cover
Contact Name
Aprina Defianti
Contact Email
aprina.defianti@unib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkf@unib.ac.id
Editorial Address
Jl. WR Supratman Kandang Limun, Bengkulu, 38122
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Kumparan Fisika
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 26851806     EISSN : 26551403     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Artikel yang akan diterbitkan dalam jurnal ini adalah artikel penelitian terhadap pembelajaran fisika dan keilmuan fisika.
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
PENURUNAN NILAI BILANGAN PEROKSIDA DAN WARNA PADA VARIASI MINYAK GORENG MENGGUNAKAN KARBON AKTIF BATOK KELAPA Jumiati, Ety
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 1: April 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.1.41-48

Abstract

ABSTRAK   Minyak goreng adalah kebutuhan pangan yang dibutuhkan masyarakat untuk menggoreng makanan. Minyak goreng yang bermutu adalah  minyak goreng berwarna bening kekuningan yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan dan hewan yang dibuat secara sintetik. . Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan mutu minyak goreng dengan menurunkan bilangan peroksida menggunakan karbon aktif batok kelapa. Sampel minyak goreng yang digunakan ada 3 jenis, yaitu minyak goreng curah (sampel A), minyak goreng jelantah dari pedagang ayam penyet (sampel B), dan minyak goreng jelantah dari pedagang gorengan (sampel C). Perbandingan massa minyak goreng dan karbon aktif batok kelapa sebesar 3 : 1 atau 75 gram : 25 gram. Hasil mutu karbon aktif batok kelapa menghasilkan nilai kadar air = 13,2 %, kadar abu = 2,1 %, kadar zat menguap = 17,9 % dan kadar karbon = 80,0 % yang telah memenuhi SNI 06-3730-1995. Hasil mutu minyak goreng setelah proses pemurnian minyak goreng telah memenuhi SNI 7709:2019 karena memperoleh memperoleh bilangan peroksida pada sampel A, B, dan C masing-masing adalah  5,32 meq/kg; 13,84 meq/kg dan 23,50 meq/kg. Pengaruh penurunan bilangan peroksida pada ketiga sampel menunjukkan warna normal dengan nilai di bawah standar maksimum yang dipersyaratkan SNI 7709:2019 dengan standar nilai bilangan peroksida sebesar maksimum 10 meq/kg dan warna dalam keadaan normal.   Kata  kunci: minyak goreng curah, minyak goreng jelantah dan karbon aktif batok kelapa.   ABSTRACT   Cooking oil is a food necessity required by the community for frying food. High-quality cooking oil is a clear yellowish oil made from plants and animals that are synthetically produced. The aim of this research is to improve the quality of cooking oil by reducing the peroxide number using coconut shell activated carbon. There are three types of cooking oil samples used, namely bulk cooking oil (sample A), used cooking oil from fried chicken vendors (sample B), and used cooking oil from fried food vendors (sample C). The ratio of cooking oil mass to coconut shell activated carbon is 3:1 or 75 grams: 25 grams. The quality result of coconut shell activated carbon produces values of moisture content = 13.2%, ash content = 2.1%, volatile matter content = 17.9%, and carbon content = 80.0%, which have met the Indonesian National Standard (SNI) 06-3730-1995. The quality result of cooking oil after the cooking oil purification process has met SNI 7709:2019 standards as it obtained peroxide numbers in samples A, B, and C respectively, which are 5.32 meq/kg; 13.84 meq/kg, and 23.50 meq/kg. The influence of reducing the peroxide number in the three samples shows normal color with values below the maximum standard required by SNI 7709:2019 with a maximum peroxide number standard of 10 meq/kg and the color is normal.   Keywords: bulk cooking oil, used cooking oil, and coconut shell activated carbon.
ANALYSIS OF PHYSICS CONCEPTS IN FOLK GAME ‘LOMPEK KODOK’ ASSISTED BY VIDEO TRACKER SOFTWARE AS PHYSICS TEACHING MATERIAL Aprina Defianti; Ahmad Syarkowi; Heriansyah Heriansyah
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 6 No. 3: Desember 2023
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.6.3.195-202

