Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Articles
3,386 Documents
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik kelas IV Dengan Menggunakan Media Google Meet
Musliyono Musliyono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (258.738 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v3i3.57043
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan media Google meet dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV SDN Klumprit 01?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kualitas hasil belajar IPA tema 5 menggunakan media Google meet pada siswa kelas 4 SDN Klumprit 01 semester 1 tahun pelajaran 2018/2019. Manfaat penelitian ini untuk memperolah pembelajaran yang berkualitas saat masa pandemi covid-19. Bagi guru sendiri adalah untuk mendapatkan pengalaman dalam menerapkan pembelajaran tematik pada masa pandemi dengan pembelajaran daring menggunakan media Google meet. Bagi kepala sekolah adalah sebagi acuan dalam melaksanakan supervisi akademik dalam pembelajaran. Bagi sekolah memberikan alternatif pembelajaran pada masa pandemi dengan pembelajaran daring.
Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Media Audiovisual pada Peserta Didik Kelas III Sekolah Dasar
Novita Sari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.084 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v3i4.55754
This study aims to improve student learning outcomes using audio-visual media in third grade students of SD N 1 Taratak Baru. This type of research is Classroom Action Research (CAR). This study uses a spiral model. The study consisted of 4 procedures, namely planning, implementing actions, observing, and reflecting. The subjects of this study were the third grade students of SD N 1 Taratak Baru, totaling 23 students. This research was carried out in three cycles/cycles. The implementation of each plot/cycle is carried out using audio-visual media. Collecting data in this study using test and observation methods. The research instrument used was in the form of a question sheet description and observation sheet of students and teachers. The data analysis technique used in this study was carried out with qualitative data analysis techniques and quantitative data analysis. The results of data analysis from this study showed that the students; learning mastery of 23 students turned out to be 12 people with a percentage of 52.1% categorized in the moderate level of mastery, 3 people with a percentage of 13% categorized in the medium level of mastery, 6 people with a presentation of 26% categorized in the low level of mastery, 2 people with a percentage of 8.69% were categorized in the very low level of mastery.
Penerapan Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPA Kelas IV Sekolah Dasar
Nilawati Nilawati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (267.287 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v3i3.57056
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik di kelas IVA SD Inpres 3 Tatura Palu dengan penerapan pendekatan saintifik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan desain mengacu pada model Kemmis dan Taggart melalui empat tahapan yaitu : 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, 3) Observasi, 4) Refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Inpres 3 Tatura Palu tahun ajaran 2018/2019 semester genap dengan jumlah 36 orang siswa yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan menggunakan instrumen lembar observasi baik untuk guru maupun siswa, tes tulis dengan menggunakan instrumen lembar butir soal. Penelitian dilaksanakan sebanyak dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus 1 nilai rata- rata hasil belajar siswa adalah 78,96 dan siklus 2 terjadi peningkatan dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 89,58; observasi aktivitas belajar siswa memperoleh hasil rata-rata pada siklus 1 sebesar 26 kategori cukup baik dan siklus 2 sebesar 33 kategori baik. Observasi aktivitas guru pada siklus 1 rata-rata 33 kategori baik dan siklus 2 rata-rata 34 kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan saintifik pada pembelajaran tematik dapat meningkatan hasil belajar siswa kelas IVA SD Inpres 3 Tatura Palu.
