cover
Contact Name
Yosi Valentina Simorangkir
Contact Email
simorangkir@unmus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
simorangkir@unmus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
Musamus Journal of Architecture
Published by Universitas Musamus
ISSN : 26229161     EISSN : 26229153     DOI : -
Core Subject : Engineering,
The aims of this MJA is to provide a venue for academicians, researchers, and practitioners for publishing the original research articles or review articles. The scope of Architecture published in this journal deals about Architecture and its related discussion periodically. The aims of this journal is to disseminate research findings, ideas, and review in architectural studies SCIENTIFIC AREAS: Building (architecture) and Urban/Regional Study: theory, history, technology, landscape and site planning, behavioral, social and cultural, structure and construction, traditional architecture, criticism, digital architecture, urban design /planning, housing and settlements, and other related discussion Architecture Education and Practice: curriculum/studio development, work opportunities and challenges, globalization, locality, professionalism, code of ethics, project managerial, financing, etc. Review of Architectural Works Other Related Disciplines (will be reviewed by Editors) which may become interdisciplinary discussion and stimulate architecture insight, such as environment planning, economic development, development policy, tourism.
Arjuna Subject : -
Articles 70 Documents
Perencanaan dan Perancangan Fasilitas Sirkuit Road Race Yosi Valentina Simorangkir; Anton Topan; Theresia Widi Asih Cahyani
Musamus Journal of Architecture Vol 2 No 02 (2020): Musamus Journal of Architecture - April 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merauke has a lot of potential racing talent but the lack of racing facilities to channel the interests and talents of young people in Merauke has an impact on wild racing, racing activities carried out on roads and beaches that endanger safety and comfort and road racing events held in Merauke still use Open space such as a highway with facilities as is, it is necessary to support the road race circuit supporting the racing activities, as well as the racing circuit track according to national standards of 1.2km. Techno Artistic architectural approach is applied to the use of fabrication materials, energy efficient technology. The results of the design of road race circuit facilities are equipped with regional and building utility installations, so that the results of this design do not damage the surrounding environment and safety on the site.
PUSAT REHABILITASI PASCA STROKE DI MERAUKE Handri Mustamu; Muchlis Alahudin; Yohannes Putra Perkasa Sinambela
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 1 (2023): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i1.5893

Abstract

Pusat Rehabilitasi Pasca Stroke merupakan tempat rehabilitasi sesudah terkena stroke, sebuah fasilitas dimana pasien diberikan fasilitas, 24- jam pelayanan. Permasalahan umum orang yang terkena stroke di merauke adalah masyarakat dan mengonsumsinya, olahan makanan yang berupa daging, gorengan dan makanan lainnya, bila di konsumsi secara berlebihan akan memicu beberapa penyakit, salasatunya adalah memicu adanya kolesterol dan membawanya ke penyakit stroke. Keberadaan pusat rehabilitasi pasca stroke ini diharapkan dapat meningkatkan kemungkinan sembuh bagi pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang Pusat Rehabilitasi Pasca Stroke dengan pendekatan Aritektur Healing Environment, menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data dokumentasi dan objek penelitian, serta data pendukung, berupa standar, buku, dan jurnal. Data yang diperoleh akan digunakan sebagai acuan untuk merancang Pusat Rehabilitasi Pasca Stroke di Merauke. Dengan pendekatan Arsitektur Healing Environment. Dengan luas tanah 8 hektar dengan 5 fasilitas, (1) Fasilitas kesehatan, (2)sarana ibadah, (3) Fasilitas taman , (4) Fasilitas pelayanan stroke, (5)Sarana penunjang. Pendekatan Arsitektur Healing Environment diterapkan untuk kenyamanan pasien, antara lain dengan mengoptimalkan bukaan atau ventilasi dan pencahayaan alami.
E-Sport Center Indra Kusuma Irja; Henry Soleman Raubaba; Muchlis Alahudin
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 1 (2023): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i1.5904

