Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN"
:
12 Documents
clear
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR
Lulu Endar Wati;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (144.49 KB)
The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between emotional intelligence and academic achievement. This research method was correlation with data collection using emotional intelligence scale and documentation, the sample were thirty-eight students. Data analyzed technique is using the product moment. from the hypotesis testing, the result of correlation of emotional intelligence and learning achievement with count r = 0.839 r table = 0.320. It is concluded that there was a significant relationship between emotional intelligence student achievement. The conclusion of this study was there was a relationship between emotional intelligence and academic achievement. Students who had high emotional intelligence scores had good learning performance.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar siswa. Metode penelitian bersifat korelasional dengan teknik pengumpulan data menggunakan skala kecerdasan emosional dan dokumentasi, sampel sebanyak tiga puluh delapan siswa. Teknik analisis data menggunakan teknik korelasi product moment. Dari pengujian hipotesis didapatkan hasil korelasi kecerdasan emosional dan prestasi belajar sebesar r hitung = 0,839 r tabel = 0,320 maka, disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar siswa. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar. Siswa yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi memiliki prestasi belajar yang baik.Kata kunci: kecerdasan emosional,metode korelasional, prestasi belajar
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
Meity Fitri Yani;
Syarifuddin Dahlan;
Yusmansyah Yusmansyah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (178.734 KB)
The purpose of this research is to know whether the motivations of learning can be increased by using guidance services group. The method used is quasi experimental research, with One-Group Pretest-Posttest Design. The subjects of this research are 10 students who experienced low motivation to learn at SMA negeri 8 Bandar Lampung academic year 2013/2014. The result of data by using t-test showed that t-test result show that t-ratio t-table (17,054,781) so Ha is acceptable, means that the motivation to learn students can be improved through guidance services group.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi belajar dapat ditingkatkan dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu dengan desain Pre-eksperimental Design One-Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa yang mengalami motivasi belajar rendah pada siswa di SMA Negeri 8 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2013/2014. Hasil penelitian data dengan uji-T menunjukkan bahwa t-hitung t-tabel (17,054,781) maka Ha diterima, berarti motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok.Kata kunci: bimbingan kelompok, bimbingan konseling, motivasi belajar
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
Widia Widia;
Syaifuddin Latif;
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (573.045 KB)
The purpose of this research was to know the increasing of student’s study motivation by using group guidance service. This research used experiment method with one group pretest-posttest design. Subject of this research was eight students which had the low study motivation. The data collecting technique in this research was used the study motivation scale. The result of this research shown that study motivation could be increased by group guidance service, This could be looked from data analyzed of pretest and posttest that shown that Zoutput= -2,533and Ztabel 0,05 = 4, Because Zoutput Ztabel so that Ha was be received. It mean that the low study motivation school students in the tenth grade of MAN 1 Krui Lampung Barat in year 2012/2013 could be increased by group guidance service.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa menggunakan layanan bimbingan kelompok.Metode penelitian adalah metode quasi experimental dengan desain One-GroupPretest-Posttest. Subyek penelitian sebanyak8orang siswa kelas X yang memiliki motivasi belajar rendah.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala motivasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan menggunakan bimbingan kelompok, terbukti dari hasil uji hipotesis dengan menggunakan uji wilcoxon, hasil pretest dan posttest yang diperoleh Zhitung= -2,533 dan Ztabel 0,05 = 4, Karena Zhitung Ztabel maka Ha diterima, artinya motivasi belajar siswa kelas X MAN Krui Kabupaten Lampung Barat Tahun Pelajaran 2012/2013 dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok.Kata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, motivasi belajar
STUDI KASUS SISWA UNDERACHIEVER DI SMP NEGERI I KOTABUMI LAMPUNG UTARA
Shufiyanti Arfalah;
Muswardi Rosra;
Giyono Giyono
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (262.868 KB)
