cover
Contact Name
Sefriyono
Contact Email
sefriyono@uinib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@uinib.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian, Gedung Rektorat Kampus III Universitas Islam Negeri Imam Bonjol
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian
ISSN : 23546735     EISSN : 26853329     DOI : https://doi.org/10.15548/turast
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian, is published by the Institute for Research and Community Service, Imam Bonjol Padang State Islamic University. This journal is published twice a year January-June and July-December. Turast publishes the results of research and community service in various fields of science such as Sociology, Anthropology, Education, Psychology, Islamic Studies, Economics, Law, Politics, Mathematics, Physics, Chemistry, Sharia, Religious Studies, and others.
Articles 192 Documents
ISLAM PROGRESIF DAN DINAMIKA EKONOMI DALAM ISLAM Nurana Haris
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.687 KB) | DOI: 10.15548/turast.v4i2.342

Abstract

Islam Progresif merupakan kelanjutan dari gerakan Islam Liberal, di sisi lain juga muncul sebagai bentukungkapan ketidakpuasan terhadap gerakan Islam Liberal yang lebih menekankan pada kitik-kritik internalterhadap pandangan dan prilaku umat Islam yang tidak atau kurang sesuai dengan nilai-nilai humanis.pembahasan ini dimaksudkan untuk menganalisa bagaimana pandangan kelompok Islam Progresif terhadapekonomi untuk kemudian dikaitkan dengan konsep dan praktek ekonomi Islam yang saat ini tengahberkembang. Mengingat konsentrasi utama Islam Progresif adalah topik-topik sekitar sekularisme, liberalisme,pluralisme, keadilan sosial dan jender, dan tema terkait, maka kajian ekonomi yang ada memang terbatas.Untuk itu, kajian ini akan difokuskan pada sumber yang terbatas tersebut. Selanjutnya akan juga dibahasdinamika perkembangan ekonomi Islam baik sebagai kajian kebijakan selama pemerintahan Islam maupunkajian akademik di masa kemunduran untuk menjawab dan mendialogkan sejumlah kritik yang disampaikanIslam progresif terhadap ekonomi Islam.
KEJAYAAN ISLAM DAN KONTRIBUSI PARA MUSLIM DIFABEL: SEBUAH PENDEKATAN HISTORIS Toni Pransiska
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.314 KB) | DOI: 10.15548/turast.v5i2.366

Abstract

Tulisan ini mencoba mengungkap fakta historis terkait keterlibatan dan kontribusi ulama difabel dalamkejayaan dan peradaban Islam. Sebab, Sejarah belum pernah mencatat adanya pemikir besar Islam, baik dalambidang Akidah, Tasawuf, Filsafat, Fiqih, Tafsir, maupun Hadis yang berasal dari kalangan difabel. Implikasidari ketiadaan kajian apalagi perspektif difabel ini mudah ditebak, yaitu adanya generalisasi (ta’mīm) dalampenyediaan kebutuhan dan aksesibilitas terhadap fasilitas atau sarana bagi manusia tanpa memperhatikanpenyandang disabilitas. Penelitian ini dilakukan agar dapat memberikan deskripsi dan informasi mendalammengenai pandangan Islam terhadap disabilitas. Disamping itu, melalui penelitian dapat menemukan danmencatat kiprah dan kontribusi nyata yang diberikan oleh para ulama difabel dalam perjalanan sejarahIslam, baik dari kalangan sahabat, tabi’in dan ulama. Ternyata, banyak dari kalangan sahabat dan ulamadifabel yang menorehkan kiprah dan kontribusinya sesuai kapasitas dan kemampuan yang dimiliki sepertiAbdurrahman bin Auf, Abdullah bin Ummi Maktum, Imam Tirmidzi dan Taha Husein.
PENYEBARAN WABAH DAN TINDAKAN ANTISIPATIF PEMERINTAH KOLONIAL DI SUMATRA’S WESTKUST (1873-1939) Dedi Arsa
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.643 KB) | DOI: 10.15548/turast.v3i2.383