Abstract

ABSTRAK   Studi literatur menunjukkan bahwa terdapat konsep fisika dalam permainan tradisional yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran fisika. Konsep-konsep ini dieksplorasi melalui penelitian deskriptif dan eksperimental. Penelitian ini mengeksplorasi dan menganalisis konsep-konsep fisika pada permainan rakyat Bengkulu berbantuan software Tracker khususnya pada permainan ‘Lompek Kodok’. Lompek Kodok adalah permainan yang dimainkan dengan cara melempar pecahan keramik kemudian melompat dengan satu kaki pada kotak yang telah digambar di tanah. Permainan ini mirip dengan permainan ‘Engklek’ di Pulau Jawa. Dibantu dengan software Tracker, dapat diketahui kecepatan minimal melempar agar pecahan keramik masuk ke setiap kotak. Permainan 'Lompek Kodok' dapat digunakan dalam pembelajaran fisika khususnya gerak parabola. Guru dapat merancang lembar kerja peserta didik dengan melakukan kegiatan penyelidikan ilmiah, merekam kegiatan tersebut, dan menganalisisnya menggunakan perangkat lunak Tracker.   Kata  kunci—Konsep Fisika, Permainan Lompek Kodok, Tracker, Bahan Ajar Fisika   ABSTRACT   Literature studies show that there are physics concepts in traditional games that can be integrated into physics learning. These concepts are explored through descriptive and experimental research. This research will explore and analyze physics concepts in Bengkulu folk games assisted by video tracker software, especially in game ‘Lompek Kodok’. Lompek Kodok is a game played by throwing ceramic shards and then jumping with one foot on a square that has been drawn on the ground. This game is similar to game ‘Engklek’ in Java. Assisted by Tracker software, minimum throwing speed can be found out so that ceramic shards enter each square. The game 'Lompek Kodok' can be used in physics lessons, especially projectile motion. Teachers can design student worksheets by carrying out scientific investigation activities, recording these activities, and analyzing them using a video tracker software.   Keywords—Physics Concept, Game of Lompek Kodok, Tracker, Physics Teaching Material
ANALISIS GELOMBANG LAUT PANTAI BENGKULU UNTUK MEMFASILITASI KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA SMP BENGKULU Winarko Winarko; Bhakti Karyadi; Rendy Wikrama Wardana
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 1: April 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.1.49-56

Abstract

ABSTRAK   Pantai di Bengkulu pada umumnya berbentuk landai, sehingga banyak dimanfaatkan Masyarakat untuk melakukan aktifitas, baik sebagai nelayan, berwisata dan untuk belajar. Fenomena laut sangat menarik jika dijadikan tempat untuk penelitian maupum pembelajaran. Salah satu fenomena yang menarik adalah gelombang laut yang dapat dijadikan sebagai sumber pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa tinggi gelombang laut dan cara mengukurnya, sehingga siswa akan memiliki keterampilan proses sains. Jenis penelitiannya adalah eksperimen dengan metode naturalistic/kualitatif untuk mendapatkan data pada tempat yang alami. Data yang diperoleh adalah data analisis gelombang berupa nilai rata-rata gelombang berdasarkan pengukuran di lapangan dan berdasatrkan dari sumber data skunder. Kemudian ada data hasil pembelajaran yang menunjukan nilai keterampilan proses sains siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata tinggi gelombang laut di Pantai Bengkulu adalah 0,325 meter berdasarkan hasil pengukuran dilapangan dan 0,418 meter berdasarkan data MBKG. Sementara nilai keterampilan proses sains siswa nilai rata-ratanya adalah: mengamati (99,5), mengukur (98,4), menyimpulkan (85,7), mengkomunikasikan (84,3), memprediksi (77,5) dan mengklasifikasikan (79,6).   Kata Kunci: Gelombang, Pantai Bengkulu, Keterampilan Proses Sains   ABSTRACT   Beaches in Bengkulu are generally sloping, so many people use them to carry out activities, both as fishermen, traveling and for studying. Marine phenomena are very interesting if used as a place for research and learning. One interesting phenomenon is sea waves which can be used as a source of learning. This research aims to find out how high sea waves are and how to measure them, so that students will have science process skills. The type of research is experimentation with naturalistic/qualitative methods to obtain data in natural places. The data obtained is wave analysis data in the form of average wave values ​​based on measurements in the field and based on secondary data sources. Then there is learning outcome data which shows the value of students' science process skills. The research results show that the average sea wave height at Bengkulu Beach is 0.325 meters based on field measurements and 0.418 meters based on MBKG data. Meanwhile, the average scores for students' science process skills were: observing (99.5), measuring (98.4), concluding (85.7), communicating (84.3), predicting (77.5) and classifying (79.6).   Keywords: Waves, Bengkulu Beach, Science Process Skills
Pengaruh Model Pembelajaran Predict-Observe-Explain Berbantuan Simulasi PhET terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Materi Getaran Harmonik Sederhana Gustiani, Wina Tika; Saepuzaman, Duden; Novia, Hera
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.2.57-66

