cover
Contact Name
suhartini
Contact Email
tiensahmad1@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
direktorat@poltekkesbanten.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan)
ISSN : 23561718     EISSN : 26852195     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal ini menggambarkan Media informasi kesehatan scopenya meliputi; keperawatan, kebidanan, analis kesehatan.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2015): November" : 11 Documents clear
EFEKTIFITAS PEMBERIAN BISKUIT IKAN BILIH (Mystacoleucus padangensis) TERHADAP STATUS GIZI DAN MORBIDITAS Marni Handayani; M. Husni Thamrin
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 2 No 2 (2015): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.877 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v2i2.110

Abstract

The problem of malnutrition in children under five years is not a new thing, but the problem is still actual . One of the alleviation program for malnurition problem is food supplementation. The biscuits are used as food supplementation in the community , is still a food manufacturer based flour and it hasn’t enriched yet by exploring the potential of local food that is rich in nutrients, such as fishery products. This research was aimed to see the effect of Bilih fish (Mystacoleucus padangensis) biscuits on nutritional status and morbidity of malnutrition children under five years in the region of Belimbing Health Centre, Padang city. The study is an experimental research with pre-post test one group design. Preliminary research was done to get the formula Bilih fish flour biscuits by using a completely randomized design (CRD) continued by acceptance with organoleptic test. The subjects of the research were children ages 2-5 years who where WAZ-scores ≤ -2 SD conducted purposively. The treatmen was given 5 times a week for 3 week. Data collected by antrophometry for nutritional status, interview for morbidity and 24 hour- recall for intake energy and nutritions. Data was analyzed in the continuous stages: data analysis to obtain the best functional biscuit formulation was obtained by ANOVA test with 95 % confidence level. The effect of Bilih fish biscuits on nutritional status and morbidity was analyzed by paired T-Test. It was found that the best biscuits formula from Bilih fish was formula F1 (Addition 10 gr of Bilih Fish flour, 500 kkal energy, 7,8 gr protein and 1,9 mg zinc). The average change of WAZ-scores was 0,2 SD after treatmen. There was a decline in the number of children under five suffering from diarrhea and acute respiratory infection after treatment. There was a difference of nutritional status, intake of energy and nutrients, suffering from acute respiratory infection before and after giving the biscuits from Bilih fish flour. There was no difference in suffering from diarrhea before and after treatmen. Giving the biscuits from bilih fish flour can increase WAZ-score. Further research conducted need to look at the acceptability and the efficacy of Bilih fish flour usage in the food processing techniques to improve the value of the food nutrition.
PENGARUH SENAM AEROBIK TERHADAP KEJADIAN PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA MAHASISWI JURUSAN KEPERAWATAN TANGERANG Ema Hikmah
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 2 No 2 (2015): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.62 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v2i2.111

Abstract

Salah satu kondisi kesehatan reproduksi adalah terkait dengan menstruasi. Keadaan yang dialami oleh wanita pada saat mengalami menstruasi berbeda-beda. Gangguan yang dialami menjelang wanita menstruasi disebut PMS (Premenstrual Syndrome). Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui pengaruh senam aerobic terhdap kejadian PMS. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi-eksperimen. Desain kuasi-eksperimen dalam penelitian menggunakan tipe onegroup design dengan pre dan post test. jumlah responden sebanyak 87 orang. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t. Hasil penelitian pada kelompok intervensi diketahui ada penurunan angka kejadian PMS yaitu nilai rerata sebelum dilakukan senam aerobic yaitu 11,49 dengan standar deviasi 2,841 dan setelah dilakukan senam aeorobik adalah 6,78 dengan standar deviasi 2,713 dengan p value=0,000 α=0,05. Hasil yang signifikan pada penelitian ini menunjukan bahwa hal ini bermakna apabila senam aerobik dilakukan maka angka kejadian PMS akan menurun.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN POS PEMBINAAN TERPADU OLEH LANSIA Nurul Misbah; Ayi Tansah
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 2 No 2 (2015): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.291 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v2i2.112

