cover
Contact Name
Sufyan Ilyas
Contact Email
sufyan.ilyas@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
sufyan.ilyas@ymail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh selatan,
Aceh
INDONESIA
FITRA
ISSN : 2442725X     EISSN : 26217201     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
JURNAL FITRA diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Tapaktuan Aceh Selatan.
Arjuna Subject : -
Articles 49 Documents
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW Kusmaniar, S.Pd
FITRA Vol 4, No 1 (2018): Vol. 4 No. 1 Januari - Juni 2018
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi suatu permasalahan yang berkenaan dengan rendahnya motivasi belajar siswa kelas IX-3  pada pelajaran IPA menyebabkan banyak siswa tidak menguasai materi yang telah guru sampaikan, melihat kondisi tersebut peneliti sangat prihatin dan berusaha mencari solusi dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan motivasi belajar siswa materi sistem koordinasi dan alat indra pada manusia. Tujuan dari pelaksanaan PTK ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan motivasi belajar siswa materi sistem koordinasi dan alat indra pada manusia.  Pelaksanaan PTK ini dilakukan melalui dua siklus, di mana tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan pada akhir siklus dengan menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi.  Hasil penelitian yang diperoleh pada akhir siklus I  siswa yang berminat belajar IPA sudah mencapai 17 siswa atau 56,7% dan pada akhir siklus II siswa yang berminat baik  dalam proses pembelajaran meningkat menjadi 27 siswa atau 90%, perhatian siswa juga meningkat dari 17 siswa (56,7%) yang mempunyai perhatian baik pada siklus I meningkat menjadi 28 siswa (93,33%) pada siklus II, begitu juga partisipasi siswa juga mengalami peningkatan dari 19 siswa (63,33%) pada akhir siklus I meningkat menjadi 28 siswa  (93,33%) pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dengan pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, terjadinya peningkatan minat, perhatian dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran sehingga  menyebabkan suasana pembelajaran lebih bergairah dan menyenangkan dan siswa lebih termotivasi dalam proses pembelajaran IPA di  SMP  Negeri 2 Tapaktuan tahun pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : Motivasi dan Kooperatif Tipe Jigsaw
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DAN SOLIDARITAS SISWA DENGAN MODEL KOOPERATIF THINK PAIR SHARE (TPS) Riza Yuliadi, M.Pd
FITRA Vol 2, No 1 (2016): Vol. 2 No. 1 Januari - Juni 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi suatu permasalahan yang berkenaan dengan rendahnya  hasil belajar siswa di kelas VIII SMP Negeri 3 Samadua Kabupaten Aceh Selatan. Hal ini terlihat dari perilaku siswa yang cenderung hanya mendengar dan mencatat pelajaran yang diberikan guru, sehingga pada menurunnya prestasi belajar mereka.  Untuk peningkatan prestasi tersebut, salah satunya diujicoba dengan menggunakan model kooperatif think pair share (TPS). Penelitian merupakan penelitian tindakan kelas dengan jumlah siswa 30 orang. Adapun instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari tes hasil belajar IPS dan angket solidaritas sosial siswa. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilakukan melalui dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan pada akhir siklus dengan menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siklus I nilai rata-rata hasil belajar IPS memperoleh nilai ≥ 65 (kategori cukup) juga mengalami peningkatan di siklus II menjadi 76,67%.  Solidaritas sosial siswa ini juga terjadi peningkatan. Indikatornya adalah “kepedulian” meningkat dari 60% menjadi 87,67%; “tanggung jawab sosial” meningkat dari 63,33% menjadi 86,67%; “bekerja sama dengan teman” meningkat dari 66,67% menjadi 86,67%; “toleransi” meningkat dari 73,33% menjadi 86,67%; “menghargai teman” meningkat dari 76,67% menjadi 80%; “membudidayakan sikap sportif” meningkat dari 70% menjadi 80%; “mendengarkan teman” meningkat dari 63,33% menjadi 80%; “mengendalikan emosi” meningkat dari 76,67% menjadi 80%. Penggunaan model pembelajaran kooperatif Think Pair Share juga mengalami peningkatan untuk masing-masing indikatornya, yaitu dengan nilai > 70. Model pembelajaran kooperatif Think Pair Share dapat dijadikan salah satu alternatif bagi guru dalam menyajikan pelajaran pada mata pelajaran IPS. Kata Kunci : Kooperatif TPS, Hasil Belajar IPS, Solidaritas Sosial Siswa
