cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Published by Universitas Lampung
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN" : 13 Documents clear
PENGGUNAAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DALAM BELAJAR Nelli Herlina; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.518 KB)

Abstract

The purpose of this study to determine the increase in independent learning by using group counseling. The method used in this study with a quasi-experimental one-group pretest-posttest. Subject of this study were six students who have low self-reliance in learning. Data collection techniques in this study using independent learning scales and interviews. The results showed that the students' independence in learning can be enhanced by using groups counseling, evident from the analysis of the data using different test Wilcoxon, from the pretest and posttest results obtained Zhitung Ztabel 0.05 (-2.207 0) then Ha accepted, it means independence in learning be improved by using groups counseling. The conclusion is there is an increased independence in learning after being client centered approach in counseling groups in class XI.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemandirian belajar dengan menggunakan layanan konseling kelompok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini eksperimen semu dengan one-group pretest-posttest. Subjek penelitian ini sebanyak enam siswa yang memiliki kemandirian dalam belajar rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini  menggunakan skala kemandirian belajar dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian dalam belajar siswa dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan konseling dalam konseling kelompok, terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji beda wilcoxon, dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh Zhitung Ztabel 0,05 (-2,207 0) maka Ha diterima,artinya kemandirian dalam belajar dapat ditingkatan dengan layanan konseling kelompok dalam konseling kelompok. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat peningkatan kemandirian dalam belajar setelah diberi layanan konseling kelompok dalam konseling kelompok pada siswa kelas XI.Kata kunci : bimbingan dan konseling, kemandirian belajar, konseling kelompok
PENINGKATAN SELF-DISCLOSURE SISWA DI SEKOLAH DENGAN MENGGUNAKAN KONSELING KELOMPOK Nurjanah Nurjanah; Yusmansyah Yusmansyah; Giyono Giyono
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.607 KB)

Abstract

The research aims determined the increasing of student’s self-disclosure at school by using group counseling. The research method was quasi-experimental with one-group pretest-posttest design. The research subject were six students of grade VII who had low self-disclosure at school. Data collecting technique used observation. The research result showed that student’s self-disclosure increased after given group counseling, it proved from the result of pretest and posttest obtained Zoutput=-2.207 and Ztable 0.05= 0. ZoutputZtable, thereby Ho was rejected and Ha was received, it meant that there was increasing of student’s self-disclosure by using group counseling. The conclusion was that there was increasing student’s self-disclosure by using group counseling of the students grade VII SMPN 3 Natar.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan self-disclosure siswa di sekolah dengan menggunakan konseling kelompok. Metode penelitian ini adalah quasi experiment dengan one group pre-test post-test design. Subjek penelitian ini adalah enam siswa kelas VII yang memiliki self-disclosure rendah di sekolah. Teknik pengumpulan data adalah observasi. Hasil penelitian menunjukkan self-disclosure siswa di sekolah meningkat setelah diberikan konseling kelompok, hal ini ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh Zhitung = -2.207 Ztabel 0.05 = 0. ZhitungZtabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan dengan taraf signifikansi 5% antara self-disclosure siswa di sekolah sebelum dan setelah diberikan konseling kelompok. Kesimpulannya adalah terdapat peningkatan self-disclosure siswa di sekolah dengan menggunakan konseling kelompok pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Natar. Kata kunci : bimbingan dan konseling, konseling kelompok, self-disclosure
HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK DENGAN PRESTASI BELAJAR Halen Dwistia; Syaifuddin Latif; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.29 KB)

Abstract

The aim of this research to know the correlation of social interaction through learning achievement at second grade of MTs Negeri 1 Kotabumi on academic year 2012/2013”. The method used was descriptive correlation. The sample of research were 45 students. Data collecting technique in this research was sociometri. The result of data analysis used Product Moment Pearson with SPSS software 17.0 shows that the correlation is r=0,684, p 0,05, therefore Ho is rejected and Ha is accepted. This result shows that there was any strong correlation of students’ social interaction through learning achievement.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan interaksi sosial dengan prestasi belajar peserta didik pada kelas VIII MTs Negeri 1 Kotabumi tahun pelajaran 2012/2013. Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasi. Sampel penelitian sebanyak 45 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan sosiometri. Hasil analisis data menggunakan korelasi Product Moment Pearson, dengan bantuan softwares SPSS 17.0 diperoleh korelasi sebesar r=0,684, p 0,05, dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini menunjukan ada hubungan positif yang kuat antara interaksi sosial dengan prestasi belajar peserta didik. Kata kunci : hubungan, interaksi sosial, prestasi belajar
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGUNGKAPKAN PENDAPAT DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING Fitri Ramadhani; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.044 KB)