Abstract

Jumlah penduduk Lansia Indonesia pada tahun 2020, berdasarkan proyeksi penduduk Indonesia 2000-2025 diperkirakan akan mencapai 28,99 juta jiwa. Peningkatan jumlah Lansia menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan sekaligus sebagai tantangan dalam pembangunan. Bila permasalahan tersebut tidak diantisipasi dari sekarang, maka tidak tertutup kemungkinan bahwa proses pembangunan akan mengalami berbagai hambatan. Seiring dengan semakin meningkatnya populasi lansia, pemerintah telah merumuskan berbagai kebijakan pelayanan kesehatan lansia ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu kehidupan lansia berupa Posyandu Lansia (Pos Pembinaan Terpadu), namun pemanfaatannya di masyarakat belum optimal. Tujuan penelitian iniUntuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan Pos pembinaan terpadu oleh Lansia di desa Padasuka wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yaitu total populasi sebanyak 68 lansia.Pengambilan data dilakukan dengan mengisi kwisioner dan wawancara. Analisis data dengan univariat, dan bivariat. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa Sebagian besar(60,6%) lansia kurang memanfaatkan Posbindu, sebagian besar (59,1%) lansia memiliki umur 45-59 tahun (Pra Lansia),hampir seluruhnya (92,4%) tingkat pendidikan lansia rendah,sebagian kecil (30,3%) sikap lansia terhadap posbindu negatif,hampir setengahnya (48,5%) lansia kurang mendapat dukungan keluarga. Sedangkan hasil analisis bivariat menunjukkanterdapat hubungan yang bermanakna antara jenis kelamin, pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan pemanfaatan Posbindu dan tidak terdapat hubungan yang bermanakna antara umur dan pendidian dengan pemanfaatan Posbindu di Desa Padasuka Wilayah Kerja Puskesmas Warunggunung tahun 2015. Seiring dengan meningkatnya Umur Harapan Hidup dan jumlah Usila lanjut bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak hendaknya membuat kebijakan untuk mewujudkan program Posbindu secara merata di setiap desa.Dinas kesehatan dalam hal ini Puskesmas, hendaknya melakukan advokasi ke tingkat desa guna mengadakan sarana dan prasarana Posbindu minimal setiap RW memiliki satu buah Posbindu.
PENGGUNAAN MODEL BERBAHAN KAIN FLANNEL UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN KEPERCAYAAN DIRI MAHASISWA KEBIDANAN DALAM TEKNIK PENJAHITAN LUKA PERINEUM Rery Kurniawati
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 2 No 2 (2015): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.424 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v2i2.113

Abstract

Teknik penjahitan merupakan kompetensi yang harus dimiliki seorang bidan.Keterbatasan model yang digunakan berakibat terhadap kurangnya kompetensi mahasiswa dalam melakukan praktik penjahitan perineum.Perlu dilakukan penelitian terkait material dan model yang ideal untuk pembelajaran teknik penjahitan luka perineum. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas penggunaan model berbahan kain flannel untuk praktik penjahitan luka perineum pada mahasiswa Jurusan Kebidanan Rangkasbitung, Banten. Penelitian dirancang menggunakan desain eksperimental dengan metode postest design only.Besar sampel ditentukan berdasarkan jumlah minimal sampel eksperimen sejumlah 11 orang kelompok perlakuan dan 14 orang kelompok kontrol.Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan rerata kompetensi penjahitan perineum pada kelompok model lebih tinggi (83) dari pada kelompok non model (74). Dari hasil uji statistic didapatkan p=0.002 artinya ada perbedaan bermakna antara kompetensi penjahitan perineum pada kelompok model dengan kelompok non model. Pada tingkat kepercayaan diri responden dalam melakukan penjahitan perineum baik pada kelompok model maupun kelompok non model mempunyai rerata yang sama (4) dengan nilai p=0.651. Selanjutnya pada variabel lama waktu penjahitan diketahui rerata kelompok model sedikit lebih cepat (20 menit) daripada rerata pada kelompok non model (22 menit) dengan nilai p=0.978. Tidak ada perbedaan bermakna pada kedua variable tersebut. Hasil penelitian sesuai dengan Hammound (2008) yang menyatakan bahwa media pembelajaran yang memiliki tingkat kenyataan yang tinggi (high fidelity) membuat mahasiswa mempunyai ketertarikan yang lebih dalam proses pembelajaran. Disarankan perlu penelitian lebih lanjut tentang media penjahitan yang efisien sehingga lama waktu dan kepercayaan diri dapat lebih baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI TERAPI HAEMODIALISA DI RSU KABUPATEN TANGERANG Parta Suhanda
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 2 No 2 (2015): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.476 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v2i2.114