KONTRIBUSI ZIKIR: SOLUSI MENGANTISIPASI KECEMASAN DALAM KONTEKS KEHIDUPAN MODERN Muhammad Ali Akbar, M.Pd.I
FITRA Vol 2, No 1 (2016): Vol. 2 No. 1 Januari - Juni 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi suatu permasalahan yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat modern yang bercirikan, antara lain high tension culture, persaingan dalam menuruti dorongan untuk sukses dan memenuhi berbagai kebutuhan relatif kuat, terjadinya beragam benturan sulit terelakkan. Hal tersebut dapat mengakibatkan ketegangan ataupun konflik batin pada seseorang dalam kehidupannya, di mana ada manusia yang hidup dalam lingkungan peradaban modern dengan menggunakan berbagai teknologi, tetapi dalam kehidupannya, sering terjadi distorsi-distorsi nilai kemanusiaan yang kadang kala mental atau jiwanya tidak siap untuk mengarungi  samudra peradaban modern, sehingga akan menimbulkan kecemasan dalam kehidupannya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu alternatif yang dapat ditawarkan untuk mengatasi kecemasan tersebut adalah dengan mempraktekkan zikir dalam kehidupan nyata. Hal ini berdasarkan penelitian ilmiah yang empirik telah teruji keefektifannya, di mana zikir dapat meningkatkan  kecintaan seorang hamba dengan Allah Swt dan sebaliknya, dengan jaminan ketenangan dan ketenteraman dalam kehidupan, sehingga  kecemasan dapat terantisipasi. Kata Kunci : Zikir, Kecemasan dan Kehidupan Modern
PERKEMBANGAN SOSIAL USIA PRA-SEKOLAH DAN USIA SEKOLAH DASAR SERTA IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN Hadini, M.Ag
FITRA Vol 4, No 1 (2018): Vol. 4 No. 1 Januari - Juni 2018
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi kurangnya kepedulian pendidik (orang tua dan guru) terhadap perkembangan sosial anak (masa para sekolah maupun usia sekolah), sehingga terhambatnya perkembangan sosial dalam kehidupan anak tersebut. Karena itu, seorang pendidik harus memahami secara baik tentang asas psikologi ini, sebab asas ini merupakan salah satu asas yang melandasi jalannya pelaksanaan pendidikan Islam. Ini artinya, bahwa pelaksanaan pendidikan harus berbasis pada perkembangan anak, dalam hal ini, aspek perkembangan sosial sebagai salah satu unsur psikologis manusia  merupakan elemen pokok dan paling utama yang menjadi ladang garapan dan unsur yang harus dioptimalkan oleh dunia pendidikan Islam, karena Islam mendorong setiap manusia untuk saling berinteraksi dan saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya, sebaliknya Islam melarang ummatnya untuk bersikap egois dan acuh tak acuh. Meski sudah banyak buku-buku yang bercerita tentang perkembangan sosial manusia, namun sangat sedikit pembahasan perkembangan sosial bila ditinjau dari tahap-tahap perkembangannya serta bagaimana implikasi Pendidikan Islamnya. Oleh karenanya, diperlukan kajian yang utuh tentang tahap perkembangan sosial di setiap fasenya, dengan demikian diharapkan formulasi pendidikan Islam dalam mengoptimalkan perkembangan sosial anak bisa didesain secara tepat. Kajian ini mencoba menggambarkan bagaimana tingkat perkembangan sosial manusia yang unik, terutama di usia Pra Sekolah dan Sekolah Dasar. Kajian ini juga merumuskan formulasi pendidikan agama yang sesuai dengan ciri-ciri perkembangan sosial manusia. Kata Kunci : Perkembangan Sosial dan Pendidikan
TRANSFORMASI INTELEKTUAL DALAM KONTEKS PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM Rusdi Kurnia, M.Pd
FITRA Vol 1, No 2 (2015): Vol. 1 No. 2 Juli - Desember 2015
