cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Majalah Kesehatan Pharmamedika
Published by Universitas Yarsi
ISSN : 20855648     EISSN : 26552396     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Majalah Kesehatan Pharmamedika / Pharmamedika Health Magazine is a source of scientific information about medicine, pharmacy and sciences related to health aspects. This magazine is published every 6 months (2 times in a year) and each publication can contain the results of research, literature reviews, actual case reports.
Arjuna Subject : -
Articles 83 Documents
Prevalensi Gejala Sindroma Terowongan Karpal Pada Ibu Hamil di Puskesmas Pancoran Mas Depok Amelia Bahar, Lusti; Indriarti, Werda
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 10, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.016 KB) | DOI: 10.33476/mkp.v10i1.684

Abstract

Sindroma Terowongan Karpal (STK)merupakan suatu kondisi dimana timbul rasa sakit yangprogresif pada tangan dan lengan akibat tertekannya saraf medianus di pergelangan tangan. Saraf medianus merupakan salah satu saraf di tangan yang berjalan melewati suatu terowongan yang terletak di daerah pergelangan tangan. Gejala khas dari STK adalah mati rasa dan kesemutan di ibu jari, telunjuk, tengah, dan setengah radial dari jari manis. Prevalensi STK relatif tinggi pada wanita hamil karena adanya peningkatan berat badan yang signifikan dan perubahan hormon. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi gejala STK pada ibu hamil di Puskesma Pancoran Mas Depok. Jenis penelitian ini adalah deskriptif cross sectional dengan teknik survei menggunakan kuesioner. Populasi dan sampel penelitian adalah ibu hamil yang melakukan antenatal care (ANC) di Puskesmas Pancoran Mas Depok periode Maret-September pada tahun 2017, memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Pemilihan sampel dengan simple random sampling. Analisis data menggunakan rumus prevalensi. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi Sindroma Terowongan Karpal di Puskesmas Pancoran Mas Depok pada periode Maret – September 2017 adalah 32%, gambaran faktor risiko terbanyak adalah wanita hamil multigravida, berat badan 61 kg, dan usia kehamilan trimester III.
Evaluasi Keamanan dan Sanitasi Pangan pada Industri Popcorn Rumahan Giovani, Ivana; Jesica, Claudia; Mudhita, Cynthia; El Kiyat, Warsono
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 10, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v10i2.729

Abstract

Penerapan prinsip hygiene dan sanitasi pangan yang tidak tepat adalah faktor yang berperan dalam penyebaran penyakit bawaan makanan serta berdampak pada kesehatan konsumen yang mengonsumsinya. Produk pangan yang diolah secara skala rumah tangga juga memiliki pedoman keamanan dan sanitasi pangan dalam proses pengolahannya untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Penelitian dilakukan secara kualitatif, yaitu dengan teknik wawancara, observasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis dengan tujuan menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek yang diteliti secara tepat pada industri rumahan popcorn daerah Pegadungan, Kalideres, Jakarta Barat. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan sanitasi dan hygiene di industri popcorn tersebut “masih belum terlaksana dengan baik dan benar. Banyak temuan cemaran dibeberapa aspek seperti dinding, dan jendela serta perilaku karyawan yang berpotensi menyebabkan pencemaran. Penerapan tentang hygiene dan sanitasi pada industri rumah tangga popcorn dalam mengelola produknya juga belum dilaksanakan sesuai dengan Cara Pengolahan Pangan yang Baik (CPPB)
The Study on Apoptosis of The Liver Cells White Rats Due to the Different Exposure Times and Dosages of Aflatoxin B1 Yanwirasti, Yanwirasti
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 3, No 1 (2011): JANUARI - JUNI 2011
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.796 KB) | DOI: 10.33476/mkp.v3i1.435

