cover
Contact Name
Sufyan Ilyas
Contact Email
sufyan.ilyas@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sufyan.ilyas@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh selatan,
Aceh
INDONESIA
FITRA
ISSN : 2442725X     EISSN : 26217201     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
JURNAL FITRA diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tapaktuan Aceh Selatan.
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI DAN INFORMASI Muhsin, MA
FITRA Vol 1, No 2 (2015): Vol. 1 No. 2 Juli - Desember 2015
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemerosotan pendidikan yang terjadi saat ini, lebih disebabkan oleh kurangnya profesionalisme guru. Karena itu, peningkatan profesionalisme guru di masa depan perlu mendapat perhatian yang serius. Sebenarnya, profesionalisme guru bukan hanya sekedar penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi beserta strategi penerapannya, tetapi lebih merupakan suatu sikap (attitude) dan tingkah laku yang dipersyaratkan. Guru profesional adalah guru yang mampu menguasai terhadap landasan pendidikan (tujuan pendidikan, mengetahui fungsi sekolah di masyarakat, dan mengenal prinsip- prinsip psikologi pendidikan), mampu merancang program pembelajaran, menguasai materi/ bahan ajar, menguasai metode dan strategi pembelajaran serta kemampuan menyusun perangkat penilaian hasil belajar dalam pembelajaran. Adapun strategi yang dapat dikembangkan dalam peningkatan profesionalisme guru dapat dilakukan dengan melalui lokakarya, pelatihan, seminar, penataran, penyetaraan, beasiswa untuk pendidikan lanjut, program orientasi, bantuan kelompok kerja guru (KKG)  dan kelompok guru mata pelajaran (MGMP) dan menambah pendapatan guru yang lebih layak. Ke depannya, dalam peningkatan profesionalime guru, perlu adanya kerja sama yang baik antara LPTK, madrasah/sekolah, PGRI dan masyarakat.  Kata Kunci: Pengembangan, Profesionalisme Guru, Era Globalisasi
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH Karnita Sartina, MA; Murliati, S.Pd
FITRA Vol 3, No 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Januari - Juni 2017
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi suatu permasalahan yang berkenaan dengan rendahnya  kreativitas belajar siswa di kelas. Hal ini terlihat dari perilaku siswa yang cenderung hanya mendengar dan mencatat pelajaran yang diberikan guru, siswa enggan bertanya dan mengemukakan pendapat saat pembelajaran berlangsung, sehingga berakibat pada menurunnya prestasi belajar siswa. Tujuan dari pelaksanaan PTK ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada materi Iman kepada qadha dan qadar dengan menerapkan model make a match di Kelas XII IPA-1 SMA Negeri 1 Pasie Raja, Aceh Selatan. Pelaksanaan PTK ini dilakukan melalui dua siklus, di mana tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan pada akhir siklus dengan menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Indikator keberhasilan dari PTK ini, yaitu, keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran minimal 75%, hasil belajar atau jumlah siswa yang mendapat nilai sesuai KKM (>55) minimal 75%, dan performansi guru dalam pembelajaran minimal B (>70). Hasil penelitian yang diperoleh dari penilaian hasil belajar siswa kelas XII IPA-1 pada siklus I,  yaitu: (1) performansi guru 56,67 % dengan kategori kurang aktif; (2) aktivitas siswa 54,81% berkategori kurang aktif; (3) hasil belajar rata-rata 67.60 % belum mencapai nilai KKM. Hasil belajar pada siklus II, yaitu: (1) performansi guru 85,83 % berkategori aktif; (2) aktivitas siswa 83,65 % berkategori sangat aktif; (3) hasil belajar rata-rata 77.82, sudah mencapai nilai KKM. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dengan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran agama, khususnya materi iman kepada qhada dan qadar, di samping dapat meningkatkan aktivitas atau performansi guru agama ketika mengajar di SMA Negeri 1 Pasie Raja tahun pelajaran 2016/2017.  Kata Kunci : Hasil Belajar dan Model Make a Match
MODERNISASI SISTEM PENDIDIKAN ISLAM DALAM KONTEKS INDONESIA Julisda, M.Ag
