cover
Contact Name
Sufyan Ilyas
Contact Email
sufyan.ilyas@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sufyan.ilyas@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh selatan,
Aceh
INDONESIA
FITRA
ISSN : 2442725X     EISSN : 26217201     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
JURNAL FITRA diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tapaktuan Aceh Selatan.
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
KINERJA PENGAWAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI TINGKAT SEKOLAH MENENGAH UMUM KOTA BANDA ACEH Drs. H. Munirwan Umar, M.Pd
FITRA Vol 2, No 1 (2016): Vol. 2 No. 1 Januari - Juni 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kontribusi dan kinerja pengawas yang boleh disebut belum cukup memuaskan. Hal ini dapat dilihat masih lemahnya dari tataran program yang dirancang, pelaksanaan tugas yang masih sesuai dengan program bahkan evaluasi yang dilaksanakan belum terarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pengawas pendidikan agama Islam SMU di Kota Banda Aceh, baik dari tataran program, pelaksanaan maupun evaluasi. Penelitian tergolong kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan analisis data reduksi, display dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  (1) Pelaksanaan program pembinaan sesuai dengan petunjuk. Adapun program pembinaan yang dilaksanakan, di antaranya mengikuti pelatihan, penataran, lokakarya, dan seminar yang diikuti oleh guru dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan (2) Dalam pelaksanaannya, masih ditemukan adanya kendala, di antaranya: masih kurangnya tenaga pengawas dan kurangnya sosialisasi undang-undang kepengawasan terhadap jajaran pejabat kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, sehingga terkadang menimbulkan diskomunikasi dalam pemahaman terhadap tugas pengawas di sekolah.    Kata Kunci : Kinerja, Pengawas dan Pendidikan Agama Islam  
MOTIVASI DOSEN DALAM MELAKUKAN KEGIATAN PENELITIAN DI SEKOLAH TINGI AGAMA ISLAM TAPAKTUAN ACEH SELATAN Maidar Darwis, M.Ag
FITRA Vol 3, No 2 (2017): Vol. 3 No. 2 Juli - Desember 2017
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas penelitian merupakan salah satu nafas perguruan tinggi yang membedakan dengan sekolah. Budaya meneliti ini merupakan upaya yang tak kalah pentingnya dalam upaya peningkatan kualitas dosen. Karena itu, dosen dituntut untuk memperdalam dan memperluas wawasan keilmuan, khususnya tentang metodologi penelitian, agar mereka dapat menghadapi segala perubahan di era  globalisasi ini. Dalam realitasnya, masih ditemukan adanya dosen STAI Tapaktuan, Aceh Selatan, yang mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan penelitian, bahkan sebagian dosen menganggap penelitian bagaikan “kartu mati,” padahal meneliti merupakan tugas pokok dosen di perguruan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosen melakukan penelitian, dipengaruhi oleh peningkatan prestasi akademik yang ingin dicapai, seperti untuk kenaikan pangkat akademik dan juga pemenuhan kebutuhan hidup (ekonomi) untuk kesejahteraan dosen yang bersangkutan, di samping faktor lain yang ikut mempengaruhinya. Kata Kunci : Motivasi, Penelitian dan Dosen STAI Tapaktuan
MADRASAH SEBAGAI ALTERNATIF LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM MEODERN DI INDOENSIA Drs. Bakhtiar, MA
FITRA Vol 1, No 2 (2015): Vol. 1 No. 2 Juli - Desember 2015