Abstract

Gagal Ginjal Kronik merupakan keadaan dimana ginjal tidak dapat lagi menjalankan fungsinya dengan baik, sehingga untuk menjaga Homeostasis tubuh, ginjal perlu menjalankan dyalisa, terapi ini dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Tujuan penelitian ini mengetahui factor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis. Metode penelitian menggunakan desain crosectional sampel adalah pasien gagal ginjal kronis yang sedang menjalani terapi haemodialisa di RSU Kabupaten Tangerang sebanyak 53 orang. Hasil penelian : factor yang mempengaruhi kualitas hidup adalah : lama menjalani HD (P=0,019) sedangkan pekerjaan, tingkat pendidikan, usia, dan jenis kelamin tidak mempengaruhi kuliatas hidup pasien GGK di RSU Kabupaten Tangerang. Kesimpulan Kualitas hidup pasien GGK dipengaruhi oleh lamanya menjalani haemodialisa.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PENERIMAAN MASYARAKAT TERHADAP HARGA DIRI MANTAN PENDERITA KUSTA DI RW 13 KELURAHAN KARANGSARI KOTA TANGERANG TAHUN 2015 Rohanah Rohanah; Lailatul Fadilah
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 2 No 2 (2015): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.344 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v2i2.115

Abstract

Masalah psikosoial sebagai dampak penyakit kusta sangat luas, menyebabkan individu merasa malu, takut ditolak sehingga menyebabkan harga diri rendah. Dukungan keluarga adalah perilaku melayani yang dilakukan keluarga dalam bentuk dukungan emosi, penghargaan, informasi dan instrumental. Harga diri seseorang ditentukan oleh banyaknya penghargaan yang diterima dari masyarakat lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan penerimaan masyarakat terhadap harga diri mantan penderita kusta. Metoda penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan crossectional. Populasi penelitian ini adalah semua mantan penderita kusta yang berusia 25-40 tahun Tehnik pengambilan sampel adalah total populasi sebanyak 40 orang. Analisa data untuk univariat menggunakan distribusi frekwensi, bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian: sebagian besar responden memiliki harga diri tinggi (62,5%), sebanyak 87,5% responden mendapat dukungan keluarga, responden dengan penerimaan masyarakat yang baik sebesar 72,5%. Hubungan dukungan keluarga terhadap harga diri nilainya tidak signifikan (0.369), hasil uji statistic hubungan penerimaan masyarakat harga diri ada hubungan yang signifikan (p value 0.01) dan OR 8.36. Penerimaan masyarakat perlu ditingkatkan dengan memberikan pendidikan kesehatan melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat yang dapat dilakuklan oleh tenaga kesehatan.
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN OLAH RAGA DENGAN KEJADIAN DISMENORE PADA MAHASISWI JURUSAN KEBIDANAN RANGKASBITUNG TAHUN 2015 Nintinjri Husnida; Hani Sutianingsih
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 2 No 2 (2015): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.981 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v2i2.116

