cover
Contact Name
Aprina Defianti
Contact Email
aprina.defianti@unib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jkf@unib.ac.id
Editorial Address
Jl. WR Supratman Kandang Limun, Bengkulu, 38122
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Kumparan Fisika
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 26851806     EISSN : 26551403     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Artikel yang akan diterbitkan dalam jurnal ini adalah artikel penelitian terhadap pembelajaran fisika dan keilmuan fisika.
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
UJI KARAKTERISTIK TINTA SPIDOL WHITEBOARD BERBAHAN KARBON TEMPURUNG KELAPA DENGAN VARIASI GUM ARAB Sri Wulandari; Masthura Masthura
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 6 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.6.2.119-124

Abstract

ABSTRAK   Tempurung kelapa ialah endokarp buah kelapa yang merupakan limbah dari kelapa. Contoh produk olahan tempurung kelapa yang terkenal merupakan karbon aktif. Pada tempurung kelapa mengandung senyawa kimia selulosa (34%) sehingga dapat menghasilkan karbon dengan pigmen berwarna hitam jika dipanaskan. Pigmen ini dapat dijadikan bahan utama penyusun tinta spidol yang ramah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi massa sampel karbon tempurung kelapa dan gum arab terhadap karakteristik tinta spidol whiteboard. Di bawah penelitian ini ada dua tahapan diawali dengan proses pembuatan karbon tempurung kelapa. Dan pada tahap kedua, tinta diuji karakteristiknya yaitu uji densitas, uji viskositas, uji pH dan uji pigmen tinta. Variasi sampel karbon tempurung kelapa dan gum arab yaitu sampel A (5 g : 5 g), B (7 g : 7 g), C (9 g : 9 g). Hasil penelitian  mendapatkan pengaruh dari variasi karbon tempurung kelapa dan gum arab yaitu nilai densitas dan viskositas mengalami kenaikan dan pH mengalami penurunan serta mendapatkan tinta optimum pada sampel C (9 g : 9 g) yaitu mempunyai nilai densitas 1,0722 gr/cm3, nilai viskositas 3,4844 poise, nilai pH 8,39 yang bersifat basa serta menghasilkan warna hitam pekat.   Kata  kunci : Karbon Tempurung Kelapa, Pigmen, Tinta Spidol   ABSTRACT   The coconut shell is the endocarp of the coconut fruit which is the waste of the coconut. An example of a well-known coconut shell processed product is activated carbon. The coconut shell contains the chemical compound cellulose (34%) so it can produce carbon with a black pigment when heated. This pigment can be used as the main ingredient for eco-friendly marker ink. The purpose of this study was to determine the effect of variations in the mass of coconut shell carbon samples and Arabic gum on the characteristics of whiteboard marker inks. Under this research, two stages begin with the process of making coconut shell carbon. In the second stage, the characteristics of the ink were tested, namely the density test, viscosity test, pH test and ink pigment test. Variations in the samples of coconut shell carbon and gum arabic are samples A (5 g: 5 g), B (7 g : 7 g), C (9 gs : 9 g). The results of the study were influenced by variations in coconut shell carbon and gum Arabic, namely the density and viscosity values ​​increased and the pH decreased and obtained the optimum ink in sample C (9 g: 9 g), which had a density value of 1.0722 gr/cm3, viscosity value 3.4844 poise, a pH value of 8.39 which is alkaline and produces a deep black color    Keywords : Coconut Shell Carbon, Pigment, Marker Ink
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI GELOMBANG CAHAYA ANTARA YANG MENGGUNAKAN MEDIA E-LEARNING LMS MOODLE DAN EDMODO Siti Khoiriyah; Erina Hertanti
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 6 No. 3: Desember 2023
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.6.3.157-166