Abstract

Kabupaten Merauke memiliki banyak potensi atlet olahraga e-sport yang diikuti hampir dari setiap kalangan usia baik dewasa, remaja maupun anak-anak. Dengan melalui data dari Turnamen e-sport di Merauke telah diselenggarakan di beberapa café antara lain, ruko KNS III, café Mr. Bean, cafe Garasi, dan café YoungBucks. Berdasarkan data tersebut Merauke sebagai kabupaten yang aktif dalam melaksanakan ajang perlombaan. Sehingga tujuan dari penelitian ini perlu adanya “Perancangan e-sport center” sebagai salah satu penunjang kebutuhan akan prasarana tempat latihan dan bertanding bagi atlet-atlet yang akan bertanding baik atlet Merauke itu sendiri atau atlet dari luar Merauke. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa wawancara dan kuesioner, dan dokumentasi langsung terhadap objek penelitian serta beberapa data literatur dari buku, jurnal dan google mengenai standar dan peraturan yang berkaitan. Sarana dan prasarana yang dirancang meliputi fasilitas gedung utama e-sport center dan sarana penunjang. E-sport center dengan pendekatan Arsitektur futuristic merupakan suatu perancangan fasilitas dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi atlet daerah Kabupaten Merauke. Hal ini dihadirkan dari bangunan yang dilengkapi dengan sarana prasarana penunjang dengan menggunakan material bangunan modern dan pabrikasi, seperti penggunaan penutup atap GFRC, serta memaksimalkan bukaan penghawaan dan pencahayaan alami ke dalam bangunan.
Merauke Photography Center Fuad Nur Arifin; Anton Topan; Yosi Valentina Simorangkir
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 1 (2023): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i1.5905

Abstract

Perkembangan fotografi di Merauke belum diikuti dengan sarana dan prasarana fotografi yang ada karena kurangnya perhatian dalam hal pengoleksian dan publikasi karya fotografi. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang pusat fotografi Merauke yang menunjang sarana dan prasarana fotografi serta dapat dinikmati semua kalangan yang juga sebagai bentuk pelestarian seni fotografi serta juga bisa dijadikan sebagai tempat pendidikan berupa sekolah fotografi di Kota Merauke.Metode Deskriptif yaitu metode yang digunakan untuk mencari unsur-unsur, ciri-ciri, sifat-sifat atau fenomena. Metode ini dimulai dengan mengumpulkan data dan menganalisis data. Metode deskriptif dalam pelaksanaannya dilakukan melalui teknik survei, studi kasus, studi komparasi, studi tentang waktu dan gerak, analisis tingkah laku dan analisis dokumenter Merauke Photography Center (MPC) memiliki sarana seperti peralatan fotografi yang lengkap. Prasarana MPC meliputi ruangan pelayanan jasa fotografi, ruang desain, ruang cetak, studio foto, toko elektronik, perpustakaan, auditorium, galeri foto, studio foto, ruang kelas, dan ruang komputer. Serta terdapat bangunan pendukung seperti musholla, cafeteria, gedung serbaguna, dan ruangan genset. Merauke Photography Center (MPC) menggunakan pendekatan arsitektur post modern dalam perancangannya.
Pusat Produksi Daging Dan Telur Unggas Trianto Rombe Buntu; Anton Topan; Henry Soleman Raubaba
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 1 (2023): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i1.5906

Abstract

Kabubapen Merauke merupakan salah satu Kabupaten dengan kebutuhan pangan akan daging dan telur unggas yang cukup tinggi sehingga dengan meningkatnya jumlah penduduk, meningkat pula kebutuhan pangan akan daging dan telur unggas. Menurut Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, memiliki potensi yang cukup baik dalam pengembangan peternakan unggas dimana pada tahun (2016-2020) terjadi peningkatan produksi telur dan daging unggas yaitu mencapai 2.563.046 kg (2016) hingga 4.445,519 kg (2020) daging dan 949.157 kg (2016) hingga 3.576.945 kg (2020) telur. Sehingga perlu adanya pusat produksi daging dan telur unggas yang dilengkapi dengan sarana prasarana untuk memenuhi kebutuhan pangan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan metode deskriptif yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa wawancara dan kuesioner, dan dokumentasi langsung terhadap objek penelitian serta beberapa data literatur dari buku, jurnal dan google mengenai standar dan peraturan yang berkaitan. Sarana dan prasarana yang dirancang meliputi fasilitas gedung Kantor pengelola, kandang ayam broiler, kandang ayam petelur, kandang itik dan sarana penunjang. Penerapan pendekatan Arsitektur neo-vernakular pada Pusat produksi daging dan telur unggas dapat dilihat dari penggabungan elemen-elemen arsitektur tradisional, seperti ornamen dan jendela kaca patri, dengan elemen modern, seperti jendela besar dan pintu geser, serta mengoptimalkan pemanfaatan ruang.
Wisata Kawasan Kampung Bhinneka Tunggal Ika Tanah Miring SP2 Andre A.C Paulus; Anton Topan; Muchlis Alahudin
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 1 (2023): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i1.5907

