Musamus Journal of Architecture
The aims of this MJA is to provide a venue for academicians, researchers, and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of Architecture published in this journal deals about Architecture and its related discussion periodically. The aims of this journal is to disseminate research findings, ideas, and review in architectural studies SCIENTIFIC AREAS: Building (architecture) and Urban/Regional Study: theory, history, technology, landscape and site planning, behavioral, social and cultural, structure and construction, traditional architecture, criticism, digital architecture, urban design /planning, housing and settlements, and other related discussion Architecture Education and Practice: curriculum/studio development, work opportunities and challenges, globalization, locality, professionalism, code of ethics, project managerial, financing, etc. Review of Architectural Works Other Related Disciplines (will be reviewed by Editors) which may become interdisciplinary discussion and stimulate architecture insight, such as environment planning, economic development, development policy, tourism.
Articles
70 Documents
Pabrik Pakan Ternak
Adrianus Herman Jamlean;
Muchlis Alahudin;
Jeni Paresa
Musamus Journal of Architecture Vol 3 No 1 (2020): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v3i1.6176
The term industry is often identified with all human economic activities that process raw goods or raw materials into semi-finished goods or finished goods. From this definition, the term industry is often referred to as manufacturing activities. The animal feed industry is an industry that carries out processing, testing of feeds and promotion of animal feed produced to farmers in increasing livestock production of higher quality. Data collection in research is very important to answer the problem in research. The method used is through written questions submitted to the informant (Head of the Livestock Service Office). In this case, the data collection methods that researchers use in this study, namely observation and interviews. Research interview is a research method which includes collecting data through direct question and answer interaction between interviewer (researcher) and respondent (informant) to gather as much information as possible on the problem under study.
Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Deisel (PLTD) di Merauke
Sukayo Sukayo;
Anton Topan;
Sari Octavia
Musamus Journal of Architecture Vol 3 No 1 (2020): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v3i1.6177
The Diesel Power Plant (PLTD) currently used in Merauke has a capacity of only 12.6 MW, while the peak load reaches 17.39 MW, resulting in frequent power outages in Merauke Regency. Additionally, the location of PLTD Kelapa V in the city center causes significant noise pollution, disturbing nearby residents. To address these issues, a new PLTD with a capacity of 100 MW is needed in the warehouse and industrial sector, utilizing a techno-architecture design approach. This research employs data collection methods such as interviews, documentation, books, reports, literature studies, journals, site analysis, and building analysis. The result of this study is the design of a diesel power plant with a techno-architecture approach that can enhance the power and performance capacity of PLTD Kelapa V, ensuring adequate electricity supply for Merauke.
Fasilitas Olahraga Indoor Di Kota Merauke (Pendekatan Arsitektur Neo Vernacular)
Syafrin Yusuf;
Biatma Syanjayanta;
Dina Pasalolo
Musamus Journal of Architecture Vol 3 No 1 (2020): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v3i1.6178
sports that facilitate a variety of indoor sports in the city of Merauke are inadequate. Neo Verracular is an architectural design concept that mixes modern aspects and traditions, so an indoor sports facility design in Merauke City is needed with the Neo Vernacular Architecture Approach. Using the Descriptive Method to determine the elements, traits, traits or phenomena. This method starts by collecting data and analyzing data that is carried out through survey techniques, case studies, comparative studies, studies of time and motion, behavior analysis and documentary analysis. The data obtained will be used as a reference in the Design of Indoor Sports Facilities in the City of Merauke with the Neo Vernacular Architecture Approach.