Abstract

Disease outbreaks (epidemics) affects human life broadly, overhauling the order of a society, and change thehistory. This paper discusses how the spread of epidemics in West Sumatra (Sumatra's Westkust) and treatment(anticipatory action) of the colonial government in the period 1873-1939. Epidemics that plague the WestSumatra during this period was recorded variously: smallpox, cholera, dysentery, beriberi, tuberculose, andinsanity (kringzingen). Outbreaks are caused by an unhealthy environment, poor dreinase, and low publicimune system. This aspect is compounded by social, economic and political unstablity. Anticipatory action takenby the colonial government by sending medical staffs to spot infected, reproduce vaccine, evacuate and relocatepatients to a more sterile, complete equipments in the hospital, and build additional hospitals.
PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM BERBASIS SUKU DI KENAGARIAN SUNGAI NANAM KECAMATAN LEMBAH GUMANTI KABUPATEN SOLOK Mistarija Mistarija
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.02 KB) | DOI: 10.15548/turast.v4i1.337

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pengembangan masyarakat Islam berbasis suku diKenagarian Sungai Nanam Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Metode yang digunakan adalahfield research dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, sedangkan sebagai objek penelitian iniadalah Wali Nagari, ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) dan pemimpin suku di Kanagarian SungaiNanam. Alat pengumpul data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Datayang diperoleh diolah dengan langkah seleksi data, klasifikasi data, analisis data yang selanjutnya disimpulkandan dideskripsikan. Temuan ini mengungkap bahwa, suku memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkansebagai faktor pendukung pengembangan masyarakat Islam di Kenagarian Sungai Nanam. Bentuk usaha yangdapat dikembangkan dalam pengembangan masyarakat Islam berbasis suku di Kenagarian Sungai Nanam,setidaknya ada dua bentuk, yaitu pengembangan ekonomi kerakyatan melalui pendayagunaan tanah pusakomilik suku dan pembinaan mental spiritual masyarakat melalui pemanfaatan surau suku sesuai denganfungsi-fungsi surau menurut adat yang pernah diterapkan pada masa lalu.
FENOMENA LIVING HADIST SEBAGAI PEMBENTUK KULTUR RELIGIUS DI SEKOLAH Nurul Faiqah
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.779 KB) | DOI: 10.15548/turast.v5i1.361

Abstract

Artikel ini membahas tentang fenomena living hadist di sekolah sebagai bentuk kultur religius. Living hadistdi sekolah dapat dibagi menjadi tradisi tulis, tradisi lisan dan tradisi paktik. Tradisi tulisan termanifestasikanmelalui penulisan kaligrafi siswa di sekolah. Sementara tradisi lisan tergambar melalui praktik tadarus alQur’anyang memiliki beberapaorientasi sepertiorientasi religius-ubudiyah,orientasi pedagogis-edukatif,danorientasi internalisasinilai-nilai religiusitas.Tradisipraktiksendiri terdeskripsikandengan nyata dalamaktivitassehari-hari siswa di sekolah, seperti;berpartisipasiaktif di kelas, berdiskusi,displin, dan lainnya.Ketigamodel living hadist tersebut saling berkaitandan bersinergi dalam menginternalisasikannilai-nilaireligiusdan membentuk karakterpositif siswa.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM SYEKH SULAIMAN ARRASULI DAN KITAB KLASIKNYA Zulkifli Zulkifli
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.542 KB) | DOI: 10.15548/turast.v3i1.377

Abstract

This article elaborated on the Islamic educational thought of Sheikh Sulaiman Arrasuli or known as InyiakCanduang. Shaykh Sulayman Arrasuli was an Islamic education leaders as one of “Kaum Tuo”, a group ofscholars who try to maintain local traditions without banging with the Islamic teaching. This group of scholarsis usually perceived as a traditional circles that are not in line with the ideas of progress. This study wanted torefute the common perception that develop in the community. In this study can be found that although InyiakCanduang was a traditionalist, but that does not mean he was anti-progress, even his thoughts were moreprogressive, although he concepted from clasical books. In this case, he is a smart scholar in dialogue betweentraditions, religions, and the demands of the era.
PERAN MAHASISWA PSIKOLOGI ISLAM DALAM PENANGGULANGAN TRAUMA PASCA GEMPA Reza Fahmi
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.061 KB) | DOI: 10.15548/turast.v2i1.394

