Articles
18 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7 No 2 (2020): November"
:
18 Documents
clear
INTERVENSI BIMBINGAN BELAJAR PADA TRYOUT INTERNA TERHADAP HASIL UJI KOMPETENSI MAHASISWA PRODI D – III KEBIDANAN JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES KEMENKES MATARAM
Baiq Yuni Fitri Hamidiyanti;
Intan Gumilang Pratiwi
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36743/medikes.v7i2.222
Uji kompetensi merupakan metode untuk mengevaluasi kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor tenaga profesi kesehatan. Tingkat kelulusan uji kompetensi suatu institusi pendidikan merupakan salah satu parameter untuk menilai tingkat efisen dan efektifitas proses belajar mengajar di institusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan belajar pada tryout interna terhadap hasil uji kompetensi mahasiswa. Desain penelitian adalah quasi eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonequivalent control group design. Sampel penelitian mahasiswa Prodi D–III Kebidanan pada semester VI berjumlah 53 orang. Analisis perbedaan menggunakan Mann Whitney. Penelitian dilaksanakan pada Oktober – November 2019. Hasil penelitian menunjukkan hasil (1). Analisis mann-whitney U menunjukkan p = 0,036 < α 0,05 menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara metode pembelajaran dengan bimbingan buzz grup dengan tingkat kelulusan uji kompotensi (2). Hasil uji mann whitney diperoleh nilai U = 0,000 < α 0,05 bahwa terdapat hubungan antara belajar mandiri dengan hasil uji kompotensi. (3) IPK dengan uji kompetensi nilai mann whitney p=0,000 < α 0,005 ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara IPK dengan uji kompotensi. Kesimpulan penelitian terdapat hubungan antara pemberian bimbingan belajar buss grup, bimbingan belajar mandiri dan IPK terhadap hasil Uji Kompetensi mahasiswa.
UJI DAYA HAMBAT ANTIBAKTERI KAPANG ENDOFIT DARI TANAMAN ALANG-ALANG (IMPERATA CYLINDRICA (L.) BEAUV.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI
Makhabbah Jamilatun;
Aminah Aminah;
Shufiyani Shufiyani
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36743/medikes.v7i2.224
Perhatian terhadap mikroba endofit telah meningkat karena mempunyai beberapa fungsi, antara lain dapat menghasilkan berbagai senyawa fungsional metabolit sekunder. Berdasarkan penelitian sebelumnya, dua kapang endofit berhasil diisolasi dari tanaman alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv.). yaitu Fusarium sp. dan Mucor sp. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kapang endofit dari tanaman alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian diawali dengan meremajakan dan fermentasi kapang endofit, kemudian pengujian aktivitas antibakteri dari fermentasi kapang endofit yang dilakukan dengan metode Kirby Bauer. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa kapang endofit mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji. Kapang endofit Fusarium sp mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji S.aureus dan E.coli dengan diameter hambatan masing-masing sebesar 16.2 mm dan 16.8 mm. Sedangkan kapang endofit Mucor sp mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji S.aureus dan E. coli dengan diameter hambatan masing-masing sebesar 16.2 mm dan 15.2 mm pada isolat Mucor sp yang berasal dari tangkai, dan 21.3 mm dan 16.3 mm pada isolat Mucor sp yang berasal dari akar. Berdasarkan diameter zona hambat yang terbentuk maka aktivitas antibakteri kapang endofit tanaman alang-alang termasuk dalam kategori kuat, sehingga metabolit sekunder kapang endofit dari tanaman alang-alang berpotensi untuk dikembangkan serta dapat dijadikan sumber acuan dalam pencarian jenis antibiotik baru.