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar peserta didik pada materi gelombang cahaya antara yang menggunakan media E-learning LMS MOODLE dan Edmodo. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group dan teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Dalam penelitian ini, terdapat 2 sampel yaitu XI-MIPA 1 (kelas eksperimen 1) dan XI-MIPA 2 (kelas eksperimen 2). Instrumen yang digunakan yaitu tes objektif (soal pilihan ganda) dan nontes (lembar observasi).  Berdasarkan hasil uji hipotesis menggunakan statistik parametrik uji T, diperoleh nilai signifikasi (0,001)  0,05. Hasil ini memberikan informasi bahwa terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik pada materi gelombang cahaya antara yang menggunakan media e-learning LMS MOODLE dan Edmodo. Selain itu, hasil observasi menunjukkan kelas yang menggunakan media e-learning LMS MOODLE terkategori lebih baik dibandingkan kelas yang menggunakan media e-learnig Edmodo untuk setiap indikator observasi (visual, productivity, communication dan evaluation).   Kata  kunci: E-learning, LMS MOODLE, Edmodo, Hasil Belajar Peserta Didik.   ABSTRACT   This research is intended to determine the comparison of student physics learning outcomes between those using E-learning media LMS MOODLE and Edmodo.  The research method used was quasi-experimental with nonequivalent control group design and the sampling technique was simple random sampling.  In this study there were two samples, namely XI-MIPA 1 as the experimental class 1 and XI-MIPA 2 as the experimental class 2. The instruments used were objective tests (multiple choice questions) and non-test (observation sheets). Based on statistical calculation of posttest by using parametric statistical T test showed tha significant score 2-tailed (0,001)  0,05. It means that there are differences in student physics learning outcomes between those using E-Learning media LMS MOODLE and Edmodo. Besides that, Observations results showed that classes using e-learning media LMS MOODLE were in a better category than classes using e-learning media Edmodo for each observation indicator (visual, productivity, communication and evaluation).   Keywords:  E-learning, LMS MOODLE, Edmodo, student  physics learning outcomes
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF MENGGUNAKAN SCRATCH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Atik Ma'rifah; Arif Maftukhin; Yusro Al Hakim; Raden Wakhid Akhdinirwanto
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 6 No. 3: Desember 2023
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.6.3.185-194

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif menggunakan scratch yang valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE dengan lima langkah penelitian yaitu analysis, design, development, implementation and evaluation. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, lembar validasi, angket respon peserta didik, metode test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah dihasilkan media pembelajaran berbasis multimedia interaktif yang berada dalam kategori sangat baik yaitu didapatkan penilaian pada aspek materi dengan persentase 91,67%,  dinyatakan pada tingkat yang valid, kemudian pada aspek media dengan persentase 91,74% dinyatakan pada tingkat yang valid, dan untuk kepraktisan yang diperoleh dari angket respon peserta didik dengan persentase 87,1% termasuk dalam kategori baik, pada observer memperoleh nilai sebesear 93,3% dengan kategori reliable. Media yang dikembangkan memenuhi kriteria efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, ditunjukkan dari normalized gain pre-test dan post-test 0,64 yang termasuk kategori sedang.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran berbasis multimedia interaktif menggunakan scratch yang dikembangkan layak digunakan.   Kata kunci: Media, multimedia interaktif, scratch, hasil belajar   ABSTRACT   This research is aimed to develop interactive multimedia-based learning media using valid, practical and effective scratch to improve student learning outcomes. This type of research is Research and Development (R&D) using the ADDIE development model with five research steps namely analysis, design, development, implementation and evaluation. The data collection method uses the observation method, validation sheets, student response questionnaires, test methods. The results showed that interactive multimedia-based learning media had been produced which were in the very good category, namely the assessment on material aspects with a percentage of 91.67%, stated at a valid level, then on the media aspect with a percentage of 91.74% stated at a valid level. valid, and for practicality obtained from the student response questionnaire with a percentage of 87.1% included in the good category, the observer obtained a score of 93.3% in the reliable category. The developed media meets the criteria of being effective for improving student learning outcomes, shown from the normalized gain pre-test and post-test of 0.64 which is in the moderate category. So it can be concluded that the developed interactive multimedia-based learning media using scratch is feasible to use.   Keywords: Media, interactive multimedia, scratch,  learning outcomes
IMPLEMENTASI SISTEM KONTROL SUHU DAN WAKTU PENAHANAN PADA PERANGKAT PENGERING IKAN ASIN KEMBUNG PORTABEL Miftahul Jannah Daulay; Muhammad Amrin Siregar; Mulkan Iskandar Nasution; Abdul Halim Daulay
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 6 No. 3: Desember 2023
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.6.3.203-208

