terhadap keberadaan situs Gunung Padang, serta bagaimana persepsi keagamaan masyarakat Gunung Padang terhadap keberadaan situs setelah dilakukan pemugaran situs Gunung Padang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan dua sumber data. Pertama, data primer yang diperoleh dari studi dokumen, observasi lapangan, in depth interview sebagai sampel penelitian, berupa wawancara langsung. Kedua, data sekunder adalah data pendukung yang diperoleh dari buku, jurnal, dan dokumen hasil penelitian lainnya. Untuk menganalisa hubungan persepsi keagamaan masyarakat dan kebudayaan terhadap situs purbakala digunakan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi keagamaan terhadap situs sangat dipengaruhi oleh proses perpaduan dari paham keagamaan dan kebudayaan setempat yang sudah turun temurun. Bentuknya melalui ungkapan keagamaan yaitu keyakinan, ritual dan komunitas. Bahwa persepsi masyarakat terhadap situs dan simbol yang ada di seputar situs ditanggapi beragam. Berdasarkan kemunculannya, persepsi dipahami masyarakat karena persamaan struktur, nama dan fungsi. Dari temuan penelitian di atas juga muncul konfigurasi persepsi keagamaan masyarakat seputar situs purbakala Gunung Padang yaitu adanya proses perpaduan antara keagamaan, kebudayaan dan kepercayaan yang bercirikan kearifan lokal.
Dampak Tata Kelola Pemerintahan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia: Studi Kasus Negara Berkembang OKI Yuliasti Linawati; Herlina Suzantia; Muhammad Ghafur Wibowo
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 4, No 2 (2021): TEMALI Vol. 4 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v4i2.12547

Abstract

This study aims to determine the relationship between good governance on economic growth and the human development index in OIC developing countries. This study uses a panel data regression approach with the best model, the random effect model (REM). The research period used is from 2005 to 2018. The results show that voice and accountability, political stability, regulatory quality, and the rule of law significantly affect economic growth. In contrast, only the rule of law variable substantially impacts the human development index model. This research also highlights the importance of the government in improving good governance to promote higher economic growth and human development.
Procedures for Social Volunteers in Rehabilitating Patients with Mental Disorders in A Rural Community of Bandung Rifki Rosyad; Naan Naan; Busro Busro
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 4, No 2 (2021): TEMALI Vol. 4 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v4i2.12824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam mengatasi berbagai kasus gangguan jiwa masyarakat. Dengan menggunakan wawancara dan observasi semi terstruktur, data diperoleh dari 25 responden. Penyebab gangguan kesehatan jiwa terutama disebabkan oleh faktor psikososial atau eksternal. Dengan perawatan medis, pasien bisa lepas dari belenggu dan mulai bersosialisasi dengan masyarakat. Komunikasi sosial adalah salah satu cara yang paling efektif untuk merawat pasien untuk mengenali diri mereka sendiri, berhubungan kembali dengan orang lain, dan menjadi lebih sehat secara mental. Yang menjadi penggerak utama rehabilitasi sosial bagi penderita gangguan jiwa adalah para relawan yang membantu melancarkan berbagai kegiatan rehabilitasi. Temuan penelitian ini dapat memberikan informasi yang berharga untuk membantu meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi relawan, terutama di masyarakat pedesaan. Penelitian ini secara langsung akan memotivasi pemerintah untuk meningkatkan keberhasilan dalam mengatasi masalah sosial terkait gangguan jiwa.
Revolusi Hijau Merubah Sosial-Ekonomi Masyarakat Petani Ferdi Gultom; Sugeng Harianto
TEMALI : Jurnal Pembangunan Sosial Vol 4, No 2 (2021): TEMALI Vol. 4 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jt.v4i2.12579

Abstract

The green revolution is modernization in agriculture. In Indonesia, the green revolution is a government effort to increase economic development and food security. The program implemented since the New Order regime has shifted traditional agriculture to modern agriculture. This makes agriculture no longer based on ecological principles. In the end, the green revolution created dependence that ended in poverty. This article aims to explain the phenomenon of dependency of the farming community in Indonesia. This research uses the literature study research method, where data is obtained through books, journals, news, articles, and other relevant sources. The data were then analyzed and linked to the dependency theory. The results of this study found that the farming community in Indonesia is very dependent on chemical fertilizers. Chemical fertilizers are government-subsidized fertilizers, even though chemical fertilizers can damage the ecosystem. In addition, the scarcity of subsidized fertilizers makes farmers have to buy expensive non-subsidized fertilizers. Therefore, farmers are always in the poor group, thus creating social inequality. In the end, peasants depend on the compassion of their relatives, relatives, peasants, neighbors to survive in the life of the peasants, relatives, fellow farmers, and patrons (landlords and middlemen) just for a day's meal. They often have to give up to make savings, to borrow from rich people or financial institutions such as banks and cooperatives.

Page 6 of 19 | Total Record : 184