cover
Contact Name
Nasrul Wathoni
Contact Email
majalah@farmasetika.com
Phone
842 888888 Ext : 3510
Journal Mail Official
majalah@farmasetika.com
Editorial Address
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran Jl. Bandung-Sumedang KM.21, 45363 Sumedang
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Majalah Farmasetika
ISSN : -     EISSN : 26862506     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmasetika Edisi Khusus merupakan majalah online farmasi di Indonesia berbentuk artikel ilmiah populer, artikel review, laporan kasus, komentar, dan komunikasi penelitian singkat di bidang farmasi. Edisi khusus ini dibuat untuk kepentingan informasi, edukasi dan penelitian kefarmasian. Majalah Farmasetika Edisi Khusus terbit 5 kali dalam setahun.
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019" : 39 Documents clear
Potensi Ekstrak Etanol Daun Afrika (Gymnanthemum amygdalinum (Delile) Sch. Bip, Ex walp) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah dan Histopatologi Pankreas Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Streptocotocin dan Pakan Tinggi Lemak Joni Tandi; Ni Made Irma Mariani; Ni Putu Setiawati
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25861

Abstract

Daun afrika (Gymnanthemum amygdalinum (Delile) Sch.Bip.Ex Walp) mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan tanin. Telah dilakukan penelitian dari ekstrak etanol daun afrika (EEDA) terhadap gambaran histopatologi pankreas dan glukosa darah tikus  putih jantan (Rattus norvegicus) hiperkolesterolemia-diabetes. Tikus hiperkolesterolemia-diabetes diperoleh dengan cara diinduksi pakan tinggi lemak dan streptozotocin. Penelitian bertujuan untuk membuktikan efek EEDA dalam meregenerasi sel β pankreas dan kadar glukosa darah pada tikus hiperkolesterolemia-diabetes, serta mengetahui dosis efektifnya. Jenis penelitian ini adalah true-experimental laboratorium dengan pre and post test with randomized control group design. Subjek penelitian yaitu 35 ekor tikus putih hiperkolesterolemia-diabetes dibagi menjadi 7 kelompok, tiap kelompok terdiri dari 5 ekor. Kelompok I (kontrol normal) dan II (kontrol negatif) diberikan Na-CMC 0,5%, III (kontrol positif 1 ) diberikan simvastatin, IV (kontrol positif 2 ) diberikan metformin, kelompok IV, V, dan VI diberikan EEDA dosis 50; 100; 150 mg/kgBB. Data kadar glukosa darah dan kolesterol total diuji secara statistik (one way ANOVA) dan dilanjutkan uji non parametik (Kruskal-Wallis) pada taraf kepercayaan 95%, jika terdapat perbedaan yang signifikan maka dilakukan uji (Man Whitney) untuk menentukan perbedaan yang berarti dari setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukan pemberian EEDA mampu meregenerasi sel β pankreas dan glukosa darah tikus hiperkolesterolemia-diabetes. EEDA dosis 150 mg/kgBB efektif meregenerasi sel β pankreas dan EEDA dosis 150 mg/kg BB efektif terhadap kadar glukosa darah.
Pengukuran Kualitas Hidup Pasien Program Pengelolaan Penyakit Kronis Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tamalanrea Makassar Fajriansyah Fajriansyah; Keri Lestari; Aulia Iskandarsyah; Irma M. Puspitasari
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25886

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) memiliki dampak yang kuat terhadap kualitas hidup pasien. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) merupakan suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas hidup pasien PROLANIS DMT2 di Puskesmas Tamalanrea kota Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional rancangan potong lintang dengan pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner secara prospektif. Subjek penelitian adalah pasien PROLANIS DMT2 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang berobat di Puskesmas Tamalanrea periode Januari-Juni 2017. Kualitas hidup pasien diukur secara generik dengan menggunakan kuesioner Euro Quality of Life 5 Dimension 5 Level (EQ5D5L) Bahasa Indonesia. Analisis data setiap kondisi kesehatan menggunakan nilai indeks utilitas EQ5D5L Indonesia. Selanjutnya dihitung persentase masalah pasien, indeks utilitas dan nilai Visual Analogue Scale (VAS). Sebanyak 69 pasien bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. Diperoleh 39 nilai indeks status kesehatan EQ5D5L. Nilai indeks EQ5D5L tertinggi adalah 1,000 (10 pasien 14,49%) dan nilai terendah adalah 0,035 (1 pasien 1,45%). Rata-rata nilai indeks EQ5D5L adalah 0,609±0,26 dan rata-rata nilai VAS adalah 74,36±14,60. 10 pasien (14,49%) tidak memiliki masalah pada kelima dimensi, 51 pasien (73,91%) bermasalah pada dimensi kemampuan berjalan, 46 pasien (66,67%) bermasalah pada dimensi kegiatan yang biasa dilakukan, 45 pasien (65,21%) bermasalah pada dimensi rasa cemas/depresi (sedih), 44 pasien (63,77%) bermasalah pada dimensi rasa nyeri/tidak nyaman dan 42 pasien (60,87%) bermasalah pada dimensi perawatan diri. Sehingga, kualitas hidup pasien PROLANIS DMT2 di Puskesmas Tamalanrea menunjukkan angka yang rendah.
Analisis Prevalensi dan Terapi Pada Pada Pasien Diabetes dan Hipertensi Yang Menjalani Hemodialisis dengan Co-Infeksi Hepatitis C di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta Diana Laila Rahmatillah; Gian Fisoma K
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25847