Abstract

The research aims determined the increasing of expressing opinions ability by using assertive training technique. The research problem was the low of  expressing opinions ability. The research problem was “was there any increasing of expressing opinions ability by using assertive training technique?”. The research method was quasi-experimental with one-group pretest-posttest design. The research subjects were six students who had low expressing opinions ability. Data collecting techniques used observation and interview. The research result showed that student’s expressing opinions ability increased after given assertive training, it proved from the result of pretest and posttest  obtained Zoutput=-2.201 and Ztable 0.05= 0. ZoutputZtable, thereby Ho is rejected and Ha is received, it meant that there was significant differential between student’s expressing opinions ability before and after assertive training technique. The conclusion was that there was increasing of expressing opinions ability by using assertive training technique of the students grade VIII SMPN 3 Natar.  Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengungkapkan pendapat dengan menggunakan teknik assertive training Masalah penelitian yaitu kemampuan mengungkapkan pendapat rendah. Permasalahannya “Apakah terdapat peningkatan kemampuan mengungkapkan pendapat dengan menggunakan teknik assertive training?”. Metode penelitian adalah quasi eksperimen dengan one group pretest-posttest. Subyek penelitian adalah enam siswa yang memiliki kemampuan mengungkapkan pendapat rendah. Teknik pengumpulan data adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan mengungkapkan pendapat mengalami peningkatan. Hasil pretest dan posttest yang diperoleh Z hitung = -2,201 dan Z tabel = 0. Z hitung ≤ Z tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat perbedaan dengan taraf signifikansi 5% antara kemampuan mengungkapkan pendapat sebelum dan setelah diberikan assertive training. Kesimpulannya adalah terdapat peningkatan kemampuan mengungkapkan pendapat dengan menggunakan teknik assertive training pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Natar.Kata kunci     : assertive training, bimbingan dan konseling, kemampuan mengungkapkan pendapat
PENINGKATAN KEMANDIRIAN DENGAN MENGGUNAKAN TOKEN ECONOMY PADA ANAK USIA DINI Siska Liana; Yusmansyah Yusmansyah; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.113 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the increasing independence of young children using token economy in early childhood. The method used in this study is quasi experimental method with design Time Series. Subject of this study were six children who are less independent. Data collection techniques using observation. Results obtained in this study indicate that there is an increased independence after using token economy in children. Based on calculations of Wilcoxon test obtained p= 0.027; α=0.05 as the probability value alpha, thus the Ha Ho accepted and rejected, which means there is an increase independence by using token economy in early childhood. Conclusions of this research were significant independence increased after token economy given in early childhood.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kemandirian dengan menggunakan token economy pada anak usia dini. Metode yang digunakan adalah metode quasi eksperiment dengan desain Time Series. Subjek penelitian sebanyak enam orang anak yang kurang mandiri. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada peningkatan kemandirian setelah dilakukan token economy pada anak. Berdasarkan hasil perhitungan dari Wilcoxon diperoleh nilai p=0,027; α=0,05 karena nilai probabilitas alpha, dengan demikian maka Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terjadi peningkatan kemandirian dengan menggunakan token economy pada anak usia dini.  Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terjadi peningkatan kemandirian yang signifikan setelah diberikan token economy pada anak usia dini.Kata kunci : bimbingan dan konseling, kemandirian, token economy.
PENGGUNAAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DALAM BELAJAR Shella Rahmi Putri; Yusmansyah Yusmansyah; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.361 KB)