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah merupakan institusi pendidikan yang tumbuh dan berkembang oleh dan dari masyarakat. Kehadiran madrasah “model” merupakan respons terhadap tuntutan masyarakat terhadap signifikansi mutu madrasah berhadapan dengan tantangan global sekarang ini. Ke depannya, madrasah juga perlu memiliki mutu yang mampu berkompetisi dengan lembaga pendidikan lain.  Adapun aspek modernisasi yang perlu diperhatikan di madrasah antara lain adalah pengembangan kelembagaan, orientasi pembelajaran ilmu-ilmu agama semakin inklusif, pembelajaran ilmu-ilmu pengetahuan umum, dan perubahan mindset terhadap tuntutan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah demikian tinggi perlu disadari oleh guru-guru di madrasah. Beberapa contoh madrasah model dan unggul, serta difavoritkan masyarakat di antaranya yang telah terkenal lama adalah Madrasah Aliyah Negeri berasrama Insan Cendekia Serpong Tangerang, Madrasah Ibtidaiyah (MIN) I Malang, Madrasah Pembangunan (MP) UIN Jakarta di Ciputat, MAN Model Singkawang, MAN Model Banda Aceh dan tentu masih banyak yang lain, yang tidak sedikit dijumpai terutama di kawasan perkotaan. Secara kualitas, pendidikan di madrasah tersebut nyaris mengimbangi keunggulan pendidikan di sekolah. Bahkan, di madrasah tertentu, kualitas madrasah telah mampu bersaing secara terbuka dan sederajat dengan “trade mark” lembaga pendidikan sekolah yang lebih dahulu difavoritkan masyarakat. Kata Kunci : Madrasah, Pendidikan Islam, Modern dan Indonesia
PERAN KEPALA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 KLUET UTARA KABUPATEN ACEH SELATAN Samsul Bahri, M.Si; Fitri Nurlia, S.Pd
FITRA Vol 3, No 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Januari - Juni 2017
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah dalam peningkatan kualitas pendidikan. Kepala sekolah adalah salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam menentukan keberhasilan suatu lembaga pendidikan, karena kepala sekolah harus mampu membawa lembaganya ke arah tujuan yang telah ditetapkan, dan kepala sekolah harus mampu melihat adanya perubahan serta mampu melihat masa depan dalam kehidupan global yang lebih baik. Peran kepala sekolah adalah sebagai edukator, manager, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator atau disingkat dengan (EMASLIM). Namun realita di lapangan SMP Negeri 3 Kluet Utara terlihat bahwa peran kepala sekolah belum seluruhnya berjalan secara optimal. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui peran kepala sekolah sebagai EMASLIM di SMP 3 Kluet Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumen. Teknik analisis data berupa teknik analisis interaktif yaitu redaksi data, penyajian data, verifikasi data yang saling berinteraksi. Hasil penelitian peran kepala sekolah sebagai edukator, manajer, motivator, sudah dijalankan dengan baik sesuai dengan teori yang dijelaskan. Dan peran kepala sekolah sebagai administrator, supervisor, leader, dan inovator, sudah juga dijalankan yang namun belum secara baik dan optimal dijalankannya. Kepala sekolah sudah melakukan perannya masing-masing sebagai, tetapi ada juga peran tersebut belum sesuai dikerjakan oleh sebagian kepala sekolah. Penelitian ini disarankan kepada SMP Negeri 3 Kluet Utara untuk dapat menjalankan perannya sesuai dengan tupoksi yang telah digariskan, sehingga terciptakan hubungan silaturahmi dan rasa kekompakan sesama personil guru, sehingga kepala sekolah dapat mengaturnya dengan baik. Kata Kunci : Peran & Kepala Sekolah
KONSEP PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN IBNU SINA Azimah, MA
FITRA Vol 2, No 2 (2016): Vol. 2 No. 2 Juli - Desember 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi oleh sistem pendidikan nasional yang sedang berjalan sekarang ini, merupakan adopsi dari teori-teori pendidikan Barat. Sementara teori-teori pendidikan Islam terkadang sering ditinggalkan atau diabaikan bahkan tidak tahu sama sekali membedakan mana teori pendidikan yang berasal Barat dan mana pula yang berasal dari dunia Islam. Pada hal antara teori pendidikan Barat dan Islam terdapat perbedaan yang cukup mendasar. Pada dasarnya, banyak para pemikir Islam masa klasik, yang sudah memformulasikan sistem pendidikan, di antaranya adalah Ibnu Sina. Untuk memperoleh data yang relevan dengan permasalahan