MINAT KELUARGA DALAM MELAKSANAKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) RUMAH TANGGA KOTA KEDIRI
NINING - ISTIGHOSAH
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36743/medikes.v7i2.227
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar memahami dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Menurut pusat promosi kesehatan,tujuan utama dari tatanan PHBS di tingkat rumah tangga adalah tercapainya rumah tangga yang sehat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui minat keluarga dalam melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga. Desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif. Populasinya adalah semua keluarga di RT.28/RW.06 Kelurahan Semampir Kecamatan Kota Kota Kediri yang berjumlah 50 KK dan menggunakan teknik Total Sampling yakni semua keluarga yang ada di RT.28/RW.06 Kelurahan Semampir Kecamatan Kota Kota Kediri yang juga berjumlah 50 Responden. Pada penelitian ini hanya terdapat 1 variabel yaitu minat keluarga dalam melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga. Dalam penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Data yang terkumpul diolah (editing, coding, scoring dan tabulating) dan diinterpretasikan dengan skala kualitatif berdasarkan penilaian minat. Minat keluarga dalam melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga 52% berminat tinggi dan 48% berminat sedang. Dengan demikian diperlukan KIE (Komunikasi, Informasi, Edukasi) secara tepat oleh tenaga kesehatan mengeai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga sehingga semua anggota keluarga tahu, mau dan mampu menjalankan perilaku kehidupan yang bersih dan sehat serta memiliki peran yang aktif pada gerakan di tingkat masyarakat.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PENGGUNA BPJS KESEHATAN DI RUANG RAWAT INAP KELAS III RSUD MANGUSADA
Putu Widiastuti;
IGAA Sherlyna Prihandhani;
Ni Putu Rini Pradnyasari
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36743/medikes.v7i2.230
Pelayanan kesehatan yang bermutu dapat dilihat berdasarkan lima dimensi mutu, yaitu cepat tanggap (responsiveness), kehandalan (reliability), terjamin (assurance), empati (empathy), dan bukti langsung (tangible). Berdasarkan hasil wawancara dan analisis dokumen di RSUD Mangusada terjadi penurunan jumlah pasien rawat inap dari 64.804 pada tahun 2015 menjadi 7.307 jiwa pada tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan asuhan keperawatan dengan kepuasan pasien pengguna BPJS Kesehatan di ruang rawat inap kelas III Rumah Sakit Umum Daerah Mangusada. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional dengan jumlah sampel 85 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi. Kuesioner digunakan sebagai instrumen dalam penelitian ini kemudian dianalisis dengan menggunakan uji univariat dan bivariat. Uji yang digunakan pada penelitian ini Chi-square (p value <α, α=0, 05). Hasil uji statistik diperoleh hasil bahwa p value 0, 000 < α=0, 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa mutu pelayanan yang terdiri dari lima dimensi mutu mempunyai hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien pengguna BPJS Kesehatan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar kedepannya pihak pelayanan kesehatan mempertahankan mutu pelayanan asuhan keperawatan berdasarkan lima dimensi mutu pelayanan sehingga tujuan dari institusi dalam hal kepuasan pasien mampu tercapai.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PERTOLONGAN PERTAMA TERSEDAK DENGAN MOBILE APLICATION DAN PHANTOM PADA ORANG TUA DI TK TAMAN SUKARIA TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA
endang suartini;
Kusniawati Kusniawati
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36743/medikes.v7i2.231
Tersedak merupakan kondisi gawat darurat yang harus cepat ditangani. Karena, bila dibiarkan terlalu lama tubuh bisa mengalami kekurangan oksigen (hipoksia) dan mengakibatkan kematian. Di Amerika Serikat pada tahun 2010 didapatkan data 710 kasus tersedak terjadi pada anak usia dibawah 4 tahun. Dengan persentase kejadian 11,6% terjadi pada anak usia dibawah 1 tahun, 36,2% terjadi pada anak usia 1 hingga 2 tahun dan 29,4% terjadi pada anak usia 2 hingga 4 tahun (American Academy of Pediatric; AAP, 2010). Salah satu untuk meningkatkan pengetahuan tentang penanganan tersedak yaitu memberikan pendidikan kesehatan. Hal ini berkaitan dengan peran perawat sebagai educator atau pendidik atau memberikan penyuluhan. Tujuan mengetahui perbedaan rerata kemampuan keluarga menggunakan phantom sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan tentang penanganan tersedak pada orang tua di TK Taman Sukaria. Metode Penelitian menggunakan Pre Eksperimental dengan one group pretest posttest design. Hasil Penelitian menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan pertolongan pertama tersedak yakni nilai P Value 0,323 (> α 0,05), sedangkan terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan orang tua sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan pertolongan pertama tersedak yakni nilai P Value 0,000 (< α0,05). Saran Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan pertolongan pertama tersedak dengan Google Form dan Phantom pada Orang tua di TK Taman Sukaria terhadap keterampilan keluarga sehingga diharapkan penelitian ini dapat dijadikan modul kompetensi untuk orang tua melakukan penanganan pertama tersedak.
