cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 3,397 Documents
Relationship Between Personal Responsibility And Locus Of Control With Students Ecological Worldview (Correlational Study in SMAN 1 Pangkalpinang) Rosi Asroh; Fahmi Fahrudin Fadirubun
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.138 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i4.68938

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara Personal Responsibility dan Locus of Control dengan Wawasan Lingkungan Siswa. Untuk tujuan ini metode survei telah diterapkan dengan melibatkan n = 118 siswa SMA Pangkalpinang, Bangka Belitung yang dipilih secara acak. Ada tiga instrumen yang dikembangkan pada penelitian ini yaitu instrumen untuk mengukur Wawasan Lingkungan Siswa, Personal Responsibility dan Locus of Control. Hipotesis telah diuji dengan menerapkan F-test melalui ANOVA untuk regresi sederhana dan korelasi juga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif yang signifikan antara Personal Responsibility dan Locus of Control dengan Wawasan Lingkungan Siswa. Selain itu, ditemukan juga masih terdapat korelasi positif dan signifikan antara variabel setelah masing-masing variabel bebas dikontrol dengan menghitung korelasi parsial. Dapat disimpulkan bahwa jika Wawasan Lingkungan Siswa ditingkatkan, maka Personal Responsibility dan Locus of Control bisa dipertimbangkan.
Perubahan Garis Pantai Sebagai Akibat Dari Abrasi Dan Akresi Di Kawasan Pesisir Pantai Barat Sumatera Barat Richi Aldian; Elvi Zuryani; Arie Zella Putra Ulni
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1197.942 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i4.69042

Abstract

Hasil peta perubahan garis pantai tahun 2011-2021 menunjukkan perubahan garis pantai dalam 10 tahun terakhir. Perubahan ini terjadi di pantai barat Sumatera Barat yang mengalami kerusakan terparah, pertama Kabupaten Pasaman Barat dengan abrasi sebesar -6290,40 m dan kedua Kabupaten Pesisir Selatan dengan akresi 5831,65 m. Kedua kabupaten ini memiliki kerusakan pantai yang lebih dominan selama periode 2011-2021. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan garis pantai Sumatera Barat disebabkan oleh abrasi dan akresi, dimana kedua faktor tersebut lebih berpengaruh dalam mengubah garis pantai di Pantai Barat Sumatera Barat. Kabupaten Pasaman Barat mengalami proses abrasi terparah yaitu -6290,40 m, perubahan ini sepanjang 120 km dan Kabupaten Pesisir Selatan memiliki proses akresi terparah yaitu 5831,65 m perubahan ini sepanjang 197 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai di Pantai Sumatera Barat tahun 2011-2021 dan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan garis pantai di Pantai Sumatera Barat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Pantai Barat Sumatera Barat dengan panjang garis pantai ± 597,8 Km. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling dengan sampel seluruh Pantai Barat Pantai Sumatera Barat.
Community Participation In Disaster Risk Reduction “Peseduluran Village” Yulinda Erma Suryani; Darupratomo Darupratomo; Ratnanik Ratnanik; Kuntum Ria Anghraini; Dwi Wanito Ambarsari; Syafira Nisfa
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.676 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i4.69101

