Articles
337 Documents
Hubungan Antara Kepercayaan Diri dengan Prestasi Belajar Siswa Kelas VIII
Lisa Fatmala;
Yusmansyah Yusmansyah;
Redi Eka Andrianto
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 3 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (788.048 KB)
The problem of this research was students’ learning achievement. This research was aimed to find out the relationship between self confident and students’ learning achievement. This research was a quantitative research. The population of this research was 240 students and the sample were 48 students and those were taken by using simple random sampling. Data collecting technique used were self confident scale and the documentation of students’ report score. The data analysis used was correlation product moment. The result showed that there is a positive and significant relationship between self confident and students’ learning achievement with r-value =0.743 r-table=0.284 with the signification 0.05 so H0 is rejected and Ha is accepted. In conclusion, there is a positive and significant relationship between self confident and students’ learning achievement.Permasalahan dalam penelitian ini adalah Prestasi Belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan prestasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini bersifat kuantitatif. Populasi penelitian sebanyak 240 siswa dan sampel penelitian berjumlah 48 siswa diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kepercayaann diri dan Dokumentasi Nilai raport siswa. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan prestasi belajar dengan nilai korelasi rhitung=0.743 rtabel=0.284 pada taraf signifikasi 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepercayaan diri dengan prestasi belajar siswa.Kata kunci: bimbingan konseling, kepercayaan diri, prestasi belajar
Penggunaan Informasi Karier Bimbingan Kelompok Untuk Memantapkan Rencana Studi Perguruan Tinggi Siswa
Restalina Restalina;
Syarifuddin Dahlan;
Ratna Widiastuti
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 8, No 1 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (530.463 KB)
The problem in research is that students are not stable enough in their plans to study in tertiary institutions. This study aims to determine the use of career information in group guidance to strengthen study plans for tertiary education in class XI students of SMA Negeri 7 Bandar Lampung. This study uses a pre-experimental method with one group pretest and posttest design. Research subjects were 20 students. Data collection techniques using a scale of study plans to college. The results of data analysis using the Wilcoxon test obtained zcount = -3,922 ≤ ztable = 1,645. In accordance with the provisions in the Wilcoxon test, if zcount ≤ ztable then Ho is rejected and Ha is accepted. So from the results of the study it can be concluded that career information in group guidance can be used to strengthen study plans for tertiary education in class XI students of SMA Negeri 7 Bandar Lampung.Masalah dalam penelitian adalah siswa kurang mantap terhadap rencana studi ke perguruan tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui penggunaan informasi karier dalam bimbingan kelompok untuk memantapan rencana studi ke perguruan tinggi pada siswa kelas XI SMA Negeri 7 Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan one group pretest dan posttest design. Subjek penelitian sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala rencana studi ke perguruan tinggi. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon diperoleh zhitung = -3.922 ≤ ztabel = 1,645. Sesuai ketentuan dalam uji Wilcoxon, jika zhitung ≤ ztabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa informasi karier dalam bimbingan kelompok dapat digunakan untuk memantapkan rencana studi ke perguruan tinggi pada siswa kelas XI SMA Negeri 7 Bandar Lampung.Kata kunci: bimbingan kelompok, informasi karier, rencana studi perguruan tinggi
Relationship between Peer Friends and Learning Motivation
Muhammad Aldy Mubharak;
Muswardi Rosra;
Redi Eka Andriyanto
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 3 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (436.76 KB)
The purpose of this study was to determine the relationship between peer relationships with learning motivation in class VIII Bandar Lampung Middle School 9 academic year 2018/2019. This research method is quantitative. The study population was 207 students and a sample of 74 students was determined by simple random sampling technique. Data collection techniques use a scale of peer interaction and motivation to learn. The data analysis technique in this study uses Product moment correlation. The results show there is a positive and significant relationship between peer relationships with motivation to learn. This is indicated by the value of r count r table (0.682 0.227) the significance level of 0.05. then Ho is rejected and Ha is accepted. The conclusion is that there is a positive and significant relationship between peer relationships with learning motivation in class VIII Bandar Lampung SMPN 9 academic year 2018/2019.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pergaulan teman sebaya dengan motivasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Bandar Lampung tahun ajaran 2018/2019.Metode penelitian ini bersifat kuantitatif.Populasi penelitian sebanyak 207 siswa dan sampel berjumlah 74 siswa yang ditentukan dengan teknik simple random sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan skala pergaulan teman sebaya dan motivasi belajar.Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan korelasi Product moment.Hasil menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara pergaulan teman sebaya dengan motivasi belajar. Hal ini ditunjukkan dari nilai rhitung rtabel (0,6820,227 )taraf signitifkan 0,05. maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulannya adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara pergaulan teman sebaya dengan motivasi belajar pada siswa kelas VIII SMPN 9 Bandar Lampung tahun ajaran 2018/2019. Kata kunci: bimbingan konseling, pergaulan teman sebaya, motivasi belajar
PENINGKATAN MINAT BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA SMP
Ditta Anggraeni;
Muswardi Rosra;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 3, No 4 (2014): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.833 KB)
The objective of this research was to increase student interest through group guidance service. The problem in this research was the student interest in learning. This study was quasi-experimental research, with non equivalent control group design. The subject in this research were 20 students. Data collection technique was using scale. The result showed that the students interest in learning was increased, using the Wilcoxon test, the result of probability experiment group was 0,005 sig. 0,05. Therefore Ha1 was accepted, it means that the students self-confident in learning could be increased through group guidance service.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa dalam belajar melalui layanan bimbingan kelompok. Masalah dalam penelitian ini minat belajar siswa dalam belajar. Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan jenis nonequievalent control group design. Subjek penelitian sebanyak 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa dalam belajar pada kelompok eksperimen meningkat, hal ini terbukti dari hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, nilai probabilitas pada kelompok eksperimen menunjukkan 0,005 sig.0,05. Sehingga Ha1 diterima, maka percaya diri dalam belajar pada siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok.Kata kunci : bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, minat belajar.
Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Penggunaan Layanan Bimbingan Kelompok Pada Siswa Kelas VII
Aditya Purnama;
Yusmansyah Yusmansyah;
Shinta Mayasari
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 5, No 6 (2017): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (322.034 KB)
The problems of this research was "whether Students Learning Motivation could be improved through group guidance services". The purpose of the research was to determine whether there was an increase in Students Learning Motivation through group guidance in students of grade VII junior high school 13 Bandar Lampung. The method in this research was one-group pretest-posttest design. Research subjects were 10 VII students of class VII. Data analyzed techniques used Students Learning Motivationscale. The analyzed data using Wilcoxon test obtained 0.005 the probability which less than 0.05 it meants Ho was rejected and Ha was accepted, meant that there was increase in Students Learning Motivation before and after being given a group guidance service. The analysis also showed an increase of 48,84%. The conclusion was the Students Learning Motivation could be improved through group guidance services at junior high school 13 Bandar Lampung Lesson Year 2016/2017.Permasalahan penelitian adalah Apakah motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa melalui layanan bimbingan kelompok secara tepat pada siswa kelas VII SMP Negeri 13 Bandar Lampung. Metode penelitian ini adalah metode pre eksperiment dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian sebanyak 10 siswa kelas VII. Teknik pengumpulan data menggunakan skala motivasi belajar siswa. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon, diperoleh angka probabilitas 0.005 yang kurang dari 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat peningkatan pada motivasi belajar siswa sebelum dan sesudah diberi layanan bimbingan kelompok. Hasil analisis juga memperlihatkan peningkatan sebesar 48,84%. Kesimpulannya adalah motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok pada siswa SMP Negeri 13 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata kunci: bimbingan kelompok, bimbingan konseling, motivasi belajar siswa
PENINGKATAN PERCAYA DIRI SISWA DALAM BELAJAR MELALUI LAYANAN KONSELING KELOMPOK
Desi Ardianti;
Giyono Giyono;
Yusmansyah Yusmansyah
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 2, No 1 (2013): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (93.418 KB)
The purpose of this is increase the confidence of students in learning through group counseling services.The problem in this research is self-confidence of students were low. The method used in this study is an experimental method to design One-Group Pretest-Posttest. Data collection techniques in this study using observation and interviews The results as shown from the results of data analysis using the sign test or t-test of pretest and posttest results thitung= 11,31 ttabel = 1,896 then, Ho is rejected and Ha accepted.Advice that can be given is (1) The guidance and counseling teacher should be able to improving students confidence by using group counseling services (2) To the researchers, should be able to do research on the different subjects with conditions using the same service and other services 3) The other researchers to use group counseling services for different research problems. Keyword : self-confidence, Learning, group counseling services
Penggunaan Konseling Sebaya untuk Mengurangi Kecenderungan Perilaku Prokrastinasi Akademik
Nadia Fitriani Asyari;
Yusmansyah Yusmansyah;
Citra Abriani Maharani
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 4 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (803.482 KB)
The research problem was the high of students’ academic procrastination behavior. The research purpose was to know the use of peer counseling for reducing the students’ academic procrastination behavior at SMP Negeri 8 Bandarlampung in academic year of 2018/2019. The design used in this research was time series design. The sample was chosen by technique purposive samplingas much as 5 students.Data collection technique use the scale of academic procrastinastion. The result of this research showed that peer counseling can be used for reducing the students’ academic procrastination behavior. It was showed with Wilcoxon test by using SPSS 17.0 that was obtained zcount = -2.023 ztable= 1.645. So that Ho was rejected and Ha was accepted. Then, the conclusion was that peer counseling can be used for reducing the students’ academic procrastination behavior at SMPN 8 Bandarlampung in academic year of 2018/2019.Masalah penelitian ini adalah perilaku prokrastinasi akademik siswa tinggi.Penelitian ini bertujuan mengetahui penggunaan konseling sebaya untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik pada siswa SMP Negeri 8 Bandar Lampung tahun ajaran 2018/2019. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah time series design. Sampel penelitian dipilih dengan teknikpurposive sampling sebanyak 5 siswa.Teknik pengumpulan data menggunakan skala prokrastinasi akademik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling sebaya dapat digunakan untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik siswa. Hal ini ditunjukkan hasil uji wilcoxon menggunakan SPSS 17.0 diperoleh zhitung = -2,023 ztabel = 1, 645. Hasil analisis tersebut menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima.Kesimpulan penelitian adalah konseling sebaya dapat digunakan untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik pada siswa SMP Negeri 8 Bandar Lampung tahun ajaran 2018/2019.Kata kunci: akademik, konseling sebaya, perilaku prokrastinasi