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembaruan Islam bagaimanapun yang mau dilakukan sekarang ini, mestilah dimulai dengan pendidikan, sebab pendidikan merupakan kunci yang membuka pintu ke arah modernisasi. Karena itu, para pemikir pendidikan Islam, perlu menelaah kembali pendidikan Islam baik secara restropektif maupun prospektif. Retrospektif yakni tentang proses perubahan-perubahan bentuk kependidikan pada masa lampau. Sedangkan prospektif yakni tentang proses perubahan-perubahan bentuk kependidikan pada masa yang akan datang, yaitu gagasan dan program pembaruan pendidikan Islam yang memiliki akar keterkaitan dengan modernisasi pemikiran dan peradaban Islam secara keseluruhan. Ia memiliki  keterkaitan dan keterikatan dengan tajdīd yaitu tentang upaya menghidupkan kembali keimanan Islam. Ia merupakan dasar bagi keyakinan bahwa gerakan-gerakan pembaruan tetap merupakan bagian asli dan sah dari penjabaran Islam di panggung sejarah. Kata Kunci : Pembaharuan dan Pendidikan Islam
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY Miftahul Khairi, M.Pd; Tarnisah, S.Pd
FITRA Vol 3, No 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Januari - Juni 2017
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi suatu permasalahan yang berkenaan dengan rendahnya  hasil belajar dan kreativitas belajar siswa di kelas Kelas X Akutansi SMK Negeri 1 Tapaktuan, Aceh Selatan.  Hal ini terlihat dari perilaku siswa yang cenderung hanya mendengar dan mencatat pelajaran yang diberikan guru, siswa enggan bertanya dan mengemukakan pendapat saat pembelajaran berlangsung, sehingga berakibat pada menurunnya prestasi belajar mereka. Tujuan dari pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi akhlak mulia dengan menerapkan model discovery. Pelaksanaan PTK ini dilakukan melalui dua siklus, di mana tiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, (4) refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan pada akhir siklus dengan menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Indikator keberhasilan dari PTK ini, yaitu, keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran minimal 75%, hasil belajar atau jumlah siswa yang mendapat nilai sesuai KKM (>55) minimal 75%, dan performansi guru dalam pembelajaran minimal B (>70). Hasil penelitian yang diperoleh dari penilaian hasil belajar siswa kelas XII IPA-1 pada siklus I,  yaitu: (1) performansi guru 59,67 % % dengan kategori kurang aktif; (2) aktivitas siswa 63,04 % berkategori kurang aktif; (3) hasil belajar rata-rata  62,90% belum mencapai nilai KKM. Hasil belajar pada siklus II, yaitu: (1) performansi guru  85,83 % berkategori aktif; (2) aktivitas siswa 90,22 % berkategori sangat aktif; (3) hasil belajar rata-rata, 71.84%  sudah mencapai nilai KKM. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dengan model pembelajaran discovery dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran agama, khususnya materi akhlak terpuji, di samping dapat meningkatkan aktivitas guru agama ketika mengajar di SMK Neger1 Tapaktuan, Aceh Selatan tahun pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : Hasil Belajar dan Discovery
KONSEP INTEGRASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN KH. AHMAD DAHLAN Diyah Mayarisa, MA
FITRA Vol 2, No 1 (2016): Vol. 2 No. 1 Januari - Juni 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagasan pemikiran Ahmad Dahlan masih bertebaran di dalam berbagai karyanya. Gagasan pemikirannya dalam bidang pendidikan, khususnya dalam tentang hakikat/ tujuan pendidikan dan pembaharuan kelembagaan pendidikan Islam, yang dapat diungkap dengan melalui content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa hakikat/ tujuan pendidikan Islam menurut Ahmad Dahlan adalah ingin menjadikan manusia yang beriman, maju dan jangan pernah lelah dalam bekerja, baik dunia maupun akhirat, yang diimplementasikan ke dalam pendidikan akhlak, individu dan masyarakat. Sedangkan pemikiran beliau tentang pembaharuan lembaga pendidikan dengan melalui modernisasi sistem pendidikan yaitu menukar sistem pesantren dengan sistem pendidikan yang modern sesuai dengan tuntutan zaman. Usaha tersebut diwujudkan dalam bentuk lembaga pendidikan yang bersifat spesifik, yaitu mengadopsi sistem persekolahan Barat, berupa perpaduan kurikulum pendidikan umum dan agama di sekolah. Kata Kunci : Tujuan, Pendidikan & Ahmad Dahlan
MODEL PENDIDIKAN BERBASIS KOMUNITAS (Sebuah Konsep Pendidikan Alternatif) Maidar Darwis, M.Ag