This research was aimed to describe the students characteristic in terms of underachiever and its causal factors. Qualitative by case study model was used in this research as research method. Semi structure interview, observation, and documentation were used in this research to collect the data. A student who gets underachiever was the researchs subject. Miles and Huberman technique were used to analyze the data. The result showed that underachiever HT had the characteristics such as low self-esteem and low academic self-esteem, avoided schools tasks. Casual factors of underachiever HT were learning strategy, psychology factor, including emotion factor. Moreover, low motivation, psychosocial factor in terms of family, less attention from the parents, fathers punishment for HT, and parents critics were the factors for underachiever. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah memperoleh gambaran mengenai karakteristik siswa yang mengalami underachieverdan faktor-faktor penyebabnya.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan model penelitian studi kasus.Teknik pengumpulan data yang digunakan wawancara semiterstruktur, observasi dan dokumentasi.Subjek penelitian satu orang siswa yang mengalami underachiever. Analisis data menggunakan teknik model Miles dan Huberman. Kesimpulannya yaitu HT mengalami underachiever dengan karakteristik rendahnya self-esteemdan rendahnya konsep diri akademik.Faktor-faktor yang menyebabkan HT mengalami underachiever strategi dalam belajar, faktor kondisi psikologis, faktor emosi.Faktor motivasi yang rendah, faktor kondisi psikososial yaitu kondisi keluarga, orangtua kurang memberikan perhatian, seringnya ayah memberi hukuman kepada HT dan orangtua yang sering mengkritik menjadi faktor penyebab underachiever.Kata kunci: bimbingan dan konseling, faktor penyebab, underachiever
PENGGUNAAN TEKNIK MODELING DALAM KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KEBIASAAN BELAJAR PADA SISWA
Natalia Devi Sylviana;
Muswardi Rosra;
Ranni Rahmayanthi Zulkifli
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (218.595 KB)
The purpose of this study is to determine the use of modeling techniques in group counseling which can improve study habits. The problem in this research is the students who have low learning habits. This study is a quasi-experimental design with types One-group pretest-posttest design. Research subjects were 11 students who have poor study habits. Data collection technique used scale study habits. The results showed that 36.81% increase learning habits that Zcount Ztable (-2,938 11), then Ha received means then use of modeling techniques in group counseling can improve study habits with a significance level of 5%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan teknik modeling dalam konseling kelompok dapat meningkatkan kebiasaan belajar. Masalah dalam penelitian ini adalah siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang rendah. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental design dengan jenis One-group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 11 siswa yang memiliki kebiasaan belajar yang rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kebiasaan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan belajar meningkat 36,81% bahwa Zhitung Ztabel (-2,93811) maka Ha diterima artinya penggunaan teknik modeling dalam konseling kelompok dapat meningkatkan kebiasaan belajar yang baik dengan taraf signifikansi 5%.Kata kunci: kebiasaan belajar, konseling kelompok, teknik modeling
KENDALA PELAKSANAAN KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Noprita Noprita;
Muswardi Rosra;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (298.33 KB)
The purpose of this research was to determine the constraints in the implementation of guidance and counseling in SMAN 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat. Problem in this research was an obstancle in the implementation. The method used in this research was descriptive method. The data collection technique was using interview, questionnaire and documentation. The population in this study was 5 guidance and counseling teachers at SMAN 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat year of 2013/2014. These results indicated that (1) lack of control of services by teacher guidance and counseling (2) lack tools and equipment and the limited budget available (3) cooperation beetween school and guidance and counseling teacher were not yet fully effective and also the school cant provide effective scheduling for the implementation of BK in the school. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kendala-kendala dalam pelaksanaan Kegiaatan bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat. Masalah dalam penelitian ini adalah kendala pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, angket/koesioner dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan kepada 5 orang guru bimbingan dan konseling di SMA Negeri 1 Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat sekaligus menjadi populasi dan sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Minimnya penguasaan layanan yang ada oleh tenaga guru bimbingan dan konseling (2) Kurangnya alat perlengkapan dan terbatasnya anggaran dana (3) Kerjasama antara pihak sekolah dengan guru bimbingan dan konseling yang belum sepenuhnya berjalan efektif dan juga pihak sekolah belum bisa memberikan penjadwalan yang efektif untuk pelaksanan BK di sekolah.Kata kunci: bimbingan dan konseling, kendala, kegiatan bimbingan dan konseling
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK
Putria Maharani;
Yusmansyah Yusmansyah;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (95.756 KB)
The purpose of this research was to know the increasing of students motivaton by using group guidance service. The research problem was students who have low learning motivation. The research method was pre experiment by using one group pretest and posttest design. The research subjects were 12 students who have low learning motivation. The data analysis was using wilcoxon test. It showed that students learning motivation increased 51,18% and ZcountZtable (-3,06114) so Ha was received, it means that students learning motivation can be increased by using group guidance services.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa dengan layanan bimbingan kelompok. Masalah penelitian ini adalah siswa memiliki motivasi belajar yang rendah. Metode penelitian ini adalah metode pre eksperimen dengan menggunakan one group pretest and postest design. Subjek penelitian sebanyak 12 siswa yang memiliki motivasi belajar rendah. Analisis data dengan menggunakan uji wilcoxon menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa sebesar 51,18% dan Zhitung Ztabel (-3,06114), maka Ha diterima, artinya motivasi belajar mengalami peningkatan setelah diberikan layanan bimbingan kelompokKata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, motivasi belajar