Abstract

Gunung api merapi adalah gunung aktif yang berada di dua provinsi yaitu DIY dan Jawa Tengah. DIY berada di Kabupaten Sleman, Jawa Tengah berada di 3 kabupaten yaitu Kabupaten Magelang, Boyolali dan Klaten. Kecamatan yang paling berdampak Ketika ada letusan gunung api Merapi adalah kecamatan yang berada di lereng gunung api merapi yaitu kecamatan Kemalang, Kebonarum dan Prambanan. Pengurangan risiko bencana memerlukan peran aktif masyarakat yang hidup dan tinggal di wilayah yang mempunyai kerentanan tinggi terhadap bencana. Bencana gunung api Merapi bukan sesuatu yang harus ditakuti, bencana dapat dipelajari penyebab dan risikonya. Masyarakat di Kecamatan Kemalang harus hidup sadar, siaga dan berdampingan dengan bencana. Masyarakat Klaten mampu membuat sebuah model pengurangan risiko bencana yang dapat digunakan sebagai acuan ketika menghadapi bencana, yaitu desa Peseduluran. Desa paseduluran adalah desa di daerah bencana menjalin hubungan layaknya sedulur dengan desa bebas bencana, sehingga bila terpaksa mengungsi maka tujuannya ke tempat sedulurnya. 13 “desa paseduluran” yang telah terbentuk di antaranya Desa Bawukan Kecamatan Kemalang dengan Desa Brajan Kecamatan Prambanan, Desa Sidorejo Kecamatan Kemalang dengan Desa MendenKecamatan Kebonarum, Desa Kendalsari Kecamatan Kemalang dengan Desa Karangduren, dan Desa Basin dengan Desa Pluneng Kecamatan Kebonarum.
Analisis Spasial Konflik Lahan Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar Tiara Oktania; Nefilinda Nefilinda; Afrital Rezki
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.716 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i4.69159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Spasial Konflik Lahan Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian analisis pola ruang konflik lahan perkebunan kelapa sawit. Konflik terjadi karena perusahaan telah mengunakan lahan di luar dari HGU yang di berikan. Tidak memberikan ganti rugi kepada masyarakat. Faktor penyebab terjadinya konflik lahan adalah: faktor ekonomi dan kepemilikan lahan. (1) Patok BPN tidak dapat di temukan di dalam areal yang di tinjau sesaui dengan HGU. (2) Tim memulai pendataan lokasi, berdasarkan pengecekan lokasi tersebut ditemukan adanya pada beberapa tempat penanaman oleh pihak perusahaan, namun yang telah di tanam oleh perusahaan lokasi tersebut berada dalam HGU. (3) Dasar penanaman menurut pihak perusahaan adalah ganti rugi lahan perusahaan. Sedangkan masyarakat belum pernah menerima ganti rugi lahan. Berdasarkan data yang di peroleh dari lapangan, masih ada formulir ganti rugi yang di pegang oleh masyarakat. 14 Desa yang ada di Kecamatan Tapung Hulu ada 3 Desa yang berkonflik lahan perkebunan kelapa sawit masyarakat dengan perusahaan swasta.  Formulir merupakan hasil pendataan ganti rugi. Luas lahan pengarapan masyarakat yang berhasil di himpun: 1). Desa Kasikan dengan luas lahan konflik 2.300 Ha, 2). Desa Senama Nenek luas konflik 2.800 Ha, 3). Desa Danau Lancang luas konflik 1.750 Ha. Hasil pengecekan lapangan, lahan berada diluar areal HGU.  Pemerintah Kecamatan Tapung Hulu menyelesaikan konflik antara Perusahaan dan Masyarkat melalui negosiasi dan mediasi.
Improvement of Beginning Reading Skills Through the SAS Method Suwarni Suwarni
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.787 KB) | DOI: 10.20961/shes.v4i6.70444

Abstract

Membaca merupakan pengenalan kata agar dapat memahami informasi yang disajikan. Kesulitan peserta didik dalam membaca permulaan yaitu kurang lancar dalam menyebutkan huruf-huruf, mengeja tulisan dan bahkan ada yang belum mengenal huruf. Tujuan artikel ini adalah meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik dengan menggunakan metode SAS. Pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakan metode SAS yang disajikan dengan menggunakan media gambar, karta kata, kartu huruf dan kalimat dapat meningkatkan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran, meningkatkan interaksi antar siswa dan guru, dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap membaca permulaan. Penggunaan metode SAS dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan peserta didik.
Problem Based Learning in Civic Learning in First Grade Elementary Partini Partini
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.33 KB) | DOI: 10.20961/shes.v4i6.70439

Abstract

Problem Based Learning merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang perannya dapat memberikan dampak lingkungan belajar yang aktif pada siswa. Pembelajaran yang dirancang secara aktif akan memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi peserta didik tentunya konteks pembelajaran ini masih berkaitan langsung dengan permasalahan yang muncul di lingkungan sekitarnya. Pada dasarnya PKn merupakan pelajaran yang dalam penerapannya menekankan pada pengembangan nilai-nilai luhur dan moral yang mengacu pada nilai-nilai budaya bangsa. Kewarganegaraan juga berusaha untuk menyatukan individu individu ke dalam bingkai yang utuh. Implementasi Problem Based Learning pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) diharapkan kedepannya siswa mampu mengedepankan nilai-nilai yang telah dipelajari selama duduk di bangku sekolah.
Strengthening of Multiple Calculating Operational Skills Through Media Times Cards Playing (TCP) Games Priyo Utomo
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.339 KB) | DOI: 10.20961/shes.v4i6.68714