Abstract

Apoptosis is known to maintenance of tissue homeostasis and elimination of cancer cells. Whithout programed cell death, cell proliferation would lack on important component of control of oncogenic process. Apoptosis is caused by various inducers such as chemival compound and toxin. Aflatoxin B1 is a potent toxin. In the liver, it undergoes biotransformation which produces reactive oxigen species, causes cellular stress that initiates apoptosis. However, the correlation between exposure of AFB and the evidence of apoptosis in the liver and development of Hepato Cell Carcinoma has not been elucidated.For this purpose, we used an animal experiment with 96 white rats (Rattus Norvegicus). Adult healthy white rats were divided into four groups of 24 rats each, based on the dosages of AFB1 given. Each group was divided further into three subgroups of eight rats based on the length of exposure time to AFB1 .Four dosages of AFB1 , were introduced orally everyday into different groups, consisted of 0, 10, 15 and 20 µg dissolved in 0,2 ml propylene glycol. Three subgroups received the dosage for 12 weeks, 16 weeks, and 20 weeks. At the end of the experiment, the rats were sacrificed. Liver cells with apoptosis were scrutinized using peroxidase insitu apoptosis detection kit and liver cell damages were examined using histological slices stained by haematoxillin cosin.In our analysis, we found that apoptosis of the liver increased until the formation of dysplacia of the liver cells. After that apoptosis decreased. It means that the highest dosages and the longest time exposure AFB1 inhibited apoptosis.We concluded that apoptosis of the liver cells due to AFB1 caused not only by the damaged of mitochondria (caused by reactive oxygen species) but also by the mutation of p53 which we could see dysplacia of the liver cell in histogical slices.
Formulasi Krim Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Euphatorium odoratum. L) untuk Penyembuhan Luka Yenti, Revi; Afrianti, Ria; Afriani, Linda
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 3, No 1 (2011): JANUARI - JUNI 2011
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.609 KB) | DOI: 10.33476/mkp.v3i1.440

Abstract

Formulation of cream for wound healing has been studied. Cream formula consisting of 2.5%, 5% and 10% ethanolic extract of kirinyuh leaf (Euphatorium odoratum L.) as an active ingredient. The formulas were evaluated for their organoleptic, homogeneity, cream type, pH, washability, stability of temperature, particle size distribution, skin irritation, and effect wound healing in mice white male with Morton's method. The evaluation formulation results showed physicaly stable and provide a healing effect on wound. The results showed that the formula cream with a concentration of 10% at 12th day, with 100% percentage of wound healing.
Persentase Distribusi Penyakit Genetik dan Penyakit Yang Dapat Disebabkan Oleh Faktor Genetik Di RSUD Serang P. Laksono, Sony; Qomariyah, Qomariyah; Purwaningsih, Endang
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 3, No 2 (2011): JULI - DESEMBER 2011
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.34 KB) | DOI: 10.33476/mkp.v3i2.446

Abstract

Kelainan genetik dapat disebabkan oleh kelainan kromosom maupun mutasi gen dominan maupun gen resesif pada autosom maupun kromosom seks. Kelainan kromosom dapat berupa kelainan  jumlah maupun struktur , seperti sindrom Down atau trisomi 21sindrom Patau atau trisomi 13, sindrom tangis kucing atau sindrom de Groucy. Beberapa kelainan dapat juga dipengaruhi oleh faktor genetik seperti asma, hipertensi, schizophrenia, obesitas , dan penyakit Parkinson. Telah dilakukan penelitian  tentang persentase distribusi  kelainan  genetik dan kelainan yang dapat dipengaruhi pleh faktor genetik di RSUD Serang, Jawa Barat. Sampel penelitian diperoleh dari data sekunder dari Rumah Sakit Umum Daerah Serang dan jenis sampel adalah penderita kelainan genetik dan kelainan yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik mulai tahun 2007 sampai dengan 2010. Data yang diperoleh berupa pesrsentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kelainan genetik yang ditemukan adalah sindrom Down yaitu ditemukan 2 sampai 4 kasus setiap tahun. Kelainan yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang ditemukan antara lain asma, diabetes mellitus, hipertensi primer, schizophrenia, spina bifida, penyakit Parkinson. Diantara kelainan tersebut yang kasusnya banyak  ditemukan di setiap tahunnya adalah schizophrenia, asma dan hipertensi primer. Sedangkan untuk kasus penyakit Parkinson di tahun 2007  ditemukan 19 kasus dan di periode 3 tahun berikutnya ditemukan kurang dari sepuluh kasus. Spina bifida ditemukan kurang dari 10 kasus di tahun 2007 dan 2010, sedangkan tahun 2008 dan 2009 ditemukan lebih dari 10 kasus. Penyakit Alzheimer mulai tahun 2007 – 2010 tidak ditemukan kasusnya. Disimpulkan bahwa kelainan genetik murni yang ditemukan di RSUD Serang adalah sindrom Down. Kelainan yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik yang kasusnya banyak ditemukan adalah hipertensi, asma dan schizophrenia. Frekuensi kelainan /penyakit tersebut selama kurun waktu 2007-2010 adalah sebesar 2,6 %, khusus untuk sindrom Down sebesar 0,0056 %
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Pasien Stroke Akut Datang ke Lima Rumah Sakit Pemerintah di DKI Jakarta Prasetyo, Edi
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 9, No 1 (2017): JUNI 2017
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v9i1.674