Abstract

Dismenore adalah nyeri haid yang biasanya bersifat kram dan berpusat pada perut bagian bawah yang terasa sebelum atau selama menstruasi, terkadang sampai parah sehingga mengganggu aktivitas. Nyeri bisa semakin bertambah karena disamping stres, kurang berolahraga dan gizi yang tidak seimbang / status gizi yang kurang baik. Angka kejadian Dismenore di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan disetiap negara mengalami Dismenore. Di Amerika angka prosentasenya sekitar 60% dan di Swedia sekitar 72%. Sementara di Indonesia angkanya diperkirakan 55% perempuan usia produktif yang mengalami Dismenore. Dari hasil survei pendahuluan yang telah dilakukan pada 76 mahasiswi jurusan kebidanan rangkasbitung, ditemukan 73,6 % mahasiswi mengalami dismenore dan beberapa diantaranya sangat menganggu aktivitas mereka pada saat diasrama dan pada saat kuliah mulai dari keluhan gangguan rasa nyaman, tidak nafsu makan, mual, muntah, sakit pinggang, tidak bisa fokus dan konsentrasi pada saat kuliah bahkan sampai pingsan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan olahraga pada mahasiswa Jurusan Kebidanan Rangkasbitung Poltkkes Kemenkes Banten tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode studi analitik korelatif menggunakan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel yang digunakan 161 responden, dengan menggunakan total populasi. Data penelitian diambil secara primer menggunakan kuesioner. Analisis data untuk mengetahui hubungan antar variabel menggunakan Chi-Square. Hasil penelitian secara univariat menunjukkan tingginya angka kejadian dismenore pada mahasiswi jurusan kebidanan rangkasbitung sebesar 72 %, status gizi yang tidak normal sebesar 18,6 % dan mahasiswi yang tidak melakukan olahraga sebanyak 23 % . Dari hasil uji bivariat didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dan olahraga dengan dismenore. Saran untuk Jurusan Kebidanan Rangkasbitung meningkatkan pemahaman melalui pencarian informasi dari berbagai sumber melalui jurnal terkini dan dapat memanfaatkan program PIK-M pada kegiatan kemahasiswaan guna mencegah dan menanggulangi masalah dismenore.
FAKTOR –FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN (HDK) DI DESA BOJONGLELES PUSKESMAS MANDALA KECAMATAN CIBADAK KABUPATEN LEBAK TAHUN 2015 Suhartini Suhartini; Ahmad Ahmad
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 2 No 2 (2015): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.133 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v2i2.117

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah medis yang kerapkali muncul selama kehamilan dan dapat menimbulkan komplikasi pada 2-3 persen kehamilan. Hipertensi pada kehamilan dapat menyebabkan morbiditas/ kesakitan pada ibu Selain itu, hipertensi pada kehamilan juga masih merupakan sumber utama penyebab kematian pada ibu. Hipertensi Dalam Kehamilan/ Preeklamsia terjadi pada kurang lebih 5% dari seluruh kehamilan. Di desa Bojongleles tahun 2014 kejadian Hipertensi pada ibu hamil ditemukan sebanyak 7 % lebih tinggi dari prediksi . Kejadian hipertensi pada kehamilan dimungkinkan terjadi karna kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang penyakit hipertensi pada kehamilan. Metodelogi penelitian ini menggunakan desain crossectional populasi penelitianini adalah seluruh ibu hamil yang terdata di desa Bojongleles wilayah kerja puskesmas Mandala berjumlah 60 orang. Sampel penelitian setelah seleksi dengan menggunakan kriteria insklusi danekslusi didapatkan sampel berjumlah 40 orang responden, tehnik sampling menggunakan Acidental sampling. Pengumpulan data penelitian dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan sejak pertengahan Mei s/d Juli 2015. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar ibu hamil berpengetahuan kurang (65%), sebagian besar ibu berusia ≤20>35 tahun (67,5%), berpendidikan ≤ SLTP kebawah (57,5%) sebagian besar ibu tidak bekerja (60 %), Ibu hamil Risti (42,5%), ANC ≤2 kali (52,5%), Riwayat Hipertensi. (25%), Tidak terpapar informasi (55%) . Ada hubungan antara usia ibu dengan pengetahuan (OR 19), ada hubungan antara antara pendidikan ibu dengan pengetahuan (OR,25), ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan pengetahuan tentang HDK (OR,33), ada hubungan antara riwayat ANC dengan pengetahuan tentang HDK. ada hubungan antara keterpaparan informasi dengan HDK (OR 54%), Tidak ada hubungan antara Gravida, Riwayat hipertensi dengan pengetahuan ibu hamil tentang HDK Dapat disimpulkan bahwa dari hasil penelitian terdapat hubungan antara usia ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu , riwayat ANC, keterpaparan informasi dengan pengetahuan tentang HDK, sedangkan gravida dan riwayat hipertensi tidak berhubungan. Oleh karena itu dalam rangka meningkatkan pengetahuan Ibu hamil tentang HDK perlu menyermati faktor-faktor tersebut.Untuk puskesmas dan Bidan desa di wilayah kerja puskesmas diharapkan dapat menyampaikan informasi tentang HDK di wilayah kerjanya melalui berbagai media baik secara formal maupun non formal, baik media elektronik maupun non elektronik.
PENGARUH KOPING ADAPTIF DAN MAL ADAPTIF TERHADAP DISMENOREA PADA MAHASISWI D III KEPERAWATAN, JAKARTA, TAHUN 2014 Yuli Mulyani; Sri Maryani; Ermawati Ermawati
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 2 No 2 (2015): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.889 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v2i2.118