Abstract

ABSTRAK   Keterampilan proses sains (KPS) sangat penting bagi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran Fisika yang dituangkan dalam kurikulum terbaru. Hasil survei PISA tahun 2022 menunjukkan bahwa siswa Indonesia rata-rata memperoleh nilai 383 poin pada bidang sains, turun 13 poin dari PISA 2018. Hal ini memerlukan penggunaan model pembelajaran efektif yang dapat meningkatkan KPS siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan model pembelajaran Predict-Observe-Explain berbantuan simulasi PhET terhadap KPS siswa pada materi getaran harmonik sederhana. Penelitian ini melibatkan 37 siswa SMA di Kabupaten Bandung dan menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian one-group pretest-posttest. Pengumpulan data menggunakan tes keterampilan proses sains yang dianalisis menggunakan uji normalitas gain serta angket respon siswa yang akan dianlisis menggunakan dengan menggambarkan secara deskriptif berupa persentasi pada setiap respon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran POE memberikan pengaruh yang signifikan. Uji-t sampel berpasangan menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,001, lebih kecil dari taraf signifikansi alfa 0,05. Selain itu, nilai N-Gain ditetapkan sebesar 0,55 termasuk dalam kategori sedang. Pembelajaran mendapatkan respon positif dari siswa bahwa Model POE berbantuan simulasi PhET dapat melatihkan KPS dan membantu memahami materi getaran harmonik sederhana. Kesimpulannya, penggunaan model pembelajaran POE bersamaan dengan simulasi PhET untuk pembelajaran getaran harmonik sederhana memberikan pengaruh dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa.   Kata  kunci—Predict-Observe-Explain, Simulasi PhET, Keterampilan Proses Sains   ABSTRACT   Science process skills are essential for students to achieve the Physics learning objectives outlined in the latest curriculum. The 2022 PISA survey results revealed that Indonesian students scored an average of 383 points in the science sector, indicating a 13-point decrease from PISA 2018. This requires the use of effective learning models that can enhance students' science process skills. This research aims to assess the impact of utilizing the predict-observe-explain learning model assisted by PhET simulation on students' science process skills in the context of simple harmonic vibration lessons. The study involved 37 students from a high school in Bandung Regency and employed a quantitative method with a one-group pretest-posttest research design. Data collection used science process skills tests and student response questionnaires. The research results indicate that using the POE learning model has a significant impact. The paired sample t-test yielded a significance value of 0.001, which is less than the significance level 0.05. Additionally, the N-Gain value was determined to be 0.55, falling into the medium category. The lesson received a positive response or agreement from students that the POE model assisted by PhET simulation can train KPS and help understand simple harmonic vibration lessons. In conclusion, utilizing the POE learning model in conjunction with PhET simulations for teaching simple harmonic vibrations is an influence in enhancing students' science process skills.   Keywords— Predict-Observe-Explain, PhET simulation, Science process skills
Analisis dan Karakterisasi Senyawa Silika (Sio2) Berbahan Dasar Batuan Vulkanik di Pulau Ambon Nggolaon, Delpina; Silahooy, Stevi; Jaya, Gede Wiratma; Hattu, Nikmans
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 3: Desember 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.3.98-105