Abstract

Telah dilakukan Implementasi sistem kontrol suhu dan waktu penahanan pada perangkat pengering ikan asin kembung portable. Pengeringan ikan asin dapat terhambat jika cuaca saat pengeringan tidak baik. Untuk memudahkan masyarakat dalam pemakaian alat dengan suhu dan waktu yang baik. Ikan yang akan dikontrol adalah sampel ikan kembung dengan ukuran 15 – 20 cm dengan variasi suhu 65 dan 70 oC waktu yang digunakan yaitu 4, 5, dan 6 jam. Ikan yang dikeringkan menggunakan perangkat pengering telah di uji secara SNI. Alat yang digunakan berbahan pelat baja berukuran 75 cm x 65 cm x 75 cm. sensor yang digunakan untuk mengetahui suhu dalam pengering ikan kembung Hasil penelitian yang didapatkan suhu dapat mendeteksi suhu yang ada di dalam wadah alat pengring ikan asin. Ikan kembung yang di kotrol sudah memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) 8273:2016 tentang ikan asin kering. Suhu yang set yaitu suhu 70 oC dengan waktu pengeringan selama 7 jam dimana massa awal 89 g menghasilkan massa akhir 36 g telah memenuhi standar nasional Indonesia (SNI) 39,56%.   Kata  kunci:  Ikan asin kembung, Perangkat Pengering, suhu, dan waktu penahanan   ABSTRACT   Drying of salted fish can be hampered if the weather during drying is not good. A salted fish dryer has been designed with the aim of facilitating the local community in drying mackerel without being hindered by the weather. To make it easier for people to use the tool because it is known that the temperature and time are good for the fish tongue. The fish to be controlled were mackerel samples with a size of 15 – 20 cm with a temperature variation of 65 and 70 oC, the time used was 4, 5 and 6 hours. The tool used is made of steel plate measuring 60 cm x 75 cm x 75 cm. The sensor used to determine the temperature in the tongue fish dryer is DHTT22. The research results obtained by the temperature sensor can detect the temperature in the container of the salted fish drying device. Controlled tongue fish has met the Indonesian national standard (SNI) 88273:2016 concerning dried salted fish. The set temperature is 70 oC with a drying time of 7 hours where the initial mass of 89 g produces a final mass of 36 g which meets the Indonesian national standard (SNI) 39.56%.   Keywords: Temperature, time, sensor DHT22
NERACA PEGAS DENGAN BANTUAN VIDEO SEBAGAI ALAT UKUR GAYA PADA SISTEM YANG BERGERAK Sawato Sisokhi Maruhawa; Ign Edi Santosa
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 1: April 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.1.35-40

Abstract

ABSTRAK   Penelitian tentang gerak lebih banyak dikaitkan dengan pengukuran kecepatan dan percepatan, sangat sedikit yang dikaitkan dengan gaya. Hal ini karena terkendala ketersediaan alat ukurnya. Sebagai alat ukur gaya, neraca pegas biasa digunakan untuk keadaan statis. Untuk itu tlah dilakukan pengukuran gaya pada sistem yang berosilasi menggunakan neraca pegas dengan bantuan video. Penelitian ini menggunakan dua neraca pegas yang diikatkan pada dua benda. Sistem ini diletakkan di atas air track yang dipasang miring.  Neraca pegas pertama dihubungkan pada suatu tiang tetap. Kedua benda dihubungkan dengan tali. Selama benda bergerak skala kedua neraca pegas direkam menggunakan smartphone. Hasil rekaman video kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Logger Pro. Hasil analisa gaya pada neraca pegas pertama menunjukkan gejala osilasi yang teredam. Neraca pegas kedua menunjukkan hubungan tegangan tali terhadap posisi benda yang berbentuk grafik linear. Eksperimen ini menunjukkan bahwa neraca pegas yang biasanya digunakan untuk pengukuran gaya yang statis dapat digunakan juga untuk keadaan dinamis.   Kata  kunci—neraca pegas, gaya, Analisa video   ABSTRACT   Force measurement on an oscillating system have been performed using two spring balances and video analysis. This study employed two spring balances attached to two carts. The system was placed on an inclined air track. The first spring balance was connected to a fixed post. A rope was used to connect the two carts. Two smartphones were used to record the scale changes of the two spring balances.  The recorded video was then processed using Logger Pro software. The results of the force analysis on the first spring balance indicated damped oscillation phenomena. The second spring balance revealed a linear relationship between the rope tension and the cart's position.  Keywords— spring balance, force, video analysis
Model 2D of Subsurface Structures in the Dempo Magnetic Area of Pagar Alam City Using Geomagnetic Method Febri Adrianto Adrianto; Refrizon; Arif Ismul Hadi
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 6 No. 3: Desember 2023
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.6.3.167-176