Abstract

Bahaya penyakit stroke umumnya belum disadari secara luas oleh masyarakat sehinggamengakibatkan kecacatan dan kematian cukup tinggi baik di Indonesia. Disain penelitian potong lintang dengan responden pasien stroke (iskemik maupun hemoragik), serangan pertama maupun berulang yang datang ke lima rumah sakit pemerintah di lima wilayah di DKI Jakarta. Sebanyak 110 subyek digunakan dalam penelitian dan faktor-faktor yang diamati adalah sebaran waktu kedatangan, usia, jenis kelamin, pendidikan, suku, pengetahuan tentang stroke, gejala klinis, jarak tempat tinggal dengan rumah sakit, tingkat pendapatan, pembiayaan. Karakteristik penderita stroke di rumah sakit pemerintah di lima wilayah DKI Jakarta mayoritas usia produktif, laki-laki, tingkat pendidikan rendah, berpendapatan rendah, umumnya berasal dari suku jawa dan lamanya waktu kedatangan ke rumah sakit lebih dari tiga jam. Faktor yang mempercepat kedatangan adalah jarak antara rumah pasien ke rumah sakit.
Prevalensi dan Tingkat Infeksi Soil Transmitted Helminths Dihubungkan dengan Golongan Usia dan Jenis Kelamin pada 5 Sekolah Dasar Hardjanti, Ambar; Rachmawati, Putri; Cresnaulan Desiyanti, Titis; Fauzi Rahman, Rizki; Wahyudi, Yudi; Intan Farellina, Yolanda
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 9, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v9i2.680

Abstract

Soil transmitted helminths (STH) infection is an infectious disease with a high prevalence,especially in developing countries. More than 1.5 billion people or 24% of the world's population are infected with STH. Indonesia is one of 11 countries in Southeast Asia which are declared as endemic for STH infection. Data on the prevalence of STH infection in children in Indonesia is still quite high, namely 60-90%. Meanwhile, infections that occur continuously will reduce the quality of human resources, especially children. This study was conducted with the aim to determine the prevalence and level of STH infection in children of primary school age, and to find out whether there is a relationship between the prevalence and rate of STH infection with age and sex. This research was conducted in 5 State Elementary Schools (SD) located in Jakarta, Bekasi and Serang (Banten) in 2016. This study used analytical cross sectional method. Samples in the form of feces of students int he 5 state elementary schools. Stool samples collected were 61 from SDN Tanah Tinggi 01 PagiCentral Jakarta, 57 from SDN Pondok Bambu 04 Duren Sawit East Jakarta, 57 from SDN 02 Bantar Gebang Bekasi, 52 from SDN Cikedokan 01 Kecamatan Cikarang Barat Bekasi and 55 from SDN Cakung Serang. The samples collected had fulfilled the inclusion criteria, aged 6-12 years, had agreed and signed the informed consent sheet. Exclusion criteria included taking worm medicine 6 months earlier and not collecting feces on a predetermined day. Examination of the sample was carried out by the Kato-Katz method. The results of this study indicate that, there is only one school that is positive for helminthiasis, while 4 other schools are negative. At SDN in Serang (Banten) 9 children were found infected with STH or prevalence was 16.4% with mild intensity. The types of STH found were Ascaris lumbricoides (68.75%), Trichuris trichiura (31.25%), and no eggs from Necator americanus. The highest frequency occurs in children aged 6-8 years. There is no significant relationship between the prevalence and rate of STH infection with age and sex.
Prevalensi Dislipidemia pada Pasien Stroke Iskemik Berulang Rawat Jalan dan atau Rawat Inap di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Periode 2015 – Juni 2017 Prasetyo, Sp.S, dr. Edi; Shahnaz Garini, Andhika
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 10, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/mkp.v10i1.685