Abstract

Nobody wants tobe a victim of disaster, but they did no what will happen in the future. West Sumatera asan island with potentially has a problem about disaster. Instead of; an earthquick, flood, and Tsunami. Thisarticle will focus on State Institute for Islamic Studies students role for making mental rehabilitation after anerthquick in 2009.
GENEALOGI SPRITUAL TAREKAT NAQSYABANDIYAH KHALIDIYAH DI MINANGKABAU BERDASARKAN NASKAH IJAZAH SERTA KARAKTERISTIK IJAZAHNYA Chairullah Chairullah
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.014 KB) | DOI: 10.15548/turast.v4i1.307

Abstract

Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah merupakan salah satu tarekat muktabarah yang memiliki banyakpengikutnya di Indonesia. Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah juga merupakan tarekat yang mendominasiwilayah Minangkabau. Dalam pandangan sejarawan dan peneliti seperti Schrieke dan Martin van Bruinessentarekat Naqsyabandiyah mulai berkembang di Minangkabau pada pertengahan abad ke 19 yaitu tahun1850 M oleh Syekh Ismail Simabur. Berbeda dengan Schrieke dan Bruinessen, Azra dan Dobbin berpendapatbahwa tarekat Naqsyabandiyah telah berkembang di Minangkabau pada pertengahan abad ke 17 M olehJamaluddin. Namun berdasarkan sumber lokal yang ditemukan berupa Naskah Ijazah dan Silsilah ditemukanfakta lain yaitu tarekat Naqsyabandiyah telah berkembang di Minangkabau pada awal abad ke 19. Artikel inibertujuan untuk menjelaskan genealogi Spritual tarekat Naqsyabandiyah di Minangkabau berdasarkan naskahijazah, serta melihat karakteristik dari ijazah tarekat Naqsyabandiyah yang berkembang di Minangkabau.
JEJAK ISLAM DALAM NASKAH-NASKAH TAMBO MINANGKABAU Sheiful Yazan; Abdullah Khusairi
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.337 KB) | DOI: 10.15548/turast.v5i1.356

Abstract

Akses masyarakat Minangkabau terhadap naskah-naskah Tambo Minangkabau cukup sulit, karena sebagianbesar naskah berada di luar negeri. Kemungkinan besar kondisi tersebut mempengaruhi persepsi masyarakatterhadap eksistensi Tambo Minangkabau. Ada sinyalemen dan perdebatan yang menyatakan naskah tambotidak Islami dan berasal dari masyarakat Minangkabau sebelum Islam. Penelitian ini melakukan analisiswacana terhadap kandungan isi naskah-naskah Tambo Minangkabau, khususnya wacana dan terma-termaIslam yang dikandungnya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dalam Tambo terlihat jejak Islam yangnyata, khususnya jejak pemikiran tasawuf. Jejak-jejak tersebut sangat kentara pada naskah-naskah periodepertama, namun berkurang pada naskah periode kedua.
PERLAWANAN ULAMA MINANGKABAU TERHADAP KEBIJAKAN KOLONIAL DI BIDANG PENDIDIKAN AWAL ABAD XX Erman Erman
Turast: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.258 KB) | DOI: 10.15548/turast.v3i1.372

Abstract

The resistance of Minangkabau’s scholars against colonial policy of education in the early of 20th centurystarted from a scientific study has revealed that the pre-conditions that led to the birth of the movement is thepenetration of the colonial government against the people in this area and plan the implementation of policiesin the field of education, namely Ordinance 1928 and teachers’ Ordinance in 1932. This historical experiencewas seen by scholars Minangkabau might impede the freedom and the rights to broadcast the Islamic religion.Various reactions appeared and Islamic ideology seems to be the main driving to oppose colonial rule relatedteachers’ ordinancy and illegal schools. The spirit of nationalism that was born at the beginning of the 20thcentury were also encouraged scholars to take the fight against the colonial policy. In line with this goal, thescholars utilizing the network that has been built on Islamic educational institutions in the past to build aresource (strength) and then to form a committee as institutional resistance. Resistance itself they did in theform of protests by the general meeting of Minangkabau’s scholars and then proceed with the delivery of voteof no confidence to the colonial government. The resistance impacted the emerging alliance of young and oldscholars, the birth of a radical political party in Minangkabau and the pressure of the colonial government

Page 6 of 20 | Total Record : 192