Abstract

ABSTRAK   Metode geomagnetik digunakan dalam penelitian ini untuk membuat model 2D struktur bawah permukaan di kawasan Dempo Magnet kota Pagar Alam berdasarkan sebaran anomali. Terdapat 48 titik pengukuran pada lokasi penelitian. Pengolahan data dilakukan dengan membuat peta anomali magnetik total. Koreksi diurnal dan koreksi international geomagnetic reference field (IGRF) dilakukan untuk mendapatkan nilai anomali magnetik total. Data magnetik tersebut kemudian diolah untuk memisahkan anomali regional dan anomali residual menggunakan bandpass filter, kemudian dilakukan transformasi reduksi ke kutub, dan pemodelan 2D menggunakan metode forward modeling. Hasil analisis kisaran nilai anomali magnet di kawasan magnet Dempo kota Pagar Alam diperoleh nilai anomali magnet tertinggi sebesar 781,8 nT, sedangkan anomali magnet terendah sebesar -796,6 nt. Hasil pemodelan 2D pada data magnetik diperoleh 4 lapisan batuan bawah permukaan dengan kedalaman sekitar 165 meter, dimana lapisan batuan pertama berupa breksi gunung api, lapisan batuan kedua berupa endapan piroklastik, lapisan batuan ketiga berupa basal, dan lapisan batuan terakhir. adalah gabro.   Kata Kunci: Metode Magnetik, Intensitas Anomali Medan, Pemodelan 2D, Struktur Bawah Permukaan   ABSTRACT   The geomagnetic method was used in this research to create a 2D model of subsurface structures in the Dempo Magnet area of ​​Pagar Alam city based on the distribution of anomalies.  There were 48 measurement points at the researched location.  Data processing was carried out by creating a total magnetic anomaly map.  Diurnal correction and international geomagnetic reference field (IGRF) correction were carried out to obtain total magnetic anomaly values.  The magnetic data was then processed to separate regional anomalies and residual anomalies used a bandpass filter, then a reduction transformation to the poles was carried out, and 2D modeling used the forward modeling method.  The results of the analysis of the range of magnetic anomaly values ​​in the Dempo magnet area of ​​Pagar Alam city obtained the highest magnetic anomaly valued of 781, 8 nT, while the lowest magnetic anomaly was -796, 6 nt.  The results of 2D modeling on magnetic data obtained 4 subsurface rock layers with a depth of around 165 meters, where the first rock layer was volcanic breccia, the second rock layer was pyroclastic sediment, the third rock layer was basalt, and the last rock layer was gabbro.   Keywords: Magnetic method, Field anomaly intensity, 2D modeling, Subsurface structures
DISTANCE RANGE TEST OF SW-420 SENSOR-BASED VIBRATION DETECTION SYSTEM Sultan Nanda Alamsyah; Wery Melisa; Okta Sari; Mutia Raudhatul Zahra; Muhammad Yuliansyah Putra; Zafran Afif; Shalih Muhammad Abdul Azhim; Elfi Yuliza; Riska Ekawita
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 6 No. 3: Desember 2023
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.6.3.177-184