Abstract

Dari profil kesehatan Indonesia tahun 2008 yang diterbitkan Kemenkes menunjukkan angka kasus hepatitis C sebanyak 7234 kasus di tahun 2008 dimana hemodialisis merupakan faktor terbanyak. Penularan itu kemungkinan disebabkan oleh penggunaan dialyzer reuse, transfusi darah, serta praktek pengendalian infeksi yang tidak sesuai standar di ruang hemodialisis. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan terapi Hepatitis C pada pasien diabetes dan hipertensi yang menjalani hemodialisis dengan co-infeksi Hepatitis C di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta. Cohort prospektif dengan design universal sampling. Pengambilan data berlangsung selama 3 bulan. Data dianalisis menggunakan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS® 22) kemudian disajikan dalam bentuk narasi, tabular maupun diagram. Total populasi sampel adalah 172 dimana 60 diantaranya diketahui terinfeksi hepatitis C. Berdasarkan jenis kelamin, perempuan lebih banyak terinfeksi hepatitis C di bandingkan laki-laki  yaitu 60% pada perempuan dan 40% pada laki-laki. Sebanyak 26. 6 % pasien yang menjalani hemodialsis yang terinfeksi hepatitis C adalah pasien hipertensi sedangkan 31.6 % diantaranya adalah pasien diabetes, namun 41.6% diantaranya adalah pasien hipertensi dengan diabetes komplikasi. Hepatitis lebih banyak ditemukan pada perempuan dan Ribavirin merupakan terapi Hepatitis C yang ditemukan pada semua pasien yang menjalani hemodialisis dengan komplikasi hepatitis C di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta.
Formulasi Tablet Effervescent dari Fraksi Etil Asetat Buah Kasturi (Mangifera Casturi Kosterm) Asal Kalimantan Selatan Sutomo Sutomo; Najat Su'aida; Amida Amida
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25876

Abstract

Kasturi (Mangifera casturi Kosterm) merupakan salah satu tumbuhan khas Kalimantan Selatan yang mengandung senyawa dengan aktivitas antioksidan. Mangifera casturi sangat berpotensi untuk dikembangkan, salah satunya sebagai suatu sediaan seperti tablet effervescent. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi konsentrasi  fraksi etil asetat buah M. casturi terhadap karakteristik tablet effervescent. Ekstrak buah M. casturi diperoleh dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% kemudian difraksinasi hingga didapatkan fraksi kental etil asetat. Variasi konsentrasi fraksi etil asetat yang digunakan antara lain : Formula 1 (125 mg), formula 2 (250 mg), dan formula 3 (500 mg). Masing-masing formula dibuat menggunakan metode kempa langsung dan dilakukan uji evaluasi berupa uji organoleptik, keseragaman bobot, kadar air, kekerasan tablet, waktu larut dan pH, kemudian dianalisis dengan SPSS. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa variasi fraksi etil asetat buah M.casturi memberikan pengaruh terhadap warna, kadar air, kekerasan tablet dan waktu larut tablet effervescent. Formula tablet effervescent yang mengandung konsentrasi 125 mg fraksi etil asetat merupakan tablet yang paling baik dengan hasil evaluasi warna (coklat terang), kadar air (4%), kekerasan tablet (8 kg), dan waktu larut (1,31 menit).
Formulasi Gel Nanopartikel Ekstrak Temulawak (Curcuma xantohrriza roxb.) Berbasis Kitosan Na-Tripolifosfat sebagai Antiacne Deni Rahmat; Deny Wirawan
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25866