FITRA Vol 2, No 2 (2016): Vol. 2 No. 2 Juli - Desember 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya modernisasi pendidikan Islam di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peranan para pembaharu yang mendapat pencerahan gerakan modernisasi  dalam bidang pendidikan. Salah satunya adalah sistem pendidikan Islam berupa madrasah. Lahirnya sistem pendidikan modern ini merupakan tuntutan masyarakat akan kebutuhan fasilitas lembaga pendidikan yang terus meningkat  tidak dapat dipenuhi oleh pemerintah kolonial (sekolah) maupun golongan tradisional (pesantren). Kondisi tersebut mendorong para pembaharu untuk terjun di bidang pendidikan dengan membawa sejumlah perubahan dalam sistem pendidikan madrasah. Adapun aspek modernisasi yang perlu diperhatikan di madrasah, antara lain adalah pengembangan kelembagaan, orientasi pembelajaran ilmu-ilmu agama semakin inklusif, pembelajaran ilmu-ilmu pengetahuan umum, dan perubahan mindset terhadap tuntutan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sudah demikian tinggi perlu disadari oleh guru-guru di madrasah.   Kata Kunci : Modernisasi dan Pendidikan Islam
PENANAMAN NILAI-NILAI AGAMA ISLAM DI KALANGAN KELUARGA MUALLAF Rusdi Kurnia, M.Pd; Sani Khadijah, S.Pd
FITRA Vol 4, No 1 (2018): Vol. 4 No. 1 Januari - Juni 2018
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupaya memberikan informasi kepada tokoh agama dan masyarakat tentang banyaknya kalangan non-muslim di Kecamatan Tapaktuan yang melakukan konversi ke agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang bagaimana para muallaf menanamkan nilai-nilai agama Islam dalam keluarganya. Aspek pendidikan agama Islam dan metode-metode apa saja yang digunakan dalam menanamkan nilai-nilai agama Islam tersebut  serta peran orang tua sebagai pemimpin dalam keluarganya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan yaitu ada dua faktor yang membuat para muallaf melakukan konversi agama, yaitu faktor kesadaran sendiri dan pernikahan. Penanaman nilai-nilai agama Islam dalam keluarga muallaf mencakup empat aspek yaitu pendidikan akidah, ibadah, sosial, dan akhlak. Penanaman nilai-nilai agama Islam tersebut diberikan melalui beberapa metode dalam kehidupan sehari-hari dan metode yang dominan diterapkan adalah metode nasehat, teladan, dan pembiasaan. Pengamalan ajaran agama Islam pada masing-masing keluarga muallaf berbeda-beda. Sebagian muallaf dalam mengamalkan ajaran agama Islam biasa-biasa saja, tetapi ada sebagian yang lain mengamalkan ajaran agama Islam dengan penuh keyakinan dan ketaatan. Kata Kunci : Penanaman, Ajaran Islam dan Keluarga Muallaf
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MEDIA GAMBAR Finta Restu Darniati, M.Pd; Nur Azizah, S.Pd
FITRA Vol 3, No 2 (2017): Vol. 3 No. 2 Juli - Desember 2017
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas VII-4 MTsN Tapaktuan. Rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya guru masih menggunakan media konvensional serta dominasi guru dalam pembelajaran, sehingga menyebabkan pembelajaran menjadi pasif dan membosankan. Salah satu cara untuk meningkatkan aktivitas guru, siswa, hasil belajar, dan respons yang baik, yaitu dengan menggunakan media gambar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Fikih dengan menggunakan media gambar pada siswa kelas VII-4 MTsN Tapaktuan Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research) model Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian dilaksanakan pada Semester 2 Tahun Ajaran 2016/2017 dalam dua siklus. Subjek penelitian ini siswa kelas VII-4 MTsN Tapaktuan yang berjumlah 22 siswa diambil secara total sampling dalam penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket dan test. Sementara instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi, angket dan soal tes. Teknik analisis data dilakukan secara kolaboratif yaitu pengumpulan data secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan pada aktivitas guru 86% berkategori sangat baik, aktivitas siswa 94% berkategori sangat baik, hasil rata-rata kelas 76,59 dan respons siswa 85,1% yang berkategori sangat baik. Ini artinya penelitian dengan menggunakan media gambar pada materi fikih sudah tuntas pada siklus II. Penelitian ini disarankan kepada rekan guru agar menguasai dan mencoba menerapkan media pembelajaran ,seperti media gambar supaya suasana pembelajaran lebih hidup, bervariasi, dan terbukti efektif meningkatkan hasil belajar. Kata Kunci : Hasil Belajar, Kreativitas dan Media Gambar