FITRA Vol 2, No 1 (2016): Vol. 2 No. 1 Januari - Juni 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena mahalnya biaya pendidikan misalnya, merupakan fakta yang tak terbantahkan. Pendidikan saat ini tak lebih dari “barang mewah” yang hanya diperuntukkan bagi kaum borjuis alias berduit, sedangkan kaum miskin hanya menunggu keberuntungan untuk dapat merasakan nikmatnya pendidikan. Selama ini stigma yang terbangun di masyarakat, bahwa pendidikan yang berkualitas selalu identik dengan tingginya biaya, semakin berkualitas semakin biaya yang harus dibayar. Untuk dapat menerapkan konsep pendidikan berbasis masyarakat di sebuah kampus, tentu saja, perlu diketahui prinsip-prinsipnya, di antaranya: pembebasan, keberpihakan, partisipasi, kurikulum berbasis kebutuhan, evaluasi berpusat pada subyek didik dan percaya diri.  Pandangan inilah yang dicoba dihilangkan bahwa untuk membangun konsep pendidikan semacam ini tidaklah mesti meninggalkan kearifan lokal. Sudah saatnya kaidah-kaidah lokal diberdayakan, diolah dan dimanfaatkan melalui dunia pendidikan. Paling tidak, pendidikan semacam ini bisa dijadikan sebagai alternatif pendidikan dalam memberdayakan masyarakat lokal, khususnya di STAI Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Kata Kunci : Pendidikan, Komunitas dan Alternatif
PENGACAU KELAS (TROUBLE MAKERS): SOLUSI DAN PEMECAHAN DALAM PEMBELAJARAN Ilham Mirsal, MA
FITRA Vol 2, No 1 (2016): Vol. 2 No. 1 Januari - Juni 2016
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pembelajaran, tidaklah selalu berjalan dengan mulus, kadang kala banyak menimbulkan permasalahan, seperti siswa yang dianggap sebagai pengacau kelas (trouble makers). Menghadapi siswa yang seperti ini, kadang kala seorang guru sering melakukan penanganan yang salah. Karena itu, seorang guru perlu mengetahui pendekatan, langkah dan metode yang tepat, sehingga masalah siswa dapat diselesaikan dengan bijak. Adapun pendekatan yang ditawarkan dalam penelitian ini yaitu pendekatan rasional, emosional dan fungsional. Sedangkan metode yang digunakan antara lain:  metode uswah, nasehat dan pembiasaan. Sementara langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam menyelesaikan permasalahan pengacau kelas (trouble makers) dapat dilakukan dengan melalui, antara lain: langkah penemuan, pemahaman, penghayatan, pengamalan dan pemantapan. Kata Kunci : Madrasah, Pendidikan Islam, Modern dan Indonesia
HUBUNGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU AGAMA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI 2 TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN Saibur Anwar, M.Si; Sulvia Muliani, S.Pd
FITRA Vol 3, No 2 (2017): Vol. 3 No. 2 Juli - Desember 2017
Publisher : STAI Tapaktuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Undang-undang Guru dan Dosen Nomor 14 tahun 2005, dijelaskan bahwa seorang guru dalam mengajar harus menguasai empat kompetensi, di antara kompetensi profesional. Indikator kompetensi profesional tersebut di antaranya guru harus menguasai landasan pendidikan, mampu menyusun program pengajaran, menguasai bahan ajar, metode, media dan mampu mengevaluasi hasil belajar siswa. Kompetensi ini akan memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap hasil belajar siswa. Namun, realitas di SMP Negeri 2 Tapaktuan masih ada guru agama yang belum profesional dalam menjalankan tugasnya, sehingga akan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan kompetensi profesional guru agama terhadap prestasi belajar siswa?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jumlah sampel 141 siswa dengan menggunakan teknik tabel Krencjie. Sedangkan data dikumpul melalui angket dan nilai rapor siswa, sedangkan teknik analisis data menggunakan bantuan aplikasi Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 21. Hasil penelitian menunjukkan uji korelasi variabel  persepsi siswa tentang kompetensi profesional seorang guru diperoleh nilai Sig. 0,178 >0,05, maka  tidak adanya korelasi yang signifikan antara persepsi siswa terhadap kompeteni profesional guru terhadap prestasi belajar siswa di SMP N 2 Tapaktuan Aceh Selatan. Yang menunjukkan bahwa arah korelasi negatif dengan kekuatan korelasi rendah. Hasil regresi dapat dijelaskan bahwa nilai Sig. 0,178 >0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti tidak ada hubungan yang signifikan antara kompetensi profesional terhadap prestasi belajar siswa di SMP Negeri 2 Tapaktuan Aceh Selatan. Kata Kunci : Kompetensi, Profesional & Prestasi Belajar