Abstract

ABSTRAK   Proses gelombang yang disebabkan oleh getaran dapat dimanfaatkan dalam hal pemantauan struktur bangunan, analisis kebisingan peralatan industri, dan deteksi gempa. Gempa bumi memiliki dampak berbahaya pada manusia karena pergerakan lempeng bumi di bawah permukaan. Berbagai teknologi di berbagai cabang ilmu dikembangkan untuk dapat mendeteksi pergerakan lempeng dengan cepat dan baik. Tulisan ini juga menguji jangkauan sensor SW-420 terhadap sumber getaran. Memahami jangkauan sensor SW-420 sangat penting karena memungkinkan Anda untuk menyesuaikan batas sensitivitasnya sesuai dengan kebutuhan aplikasi. Meskipun informasi ini umumnya tersedia dalam lembar data, memahami jangkauan dapat membantu mengoptimalkan penggunaan sensor untuk deteksi getaran atau guncangan yang lebih akurat. Respon sensor akan dikirim ke mikrokontroler untuk menghasilkan sinyal suara pada buzzer ketika terjadi getaran. Mikrokontroler akan memproses sinyal analog dari sensor menjadi sinyal digital. Semakin jauh jangkauan sensor, semakin baik sensor tersebut dalam mendeteksi getaran. Dalam uji ini, dilakukan uji jangkauan terhadap sumber getaran. Sumber getaran berasal dari objek dengan massa tertentu yang dijatuhkan. Dalam uji ini, diketahui bahwa SW-420 mampu mendeteksi dengan jarak maksimum 200 cm dari sumber getaran.   Kata Kunci: Deteksi, Getaran, Jarak, Mikrokontroler, Sensor   ABSTRACT   Wave propagation due to vibration can be utilized in terms of monitoring building structures, analyzing industrial equipment noise, and earthquake detection. Earthquakes have a harmful impact on humans due to the movement of subsurface plates. Various technologies in various branches of science were developed to be able to detect plate movements early and well. This paper also tests the range of the SW-420 sensor to the vibration source. Understanding the range of the SW420 sensor is crucial as it allows you to precisely adjust its sensitivity limits according to the application's needs. Although this information is generally available in the datasheet, comprehending the range can assist in optimizing the sensor's usage for more accurate detection of vibrations or shocks. The sensor response will be sent to the microcontroller to produce a sound signal on the buzzer when there is vibration. The microcontroller will process the analog signal from the sensor into digital. The farther the range of the sensor, the better it is at detecting vibrations. In this test, a range test is carried out on the vibration source. The source of the vibrations comes from objects with a certain mass that is dropped. In this test, it was found that the SW-420 was able to detect with a maximum distance of 200 cm from the vibration source.   Keywords: Detection, Distance, Microcontroller, Sensor, Vibration
INSTRUMENT ASSESSMENT IN STUDENT LEARNING OUTCOME FOR FACTUAL AND CONCEPTUAL HOTS ON SCIENCE EDUCATION Endang Widi Winarni; Endina Putri Purwandari; Rinto Hartono
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 1: April 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.1.9-20