PENGARUH PENYULUHAN PROGRAM ISI PIRINGKU TERHADAP PENINGKATAN SIKAP DAN PERILAKU IBU DALAM MANANGANI BALITA GIZI BURUK
Nora Rahmanindar;
Riska Arsita Harnawati
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36743/medikes.v7i2.235
Derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari berbagai faktor yang meliputi indikator umur harapan hidup, angka kematian, angka kesakitan dan status gizi masyarakat. Salah satu cara untuk meningkatkan derajat kesehatan yaitu dengan memperbaiki status gizi masyarakat terlebih pada balita. Balita termasuk kelompok paling rentan terhadap masalah gizi jika ditinjau dari sudut masalah kesehatan dan gizi, sedangkan pada masa ini mereka mengalami siklus pertumbuhan dan perkembangan yang relatif pesat. Istilah ''Isi Piringku'' dengan gizi seimbang perlu diperkenalkan dan dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam satu porsi makan, setengah piring diisi oleh sayur dan buah, setengahnya lagi diisi dengan sumber protein (baik nabati maupun hewani) dengan proporsi lebih banyak daripada karbohidrat. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui Pengaruh Penyuluhan Program Isi Piringku Terhadap Peningkatan Sikap Dan Perilaku Dalam Menangani Balita Gizi Buruk DI Puskesmas Margadana. Metode penelitian yang digunakan yaitu Quasy eksperimen dengan rancangan one grup pretest-post test, dan menggunakan teknik acidental sampling, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2020, sampel yang digunakan dalam penelitian ini 35 ibu yang mempunyai balita. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner untuk pengukuran sikap dan perilaku ibu dalam menangani gizi buruk. Hasil penelitian ini Analisis dengan uji Wilcoxon diperoleh P Value 0,002 < α 0,05 maka HO ditolak dan H1 diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan program isi piringku terhadap peningkatan sikap ibu dalam menangani balita gizi buruk pada responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan program isi piringku. Analisis dengan uji Wilcoxon diperoleh P Value 0,000 < α 0,05 maka HO ditolak dan H1 diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penyuluhan program isi piringku terhadap peningkatan perilaku ibu dalam menangani balita gizi buruk pada responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan program isi piringku. Kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya pengaruh penyuluhan program isi piringku terhadap peningkatan sikap dan perilaku ibu dalam menangani balita gizi buruk pada responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan program isi piringku. melakukan evaluasi terhadap program yang dilakukan dan lebih memperhatikan metode pendidikan dan media yang digunakan agar informasi yang akan disampaikan dapat diterima dengan mudah sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, bahkan mengubah perilaku masyarakat.
