cover
Contact Name
Sufyan Ilyas
Contact Email
sufyan.ilyas@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sufyan.ilyas@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh selatan,
Aceh
INDONESIA
FITRA
ISSN : 2442725X     EISSN : 26217201     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
JURNAL FITRA diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tapaktuan Aceh Selatan.
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN AKHLAK ANAK Diyah Mayarisa, M.Ag; Aulia Urrahmah, S.Pd
FITRA Vol 4, No 1 (2018): Vol. 4 No. 1 Januari - Juni 2018
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang terjadi di Kecamatan Tapaktuan yang berkaitan dengan pola asuh orang tua terhadap pembentukan akhlak anak. disebabkan kurangnya pembentukan dan pembinaan akhlak yang baik terhadap anak, sehingga anak-anak pada lingkungan tersebut banyak yang melawan pada orang tuanya seperti bentakan atau menggunakan kata-kata ‘ah’  pada orang tuanya, dan mengeluarkan kata-kata yang tidak wajar didengar, kebebasan tanpa adanya larangan dari pihak orang tua, disebabkan juga orang tuanya tersebut kurang memperhatikan kondisi dan kurangnya memberikan kasih sayang pada anaknya. Pendidikan dan pembentukan akhlak merupakan hal paling penting dan sangat mendesak untuk dilakukan oleh orang tua dalam rangka menjaga stabilitas hidup. Dalam ajaran Islam masalah akhlak mendapat perhatian yang sangat besar, sehingga orang tua mempunyai pola asuh tersendiri dalam mendidik anak-anaknya dan mempengaruhi pembentukan akhlak anak. Perkembangan yang abnormal berpengaruh terhadap keberhasilan dalam meraih cita-cita anak. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Bentuk penelitian ini adalah berupa fenomenologi. Fenomena  ini berusaha mengungkapkan pola asuh orang tua yang berada di daerah Kecamatan Tapaktuan melalui sumber data yang relevan dengan kebutuhan, baik buku-buku teks, jurnal, atau majalah-majalah ilmiah dan hasil-hasil penelitian. Penelitian menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pola orang tua menggunakan pola asuh otoritatif, sebab pola asuh otoritatif ini adalah pola asuh yang baik digunakan dalam membentuk akhlak anak. Saran untuk orang tua adalah untuk memperhatikan setiap gerak-gerik yang dilakukan oleh anak, baik itu berupa perkataan maupun perbuatan anak sehingga anak dapat di didik dengan baik sesuai dengan anjuran agama Islam. Kata Kunci : Pola Asuh Anak.
URGENSI DOA, IKHTIAR DAN KESADARAN BERAGAMA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA (Suatu Tinjauan Psikologis) Edi Saffan, MA
FITRA Vol 2, No 1 (2016): Vol. 2 No. 1 Januari - Juni 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi suatu permasalahan yang berkenaan dengan abad 21 dijuluki dengan abad kecemasan (the of anxienty) yang ditandai dengan berbagai bencana dan kemelut  yang meresahkan hampir di semua lini kehidupan, baik pribadi maupun masyarakat, sehingga manusia dilanda oleh rasa kegelisahan dan ketakutan. Karena itu, kita sebagai manusia, sangat mengharapkan kehidupan yang bermakna (the will to meaning) yang merupakan dambaan bagi setiap manusia. Untuk meraih kebahagiaan tersebut, perlu adanya kerja sama yang baik antara doa, ikhtiar dan kesadaran beragama, sebab dengan kesadaran agama, maka doa yang kita mohon kepada Allah Swt semakin timbul rasa keyakinan dan keikhlasan, sehingga apapun yang dikerjakan atau diusahakan (ikhtiar) menimbulkan rasa optimis dan semangat dalam kehidupan. Dengan kata lain, untuk mencapai tingkatan kebahagiaan (mutmainnah), perlu adanya kerja sama yang baik antara kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) sebagai penggeraknya. Kata Kunci : Doa, Ikhtiar dan Kesadaran Beragama
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN PQ4R (Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review) Edi Saffan, MA; Febrianda S.Pd
FITRA Vol 3, No 2 (2017): Vol. 3 No. 2 Juli - Desember 2017