ini saya menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu dengan memberikan gambaran yang jelas tentang ide-ide dan pemikiran yang dikembangkan Ibnu Sina tentang konsep pendidikan di samping berusaha untuk mencoba menganalisisnya serta membandingkan dengan konsep pendidikan modern sekarang ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Ibnu Sina tentang konsep pendidikan dapat dilihat melalui tujuan, materi, metode, pendidik dan hukuman. Konsep tersebut masih sangat aktual dan relevan untuk dikembangkan dan patut ditiru serta dikembangkan  oleh praktisi pendidikan di zaman modern ini.  Kata Kunci : Pemikiran Ibnu Sina
CODE MIXING IN CROSS-CULTURAL COMMUNICATION OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS OF AL-KAUTSAR Syarifah Siregar, M.Hum
FITRA Vol 4, No 1 (2018): Vol. 4 No. 1 Januari - Juni 2018
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi campur kode bahasa pada komunikasi antar budaya pada siswa MTs di Pesantren Al-Kautsar. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengidentifikasi jenis campur kode bahasa yang digunakan pada komunikasi antar budaya. 2) untuk menemukan fungsi campur kode yang digunakan pada komunikasi antar budaya. 3) ) untuk mengidentifikasi jenis arti budaya sosial yang digunakan pada komunikasi antar budaya untuk menguraikan alasan-alasan campur kode yang digunakan pada komunikasi antar budaya. Penelitian ini menggunakan  metode deskriptif  kualitatif. Jadi, transkrip dianalisis berdasarkan isi data (dokumentasi rekaman). Partisipan penelitian ini terdiri dari 10 orang siswa dengan suku yang berbeda. Data merupakan ujaran-ujaran siswa dengan suku yang berbeda yang diambil dari lingkungan sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa jenis campur kode seperti; word insertion, phrase insertion, clause insertion, dan tag mixing digunakan oleh siswa dalam komunikasi antar budaya dengan suku yang berbeda. Word insertion adalah jenis campur kode yang dominan digunakan oleh siswa dalam percakapan sehari-hari. Dan setelah itu adalah tag mixing, phrase insertion dan clause insertion. Fungsi campur kode dalam komunikasi antar budaya adalah: 1) strategi komunikasi, 2) ungkapan perorangan atau komunitas, 3) gaya dan terdapat juga beberapa tipe makna budaya sosial yaitu: 1) sebuah kekompakan khusus kelompok, 2) keanekaragaman khusus,dan rasa harga diri. Dan alasan utama mereka mencampur kodekan bahasa daerah mereka adalah 1) untuk mengungkapkan solidaritas (keakraban), 2) interjeksi 3) menunjukkan identitas kelompok,dan 4) untuk memperlembut atau menegaskan sebuah permintaan atau perintah. Kata Kunci : Campur Kode dan Komunikasi Antar Budaya
FORMULASI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KLASIK (Pertumbuhan dan Perkembangan) Marsuni, MA
FITRA Vol 1, No 2 (2015): Vol. 1 No. 2 Juli - Desember 2015
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembahasan mengenai pendidikan Islam, tidak dapat dilepaskan dari fondasi kesejarahan yang diletakkan pada masa Nabi; baik dalam periode Makkah maupun periode Madinah. Pada masa inilah, berbagai landasan penting dibentuk dan menjadi acuan dalam perkembangan pendidikan pada masa selanjutnya. Sebagai figur sentral dalam sejarah Islam, Nabi Muḥammad Saw senantiasa bergelut dan memberi respons aktif terhadap berbagai persoalan yang mengemuka dan sekaligus menjadi acuan dalam rekayasa sosial (social engineering) melalui pendidikan. Pada masa peselanjutnya, perkembangan sistem pendidikan Islam berkembang, pendidikan Islam dilaksanakan di lembaga seperti kutāb dan mesjid dengan materi pengajarannya berkisar tentang pendidikan agama, menulis dan membaca al-Qur’ān dan pendidikan yang sifatnya vokasional seperti berenang, memanah dan sebagainya. Setelah Islam tersebar luas, maka lahirlah pusat-pusat  pendidikan Islam, seperti di Mekkah, Madinah, Basrah, Kufah, Damsyik  dan Fustat, yang diajarkan tentang  materi pelajaran al-Qur’ān, pokok-pokok agama Islam dan juga materi yang sifatnya vokasional dan sebagainya. Kata Kunci : Pendidikan Islam Pertumbuhan dan Perkembangan