KONSEP PENDIDIKAN TAZKIYATUN NAFSI DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN SYEKH MUHAMMAD WALI AL-KHALIDI Rusdi Kurnia, M.Pd; Sumanidar, S.Pd
FITRA Vol 3, No 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Januari - Juni 2017
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh degradasi moral yang sudah merajalela di kalangan manusia saat ini, di antara penyebabnya adalah dimensi kejiwaan yang rapuh, karena problem kehidupan yang dialaminya yang terkadang berbuat hal yang di luar kendali rasionalnya, karena lebih mementingkan hawa nafsunya. Karena itu, jiwa yang buruk tersebut perlu adanya penyucian jiwa (tazkiyatun nafsi), agar jiwa kita bisa tenang dan selalu menjalankan perbuatan terpuji. Karena itu, Syekh Muḥammad Walī, menawarkan konsep suluk atau khalwah yang merupakan salah satu cara untuk menyucikan jiwa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian content analisis (kajian tokoh) dengan sumber data primer dan sekunder. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah histories-filosofis guna merumuskan secara jelas hakikat konsep-konsep pemikirannya. Syekh Muḥammad Walī menawarkan konsep menyucikan jiwa (tazkiyatun nafsi), yaitu dengan melaksanakan suluk atau tawajuh. Suluk yang dimaksud adalah mengasingkan diri di bawah bimbingan mursyid untuk mendekatkan diri pada Allah, untuk dapat mengenal diri, memahami esensi kehidupan, pencarian Tuhan dan pencarian kebenaran sejati, sedangkan tawajuh adalah menghadap Tuhan, di mana tawajuh dan suluk adalah sama-sama ikhtiar dalam menempuh jalan untuk mencapai tujuan ṭarīqah, sedangkan yang membedakan waktu pelaksanaannya, di mana suluk dikerjakan dalam keadaan berpuasa dengan waktu yang lama, sedangkan tawajuh boleh dilaksanakan dalam keadaan tidak berpuasa dan biasanya dilaksanakan seminggu sekali. Kata Kunci : Konsep dan Tazkiyatun Nafsi
KONSEP INTEGRASI KEILMUAN DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN IMAM SUPRAYOGO Maidar Darwis, M.Ag; Mena Rantika, S.Pd
FITRA Vol 4, No 1 (2018): Vol. 4 No. 1 Januari - Juni 2018
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya dualisme dalam dunia pendidikan, yaitu pendidikan umum dan agama. Hal tersebut, jika ditelusuri melalui perspektif historis merupakan dampak dari politik etis warisan imperialis Belanda.  Hasil dari keadaan tersebut telah memunculkan kurikulum pendidikan yang memperlihatkan pemisahan antara pendidikan agama dan pendidikan umum. Karena itu, perlu adanya konsep integrasi keilmuan untuk menciptakan pribadi yang tangguh. Konsep ini, sudah ditelaah oleh beberapa pakar, di antaranya Imam Suprayogo dengan konsepnya “tarbīyah ūlūl al-bāb.” Tulisan ini, difokuskan pada konsep integrasi keilmuan dalam perspektif pemikiran Imam Suprayogo. Studi ini menggunakan pendekatan kajian pustaka dengan teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analisis). Teknik pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder yang relevan dengan pemikiran Imam Suprayogo tentang integrasi keilmuan. Sedangkan pemeriksaan keabsahan data dilakukan melalui cross-cheek dengan teknik triangulasi metode dan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep integrasi ilmu merupakan salah satu upaya Imam Suprayogo untuk mengintegrasikan dan mengkontekstualisasikan sistem pendidikan yang selama ini dikotomik yang menyebabkan lembaga pendidikan Islam berada pada posisi pinggiran. Dengan menjadikan al-Qur’ān dan Sunnah sebagai sumber konsultasi bagi cabang ilmu lainnya (grand theory), sehingga ayat-ayat qauliyah dan kauniyah dapat dipakai. Melalui program integrasi tersebut Imam Suprayogo telah berhasil membawa UIN Maliki Malang mencapai posisi puncak yang dalam proses implementasinya. Sehingga, becermin dari pengalaman tersebut di atas, agar konsep integrasi keilmuan sebagaimana yang digagas dan diterapkan oleh Imam Suprayogo tersebut dapat diimplementasikan secara nyata dalam dunia pendidikan khususnya di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tapaktuan Aceh selatan. Kata Kunci : Konsep Integrasi, Keilmuan, Imam Suproyogo
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN ALI HASJMY (Analisis Hakikat dan Tujuan Pendidikan Islam) Dr. Syabuddin Gade, MA
FITRA Vol 1, No 2 (2015): Vol. 1 No. 2 Juli - Desember 2015