Abstract

Temulawak mempunyai berbagai aktivitas biologi, diantaranya, antikanker, antiinflamsi dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah memformulasi sediaan gel yang mengandung nanopartikel ekstrak rimpang temulawak sebagai antiacne. Gel yang terbentuk dievaluasi secara fisik meliputi: organoleptik, homogenitas, viskositas dan sifat alir, kemampuan menyebar; serta dilakukan evaluasi kimia yaitu pemeriksaan pH dan pemeriksaan mikrobiologi. Hasil menunjukkan baik gel ekstrak temulawak maupun gel nanopartikel ekstrak temulawak tidak mengalami perubahan warna dan tetap homogen. Viskositas gel ekstrak temulawak berkisar 153142,86 - 156333,33 cPs sedangkan gel nanopartikel ekstrak temulawak berkisar 133416,67 - 152702,38 cPs. Kemampuan menyebar gel ekstrak temulawak berkisar 56,53 - 58,46 mm sedangkan pada formula gel nanopartikel ekstrak temulawak berkisar 58,19 - 58,94 mm. Nilai pH gel ekstrak temulawak berkisar 7,1 sedangkan gel nanopartikel ekstrak berkisar 6,5. Daya hambat gel ekstrak temulawak berkisar 22,7 - 23 mm, sedangkan gel nanopartikel ekstrak temulawak berkisar 26,3 - 26,95 mm. Aktivitas antibakteri gel terbesar adalah gel nanopartikel ekstrak temulawak. Dengan demikian, gel nanopartikel ekstrak temulawak dapat berpotensi sebagai sediaan gel antiacne
Inovasi Formula Produk Hand Rub Berbasis Alkohol sebagai Upaya Efisiensi Pengelolaan Sediaan Farmasi di Rumah Sakit Ahmad Subhan; Wasmen Manalu; Min Rahminiwati; Huda Salahudin Darusman
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25891

Abstract

Telah dilakukan penelitian dalam rangka inovasi produk hand rub alcohol base. Hand rub adalah sediaan antiseptik yang digunakan untuk membersihkan tangan tanpa menggunakan air. Formula yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi Etanol 96%; H2O2 3% ; Gliserol 98% ; Aqua Steril ad. total volume. Tujuan penelitian ini untuk menciptakan sediaan hand rub alcohol base yang bermutu dan terjangkau (efisien) dibandingkan dengan produk pabrikan yang ada di Indonesia. Metode yang digunakan dengan hand rub dibuat dalam prosedur bersih, dalam sediaan akhir 500 mL. kadar akhir kandungan alcohol sediaan hand rub harus minimal >80%. Untuk mengetahui mutu sediaan handrub dilakukan dengan uji percentage kill, dengan menggunakan sampel bakteri : Escherichia Coli; Staphylococcus epidermidis; Pseudomonas aeruginosa; Methicillin resistance staphylococcus aureus (MRSA). Pembuatan produk hand rub dilakukan di Instalasi Farmasi RSUP Fatmawati; pengujian percentage kill dilakukan di Laboratorium mikrobiologi Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Berdasarkan hasil uji percentage kill diketahui bahwa pada menit kontak ke 1;2 dan 5, untuk bakteri Escherichia Coli diketahui mengalami eradikasi 99,90%. Begitu juga untuk Staphylococcus epidermidis, diketahui untuk waktu kontak pada menit ke 1;2 dan 5, nilai percentage kill adalah 99,90%. Untuk bakteri Pseudomonas aeruginosa diketahui pada waktu kontak menit ke 1;2 dan 5, nilai percentage kill adalah 99,90%. Sama halnya dengan bakteri MRSA, diketahui pada waktu kontak menit ke 1;2 dan 5, nilai percentage kill adalah 99,90%. Hal ini menunjukkan bahwa hasil kualitas produk hand rub adalah baik, karena berdasarkan hasil Uji percentage kill diperoleh nilai untuk tiap waktu kontak ≥90%. Nilai Efisiensidiketahui, harga produk hand rub alcohol base dengan kadar akhir alcohol >80%. Di e-catalogue LKPP tahun 2018 sebesar Rp.78.750/botol 500 mL. Diketahui untuk biaya yang dihabiskan dalam pembuatan sediaan hand rub inovasi produk ini sebesar Rp.30.500/botol 500 mL. Untuk selama periode tahun 2018, hand rub yang digunakan di RSUP Fatmawati sebanyak 15.600 botol 500 mL, dengan rata-rata penggunaan tiap bulan adalah 1.300/botol 500 mL. Sehingga dengan diimplementasikannya produk ini di RSUP Fatmawati Jakarta maka nilai efisiensi yang diperoleh selama tahun 2018 adalah Rp.752.700.000 (tujuh ratus lima puluh dua juta tujuh ratus ribu rupiah).
Peran Apoteker Dalam Pharmaceutical Care; Konseling Terhadap Tingkat Pengetahuan Pasien TBC Rawat Inap Bagian Infection Center RSU dr Wahidin Sudirohusodo Gemy Nastity Handayany; Farida Farida
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25855