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian adalah memberikan gambaran kepraktisan HOTS faktual dan konseptual sebagai alat penilaian dalam konteks pendidikan IPA, serta profil hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan model ADDIE sebagai kerangka model Penelitian dan Pengembangan (R&D). Peserta penelitian terdiri dari dua puluh orang yang duduk di kelas empat sekolah dasar di Bengkulu Tengah. Penelitian ini menggunakan panduan wawancara, angket, dan penilaian pemahaman konseptual dengan pertanyaan pilihan ganda. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data yang melibatkan validasi ahli pada aspek materi, bahasa, konstruksi, dan reliabilitas, serta pemeriksaan hasil tes. Analisis deskriptif kuantitatif dilakukan untuk menilai profil prestasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat instrumen penilaian keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi pada faktual dan konseptual yang valid dan reliabel. Secara khusus, penelitian ini mengidentifikasi 15 dari 20 item asli yang memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Soal tingkat kognitif dikategorikan menjadi tiga tingkatan, yaitu 40% masuk kategori C4, 33,33% masuk kategori C5, dan 26,67% masuk kategori C6. Studi ini juga menemukan bahwa 46,67% pertanyaan menilai pengetahuan faktual, sementara 53,33% menilai pengetahuan konseptual. Tingkat kognitif menganalisis memiliki profil tertinggi sebesar 88,33%, mengevaluasi sebesar 81%, dan mencipta sebesar 66,67%. Profil hasil belajar pengetahuan faktual sebesar 76,67%, sedangkan pengetahuan konseptual sebesar 72,22%.   Kata  kunci: instrumen penilaian, faktual dan konseptual, keterampilan berpikir tingkat tinggi, hasil belajar, pembelajaran IPA.   ABSTRACT   The research objective is to provide a depiction of the practicality of factual and conceptual HOTS as an assessment tool in the context of science education, as well as the profiles of student learning outcomes. The present study employs the ADDIE model as a framework for Research and Development (R&D) model. The study's participants comprised of twenty in the fourth-grade from elementary school in Bengkulu Tengah. The research employed interview guides, questionnaires, and conceptual comprehension assessment with multiple-choice questions. The present study employs a data analysis technique that involves expert validation to material, language, construction, and reliability aspects, alongside the examination of test results. Quantitative descriptive analysis was conducted to assess the learning achievement profile. The study results indicate that there are valid and reliable instruments for assessing factual and conceptual Higher-Order Thinking skills (HOTs). Specifically, the study identified 15 out of the original 20 items that met the criteria for validity and reliability. The cognitive level questions were categorized into three levels, with 40% categorized in C4, 33.33% in C5, and 26.67% in C6. The study also found that 46.67% of the questions assessed factual knowledge, while 53.33% assessed conceptual knowledge. The cognitive level of analyzing had the highest profile at 88.33%, followed by evaluating at 81%, and creating at 66.67%. The profile of learning outcomes for factual knowledge was 76.67%, while that for conceptual knowledge was 72.22%.   Keywords: assessment instrument, factual and conceptual, Higher-Order Thinking skills (HOTs), learning outcome, science learning
IMPLEMENTASI INTERNET OF THINGS (IOT) DALAM MONITORING KUALITAS UDARA PADA RUANG TERBUKA Jesi Pebralia; Hamdi Akhsan; Iful Amri
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 1: April 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.1.1-8

Abstract

ABSTRAK   Saat ini, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kualitas udara memerlukan solusi monitoring yang efisien dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem monitoring kualitas udara di ruang terbuka dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan Google Sheet. Terdapat empat parameter yang dimonitoring yaitu konsentrasi gas karbondioksida (CO2), konsentrasi gas karbondioksida (CO), suhu, dan kelembaban udara dengan menggunakan ESP32 sebagai pengatur seluruh proses dalam sistem. ESP32 merupakan sebuah modul mikrokontroler dengan fitur mode ganda yakni WiFi dan Bluetooth. Selain itu, sumber energi listrik yang dipakai berasal dari tenaga matahari yang dikonversi menggunakan panel surya. Uji coba system monitoring dilakukan pada pukul 06.30 WIB sampai 22.51 WIB, dimana system instrumentasi di pasang pada ruang terbuka dengan ketinggian 2 m diukur dari permukaan tanah. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem IoT dapat melalukan pemantauan secara realtime dan efisien dalam mendeteksi variasi setiap detik terhadap parameter kualitas udara yang diukur. Sistem monitoring berbasis IoT dan Google Sheet ini menawarkan solusi monitoring kualitas udara yang hemat biaya, efisien, dan interaktif, serta memudahkan partisipasi masyarakat dalam upaya pemantauan kualitas udara.   Kata  kunci—Google sheet, Internet of Things (IoT), Kualitas Udara, Monitoring   ABSTRACT   Nowadays, the increasing public awareness of air quality necessitates efficient and easily accessible monitoring solutions. This research aims to develop an open-space air quality monitoring system by leveraging Internet of Things (IoT) technology integrated with Google Sheet. Four parameters are monitored: carbon dioxide (CO2) concentration, carbon monoxide (CO) concentration, temperature, and humidity. The microcontroller used is the ESP-32, and the electrical energy source is derived from solar power, converted by solar panels. The monitoring system trial ran from 06:30 to 22:51 local time, where the instrumentation system was installed in an open space at a height of 2 meters from the ground level. Trial results show that the IoT system can monitor in real-time and efficiently detect second-to-second variations in the measured air quality parameters. This IoT and Google Sheet-based monitoring system offers a cost-effective, efficient, and interactive solution, facilitating community participation in air quality monitoring efforts.   Keywords—Air quality, Google sheet, Internet of Things (IoT), Monitoring system
ANALISIS INTENSITAS CAHAYA MATAHARI SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF Amilda; Suhadi Suhadi; Jamiatul Khairunnisa Putri
Jurnal Kumparan Fisika Vol. 7 No. 1: April 2024
Publisher : Unib Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jkf.7.1.21-34

