cover
Contact Name
Aprina Defianti
Contact Email
aprina.defianti@unib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkf@unib.ac.id
Editorial Address
Jl. WR Supratman Kandang Limun, Bengkulu, 38122
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Kumparan Fisika
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 26851806     EISSN : 26551403     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Artikel yang akan diterbitkan dalam jurnal ini adalah artikel penelitian terhadap pembelajaran fisika dan keilmuan fisika.
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
INTEGRASI PERMAINAN TRADISIONAL “KUCING-KUCING” DALAM PEMBELAJARAN FISIKA: KAJIAN DESKRIPTIF DAN EKSPERIMEN BERBANTUAN TRACKER Defianti, Aprina; Heriansyah, Heriansyah
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 8 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.8.2.51-60

Abstract

ABSTRAK   Studi literatur menunjukkan bahwa ada konsep-konsep fisika dalam permainan tradisional yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran fisika. Konsep-konsep tersebut digali melalui penelitian deskriptif dan eksperimen. Penelitian ini menggali dan menganalisis konsep-konsep fisika pada permainan rakyat Bengkulu berbantuan video tracker terutama pada permainan kucing-kucing. Permainan kucing-kucing mirip permainan bekel. Hasil analisis Tracker video permainan kucing-kucing menunjukkan bahwa bola karet lebih mudah dan lebih baik digunakan dalam permainan. Selain itu, permainan lebih mudah saat mengambil 1 buah bebas daripada 3 buah bebas. Namun, untuk kondisi membuat buah menjadi putih atau hitam, tidak dapat ditentukan dikarenakan perbedaan kondisi buah. Terdapat konsep gerak vertikal ke atas dan jatuh bebas pada permainan kucing-kucing. Konsep tersebut dapat dikenalkan menggunakan permainan kucing-kucing secara dasar kepada siswa SMP dan lebih detail menggunakan aplikasi Tracker untuk siswa SMA dan mahasiswa melalui pendekatan Etno-STEM.   Kata  kunci—Konsep Fisika, Permainan Kucing-kucing, Tracker, Pembelajaran Fisika   ABSTRACT   Studi literatur menunjukkan bahwa ada konsep-konsep fisika dalam permainan tradisional yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran fisika. Konsep-konsep tersebut digali melalui penelitian deskriptif dan eksperimen. Penelitian ini menggali dan menganalisis konsep-konsep fisika pada permainan rakyat Bengkulu berbantuan video tracker terutama pada permainan kucing-kucing. Permainan kucing-kucing mirip permainan bekel. Hasil analisis Tracker video permainan kucing-kucing menunjukkan bahwa bola karet lebih mudah dan lebih baik digunakan dalam permainan. Selain itu, permainan lebih mudah saat mengambil 1 buah bebas daripada 3 buah bebas. Namun, untuk kondisi membuat buah menjadi putih atau hitam, tidak dapat ditentukan dikarenakan perbedaan kondisi buah. Terdapat konsep gerak vertikal ke atas dan jatuh bebas pada permainan kucing-kucing. Konsep tersebut dapat dikenalkan menggunakan permainan kucing-kucing secara dasar kepada siswa SMP dan lebih detail menggunakan aplikasi Tracker untuk siswa SMA dan mahasiswa melalui pendekatan Etno-STEM.   Keywords—Physics Concepts, Kucing-kucing Game, Tracker, Physics Learning
ANALISIS PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA KELAS X MELALUI PROGRAM ASISTENSI MENGAJAR BERBASIS INOVASI PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 11 KOTA BENGKULU Tianita, Tianita; Sinulingga, Wika Aryani; Purwanto, Andik; Sianturi, Nimrod M.
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 8 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.8.2.61-66

