cover
Contact Name
Yosi Valentina Simorangkir
Contact Email
simorangkir@unmus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
simorangkir@unmus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
Musamus Journal of Architecture
Published by Universitas Musamus
ISSN : 26229161     EISSN : 26229153     DOI : -
Core Subject : Engineering,
The aims of this MJA is to provide a venue for academicians, researchers, and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of Architecture published in this journal deals about Architecture and its related discussion periodically. The aims of this journal is to disseminate research findings, ideas, and review in architectural studies SCIENTIFIC AREAS: Building (architecture) and Urban/Regional Study: theory, history, technology, landscape and site planning, behavioral, social and cultural, structure and construction, traditional architecture, criticism, digital architecture, urban design /planning, housing and settlements, and other related discussion Architecture Education and Practice: curriculum/studio development, work opportunities and challenges, globalization, locality, professionalism, code of ethics, project managerial, financing, etc. Review of Architectural Works Other Related Disciplines (will be reviewed by Editors) which may become interdisciplinary discussion and stimulate architecture insight, such as environment planning, economic development, development policy, tourism.
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
Perancangan Permukiman Nelayan Kampung Payum Di Merauke (Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan) Rahmawati Anisa; Henry Soleman Raubaba; Sari Octavia
Musamus Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2022): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v4i2.6187

Abstract

Permukiman nelayan payum berada di kampung payum yang termasuk dalam wilayah Kelurahan samkai, Kabupaten Merauke Dalam perkembangannya permukiman nelayan ini memiliki beberapa masalah yaitu sarana prasarana umum yang kurang memadai serta bangunan rumah tinggal yang belum mampu menampung aktivitas penghuni di dalamnya . metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif yang bertujuan untuk membuat gambaran , deskripsi secara sistematis, faktual dan akurat. data yang diperoleh berupa spesifikasi material bangunan perumahan , data administratif Kampung serta kebutuhan sarana prasarana umum. hasil yang di dapat dari penelitian ini adalah arahan penataan kawasan pemukiman nelayan payum yang berkelanjutan serta perancangan rumah tinggal dan sarana prasarana umum seperti; (1) Tempat pelelangan ikan , (2) Unit pengelolahan Hasil laut , (3) Tempat penjemuran ikan, (4) Koperasi Nelayan, (5) Kantor Pengelolahan, (6) Rumah Ibadah, (7) Puskesmas Pembantu, (8) Wahana Rekreasi, (9) Balai Kampung. Pendekatan arsitektur berkelanjutan yang diterapkan diantaranya; efisiensi penggunaan energi listrik dan efisiensi penggunaan material bangunan seperti memanfaatkan material sisa dan menggunakan material terbarukan yang cepat diproduksi, murah dan terbuka terhadap inovasi.
Rumah Sakit Gigi dan Mulut Di Merauke (Pendekatan Arsitektur Modern Tropis) Anisa Dwi Cahyanti; Muchlis Alahudin; Yosi Valentina Simorangkir
Musamus Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2022): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v4i2.6188

Abstract

Kabupaten Merauke merupakan salah satu Kabupaten di Indonesia yang belum memiliki Rumah Sakit Gigi dan Mulut. Jumlah pasien tahun 2015-2019 memiliki persentase sebesar 12%-27% dan pada tahun 2020 naik sebesar 30%. Oleh karena itu Kabupaten Merauke membutuhkan Rumah Sakit Gigi dan Mulut dengan tujuan dapat melengkapi fasilitas, pelayanan dan tenaga medis yang menunjang kegiatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Metode yang digunakan adalah metode deskripif yang dilakukan dengan mengumpulkan data berupa wawancara dan kuisioner pada tenaga medis, pasien serta dokumentasi langsung terhadap objek penelitian. Selain itu mengambil beberapa data terkait berupa literatur mengenai peraturan, standar, buku dan jurnal. Hasil dari data yang didapat digunakan untuk acuan dalam menentukan kebutuhan ruang serta desain bangunan. Perancangan RSGM terletak pada daerah sub zona kesehatan. Perancangan RSGM ini memfokuskan pada kelengkapan fasilitas dan pelayanan, sarana berupa pos satpam, rumah dinas, area IPAL dan servis, serta taman. Penerapan modern tropis pada perancangan RSGM ini dilihat dari desain, bukaan, penggunaan pencahayaan dan penghawaan alami, penggunaan material modern unsur pabrikasi, arah hadap bangunan serta penggunaan vegetasi secara
Perancangan Villa Resort di Pantai Utara Pulau Ohoieuw Kabupaten Maluku Tenggara (Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular) Anselmus Reyaan; Anton Topan; Henry Soleman Raubaba
Musamus Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2022): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v4i2.6189