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian  pengembangan (R &D). Adapun Subjek ujicoba produk siswa kelas III SD Negeri Ngempon 02. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar observasi.  Hasil penelitian menunjukkan media Times Cards Playing (TCP) layak digunakan pada pembelajaran perkalian untuk siswa kelas III Sekolah Dasar. Hal ini ditunjukkan dari penilaian validasi yang memperoleh kriteria sangat valid dengan rentang nilai 80-100 ditinjau dari aspek penyajian media, permainan edukatif,  bahasa, dan materi. Sedangkan lembar observasi dan kuesioner respon siswa terhadap media Times Cards Playing (TCP) menunjukkan respon positif dengan rentang nilai 76-100.  Hasil penilaian ini termasuk kategori sangat praktis. Adapun saran dalam penelitian ini adalah media TCP perlu digunakan untuk guru kelas IIII sekolah dasar untuk melatih keterampilan operasi hitung perkalian 1-10.
The Use Of "Keramas" Puppet Media To Improve Learning Outcomes In Class 5 Science Learning At SDN 1 Suruh Ninik Rudiyanti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.033 KB) | DOI: 10.20961/shes.v4i6.68492

Abstract

Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (SD) saat ini cenderung kurang menarik dan kurang membangkitkan semangat siswa dalam belajar, padahal pembelajaran harusnya dilakukan dengan cara yang tepat sehingga menjadi lebih bermakna. Seringkali siswa kurang memahami materi yang disampaikan, namun siswa hanya diam dan tidak memiliki keberanian untuk bertanya. Siswa menjadi kurang aktif dan dan kurang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Media wayang dipilih membantu untuk mengembangkan kreativitas dalam berpikir serta meningkatkan motivasi dan rasa ketertarikan untuk belajar dengan suatu alur cerita dengan media tersebut. Media pembelajaran berupa wayang “KERAMAS” dapat disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa di tingkat Sekolah Dasar yang masih pada tahap operasional konkret yang ditandai dengan hal yang nyata. Wayang “KERAMAS” sebagai media pembelajaran dapat menjadi sarana belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas 5 di SDN 1 Suruh. Penelitian ini dilakukan dengan 20 siswa kelas 5 menjadi dua tahap. Tahap I dilakukan uji coba pembelajaran IPA tanpa menggunakan media diperoleh nilai rata-rata 69,5 atau masih kurang dari nilai KKM. Tahap II dilakukan menggunakan media wayang terjadi kenaikan nilai yang signifikan, sehingga diperoleh nilai rata-rata 78,5.
The Effectiveness Of The Numbered Head Together Model On Mathematics Learning Outcomes Suwartik Suwartik
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.275 KB) | DOI: 10.20961/shes.v4i6.68509

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model NHT terhadap hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Gugus Ki Hajar Dewantara Kecamatan Jati Kabupaten Blora. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimental design bentuk nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling. Variabel bebas penelitian ini adalah model NHT. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan nontes. Analisis data akhir menggunakan uji z, uji t dan n-gain. Hasil uji z menunjukkan zhitung (1,885) > ztabel (1,64), maka siswa dikatakan tuntas klasikal. Hasil uji t menunjukkan rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi daripada rata-rata hasil belajar di kelas kontrol dengan nilai thitung (6,450) > ttabel (1,68). Berdasarkan uji n-gain, peningkatan hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan nilai n-gain kelas eksperimen 0,670 dan kelas kontrol 0,414. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa model NHT efektif terhadap hasil belajar matematika kelas IV SDN Gugus Ki Hajar Dewantara.
Improving Critical Thinking Skills In Learning Social Sciences With The Problem Based Learning Learning Model Kurniawati Nurul Hidayah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.565 KB) | DOI: 10.20961/shes.v4i6.68689

Abstract

Pembelajaran IPS terdapat banyak konsep atau masalah yang ada di lingkungan siswa, sehingga dapat dijadikan suatu objek untuk menumbuh kembangkan kemampuan berpikir kritis siswa (Susanto 2015: 127). Soyomukti (2016: 22) menjelaskan bahwa berpikir kritis adalah sebuah skill kognitif yang memungkinkan seseorang menginvestigasi sebuah situasi, masalah, pertanyaan, atau fenomena agar dapat membuat sebuah penilaian atau keputusan. Melalui pembelajaran IPS ini kita perlu mengembangkan kemampuan berpikir kritis peserta didik karena pada era global pembelajaran IPS tidak hanya dituntut bisa memberikan pengetahuan kepada peserta didik baik dalam teori maupun praktik melainkan juga memperhatikan aspek berpikir dan juga pengembangan pola nalar dari peserta didik. Tujuan artikel ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning). Hasil penelitian ini adalah model pembelajaran efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026 Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 5, No 1 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 3 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 2 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 1 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 2 (2019): 4th National Seminar on Guidance and Counseling (SNBK 2019) and Workshop on Peda Vol 2, No 1 (2019): 4th National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2019) Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018) More Issue