Abstract

Berdasarkan Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar Nasional) tahun 2013, prevalensi nasionalstroke adalah 7.0% (menurut diagnosis tenaga kesehatan). Sebanyak 14 Provinsi dari 33 Provinsi di Indonesia memiliki prevalensi diatas prevalensi nasional. Salah satu nya yaitu provinsi DKI Jakarta dengan prevalensi 9.7%. Dari seluruh kejadian stroke, duapertiganya adalah stroke iskemik dan sepertiganya adalah stroke hemorrhagic. Faktor risiko yang memicu tingginya angka kejadian stroke iskemik, salah satunya adalah faktor yang dapat dimodifikasi yaitu, dislipidemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dislipidemia pada pasien stroke iskemik berulang yang dirawat jalan dan/atau rawat inap di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional periode 2015 – Juni 2017. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis data sekunder berupa status rekam medis pasien dengan menggunakan desain studi cross-sectional analytic dengan sampel 107 pasien. Hasil penelitian didapat prevalensi dislipidemia pada pasien stroke iskemik sebanyak 70 pasien (65,4%), prevalensi non dislipidemia pada pasien stroke iskemik berulang sebanyak 37 pasien (34,6%). Berdasarkan analisis Chi Square ditemukan adanya hubungan yang sangat signifikan secara statistik (p0.005) antara dislipidemia dn kejadian stroke iskemik berulang pada pasien rawat jalan dan/atau rawat inap. Hal ini sesuai dengan prevalensi dislipidemia yang lebih tinggi dari prevalensi non dislipidemia pada pasien stroke iskemik berulang.
Pengaruh Madu terhadap Migrasi dan Diferensiasi Sel Human Dermal Fibroblast (HDF ) sebagai Model Uji Luka In Vitro Rahmah Aprilia, Yoan; Nadira, Nadira; Syamsul Hadi, Restu
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 10, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1848.59 KB) | DOI: 10.33476/mkp.v10i2.725

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh madu terhadap kemampuan migrasi dandiferensiasi sel HDF sebagai model luka in vitro. Sel Human Dermal Fibroblast(HDF)ditanam dalam cawan kultur 6 sumuran untuk uji migrasi dengan scratch assay dan 24 sumuran untuk uji diferensiasi. Sel HDF untuk uji migrasi diberi madu dengan konsentrasi bervariasi selanjutnya diinkubasi selama 18, 44, dan 90 jam. Kecepatan penutupan model luka dihitung dengan prosentase. Untuk uji diferensiasi, sel HDF yang ditanam pada plate 24 dibagi menjadi 6 perlakuan yaitu kontrol tanpa serum dan medium adipogenesis (K1), kontrol serum dan medium adipogenesis (K2),. Setelah konfluens + 70%, diberikan perlakuan yang berisi medium tanpa serum dan madu dosis 0,5% (K3), 1% (K4), 2% (K5), dan 4% (K6) diinkubasi hingga hari ke-7. Kemudian sumuran yang berisi medium madu pada hari ke-8 diganti dengan medium adipogenesis. Pengamatan dilakukan pada hari ke-14, ke-21 dan dilanjutkan dengan pewarnaan Oil Red-O. Hasil penelitian menunjukkan pemberian madu dosis 1% mempercepat migrasi fibroblast sehingga mempengaruhi keberhasilan penyembuhan luka. Pemberian madu juga menyebabkan peningkatan jumlah diferensiasi sel HDF menjadi sel adiposit secara signifikan (p0,05) pada dosis madu 1%. Pemberian suplementasi madu dosis 1% dapat meningkatkan kemampuan migrasi dan diferensiasi sel HDF pada model luka in vitro.
Kajian DNA Rekombinan pada Vaksin DNA dan Vaksin Subunit Protein Panjiasih Susmiarsih, Tri
Majalah Kesehatan Pharmamedika Vol 10, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7396.351 KB) | DOI: 10.33476/mkp.v10i2.730

Abstract

Vaksin telah dikenal sebagai substansi yang digunakan untuk menstimulasi sistem imun. Saat ini, perkembangan vaksin sudah mencapai generasi vaksin DNA dan vaksin subunit protein.Teknologi perancangan  vaksin  digunakan  dalam  mengembangkan berbagai  jenis  vaksin dengan pendekatan biologi molekular yaitu menggunakan teknik DNA rekombinan yang memerlukan sarana vektor, DNA target, enzim restriksi dan ligasi serta sel inang. Studi ini bertujuan mengkaji teknik DNA rekombinan dalam pembuatan vaksin DNA dan vaksin subunit protein.