MENINGKATAN KEMAMPUAN BERFIKIR POSITIF MELALUI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK PADA SISWA KELAS XII
Veni Purnamasari;
Yusmansyah Yusmansyah;
Ranni Rahmayanthi Z
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 4, No 2 (2015): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (220.509 KB)
The research objective was to determine the increase in positive thinking skills in students by using group counseling services. The method used was pre-experimental with one group pretest-posttest, and then analyzed statistically using the non-parametric Wilcoxon test. The subject of the study were 15 students who had low positive thinking ability. Statistical analysis showed z count = -5.969 z table = 2,132, then Ho is rejected and Ha is accepted. It means that there are significant differences between positive thinking ability of students before and after a given group counseling services. The conclusion of this research was positive thinking ability of students can be enhanced by using group counseling services in class XII student SMAN 2 Pringsewu academic year 2015/2016.Tujuan penelitian adalah mengetahui peningkatan kemampuan berfikir positif pada siswa dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan bentuk one group pretest-posttest, kemudian dianalisis dengan statistik non parametrik menggunakan uji Wilcoxon. Subyek penelitian sebanyak 15 siswa yang memiliki kemampuan berfikir positif rendah. Hasil analisis statistik menunjukkan z hitung= -5,969 z tabel= 2,132, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berfikir positif siswa sebelum dan setelah diberikan layanan bimbingan kelompok. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kemampuan berfikir positif siswa dapat ditingkatkan menggunakan layanan bimbingan kelompok pada siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Pringsewu Tahun Pelajaran 2015/2016.Kata kunci: bimbingan kelompok, kemampuan berfikir positif, siswa.
Penggunaan Bimbingan Kelompok dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
Desyana Putri Amalia;
Yusmansyah Yusmansyah;
Diah Utaminingsih
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 6, No 2 (2018): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (624.654 KB)
The problem in this research is the low of students’ learing motivation. The purpose of this study is to improve the students’ learning motivation of grade XI Senior High School 14 Bandar Lampung academic year 2017/2018. The method used in this research is pre experimental with one group pretest posttest design. The subjects of this research are 8 students. Data analysis in this study used Wilcoxon test. The result of this reaserch indicated that there is an increase in learning motivation by using group guidance. This can be seen from the result of pretest and posttest obtained Zhitung = -2.521 and Ztable = 1.645. Then, from the hypotesis, Ho is rejected while Ha is accepted. The conclusion in this study is Students’ Motivation can be improved by Using Group Guidance.Masalah dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 14 Bandar Lampung tahun ajaran 2017/2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pre eksperimental dengan desain one group pretest posttest design.. Subjek penelitian ini sebanyak 8 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan skala motivasi belajar. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan motivasi belajar dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok. Hal ini ditunjukkan dari hasil pretest dan posttest motivasi belajar yang diperoleh Zhitung = -2,521 dan Ztabel = 1,645, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan dengan bimbingan kelompok.Kata kunci: bimbingan dan konseling, bimbingan kelompok, motivasi belajar
Hubungan Antara Status Ekonomi Keluarga Dengan Motivasi Belajar Siswa
Nanda Sekar Anggita;
Yusmansyah Yusmansyah;
Redi Eka Andriyanto
ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling) Vol 7, No 2 (2019): ALIBKIN
Publisher : ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (613.976 KB)
Abstract: The Correlation Between Family Economic Status and Learning Motivation. This study aimed to find out "The correlation Between Family Economic Status and Student Learning Motivation at SMP N 18 Pesawaran". The sample 62 students was taken by using purposive sampling technique. Data analysis technique used product moment conversion. The results showed that the correlation between family economic status with a ratio of r count0.294 0.250 r table significance level 0.05. Than the conclusion the results study correlation between family economic status and learning motivation in SMP N 18 Pesawaran.Keywords:guidance and counseling,family economic status, learning motivation Abstrak:Hubungan Antara Status Ekonomi Keluarga Dengan Motivasi Belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Hubungan Antara Status Ekonomi Keluarga Dengan Motivasi Belajar di SMP Negeri 18 Pesawaran”. Sampel 62 siswa dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan uji hipotesis menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa rhitung0.294 0.250 rtabelpada taraf signifikansi 0.05 Dapat disimpulkan bahwa terdapat Hubungan Antara Status Ekonomi Keluarga Dengan Motivasi Belajar pada siswa SMPN 18 Pesawaran. Kata kunci:bimbingan dan konseling, motivasi belajar, status ekonomi keluarga