Abstract

Angka kejadian dismenore berkisar 45-95 persen. Wanita yang mengalami dismenore sampai parah dapat mencapai 15 %. Dismenore merupakan salah satu masalah ginekologi yang paling umum dialami wanita dari berbagai tingkat usia. Dismenore primer dialami oleh 60-75 % wanita muda. Dari tiga perempat jumlah wanita tersebut mengalami dismenore dengan intensitas ringan atau sedang. Sedangkan seperempat bagiannya mengalami dismenore intensitas berat dan terkadang membuat penderitanya tidak dapat menahan rasa nyeri yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi pengaruh koping adaptif dan mal adaptif terhadap dismenore. Disain penelitian adalah deskripif dengan pendekatan Cross sectional, lokasi penelitian di Prodi D III Keperawatan. Pengambilan sampel dengan purposive sampling, jumlah sampel 71 responden.. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden berusia 19 tahun 62,5%, menstruasi pertama kali usia 13 tahun sebanyak 34,7%, mengalami dismenore 84,7%, dengan skala nyeri sedang 73,6%, lokasi nyeri terbanyak adalah nyeri perut 86,7%, Sedangkan koping adaptif terbanyak adalah mengeluh ke teman/ orang tua 66,7%, dan koping mal adaptif marah-marah 40%. Dengan uji statistik Chi square, didapatkan bahwa terdapat hubungan bermakna atau terdapat pengaruh koping mal adaptif (marah-marah) dan koping menangis terhadap sakit kepala pada saat menstruasi dengan p value 0,002 dan 0,021 dengan nilai OR = 17,5 dan 7,656. Terdapat hubugan antara koping mal adaptif terhadap dismenore.
AKTIVITAS HEPATOPROTEKTIF PERASAN DAUN BINAHONG PADA TIKUS PUTIH YANG DIINDUKSI PARASETAMOL Budi Siswanto; Ranti Dwi Astriani
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 2 No 2 (2015): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.705 KB) | DOI: 10.36743/medikes.v2i2.120

Abstract

Pemanfaatan bahan-bahan alam sebagai obat tradisional mulai dikembangkan. Hal ini disebabkan masyarakat menyadari efek samping yang ditimbulkan dari obat-obat sintetik lebih besar dibandingkan dengan obat-obat yang terbuat sari alam, selain itu juga harganya yang terjangkau, mudah dibuat dan mudah juga diperolehnya (Wijayakusuma, dkk, 1996). Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan berupa tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral dalam bentuk sediaan sarian atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang secara turun menurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan empiris (heyne, 1987), Meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai kegunaan tumbuhan herbal, maka banyak masyarakat yang beralih memanfaatkan tumbuhan herbal sebagai bahan pengobatan alternatif. Binahong ( Andredera cordifolia (Ten.) Steenis, merupakan salah satu tumbuhan herbal yang memiliki khasiat sebagai tanaman bahan obat yang digunakan untuk berbagai penyakit yang tidak merugikan bagi tubuh. Binahong berasal dari dataran China dengan nama asalnya adalah Dheng san chi. Uniknya, hampir semua bagian dari tanaman ini dapat digunakan sebagai obat. Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan Aktivitas kadar AST dan ALT serum darah hewan coba yang diinduksi paracetamol dapat dihambat oleh ekstrak daun binahong, karena daun binahong mempunyai kemampuan untuk melindungi kerusakan hepar hewan coba tikus putih, kerusakan hepar secara akut dapat terlihat dari adanya peningkatan kadar ALT lebih tinggi daripada kadar AST, sedangkan pada kerusakan hepar yang bersifat kronis kadar AST lebih tinggi dari ALT. Saran perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan dosis ekstrak yang optimum dan jangka waktu penelitian lebih lama, selain itu perlu dilakukan penelitian secara histopatologis pada organ tubuh yang ingin dilihat.

Page 1 of 2 | Total Record : 11