Abstract

The purpose of this study to determine the students increased self-confidence after the group counseling services to students of class VII SMP Kartika II-2 Bandar Lampung. The subjects of this study six students class VII SMP KARTIKA II-2 Bandar Lampung who have low confidence in learning. The results showed thatstudents' self-confidence has increased significantly after the administration of guidance services group. It is shown from the results obtained pretest and posttest count Z = -2.201 and Z tables = 0. Because Z count ≤ Z table, then Ho is rejected andHa is accepted, it means that there is a difference significance level of 5% between the confidence scores of students before and after a given group counseling services to research subjects. Conclusions of this research, student confidence in learning canbe enhanced through group counseling services at the Junior High School eight grade students KARTIKA II-2 Bandar Lampung in the Academic Year 2012/2013.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kepercayaan diri siswa setelah dilakukan layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas VII SMP KARTIKA II-2 Bandar Lampung . Subyek penelitian ini enam orang siswa kelas VII SMP KARTIKA II-2 Bandar Lampung yang memiliki kepercayaan diri rendah dalam belajar. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa kepercayaan diri siswa mengalami peningkatan signifikan dengan taraf signifikansi 5% setelah pemberian layanan bimbingan kelompok. Hal ini ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest yang diperoleh Z hitung = -2,201dan Z tabel = 0. Karena Z hitung ≤ Z tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini, Kepercayaan diri siswa dalam belajar dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas VII SMP KARTIKA II-2 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013.Kata kunci: bimbingan kelompok, bimbingan dan konseling, percaya diri
FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT PELAKSANAAN PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING Esty Ratna Sari; Giyono Giyono; Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.348 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the factors inhibiting the implementationof a guidance and counseling program. The research problem is the implementation of the guidance and counseling program is not optimal. The issue is whether the limitingfactor in the implementation of guidance and counseling programs in high schools in the Metro city. The method used in this research is descriptive method. Data collection techniques using questionnaires implementation guidance and counseling services. The samples in this study were 22 teachersguidance and counseling.These results indicate that there are several factors that inhibitingguidance and counseling program implementation: (1) preparation and counselingprogram is not in accordance with the basic aspects of guidance and counseling programming. (2) educational background does not fit with the profession as ateacher guidance and counseling. (3) Facilities and infrastructure are the mostdominant factors inhibiting the implementation of the service is to be guidance andcounseling. (4) Lack of cooperation between service delivery personnel guidance and counseling school.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penghambat pelaksanaan program bimbingan dan konseling (BK). Masalah dalam penelitian ini adalah pelaksanaan program BK belum optimal. Adapun permasalahannya adalah apakah faktor penghambat pelaksanaan program BK pada SMA Negeri se-Kota Metro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahmetode deskriptif. Teknik pengumpulan data  menggunakan angket pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Sampel dalam penelitian ini adalah 22 guru BK. Hasil penelitian ini menunjukkan ada beberapa faktor yang menjadi penghambat pelaksanan program BK, yaitu; (1)Penyusunan program BK belum sesuai dengan aspek-aspek dasar penyusunan program BK. (2)Latar belakang pendidikan tidak sesuai dengan profesi sebagai guru BK. (3)Sarana dan prasarana adalah faktor dominan yang menjadi penghambat pelaksanaan layanan BK. (4)Kurangnya kerjasama antar personalia pelaksanaan layanan BK disekolah.Kata kunci : faktor penghambat pelaksaanan bk.
DESKRIPSI PERILAKU PORNOGRAFI REMAJA Dwi Puspitasari; Syaifuddin Latif; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.152 KB)

Abstract

The aims of research was to determine the adolescent pornography behavior in class XI student at SMA Negeri 1 Purbolinggo school year of 2012/2013. Problem in research was pornography behavior of class XI students at SMA Negeri 1 Purbolinggo school year 2012/2013. This research used  descriptive method. The data collection adolescent behavioral pornography questionnaires. The subjects in research were 115 students. These results indicated that the adolescent pornography behavior conducted by the students of the class XI had pornography behavioral at  SMA Negeri 1 Purbolinggo high as many as 76 students or 66.08%. The cases of going out behavioral were 38 students or 33.04%, the cases of dating and making out behavioral were 35 students or 30.43%, and the cases of dating, flirting, and having sex were 3 students or 2.60%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perilaku pornografi remaja pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Purbolinggo tahun ajaran 2012/2013. Masalah dalam penelitian ini adalah perilaku pornografi siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Purbolinggo tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner perilaku pornografi remaja. Subyek dalam penelitian ini adalah 115 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku pornografi remaja yang dilakukan oleh siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Purbolinggo tinggi sebanyak 76 siswa atau 66,08%. Kasus perilaku berkencan yang terjadi sebanyak 38 siswa atau 33,04%, kasus perilaku berkencan dan bercumbu sebanyak 35 siswa atau 30,43%, dan kasus perilaku berkencan, bercumbu, dan bersenggama sebanyak 3 siswa atau 2,60%.  Kata kunci: bimbingan dan konseling, perilaku pornografi, remaja
MENGURANGI KECEMASAN SISWA DI SEKOLAH DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK DESENSITISASI SISTEMATIS Yuni Lestari; Syaifuddin Latief; Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.573 KB)