Abstract

Kabupaten Merauke merupakan salah satu daerah majemuk dengan penduduk yang terdiri dari suku, ras, agama dan budaya yang berbeda-beda didalamnya. Walaupun begitu Merauke memiliki masyarakat yang memiliki Persatuan dan Kesatuan bangsa yang kuat dengan keragaman didalamnya yang saling berdampingan begitu juga kehidupan yang ada di kampung Yasa Mulya, distrik Tanah Miring yang telah ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Merauke, menjadi kampung bhinneka tunggal ika. Untuk mewujudkan program tersebut, saat ini kampung Yasa Mulya mulai merencanakan dan membangun sarana prasarana kampung bhinneka tunggal ika. Tujuan penelitian ini adalah Merancang suatu kawasan menjadi Ikon Kampung Bhinneka Tunggal Ika dengan pendekatan Arsitektur Simbolik. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskritif dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa wawancara pada pihak kantor distrik Tanah Miring dan Kantor Kampung Yasa Mulya dan dokumentasi langsung terhadap objek penelitian. Hasil dari data yang diperoleh digunakan sebagai acuan menentukan jenis kebutuhan ruang dan jenis kegiatan. Perancangan Wisata Kawasan Kampung Bhinneka Tunggal Ika dengan luas 10 Ha di bagi menjadi 4 yaitu; (1) Fasilitas Pengelola, (2) Fasilitas Keagamaan, (3) Fasilitas Kebudayaan, (4) Fasilitas Penjunjang.
Tempat Pelelangan Ikan Di Merauke Egi Sugoro; Anton Topan; Biatma Syanjayanta; Maichel Santo W Mita
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 2 (2024): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i2.6080

Abstract

Kabupaten Merauke memiliki karakter sebagai kota pesisir, dengan demikian perairannya memiliki peran yang cukup penting. Aspek fisik perairan ini membawa potensi tersendiri khususnya potensi sumberdaya kelautan berupa hasil laut. Kabupaten Merauke memiliki potensi sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang cukup baik jumlah produksi perikanan laut Kabupaten Merauke 5 (lima) tahun terakhir yaitu (2016) 9260,447 ton/tahun, (2017) 10986,417 ton/tahun, (2018) 15433,992 ton/tahun, (2019) 7860,180 ton/tahun dan (2020) 45000,343 ton/tahun, kenaikan sebesar 10% pertahun. Dari kondisi yang ada untuk memenuhi kebutuhan ikan di Kabupaten Merauke, maka diperlukan suatu wadah yang bisa mengkomodir kebutuhan ikan berupa bangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Metode yang digunakan adalah metode deskripif yang dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data deng an teknik survey lapangan, studi banding, studi literatur, wawancara dokumentasi langsung terhadap objek penelitian, analisa tapak dan analisa bangunan. dimna data dan analisa yang di peroleh di jadikan acuan dalam mendesain Tempat Pelelangan Ikan Di Merauke (Pendekatan Arsitektur Post Modern ). Hasil dari penelitian ini adalah mendapatkan suatu wadah. Tempat Pelelangan Ikan Di Merauke, dirancang berdasarkan aktifitas dan zonanya untuk mempermudah pengunjung ataupun pengelola sehingga sarana dan prasarana di dalam site lebih aksesibel, Penerapan Post Modern Pada Perancangan Tempat Pelelangan Ikan Di Merauke.
Sekolah Tinggi Pertanian Tanah Miring Abil Ditya Tris Saputra; Henry Soleman Raubaba; Yosi Valentina Simorangkir; Saliki Saliki
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 2 (2024): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i2.6083