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis dan karakterisasi senyawa silika (SiO2) berbahan dasar batuan vulkanik di Pulau Ambon yang diekstraksi menggunakan metode kopresipitasi. Hal ini dikarenakan material senyawa silika merupakan salah satu material maju yang saat ini berperan pesat dalam dunia industri karena memiliki banyak keunggulan. Proses analisis dilakukan terhadap hasil pengujian karakterisasi menggunakan beberapa instrumen, antara lain XRF, XRD, dan SEM. Berdasarkan hasil uji XRF, serbuk silika mampu dimurnikan menjadi sebesar 47,40 wt %. Hal ini dikarenakan metode kopresipitasi mampu menghilangkan impuritas pengotor yang terkandung didalam batuan vulkanik. Kemudian untuk mengetahui fasa, struktur morfologi, dan ukuran partikel dari serbuk silika maka dilakukan uji XRD dan SEM. Berdasarkan hasil uji diketahui bahwa serbuk silika memiliki fasa amorf dengan posisi puncak  yang paling kuat pada sudut 2θ = 23.68˚. Hasil citra SEM menunjukkan adanya aglomerasi dan menghasilkan distribusi ukuran partikel tertinggi berada pada rentang  11-15 nm dengan ukuran partikel rata-rata sebesar 13,824 nm.   Kata  kunci—Batuan Vulkanik, Kopresipitasi, nano-Silika Amorf   ABSTRACT   This research aims to analyze and characterize silica compounds (SiO2) derived from volcanic rocks on the Ambon Island that were extracted using the co-precipitation method. This is because silica compound materials are one of the advanced materials that are currently playing a rapid role in the industrial world because they have many advantages. The analysis process was carried out on the results of characterization tests using several instruments, including XRF, XRD, and SEM. Based on the XRF test results, silica powder was able to be purified to 47.40 wt%. This is because the coprecipitation method is able to remove impurities contained in volcanic rocks. Then, to determine the phase, morphological structure and particle size of the silica powder, XRD and SEM tests were carried out. Based on the test results, it is known that silica powder has an amorphous phase with a strong board peak at at 2θ angles = 23.68˚. The results of the SEM image show that there is agglomerate and produce the highest particle size distribution in the range of 11-15 nm with an average size of 13.824 nm.   Keywords—Volcanic rocks, Co-Precipitation, Amorphous nano-Silica
Teleportasi Kuantum Satu Qubit dengan Bentuk Kompak Empat Keadaan Bell sebagai Kanal Kuantum Fahmi, Khazali
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.2.84-91

Abstract

ABSTRAK   Pada artikel ini, teleportasi kuantum satu qubit dengan empat keadaan Bell sebagai kanal kuantum telah dikaji secara eksplisit. Empat keadaan Bell yang digunakan dinyatakan dalam bentuk kompak. Hasil kajian menunjukkan bahwa teleportasi kuantum satu qubit dengan empat keadaan Bell dapat dilakukan untuk mengirim informasi kuantum dari pengirim (Alice) ke penerima (Bob) setelah hasil pengukuran oleh Alice dikirim melalui kanal klasik. Untuk hasil pengukuran ,  dan  dari setiap keadaan Bell , ,  pada persamaan 1, terdapat satu kemungkinan di mana Bob tidak perlu melakukan transformasi uniter untuk merekonstruksi qubitnya dan selebihnya Bob perlu melakukan transformasi uniter. Untuk keadaan Bell , Bob perlu melakukan transformasi uniter pada qubitnya dari setiap hasil pengukuran Alice.   Kata  kunci—Keadaan Bell, qubit, teleportasi kuantum.   ABSTRACT   In this article, one-qubit quantum teleportation with four Bell states as quantum channel has been studied explicitly. Four Bell states used are expressed in compact form. The result of study shown that one-qubit teleportation quantum with four Bell states can be carried out to send quantum information from the sender (Alice) to the receiver (Bob) after Alice’s measurement results are send via classical channel. For the measurement results are ,  dan  from each Bell state , ,  in equation 1, there is one possibilty where Bob does not need to perform a unitary transformation to reconstruct his qubit and the rest Bob needs to perform a unitary transformation. For Bell state , Bob needs to perform a unitary transformation on his qubit from each of Alice’s measurements.   Keywords—Bell state, qubit, quantum teleportation.
Analisis Perbedaan Karakteristik Serat Sabut Kelapa (Cocos Nucifera L) dan Serat Ampas Tebu (Saccharum Offinarum) sebagai Peredam Bunyi Saputri, Mawarni; Susanna, Susanna; Wahyuni, Agus; Ngadimin, Ngadimin
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.2.92-97