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagasan pemikiran Ḥasjmī masih bertebaran di dalam berbagai karyanya. Gagasan pemikirannya dalam bidang pendidikan, khususnya dalam tentang hakikat dan tujuan pendidikan dapat diungkap dengan melalui content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa hakikat pendidikan Islam menurut Ḥasjmī penanaman kesadaran beriman dan amal shalih berdasarkan kepada ilmu pengetahuan, sehingga manusia menjadi makhluk sosial yang menghayati ajaran-ajaran Islam dalam segala dimensi kehidupannya. Sementara tujuan pendidikan Islam menurut Ḥasjmī adalah mencakup pembentukan manusia yang bertaqwa kepada Allah, yaitu: Pertama, manusia mukmin  yang beramar makruf dan bernahi munkar. Kedua, manusia yang sanggup menggapai kenyataan dan keadaan di lingkungannya dan sanggup bertindak menghadapi segala tantangan hidup dengan tabah. Ketiga, manusia yang berani dan berpegang teguh kepada kebenaran. Keempat, manusia yang memiliki rasa amar makruf dan nahi munkar dan Kelima, manusia  yang memiliki rasa keindahan dalam jiwa manusia dan menghargai ketinggian nilai-nilai maknawi dalam kehidupan masyarakat sesuai dengan ajaran Allah Swt. Kata Kunci : Hakikat, Tujuan, Pendidikan, Ḥasjmī
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA LULUSAN MADRASAH ALIYAH DAN SEKOLAH MENENGAH UMUM PADA MATA PELAJARAN BAHASA ARAB Husnawati, MM; Rafiul Aila, S.Pd
FITRA Vol 3, No 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Januari - Juni 2017
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prestasi belajar merupakan suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. Keberhasilan dalam mencapai prestasi tersebut di sebabkan oleh beberapa faktor salah satunya seperti latar belakang sekolah atau asal sekolah yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda pula. Bagi mahasiswa yang memiliki latar belakang pendidikan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) belum memiliki pengalaman belajar bahasa Arab di sekolahnya, lain halnya dengan siswa yang berasal dari Madrasah Aliyah (MA),  di mana pengetahuan tentang bahasa Arab yang mereka peroleh sebelumnya menjadi bekal, sehingga mudah menerima pelajaran bahasa Arab di  STAI Tapaktuan. Asumsi ini menjadikan indikasi bahwa latar belakang pendidikan siswa mempunyai peranan yang menentukan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana nilai bahasa Arab mahasiswa baik yang lulusan SMA maupun MA dan juga ingin melihat apakah terdapat perbedaan prestasi antara keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara random sampling. Teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi,  uji hipotesis dengan menggunakan bantuan program Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 21. Dari perhitungan menggunakan SPSS versi 21 yang menggunakan independen sample t tes diperoleh data yang mengindikasikan bahwa tidak terdapatnya perbedaan prestasi antara mahasiswa lulusan SMA dan MA, ini dikarenakan bahwa nilai t  hitung adalah -1.304 (sig < 0,05 ),  artinya tidak ada perbedaan prestasi antara mahasiswa yang lulusan SMA dan MA artinya Ho ditolak dan ini menunjukkan bahwa  tidak ada perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar mahasiswa lulusan SMA dan MA karena signifikansi di atas 0,05 artinya H0 ditolak. Jadi, para dosen yang membimbing mata pelajaran Bahasa Arab agar dapat meningkatkan profesionalismenya dalam mengajar agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Kata Kunci : Perbedaan dan Prestasi Belajar
PENDIDIKAN BERBASIS ADIL GENDER (Solusi dan Pemecahannya) Fitriyasni, M.Si
FITRA Vol 2, No 2 (2016): Vol. 2 No. 2 Juli - Desember 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan berbasis gender merupakan strategi dasar pemberdayaan (empowerment) perempuan, bukan untuk menciptakan perempuan lebih unggul atau meningkatkan status dari pria, melainkan pentingnya meningkatkan kemandirian, kekuasaan dan partisipasi perempuan, sehingga tidak mendominasi satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, Pemerintah, swasta, dan pemerhati gender diharapkan dapat bekerja lebih baik dan lebih efektif dalam memproduksi kebijakan-kebijakan publik yang adil dan responsif gender kepada rakyat (perempuan dan laki-laki). Dengan Kesetaraan gender , akan mengantar kepada tercapainya kesetaraan dan keadilan gender, serta dapat meningkatkan akuntabilitas pemerintah terhadap rakyatnya. Kata Kunci : Pendidikan dan Gender