Abstract

The purpose of this study was to reducing anxiety student at school using systematic desensitization. The problem in this study is that anxiety student at school is high. The method used in this research was a quasi experimental with one-group pretest-posttest design. Subjects of this study six students class VIII who have high levels of  anxiety at school. Data collection techniques in this study was using scale. Based on calculations by the 5% significance, obtained value Zcount=-2,201and Ztable=0. Because Zaccount ≤ Ztable, so Ha  accepted and and Ho rejected. Which mean, anxiety student at school decreased 38,5 from 129,5 to 91 after implementation of systematic desensitization techniques. The conclusion of this research was anxiety of students at school can be reduced by using systematic desensitization techniques. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengurangi kecemasan siswa di sekolah dengan menggunakan teknik desensitisasi sitematis. Masalah penelitian adalah tingkat kecemasan siswa di sekolah tinggi. Metode yang digunakan quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Subyek penelitian enam orang siswa kelas VIII yang memiliki tingkat kecemasan tinggi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala. Berdasarkan hasil perhitungan dengan signifikansi 5% diperoleh nilai Zhitung=-2,201 dan Ztabel= 0. Karena Z hitung ≤ Z tabel,maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, kecemasan siswa di sekolah mengalami pengurangan 38,5, dari 129,5 menjadi 91 setelah diberikan teknik desensitisasi sistematis. Kesimpulan penelitian ini, kecemasan siswa di sekolah dapat dikurangi dengan menggunakan teknik desensitisasi sistematis. Kata kunci: desensitisasi sistematis, kecemasan, sekolah
ANALISIS KINERJA PROFESIONALISME KONSELOR DI SMA NEGERI 2 BANDAR LAMPUNG TAHUN AJARAN 2012/2013 Trialita Widianingrum; Muswardi Rosra; Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 3 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.614 KB)

Abstract

The purpose of this research was to determine the performance professionalim of counselors in SMAN 2 Bandarlampung.The method used in this research is qualitative method with case studies.The data collection technique using interviews and observation. There are 6 of guidance and counseling teachers in SMA 2 Bandarlampung as the subjects of this research. The results showed that the performance of professional counselors categorized quite well. It can be from the average performance of the guidance and counseling teachers, where there are 2 teachers in guidance and counseling are very good category, 3 teacher guidance and counseling in the category is quite good, and 1 teacher were in the unfavorable category. In the discussion of each indicator in this study, the results showed that the performance of the professionalism of counselors there are counselors who have not mastered the professionalism of counselors and there are some counselors who have mastered professional counselor. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja profesionalisme kenselor sekolah di SMA Negeri 2 Bandar Lampung.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan study kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Subjek dalam penelitian ini adalah enam orang guru bimbingan dan konseling SMA Negeri 2 Bandar Lampung. Hasil penelitian  menunjukan bahwa kinerja profesionalisme konselor dikategorikan cukup baik. Hal ini dapat dari rata-rata kinerja guru bimbingan dan konseling, dimana terdapat 2 guru bimbingan dan konseling berada pada kategori sangat baik, 3 guru bimbingan dan konseling berada pada kategori cukup baik, dan 1 guru berada pada kategori kurang baik. Pada pembahasan setiap indikator dalam penelitian ini, dari hasil penelitian menunjukan bahwa dalam kinerja profesionalisme konselor masih terdapat konselor yang belum menguasai profesionalisme konselor dan terdapat beberapa konselor yang sudah menguasai profesionalisme konselor.Kata kunci : analisis kinerja, bimbingan konseling, profesionalisme konselor

Page 1 of 2 | Total Record : 13