Abstract

ABSTRAK   Penyerap bunyi sudah berhasil dibuat dengan serat sabut kelapa dan serat ampas tebu dan diketahui koefisien serap bunyinya menggunakan metode tabung impedansi. Material penyerap bunyi ini dibuat dengan cara mencampurkan serat ampas tebu dan serat sabut kelapa dengan larutan katalis dan resin yang sudah di campurkan, dicetak dan di diamkan selama 3-4 jam. peneliti juga membahas tentang perbedaan karakteristik serat sabut kelapa dan serat ampas tebu sebagai peredam bunyi. Penelitian ini, dilakukan analisis material serat ampas tebu dan serat sabut kelapa sebagai bahan peredam suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serat sabut kelapa memiliki kemampuan peredam bunyi yang lebih baik dari pada serat ampas tebu  Dalam penelitian ini, digunakan aplikasi yaitu sound level meter untuk mengukur nilai koefisien absorpsi bunyi dari peredam suara serat sabut kelapa dan serat ampas tebu. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Serat sabut kelapa memiliki kemampuan meredam bunyi yang lebih baik dari pada serat ampas tebu pada frekuensi 400 Hz. Pada frekuensi 1000 Hz, meskipun kedua sampel mengalami penurunan koefisien absorbsi, sabut kelapa tetap memiliki kinerja yang lebih baik dengan nilai koefisien yang lebih tinggi dibandingkan ampas tebu. Dapat disimpulkan bahwa serat sabut lebih cocok diaplikasikan sebagai peredam bunyi pada berbagai frekuensi, sedangkan serat ampas tebu lebih efektif untuk frekuensi rendah   Kata  kunci—Serat Sabut Kelapa Cocos nucifera L), Serat Ampas Tebu (Saccharum offinarum), Koefisien Absorpsi, Peredam Bunyi, Frekuensi ABSTRACT   Sound absorbers have been successfully made with coco fiber and bagasse fiber and the sound absorption coefficient is known using the impedance tube method. This sound absorbing material is made by mixing bagasse fiber and coconut coir fiber with a catalyst and resin solution which has been mixed, molded and left for 3-4 hours. The researcher also discussed the differences in the characteristics of coco fiber and bagasse fiber as sound absorbers. In this research, material analysis of bagasse fiber and coco fiber as sound absorbers was carried out. The results of the study indicate that coconut fiber has better sound-damping capabilities than sugarcane bagasse fiber at a frequency of 400 Hz. At a frequency of 1000 Hz, although both samples show a decrease in absorption coefficient, coconut fiber still performs better with a higher coefficient than sugarcane bagasse. It can be concluded that coconut fiber is more suitable for sound-damping applications across various frequencies, while sugarcane bagasse fiber is more effective for low-frequency sound absorption.   Keywords—Coconut Coir Fiber (Cocos nucifera L), Sugarcane Bagasse Fiber (Saccharum offinarum), Absorbing Coefficient, Sound Absorption, Frequency
Mini-Review: The Influence of Coating and Doping on The Crystal Volume and Discharge Capacity of Lithium Iron Phosphate-Based Materials as Battery Cathode Intifadhah, Sahara Hamas; Syaima, Husna
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.2.74-83

Abstract

ABSTRAK   Baterai ion litium adalah jenis baterai isi ulang yang memiliki kapasitas tinggi, potensi elektrokimia yang baik, dan daya tahan yang kuat. Perkembangan LiFePO4 sebagai material katoda baterai ion litium semakin meningkat dengan adanya beberapa teknik tambahan dalam proses sintesis untuk meningkatkan performa seperti teknik pelapisan dan penyisipan atom. Hal tersebut mempengaruhi volume kristal, serta sifat elektrokimia material berbasis LiFePO4. Metode pelapisan yang menunjukkan peningkatan nilai kapasitansi material berbasis LiFePO4. Sedangkan pada metode penyisipan atom, beberapa penelitian menggunakan atom Ce, Ru, Co, Na, Si, Mn, Zn dan In untuk disisipkan di atom Fe, Li, atau P pada material berbasis LiFePO4. Hasil yang diperoleh dari beberapa penelitian tentang sintesis material katoda LiFePO4 menunjukkan adanya peningkatan kapasitas discharging dan peningkatan volume kristal olivine, sehingga teknik pelapisan dan penyisipan ini dapat digunakan untuk peningkatan performa elektrokimia.   Kata  kunci: LiFePO4, Pelapisan, Penyisipan, Volume Kristal, Kapasitansi   ABSTRACT   Lithium-ion batteries are a type of rechargeable battery that has high capacity, good electrochemical potential, and strong durability. The development of LiFePO4 as a cathode material for lithium-ion batteries has been increasing with the addition of several techniques in the synthesis process to enhance performance, such as coating and atom insertion techniques. These techniques affect the crystal volume and the electrochemical properties of LiFePO4-based materials. Coating methods have shown improvements in the capacitance values of LiFePO4-based materials. Meanwhile, in atom insertion methods, some studies have used Ce, Ru, Co, Na, Si, Mn, Zn, and In atoms to be inserted into Fe, Li, or P atoms in LiFePO4-based materials. Results from several studies on the synthesis of LiFePO4 cathode materials have shown an increase in discharge capacity and an increase in the volume of olivine crystals, indicating that coating and insertion techniques can be used to improve electrochemical performance.   Keywords: LiFePO4, Doping, Coating, Crystal Volume, Capacity
Mengukur Gaya Gravitasi Bumi dengan Menggunakan Metode Ayunan Sederhana dan Pipa U Marwiyah Nst, Masringgit Marwiyah Nst
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 2: Agustus 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.2.67-73