Abstract

Kabupaten Maluku Tenggara mempunyai akar budaya dan adat istiadat yaitu filosofi adat hukum Larvul Ngabal. Nilai-nilai yang terkandung di dalam hukum Larvul Ngabal mampu memelihara ketertiban dan hubungan keakraban antar penduduk, menanamkan rasa gotong royong ( Budaya Maren), serta memupuk kesadaran masyarakat untuk menjaga keharmonisan alam melalui system “Hawear” yang mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam secara bijak & berkelanjutan.Villa Resort merupakan sebuah fasilitas tempat tinggal sementara yang terletak di daerah yang berhawa sejuk, misalnya seperti di pegunungan, pinggiran kota, ditepi pantai dan dipulau. Perancangan villa resort ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif dengan proses pengumpulan data berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil observasi atau pengamatan langsung ke lokasi penelitian dan data sekunder diperoleh melalui studi pustaka berupa buku, jurnal, laporan, dan studi literatur proyek sejenis yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan jenis kegiatan dan ruang-ruang.
SIRKUIT GRASSTRACK MERAUKE (Pendekatan Arsitektur Post Modern) Rahmat Hidayat; Muchlis Alahudin; Anton Topan
Musamus Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2022): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v5i1.6190

Abstract

Kota Merauke merupakan kabupaten di Papua Selatan yang sedang berkembang dari segi infranstruktur. Kota Merauke sendiri telah membangun sirkuit balap motor Freegeeb Waninggap Sai, namun sirkuit balap ini masih memiliki kendala yaitu kurangnya fasilitas yang memadai. Oleh karena itu, perlu adanya upaya peningkatan kualitas sirkuit dengan menerapkan konsep post modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa wawancara kepada responden dari IMI Merauke dan pembalap, serta studi kasus melakukan survey dan pengamatan lapangan berupa foto dokumentasi. Selain itu data dari berbagai sumber yang berupa literature berupa studi kepustakaan yang berkaitan dengan sirkuit balap serta kondisi lingkungan, standar ruang serta pengumpulan data informasi. Sirkuit grasstrack Merauke mempunyai panjang lintasan 1,2 km yang memiliki akses keselamatan diantara sirkuit itu sendiri yang berhubungan langsung ke bangunan paddock. Pada sirkuit grasstrack Merauke dibatasi sesuai standar nasional dan mampu menampung hingga kapasitas ±10.000 penonton dengan pendekatan arsitektur post modern. Pendekatan post modern diterapkan pada penggunaan material pabrikasi, adanya beberapa ornament yang diletakan pada bangunan pendukung, serta pemanfaatan pencahayaan dan penghawaan alami berupa bukaan yang lebar pada bangunan.
Perancangan Pusat Kecantikan dan Kesehatan Muslimah di Merauke (Pendekatan Arsitektur Metafora) Herniati Ayunita; Muchlis Alahudin; Yosi Valentina Simorangkir
Musamus Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2022): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v5i1.6191

Abstract

Perawatan kecantikan sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari wanita tak terkecuali bagi muslimah. Hal ini karena Allah telah menciptakan makhluknya dalam keadaan yang paling sempurna, maka dari itu sebagai hamba yang bertakwa haruslah bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah kepada kita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa wawancara dan kuesioner, dan dokumentasi langsung terhadap objek penelitian serta beberapa data literatur dari buku, jurnal, dimana data yang diperoleh akan menjadi acuan pada desain Perancangan pusat kecantikan dan kesehatan muslimah di Kabupaten Merauke dengan pendekatan Arsitektur Metafora. Perancangan pusat kecantikan dan kesehatan muslimah dengan luas lahan 1,5 Ha dibagi menjadi 5 bagian yaitu, (1) Fasilitas Perawatan kecantikan, (2) Fasilitas Klinik Kecatikan (3) Fasilitas Perawatan Kesehatan (4) Fasilitas Pengelola (5) Fasilitas Penunjang, pendekatan arsitektur Metafora konkrit dalam perancangan mengambil unsur atau karaktek terkait kecantikan. Bentuk dasar yang digunakan pada bagunan pusat kecantikan dan kesehatan muslimah di merauke adalah bunga lily putih, yang diaplikasikan sebagai tampilan bangunan
Perancangan Rumah Sakit Paru di Kabupaten Merauke (Pendekatan Healing Environment) Herman Langko; Henry Soleman Raubaba; Anton Topan
Musamus Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2022): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v5i1.6193