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran fisika di abad ke-21 menuntut strategi yang mampu meningkatkan pemahaman konsep melalui keterlibatan aktif siswa. Observasi awal di SMA Negeri 11 Kota Bengkulu menunjukkan bahwa pembelajaran fisika masih berpusat pada guru sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar fisika siswa kelas X melalui penerapan pembelajaran inovatif dalam Program Asistensi Mengajar (AM). Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest pada tiga kelas, yaitu X.A, X.B, dan X.C. Instrumen penelitian berupa tes pilihan ganda yang diberikan sebelum (pretest) dan setelah perlakuan (posttest). Program pembelajaran inovatif mencakup penggunaan Problem-Based Learning (PBL), pendekatan deep learning, media visual, simulasi digital, dan asesmen interaktif berbasis Kahoot. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai di ketiga kelas, dari rentang pretest 43,5–48 menjadi 68,9–70,2 pada posttest. Ketuntasan belajar meningkat dari 2,9%–15% menjadi 35%–56%. Analisis menggunakan Normalized Gain (N-gain) menunjukkan kategori peningkatan sedang dengan nilai 0,42–0,44. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan inovasi pembelajaran melalui Program AM berkontribusi dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa, meskipun peningkatan belum mencapai ketuntasan klasikal. Kata kunci— hasil belajar, inovasi pembelajaran, problem-based learning, asesmen interaktif ABSTRACT Physics education in the 21st century requires strategies that can improve conceptual understanding through active student engagement. Initial observations at SMA Negeri 11 Kota Bengkulu show that physics education is still teacher-centered, resulting in low student learning outcomes. This study aims to analyze the improvement in physics learning outcomes of 10th grade students through the application of innovative learning in the Teaching Assistance Program (AM). The study used a quantitative method with a One Group Pretest-Posttest design in three classes, namely X.A, X.B, and X.C. The research instrument was a multiple-choice test administered before (pretest) and after the treatment (posttest). The innovative learning program included the use of Problem-Based Learning (PBL), a deep learning approach, visual media, digital simulations, and Kahoot-based interactive assessments. The results showed an increase in the average scores in all three classes, from a pretest range of 43.5–48 to a posttest range of 68.9–70.2. Learning completeness increased from 2.9%–15% to 35%–56%. Analysis using Normalized Gain (N-gain) showed a moderate improvement category with a value of 0.42–0.44. These findings indicate that the application of learning innovation through the AM Program contributes to improving students' physics learning outcomes, although the improvement has not yet reached classical completeness. Keywords— learning outcomes, learning innovation, problem-based learning, interactive assessment
ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP GETARAN DAN GELOMBANG SISWA SMPN 11 KOTA BENGKULU Triana, Yorika; Nursaadah, Euis; Uliyandari, Mellyta; Nirwana, Nirwana; Defianti, Aprina
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 8 No. 2: Agustus 2025
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Proses pembelajaran merupakan kegiatan mengajar dan belajar yang dilakukan oleh guru dan peserta didik yang direncanakan dan dievaluasi dengan sistematis, sehingga tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Dalam proses pembelajaran diperlukan pemahaman konsep agar peserta didik dapat memecahkan permasalahan yang ada. Pemahaman konsep yang kurang baik disebabkan karena siswa tidak memahami konsep yang telah dipelajarinya, sehingga mengalami kesulitan dalam memahami konsep baru. Salah satu materi yang sulit dipahami pada pembelajaran IPA adalah materi getaran dan gelombang. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran/profil pemahaman konsep peserta didik pada materi getaran dan gelombang di SMPN 11 Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif (descriptive research). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 11 Kota Bengkulu dan Sampel penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMPN 11 Kota Bengkulu. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi instrumen penelitian, analisis instrumen dan analisis hasil tes. Hasil penelitian ini yaitu pemahaman konsep peserta didik siswa kelas IX SMP Negeri 11 Kota Bengkulu berada pada kategori sedang dengan persentase 33%. Dimana ada 17 siswa dengan persentase 7,6% siswa yang memiliki pemahaman konsep kategori tinggi. Sedangkan pada kategori sedang ada 144 siswa dengan persentase 64,6%. Serta ada 62 siswa yang memperoleh kategori rendah dengan persentase 27,8% artinya ada sebanyak 62 siswa belum memahami konsep getaran dan gelombang. Kata Kunci : Analisis, Pemahaman Konsep, Getaran dan Gelombang ABSTRACT The learning process is a teaching and learning activity carried out by teachers and students which is planned and evaluated systematically, so that learning objectives are achieved effectively and efficiently. In the learning process, it is necessary to understand concepts so that students can solve existing problems. Poor understanding of concepts is caused by students not understanding the concepts they have studied, so they have difficulty understanding new concepts. One of the materials that is difficult to understand in science learning is vibrations and waves. The aim to be achieved in this research is to find out the picture/profile of students' understanding of concepts in vibration and wave material at SMPN 11 Bengkulu City. This research is a type of descriptive research. The population in this study were all students of SMPN 11 Bengkulu City and the sample for this research was all class IX students of SMPN 11 Bengkulu City. Data collection techniques include interviews, tests and documentation. Data analysis techniques include research instruments, instrument analysis and test result analysis. The results of this research are that students' understanding of concepts in class IX of SMP Negeri 11 Bengkulu City is in the medium category with a percentage of 33%. Where there are 17 students with a percentage of 7.6% of students who have a high category of concept understanding. Meanwhile, in the medium category there were 144 students with a percentage of 64.6%. And there were 62 students who received the low category with a percentage of 27.8%, meaning that 62 students did not understand the concept of vibrations and waves. Keywords: Analysis, Understanding concepts, vibrations and waves