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN ZAKIAH DARADJAT Rusdi Kurnia, M.Pd; Mira Sulfia, S.Pd
FITRA Vol 3, No 2 (2017): Vol. 3 No. 2 Juli - Desember 2017
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nilai-nilai dalam sebuah pendidikan lantas tidak membuat seseorang mampu menjadi manusia yang memiliki karakter, banyak yang menyebut bahwa pendidikan telah “gagal,” karena banyak lulusan lembaga pendidikan, termasuk yang pandai dan mahir dalam menjawab ujian, berotak cerdas, tetapi kurang memiliki mental yang kuat, bahkan mereka cenderung lebih mengesampingkan nilai-nilai moral. Untuk itu, pendidikan nasional harus berfokus pada penguatan karakter disamping pembentukan kompetensi. Penguatan karakter bangsa menjadi salah satu butir Nawacita yang dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Pendidikan karakter dapat diintegrasikan dalam seluruh pembelajaran pada setiap bidang studi yang terdapat dalam kurikulum, sehingga pendidikan itulah yang menentukan masa depan seseorang. Apakah ia akan menderita atau bahagia, apakah ia akan menjadi orang baik ataukah akan menjadi jelatang masyarakat. Kata Kunci : Pemikiran Zakiah Daradjat
PARTISIPASI SEKOLAH DALAM PERSPEKTIF HUBUNGAN DENGAN MASYARAKAT Samsul Bahri, M.Si
FITRA Vol 2, No 2 (2016): Vol. 2 No. 2 Juli - Desember 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah sekolah tidak akan mungkin berkembang dan tidaklah berarti apa-apa tanpa ada dukungan dari masyarakat. Karena itu, perlu adanya kerjasama yang baik antara sekolah dan masyarakat. Keterlibatan tersebut pada akhirnya akan membuka akses lebih luas bagi pengembangan sekolah menuju kemajuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sekolah dalam melaksanakan programnya perlu melibatkan masyarakat, sebab masyarakat merupakan basis yang tidak boleh ditinggalkan. Mereka saling membutuhkan antara satu sama lain dan saling melengkapi untuk mewujudkan tujuan yang diharapkan. Partisipasi masyarakat dalam program-program sekolah akan dapat dapat dilihat melalui bentuk komunikasi. Karena pada hakikatnya, komunikasi adalah satu bentuk keterlibatan dan keterlibatan itu berarti partisipasi aktif masyarakat di dalam program dan kegiatan sekolah. Kata Kunci : Partisipasi, Sekolah dan Masyarakat 
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA LULUSAN SEKOLAH DASAR (SD) DAN MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Nurmiana, MA; Suhaibah S.Pd
FITRA Vol 3, No 2 (2017): Vol. 3 No. 2 Juli - Desember 2017
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah prestasi, di mana siswa harus mendapatkan prestasi yang baik di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya perbedaan prestasi belajar siswa yang berasal dari SD dan MI pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri 1 Tapaktuan Aceh Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Adapun populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Tapaktuan, dengan jumlah sampel 25 orang siswa lulusan dari SD dan 25 orang siswa lulusan dari MI. Adapun uji hipotesis yang digunakan adalah independen sampel T tes, sedangkan instrumen yang digunakan dalam bentuk studi dokumentasi (nilai rapor), serta teknik pengolahan datanya menggunakan program Statistical Product and Service Solution atau SPSS versi 21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar siswa lulusan SD dan MI, karena signifikansi di atas 0,05, artinya Ho diterima dan Ha ditolak. Penelitian ini disarankan kepada guru bidang studi pendidikan agama Islam agar terus berusaha meningkatkan prestasi belajarnya, sehingga mencapai hasil yang memuaskan. Kata Kunci : Perbedaan dan Prestasi Belajar, SD dan MI