Abstract

Pengidap penyakit paru di kabupaten merauke cukup tinggi dan beberapa jenis penyakit paru yang diderita masyarakat Kabupaten Merauke berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke diantaranya; tuberkulosis (TB paru), pneumonia, bronkitis dan asma. Jumlah pengidap penyakit paru dengan ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Merauke tidak seimbang. Berdasarkan hal tersebut, yang menjadi tanggapan adalah rancangan Rumah Sakit Paru Merauke dengan pendekatan healing environment. Penelitian dalam Perancangan Rumah Sakit Paru Merauke, dilakukan melalui metode penelitian deskriptif yang dilangsungkan di setiap rumah sakit yang ada di Kabupaten Merauke. Metode ini memaparkan kajian suatu kasus atau permasalah berdasarkan basis data dan visualisasi. Perancangan Rumah Sakit Paru Merauke tergolong ke dalam rumah sakit kelas “C” dengan kapasitas 60 tempat tidur pasien rawat inap. Rumah sakit paru yang dirancang ini memberikan pelayanan kesehatan melalui pelayanan unit gawat darurat (UGD), rawat jalan, rawat inap, dan rujukan. Perancangan Rumah Sakit Paru Merauke dengan pendekatan healing environment berada di Jalan Cikombong, Kelurahan Rimba Jaya, Distrik Merauke.
Perancangan Pusat Kesenian dan Kebudayaan Boven Digoel (Pendekatan Desain Arsitektur Neo Vernakular) Kurniawati Ramadani; Anton Topan; Biatma Syanjayanta
Musamus Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2022): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v5i1.6194

Abstract

Kabupaten Boven Digoel memiliki keanekaragaman budaya yang terus dipelihara dan dilestarikan. Berbagai bentuk pelestarian adat budaya masyarakat Boven Digoel dituangkan dalam berbagai karya seni yang lahir dari sanggar-sanggar seni yang ada. Kabupaten Boven digoel memiliki 5 suku yang terdiri dari suku Wambon, Muyu, Auyu, Korowai dan Kombay. Dari 5 suku tersebut memiliki beragam kesenian dan budaya dari masing-masing suku. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kebudayaan dan kesenian Boven Digoel, belum adanya wadah untuk menampung kegiatan pagelaran budaya yang ada di Boven Digoel. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mengumpulkan data wawancara kepada pelaku kesenian serta dokumentasi terhadap objek penelitian. Selain itu, data berupa literatur mengenai peraturan, standar, buku dan jurnal, hasil dan data yang dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan ruang serta penerapan desain bangunan.Pusat Kesenian dan Kebudayaan Boven Digoel dengan pendekatan arsitektur Neo-Vernakular adalah suatu fasilitas yang dirancang (baik bangunan maupun tapak/ruang terbuka) diantaranya, fasilitas gedung pertunjukan seni tari, musik, galeri seni lukis, kria, dan pahat, fasilitas pengelola, perpustakaan, cafetarian serta panggung pertunjukan luar dan fasilitas penunjang lainnya dimana bentuk di ambil dari budaya setempat.
Honda Automotive and Modification Center di Merauke (Pendekatan Desain Arsitektur Modern Tropis) Robin Malua; Muchlis Alahudin; Anton Topan
Musamus Journal of Architecture Vol 5 No 1 (2022): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v5i1.6195