Catholic Youth Center di Merauke (Pendekatan Arsitektur Modern Tropis)
Meiske Meilin Lewerissa;
Henry Soleman Raubaba;
Biatma Syanjayanta
Musamus Journal of Architecture Vol 3 No 1 (2020): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v3i1.6179
Catholic Youth Center adalah suatu wadah pemusatan segala kegiatan generasi muda katolik yang menyangkut kegiatan kerohanian, berekreasi, berinovasi, dan pengembangan bakat. Perancangan Catholic Youth Center dapat menjadi fasilitas yang nyaman bagi orang muda katolik dan dapat menjadi wadah yang menunjang seluruh kegiatan orang muda katolik di Kabupaten Merauke. Penelitian ini menggunakan metode deskriptis yaitu metode yang dilakukan melalui survei, wawancara dan dokumentasi. Data yang diperoleh dapat menjadi acuan perancangan Catholic Youth Center. Perancangan Catholic Youth Center menggunakan pendekatan Arsitektur Modern Tropis dengan fasilitasnya yaitu fasilitas edukasi, fasilitas spiritual, fasilitas musik, fasilitas pengelola, fasilitas olahraga, fasilitas service dan fasilitas kafetaria. Penerapan pendekatan Arsitektur Modern Tropis diharapkan dapat mengoptimalkan pencahayaan dan penghawaan alami pada fasilitas ini dengan menata bangunan dan sirkulasi bangunan terhadap iklim tropis, sehingga memperoleh perancangan bangunan yang baik dan nyaman didalam maupun diluar bangunan.
Merauke Electronics And Iinformation Technology (Pendekatan Desain Arsitektur Kontemporer)
Andi Alfian Rivaldi;
Anton Topan;
Muchlis Alahudin
Musamus Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2021): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v4i1.6180
Ketergantungan manusia akan teknologi elektronik dan IT terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dari masa ke masa. Tak terkecuali dengan kota Merauke, di kota rusa ini teknologi elektronik dan IT begitu erat kaitannnya dengan kehidupan masyarakat kota .Dengan banyaknya kebutuhan elektronik dan IT kemudian menjamurlah banyak toko elektronik dan IT yang tersebar di beberapa titik di kota Merauke. Hal ini memberi efek positif dan negatif bagi kota Merauke sendiri sendiri. Masyarakat merasa kurang nyaman dalam eksplorasi produk karena letaknya yang tersebar, Di sisi yang lain, permintaan barang elektronik dan IT di kota Merauke terus meningkat dan berkembang pesat dari tahun ke tahun. Untuk mengantisipasi efek negatif yang terjadi dan mengembangkan efek positif dari fenomena di atas, maka dibutuhkan sebuah pusat elektronik dan IT di Kabupaten Merauke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi langsung terhadap objek yang diteliti serta kuisioner. Selain itu data dari berbagai sumber berupa literature mengenai peraturan perancangan pusat perbelanjaan, buku, laporan dan jurnal. Hasil data yang di peroleh di gunakan sebagai acuan penentuan jenis kebutuhan ruang serta wujud bangunan dan fasade ME&IT. Perancangan Merauke Electronics And Information Technologi (ME&IT) pada daerah sektor perdagangan dan jasa Serta di fokuskan pada perdagangan dan promosi, Penerapan pendekatan desain Arsitektur Kontemporer akan di implementasikan pada bangunan terkhususnya pada penggunaan struktur serta material yang menyelubungai bangunan. Keserasian makna “light and culture” antara pencahayaan dan perpaduan budaya sehingga kesan yang ingin di capai dapat tersampaikan
Merauke Coffe Center (Dengan Pendekatan Arsitektur Post-Modern)
Anggeri Restu S;
Anton Topan;
Yosi Valentina Simorangkir
Musamus Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2021): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v4i1.6181
Merauke Coffee Center merupakan sebuah proyek desain arsitektur post-modern yang berlokasi di Kabupaten Merauke. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan potensi wisata dan pertanian kopi di daerah tersebut. Merauke dikenal dengan keindahan alam dan budayanya yang khas, sehingga pembangunan pusat kopi ini diharapkan dapat menjadi daya tarik wisata baru yang mengintegrasikan elemen edukatif. Merauke Coffee Center akan memfokuskan pada dua jenis kopi unggulan daerah ini, yaitu kopi Excelsa dan Liberika. Desain arsitektur post-modern yang diterapkan mencerminkan perpaduan antara tradisi lokal dan inovasi modern, menciptakan ruang yang tidak hanya estetis tetapi juga fungsional untuk berbagai aktivitas seperti tur edukatif, pameran kopi, dan pelatihan pengolahan kopi. Dengan adanya Merauke Coffee Center, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan akan keunikan kopi Merauke, serta mendukung perekonomian lokal melalui sektor pariwisata dan pertanian. Proyek ini juga menyediakan ruang-ruang edukatif yang interaktif, memungkinkan pengunjung untuk belajar tentang proses penanaman, pengolahan, hingga penyajian kopi, sehingga menciptakan pengalaman wisata yang mendalam dan informatif.