Abstract

Pelayanankefarmasianmerupakanpelayanan yang tidak terpisahkandarisistempelayanankesehatandirumahsakit. Pelayanan farmasi  inilah yang mendorong rumah sakit untuk senantiasameningkatkanmutupelayanan dalam rangkamencapaikepuasan pasien dalam halpengetahuantentangpenyakit yang dideritatermasukpenyakit TBC, hal ini juga disebut dengan pharmaceutical care. Berdasarkan fakta yang terjadi di lapanganterlihatbahwamasihbanyak pasien yang kurang pahammengenaihal-hal yang terkait dengan penyakit TBC, baik darisegipengobatanhingga proses penyembuhan.  Hal ini diperkirakanterjadikarena pasien tidak mendapatkanKonseling yang baik oleh apoteker atau tidak pernahmendapatkankonseling sama sekali. Olehkarena itu peneliti ingin mengetahuipengaruhPharmaceutical care terhadaptingkatpengetahuan pasien TBC sertatingkatkepatuhan pasien dalam pengobatan TBC. Berdasarkan hasilanalisisuji paired sample t-test diperolehnilaisignifikasisebesar 0.001 (p < 0.05). Dari hasiltersebut dapat disimpulkanbahwaadaperbedaantingkatpengetahuansetelahdiberikankonseling. Sehingga dapat disimbulkanbahwapengetahuan pasien sebelum diberikanpharmaceutical care dalam hal ini konseling lebih kecil atau rendah dibandingkan dengan setelahdiberikannyapharmaceutical care terhadap pasien mengenaipenyakit TBC.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Ekstrak dan Variasi Volume Ekstrak Terhadap Karakteristik Nanopartikel Ikan Haruan (Channa striata) Asal Kalimantan Selatan Dina Rahmawanty; Ridwan Ali Muhammad; Ratnapuri Prima Happy; Kartinah Nani
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25880

Abstract

Ikan Haruan (Channa striata) mengandung asam amino esensial dan protein yang dapat membantu proses penyembuhan luka, memiliki sifat hidrofilik dan stabilitas yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh variasi konsentrasi ekstrak ikan haruan dan variasi volume ekstrak ikan haruan terhadap karakteristik nanopartikel yang dihasilkan yaitu ukuran partikel, distribusi ukuran partikel, indeks polidispersitas, dan pengendapan. Metode pembuatan nanopartikel pada penelitian ini menggunakan metode gelasi ionik dengan menggunakan ekstrak ikan haruan sebagai zat aktif dan kitosan serta NaTPP sebagai agen sambung silang. Rasio volume kitosan : tripolipospat yang digunakan adalah 5:1. Variasi konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 2 mg/ml, 4 mg/ml, dan 6 mg/ml. Variasi volume ekstrak yang ditambahkan adalah 1 ml dan 5 ml. Hasil yang diperoleh penambahan 1 ml volume ekstrak ikan haruan dengan variasi konsentrasi 2 mg / ml, 4 mg / ml, dan 6 mg / ml menghasilkan nanopartikel dengan ukuran partikel 318,5 nm, 361,1 nm, dan 403,5 nm. Terdapat peningkatan ukuran nanopartikel ikan haruan pada penambahan 5 ml volume ekstrak ikan haruan yaitu 1679,3 nm, 1114 nm dan 1554 nm. Distribusi ukuran partikel berdasarkan nilai indeks polidispersitas semua formula memiliki nilai Pdi < 0,7 menunjukkan bahwa nanopartikelikan haruan yang dihasilkan monodisperse. Pada pengamatan kejernihan secara visual selama 7 hari tidak terjadi pengendapan. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah variasi konsentrasi ekstrak dan variasi volume ekstrak ikan haruan memiliki pengaruh pada karakteristik nanopartikel ikan haruan yaitu ukuran partikel. Penambahan volume ekstrak pada formula dengan konsentrasi ekstrak yang sama akan terjadi peningkatan ukuran partikel nanopartikel.
Evaluasi Potensi Fraksi Rumput Gong (Eriocaulon cinereum R. Br) sebagai Antikanker Serviks terhadap sel HeLa Pinus Jumaryatno; Arde Toga Nugraha; Widyanur Maya Diahandari; Auva Azkiya
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25872