Abstract

Honda merupakan salah satu merk dagang, yang dapat kita lihat dalam bidang usaha semakin meningkat pesat di dunia industri. Hal ini dapat memicu tingkat persaingan dalam usaha yang ketat, sehingga tingkat produksi kendaraan roda empat dan roda dua yang menjual barang sejenis. Dengan adanya produk sejenis yang di jual oleh dealer yang berbeda, ketika promosi yang di tawarkan sangat menarik hal tersebut akan mempengaruhi minat konsumen untuk membeli. Maka dalam hal ini Honda Automotive and Modification Center di merauke, bertujuan merancang bangunan yang di lengkapi dengan fasilitas pendukung untuk menampung segala aktifitas kegiatan seperti seminar, pameran kontestan modifikasi di Merauke serta menggunakan pendekatan arsitektur modern tropis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa wawancara dan observasi di beberapa bengkel modifikasi dan bengkel motor yang ada dikota merauke, serta dokumentasi langsung terhadap objek penelitian. Selain itu mengambil beberapa data literature mengenai perancangan HONDA Automotive and Modification di Kabupaten Merauke. Perancangan bangunan Honda Automotive and Modification Center di Kota Merauke dengan mengunakan pendekatan desain Arsitektur Modern Tropis yang dimana dirancang dengan konsep sederhana dengan mengedepankan fungsi bentuk pada bangunan Honda tersebut. Merauke merupakan salah satu daerah tropis sehingga perancangan Automotive and Modification Center memfokuskan pada kenyamanan ruangan-ruangan, yang ada pada Honda, Sehingga pendekatan arsitektur modern tropis dirasa tepat pada perancangan Honda Automotive and Modification Center di Merauke.
PUSAT KONSERVASI DAN EDUKASI ANGGREK DI MERAUKE Angga Novikarani; Muchlis Alahudin; Yosi Valentina Simorangkir; Reivandy Christal Joenso
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 2 (2024): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i2.6214

Abstract

Kabupaten Merauke memiliki 4 lokasi budidaya tanaman Anggrek, 2 di Kampung Wasur yaitu Kebun Anggrek Nirwana, Taman Anggrek Bualas dan 2 di Semangga 1 yaitu UD. Fairuz dan UD. Nailya Jaya. Penjualan Anggrek di Merauke tidak menentu, karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam membudidayakan dan merawat Anggrek. Maka direncanakannya Pusat Konservasi dan Edukasi Anggrek di Merauke yang dapat memfasilitasi kegiatan pelestariann, sarana edukatif, dan penelitian mengenai tanaman Anggrek dengan pendekatan Arsitektur Ekologi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mengumpulkan data wawancara, kuisioner pada pembudidaya serta dokumentasi terhadap objek penelitian. Hasil dari data yang didapat, digunakan untuk menentukan kebutuhan ruang serta penerapan desain bangunan. Pusat Konservasi dan Edukasi Anggrek di Merauke dengan pendekatan Arsitekur Ekologi adalah suatu fasilitas yang dirancang diantaranya, fasilitas gedung pengelola, fasilitas pembudidayaan, pelestarian dan perawatan Anggrek seperti gedung laboratorium dan greenhouse aklimatisasi, fasilitas pelatihan dan pembelajaran seperti greenhouse koleksi dan perpustakaan, dan fasilitas penunjang dimana pada bangunan menggunakan material ramah lingkungan khususnya pemanfaatan material ekologis yaitu mudah didapat dari lingkungan sekitar dengan dampak penggunaannya tidak berbahaya bagi lingkungan serta penerapan green roof dan penggunaan panel surya untuk pemanfaatan penghawaan buatan dan penghematan energi listrik.
Perancangan Kawasan Wisata 1000 Musamus Merauke Muhammad Toyib; Anton Topan; Yosi Valentina Simorangkir
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 2 (2024): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i2.6277

Abstract

Salah satu daerah di Indonesia yaitu kabupaten Merauke yang terletak paling selatan dan timur di Provinsi papua selatan memiliki kekayaan aset alam dan geografis yang iconic. Taman wisata 1000 musamus merupakan salah satu tempat wisata khas namun belum memiliki sarana dan prasarana aksesibilitas keluar dan kedalam tapak yang mendukung dan memadai sebagai suatu tujuan tempat wisata yang terintregasi berdasarkan Destination management Organization (DMO). Maka tujuan penelitian ini yaitu Merancang kawasan taman wisata 1000 musamus Merauke yang sesuai standar organisasi DMO dengan pendekatan sustainable Architecture serta lokasi site taman wisata 1000 yang aksesible. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif, dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa wawancara pada pihak pengelola wisata 1000 musamus dan dokumentasi langsung terhadap objek yang diteliti.Sustainable Architecture yang diterapkan diantaranya : Optimalisasi potensi tapak, optimalisasi pengunaan energi, dan pengunaan matrial yang ramah lingkungan seperti pengunaan bambo pada kontruksi atap dan dinding pada gapura serta pengunaan matrial GFRP yang merupakan matrial dari bahan daur ulang sehingga dapat mengurangi pengunaan sumberdaya yang berlabihan. Penerapan DMO (Destination Management Organication) pada perancangan di Taman Wisata 1000 Musamus dengan meningkatkan kualitas pelayanan dan meningkatkan pengalaman berwisata di Taman Wisata 1000 Musamus yang merupakan indikator pecapaian standar DMO.