The Importance of Mastery of TPACK for Educators in 21st Century Learning
Fadhillah Aisyah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (533.252 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v3i3.57073
Proses pembelajaran pada masa perkembangan era globalisasi menuntut para pendidik untuk terus maju dan berkembang , pada era globalisasi, pendidikan merupakan upaya sistematis untuk membentuk kesadaran, wawasan, dan perspektif peserta didik. Seorang pendidik dituntut untuk bisa mengikuti proses perkembangan jaman, Agar mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi dalam masyarakat yang berkembang sangat cepat pada era globalisasi ini, maka guru memerlukan pengetahuan akademik dan terapan yang dapat menghubungkan pengetahuan dan keterampilan, kreatif dan adaptif, serta mampu mentrasformasikan semua aspek tersebut ke dalam keterampilan yang berharga. Tak terkecuali bidang pendidikan, dunia pendidikan dituntut untuk mengkonstruksi pembelajaran yang melibatkan teknologi. Kemampuan guru dalam menguasai teknologi dalam pembelajaran dapat dilihat melalui TPaCK (Technological Pedagogical Content Knowledge) yang dimiliki guru. TPaCK merupakan kerangka teoritis untuk mengintegrasikan teknologi, pedagogik, dan materi pelajaran dalam pembelajaran. Artikel ini mengkaji tentang tiga unsur pengetahuan TPaCK dan interaksi diantara setiap unsur TPacK serta kaitannya dengan perkembangan globalisasi.dengan tujuan agar para tenaga pendidik mampu bersaing dan terus berkembang dalam era globalisasi.
Desain Didaktis Pada Konsep Perkalian Bilangan Bulat Di Kelas VI
Hidayat, Sugiri
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (440.709 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v3i3.57090
Tulisan ini dilatarbelakangi hasil penelitian bahwa konsep perkalian bilangan bulat merupakan salah satu operasi hitung bilangan bulat yang membuat siswa mengalami hambatan belajar (Learning obstacle) dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang desain didaktis konsep perkalian bilangan bulat berdasarkan kajian Learning Obstacle. Berkaitan dengan permasalahan tersebut, maka perlu adanya alternatif pembelajaran untuk mempermudah siswa memahami konsep perkalian bilangan bulat. Salah satu alternatif desain pembelajaran yang digunakan adalah dengan menerapkan pendekatan Didactical Design Research disertai dengan penggunaan kartu bilangan positif negatif. Hal ini dapat diketahui bahwa dengan menggunakan kartu bilangan siswa lebih mudah dalam memahami perkalian bilangan bulat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Adapun subjek penelitiannya adalah siswa kelas VI. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pemahaman siswa dalam melakukan operasi hitung perkalian dapat tercapai.
Pembelajaran Literasi Sains Melalui Pemanfaatan Lingkungan Sekitar
Aprita, Liska
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (326.645 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v3i3.56955
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang disebabkan oleh perkembangan abad ke-21, membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas, andal, dan berdaya saing global. Salah satu keterampilan yang dibutuhkan di abad 21 adalah literasi sains. Literasi sains adalah keterampilan untuk menggunakan pengetahuan, mengidentifikasi pertanyaan, dan mengambil kesimpulan berdasarkan bukti-bukti untuk memahami dan membuat keputusan tentang alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam oleh aktivitas manusia. Literasi sains di sekolah dapat diciptakan dan dikembangkan dengan pemanfaatan lingkungan. Siswa mengamati dan melakukan kegiatan ilmiah sederhana, mereka dapat langsung berinteraksi dan memanfaatkan lingkungan sebagai bahan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pelaksanaan pembelajaran literasi sains dengan memanfaatkan lingkungan sekitar dan mengetahui manfaat lingkungan dalam mengembangkan kemampuan literasi sains siswa. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis sumber-sumber yang terkait dengan penelitian ini. Siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran dan lebih memahami pembelajaran literasi sains karena dekat dengan lingkungan sekitar. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan lingkungan sesuai untuk pembelajaran literasi sains.