Abstract

Rumput gong (Eriocaulon cinereum R. Br.) merupakan tumbuhan yang secara tradisional telah dipergunakan masyarakat Bangka Belitung untuk mencegah pertumbuhan kanker. Penelitian pendahuluan memperlihatkan bahwa ekstrak etil asetat dan metanol rumput gong memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa dengan IC50 masing-masing sebesar 580,07 μg/ml dan 626,41 μg/ml. Hal ini menunjukkan bahwa rumput gong berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat antikanker serviks. Dalam upaya pengembangan tersebut perlu diketahui senyawa yang bertanggung jawab terhadap aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa. Sebagai langkah awal untuk memperoleh senyawa aktif antikanker serviks dari rumput gong maka dilakukan fraksinasi terhadap ekstrak serta evaluasi aktivitas sitotoksiknya terhadap sel HeLa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aktivitas sitotoksik fraksi dari ekstrak etil asetat dan metanol rumput gong terhadap sel HeLa. Ekstrak etil asetat dan metanol rumput gong diperoleh melalui maserasi bertingkat dengan bantuan sonikasi. Selanjutnya ekstrak etil asetat rumput gong difraksinasi menggunakan kromatografi cair vakum dengan fase gerak diklorometana dan etil asetat, sedangkan ekstrak metanol rumput gong difraksinasi menggunakan fraksinasi cair-cair secara bertingkat dengan diklorometana, kloroform dan air. Aktivitas sitotoksik dari masing-masing fraksi dievaluasi menggunakan metode MTT assay dan diukur dengan microplate reader pada panjang gelombang 595 nm. Hasil uji aktivitas sitotoksik dianalisa secara statistik menggunakan analisis PROBIT dengan SPSS 16 for Windows®. Fraksi diklorometana dan etil asetat dari ekstrak etil asetat rumput gong menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa dengan IC50 masing-masing sebesar 466,61 μg/ml dan 267,34 μg/ml. Nilai IC50 fraksi-fraksi yang diperoleh dari ekstrak metanol rumput gong adalah 235,65 μg/ml (fraksi diklorometana) dan 2325,30 μg/ml (fraksi air), sedangkan fraksi kloroform tidak memperlihatkan adanya aktivitas sitotoksik. Fraksi etil asetat dari ekstrak etil asetat rumput gong dan fraksi diklorometana dari ekstrak metanol memiliki aktivitas sitotoksik yang paling poten terhadap sel HeLa. Dengan demikian fraksi-fraksi tersebut berpotensi untuk dilakukan pengkajian lebih lanjut sebagai antikanker serviks.
Penerapan Kartu Pintar Fisiologi Manusia dalam Metode Pembelajaran Cooperative Learning Mutiara Herawati; Suci Hanifah
Majalah Farmasetika Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v4i0.25862

Abstract

Semulametodepembelajaranberpusat pada dosen (Teacher Centre Learning), namunkinimetodepembelajaran mulai diubahmenjadiberpusat pada siswa (SCL/Student Centre Learning) yang mana keduanyamemilikikeuntungandankekuranganmasing-masing. Metodepembelajarancooperative learning dengan penerapanjigsawdiharapkan dapat meningkatkanaspekkognitif, psikomotordanafektif mahasiswa. segalaaktivitaspembelajarandidominasiolehketerlibatan mahasiswa didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipenerapankartupintarfisiologimanusia dalam metodepembelajaranCooperative Learning sehingga dapat meningkatkanmotivasidanstrategi dalam belajar mahasiswa, pemahaman mahasiswa sertakelulusan dengan nilai ≥ C mahasiswa. Proses pembelajarandimodifikasi dengan penggunaangoogle classroom untuk meningkatkanpemahaman mahasiswa selama menerima materi. Digunakan pula kuesionerMotivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) yang merupakanalatukur mandiri yang digunakan untuk mengetahuiorientasimotivasi mahasiswa dalam belajar dan dapat digunakan untuk mengetahuistrategi mahasiswa dalam belajar. Berdasarkan daripertanyaankuesionerdidapatkannilai rata-rata diatas 3 (skalamaksimal 4) yang artinyabahwametodepembelajaran yang diterapkan pada mahasiswa membuat mahasiswa memilikikemampuan untuk diskusi, mencapaitujuanpembelajaran, menstimulasi mahasiswa untuk belajar danmeningkatkanminatsertapemahaman dalam mempelajarimata kuliah fisiologimanusia. Disamping itu, diketahuibahwakelompokperlakuan 62,15 memilikinilai paling tinggidibandingkan dengan kelompokkontrol 59.75 sertameningkatkankelulusan mahasiswa fisiologimanusiadaribaseline 50% menjadi 60%. Metodepembelajaran ini efektifmeningkatkannilai rata-rata akhir.