HUBUNGAN POLA ASUH ORANGTUA OTORITER DENGAN PERILAKU BULLYING DI SEKOLAH
Marlinda Marlinda;
Yusmansyah Yusmansyah;
Syarifuddin Dahlan
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.378 KB)
The aim of research is to recognize the correlation between care pattern of authoritarian parents towards bullying behavior. The method used was quantitatively descriptive method using correlation approach. The subject of research are 30 students who did bullying behavior towards eighth grader student of SMP N 1 Abung Selatan Kotabumi Lampung Utara academic year 2013/2014. The result of research showed that there was correlation between of care pattern of aurhoritarian parents towards bullying behavior with coefficient correlation was 0,500 andinterval of 0,400-0,599. Therefore, the correlation degree was average and Ha was acceptable. These research concluded that there was a correlation among care pattern of authoritarian parent towards bullying behavior of student.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orangtua yang otoriter dengan perilaku bullying. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif yang menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan korelasional. Subjek penelitian sebanyak 30 siswa yang melakukan Perilaku bullying pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Abung Selatan Kotabumi Lampung Utara Tahun Ajaran 2013/2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola asuh orang tua otoriter dengan perilaku bullying nilai koefisien korelasi sebesar 0,500 dan berada pada interval 0,400-0,599 maka tingkat hubungan sedang dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara pola asuh orang tua otoriter dengan perilaku bullying pada siswa.Kata kunci: bimbingan dan konseling, perilaku bullying, pola asuh orangtua
PENINGKATAN SELF ESTEEM SISWA KELAS X MENGGUNAKAN LAYANAN KONSELING KELOMPOK
Tri Oktha Ayuevita;
Muswardi Rosra;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (163.021 KB)
This research aim was to determine the increase in self esteem by using group counseling service. Research problem was the students who have low self esteem. Research method was a quasi experimental method with nonequivalent control design. Research subjects were 19 students who have low self esteem, 10 students were experimental group and 9 students were control group. Data collection technique was using self esteem scale. Results of the study by wilcoxon test showed that the students self esteem increased 39.9 % and figures probability 0,05 (0,005 0,05) so Ha was received , it means that students self esteem can be improved using group counseling services.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan self esteem menggunakan layanan konseling kelompok. Masalah penelitian ini adalah siswa memiliki self esteem yang rendah. Metode penelitian ini adalah metode quasi eksperimental dengan desain nonequivalent control. Subjek penelitian sebanyak 19 siswa yang memiliki self esteem rendah, 10 siswa kelompok eksperimen dan 9 siswa kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan skala self esteem. Hasil penelitian dengan uji wilcoxon menunjukkan bahwa self esteem siswa meningkat 39,9% dan angka probabilitas 0,05 (0,005 0,05) maka Ha diterima, artinya bahwa self esteem siswa dapat ditingkatkan menggunakan layanan konseling kelompok.Kata kunci : bimbingan dan konseling, konseling kelompok, self esteem.
PENGGUNAAN TEKNIK DESENSITISASI SISTEMATIS UNTUK MENGURANGI KECEMASAN CALON MAHASISWA DALAM MENGHADAPI SBMPTN
Desfi Dian Mustika;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ranni Rahmayanthi
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 3 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.223 KB)
The purpose of this research is to reduce anxiety of the prospective students in facing the audition with college admission through counseling by using systematic desensitization techniques. The problem of the research was caused by anxiety in facing of SBMPTN. The reseacrch is a quasi experimental design with the type of pretest postest design. The subjects of the research were 8 prospective students who have high anxiety. The technique in collecting the data of the research was using quisioner. The result showed the anxiety prospective students that can be reuse systematic desensitization techniques, as evidenced from analysis of the data by using t-test. The pretest and posttest results obtained tcountttable (7,1362,365). Then Ha is accepted, it means that desensitization techniques can be decreased anxiety prospective students in facing the audition with college admission year 2014/2015.Tujuan penelitian ini untuk mengurangi kecemesan calon mahasiswa dalam menghadapi seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri melalui konseling dengan teknik desensitisasi sistematis. Masalah dalam penelitian ini terjadi kecemasan dalam menghadapi SBMPTN. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan jenis pretest postest design. Subjek penelitian sebanyak 8 calon mahasiswa yang memiliki kecemasan tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian menunjukkan kecemasan calon mahasiswa dapat dikurangi menggunakan teknik desensitisasi sistematis, terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji-t. Hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa thitung ttabel (7,136 2,365). Dengan demikian Ha diterima, artinya teknik desensitisasi sistematis dapat mengurangi kecemasan calon mahasiswa dalam menghadapi seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) tahun pelajaran 2014/2015.Kata kunci: bimbingan dan konseling, desensitisasi sistematis, kecemasan