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi suatu permasalahan yang berkenaan dengan rendahnya  hasil belajar dan aktivitas belajar siswa di kelas X TKJ di SMK Negeri 1 Samadua, Aceh Selatan.  Hal ini terlihat dari perilaku siswa yang cenderung hanya mendengar dan mencatat pelajaran yang diberikan guru, siswa dengan bertanya dan mengemukakan pendapat saat pembelajaran berlangsung, sehingga berakibat pada menurunnya prestasi belajar mereka. Tujuan dari pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi akhlak mulia dengan menerapkan model discovery. Pelaksanaan PTK ini dilakukan melalui dua siklus, di mana tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan pada akhir siklus dengan menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Indikator keberhasilan dari PTK ini, yaitu, keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran minimal 75%, hasil belajar atau jumlah siswa yang mendapat nilai sesuai KKM (>55) minimal 75%, dan performansi guru dalam pembelajaran minimal B (>70). Hasil penelitian yang diperoleh dari penilaian hasil belajar siswa kelas XII IPA-1 pada siklus I,  yaitu: (1) performansi guru 59,67 % % dengan kategori kurang aktif; (2) aktivitas siswa 63,04 % berkategori kurang aktif; (3) hasil belajar rata-rata  62,90% belum mencapai nilai KKM. Hasil belajar pada siklus II, yaitu: (1) performansi guru  85,83 % berkategori aktif; (2) aktivitas siswa 90,22 % berkategori sangat aktif; (3) hasil belajar rata-rata, 71.84%  sudah mencapai nilai KKM. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dengan model pembelajaran discovery dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran agama, khususnya materi akhlak terpuji, di samping dapat meningkatkan aktivitas guru agama ketika mengajar di SMK Neger1 Tapaktuan, Aceh Selatan tahun pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : Aktivitas, Hasil Belajar dan PQ4R
KOMPETENSI LULUSAN (OUT-PUT) PERGURUAN TINGGI AGAMA ISLAM (PTAI) DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI Maidar Darwis, M.Ag
FITRA Vol 1, No 2 (2015): Vol. 1 No. 2 Juli - Desember 2015
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan lulusan suatu perguruan tinggi di tengah-tengah masyarakat merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditawar lagi, terutama dalam mensikapi arus perubahan sosial yang selalu berkembang seiring dengan dinamika masyarakat. Dalam konteks itulah, setiap lulusan PTAI dituntut untuk memiliki kemampuan responsif  terhadap fenomena sosial yang berkembang di sekitarnya. Karena itu, untuk menghadapi perkembangan era globalisasi, diperlukan kekuatan daya saing yang tangguh bagi PTAI untuk mempersiapkan kompetensi lulusannya. Kompetensi ini menyangkut penguasaan bahasa asing (Inggris, ‘Arab ataupun bahasa asing lainnya), penguasaan teknologi dan informasi, mempersiapkan jiwa kewirausahaan, penanaman nilai etos kerja yang benar, menjalin kerjasama yang baik dalam bekerja dan mampu mengekspresikan dirinya dengan baik. Untuk mempersiapkan lulusan tersebut, perlu adanya standarisasi kualitas, penerapan prinsip efisiensi, mempertahankan relevansi kurikulum, mengadakan reformasi dalam pembelajaran dan mampu menciptakan lingkungan akademis yang mendukung untuk peningkatan kualitas lulusan. Kata Kunci : Kompetensi Lulusan, PTAI, Era Globalisasi 
PENGARUH KINERJA GURU PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR Riza Yuliadi, M.Pd; Rova Ritmalasari, S.Pd
FITRA Vol 3, No 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Januari - Juni 2017
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi suatu permasalahan yang berkenaan dengan rendahnya motivasi belajar siswa di kelas. Hal ini terlihat dari perilaku siswa yang kurang semangat dalam belajar, di mana siswa enggan bertanya dan mengemukakan pendapat saat pembelajaran berlangsung, sehingga berakibat pada menurunnya prestasi belajar. Salah satu faktornya disebabkan oleh masih rendahnya kinerja guru praktek pengalaman lapangan (PPL) di MTsN Samadua tahun pelajaran 2016/2017. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh kinerja guru PPL terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel berjumlah 77 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen (angket sedangkan  teknik analisis data menggunakan aplikasi SPSS versi 21 for Windows. Hasil pengujian hipotesis dari hasil korelasi dapat dijelaskan bahwa nilai Sig. 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan yang signifikan antara kinerja guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Sedangkan hasil determinasi (r2) sebesar 0,363, maka dapat diartikan bahwa  sebesar 36,3% motivasi siswa dipengaruhi oleh kinerja guru. Sedangkan sisanya 63,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar pembahasan penelitian ini. Kata Kunci : Kinerja Guru dan Motivasi Belajar