Page 2 of 4 | Total Record : 39


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 1 (2026) Vol 10, No 6 (2025) Vol 10, No 5 (2025) Vol 10, No 4 (2025) Vol 10, No 3 (2025) Vol 10, No 2 (2025) Vol 10, No 1 (2025) Vol 9, No 6 (2024) Vol 9, No 5 (2024) Vol 9, No 4 (2024) Vol 9, No 3 (2024) Vol 9, No 2 (2024) Vol 9, No 1 (2024) Supl. 9 No. 1, Tahun 2024 Vol 8, No 5 (2023) Vol 8, No 4 (2023) Vol 8, No 3 (2023) Vol 8, No 2 (2023) Vol 8, No 1 (2023) Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022 Vol 7, No 4 (2022): Vol. 7, No. 4, Tahun 2022 Vol 7, No 3 (2022): Vol. 7, No. 3, Tahun 2022 Vol 7, No 2 (2022): Vol. 7, No. 2, Tahun 2022 Vol 7, No 1 (2022): Vol. 7, No. 1, Tahun 2022 Vol 6, No 5 (2021): Vol. 6, No. 5, Tahun 2021 Vol 6, No 4 (2021): Vol. 6, No. 4, Tahun 2021 Vol 6, No 3 (2021): Vol. 6, No. 3, Tahun 2021 Vol 6, No 2 (2021): Vol. 6, No. 2, Tahun 2021 Vol 6, No 1 (2021): Vol. 6, No. 1, Tahun 2021 Vol. 6, Supl. 1, Tahun 2021 Vol 5, No 5 (2020): Vol. 5, No. 5, Tahun 2020 Vol 5, No 4 (2020): Vol. 5, No. 4, Tahun 2020 Vol 5, No 3 (2020): Vol. 5, No. 3, Tahun 2020 Vol 5, No 2 (2020): Vol. 5, No. 2, Tahun 2020 Vol 5, No 1 (2020): Vol. 5, No. 1, Tahun 2020 Vol 4, No 5 (2019): Vol. 4, No. 5, Tahun 2019 Vol 4, No 4 (2019): Vol. 4, No. 4, Tahun 2019 Vol 4, No 3 (2019): Vol. 4, No. 3, Tahun 2019 Vol 4, No 2 (2019): Vol. 4, No. 2, Tahun 2019 Vol 4, No 1 (2019): Vol. 4, No. 1, Tahun 2019 Vol. 4, Supl. 1, Tahun 2019 Vol 3, No 5 (2018): Vol. 3, No. 5, Tahun 2018 Vol 3, No 4 (2018): Vol. 3, No. 4, Tahun 2018 Vol 3, No 3 (2018): Vol. 3, No. 3, Tahun 2018 Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3, No. 2, Tahun 2018 Vol 3, No 1 (2018): Vol. 3, No. 1, Tahun 2018 Vol 2, No 5 (2017): Vol. 2, No. 5, Tahun 2017 Vol 2, No 4 (2017): Vol. 2, No. 4, Tahun 2017 Vol 2, No 3 (2017): Vol. 2, No. 3, Tahun 2017 Vol 2, No 2 (2017): Vol. 2, No. 2, Tahun 2017 Vol 2, No 1 (2017): Vol. 2, No. 1, Tahun 2017 Vol 1, No 5 (2016): Vol. 1, No. 5, Tahun 2016 Vol 1, No 4 (2016): Vol. 1, No. 4, Tahun 2016 Vol 1, No 3 (2016): Vol. 1, No. 3, Tahun 2016 Vol 1, No 2 (2016): Vol. 1, No. 2, Tahun 2016 Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1, No. 1, Tahun 2016 More Issue