Perpustakaan Universitas Musamus Merauke (Pendektan Desain Arsitektur Post Modern)
Nur Halimah;
Muchlis Alahudin;
Yashinta I.P Hematang
Musamus Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2021): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v4i1.6182
Perpustakaan Universitas Musamus merupakan salah satu fasilitas yang disediakan oleh pihak Universitas untuk para pengunjung baik yang datang sebagai tamu universitas ataupun civitas akademika universitas musamus. Perancangan perpustakaan ini dapat memberikan fasilitas yang baik demi kenyamanan bagi para pengunjung dengan menerapkan unsur filosofi perancangan Buku, Musamus, Tri Dharma Perguruan Tinggi dan tema Buku sebagai jendela dunia serta pendekatan desain Arsitektur Post Modern. Penelitian menggunakan metode deskriptis yaitu untuk mencari unsur-unsur, ciri-ciri, sifat-sifat. Metode deskriptis dilakukan melalui: survey, permintaan data, dokumentasi dan wawancara. Dimana data yang di peroleh akan menjadi acuan pada desain Perpustakaan. Jumlah mahasiswa Universitas Musamus sampai tahun 2017 adalah 10.388 mahasiswa, Luas tapak Perpustakaan Universitas Musamus 19.500 m2 (1.9 Ha). Menggunakan pendekatan desain Arsitektur Post Modern seperti memasukkan unsur lokal lainnya seperti adanya ukiran bentuk berpori yang melambangkan salah satu ciri dari musamus itu sendiri pada secondry skin dan juga tiang- tiang menyerupai bentuk tifa menuju pintu masuk bangunan, memaksimalkan pencahayaan alami (skylight), memperbesar bukaan (bukaan dapat ditembus oleh cahaya dan udara, udara dapat mengalir dalam bangunan dengan baik, penataan/pola tata masa bangunan dan peletakkan vegetasi diharapkan dapat memecah kecepatan angin.
Wisma Atlet Anim Ha (Pendekatan Desain Arsitektur Modern Tropis)
Muhammad Iqbal fauzi;
Yashinta I.P Hematang;
Yashinta Valentina Simorangkir
Musamus Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2021): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v4i1.6183
Kabupaten Merauke memiliki banyak potensi atlet olahraga yang diikuti hampir dari setiap distrik yang ada. Dengan melalui data dari Dinas Pemuda Dan Olahraga (2021) yang terlampir pada lampiran terdapat data dari 5 tahun terakhir sekitar 38 kali pertandingan yang telah diselengarakan se-Kabupaten Merauke. Di antara 38 pertandingan terdapat 3 cabang olahraga yang sering di tandingkan yaitu, sepak bola, bola voli dan atletik. Berdasarkan data tersebut Merauke sebagai kabupaten yang aktif dalam melaksanakan ajang perlombaan. Sehingga tujuan dari penelitian ini perlu di buat sebuah "Perancangan Wisma Atlet Animha" beserta dengan fasilitas-fasilitas penunjangnya, hal ini sebagai salah satu penunjang kebutuhan akan prasarana tempat tinggal dan latihan bagi atlet- atlet yang akan bertanding baik atlet Merauke itu sendiri atau atlet dari luar Merauke. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa wawancara kepada pegawai dinas pemuda dan olahraga, serta dokumentasi langsung terhadap objek yang diteliti. Selain itu data dari berbagai sumber yang berupa literatur mengenai peraturan, buku, laporan dan jurnal. Hasil dari data yang diperoleh digunakan sebagai referensi dalam menentukan jenis kebutuhan ruang serta wujud bangunan dari perancangan Wisma Atlet Animha. Wisma Atlet Animha dengan pendekatan Arsitektur Modern Tropis merupakan suatu perencanaan fasilitas dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi atlet daerah Kabupaten Merauke. Hal ini dihadirkan dari bangunan yang dilengkapi dengan sarana prasarana penunjang dengan menggunakan beberapa material bangunan modern dan pabrikasi, seperti penggunaan penutup atap GFRC, penggunaan rangka baja serta memaksimalkan bukaan penghawaan dan pencahayaan alami ke dalam bangunan.