PARADIGMA BARU PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN PAULO FREIRE Maidar Darwis, M.Ag
FITRA Vol 2, No 2 (2016): Vol. 2 No. 2 Juli - Desember 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh sistem pendidikan kita saat ini, yang masih menganggap siswa bagaikan konsep sebuah “bank” (banking concept of educational), di mana anak didik diberikan ilmu pengetahuan agar daripadanya kelak diharapkan suatu hasil lipat ganda. Jadi, anak didik adalah obyek investasi dan sumber deposito potensial. Investornya adalah para guru, sementara depositnya adalah ilmu pengetahuan yang diajarkan kepada anak didik. Anak didik pun lantas diperlakukan sebagai “bejana kosong” yang akan diisi, sebagai sarana tabungan atau penanaman “modal ilmu pengetahuan” yang akan dipetik hasilnya kelak. Jadi, guru adalah subyek aktif, sedang anak didik  adalah obyek pasif yang penurut, dan diperlakukan tidak berbeda atau menjadi bagian dari realitas dunai yang diajarkan kepada mereka, sebagai obyek ilmu pengetahuan teoritis yang tidak berkesadaran. Bagi Freire, pola pendidikan semacam itu justru hanya dapat mengubah “penafsiran” seseorang terhadap situasi yang dihadapinya, tetapi tidak akan mampu mengubah “realitas” dirinya sendiri. Karena itu, fitrah manusia sejati adalah menjadi pelaku atau subyek, bukan penderita atau obyek. Manusia adalah penguasa atas dirinya, dan karena itu fitrah manusia adalah menjadi merdeka, menjadi bebas. Ini adalah tujuan akhir dari upaya humanisasi pendidikan. Kata Kunci : Konsep, Pendidikan dan Paulo Freire
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PROBLEM SOLVING Riza Yuliadi, M.Pd; Triworo Pujiastuti, S.Pd
FITRA Vol 4, No 1 (2018): Vol. 4 No. 1 Januari - Juni 2018
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas  VII-4 MTsN Tapaktuan. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional dan pengulangan sehingga menyebabkan proses pembelajaran menjadi pasif dan membosankan. Salah satu cara untuk menuntaskan aktivitas guru, siswa, hasil belajar, dan respon yaitu dengan menggunakan model problem solving. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Apakah model problem solving dapat menuntaskan hasil belajar siswa pada materi zakat mata pelajaran fiqh kelas VII-4 MTsN Tapaktuan?. Tujuan penelitian yang hendak diperoleh adalah: Untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam materi zakat dengan menggunakan model problem solving pada siswa kelas VII-4 di MTsN Tapaktuan Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research) model Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian dilaksanakan pada semester 2 tahun ajaran 2016/2017 dalam dua siklus. Subjek penelitian ini siswa kelas VII-4 MTsN Tapaktuan yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan angket. Teknik analisis pengumpulan data menggunakan data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada penuntasan pada aktivitas guru 86% berkategori sangat baik, aktivitas siswa 94% berkategori sangat baik, hasil rata-rata kelas 76,67 dan respon siswa 85,1% yang berkategori sangat baik dan mencapai KKM. Ini artinya penelitian dengan menggunakan model problem solving pada materi zakat sudah tuntas pada siklus II. sehingga, dari hasil penelitian di atas, agar penelitian ini bisa menjadi pedoman bagi para dewan guru agar menguasai dan mencoba untuk menerapkan model pembelajaran seperti model problem solving supaya suasana pembelajaran lebih hidup, bervariasi, dan terbukti efektif dapat menuntaskan hasil belajar. Kata Kunci : Aktivitas, Hasil Belajar, Problem Solving
KONSEP TAZKIYYAH DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM (Kajian Tematik) Karnita Sartina, MA
FITRA Vol 1, No 2 (2015): Vol. 1 No. 2 Juli - Desember 2015