Inquiry Based Learning dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dalam Pelajaran Matematika
Gunardi Gunardi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (344.688 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v3i3.57127
Kehidupan manusia hanya berisi tentang proses belajar, belajar yang diawali dari menghirup napas dan diakhiri dengan menghela napas, artinya selama manusia masih bernyawa selama itu pula ia akan terus belajar. Pada jenjang pendidikan sekolah dasar, masih banyak yang menjadikan guru sebagai subjek belajar sehingga kurang melatih kemampuan berpikir anak. Tidak sedikit guru masih menggunakan metode-metode konvensional walaupun materi dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai itu berbeda. Terutama pada pembelajaran matematika yang memang biasanya guru menggunakan metode ceramah. Pada artikel ini, dapat digunakan sebagai salah satu bahan referensi dalam menggunakan model pembelajaran matematika, yaitu model pembelajaran inkuiri atau inquiry based learning. Strategi inkuiri menekankan pada aktivitas siswa secara maksimal untuk mencari dan menemukan, artinya pendekatan inkuiri menempatkan siswa sebagai subjek belajar. Seluruh aktivitas yang dilakukan siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan sendiri dari sesuatu yang dipertanyakan, sehingga diharapkan dapat menumbuhkan sikap percaya diri yang artinya dalam pendekatan inkuiri guru ditempatkan bukan sebagai sumber belajar, melainkan sebagai fasilitator dan motivator belajar siswa. Tujuan dari penggunaan strategi pembelajaran inkuiri adalah mengembangkan kemampuan intelektual sebagai bagian dari proses mental.
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Penjumlahan Bilangan Tiga Angka Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Pada Siswa Kelas III SDN 001 Tebing
Rostinawati, Rostinawati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (421.743 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v3i3.56974
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah mengunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share pada mata pelajaran Matematika pada materi penjumlahan bilangan tiga angka. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di Kelas III SD Negeri 001 Tebing Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan jumlah siswa sebanyak 21 siswa yaitu 14 laki - laki dan 7 perempuan. Dari hasil-hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perbaikan pembelajaran Matematika Materi Penjumlahan bilangan tiga angka di Kelas III SD Negeri 001 Tebing, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun berjalan baik dan karenanya hasil belajar siswa meningkat secara rinci. Persentase hasil belajar siswa meningkat dari 42,85% pada nilai pra siklus, menjadi 71,42% pada nilai siklus I, dan 100% pada nilai rata-rata siklus II.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning di Kelas VI Sekolah Dasar
Rida Eko Mujiwati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.792 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v3i3.57159
Problem Based Learning (PBL) learning model is a problem-based learning that requires students to think critically, logically, and can solve all the problems they experience. understand concepts, meanings, and relationships through the existence of problems to finally arrive at a solution. Problems occur when individuals are involved in social interactions both with the environment and with other people. There is a mental process to find several solutions and solutions to the problem. Problem Based Learning is a series of learning activities in which there are several activities that must be carried out by students. In Improving student learning outcomes through the Problem Based Learning Learning Model, teachers and students of Khaira Ummah Padang Islamic Elementary School in the 2019/2020 academic year are more active and interested and feel responsible and can be seen from student learning outcomes that have increased from each stage. learning.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPA Materi Tumbuhan Hijau Kelas V Dengan Model Pembelajaran Pemanfaatan Lingkungan Alam Sekitar di SDN 2 Nangerang
Ade Setiawati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.306 KB)
|
DOI: 10.20961/shes.v3i3.56999
Tujuan penelitian ini menerapkan model pembelajaran pemanfaatan lingkungan alam sekitar sekolah yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas V SDN 2 Nangerang pada pelajaran IPA pada materi tumbuhan Hijau. Desain yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model PTK yang dikemukakan oleh Kemmis dan Mc. Targgart. jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Pelaksanaan ini dilaksanakan sebanyak dua siklus dan masing-masing dua tindakan/pertemuan. Pada tindakan pertama siklus I hasil persentase aktivitas guru mencapai 60% dan tindakan ke II mencapai 66,7% berada dalam kategori cukup. Pada hasil evaluasi tindakan pertama siklus II nilai rata-rata mencapai 6,9 dan tindakan ke dua mencapai 7,5 berada dalam kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa SDN 2 Nangerang kelas V meningkat dengan model pembelajaran menggunakan pemanfaatan lingkungan alam sekitar sekolah.