DAMPAK PERILAKU CYBER-SEX DIKALANGAN GENERASI MILLENIAL PADA REMAJA DI MAN KOTA TEGAL
evi zulfiana;
Riska Arsita Harnawati
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36743/medikes.v7i2.237
Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2012 menemukan bahwa 80% responden yang disurvei merupakan penggunaan Internet. Kehadiran teknologi Internet telah membuka munculnya bentuk-bentuk perilaku seksual baru seperti Cyber-Sex. Cyber-Sex adalah dua atau lebih individu yang terlibat dalam percakapan secara simultan, real-time, berinteraksi sexual atau erotis dengan menggunakan media online (misalnya chatroom, instant messaging, dan bentuk-bentuk baru dari aplikasi berbasis ponsel). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak perilaku Perilaku Cyber-sex dikalangan Generasi Millennial pada remaja di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wilayah Kota Tegal. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif, sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologis, Pengambilan data dijalankan dengan teknik indepth interview sesuai pedoman. Hasil info yang didapat lalu direkam dan dibuat catatan lahan untuk mencegah terjadinya subyektifitas. Hasil wawancara dengan responden didapatkan informasi tentang Dampak perilaku pengaruh tentang cyber sex adalah semua responden mengenal situs porno pada usia remaja putri 14 tahun remaja laki- laki 17 Tahun. Situs yang dilihat mayoritas melihat foto atau gambar gambar wanita cantik, seksi, telanjang dan ada yang sampai melihat ke yang lebih jauh yaitu hubungan seksual. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa remaja kecenderungan mengakses situs porno pada pada usia 15-17 tahun, remaja mengunjungi situs porno mengenai gambar-gambar waita cantik, seksi dan film BF, komunikasi dengan pacar melalui chating dan vidio call dengan membahasan sex, pelampiasan setelah menonton situs porno dengan pacar ciuman, berpelukan dan sampai nekcing, responden sering onani setelah menonton/ melihat situs porno, perasaan penasaran dan rasa ingin tahu yang menyebabkan responden ingin membuka situs porno, dalam seminggu responden mengakses 3-4 kali dan lamanya 1-2 jam perhari, setelah menonton situs porno responden merasa puas dan terhibur.
PENGARUH PEMBERIAN TABLET Fe DENGAN PENAMBAHAN SARI KACANG HIJAU DALAM PENINGKATAN KADAR Hb IBU HAMIL
Wenny Indah Purnama Eka SarI;
Almaini Almaini;
Dahlia Dahlia
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36743/medikes.v7i2.239
Nutrisi menjadi salah satu faktor yang ikut berpengaruh hasil akhir suatu kehamilan. Pemenuhan kebutuhan gizi selama kehamilan yang tidak tercukupi, dapat menyebabkan anemia. Pengaruh anemia dalam kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan gangguan pertumbuhan janin. Untuk menanggulangi anemia, peningkatan asupan makanan dapat diupayakan dengan mengonsumsi bahan makanan yang mengandung zat gizi tinggi dan meningkatkan absorpsi besi. Salah satu bahan makanan yang kaya zat besi adalah sayuran berwarna hijau serta kacang-kacangan. Salah satu jenis kacang-kacangan yang mengandung zat besi tinggi adalah kacang hijau (Phaseolus Radiatus L). Penelitian ini bersifat quasi eksperimental dengan dengan jumlah sampel 36 orang ibu hamil trimester III dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling dibagi dua kelompok, kelompok perlakukan dan kontrol. Kelompok perlakuan di berikan tablet Fe dengan penambahan sari kacang hijau selama 7 hari, sedangkan kelompok kontrol di berikan tablet Fe saja. Pengujian statistik menggunakan uji wilcoxon diperoleh nilai p = 0.000 menunjukan ada perbedaan kadar hemoglobin pada kelompok perlakukan dan kelompok Kontrol. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh pemberian tablet Fe dengan penambahan sari kacang hijau dalam peningkatan kadar Hb pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Nanti Agung Kabupaten Kepahiang Tahun 2019. Simpulan penelitian ini adalah pemberian tablet Fe dengan penambahan sari kacang hijau efektif meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil TM III.