Abstract

ABSTRAK   Dalam kehidupan sehari-hari sering ditemukan yang dinamakan getaran. Jika ada gempa bumi di tempat kita berpijak mengalami getaran maka kita mengatakan bahwa bumi bergetar. Getaran seperti itu sebenarnya dihasilkan oleh benda yang mengalami gangguan sehingga ia bergerak boalk-balik di antara titik keseimbangannya. Apabila getaran tersebut menjalar ke benda-benda lainnya, maka terjadilah rambatan getaran yang disebut gelombang. Percobaan dengan alat pratikum ayunan sedrhana dan pipa U ini bertujuan untuk menentukan besarnya gaya gravitasi bumi, menghitung timggi ayunan (h), waktu ayunan(t) dan perioda ayunan (T). Pratikum dilakukan dengan mengamati perubahan nilai gaya gravitasi  bumi dengan menambah tinggi ayunan dan air pada pipa U Prinsip kerja pada alat pratikum ini dalah dengan memutar tali yang di ikatkan pada pipa dengan memvariasikan panjang tali.   Kata  kunci: Gaya Gravitasi, Ayunan Sederhana, Pipa U   ABSTRACT   In everyday life we ​​often find things called vibrations. If there is an earthquake where we stand there is a vibration then we say that the earth is shaking. Such vibrations are actually produced by objects experiencing disturbances so that they move back and forth between their balance points. If these vibrations spread to other objects, a vibration propagation occurs which is called a wave. This experiment using a simple swing practical tool and a U pipe aims to determine the magnitude of the earth's gravitational force, calculate the swing height (h), swing time (t) and swing period (T). The practicum is carried out by observing changes in the value of the earth's gravitational force by increasing the height of the swing and the water in the U pipe. The working principle of this practicum tool is to rotate the rope tied to the pipe by varying the length of the rope.   Keywords: Gravity Force, Simple Swing, U Pipe      
Integrasi Sistem IOT Berbasis Multi-Sensor untuk Pemantauan Real-Time Kualitas Air Limbah Laboratorium Teknik Sidiq, Alif Lombardoaji; Dewi, Kemala; Nugroho, Budiono Joko; Pranida, Pipit Skriptianata Putra
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 3: Desember 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.3.106-113

Abstract

Pemantauan kualitas air limbah secara real-time merupakan langkah krusial dalam pengelolaan lingkungan, terutama dalam skala laboratorium yang menghasilkan limbah dengan karakteristik spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT), yang mampu mendeteksi parameter pH, suhu, kekeruhan, dan konduktivitas secara kontinu. Sistem ini menggunakan berbagai sensor terintegrasi dengan mikrokontroler Arduino, memungkinkan pengumpulan data yang akurat dan efisien. Data yang diperoleh dianalisis untuk menilai status air limbah berdasarkan parameter standar yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai parameter kualitas air bervariasi tergantung pada jenis aktivitas laboratorium. Nilai pH berkisar antara 6,8 hingga 8,6, suhu antara 25,9°C hingga 34°C, kekeruhan mencapai 72 NTU, dan konduktivitas hingga 1300 µS/cm. Sistem pemantauan yang dirancang tidak hanya mampu mengidentifikasi air limbah yang tercemar, tetapi juga mengirimkan peringatan melalui jaringan GSM apabila parameter melebihi ambang batas. Temuan ini menunjukkan efektivitas sistem IoT dalam pemantauan kualitas air limbah, mengurangi ketergantungan pada metode konvensional yang memakan waktu dan sumber daya. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya pengelolaan limbah laboratorium yang lebih berkelanjutan. Sistem yang dikembangkan dapat diadaptasi untuk berbagai kebutuhan pemantauan kualitas air, baik di laboratorium pendidikan maupun fasilitas skala kecil lainnya. Integrasi teknologi IoT ini diharapkan menjadi langkah maju dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan limbah secara global.   Kata  kunci  —   Internet of Things (IoT), Pemantauan Kualitas Air, Limbah Laboratorium, Sensor, Water Quality Index (WQI)