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Sistem pendidikan nasional kita sekarang, kelihatannya lebih mengarah pada pemberian ilmu pengetahuan  (transfer of knowledge), sementara penanaman moral (tansfer of value) ke dalam diri peserta didik masih terlihat kurang. Salah satu upaya untuk menginternalisasikan nilai moral ke dalam diri peserta didik dapat dilakukan dengan melalui konsep tazkiyyah. Konsep pendidikan berbasis tazkiyyah ini merupakan salah suatu konsep pendidikan yang terdapat dalam al-Qur‘ān yang bertujuan untuk pensucian hati (qalb) terhadap noda dan dosa. Hal ini sangat sesuai dengan tujuan pendidikan Islam yakni membentuk pribadi peserta didik yang beriman dan bertaqwa serta mampu menghindari diri dari segala perbuatan dosa dengan cara melakukan ibadah kepada Allah Swt. Untuk mengimplementasikan dalam proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan melalui pendekatan imānī, rasional, emosional dan fungsional di samping pendekatan lainnya dengan melalui metode uswah, amsāl, sawb dan ‘iqab, maw‘izah dan cerita.  Kata Kunci : Konsep Tazkiyah dan Pendidikan Islam
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF KEPALA SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU Fitriyasni, M.Si; Marlis Safrida, S.Pd
FITRA Vol 3, No 2 (2017): Vol. 3 No. 2 Juli - Desember 2017
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru merupakan komponen yang terpenting karena guru mampu menggerakkan komponen lainnya dalam proses pembelajaran. Semakin baik kinerja seseorang guru, maka semakin besar pula pengaruhnya terhadap kualitas pembelajaran. Rendahnya produktivitas guru di sekolah dalam mengikuti aturan dan tata tertib maupun dalam melaksanakan tugas mengajar sangat erat kaitannya dengan kedisiplinan yang diterapkan oleh kepala sekolah di lingkungan kerjanya. Seorang pemimpin disarankan dapat menyesuaikan gaya kepemimpinannya, dari suatu lingkungan tertentu dapat efektif diterapkan sepanjang periode waktu tertentu asalkan perilakunya sesuai dengan tuntunan situasi.  Salah satu yang menjadi tolak ukur dalam mencapai keberhasilan sekolah yaitu mekanisme atau gaya kepemimpinan partisipatif kepala sekolah yang mampu memotivasi kerja guru, sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan partisipatif kepala sekolah terhadap motivasi kerja guru di MAN 1 Tapaktuan Aceh Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik sensus, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data melalui angket (questionnaire), dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji pra syarat analisis dan uji hipotesis dengan menggunakan bantuan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis dari hasil analisis regresi sederhana yaitu thitung > ttabel (2.828 > 2.055) dengan tingkat probabilitas 0,05. Sedangkan analisis korelasi dengan nilai thitung > ttabel yaitu 1,592 > 1,314 dengan probabilitas 0,20. Terdapat pengaruh gaya kepemimpinan partisipatif kepala sekolah terdapat motivasi kerja guru di MAN 1 Aceh Selatan, yaitu dengan adanya sumbangan efektif dari gaya kepemimpinan partisipatif dari koofesien determinasi (r2) sebesar 0,235, sedangkan sisanya 76,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar pembahasan penelitian ini. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan Partisipatif  dan Motivasi Kerja Guru
KONSEP MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DAN IMPLEMENTASINYA Rusdi Kurnia, M.Pd
FITRA Vol 2, No 2 (2016): Vol. 2 No. 2 Juli - Desember 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya temuan bahwa program manajemen berbasis sekolah (MBS) kurang berjalan efektif di sekolah, sehingga berpengaruh pada peningkatan mutu. Semestinya, dengan adanya program MBS dapat mempermudah peningkatan mutu pendidikan, sehingga dapat memberikan kontribusi yang baik bagi pihak sekolah. Untuk kepentingan tersebut, diperlukan adanya kajian, untuk melihat tentang pelaksanaan MBS di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan program manajemen berbasis sekolah pada umumnya sudah berjalan, walaupun dalam penerapan MBS memerlukan dana dan prasarana sebagai persyaratan mutlak di antara persyaratan lainnya. Karena itu, perlu adanya sosialisasi yang baik  yang diberikan oleh pihak sekolah terhadap masyarakat dan stakholders dalam penerapan MBS di sekolah. Hasil kajian ini dapat dijadikan kebijakan dalam mengambil sebuah keputusan yang tepat tentang pentingnya peran MBS dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Kata Kunci : Konsep, MBS dan Implementasinya