Abstract

ABSTRAK   Penggunaan bahan bahar fosil yang berkepanjangan menyebabkan berubahnya iklim global. Selain masalah iklim dan lingkungan, penggunaan bahan bakar ini secara berkelanjutan juga menyebabkan menipisnya ketersediaan sumber daya alam tersebut. Tentunya hal ini menuntut solusi guna memenuhi kebutuhan energi baik dalam skala regional maupun global. Salah satunya adalah dengan menggunakan sumber energi alternatif dari radiasi matahari. Universitas Islam Negeri Raden Fatah merupakan salah satu kampus yang menerapkan konsep Green Campus (GC). Berkaitan dengan hal tersebut, maka perlu dilakukan analisis Intensitas Cahaya Matahari (ICM) sebagai sumber energi alternatif khususnya di lokasi Universitas Islam Negeri Raden Fatah. Analisis ini menggunakan data ICM re-analisis ERA5 dengan rentang waktu 1950-2022. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi antara ICM terhadap Dipole Mode Index (DMI) dan ENSO. Selain itu juga, dilakukan proyeksi ICM hingga 2030. Secara klimatologi ICM yang diterima di lokasi UIN Raden Fatah Palembang sepanjang tahun berkisar -  dengan puncak terjadi pada September. Fenomena ENSO dan IOD berkorelasi positif terhadap ICM yang diterima di lokasi UIN Raden Fatah Palembang. ICM sepanjang tahun pengamatan menunjukkan bahwa sepanjang tahun ICM yang diterima di lokasi UIN Raden Fatah Palembang relatif konstan. Hasil ini juga ditunjukkan berdasarkan anomali ICM sebesar . Hasil proyeksi menunjukkan bahwa ICM yang diterima di lokasi UIN Raden Fatah Palembang berkisar  hingga tahun 2030. Ini menunjukkan bahwa ICM yang diterima di lokasi UIN Raden Fatah Palembang sangat berpotensi sebagai sumber energi yaitu solar cell.   Kata  kunci— Green Campus, Intensitas Cahaya Matahari, Dipole Mode Index, ENSO.   ABSTRACT   Prolonged use of fossil fuels causes global climate change. Apart from climate and environmental problems, the sustainable use of this fuel also causes the depletion of the availability of these natural resources. Of course, this requires a solution to meet energy needs both on a regional and global scale. One way is to use alternative energy sources from solar radiation. Raden Fatah State Islamic University is one of the campuses that applies the Green Campus (GC) concept. In this regard, it is necessary to analyze Solar Light Intensity (ICM) as an alternative energy source, especially at the Raden Fatah State Islamic University location. This analysis uses ICM ERA5 reanalysis data with a time span of 1950-2022. The data analysis technique used is correlation analysis between ICM and the Dipole Mode Index (DMI) and ENSO. Apart from that, ICM projections were carried out until 2030. Climatologically, the ICM received at the UIN Raden Fatah Palembang location throughout the year ranged from -  with the peak occurring in September. The ENSO and IOD phenomena are positively correlated with the ICM received at the UIN Raden Fatah Palembang location. ICM throughout the year observations show that throughout the year the ICM received at the location of UIN Raden Fatah Palembang is relatively constant. This result is also shown based on the ICM anomaly of . The projection results show that the ICM received at the UIN Raden Fatah Palembang location is around  until 2030. This shows that the ICM received at the UIN Raden Fatah Palembang location has great potential as an energy source, namely solar cells.   Keywords— Green Campus, Solar Irradiance Intensity, Dipole Mode Index, ENSO.