Abstract

Salah satu upaya peningkatan terhadap pertanian adalah dengan berdirinya perguruan tinggi /universitas yang berfokus pada hal tersebut, di Merauke terdapat dua Perguruan Tinggi yang memiliki Jurusan/Program Studi Pertanian diantaranya Politeknik Pertanian Yasanto Merauke dan Universitas Musamus Merauke. Namun dari kedua Perguruan tinggi tersebut beberapa jurusan/program studi belum memiliki ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Oleh karena itu akan direncanakan Sekolah Tinggi Pertanian dengan fasilitas yang lebih lengkap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripif yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data berupa wawancara beberapa narasumber diantaranya Kesiswaan SMK Negeri 1 Tanah Miring, Plt. Ka. Biro Akademisi Kemahasiswaan dan Kerjasama, & Ketua Jurusan Teknik Pertanian, Wakil Direktur 1 Politeknik Pertanian Yasanto Merauke. dan dokumentasi langsung terhadap objek penelitian. Selain itu mengambil beberapa data terkait berupa jurnal-jurnal, buku-buku serta situs yang berkaitan dengan judul penelitian. Hasil dari data yang didapat digunakan untuk merancang Sekolah Tinggi Pertanian Tanah Miring. Perancangan Sekolah Tinggi Pertanian Tanah Miring terbangun di atas lahan seluas 87.276 m2 terletak di jalan Sp 8, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke. Fasilitas yang dirancang terbagi menjadi 3 bagian yaitu: fasilitas pengelola dan kegiatan utama (Gedung Utama Rektorat, Gedung Jurusan, Perpustakaan, Gedung Pengelola Pertanian), fasilitas pendukung (Asrama, Gedung Serbaguna, Taman, Kebun Percobaan), dan Fasilitas Servis (Kantin, Minimarket, Gedung Genset, Pos Jaga, Dan Musholla). Pendekatan Desain Arsitektur Modern-Tropis akan menerapkan ruang yang efisien dan fungsional, sesuai dengan iklim setempat dan menggabungkan unsur modern pada fasat bangunan.
PADEPOKAN PERGURUAN IKATAN KELUARGA SILAT PUTRA INDONESIA KERA SAKTI Yustian Yhosua Iandhana Giay; Muchlis Muchlis Alahudin; Henry Soleman Raubaba; Atiza Nurhuzna
Musamus Journal of Architecture Vol 6 No 2 (2024): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - APRIL 2024
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v6i2.6087

Abstract

Pencak silat merupakan seni bela diri asli bangsa Indonesia yang kaya akan keberagaman teknik, manfaat serta nilai-nilai luhur yang patut untuk dilestarikan keberadaannya. Perguruan Kera Sakti, merupakan perguruan seni bela diri yang bernaung di bawah IPSI. Perguruan Kera Sakti berdiri pada tanggal 15 Januari 1980 di Kota Madiun. Perguruan Kera Sakti masuk ke Papua pertama kali di Merauke tepatnya di kampung Waninggap Kai (Semangga 3) mulai pada tanggal 5 juli 1989 berkembang terus hingga tahun 1999 memiliki 5 ranting dan saat Jumlah ranting mencapai 16 dan jumlah anggota 1.202 orang. Saat ini Perguruan Kera Sakti belum memiliki pusat pelatihan. Tujuan penelitian adalah Merancang padepokan perguruan Kera Sakti di Merauke dengan menerapkan pendekatan neo-vernakular. Metode Penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskritif. Pendekatan deskritif merupakan suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian. Sarana dan prasarana yang dibangun pada padepokan Kera Sakti ini meliputi fasilitas gedung olahraga, gedung latihan, hunian atlit, kantor pengelola, mushola, kapel, toko, gedung serbaguna, gedung fitnes dan sauna, peralatan olahraga, cafetaria, ruang genset, serta pos jaga. Perancangan Padepokan Kera Sakti ini menggunakan pendekatan arsitektur neo-vernacular dan menggunakan filosofi yang diambil dari lambang Kera Sakti yang dapat terlihat pada site plan.
Pusat Dukungan Odha DI Merauke (Pendekatan Arsitektur Modern) Martinus Karpus Kora; Muchlis Alahudin; Biatma Syanjayanta
Musamus Journal of Architecture Vol 3 No 1 (2020): MUSAMUS JOURNAL OF ARCHITECTURE - OKTOBER 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Papua, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mja.v3i1.6174

Abstract

HIV / AIDS is a global problem. Statistical data on the number of people with HIV / AIDS in Merauke is increasing from (in 2010 to 2013). People with HIV / AIDS have not received adequate health care facilities and support. Meanwhile, discrimination against people with HIV / AIDS still applies in society. The purpose of this study is; (1) designing PLHIV Support Centers in Merauke that are equipped with supporting facilities, and (2) planning and designing precisely so that there is no discrimination against PLWHA with a Tropical Modern Architecture Approach.