Merauke Art Centre
Angga Novi Karani;
Anton Topan;
Theresia Widi A
Musamus Journal of Architecture Vol 4 No 1 (2021): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v4i1.6184
Kota Merauke memiliki potensi di bidang pariwisata yang cukup baik, khususnya di bidang kesenian. Namun proses kreatif seni dan budaya saat ini berjalan kurang maksimal, karena minimnya sarana dan prasarana yang tersedia. Belum adanya gedung pusat kesenian di Merauke yang menampung semua bidang seni dan sebagai tempat kreativitas seniman. Padahal, masyarakatnya memiliki apresiasi yang tinggi terhadap seni dan budaya, seperti seni tari, lukis, pahat, ukir, musik dan vokal. Dengan demikian diperlukan sebuah ruang untuk mempertunjukkan seni guna meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap seni dan budaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif, dimana metode ini merupakan sebuah tata cara penelitian yang menghasilkan deskriptif analitis, yaitu apa yang dinyatakan oleh sasaran penelitian yang bersangkutan secara tertulis atau lisan, dan perilaku nyata. Sehingga disimpulkan bahwa Merauke Art Centre yang berfungsi sebagai pusat kesenian yang dapat menampung semua bidang kesenian yang ada di Merauke dengan berskala nasional, Selain itu, dalam perancangannya Merauke Ar Centre menggunakan pendekatan Arsitektur Post Modern yaitu perpaduan antara dua gaya berupa gaya arsitektur modern dengan unsur kebudayaan sekitar khususnya marind-anim.
Perancangan Pusat Kesenian Dan Kebudayaan Boven Digoel (Pendekatan Desain Arsitektur Neo Vernakular)
Gabriela Frances Claudian Taywaso;
Muchlis Alahudin;
Anton Topan
Musamus Journal of Architecture Vol 4 No 2 (2022): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/mja.v4i2.6185
Pasar tradisional merupakan salah satu tempat tujuan berbelanja bagi masyarakat kalangan menengah kebawah. Pasar tradisional juga menampung berbagai macam kebutuhan pokok. Namun dari segi fisik bangunan kurang layak di jadikan sebagai tempat berjualan. Di tambah lagi dengan di bukanya pasar sentral, sehingga perlu adanya perbaikan pasar tradisional mumanjako yang baru dan sehat yang dapat di jadikan sebagai wadah untuk berjualan bagi masyarakat. Perancangn pasar tradisional ini menggunakan metode kwalitatif dan kwantitatif dengan proses proses pengumpulan data berupa data primer dan data sekunder. Data primer di peroleh dari hasil survey lapangan dan data sekunder di perole dari studi literatur baik dari internet ataupun dari buku . analisis yang di lakukan menghasilkan perencanaan dan perancagan pasarsehat tradisional ( pendekatan desain modern tropis ) dimana arsitektur modern tropis merupakan bangunan bahan bangunan modern dan juga bentuk atap pelana yang di terapkan pada semua bangunan di dalam semua kawasan pasar, serta pasar tersebut dapat menampung 400 pedagang. Dari sigi utilitas pasar pasar ini di lengkapi dengan berbagai kelengkapan utilitas agar dapat menunjang segala aktifitas yang ada dan dapat mengulangi kemungkinan terjadi kebakaran dan bencana alam lainnya