PROFILE ADSORBEN SEBAGAI MEDIA FILTER DALAM MENURUNKAN KONSENTRASI KONTAMINAN PADA BADAN AIR BAKU SUNGAI CISADANE
Nurmeily Rachmawati;
Diana Rinawati
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36743/medikes.v7i2.240
Salah satu sumber kehidupan yang dibutuhkan manusia adalah kebutuhan akan air bersih. Untuk mendapatkan air bersih dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber air yang ada salah satunya air sungai. Sumber air ini tak luput dari pencemaran akibat aktivitas manusia maupun dari lingkungan sekitar. Sungai Cisadane yang terletak didaerah Tangerang dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai salah satu sumber air. Dalam mendapatkan air bersih perlu dilakukan usaha salah satunya memanfaatkan media filter air. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi profiling dari penggunaan adsorben sebagai media filter dalam rangka menurunkan konsentrasi kontaminan yang terdapat di Air Sungai Cisadane. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimental dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Adsorben alami yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 8 yaitu arang aktif (AA), pasir silika (PS), zeolit (Z), sekam padi bakar (SPB), sekam padi kering (SP), serabut kelapa (CH), serbuk kayu (SK), dan jerami padi (JP). Bahan kontrol yang digunakan yaitu Air Sungai Cisadane tanpa difilterisasi menggunakan adsorben. Hasil filterisasi menggunakan kedelapan adsorben akan diuji terhadap parameter fisika dan kimia. Pengujian hasil filterisasi dilakukan di laboratorium PDAM Cikokol. Hasil yang diperoleh pada parameter fisika menunjukkan pada adsorben zeolite dan pasir silica memberikan hasil yaitu tidak berasa dan berbau. Pada uji nilai kekeruhan hasil filterisasi menggunakan zeolith diperoleh hasil 5,82 NTU. Untuk parameter kimia diperoleh hasil penurunan konsentrasi kontaminan sulfat pada adsorben jerami menjadi 10 mg/L dan pada adsorben zeolite memberikan penurunan kadar nitrat yaitu 1,3 mg/L. Berdasarkan uji t-test antara sebelum dan sesudah filterisasi menunjukkan adanya perbedaan beda nyata pada parameter fisika (rasa, bau, zat padat terlarut) dengan nilai Sig (2-tailed) < ά = 0.025, dan tidak menunjukkan beda nyata yang signifikan pada parameter kimia dengan nilai Sig (2-tailed) > ά = 0.025.
ANALISIS FAKTOR SOSIODEMOGRAFI KELAHIRAN PREMATUR DI RUMAH SAKIT UMUM YK MADIRA PALEMBANG
Rika Ariana;
Fika Minata Wathan
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 7 No 2 (2020): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36743/medikes.v7i2.241
The one of Sustainable Development Goals (SDGs) in goals 3.2 are reducing Neonatal Mortality Rate to 12/1,000 live births. Preterm birth contributes greatly to neonatal morbidity and mortality. Based on the results of a review of the medical records of YK Madira Hospital in Palembang shows an increase the prevalence of preterm birth in 2018 of 5.7% and in 2019 an increase of 8.0%. The research aim to determine the relationship between risk factors on preterm birth. This research is an analytical survey, cross-sectional design using secondary with a systematic random sampling totaling 202 samples. Data analysis was performed using chi-square test for bivariate, logistic regression for multivariate, the results showed that there was a significant relationship between age (p-value = 0.000 OR = 3.4; 95% CI: 1.82-6, 39), education (p-value = 0.009 OR = 2.4; 95% CI: 1.28-4.58), history of preterm birth (p-value = 0.008 OR = 2.7; 95% CI: 1, 35-5.54), ANC examination (p-value = 0.031 OR = 2.5; 95% CI: 1.15-5.72) smoking variable obtain p-value = 1,000 (p>0.05). Conclusion: The most dominan variabel affecting preterm birth are age and history of preterm birth. These results can be used as a basis for information so that health workers can further improve communication, information,education on reproductive health in prospective brides and also groups of mother at high risk for premature birth as a promotive, preventive action thtat can prevent premature birth to support the achievement of government program targets in reducing the neonatal mortality rate in Indonesia.